MODUL 3 KESELAMATAN KERJA

(Kebijakan dan Prosedur K3)

TINGKAT : XI PROGRAM KEAH LI AN TEKN I K PEM AN FAATAN TEN AGA LI STRI K

DISUSUN OLEH : Dr s. SOEBANDONO

Dalam melaksanakan pekerjaan. Kasus kecelakaan yang disebabkan oleh listrik. Kerberhasilan kita dalam melaksanakan pekerjaan tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan tersebut. Dalam melaksanakan suatu pekerjaan. berbeda dengan yang diterapkan sekarang. Dengan tujuan seperti itu kita pasti akan melaksanakan upaya-upaya keselamatan kerja. kerugian yang ditimbulkan tidak hanya menyangkut aspek financial (dana). Tentunya cara-cara yang diterapkan pada jaman dahulu. peralatan dan pekerjaan secara keseluruhan (semua sumber daya yang ada). Yang jelas upaya yang dilakukan adalah dengan memperbaiki peralatan kerja dan cara (sistem) kerjanya. bahan (material). Pekerjaan dinilai berhasil apabila keamanan dan keselamatan semua sumber daya yang ada terjamin. tetapi bisa menyebabkan cacat pada pekerja bahkan mungkin meninggal dunia. memberikan kepuasan kepada semua pihak (pimpinan. PERSPEKTIF Pekerjaan jasa konstruksi ketenagalistrikan merupakan salah satu sektor pekerjaan yang mempunyai resiko kecelakaan yang cukup tinggi. secara tidak sengaja dalam keadaan sadar atau tidak sadar. aman dan terhindar dari kecelakaan. manusia pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cidera bahkan mungkin sampai merenggut nyawa. Berbagai kasus kecelakaan yang timbul. kita pasti menghendaki agar pekerjaan tersebut dapat kita selesaikan dengan baik. Selain hal tersebut diatas. baik menyangkut keamanan dan keselamatan kerja manusia. manusia berusaha untuk tidak mengalami kecelakaan atau kejadian serupa tidak akan terulang lagi. telah banyak terjadi dan banyak menelan korban baik para pekerja maupun pemakai listrik (konsumen). banyak disebabkan oleh ketidak hati-hatian dalam bekerja. yang bearti kita telah menunjang terwujudnya sasaran keselamatan kerja. Resiko kecelakaan di bidang pekerjaan jasa konstruksi ketenagalistrikan menjadi lebih besar dan lebih spesifik. Apabila dalam melaksanakan pekerjaan terjadi kecelakaaan. Dari kenyataan tersebut. dapat diselesaikan tepat waktu atau bahkan bisa lebih cepat dari waktu yang ditentukan. yang pada akhirnya mengurangi keuntungan perusahaan. maka akan bertambah beaya pengeluaran. karyawan dan pemberi kerja). Banyak hal yang dijadikan sebagai parameter penilaian terhadap keberhasilan suatu pekerjaan. karena dengan terwujudnya keamanan dan keselamatan kerja bearti dapat menekan beaya operasional pekerjaan. SASARAN KESELAMATAN KERJA Pada saat kita akan mengerjakan suatu pekerjaan. Dalam kasus kecelakan yang berat. Masalah keamanan dan keselamatan kerja menjadi sangat penting. masalah keamanan dan keselamatan kerja merupakan faktor penting yang harus menjadi perhatian utama semua pihak. B. keselamatan kerja mempunyai sasaran yang sangat luas dan secara rinci keselamatan kerja mempunyai sasaran sebagai berikut : SMKN 2 PROBOLINGGO Program Keahlian : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman : Teknik Ketenagalistrikan Nama Siswa : Drs. karena listrik tidak bisa dilihat secara langsung dengan indera penglihatan. Soebandono 0 5 T L 5 S 0 3 1–8 . Keselamatan kerja sebenarnya sudah diupayakan oleh manusia sudah sejak lama.KESELAMATAN KERJA MEMAHAMI KEBIJAKAN DAN PROSEDUR K3 LEM BAR KERJA SISWA 3 A. memberikan keuntungan bagi perusahaan.

