Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM PRAKARYA KIMIA PEMBUATAN VICKS

Disusun Oleh:

Enik Ekawati Anis Wigiani Dyah Pujiastuti Ifadatul Ummah Satya Sunartadi

K3308004 K3308026 K3308078 K3308085 K3308117

PROGAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PRAKARYA KIMIA

A. JUDUL Pembuatan Vicks

B. TUJUAN Mahasiswa dapat membuat obat gosok jenis Vicks Mahasiswa dapat mengetahui bahan-bahan penyusun Vicks

C. DASAR TEORI Salah satu metode pemurnian suatu zat berbentuk kristal adalah rekristalisasi. Rekristalisasi merupakan salah satu cara memisahkan atau memurnikan zat/Kristal dari campurannya. Metode ini didasarkan pada perbedaan daya larut antara zat yang dimurnikan dengan kotoran dalam pelarut tertentu dan pada suhu tertentu. Pemurnian dengan metode ini banyak dilakukan pada industry / laboratorium untuk meningkatkan kualitas zat. Beberapa persyaratan pelarut dapat dibuat / dipakai pada proses rekristalisasi antara lain : 1. Memberikan perbedaan daya larut yang cukup besar antara zat yang dimurnikan dan zat pengatur 2. Tidak menghasilkan zat pengotor pada Kristal 3. Mudah dipisahkan dari Kristal 4. Bersifat inert (tidak mudah bereaksi) dengan Kristal 5. Menghasilkan Kristal yang baik dan Kristal murni Proses rekristalisasi meliputi beberapa tahap antara lain : 1. Pelarutan, proses ini bertujuan untuk melarutkan Kristal yang akan dimurnikan 2. Penyaringan, merupakan proses untuk membersihkan larutan garam dari kotoran 3. Pemanasan, berfungsi untuk penguapan 4. Pendinginan Peristiwa rekristalisasi berhubungan dengan reaksi pengendapan. Endapan merupakan zat yang memisah dari satu fase padat dan keluar ke dalam larutannya. Endapan terbentuk jika larutan bersifat terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. Kelarutan suatu endapan merupakan konsentrasi molal dari larutan jenuhnya.

Kelarutan bergantung dari suhu, tekanan, konsentrasi bahan lain yang terkandung dalam larutan dan komposisi pelarutnya. Selama pengendapan ukuran kristal yang terbentuk, tergantung terutama pada dua faktor penting yaitu laju pembentukan inti (nukleasi) dan laju pertumbuhan kristal. Jika laju pembentukan inti tinggi, banyak sekali kristal akan terbentuk, dan terbentuk endapan yang terdiri dari partikel-partikel kecil. Laju pembentukan inti tergantung pada derajat lewat jenuh dari larutan. Makin tinggi derajat lewat jenuh, makin besarlah kemungkinan untuk membentuk inti baru, jadi makin besarlah laju pembentukan inti (Keenan, 1999). Garam dapur atau natrium klorida atau NaCl. Zat padat berwarna putih yang dapat diperoleh dengan menguapkan dan memurnikan air laut. Juga dapat dengan netralisasi HCl dengan NaOH berair. NaCl nyaris tak dapat larut dalam alkohol , tetapi larut dalam air sambil menyedot panas, perubahan kelarutannya sangat kecil dengan suhu. Garam normal, suatu garam yang tak mengandung hidrogen atau gugus hidroksida yang dapat digusur. Larutan-larutan berair dari garam normal tidak selalu netral terhadap indikator semisal lakmus. Garam rangkap; yang terbentuk lewat kristalisasi dari larutan campuran sejumlah ekivalen dua atau lebih garam tertentu. Misalnya: FeSO4(NH4)2SO4.6H2O dan K2SO4Al4(SO4)3.24H2O. Dalam larutan, garam ini merupakan campuran rupa-rupa ion sederhana yang akan mengion jika dilarutkan lagi. Jadi, jelas berbeda dengan garam kompleks yang menghasilkan ionion kompleks dalam larutan (Arsyad, 2001). Natrium klorida (NaCl) merupakan komponen utama dalam garam dapur. Komponen lainnya yang merupakan pengotor biasanya berasal dari ion-ion Ca2+, Mg2+, SO42-,Al3+, I2-, Br2-. Agar perbedaan daya larut antara NaCl dan pengotor cukup besar maka perlu diadakan penambahan zat-zat tertentu. Zat-zat tertentu itu akan memberikan / membentuk senyawa terutama garam yang sukar larut dalam air. Selain itu, rekristalisasi dapat dilakukan dengan cara membuat larutan jenuh dengan menambahkan ion sejenis kedalam larutan/ zat yang akan dipanaskan.

