BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG VISI Seluruh Keluarga Ikut KB

MISI Mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera

Program KB yang telah berhasil dalam 4 (empat) dasa warsa, diharapkan jangan sampai mengalami erosi yang berakibat menurunnya kualitas hidup. Organisasi koordinasi dalam program KB ke depan menjadi perhatian untuk dipulihkan. Window Of Opportunity yang hanya terjadi sekali perlu dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Selanjutnya menurut Prof. DR. Muhadjir Darwin, MPA, Kepala PSKK UGM, bahwa Window of Opportunity tercapai apabila kita

dapat menjaga agar perubahan sosial yang positif tetap terjadi y akni dengan pengurangan jumlah penduduk miskin, peningkatan pendidikan masyarakat, peningkatan partisipasi perempuan di sunia kerja, peningkatan usia kawin pertama, dan mempertahankan norma keluarga kecil. Di samping itu dilakukan revitalisasi institusi KB melalui : meningkatkan fungsi korrdinasi horizontal dan veftikal dari BKKBN Pusat dan Daerah; memperkuat kelembagaan KB tingkat Kabupaten/Kota sampai pedesaan; memanfaatkan lembaga -lembaga terkait untuk promosi dan perluasan pelayanan kontrasepsi; mempert ahankan subsidi kontrasepsi kepada PUS miskin.

Program Kependudukan khususnya hak -hak kesehatan reproduksi yang didalamnya mencakup KB, mulai tahun 2005 secara eksplisit telah dimasukkan sebagai target baru yaitu penggunaan kontrasepsi kondom menjadi sasa ran MDGs, pada tujuan MDGs yang ke lima dan enam. Secara lebih rinci disepakati adalah dimasukkannya target tentang :

1.

Proporsi wanita 15

49 tahun berstatus kawin yang sedang menggunakan

alat keluarga berencana (%) 2. 3. Penggunaan kondom pada hubungan seks beresiko tinggi (%) Penggunakan kondom pada pemakaian kontrasepsi (%)

Sasaran MDGs satu sama lain saling terkait, maka sasaran MDGs hanya dapat dicapai dengan penggunaan yang intensif dan disiplin. Oleh karena itu, pemerintah daerah yang tinggi pada progr am KB untuk mencapai pembangunan nasional dan global. Berdasarkan UU No. 10 1992 dan Peraturan Presiden No. 7/2005 tentang RPJMN 2004 2009 pembangunan program KB diselenggarakan

melalui empat program pokok yakni,

1. Program Keluarga Berencana 2. Program Kesehatan Reproduksi Remaja 3. Program Ketahanan dan pemberdayaan Keluarga 4. Program Penguatan Kelembagaam Keluarga Kecil Berkualitas Program KB Nasional diarahkan untuk mengendalikan tingkat kelahiran melalui upaya memaksimalkan akses dan kualitas pelayanan KB. Upa ya tersebut diprioritaskan bagi keluarga miskin dan rentan sertadaerah legok KB.

Penigkatan

Kualitas

Kesehatan

Reproduksi

Remaja

dalam

rangka

menyiapkan kehidupan keluarga yang lebih baik, termasuk dalam rangka pendewasaan usia perkawinan melalui upaya peningkatan pemahaman derajat kesehatan reproduksi remaja. Selain itu juga dilakukan dengan memperkuat kelembagaan dan jejaring pelayanan KB bekerja sama dengan masyarakat luas.

Sesuai dengan visi BKKBN : Seluruh Keluarga Ikut KB , dan misi BKKBN mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera , strategi umum yang

dilaksanakan adalah : 1. Menggerakkan dan memberdayakan seluruh masyarakat dalam program KB 2. Menata kembali pengelolaan pro gram KB

3. Memperkuat SDM operasional 4. Meningkatkanpembiayaan program KB Mengacu kepada RPJMN 2004 -2009, Program KB antara lain diarahkan untuk pemberdayaan dan ketahanan keluarga dalam kemampuan pengasuhan dan penumbuh kembangan anak. Peningkatan pendapatan bagi keluarga, khususnya keluarga Pra S dan KS I, Peningkatan Kualitas Lingkungan Keluarga, memperkuat Kelembagaan dan jejaring pelayanan KB, menjadi fokus program KB Nasional di Propinsi DI Yogyakarta. Progarm dilaksanakan oleh komponen Mission center dan Service Center.

B. KONDISI SAAT INI 1. Bidang KB KR

Program Keluarag Berencana bertujuan untuk menjamin terselenggaanya pelayanan KB yang berkualitas bagi pembinaan kesertaan KB dan PUS yang ingin KB tapi belum terlayani, serta menjamin ketersediaan kontrasepsi di semua tempat pelayanan termasuk pelayanan gratis bagi keluarga Pra S dan KS I dan keluarga miskin lainnya. Dukungan program untuk mewujudkan pencapaian sasaran di bidang KB KR dapat diuraikan sebagai berikut : a. Kelembagaan KB dan komitmen opersional Kabupaten /Kota bervariasi b. Penyampaian informasi secara langsung (wawanmuka) dalam Program KB relatif menurun c. Aktifitas kesertaan keluargan dalam kegiatan Bina -bina keluarga belum optimal. d. Pelaksanaan keterpaduan/kerjasama dengan lembaga -lembaga yang terkait dengan kegiatan bian -bina keluarga belum optimal e. Sosialisasi PLK masih sangat terbatas f. Pendamping dan pembi na Kelompok UUPKS semakin berkurang g. Kemitraan dalam penguatan modal dan peningkatan ketrampilan kelompok UPPK belum optimal h. Cangkupan jumlah keluarga Pra S dan Ks I anggota kelompok UPPKS yang berusaha masih bekum maksimal (85,83%)

Cakupan jumlah keluarga Pra S dan KS I anggota kelompok UPPKS yang berusaha masih belum maksimal (85. Penyampaian inbformasi secara langsung (wawanmu ka) dalam program KB relatif menurun c. Sosialisasi PKLK masih sangat terbatas f. Belum terbentuknya Tim Koordinasi Program KB (TOP KB) tingkat Propinsi DIY i. e. Pendamping dan pembina kelompok UPPKS semakin berkurang g. Bidang KS PK KB dan komitmen operasional Kabupaten / Kota a. Aktivitas kesertaan keluarga dalam kegiatan Bina -bina keluarga belum optimal d. Pelaksanaan keterpaduan / kerjasama dengan lembaga -lembaga yang terkait dengan kegiatan bina -bina keluarga belum optimal.83%) h. Kelembagaan bervarisasi b. Forum-forum pembinaan strategis di lini lapangan kurang berjalan maksimal . Belum terbentuknya Tim K oordinasi Program KB (TOP KB) Tingkat Propinsi DIY j. Forum-forum pembinaan strategis di lini lapangan kurang berjalan maksimal 2.i.

DAN STRATEGI OPERASIONAL TAHUN 2009 A. dan Edukasi KB KR b. Melemahnya pelaksanaan advokasi dan Komunikasi. Akses Pelayanan Akses pelayanan ini terutama masyarakat miskin dan pelayanan KB Pria yang mencakup isu : .BAB II SASARAN. BIDANG KB KR KR di lapangan muncul yang dapat Beberapa isu pokok dalam pelaksanaan KB dikelompokkan menjadi empat isu : 1. Pemahaman kesetaraan dan keadilan gender dalam ber KB masih kurang sehingga partisipasi pria untuk mengatur reproduksi dalam keluarga masih rendah. Masih rendahnya permintaan kondom untuk kepentingan dual pr oteksi khususnya bagi ODHA. d. Masih rendahnya pemahaman manfaat KB secara luas selain kontrasepsi sebagai alat pengaturan kehamilan. informasi. Isu pokok ini mencakup beberapa operasional di lapangan sebagai berikut : a. Pelaksanaannya informed choice melalui KIP/konseling belum maksimal dan minimnya tenaga dan sarana modern untuk melaksanakan kegiatan ini. 2. e. Pemahaman Hak-Hak reproduksi Pemahaman dan penerimaan KB sebagai hak -hak reproduksi dan upaya pemenuhannya di era desentralisasi. KEBIJAKAN. c.

h. Kecenderungan pemakaian alat kontrasepsi menurut jenisnya yang tidak sesuai dengan pola umum negara lain yaitu pengguna an suntikan yang lebih tinggi dan meningkatnya permintaan KB implan serta pencapaian KB IUD yang cenderung turun. Kompetensi provider belum mendukung pelayanan berkualitas terutama para bidan baru karena pendidikan kurang mementingkan aspek kompetensi dan keterampilan. RS pemerintah dan swasta dan LSOM yang potensial dalam membantu pelayanan KB. Ketersediaan alokon di fasilitas pelayanan dasar dan rujukan belum memenuhi kriteria termasuk kelangkaan implan.a. Sasaran garapan pelayanan KB di daerah legok KB yang belum optimal. g. b. Masih tingginya PUS unmetneed dalam ber KB karena belum optimalnya pelayanan KB pasca persalinan dan pasca keguguran di RS dan fasilitas pelayananan kesehatan dasar dan perawatan. 3. f. c. b. Proses konseling masih belum optimal karena ketrampilan petugas dalam konseling dan ketersediaan ABPK (Alat Bantu Pengambilan Keputusan) di sarana pelayanan kesehatan belum merata di seluruh fasilitas pelayanan. Kualitas Pelayanan Rendahnya kualitas pelayanan yang mencakup isu : a. . Kepatuhan dalam manajemn pelayanan terutama penyelenggarakan bakti sosial yang belum sesuai standar operasional prosedur. Pelayanan mobile karena tenaga dan sarana terbatas belum dapat menjangkau pada wilayah yang memerlukan. Kebijakan droping IUD dan kondom gratis bagi DBS belum optimal i. Petugas yang kompeten dalam melayani KB di kesehatan dasar dan rujukan masih terbatas terutama insersi IUD. d. e. implant dan kontap pria/wanita di fasilitas tersebut. Belum optimalnya cangkupan dan kualitas pelaporan pelayanan KB di rumah sakit dan fasiltas pelayanan kesehatan dasar serta pelayanan kesehatan. c. Lemahnya pemberdayaan dok ter dan bidan praktek swasta.

rumah sakit. dan dokter serta bidan praktek swasta sehingga tidak memenuhi standar yang berkualitas. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat dalam program KB serta membentuk opini publik tentang program KB. Supervisi fasilitas belum berjalan secara optimal karena TIM jaga mutu belum secara optimal melaksanakan tugasnya di Propinsi. B. Lemahnya kemitraan dan integrasi program di lini lapangan d. Kurangnya dukungsn infrastruktur pelayanan di fasilitas pelayanan dasar. e. Belum semua kecamatan mempunyai PIK KRR c. meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tenaga pengelola dan kader program dalam mendukung pergerakan masyarakat di bidang ketahanan dan pemberdayaan. Rendahnya kualitas pengelolaan dan jaringan pelayanan PIK KRR C. Rendahnya pengetahuan remaja tentang KRR b. lansia dan lingkungan kelauarga serta kegiatan UPPKS. PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Program ini bertujuan untuk perluasan akses dan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi remaja (KRR) melalui pengembangan pusat informasi dan konseling (PIK-KRR) di tingkat kecamatan dan pendidikan KRR melalui kelompok sebaya dijalur sekolah dan luar sekolah serta usaha peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan penyelenggaraan pelayanan KRR. BIDANG KS-PK Dukungan program untuk mewujudkan pencapaian sasaran di bidang KS PK dijabarkan dalam Program Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas hidup keluarga melalui peningkatan kemampuan keluarga dalam pembinaan tumbuh kembang anak secara terintegrasi dengan kegiatan pos yandu PAUD serta pembinaan keluarga remaja. .d. Kesiapan remaja memasuki kehidupan keluarga dan menghadapi tantangan risiko TRIAD KRR mencakup isu sebagai berikut : a. termasuk konselor KRR dan pengintegrasian program dengan perogram terkait.