apabila sedang melaksanakan pekerjaan tertentu. 2. tidak mematuhi peraturan keselamatan kerja dsb. cacat bahkan kematian yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja. e. nyaman dan terjamin kelangsungannya. 3. instalasi pekerjaan dan berbagai sumber daya lainnya. SMKN 2 PROBOLINGGO Program Keahlian : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman : Teknik Ketenagalistrikan Nama Siswa : Drs. c. Untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. Soebandono 0 5 T L 5 S 0 3 2–8 .KESELAMATAN KERJA MEMAHAMI KEBIJAKAN DAN PROSEDUR K3 1. Penerapan metode kerja dan metode keselamatan kerja yang baik sehingga para pekerja dapat bekerja secara efektif dan efisien. d. A. terutama para tenaga teknisi lapangan harus memiliki pengetahuan keselamatan kerja serta melaksanakannya pada saat bekerja. Unsur pekerjaan : a. yaitu : 1. Terwujudnya perusahaan yang sehat. b. Unsur manusia : a. c. Mencegah atau paling tidak mengurangi timbulnya cidera. konstruksi. PENYEBAB TERJADINYA KECELAKAAN KERJA Meskipun dalam melaksanakan pekerjaan seseorang telah menerapkan norma-norma keselamatan kerja dan memproteksi diri. Unsur perusahaan : a. Sikap dan perilaku yang tidak baik dalam melaksanakan pekerjaan misalnya merokok di tempat yang membahayakan. produktifitas kerja meningkat. Kecenderungan seseorang untuk mendapatkan kecelakaan. Untuk mewujudkan sasaran keselamatan kerja tersebut semua sumber daya yang ada pada perusahaan harus bisa menunjang. material (bahan-bahan). Merupakan upaya preventif agar tidak terjadi kecelakaan atau paling tidak untuk menekan timbulnya kecelakaan menjadi seminimal mungkin (mengurangi terjadinya kecelakaan). Meningkatkan produktifitas pekerjaan dan menjamin kelangsungan produksinya. c. d. b. nyaman dan terjamin sehingga etos kerja tinggi. Mengamankan tempat kerja. Menekan beaya operasional pekerjaan sehingga keuntungan menjadi lebih besar. Terwujudnya pelaksanaan pekerjaan yang tepat waktu dengan hasil yang baik dan memuaskan. peralatan kerja. karena beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Kemampuan dan kecakapan seseorang yang terbatas dan tidak berimbang dengan pekerjaan yang ditangani. bekerja sambil bercanda. b. penyakit. Terwujudnya tempat kerja yang aman. kemungkinan terjadinya kecelakaan masih dapat muncul. Menyediakan tempat kerja dan fasilitas kerja yang aman. Mewujudkan kepuasan pelanggan (pemberi kerja) sehingga kesempatan perusahaan untuk mencari dan mendapatkan pekerjaan lebih banyak. Faktor internal atau faktor yang berasal dari pekerja sendiri (individual) yang meliputi : a. c. perusahaan bisa lebih berkembang dan kesejahteraan karyawan dapat ditingkatkan. b.

ruangan kerja bersuhu tinggi. e. misalnya lantai berair dan licin. Faktor eksternal atau faktor dari luar (lingkungan sekitar) yang disebabkan oleh : a. Pendelegasian dan pembagian tugas kepada para pekerja yang tidak proporsional dan kurang jelas. Soebandono 0 5 T L 5 S 0 3 3–8 . penyebab kecelakaan yang disebabkan faktor individual secara umum adalah : NO JENIS PENYEBAB KECELAKAAN (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Sikap kerja yang tidak tepat Kegagalan mengenal bahaya potensial Kegagalan perkiraan jarak dan kecepatan Sikap selalu menggampangkan Sikap tidak bertanggung jawab Kegagalan perhatian yang konstan Takut gagal Penglihatan tidak sempurna Gangguan-gangguan organis Reaksi lambat Tekanan darah tinggi Tidak percaya diri Tekanan mental dan rasa selalu was-was Kelelahan fisik Tidak berpengalaman Perhatian terhadap lingkungan yang tidak sempurna Lain-lain 14 12 12 10 8 8 6 4 4 4 2 2 2 2 2 2 6 2. peralatan kerja rusak dsb. b. c. Upah dan kesejahteraan karyawan yang rendah. f. Jenis pekerjaan yang ditangani mempunyai resiko kecelakaan cukup tinggi (rentan). mesin-mesin yang tidak dilindungi. Timbulnya gejolak sosial. SMKN 2 PROBOLINGGO Program Keahlian : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman : Teknik Ketenagalistrikan Nama Siswa : Drs. Lingkungan dan peralatan kerja yang tidak memenuhi standar keselamatan kerja. ruangan kerja berdebu. kondisi hujan.KESELAMATAN KERJA MEMAHAMI KEBIJAKAN DAN PROSEDUR K3 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Arbous dan Kerrich (1953) yang kemudian dievaluasi kembali oleh Suchman dan Scherzer. d. Prasarana dan sarana kerja yang tidak memadai. ekonomi dan politik yang mengakibatkan munculnya keresahan pada para pekerja.