D. ALAT DAN BAHAN 1. Alat NO. 1. NAMA ALAT Gelas beker GAMBAR JUMLAH 2

2. 3. 4. 5. 6. 7.

Gelas ukur Pengaduk Timbangan Kaca arloji Penangas air Botol Vicks

1 1 1 1 1 1

8.

Mortar dan alu

9.

Kompor listrik

2. Bahan NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. NAMA BAHAN Minyak kayu putih Champora Menthol kristal Vaselin putih Paraffin padat Air JUMLAH 3 ml 1.5 gram 1.5 gram 10 gram 1 gram secukupnya

E. CARA KERJA NO. CARA KERJA Memanaskan paraffin putih dan vaselin 1. padat di atas penangas air hingga semua melebur (bahan 1) Menggerus champora dan menthol Kristal 2. dengan mortar. Menambahkan minyak kayu putih (bahan 2). GAMBAR

Mencampurkan bahan 2 ke dalam bahan 1 Mengaduk sampai homogen 3.

Segera memasukkan ke dalam botol 4. penyimpanan. Menutup rapat.

F. DATA PENGAMATAN NO. PERLAKUAN PENGAMATAN

Memanaskan paraffin putih dan vaselin Campuran melebur dan berwarna 1. padat di atas penangas air hingga semua putih melebur (bahan 1) Menggerus 2. champora dan menthol Campuran menjadi cair

Kristal dengan mortar. Menambahkan minyak kayu putih (bahan 2). Mencampurkan bahan 2 ke dalam bahan Campuran berwarna putih

3.

1 Mengaduk sampai homogen

Sedikit mengental

Segera memasukkan ke dalam botol Campuran semakin kental dan 4. penyimpanan. Menutup rapat. menjadi padatan, beraroma mint, berwarna transparant

G. HASIL DAN PEMBAHASAN Tujuan dari percobaan ini adalah untuk membuat garam meja dari garam dapur yang masih kotor melalui salah satu metode pemurnian yaitu rekristalisasi. Metode rekristalisasi ini berdasarkan perbedaan daya larut antara zat yang dimurnikan dengan kotoran dalam suatu pelarut tertentu. Secara umum proses rekristalisasi meliputi tahap-tahap pelarutan, penyaringan, pemanasan, dan pendinginan. Dalam percobaan ini dipelajari cara memurnikan natrium klorida yang berasal dari garam dapur dengan menggunakan air sebagai pelarutnya. Agar daya larut antara NaCl dengan pengotor cukup besar, maka perlu dilakukan penambahan zat-zat

tertentu dan pemanasan. Zat-zat tambahan itu akan membentuk senyawa, terutama garam, yang sukar larut dalam air. Selain itu, kristalisasi dapat dilakukan dengan cara membuat larutan jenuh dengan menambah ion sejenis ke dalam larutan zat yang akan dipisahkan. Pada tahap pertama ini dilakukan proses pelarutan garam dapur yang berbentuk padatan menjadi suatu larutan. Pelarut yang digunakan adalah akuades. Untuk membantu proses pelarutan maka dilakukan pem anasan terhadap campuran garam dapur dan air. Hal ini ditujukan agar garam yang dilarutkan dapat melarut dengan sempurna. Garam dapur yang dilarutkan dalam akuades panas tersebut terurai menjadi ion-ionnya yakni, ion natrium (Na+) dan ion klorida (Cl-). Garam dapur yang digunakan dalam percobaan ini merupakan garam yang belum murni. Karena itulah dalam percobaan ini dilakukan pemurnian terhadap garam dapur tersebut yang bebas dari zat pengotor. Garam dapur yang telah dilarutkan dalam akuades tersebut, dipanaskan sampai mendidih, setelah itu disaring dengan menggunakan kertas saring. Filtrat yang diperoleh dari tahap pertama, ditambahkan serbuk natrium karbonat. Fungsi penambahan natrium carbonat adalah sebagai pemutih dan mengendapkan ion-ion atau zat pengotor yang menyebabkan rasa pahit pada garam seperti ion Ca2+, Fe3+, dan Mg2+. Ca2+ + CO32CaCO3(s) 4 MgCO3.5H2O (s) + 2 HCO3-