PROGRAM PENINGKATAN ADVOKASI DAN KIE a. Menigkatkan kuantitas dan kualitas advokasi dan KIE dalam memantapkan komitmen Program KB di Daerah 2. pemantapan infrastruktur lini lapangan 2. Kebijakan 1. meningkatan jumlah dan kualitas infrastruktur di lini l apangan PEMANTAPAN INFRASTRUKTUR LINI LAPANGAN DAN . Re Branding Program KB 4. media . Kebijakan 1.kelurahan memiliki Toma. Pelayanan program oleh petugas KB (PPLKB dan PLKB/PKB) yang terlatih b. peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam program KBN c. Memantapkan komitmen Progam KB di daerah 2. pesan. Peningkatan kerjasama dengan berbagai media c. Toga yang melakukan advokasi dan KIE KB b. Sasaran 1. koordinator PPKBD di setiap desa/kelurahan dan PPKBD di setiap dusun aktif sebagai fasilitator 3. Strategi 1. metoda dan pelaksana) 3. Sasaran Intensifikasi advokasi dan komunikasi dan edukasi (KIE) program KBN dengan target 438 Desa. Menigkatkan kapabilitas pelaksana dan materi Advokasi dan KIE 2.Program ini mempunyai sasaran dan kegiatan pokok sebagai berikut : 1. Terselenggaranya pembinaan operasional lini lapangan bagi sekitar 483 penggerak KB desa 2. Strategi 1. Revitalisasi advokasi dan KIE (sasaran. PROGRAM KEMITRAAN a.

mendayagunakan DAK untuk pengadaan sarana penyuluhan BKB c. Meningkatkan jumlah peserta KB anggota OPPKS 4. Peningkatan akses informasi dan pelayanan pemberdayaan ekonomi keluarga pada 41. Sasaran 1. Capacity Building. 5. romosi dan KIE UPPKS .Anggota BKR aktif = 17. Peningkatan akses informasi dan pelayanan pendampingan pemberdayaan keluarga d engan sasaran : . Kebijakan Program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga 1.564 keluarga Pra S dan KS I anggota UPPKS aktif berusaha 4. memberikan orientasi bagi pengelola dan pelaksana bina keluarga 3. Intensifikasi sosialisasi dan KIE 2.445 .212 2. Meningkatkan KPS dan KS I anggota klp UPPKS yan g berusaha 3. PROGRAM PENINGKATAN KETAHANAN DAN PEMBERDAYAAN KELUARGA a. Peningkatan kualitas lingkungan keluarga melalui percontohan di setiap kabupaten. mengembangkan pola kemintraan dengan seluruh sektor terkait dengan pemerintah maupun swasta 3.Anggota BKB aktif = 42. Kebijakan Program Pengembangan Ketahanan Keluarga 1. Pengembangan bina -bina keluarga berdasarkan peta wilayah pencapaian program 4. Meningkatkab sosialisasi.265 b. 3. Pembentukan model percontohan Parenting Center sebagai tempat rujukan dan kader. Kelompok UPPKS yang masuk dalam direktori UPPKS on line 4. Sosialisasi reposisi peran Klp UPPKS dalam mewujudkan KKBS 2. reward system bagi pengelola dan kader 6. pemanfaatan data nasis online bian keluarga 7.2.

Strategi 1. Kenijakan 1. Strategi 1. Mengembangkan model percontohan klp UPPKS pada 2 kab/kot a yang dipilih 8.5. Menambah keberadaanh sub PPKBD menjadi 90% dari jmlah RT (27. Mempertahankan keberadaan petugas lini lapangan. Pemantaan dan peningkatan peran mitra kerja 2. Pembinaan 2.157 4. Memepertahankan keberadaan koordinator PPKBD sejumlah desa 6. Pembentukan tim koordinasi c. PROGRAM PENGUATAN KELEMBAGAAN KELUARGA KECIL BERKUALITAS Program penguatan kelembagaan keluarga kecil berkualitas khususnya yang dilakukan seksi institusi peran serta pada tahun 2009 merencanakan kegiatan sebagai berikut : a. 4. Menambah keberadaan PPKBD sejumlah dusun/RW yang ada yakni 6.157 3. Meningkatkan akses sumber daya ekonomi bagi klp UPPKS 7. paling tidak 311 orang. Meningktakan kuantitas dan kualitas kelompok pemberdayaan dan ketahanan keluarga. 2. Sasaran 1. Meningkatkan kompetensi pengelola dan pelaksana program UPPKS d. Menyediakan database klp UPPKS yang akurat 6. Membentuk dan mengembangkan model -model keterpaduan program pemberdyaan dan ketahanan keluarga.152) b. 2. Koordinasi .

BIDANG PENUNJANG Ada empat bidang yang merupakan penunjang (service center) yang seluruh program dan kegiatannya untuk memberikab dukungan kepada bidang operasional (Mission center) guna pencapaian program KB secara menyeluruh. tunjangan dan penyelenggaraan kepemerintahan 2. uang makan. PROGRAM PENYELENGGARAAN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK Program ini bertujuan untuk pengelolaan administratsi pengajian pegawai. PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRA SARANA APARATUR NEGARA Program ini bertujuan mengadakan kebutuhan alat kebutuhan kontrasepsi dan sarana penunjang pelayanan KB serta pemeliharaan sarana kerja dan aset organisasi BKKBN. penyediaan fasilitas berupa kebutuhan kerja pimpinan kegiatan perkantoran. uang makan. Efektifnya pengelolaan gaji pegawai. Pemanfaatan momentu strategis 4. Pemantapan prestasi/lomba D. serta penataan pengelolaan manajemen organisasi dalam penyelenggaraan pemerintah a. Kegiatan-kegiatan pokok : . Sasaran 1. tunjangan dan terlaksananya penyelenggaraan pemerintah.3. benar dan akuntabel b. Kegiatan Pokok y y y y y y Gaji pegawai. uang makan dan tunjangan Koorlintas sektor Pertemuan dan jamuan Perjalanan dinas Keperluan pokok sehari -hari perkantoran Pengembangan sistem manajemen ketatalaksanaan 2. Adapun program yang mendukung kegiatan service center adalah sebagai berikut : 1. Fasilitas kebutuhan kerja pimpinan serta pengelolaan organisasi secara baik.

pembinaan administrasi dan pengelolaan perlengkapan 7. pembinaan administrasi dan pengelolaan kepegawaian 4. penyelanggaraan perpustakaan/kearsipan dan dokumentasi 2. Penyelenggaraan Pemeriksaan dan Pengawasan meliputi kegiatan : Inventarisasi masalah pengawasan Pemeriksaan pengawasan pengawasan melekat Post audit Pemutakhiran hasil pengawasan Penyusunan PKPT dan PKA Penyajian hasil pengawasan Monitoring hasil pemeriksaan . pengepakan/pengiriman/pengankutan barang 10. operasional pelaksanaan satker 9. standarisasi sarana dan prasarana 13. pengembangan kelembagaan 11. rapat-rapat koordinasi/kerja/dinas/pimpinan kelompok kerja serta konsultasi 6.1. PROGRAM PENINGKATAN PENGAWASAN DAN AKUNTABILITAS APARATUR NEGARA Program ini bertujuan untuk menjamin k elancaran pelaksanaa program dalam rangka mencapai visi dan misi Program KB melalui penyempurnaan dan pengefektifan sistem dan pelaksanaan pengawasan untuk mewujudkan aparatur negara yang bersih serta pelaksanaan program dan kegiatan yang akuntabel. pengadaan alat studio dan komunikasi 3. pengelolaan sistem akuntansi pemerintah (SAP) 12. pembinaan administrasi dan pengelolaan perlengkapan 8. pengadaan alat pengolah data 15. penyusunan program dan rencana kerja/teknis/program 5. pengadaan perlengkapan sarana gedung 14. perawatan gedung dan perbaikan peralatan kantor 3.

Sasaran Bidang Program : a) Pencapaian program secara kualitas dan k uantitas b) Perkiraan tingkat drop out c) Kualitas pemakaian alkon dan pelayanan di lapangan d) Pengayoman medis e) Koordinasi dan keterpanduan di lapangan .I. Sasaran  Terlaksananya pemeriksaan / pengawasan. uji petik dan pembinaan  Peningkatan dukungan menejemen program pengawasan  Koordinasi.Pengawasan terpadu Pengawasan operasional Pemeriksaan uji petik Rapat koordinasi / Evaluasi / Monitoring / Konsultasi DAK Analisa hasil pengawasan Konsultasi seksi / bidang / auditor Gelar pengawasan Rapat koordinasi pengawasan Tingkat Propinsi Pelatihan Auditor Sosialisasi perundangan bagi JFA Koordinasi pengawasan ekstern A. konsultasi dan komunikasi pengawasan Untuk mengoptimalkan hasil pengawasan dan pemeriksaan ke daerah. Yogyakarta menetapkan sasarannya yang meliputi kegiatan sebagai berikut : I. Kegiatan Pokok  Efektifitas pelaksanaan pengawasan terpadu  Pemeriksaan khusus. konsultasi dan komunikasi pengawasan serta dukungan manajemen penga wasan B. pembinaan. maka secara umum Tim Supervisai BKKBN Propinsi D. uji petik dan pemeriksaan khusus  Terlaksananya koordinasi.

Sasaran Bidang Ketenagakerjaan a) Jumlah tenaga pegawai BKKBN Propinsi DIY b) Jumlah pegawai yang akan pensiun c) Jumlah tenaga lapangan / PKB / PLB C. ketertiban. Kebijakan Pengendalian diarahkan untuk menjamin kelancaran. BKR. .f) Pola pembinaan terhadap kelompok BKB. Strategi 1) Pengawasan sebagai salah satu fungsi menejemen dal am program KB nasional yang berfungsi mendukung keberhasilan pencapaian tujuan yang telah ditentukan (sasaran 2009) harus mampu mengantisipasi. kuratif. D. dan sarana. dan konstruktif dibidang : program. keuangan. ketenagaan. mendorong partisipasi masyarakat yang semakin mandiri dan peningkatan mutu pelaksanaan program KB Nasional secara terus-menerus. dan BLK g) Pola pembinaan Institusi masyarakat yang berperan dalam pembangunan Keluarga Sejahtera Melalui program KB h) Pengelolaan dana UPPKS i) PIK KRR II. Sasaran Bidang Sarana a) Pengelolaan administrasi gudang b) Pengelolaan barang -barang inventaris kantor c) Stock opname alat kontrasepsi di gudang d) Penghapusan barang -barang inventaris kantor dan alat kontrasepsi yang rusak IV. dengan prinsip preventif. BKL. meningkatkan inovasi. Sasaran Bidang Keuangan a) Pembukuan dan pengelolaan administrasi keuangan b) Target dan realisasi anggaran serta pemanfaatan dana yang tersedia dalam DIPA c) Post audit d) Pemeriksaan secara formil dan materil III.