Mesin-mesin yang tidak terlindungi dengan baik. 2. Bekerja sambil bersendau gurau. maka dapat dilakukan langkah-langkah antisipasi guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Keadaan-keadaan yang berbahaya meliputi : a. Memberikan penjelasan dan contoh bagaimana melaksanakan suatu pekerjaan. Soebandono 0 5 T L 5 S 0 3 4–8 . Tempat kerja yang membahayakan (berdebu. terlalu dingin dsb). maupun kondisi yang menjadilan sebab terjadinya kecelakaan. g. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan dan melakukan koreksi serta bimbingan terhadap kesalahan dalam bekerja. slogan. panas. Membuka dengan sengaja perlengkapan pelindung mesin dan instalasi pekerjaan yang membahayakan. berbau menyengat. b. Memberikan pendidikan dan pelatihan keselamatan kerja. h. d. licin. yaitu sebab kecelakaan yang di timbulkan oleh tingkah laku manusia. e. c. d. Dengan mengetahui berbagai faktor yang menjadikan penyebab terjadinya kecelakaan.KESELAMATAN KERJA MEMAHAMI KEBIJAKAN DAN PROSEDUR K3 C. Memberikan penjelasan dan contoh bagaimana suatu pekerjaan harus dikerjakan dengan aman. spanduk dll di tempat tertentu dan di tempat kerja. Menjelaskan peralatan kerja dan alat-alat keselamatan kerja yang dipakai. Perbuatan-perbuatan yang berbahaya. Beberapa cara pencegahan kecelakaan kerja tersebut adalah : 1. Memasang poster. misalnya : a. Memberikan buku pedoman keselamatan kerja. Menjelaskan tentang tempat dan jenis pekerjaan yang mempunyai tingkat bahaya tinggi dan menjelaskan upaya penanganan serta pencegahannya agar tidak timbul kecelakaan. yaitu : 1. merokok dll. berminyak. Bekerja sembarangan tanpa mengindahkan ketentuan dan peraturan keselamatan kerja. termasuk cara penggunaannya. b. maka ada dua keadaan yang menjadikan sebab akibat terjadinya kecelakaan kerja. becek. Bekerja tanpa menggunakan baju atau menggunakan baju yang kedodoran. Konstruksi atau instalasi pekerjaan yang tidak memenuhi syarat. sehingga pekerja dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik SMKN 2 PROBOLINGGO Program Keahlian : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman : Teknik Ketenagalistrikan Nama Siswa : Drs. PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA Seperti telah diuraikan tentang penyebab terjadinya kecelakaan kerja dan berdasarkan kenyataan – kenyataan yang ada tentang penyebab terjadinya kecelakaan kerja. d. c. Peralatan kerja yang rusak dan tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Mempersiapkan pekerja untuk dapat bekerja dengan aman dengan cara : a. f. b. c.