5Mg2+ + 6CO32- + 7H2O

Cara kerja natrium karbonat ini pada prinsipnya sama dengan tawas yakni sebagai kougulan. Pada akhirnya nanti diharapkan larutan yang diperoleh lebih murni dari garam semula. Tahap berikutnya adalah dilakukan penyaringan untuk memisahkan endapan yang merupakan zat pengotor yang terdapat dalam larutan tersebut dengan menggunakan kain saring. Setelah didapatkan filtrate yang berwarna jernih selanjutnya dilakukan penguapan atau pemanasan hingga terbentuk kristal garam dapur kembali (rekristalisasi). Bentuk kristal garam dapur setelah dilakukannya proses rekristalisasi adalah strukturnya lebih lembut dan warnanya putih bersih. Kristal yang diperoleh ini kemudian ditimbang. Dari hasil penimbangan diperoleh berat kristal sebesar 39,70 gram. Sehingga rendemen yang diperoleh dari percobaan ini memiliki nilai sebesar 79,40%

H. PERTANYAAN TUGAS 1. Balsam semacam vicks dapat menghilangkan rasa sakit di bawah kulit karena timbunan asam laktat yang ada di bawah kulit dapat terurai karena dikenai energy atau penghangat yang berasal dari bahan penyusun obat gosok ini, sehingga uraturat yang tadinya tegang menjadi rileks dan rasa sakit menjadi berkurang.

2. Analisis kelayakan usaha Modal awal


y y y y y y y y y

10 gram vaselin putih 3 ml minyak kayu putih 1.5 gram champora 1.5 gram menthol kristal 1 gram paraffin padat Listrik Air Label Kemasan

: Rp 1.000,00 : Rp : Rp : Rp : Rp : Rp : Rp : Rp : Rp 500,00 600,00 600,00 500,00 200,00 300,00 300,00 500,00 +

Jumlah Harga jual Laba = Rp 5.000,00 Rp 4.500,00 = Rp 500,00

: Rp 4.500,00 : Rp 5.000,00

Prosentase laba = ( Rp 500,00 / Rp 4.500,00 ) x 100% = 11.11%

I. ANALISIS KELAYAKAN USAHA Modal awal


y y y y y y y y

10 gram vaselin putih 3 ml minyak kayu putih 1.5 gram champora 1.5 gram menthol kristal 1 gram paraffin padat Listrik Air Label

: Rp 1.000,00 : Rp : Rp : Rp : Rp : Rp : Rp : Rp 500,00 600,00 600,00 500,00 200,00 300,00 300,00

y Jumlah Harga jual Laba

Kemasan

:R

500,00 +

: R 4.500,00 : R 5.000,00

= R 5.000,00 R 4.500,00 = R 500,00

Prosentase laba = ( R 500,00 / R 4.500,00 ) x 100% = 11.11%

J. DE

LE

LET

. KE

1. Vi s merupakan salah satu jenis obat gosok yang dapat menghilangkan rasa sakit, masuk angin, mual, dan sebagainya. 2. Bahan bahan yang digunakan untuk membuat Vi ks beserta fungsinya: y y y y Minyak kayu putih, sebagai penghangat badan Champora, sebagai bahan karminatif atau perangsang Menthol kristal, sebagai bahan karminatif Vaselin putih, sebagai bahan yang dapat menyimpan perangsang kulit sehingga akan mempercepat kerja Vicks y Paraffin padat, sebagai bahan pembentuk gel

3. Prinsip kerja pembuatan Vicks adalah sebagai berikut: y y y y y Peleburan vaselin putih dan paraffin padat Penggerusan champora dan menthol Kristal Penambahan minyak kayu putih pada campuran ke 2 Pencampuran semua bahan Pengadukan sampai homogeny

Pengemasan dalam botol yang kemudian ditutup rapat

4. Vicks yang diperoleh berupa padatan seperti gel berwarna transparan agak kehijauan, beraroma menthol dan hangat di kulit. Manfaat obat gosok vicks yaitu:
y y y

Mengobati sakit kepala dan mual Menghilangkan pegal dan nyeri otot Mengurangi rasa gatal pada ulit

L. DAFTAR PUSTAKA 1. Kus Sri Martini & Sri Retni Dwi Ariani.2010. Kimia dalam Kehidupan seharihari. Surakarta: UNS Press 2. Keenan, C.W. 1999. Kimia untuk Universitas Jilid 2. Erlangga. Jakarta. 3. Bird, Tony. 1987. Kimia Fisika untuk Universitas. Gramedia. Jakarta. 4. Winarno. 2989. Kimia Pangan dan Gizi.jakarta : Gramedia 5. Duyrestijn, dkk. 1973. Kimia Sederhana. Bandung: Bina Cipta