2. pelaksanaan pengawasan. PENELITIAN 1. Orientasi teknologi informasi dan komunikasi metode pelaporan KB melalui sms gateway sebanyak 30 orang. pengembangan profesi dan pengawasan anggaran serta sarana. Orientasi teknologi info0rmasi dan komunikasi metode pelaporan KB melalui sms gateway sebanyak 30 orang 3. PENDIDIKAN PELATIHAN. pengelola KB kabupaten/kota. Pelatihan teknis medis bagi provider pelayanan KB : . 2) Pengendalian bertujuan untuk mendorong dan me mperlancar pelaksanaan program KB nasional sesuai kebijaksanaan. penggerakkan. penyuluh KB. PENGEMBANGAN. Pelatihan teknis dan refreshing bagi petugas KB tentang PUG sebanyak 90 orang d. Pelatihan dan Pengembangan Program pengelolaan SDM aparatur peningkatan kuantitas dan kualitas kompetensi SDM petugas dan pengelola program KB (provider. serta Institusi dan Peran serta). e. Pelatihan bagi penyuluh KB : a. Orientasi KIE bagi petugas KB sebanyak 30 orang diprioritaskan pada penyuluh KB baru c. Refreshing penyuluh KB sebanyak 90 orang (3 angkatan). ketenagaan. keuangan dan sarana. maka disusunlah Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) meliputi kegiatan : pembinaan. ditujukan untuk penyuluh KB yang belum mengikuti refreshing PKB sejak tahun 2007 b. 3) Agar kegiatan pengawasan dapat te rarah dan berdaya guna.mengikuti dan menyesuaikan langkah -langkah pelaksanaan program KB. rencana dan tujuan yang ditetapkan melalui peningkatan kualitas hasil -hasil pengawasan dan pengendalian di bidang : program.

k. Pelatihan bagi tenaga program lainnya : a. c. c. Pelatihan demografi (basic) h. b. Pelatihan motivator bagi KB pria sebanyak 30 orang. Pelatihan pengelolaan Bina Keluarga sebanyak 30 orang. Orientasi R/R program KB dan Pendataan keluarga tingkat kecamatan sebanyak 438 desa e. Pelatihan fungsional.a. Pelatihan intensive Course bahasa Inggris m. Pelatihan teknis pendidik sebaya sebanyak 30 orang. Pelatihan aplikasi administrasi pergudangan sebanyak 2 1 orang f. III. 4. 5. b. Peningkatan kualitas pejabat fungsional intern BKKBN DIY melalui forum pertemuan sebanyak 3 kegiatan dalam satu tahun. Pelatihan peningkatan jenjang kompetensi bagi pejabat struktural dan fungsional BKKBN i. Pelatihan medis tehnis bagi bidan dan dokter sebanyak 30 orang tentang pasang dan cabut IUD dan Implant dan MOP. c. Pelatihan dasar-dasar demografi bagi pengelola program d. Pelatihan kewirausahaan bagi kelompok UPPKS g. Orientasi Teknologi Informasi bagi pejabat struktural dan fungsional. Diklat PIM II. Pelatihan konselor sebaya sebanyak 30 orang. dan IV untuk menyiapkan SDM BKKBN DIY dalam menduduiki jabatan struktural j. Latihan pengelola PIK KRR sebanyak 60 orang (2 angkatan) diprioritaskan pada kelompok PIK KRR baru dan yang masih kriteria tumbuh. Pelatihan KIP bagi provider/dokter sebanyak 35 orang diprioritaskan pada bidan/dokter yang belum dilatih alat bantu pengambilan keputusan. b. peningkatan kompetensi bagi pejabat struktural dan . Palatihan advokasi dan KIE bagi toma dan toga sebanyak 30 orang. Pelatihan tentang kesehatan reproduksi remaja bagi pendidik sebaya dan konselor sebaya : a. l.

6. Peningkatan jejaring kemitraan dan kerjasama dalam pengelolaan pelatihan, penelitian, dan pengembangan. Program ini ditujukan untuk meningkatkan jejaring dan kerjasama dalam pelaksanaan diklat prog ram KB, dan

pemngembangan diklat ke depannya melalui kegiatan : a. Pengembangan hubungan kemitraan dan kerjasama yang bertujuan untuk peningkatan pengembangan program KB dengan mitra kerja bersama Poltekes, Stikes Aisyah, Stikess Respati, Stikes Alma Ata, Stikes Ahmad Yani, Akbid Yogyakarta, UKDW, UGM, dan lain -lain. b. Kemitraan dengan RSUP Sardjito, P2 KS DIY, Dinas Kesehatan Propinsi DIY dan pengelola kabupaten/kota. c. Kemitraan dan Kerjasama dalam penelitian dengan Stikes dan perguruan Tinggi. 7. Peningkatan kualitas pengelolaan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan. Program ini bertujuan untuk memenuhi standard minimal penyelenggaran pendidikan, penelitian, dan pengembangan melalui kegiatan antara lain sebagai berikut : a. Pengembangan kurikulum bertuju an untuk mendukung

terselenggaranya pelatihan. b. Pengembangan profesionalisme di tenaga balatbangm konsultasi bidang tingkat nasional. c. Peningkatan sarana latbang, evaluasi siklat kegiatan latbang,

penyususnan profil latbang, penyusunan majalah balatbsng yang bertujuan untuk promosi dan evaluasi pendidikan pelatihan peneliatian dan pemngembangan. 8. Pengembangan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai center of excellent program KB : a. Pengembangan field laboratory ITP program KB di DIY merupakan model pengembangan prog ram KB andalan yuang spesifik. b. Uji coba/evaluasi MKBK yang merupakan penerapan dari pembuatan NKBK tahun 2008 c. Pengembangan Family center BKKBN DIY dengan kerjasama bidang KB dan KS.

d. Pelatihan pre-service training pasang dan cabut IUP, implant, serta magang MOP bagi dokter umum. 9. Pengkajian, penelitian, dan pengembangan program KB nasional : a. Mini survey peserta KB aktif di kabupaten/kota. b. Penelitian tentang rendahnya kesertaan KB pria di DIY. c. Monitoring penelitian tentang rendahnya kesertaan KB pria di DIY. d. Penyusunan buku pria memilih vasektomi dalam ber -KB berisi tentang alasan pria memakai MOP dalam ber-KB berdasarkan data hasil pelayanan di lapangan. e. Analisis lanjut SDKI f. Sosialisasi pemanfaatan hasil penelitian g. Perumusan dan sosialisasi hasil penelitian h. Identifikasi kebutuhan diklat dan penelitian i. Temu ilmiah WI dan Peneliti j. Sosialisasi pemanfaatan hasil penelitian k. Perumusan dan sosialisasi hasil penelitian.

BAB III PENUTUP

Rencana Program Tahun 2009 disusun dengan harapan pelaksanaan Program KB Nasional Propinsi DIY berjalan sesuai yang diharapkan untuk mencapai tujuan sasaran yang telah ditetapkan. Terimakasih kepada pihak-pihak yang telah memberi koreksi dan atau masukan sehingga materi ini dapat tersusun dan tersaji dalam Rapat Kerja Daerah Program KB Nasional Propinsi Diaerah Istimewa Yogyakarta.

BKKBN EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KB NASIONAL PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2009 .

DR. A (K) pada rakerda KB Propinsi DIY tahun 2008. Dalam sejarah demografi. maka harus terus diupayakan mengendalikan jumlah penduduk di negara ini agar jumlahnya tidak terlalu banyak. Yng Lzim dise but sebagai Window of Opportunity . terutama dalam hal pemberantasan kemiskinan. ini hanya dapat terjadi satu kali saja. Masih banyak pengambil kebijakan di pemerintahan. Deskripsi tersebut kiranya kini tetap relevan untuk dikedepankan. Upaya -upaya untuk mengatasi masalah kependudukan terus menerus dilakukan. usia produktif terkontrol karena karena angka kelahiran dapat ditekan. bahwa KB harus dikoordinasikan secara nasional. Untuk itu diharapkan Seluruh Warga Negara Indonesia dapat mengikuti KB Menurut Prof. bahwa dengan jumlah rata -rata anggota keluarga yang masih cukup banyak bilangannya. peningkatan kesehatan keluarga.BAB I PENDAHULUAN Menurut Presiden Susilo Bambang Yudoyono. program KB sukses -sukses saja seperti dahulu. Menyebutkan bahwa dimasa lalu. Jakarta. peningkatan pendidikan. Saat ini terjadi penurunan pemahaman . peningkatan program Keluarga berencana. Sutaryo. keberhasilan program KB adalah berkat kesamaan persepsi dari presiden sampai dengan dasawismanya. Kesamaan persepsi dituangkan dalam keputusan politik yang nyata. Hal ini sejalan dengan misi program KB nasional yakni mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera. Masa ini akan hilang dan rusak apabila program KB tidak diteruskan. bahwa jumlah penduduk produktif cukup besar. serta peningkatan di berbagai sarana dan prasarana yang menunjang peningkatan kualitas hidup keluarga (jurnal program KB dan Kependud ukan dan Keluarga Sejahtera. 2006). Padahal ada sesuatu yang gawat. Dr. BKKBN. Tahun 20 00 2020 kita memetik hasil besar dari kerja keras BKKBN. Masa inilah kesempatan yang paling baik untuk membangun negeri ini. oleh karena jumlah penduduk yang besar tanpa dibarengi dengan peningkatan mutu akan menjadi hambatan dalam mewujudkan kesejahteraan keluar ga. Sp.

10 ta hun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan keluarga Sejahtera menyebutkan bahwa keluarga berencana adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta melalui pendewasaan usia perkawinan.42 (SP 1980). Situasi dan kondisi kependudukan ini merupakan realitas yang memb utuhkan perhatian dan penanganan seksama dan berkelanjutan.04.89. Akses pelayanan bagi keluarga miskin yang jumlahnya besar nyaris terbengkelai. telah digariskan arah kebijakan program KB yang merupakan rangkaian pembangunan kependudukan dan keluarga s=kecil berkualitas sebagai langkah signifikan dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. kemudian menjadi 1. serta peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Namun. Kondisi kependudukan dewasa ini dalam artian jumlah. maka aka n terjadi ledakan penduduk yang sangat berbahaya bagi negara ini. serta pengembangan dan peningkatan kualitas penduduk melalui perwujudan Keluarga Kecil Berkualitas. pembinaan ketahanan keluarga.76 anak pada tahun 1970. Salah satu upaya yang harus senantiasa silaksanakan adalah dengan pengendalian jumlah penduduk dan peningkatan kualitas penduduk melalui program Keluarga Berencana. pengaturan kelahiran. dan persebarannya merupakan tantangan berat bagi pembangunan. jumlah ini mengalami kenaikan gradual sebesar 1. Berdasar peraturan pemerintah nomor 7 tahun 2005. tetapi bila tidak diwaspadai. pelaksanaan program KB di Propinsi DIY sendiri telah berhasil. Walaupun angka .penerimaan program KB. Kenaikan angka kelahiran ini relatif kecil. Pada dasarnya. Jika saja program KB gagal. kualitas. dan pencapaian program KB pun menurun. Hal ini dibuktikan dengan penurunan angka kelahiran per wanita usia subur dari 4. Menurut Undang-Undang No. tentang rencana pembangunan jangka menengah (RPJM). diperkirakan akan cenderung terus bertamabh setiap tahunnya. Pembangunan ini diarahkan sebagai upaya pengendalian jumlah penduduk melalui Keluarga Berencana.85 (SP 2000). dari hasilnya SDKI 2007. (SP 1970) menjadi 3. Artinya terjadi kenaikan angka kelahiran sebesar 0.

Dampak program KB baru dirasakan setelah sekitar 20 tahun kemudian. saat bayi yang lahir 20 tahun lalu telah mulai memasuk i angkatan kerja. Dengan berubahnya lingkungan strategis tersebut di atas.89 tersebut secara demografis masih berada dibawah angka replacement level (2. Selanjutnya. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa selama kurun waktu 38 tahun. Untuk itulah program KB harus tetap menjadi prioritas utama program pembangunan pemerintah. pr ogram KB sudah menjadi kebutuhan hidup masyarakat. reformulasi arah kebijakan program KB. Di awal tahun 2009 ini. perlu dilakukan evaluasi pencapaian program KB Propinsi DIY di awal tahun 2008 dibandingkan dengan rencana program yang ditetapkan pada awal 2008. . membawa konsekuen kurang terfokusnya penggarapan program KB. terjadi pergeseran paradigma dalam pelaksanaan program yang mempengaruhi di namika program KB di lapangan. Program KB ini menjadi sangat bergantungpada kebijakan strategis pemangku jabatan di daerah. oleh karena program pengendalian kelahir an sebenernya merupakan investasi pembangunan jangka panjang. agar sejalan dengan era desentralisasi. Hal ini terasa terutama dengan semakin berkurangnya jumlah tenaga penggerak masyarakat. dan Strategi Dasar program KB. dan masyarakat. Seirama dengan penerapan sistem pemerintahab otonomi daerah. kinerja program KB diharapkan dapat meni ngkat dan tujuan program KB dapat tercapai kelak. Pernyatan tersebut sangatlah logis dikedepankan. penggerak kader pada level desa ke bawah (PLKB). Pada kenyataannya sebagian besar angkatan kerja tidak terserap oleh lapangan pekerjaan yang tersedia. Reformulasi ini diperlukan dalam rangka membangun kembali pilar -pilar program yang oleh berbagai kalangan disinyalir melemah dalam era desentralisasi saat ini. yang output nya tidak dapat dirasakan dalam jangka pendek (1 -10 tahun).1). telah dilakukan dan dituangkan dalam Visi. Misi. swasta. Dengan demikian.1.

BKKBN menjadi inspirator. Seluruh anggota keluarga seyogyanya mengikuti program -program dari program KB. Untuk itu. kesehatan dan pembangunan lainnya tidak kalah pentingnya adalah upaya untuk melakukan perencanaan keluarga secara cerma t dan bertanggung jawab. keluarga yang mempunyai balita mengikuti Bina Keluarga Balita (BKB) dan posyandu. yaitu : 1. . DAN STRATEGI DASAR Perubahan lingkungan strategis sejalan dengan era desentralisasi. BKKBN menetapkan visi yang baru. Pada hakekatnya. dan penggerak program sehingga di masa yang akan datang diharapkan seluruh keluarga dapat menerima ide Keluarga Berencana. visi ini bermakna ganda. Dengan merumuskan kembali arah kebijakan ke depan. yaitu : Seluruh Keluarga Ikut KB . maka visi yang diembankan BKKBN adalah Mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera . diarahkan untu menggerakkan peran serta masyarakat dalam KB. BKKBN merumuskan visi. 2. sehingga mereka dapat menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera. diharapkan kinerja program dapat mening kat dan sasaran program dapat meningkat dan tercapai pelaksanaannya. fasilitator. A. M elalui visi ini.BAB II VISI. VISI Sejalan dengan fiosofi BKKBN sejak awal didirikan. misi. Setiap pasangan dan atau calon pasangan suami istri harus sejak dini melakukan perencanaan keluarga secara matang dan bertanggung jawab. MISI Sejalan dengan upaya peningkatan kualitas penduduk melalui program pendidikan. dan keluarga lanjut usia mengikuti BKL serta melakukan kegiatan usaha dalam keleompok UPK S sebagai upaya peningkatan kesejahteraan keluarga. dan grand strategi nya sebagai acuan bagi program KB mendatang. remaja mengikuti BKR. yaitu pasangan suami istri mengatur kelahiran dengan cermat. MISI. B.

Meningkatkan pembiayaan program KB Berbagai sasaran yang mempunyai daya ungkit yang tinggi serta ingin dicapai dari masing-masing strategi dasar tersebut. d) Setiap kecamatan memiliki PIK KRR yang aktif e) Seluruh tempat pelayanan KB memberikan promosi dan konseling kesehata reproduksi. terpencil dan perbatasan mendapatkan pelayanan KB bermutu. 2) Menata kembali pengelolaan program KB a) Setiap desa/kelurahan menerapkan pengelolaan program yang terintegrasi dengan outcome yang jelas b) BKKBN menerapkan sistem informasi yang up -to-date c) Setiap BKKBN Propinsi mencapai sasaran program-program KB di wilayahnya d) Setiap wilayahmemiliki jejaring kerja yang aktif dengan mitra e) Pengelola program KB di setiap Propinsi mendapatkan fasilitas advokasi dan supervisi dari BKKBN pusat . Lima strategi dasar tersebut adalah sebagai berikut : 1. sebagai berikut : 1) Menggerakkan dan memberdayakan masayarakat dalam program KB a) Setiap desa/kelurahan memiliki toga/toma yang melakukan KIE KB b) Setiap desa/kelurahan memiliki PPKBD yang berperan aktif sebagai motivator KB desa c) Setiap desa/kelurahan terutama di daerah tertinggal. misi. Menata kembali pengelolaan program KB 3. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat dalam program KB 2. BKKBN telah merumuskan 5 strategi dasar yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan sasaran program yang ingin dicapai. STRATEGI DASAR Untuk mewujudkan visi. Memperkuat SDM program KB 4.C. Meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan k eluarga melalui pelayanan KB 5.

f) Setiap kabupaten/kota memiliki dinas KB yang dikukuhkan Peraturan daerah 3) Memperkuat Sumber Daya Manusia Keluarga Berencana a. Setiap kecamatan memiliki kelompok percontohan BKR Keluarga remaja) d. Di setiap kecematan tersedia alat kontrasepsi swasta dengan harga terjangkau D. Seluruh petugas KB memenuhi standar kompetensi dengan jumlah yang memadai 4) Meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui pelayanan Keluarga Berencana a. Setiap keluraga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I anggota UPPKS (usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera) memiliki usaha ekonomi produksi c. Setiao Desa/ kelurahan dilayani oleh tenaga PLKB/PKB yang terlatih b. Setiap kecamatan memiliki tenanga pengelola Keluarga Berencana c. Setiap kabupaten/kota memiliki kelompok percontohan bina (Bina lingkungan keluarga 5) Meningkatkan pembiayaan Program KB a. Tema Rakerda tahun 2009 Dengan semangat kemitraan kita mantapkan komitmen pelaksanaan program Keluarga Berencana untuk mencapai sasaran RPJMN (Rencana . Program KB memperoleh prioritas penganggaran pemerintah pusat dan daerah b. Seluruh keluarga yang memiliki balita menjadi anggota aktif BKB b. Terciptanya system jaminan pembiayaan program KB terutama bagi rakyat miskin c.

2009 di Daerah Istimewa .pembangunan jangka menengah nasional) 2004 Yogyakarta.

Sasaran : y Terlaksananya pelayanan bagi peserta Keluarga berencana akt if miskin dan peserta Keluarga Berencana (KB) miskin.644 y Partisipasi pria dalam ber keluargaberencana (KB) menjadi 24. serta menjamin ketersediaan kontrasepsi disemua tempat pelayanan termasuk pelayanan gratis bagi keluarga pra sejahtera dan Keluarga sejahtera I dan keluarga miskin lainnya.BAB III SASARAN DAN KEBIJAKAN A. BIDANG OPERASIONAL (MISSION CENTRE) Bidang operasional (mission centre) merupakan bidang yang berkaitan langsung dengan upaya pencapaian sasaran kinerja dalam pelaksanaan program KB. y Meningkatnya peserta KB aktif menjadi 418.065 (5.69%) dari peserta KB aktif y Meningkatnya presentase remaja yang memperoleh informasi tentang kesehatan reproduksi menjadi 75% dan jumlah PIK KKR (Pusat informasi dan konseling reproduksi remaja) 47 kelompok . Secara rinci dapat dij abarkan sebagai berikut : 1. pengaturan kelahiran maupun peningkatan ketahanan keluarga dan pemberdayaan ekonomi keluarga.069 dan pese rta KB baru 45. PROGRAM KELUARGA BERENCANA Dukungan program untuk mewujudkan pencapaian sasaran di bidang KBKR (Keluarga berencana dan kesehatan reproduksi) dapat diuraikan sebagai berikut : Program Keluarga Berencana Program ini bertujuan untuk menjamin terselenggaranya pelayanan KB yang berkualitas bagi pembinaan kesertaan KB dan PUS (Pasangan Usia Subur) yang ingin melakukan KB namun belum terlayani. penigkatan kesadaran kesehatan reproduksi remaja. a. baik dalam upaya penundaan usia perkawinan.

pendidikan. remaja serta lingkungan keluarga secara terpadu melalui kelompok Bina Keluarga y Meningkatkan pemberdayaan ekonomi keluarga dalam kegiatan usaha ekonomi produktif termasuk pegetahuan dan ketrampilan usaha serta fasilitasi dalam mengakses sumber modalnya. konseling dan pelayanan KBKR y Meningkatkan pembinaan serta status kesehatan perempuan dan anak y Pembinaan pelayanan KIE dan pelayanan kesehatan reproduksi dalam penanggulangan masalah kese hatan reproduksi (PMKR) y Meningkatkan pembinaan serta mengintegrasikan informasi dan pelayanan konseling bagi remaja tentang kehidupan seksual yang sehat. keluarga miski. berpendidikan rendah terpencil dan tid ak terdaftar. y Meningkatkan akses dan kualitas informasi dan konseling KRR termasuk mencegah HIV/AIDS dan narkoba meningkatkan ketahanan Keluarga dalam pengasuhan penumbuhkembangan anak pembinaan kesehatan ibu. bayi. anak. y Meningkatkan akses pria terhadap informasi. HIV/AIDS. NAPZA dan perencanaan perkawinan melalui kegiatan pembinaan kelompok remaja. .y Meningkatnya presentase keluarga balita yang aktif melakukan pembinaan tumbuh kembang anak melalui kelompok BKR (bina keluarga remaja) menjadi 30% dari anggota y Meningkatnya presentase keluarga lansia yang aktif dalam ke giatan kelompok BKL (bina keluarga lansia) menjadi 30% dari anggota. y Meningkatnya prosentase keluarga pra sejahtera dana Kleuarga sejahtera I anggota UPPKS (Usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera) yang berusaha b. khususnya bagi keluarga rentan. Kebijakan : y Meningkatkan akses informasi dan kualitas pelayanan KBKR (Keluarga berencana dan kesehatan reproduksi) abagi keluarga dalam merencanakan kehamilan dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

efektif. advokasi dan KIP/Konsedling dalam pelayanan KB termasuk pengembangan materi media dan perluasan cakupan y y Pelayanan kontrasepsi rasional. konseling dan pelayanan KBKR y Pelayanan KIE. c. pengkajian. Kegiatan Pokok y Perluasan jangkauan pelayanan termasuk melalui pelayanan Tim KB keliling (TKBK) y Pelayanan KB pria termasuk tentang informasi. promosi dan KIE KB (konseling informasi dan edukasi keluarga berencana) keluarga untuk peneguhan dan dan pemberdayaan program serta kelangsungan pembinaan kemandirian institusi masyarakat yang menyelenggarakan pelayanan KB dan pemberdayaan keluarga y Meningkatkan kualitas pengelolaan menejem en pembangunan keluarga berencana termasuk pengelolaan SDM. penelitian dan pengembangan serta bimbingan dan pengawasan program. data dan informasi. dan efisien Pemmbinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KBKR yang mandiri y y Peningkatan pembinaan kualitas sarana dan pelayanan KBKR Promosi KHIBA (kelangsungan hidup ibu bayi dan anak) dan PMKR melalui kelompok kegiatan di masyarakat y y Penyediaan alat kontrasepsi dan pelayan an KB medis operasi Pelayanan pencabutan implant dan perlindungan bagi penerima pelayanan KB Dalam kaitannya dengan kegiatan program KB pada tahun 2008 kegiatan kegiatan yang telah dilakukan antara lain : 1) JAMINAN DAN PELAYANAN KB Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh jaminan dan pelayanan KB dalam rangka memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan KB dengan sasaran menurunkan PUS (pasagan usia subur) Unmet need .y Memaksimalkan upaya advokasi.

konsolidasi program KB.6% menjadi 8. Menyediakan obat efek samping gangguan alat kontrasepsi dan sarana medis dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan KB.927 dan meningkatkan partisipasi PUS dalam penggunaan alat kontrasepsi. d.  Menyediakan bantuan biaya pelayanan KB bagi keluarga Pra sejahtera dan keluarga sejahtera I berupa :  Pasang IUD dan implant sejumlah 4172 kasus  Cabut implant sejumlah 1251 kasus  MOW Laparoscopy sejumlah 545 kasus  MOW felopering sejumlah 190 kasus  MOP sejumlah 79 kasus  Komplikasi berat sejumlah 9 kasus dan kegagalan KB sejumlah 6 kasus.  Menyediakan dan mendistribusikan alat kontrasepsi bagi keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I baik yang dilayani oleh tempat pela yanan KB jalur pemerintah maupun swasta dan menjamin ketersediaan alat kontrasepsi di wilayah. pembinaan dan pemantauan/monitoring ke kabupaten/kota. kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain :  Mensosialisasikan penggunaan alat kontrasepsi yang mengarah pada penggunaan memenuhi yang rasional.dari 9. dan 3 : 4 untuk IUD. . suntik dan implant . antara lain : o Melaksanakan pertemuan tim jaga mutu agar permasalahan KB sejak awal dapat diantisipasi baik hal medis maupun non medis. Dengan rumus = 3 : 4 :3 untuk kondom dan pil ulang. efektif dan efisien dalam upaya hak hak reproduksi dan pasangan dengan ara memberikan informasi yang jelas lengkap dan jujur serta transparan tentang alat kontrasepsi yang akan dipilih sehingga tercapai kepuasan dan rasa aman bagi peserta KB dalam menggunakan alat kontrasepsi. o Melaksanakan pertemuan media teknis.7% dari PUS 535.

peningkatan kesertaan KB pria melelui mitra kerja. menghindari kehamilan 4 terlalu dan 3 terlambat serta mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. bayi dan anak merupakan salah satu upaya dalam menurunkanangka kematian ibu dan anak juga sebagai program strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu.69%) pada tahun 2008 dengan kegiatan kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain  Operasional promosi & KIE program KB melalui KB perusahaan. 2) KELANGSUNGAN HIDUP IBU. konsolidasi program KB. Politekkes dan Dinas Kesehatan dalam upaya meningkatkan ketrampilan provider dalam pelayanan KB khususnya IUD dan implant o Melaksanakan berbagai kegiatan evaluasi pelayanan KB antara lain pertemuan medis teknis. bayi. dilaksanakan melalui kegiatan antara lain : Dukungan operasional pelayanan KB pasca Persalinan dan pasca keguguran Sosialisasi pelayanan KB pasca persalinan dan pasca keguguran .065 (5. BAYI DAN ANAK (KHIBA) Promosi kelangsungan hidup ibu. SPP Alkon dan PKP KB-KR melalui tri komponen. 1) PENINGKATAN PARTISIPASI PRIA Pencapaian PA pria sebesar 24. stikes Aisyiyah. dan anak balita beserta keluarganya. kecamatan dan des.o Visting spesialis tujuannya untuk meningkatkan kualitas dari segi medis maupun non medis dengan mendatangkan tim spesialis ke kabupaten/kota. o Pelatihan pasang cabut IUD/im plant secara mandiri bekerjasama dengan P2KS. o Pengadaan Informed counsed untuk sosialisasi melalui latihan konseling bidan dan pembinaan lengkap PKB kebupaten / kota. tempat kerja. mitra kerja binaan KB  KIE program KB melalui kelompok KB pria dan kader/motivator KB  Pengembangan KIE.

termasuk konselor KRR dan pengintegrasian program dengan pemrogram terkait. PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Program ini bertujuan untuk perluasan akses dan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi remaja (KRR) melalui pengembangan pusat informasi dan konseling (PIK-KRR) di tingkat kecematan dan pendidikan KRR melalui kelompok sebaya dijalur sekolah dan luar sekolah serta usaha peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan penyeleng garaan pelayanan KRR.Sosialisasi benefitKb terhadap KIA bagi pengelola KB -KR Dukungan operasional pemantapan KHIBA dan PMKR melalui mitra keluarga Penyediaan data dan informasi KHIBA dsan PMKR 3) PENGANGGULANGAN MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI (PMKR) Promosi penanggulangan masalah kese hatan reproduksi dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi dan kepuasan seksual. Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya memberikan pelayanan kepada remaja antara lain : Operasional KIE KRR bagi TOMA/TOGA dan LSM Lomba cerdas cermat Gambar remaja Operasional KIE melalui BP 4 (Kota/kabupaten) Operasional KIE melalui radio . dilaksanakan berbagai kegiatan antara lain : Dukungan operasioanl infersilitas (pemuliihan kesuburan) Dukungan operasional pencegahan KAR dan kesehatan seksual Pelayanan Papsmear Orientasi PMKR bagi TOMA wanita Dukungan operasional keluarga dan remaja kader HIV/AIDS Penyuluhan HIV/AIDS melalui lagu RAP 2.

guna pencapaian program KB secara . meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tenaga pengelola dan kader program dalam mendukung pergerakan masyarakat di bidang ketahanan dan pemberdayaan keluarga. PAUD serta pembinaan keluarga remaja. PROGRAM KETAHANAN DAN PEMBERDAYAAN KELUARGA Dukungan program untuk mewujudkan pencapaian sasaran di bidang KSPK dijabarkan dalam program ketahanan dan pemberdayaan keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas hidup keluarga melalui peningkatan kemampuan keluarga dalam pembinaan tumbuh kembang anak secara terintegrasi dengan kegiatan posyandu. BIDANG PENUNJANG (SERVICE CENTER) Ada 4 bidang yang merupakan bidang penunjang yang seluruh program dan kegiatannya diarahkan untuk memberikan dukungan kepada bidang operasional (mission center) menyeluruh. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat dalam program KB serta membentuk opini public tentang program KB. B. SMK. SMP Orientasi program KRR bagi kader BKR Orientasi program KRR bagi Uztad/Ustadzah Orientasi program KRR bagi penyalur agama Orientasi program KRR bagi tokoh agama 3. lansia dan lingkungan keluarga kegiatan UPPKS.After school program Peningkatan SDM tenang inti konseling KRR (kabupaten/kota) Evaluasi PIK KRR Pengadaan bahan metode konseling KIE Monitoring evaluasi KRR Monitoring PIK KRR Evaluasi program KRR I Orientasi program KRR bagi guna SMA.

Adapun program yang mendukung kegiatan ini adalah : 1. tunjangan dan terlaksananya penyelenggaraan pemerintahan. penyediaan fasilitas kebutuhan kerja pimpinan kegiatan perkantoran. PROGRAM PENERAPAN PEMERINTAHAN YANG BAIK Program ini berujuan untuk mengelola administrasi penggajian pegawai. PROGRAM PENGUATAN PELEMBAGAAN KELUARGA KECIL BERKUALITAS Program ini bertujuan untuk memperkuat kualitas pelayanan program di tingkat lini lapangan yang berbasis masyarakat. a. Sasaran Efektifnya pengelolaan gaj i pegawai. serta menyediakan data keluarga dan individu dalam keluarga sebagai basis operasional pembinaan program KB di lini lapangan. Kegiatan Pokok Pembinaan dan operasional petugas lapangan Pembinaaan dan operasional PPKBD Integritas kegiatan strategis dalam berbagai momentum Secara teknis kegiatan pokok ini dapat dijabarkan melalui kegiatan sebagai berikut : Pelaksanaan pendapatan keluarga Pengalolaan data hasil pendataan keluarga Kegiatan pemanfaatan hasil pendataan keluarga untuk operasional pembinaan program di lapangan. tunjangan dan penyelenggaraan keperintahan. Sasaran PPKBD di setiap dusun yang aktif sebagai fasilitator KB Pelayanan program oleh petugas KB Adanya jejaring kerja yang aktif sebagai mitra kerja Adanya SIM program KB yang berbasis data mikro individu keluarga b. uang makan. 2. uang makan. fasilitasi kebutuhan kerja pimpinan . serta penataan pengelolaan manajemen organisasi dalam penyelenggaraan pemerintah a.

Sasaran Tersedianya stok alkon dan sarana pelayanan KB dengan standar yang memadai bagi pelayanan program yang berkualitas. b. PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi petugas program bidang KB-KB. b. KRR.kebutuhan kerja pimpinan serta pengelolaan organisasi secara baik. serta pemeliharaan sarana kerja dan aset organisasi BKKBN dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana pelayanan KB a. KSPK. benar dan akuntabel. menyediakan dan menyiapkan perangkat pengelolaan data informasi program sebagai bahan pengembangan dan perumusan kebijakan informasi program. PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRA SARANA APARATUR NEGARA Program ini bertujuan untuk mengadakan stok kebutuhan alat kontrasepsi dan sarana penunjang pelayanan KB. serta peningkatan pengetahuan dan ketrampilan teknis petugas pengelola program KB melalui pelatihan teknis medis dan pendidikan serta . Kegiatan Pokok Gaji pegawai. uang makan dan tunjangan Koordinasi lintas sektorPertemuan dan jamuan Perjalanan dinas Keperluan pokok sehari hari perkantoran Pengembangan sistem menejemen ketatalaksanaan 3. dan IT. Kegiatan pokok Penyediaan alkon dan sarana pelayanan KB Penyediaan sarana operasional pelayanan KIE program Peningkatan kapasitas teknologi informasi untu k pengelolaan sistem informasi KB Peningkatan sarana kerja pengelola dan pelaksana program 4.

konsultasi dan komunikasi pengawasan serta dukungan menejemen pengawasan b. uji petik dan pembinaan . pembinaan. Sasaran Pengelola KB Tenaga program dan petugas KB yang memenuhi standar kompetensi dan jumlah yang memadai Terlaksananya kegiatan analisis dan penilaian serta pengembangan indicator program b. medis te knis bagi dokter/bidan. Kegiatan Pokok Latihan dasar umum Refreshing bagi penyuluh KB. uji petik dan pemeriksaan khusus Terlaksananya koordinasi. Kegiatan Pokok Efektifitas pelaksanaan pengawasan terpatu Pemeriksaan khusus. PROGRAM PENINGKATAN PENGAWASAN DAN AKUNTABILITAS APARATUR NEGARA Program ini bertujuan untuk menjamin kelancaran pelaksanan program dalam rangka mencapai visi dan misi program KB melalui penyempurnaan dan pengefektifan sistem dan pelaksanaan pengawasan untuk meujudkan aparatur Negara yang bersih serta pelaksanaan program dan kegiatan yang akuntabel. Sasaran Terlaksananya pemeriksaan/pengawasan. a. a.pengembangan pelayanan informasi berbasis TI suatu model pendekatan percepatan pemberdayaan PLKB/PKB melalui belajar jarak jauh. Mini survey dan indicator RPJMN Penelitian dan pengembangan Pembinaan jaringan dan SDM peneliti 5. pelatihan teknis bagi tenaga program Pendidikan jangka panjang dan jangka pendek Analisis tindak lanjut SDKI.

- Peningkatan dukungan menejemn program pengawasan Koordinasi. konsultasi dan komunikasi pengawasan .

PROGRAM KELUARGA BERENCANA Program ini bertujuan untuk memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan KB-KR yang berkualitas termasuk didalamnya upaya menurunkan angka kematian ibu. KEGIATAN POKOK ANTARA LAIN : a.7% dari PUS 535. Perluasan jangkauan pelayanan termasuk melalui pelayanan Tim KB keliling (TKBK) b. Promosi KHIBA dan PMKR melalui kelompok kegiatan masyarakat h. Peningkatan pembinaan kualitas saranan dan pelayanan KB -KR g.927. Pelayanan KIE.6% menjadi 8. Pelayanan KB pria termasuk tentang informasi konseling dan pelayanan KB-KR c.BAB IV UPAYA PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2008 A. efektif dan efisien e. bayi dn anak serta penanggulangan masalah kesehatan reproduksi dalam rangka membangun keluarga kecil berkualitas. Pelayanan kontrasepsi rasional. advokasi dan KIP/konseling dalam pelayanan KB termasuk pengembangan materi medis dan perluasan cakupan d. Pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB -KR yang mandiri f. Penyediaan alat kontrasepsi dan pelayanan KB medis operasi i. Pelayanan pencabutan implant dan perlindungan bagi penerima pelayanan KB 2. JAMINAN DAN PELAYANAN KB Kegiatan yan telah dilaksanakan oleh jaminan dan pelayanan KB dalam rangka memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan KB dengan sasaran menurunkan PUS unmet need dari 9. kegiatan yang telah dilaksanakan anta ra lain : . 1.

lengkap dan jujur serta transparan tentang al at kontrasepsi yang akan dipilih sehingga tercapai kepuasan dan rasa aman bagi peserta KB dalam menggunakan alat kontrasepsi. konsolidasi program KB. c. pembinaan dan pemantauan/monitoring ke Kabupaten/Kota. Stikes Aisyiyah. dan 3 : 4 untuk IUD. o Pengadaan Informed Counsent untuk sosialisasi melalui latihan konseling bidan dan pembinaan lengkap PKB Kabupaten/Kota. Dengan rumus 3 : 4 : 3 untuk kondom dan Pil Ulang. y Komplikasi berat sejumlah 9 kasus dan kegagalan KB sejumlah 6 kasus. Suntik dan Implant. efektif dan efisien dalam upaya memenuhi hak hak reproduksi dan pasangan dengan cara memberikan informasi yang jelas. o Melaksanakan pertemuan medis teknis.a. y MOW Laparoscopy sejumlah 545 kasus. Menyediakan obat efek samping penggunaan alat kontrasepsi dam sarana medis berupa : y Meningkatkan kualitas pelayanan KB melalui berbagai kegiatan antara lain : o Melaksanaakan pertemuan tim jaga mutu agar permasalahan KB sejak awal dapat diantisipasi baik d alam hal medis maupun non medis. d. Kecamatan dan desa. o Visiting spesialis tujuannya untuk meningkatkan kualitas dari segi medis maupun non medis dengan mendatangk an Tim Spesialis ke Kabupaten/Kota. Poltekkes dan Dinas Kesehatan dalam upaya meningkatkan ketrampilan provider dalam pelayanan KB khususnya IUD dan Implant. o Pelatihan pasang cabut IUD/Implant secara mandiri bekerjasama dengan P2KS. Menyediakan dan mendistribusikan alat kontrasepsi bagi keluarga Pra Sejahtera dan KS I baik yang dilayani oleh tempat pelayanan K B jalur pemerintah maupun swasta dan menjamin ketersediaan alat kontrasepsi di wilayah. y MOW Felopering sejumlah 190 kasus. b. Mensosialisasikan penggunaaan alat kontrasepsi yang mengarah pada penggunaan yang rasionnal. y Cabut implant sejumlah 1251 kasus. y MOP sejumlah 79 kasus. . Menyediakan bantuan biaya pelayanan KB bagi Keluarga Pra Sejahtera dan KS I berupa : y Pasang IUD dan Implant sejumlah 4172 kasus.

Operasional Adv KIE KRR bagi TOMA/TOGA dan LSM/LSOM . KELANGSUNGAN HIDUP IBU. konsolidasi program KB. SPP Alkon dan PKP KB-KR melalui Tri Komponen.y Melaksanakan berbagai kegiatan evaluasi pelayanan KB antara lain pertemuan medis teknis.69%) pada 2008 dengan kegiatan -kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain : y Operasional Promosi dan KIE Program KB melalui KB Persh. TOMA. y Duk. menghindari kehamilan 4 terlalu dan 3 terlambat sera mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. 4. Promosi dan KIE Program KB-KR melalui kelompok KB Pria dan Kader/Motivator KB. PENINGKATAN PARTISIPASI PRIA Pencapaian PA Pria sebesar 24065 (5. dilaksanakan melalui kegiatan antara lain : y Dukungan operasional pelayanan KB Pasca Persalinan dan Pasca Keguguran y Sosialisasi Pelayanan KB Pasca Persalinan dan Pasca Keguguran y Sosialisasi benefit KB terhadap KIA bagi pengelola KB -KR y Dukungan operasional pemantapan KHIBA dan PMKR melalui mitra keluarga y Penyediaan data dan informasi KHIBA dan PMKR 5. Pengembangan KIE Peningkatan Sesertaan KB Pria melalui Mitra Ker ja. PENANGGULANGAN MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI (PMKR) Promosi penanggulangan masalah kesehatan reproduksi dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi dan kepuasan seksual. Mitra Kerja serta kelompok-kelompok binaan KB. TOGA. y Duk. bayi dan anak merupakan salah satu upaya dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak juga sebagai program strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu. 3. BAYI DAN ANAK (KHIBA) Promosi kelangsungan hidup ibu. dan a nak balita beserta keluarganya. PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI Berbagai kegiatan yang telah d ilaksanakan dalam upaya memberikan pelayanan kepada remaja antara lain : 1. dilaksanakan berbagai kegiatan antara lain: y Dukungan operasional infertilitas (pemulihan kesuburan) y Dukungan operasional pencegahan KAR dan kesehatan seksual y Pelayanan Papsmear y Orientasi PMKR bagi TOMA wanita y Dukungan operasional keluarga dan remaja kader HIV/AIDS y Penyuluhan HIV/AIDS melalui lagu RAP B. bayi. Tempat Ker ja. Ops. Pemantapan Promosi KIE KB -KR. y Ops.

Lomba cerdas cermat 3. Pengadaan panduan materi KIE -BKB terpadu.2. KIE program KB melalui Televisi e. Operasional penerangan masyarakat melalui Mupen d. PROGRAM KETAHANAN DAN PEMBERDAYAAN KELUARGA 1. Operasional KIE melalui radio (Kabupaten/Kota) 6. Rekomendasi dan evaluasi PIK KRR 10. After School Program 7. Pengembangan jejaring advokasi dan KIE b. Orientasi program KRR bagi tokoh agama C. materi BKL baki PLKB dan formulir bagi Tribina b. Pengadaan bahan metode korseling KIE 11. Peningkatan kualitas dan kuantitas advokasi kepada stake holder c. Pertemuan Pokja Tribina c. Monitoring PIK KRR 13. Orientasi program KRR bagi penyalur agama 18. Perubahan perilaku masyarakat melalui pengadaan bahan materi KIE k. Rakordasi / Evaluasi progra m KRR I 14. Orientasi program KRR bagi Kader BKR 16. Dukungan Poktan dalam rangka refresing kader BKL g. materi BKR bagi PLKB. Operasional KIE Wawan muka TOMA -TOGA tentang program KB Nasional h. Duk ops PIK KRR non sekolah dan sekolah 9. Peningkatan SDM tenaga inti korseling KRR (Kabupaten/Kota) 8. Advokasi KIE melalui medua tradisional i. HAN serta kegiatan Tribina d. Peningkatan Advokasi dan KIE melalui berbagai lomba 2. Orientasi program KRR bagi Ustads/ustadzah 17. Pameran pembangunan j. Orientasi program KRR bagi guna SMA. SMP 15. Operasional KIE melalui BP 4 (Kabupaten/Kota) 5. Expose HARGANAS. Operasional KIE Wawan muka petugas tentang BKB Terpadu e. Program Advokasi dan KIE a. Operasional informasi melalui pers g. SMK. Kampanye program KB dalam bentuk opi ni f. Program Pengembangan Ketahanan Keluarga a. Gambar remaja 4. Forum Koordinasi Bina -Bina f. Monitoring evaluasi KRR 12. Lomba pengelola. kelompok dan kader BKB y Lomba pengelola BKB .

i. Evaluasi/lomba kelompok BLK y Peringkat I kelompok BLK Pengiwo Sleman y Peringkat II kelompok BLK Sidorukun Kota Yogyakarta y Peringkat III kelompok BLK Melati Gunungkidul y Peringkat IV kelompok BLK Paragama Bantul y Peringkat V kelompok BLK Jati Asri Kulonprogo e. j. Koordinasi dan evaluasi PKLK b. Bantuan operasional PKLK d. Lomba Keluarga Harmonis Sejahtera y Peringkat I keluarga Fatmi/Sulisti Kulonprogo y Peringkat II keluarga Mulyanto/Suharini Sleman y Peringkat III keluarga Waryanto/Wiwid Kota Yogyakarta . Monitorinf pembinaan kelompok PKLK c. o Peringkat I Pokja BKB Kulonprogo o Peringkat II Pokja BKB Bantul o Peringkat III Pokja BKB Sleman o Peringkat IV Pokja BKB Gunungkidul o Peringkat V Pokja BKB Kota Yogyakarta y Lomba kelompok BKB o Peringkat I Pokja BKB Melati Cebongan Sleman o Peringkat II Pokja BKB Anggrek Sungapan Bantul o Peringkat III Pokja BKB Mawar Kraton Yogyakarta o Peringkat IV Pokja BKB Kalisoko Kulonprogo o Peringkat V Pokja BKB Binasejahtera Gunungkidul y Lomba kader BKB o Peringkat I Lilek Wakhidah kader BKB Sungapan Bantul o Peringkat II Sri Lestari kader BKB Mlati Sleman o Peringkat III Supapti kader BKB Kulonprogo o Peringkat IV Ervi kader BKB Kota Yogyakarta o Peringkat V Sutarni kader BKB Gunungkidul Operasional kader BKB dengan PAUD Temu kader BKB tingkat nasional dan regional Sosialisasi modul BKR Lomba keluarga balita ideal y Peringkat I Keluarga Ngatijan/Fitriyah Kulonprogo y Peringkat II Keluarga Yanto/Yuni Kota Yogyakarta y Peringkat III Keluarga Albani/Trisusilowati Sleman y Peringkat IV Keluarga Jaya/Sukiyem Gunungkidul y Peringkat V Keluarga Parjilan/Ruatmi Bantul 3.h. k. Program Peningkatan Kualitas Lingkungan Keluarga a.

e. memperoleh kesepakatan tentang beberapa kegiatan PEK sera mantapnya komponen-komponen pembina kelompok UPPKS. Pendataan kelompok UPPKS. Sleman y Peringkat II kelompok UPPKS Sejahtera 4. Seleksi kelompok UPPKS. Peyusunan produk unggulan. dalam upaya mensosialisasikan produk kelompok UPPKS. kegiatan terse but dilaksanakan dalam upaya mendapatkan data dan informasi tentang kelompok UPPKS yang aktual dan akurat tentang kondisi kelompok UPPKS. Penyusunan laporan program PEK. Temu kader UPPKS. dilaksanakan dalam upaya membe rikan penghargaan dan motivasi kepada para kader UPPKS untuk bersaing secara sehat guna meningkatkan pengelolaan kelompok dan mensejahterakan anggotanya. dilaksanakan dalam upaya untuk mengetahui perkembangan kelompok UPPKS baik mengenai ku antitas dan kualitas kelompok UPPKS. Forum pembinaan kelompok UPPKS dilaksanakan dalam upaya sebagai wadah pengembangan wawasan. Koordinasi program pemberdayaan e konomi keluarga. Program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Program pemberdayaan ekonomi keluarga dilaksanakan melalui pendekatan kelompok UPPKS dalam upaya meningkatkan pe ndapatan keluarga dengan usaha ekonomi produktif keluarga. b. Untuk tahun 2008 telah terpilih 5 (lima) kelompok UPPKS terbaik yaitu: y Peringkat I kelompok UPPKS Bung a I. Sarasehan hasil pendataan keluarga. Gunung Kidul y Peringkat IV kelompok UPPKS Aster Putih. dilaksanakan dalam upay a memberikan penghargaan dan fasilitas kepada kader UPPKS untuk saling bertemu. dilaksanakan dalam upaya memperoleh data dan informasi tentang pelaksanaan program PEK. Sarasehan tersebut dihadiri oleh mitra kerja dan mitra usaha yang diharapkan dapat melaksanakan pembinaan secara berkelanjutan dan terpadu dengan memanfaatkan kelompok UPPKS. Bantul y Peringkat III kelompok UPPKS Ngudi Rahayu. d. dilaksanakan dalam upaya menindaklanjuti hasil pendataan keluarga guna memperoleh kesepakatan dalam meningkatkan tahapan keluarga sejahtera. c. h. pertukaran informasi maupun upaya pemecahan permasalahan kelompok UPPKS. Kulon Progo f. g. Propinsi dan Kab/Kota se .y y Peringkat IV keluarga Suparno/Sri Mulyanti Gunungkidul Peringkat V keluarga Subandiyo/Samiyah Bantul 4. Gelar UPPKS dilaksanakan secara Nasio nal. Adapun beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan adalah : a. Kota Yogyakarta y Peringkat V kelompok UPPKS Mekarsari. meningkatkan jaringan pemasaran dan memacu kelompok UPPKS.

Sleman. E. Gunungkidul. 8. 15. 10. Mengirimkan PKB untuk mengikuti MUNAS IPEKB di Jakarta. 12. 6.dalam rangka meningkatkan kelangsungan usaha kelompok UPPKS. Memanfaatkan momentum strategis melalui kegiatan: a. Mengirimkan pengurus dan peserta didik saka kencana dalam kemah saka kencana tk nasional di Jakarta. 3. 4. Mengadakan Pemilihan Petugas lini Lapangan dan Kader IMP terbaik secara berjenjang dimana terbaik 1 Tingkat Propinsi dikirim ke Jakarta. b. Propinsi. PHBS terbaik dan kesehatan lingkungan. 5. Mengadakan jambore IMP dan PLKB dalam acara Harganas tk Propinsi 7.DIY.000. Korem 072/Pamungkas. yang pencanangannya dilaksanakan di desa Karangrejek. PROGRAM PENGUATAN KELEMBAGAAN KELUARGA KECIL BERKUALITAS Program penguatan kelembag aan keluarga kecil berkualitas khususnya yang dilakukan seksi institusi peran serta pada tahun 2008 berbagi upaya telah dilakukan yang meliputi: 1. Expose Kendaraan Roda 2. Bantul. Membentuk kepengurusan IPEKB Tk. Balatbang adalah merupakan salah satu komponen . dan pelaksana terbaik kesehatan lingkungan di Desa Temuwuh. PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR Program pengelolaan SDM Aparatur merupakan tugas dari Balai pelatihan dan pengembangan (Balatbang). diberikan kepada 61 kelompok UPPKS @ Rp 5. Mengadakan Jambore PLKB/PKB. 9. Mengadakan peringatan Hari Keluarga Nasional yang dipadukan dengan BBGRM. koordinas i dan pemantauan. 11. Kecamatan Dlingo.. Program ini dilombakan secara berjenjang. Bantuan modal usaha. Mengadakan pendataan kader IMP dan PLKB/PKB. kodim Bantul sebagai juara 1. Disamping kegiatan KGPKK KB Kes dikembangkan dengan menilai Pelaksana Yandu Terbaik. dan 20 tahun dan mengirimkan yang terbaik I tingkat Propinsi ke tingkat Nasional untuk masing-masing kategori. Kesatuan gerak PKK KB dilombakan. TNI Manunggal KB Kesehatan dari mulai Pencanangan. Yang didahului dengan pembinaan dan pembekalan bagi peserta didik saka kencana. Kecamatan Wonosari. D. Setelah dievaluasi sampai dengan tingkat nasional Propinsi DIY mendapatkan nominasi 6 brsar Tingkat Nasional yakni pelaksana terbaik Kesatuan Gerak PKK KB -Kes di desa Caturtunggal Kecamatan Depok. Mengadakan seleksi peserta KB lestari 10.000. Propinsi DIY. 2. Mengadakan musyawarah daerah IPEKB Tk.

b. Survei bidang kependudukan meningkatnya jumlah kajian/penelitian Program KB yang digunakan untuk pengambi lan kebijakan. Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM pengelola dan program KB. .service center dalam mendukung mission center Program KB Propinsi DIY. pendidikan. Pengembangan sistematika penyelenggaraan. Pengkajian. Pendidikan dan pelatihan dengan indikator meningkatnya kuantitas dan kualitas SDM Pengelola dan Pelaksana p rogram KB. penelitian program KB Nasional melalui kegiatan: a. Penataan SDM aparatur dengan indikator meningkatnya kinerja dan tersedianya pengelola dan pelaksana program KB tingkat Propinsi DIY. 3. penelitian dan pengembangan. Indikator sasarannya adalah terlatihnya pesera diklat dari berbagai kategori pelatihan dengan dengan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas dan pengelola program KB. kurikulum dan pola ilmiah dengan indikator kegiatan meningkatnya kualitas institusi penyelenggara pelatihan. 2. perkuliahan. Program pengelolaan SDM aparatur tersebut dilakukan dengan kegiatan: 1.

Kontribusi pria terhadap total PB sebesar 5.92 Swasta 4 Bidan Praktek 20505 44. PENCAPAIAN PESERTA KB BARU Realisasi pencapaian masing -masing kabupaten/kota adalah sebagai berikut: Tabel 1 : Realisasi Pencapaian Peserta KB Baru Tahun 2008 Kabupaten/Kota PPM PB Jumlah Bantul 12146 13010 Sleman 9587 10906 Gunungkidul 10944 10018 KulonProgo 5339 5475 Kota Yk 6748 6235 % 107.62 3 Dokter Praktek 876 1.75 91. Realiasi Pencapaian peserta KB baru pria berjumpah 2431 (57.54 91.10 JUMLAH 44800 45644 101.80%). Gambaran peserta KB Baru berdasarkan tempat pelayanan dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 2 : Realisasi pencapaian PB Tahun 2007 berdas arkan tempat pelayanan No Tempat Jumlah PB % Pelayanan 1 Klinik KB Pemerintah 18046 39.11 113.54 2 Klinik KB Swasta 6217 13.88 Dari jumlah tersebut apabila dilihat berdasar alat kontrasepsi yang dipakai paling banyak adalah suntik 24901 (54.BAB V HASIL PENCAPAIAN PROGRAM TAHUN 2008 A.53 102.55%). Untuk masing masing kabupaten kota dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 3 : Realisasi Pencapaian PB Pria Tahun 2008 Kabupaten PPM PB Pencapaian PB Pria Pencapaian Kota PRIA Jumlah % PB NO % PB Pria Thd PB . hasilnya dapat dilihat sbb: 1.33%.92 Swasta JUMLAH 45644 100 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa pelayanan peserta KB baru di klinik pemerintah masih tertinggi. PROGRAM KELUARGA BERENCANA Dalam berbagai upaya program dan kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2008.

33 2.42 JUMLAH 422209 418069 99.66 4.25 90.22 100.21 59.92 93.10 73.83 97.01 NO PENC. PESERTA KB AKTIF Pencapaian peserta KB Aktif tercatat sebesar 418069 (99.02%) dari PPM PA sebesar 422209 per kabupaten kota dapat dilihat dari tabel: Tabel 4 : KABUPATEN KOTA BANTUL SLEMAN G KIDUL K PROGO KOTA NO 1 2 3 4 5 PPM PA 109213 115766 110904 49969 36357 PA TA JUMLAH 111637 116229 107311 48928 33964 HUN 2007 % 102.51 60. PA 111637 116229 107311 48928 33964 418069 1 2 3 4 5 % PAPRIA THD PA 5.47 4.49 94.75 2. PA PRIA KOTA PAPRIA BANTUL SLEMAN G KIDUL K PROGO KOTA JUMLAH 6706 8336 2967 2437 5381 25827 5934 7844 2194 2043 5233 23248 88.49 57.32 6.04 4.1 2 3 4 5 Bantul Sleman Gunung Kidul KulonProgo Kota JUMLAH 1772 634 898 368 534 4206 994 487 406 219 323 2431 56.02 Tabel berikut adalah pencapaian PA Pria untuk masing -masing kabupaten kota dan Propinsi tahun 2008.41 5.95 83. Tabel 5 : Pencapaian PA Pria Tahun 2008 KABUPATEN PPM PENC.03 5.76 97.21 76.18 15.80 13010 10906 10018 5475 6235 45644 7.56 .18 5.81 45.05 7.40 96.

376 116.311 48.49% 61. KOMPLIKASI.01% 47.45 70.964 418.70 81. KEGAGALAN DAN PENCABUTAN IMPLANT Tinggi rendahnya kasus komplikasi berat dan kegagalan dapat menjadi salah satu tolok ukur kualitas pelayanan.229 107.33 79.01 Tabel 7: No 1 2 3 4 5 Pencapaian PA Pemerintah dan swasta Desember 2007 Kabupaten/kota PUS Bantul Sleman Gunung Kidul Kulon Progo Kota Yogya Jumlah 111.43% 41.605 65.24% 0. Tabel 8: No 1 Kasus Komplikasi Berat Tahun 2007 Kabupaten/kota IUD Bantul 8 MOP 0 MOW 0 IMP 3 STK 0 Jumlah 11 .15 78.229 107.Tingkat partisipasi peserta KB Aktif pada bulan Desember 2008 untuk propinsi DIY adalah 78.65% 3.56% 58.54 74.069 Pemerintah 32.833 131. kondisi untuk setiap Kabupaten/Kota adalah sebabgai berikut: Tabel 6: No 1 2 3 4 5 Tingkat Partisipasi Pasangan Aktif (PA) s/d Desember 2008 Kabupaten/kota PUS Bantul Sleman Gunung Kidul Kulon Progo Kota Yogya Jumlah 144.415 535.09% 52.376 116.63% 50.75% 75.298 33.927 PA 111.50% 38.089 jiwa.01 dari Pasangan Usia Subur (PUS) sebesar 418.298 33.34% Swasta 67.964 418.359 145.715 48.311 48.36% 49.069 Partisipasi 77.

. Dari hasil tersebut. Kabupaten Sleman yang paling baik. yang berarti di atas kondisi ideal SPM (<10%). yaitu sebesar 7.2 3 4 5 Sleman Gunung Kidul Kulon Progo Kota Yogya Jumlah 7 6 4 3 28 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 2 2 0 7 0 2 1 3 6 7 10 7 6 20 Tabel 9: No 1 2 3 4 5 Kasus Kegagalan per Desember 2007 Kabupaten/kota IUD Bantul Sleman Gunung Kidul Kulon Progo Kota Yogya Jumlah 12 7 12 4 3 28 MOP 1 0 0 0 0 1 MOW 2 1 2 0 0 5 IMP 3 0 3 2 0 8 STK 0 0 0 0 0 0 Jumlah 18 8 17 6 33 82 Sedangkan jumlah pencabutan implant berdasarkan tempat pelayanannya adalah sebagai berikut.67% saja. Kabupaten/kota Bantul Sleman Gunung Kidul Kulon Progo Kota Yogya Jumlah Klinik KB 298 116 212 843 34 1503 Dokter 6 0 0 2 3 11 Bidan 103 1 216 98 9 427 Jumlah 407 117 428 943 46 1941 4.53%. PESERTA KB DROP OUT (DO) Jumlah peserat KB yang DO di seluruh DIY mencapai 10.

25%. PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA y JUMLAH PIK-PIR o Tahap tumbuh o Tahap tegak o Tahap tegar y BASIS PIK-PIR o Sekolah Umum/Keagamaan o Organisasi Keagamaan o LSM/Organisasi Kepemudaan y FASILITATOR PIK-PIR o Pendidik Sebaya (PS) Terlatih o Konselor Sebaya ( KS) Terlatih o Pengelola PIK-KRR Terlatih y = 66 orang = 26 orang =36 orang = 35 Kelompok = 4 Kelompok = 8 Kelompok = 44 Kelompok = 3 Kelompok =- Jumlah kelompok remaja yang dibina KRR o Kelompok Karang Taruna o Kelompok Pramuka o Kelompok Remaja di sekolah o Pondok Pesantren o Tempat kerja o Kelompok Remaja lainnya =123 kelompok =20 kelompok = 98 kelompok = 13 kelompok = 2 kelompok = 13 kelompok y Jumlah Kelompok keluarga peduli remaja yang dibina KRR o Kelompok BKR o Kelompok lainnya =250 kelompok = 7 kelompok y Jumalah tenaga program yang perlu mendapatkan pelatihan KRR o Mengikuti diklat o Mengikuti orientasi = 245 orang = 424 orang .Upaya memenuhi permintaan masyararakat akan pelayanan KB menjangkau pula kelompok yang selama ini kebutuhannya belum terpenuhi. B.berdasarkan data BKKBN jumalah PUS yang tidak ingin memiliki anak lagi tetapi tidak menggunakan alat kontrasepsi hadalah 11.

serta kegiatan Tribina Operasional KIE Wawan muka petugas tentang BKB terpadu Forum Koordinasi Bina Dukungan Poktan dalam rangka refreshment kader BKL Lomba pengelola BKB o o o o o Peringkat I Pokja BKB Kulon Progo Peringkat II Pokja BKB Bantul Peringkat III Pokja BKB Sleman Peringkat IV Pokja BKB Gunung Kidul PeringkatV Pokja BKB Kota Yogyakarta y Lomba Kelompok BKB o Petingkat I kelompok BKB Melati Cebongan Sleman . PROGRAM KELUARGA SEJAHTERA DAN PEMBERDAYAAN KELUARGA Program ini mempunyai sasaran dan kegiatan kelompok sebagai berikut: y Program Advokasi dan KIE o Pengembangan jejaring Advokasi dan KIE o Peningkatan kualitas dan kuantitas Advokasi kepada stakeholder o Operasional penerangan masy arakat melalui Mupen y KIE Program KB melalui Televisi o Kampanye program KB dalam bentuk opini o Operasional informasi melalui pers o Operasional KIE wawanmuka TOMA-TOGA tentang program KB Nasional y Advokasi KIE melalui media tradisional o o o o y Pameran pembangunan Perubahan perilaku masyarakat melalui pengadaan materi KIE Peningkatan pengetahuan sikap dan perilaku pengelola program Peningkatan advokasi dan kie melalui berbagai lomba Program pengembanagan ketahanan Keluarga o Pengadaan panduan materi KIE -BKB terpadu. materi BKL bagi PLKB dan formulir bagi Tribina o o o o o y Pertemuan Pokja Tribina Ekspos HARGANAS. HAN. materi BKR bagi PLKB.C.

y Melaksanakan penyelenggaraan dan pelaporan pendidikan dan pelatihan serta penegembangan penelitian program KB dan KS di Propinsi. PROGRAM SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR Balatbang memiliki tugas pokok sebagai berikut: y Merencanakan dan mengendalikan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan serta pengembangan dan pelatihan pelati han program KB dan KS di propinsi. Realisasi kegiatan sampai dengan bulan Desember 2008 adalah 100% dari perencanaannya.o o o o y y y Petingkat I kelompok BKB Anggrek Sungapan Bantul Petingkat I kelompok BKB Mawar Kraton Yogyakarta Petingkat I kelompok BKB Kalisoko Kulon Prpgo Petingkat I kelompok BKB Bina sejahtera Gunungkidul Operasional kader BKB dengan PAUD Temu Kader BKB tingkat Nasional dan Regional Sosialisasi modul BKR D. Kabupaten. Pelatihan ini ditujukan untuk tenaga pegawai. pengelola KB dan pelaksana program KB tingkat propinsi. Jenis pelatihannya antara lain: o Orientasi dokter dan bidan o Orientasi pembinaan PUS bagi dokter o Refreshing keterpaduan pengelola o Orientasi teknis penunjang bagi pengelola program o Pelatihan teknis media pemberi pel ayanan . y Melaksanakan pengelolaan pengembangan/pelatihan program KB dan KS di Propinsi y Melaksanakan pengelolaan ketata usahaan balatbang Beberapa hasil kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Balatbang adalah y Pendidikan dan Pelatihan Kegiiatan pendidikan dan pelatihan KB Nasional yang direncanakan oleh BKKBN DIY pada tahun 2008 berjumlah 18 jenis pelatihan yang terdiri dari 48 paket pelatihan dengan jumlah peserta 1218 orang. Kecamatan dan Desa.

Penelitian tersebut meliputi: o Penelitian Survei Peserta KB aktif o Penelitian RPJM o Persepsi Remaja tentang KB o Dampak kesehatan reproduksi remaja o Pemanfaatan hasil penelitian o Peningkatan kualitas institusi penyelenggaraan pelatihan. Sedangkan penelitian lainnya pada tingkat propinsi. Adapun kegiatannya adalah sebagai berikut: . Realisasi kegiatan tersebuta adalah 100%. Realisasi kegiatan penelitian samapai dengan bulan Desember 2008 adalah 100% dari perencanaan.o Pelatihan latihan dasar umum program KB o Orientasi bina keluarga o Orientasi pengurus taman gender o Orientasi pengelola UPPKS o Pelatihan KRR bagi Pendidik Sebaya o Pelatihan TOT bagi Konselor Sebaya o Pelatihan KRR bagi Konselor Sebaya o Diklat PIK KRR percontohan o Orientasi RR bagi klinik KB o Orientasi JKK o Orientasi bagi KUA o Semianr Usia Paruh baya o Pelatihan Operasional Mupen y Penelitian Kegiatan penelitian yang direncanakan oleh BKKBN DIY melalui Balatbang berjumlah 5 paket dengan mini survey pengambilan sampel di setiap kabupaten/Kota. Penelitian berskala nasional meliputi Mini Survey peserta KB dn RPJM.penelitian dan pengembangan y Pengembangan Kegiatan pengembangan program KB Nasional direncanakan berjumlah 17 paket pengembangan.

. capacity building bagi kepala seksi dan peningktn profesionalisme widyaiswara dan peneliti.workshop ITP di Jakarta.o Identifikasi kebutuhan pelatihan dan penilitian o Penyusunan Profil balatbang o Pengembangan Kurikulumi o Pemasaran Diklat o Pengembangan Field Laboratory ITP o Pengembangan Media pembelajaran o Temu Ilmiah WI dan penelitian o Pengembangan profesi tenaga Balatbang o Pengembangan hubungan kemitraan o Evaluasi OST ITP o Penyusunan majalah intensive course Bahasa inggris o Evaluasi diklat o Lokakarya Pengembanga diklat o Lokakarya Kespro Dharma wanita o Lokakarya keterpaduan BKB PAUD o Lokakarya Pengelolaan program KB kecamatan y y Peningkatan SDM aparatur Untuk meningkatkan kinerja bagi pengelola program KB propinsi DIY . koordinasi bidang ke Sumatera Utara. dilaksanakan Diklat PIM III. Kegiatan tersebut tercapai 100%.

7. Meningkatkan kemitraan dengan lembaga -lembaga terkait. Terbatasnya jumlah kader Tri Bina. 3. Kualitas produk UPPKS masih rendah. Meningkatkan reposisi peran kader dalam mendukung keikutserataan program KB . 8. sedangkan pengangkatannya adalah wewenang daerah. Mendorong kemandiriin kelompok dengan penyediaan sarana dan bahan penyuluhan sesuai kebutuhan. Terbatasnya jumlah PLKB/PKB karena adayan pengalihan tugas maupun pensiun. 2. Kriteria Toma dan Toga yang aktif melakukan advokasi dan KIE belum tersusun. dengan proogram pengentasan kemiskinan belum B. Meningatkan kapabilitas petu gas pembina kelompok kegiatan dalam mendorong dan menumbuhkan kegiatan UPPKS. Sinkronisasai maksimal. bahkan terdapat kerusakan. UPAYA PEMECAHAN PERMASALAHAN 1. PERMASALAHAN 1. 10. Belum optimalnya dukungan untuk peningkatan keterampilan dalam UPPKS.BAB VI PENUTUP A. 9. 5. 3. Kurangnya bantuan ATTG bagi UPPKS. 4. 5. Sarana kegiatan Tri Bina belum memadai . 11. Kelompok Tri Bina dan program lintas sektor belum ters truktur . Meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaa n Program KSPk 2. dalam usaha peningkatan ketreampilan pengelola kegiatan KS -PK 4. Kegiatan Diklat di tingkat kabupaten (SKPD) belum maksimal. 6. Lebih dari separuh Kelompok UPPKS rent an DO.

Peningkatan kualitas dan kuantitas pelatihan. y .6. penelitihan dan pengembangan untuk mendorong mutu SDM.

namun ke pemerintah daerah sesuai dengan kota atau .57%. Salah satu sektor publik di Indonesia adalah BKKBN (Badan koordinasi keluarga berencana nasional) yang memiliki tujuan untuk mensejahterakan keluarga di Indonesia dengan berbagai program yang dicanangkan dengan Visi : Seluruh keluarga ikut pr ogram keluarga berencana dan Misinya : mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Sektor publik merupakan sektor sektor dalam kehidupan bermasyarakat dan organisasi pelaksananya tidak memiliki tujuan utama untuk mencari keuntungan. untuk BKKBN yang berada di daerah akan menerima dana sesuai dengan pengajuan anggaran. diketahui persentasi Pasangan Usia Subur (PUS) yang Mengikuti KB sebesar 77. Artinya. Organisasi sektor Publik dapat dilihat di lingkungan masyarakat. terutama tentang masalah-masalah yang mungkin timbul jika mereka membangun keluarga di usia muda. BKKBN melakukan pemusatan atau sentraliasi pada regulasi penganggaran publik. Dalam regulasi keuangan sektor publik. partai politik. Instit usi pemerintahan baik pusat ataupun daerah. sekolah dan LSM merupakan organisasi sektor public juga. karena dewasa ini kontribusi dari pasangan muda sangat besar terhadap laju pertumbuhan tersebut. BKKBN harus kembali meluncurkan program -program yang mengena ke masyarakat secara langsung khususnya pada remaja dan pasangan muda. Meski hasilnya positif. Hal ini terjadi karena minimnya informasi yang mereka dapatkan mengenai kehidupan rumah tangga .ANALISIS PENCAPAIAN Dari data Peserta KB Aktif per Kabupaten/Kota Se Propinsi DIY per bulan maret. Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut BKKBN dibagi menjadi 4 departemen dan setiap departemen memiliki tugas untuk mensukseskan visi dan misi BKKBN tersebut. namun hasil ini masih jauh dari Visi BKKBN yang mengharuskan semua PUS mengikuti program KB. Dalam cita cita pengendendalian pertum buhan jumlah penduduk sangat penting berfokus pad generasi muda. Sehingga keputusan untuk berumah tangga tidak didasarkn oleh informasi yang mumpuni. Namun dalam beberapa tahun yang lalu Desentralisasi dican angkan dan BKKBN daerah pun pengajuan dananya tidak dari pusat.

Pencapaian yang dilakukan oleh BKKBN secara umum meningkat walupun tidak secara seignifikan. namun tidak semua diserahkan kepada daerah. Sistem yang dipakai dalam pengadaan barang yang dilakukan oleh BKKBN ini berdasarkan data kebutuhan tahun lalu kemudian dibandingkan dengan penambahan atau pengurangan peserta KB yang ada. ada beberapa hal yan g masih diatur oleh BKKBN pusat. tidak setiap bulan menunjukkan peningkatan. ada satu atau dua bulan bahkan menunjukkan penurunan pencapaian. Dimana dalam pengadaan barang harus memiliki 4 tahapan antara lain : y Quality Planning fokus dalam pengaturan tujuan kualitas dan penetapan proses operasional yang dibutuhkan serta sumber daya yang terkait. Hal ini berkaitan dengan kerangka konseptual akuntansi sektor publ ik. Untuk mengurangi hal tersebut.kabupaten BKKBN itu berada. Selain itu juga peserta KB yang keluar dari program otersebut karena ingin mempunyai anak. BKKBN secara terpusat melakukan pengadaan alat kontrasepsi bagi seluruh BKKBN cabang diseluruh Indonesia yang nantinya akan didistribusikan pada masyarakat. Sebagai contoh data tingkat prelevansi peserta KB pada tahun 2009. Walaupun sistem desentralisasi ini diberlakukan. hal ini bisa dilihat dari laporan dari PLKB (Pegawai Lapangan Keluarga Berencana) yang mendistribusikan data tersebut ke BKKBN daerah. menurut kami BKKB N harus lebih intensif untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat melalui kader kader yang ada. Di kabupaten Gun ung Kidul tingkat peserta dari bulan Desember 2008 sampai Februari 2009 mengalami penurunan. Kendala yang dihadapi BKKBN untuk mensukseskan visi dan misi tersebut adalah Masyarakat yang tidak bersedia untuk menggunakan alat kontgrasepsi yang disebabkan beberapa hal seperti alasan agama dan kebudayaan suatu daerah yang memang tidak memperbolehkan untuk melakukan hal itu. dan memberikan . y y y Quality Assurance Quality Control Quality fokus pada persyaratan yang dipenuhi fokus terhadap kontrol kualitas barang peningkatan kemampuan untuk memenuhi Improvement persyaratan kualitas.

karena selama ini orang yang mendata secara langsung ke masyarakat tidak men dapatkan insentif (sukarela). .insentif kepada orang yang terjun langsung ke wilayah masyarkat. Apabila hal itu bisa diwujudkan maka kader kader yang ada dalam masyarakat tidak hanya mendata siapa saja yang ikut program KB namun juga akan lebih giat untuk melakukan sosialisasi mengenai program KB.