7. c. berfungsi sebagai pengaman bagi pekerja pada saat memanjat dan melaksanakan pekerjaan di ketinggian. pemasangan lampu di gedung-gedung yang tinggi dll. Alat Bantu pernafasan (Breathing Apparatus) berfungsi untuk memberikan pertolongan orang yang terjebak pada ruangan berasap karena kebakaran dan dikenakan sebagai perlengkapan kerja pada pekerjaan yang mengandung listrik dan pada pekerjaan tangki minyak. 6. 9. d. Tempat kerja yang memadai dan memenuhi ketentuan keselamatan kerja. Pakaian kerja. Masker hidung berfungsi untuk melindungi saluran pernafasan dari gangguan polusi udara. udara yang berpolusi dan kotoran lain yang dapat menyebabkan ganguan dan kerusakan pada mata. Pada umumnya terbuat dari karet. serandang gardu induk. 3. panas atau terlalu dingin. Menyiapkan prasarana dan sarana kerja yang memadai : a.KESELAMATAN KERJA MEMAHAMI KEBIJAKAN DAN PROSEDUR K3 2. Mesin-mesin harus terlindungi dengan baik sehingga tidak membahayakan pekerja. Soebandono 0 5 T L 5 S 0 3 5–8 . misalnya : pekerjaan tower listrik. 5. Harus dipilih yang memenuhi syarat (tidak terlalu longgar atau ketat) dan harus dapat menyerap keringat. D. Alat-alat kerja harus disimpan di tempat yang aman dan harus terpelihara dengan baik. Sarung tangan berfungsi melindungi tangan dari benda tajam. Ruangan untuk berjalan bagi pekerja harus cukup lebar. e. Alat penutup telinga berfungsi untuk melindugi telinga dari kebisingan atau kemasukan debu. PERLENGKAPAN DAN PERALATAN KESELAMATAN KERJA Dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi ketenagalistrikan perlengkapan keselamatan kerja yang dipakai oleh pekerja pada umumnya adalah : 1. Penempatan mesin dengan jarak tertentu sehingga para pekerja dapat bergerak leluasa dan keselamatan kerja terjamin. debu. merupakan perlengkapan utama yang berfungsi untuk melindungi diri. kulit atau bahan lain yang bersifat isolator (penyekat). berfungsi untuk melindungi kepala dari benturan dan kejatuhan benda (material) maupun peralatan kerja. 4. f. Sepatu kerja berfungsi untuk melindungi kaki dari benda-benda tajam. 10. Penutup dada untuk las listrik berfungsi untuk melindungi dada dari radiasi panas pada saat melaksanakan pekerjaan las listrik. 2. SMKN 2 PROBOLINGGO Program Keahlian : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman : Teknik Ketenagalistrikan Nama Siswa : Drs. Kacamata berfungsi untuk melindungi mata dari cahaya yang tajam. Menyiapkan alat-alat yang cukup dan dalam kondisi baik. Topi/helm. 8. 11. Sabuk pengaman. Jas hujan berfungsi untuk melindungi pekerja saat melaksanakan pekerjaan dalam keadaan hujan. b.

Dsb. petunjuk dan larangan yang bertujuan terjaminnya keselamatan kerja. d.Menaker No. Alat untuk mengukur tahanan pentanahan Alat ukur tegangan Alat ukur pentanahan Dsb. yaitu berupa peralatan keselamatan kerja.KESELAMATAN KERJA MEMAHAMI KEBIJAKAN DAN PROSEDUR K3 Disamping perlengkapan kerja yang dikenakan para pekerja. terdiri dari : a. AVE 1938 PUIL 1964 Peraturan PUIL 1977 Peraturan 04/78 Peraturan KHUSUS B KHUSUS B PUIL 1987 Peraturan 04/88 SNI 225 1987 PU I L 2000 SNI 04-0225-2000 Dasar hukum : Kep. Peralatan keselamatan kerja bantu. d. c. Soebandono 0 5 T L 5 S 0 3 6–8 . 2. Tanda petunjuk arah (petunjuk jalan). Papan-papan peringatan dan tanda-tanda larangan. masih ada perlengkapan lain yang harus disiapkan dalam melaksanakan pekerjaan. brosur. Pada pekerjaan konstruksi ketenagalistrikan. dan poster yang berisikan peringatan. Spanduk. b. beberapa jenis peralatan kerja tersebut : 1. Peralatan keselamatan kerja utama yang terdiri dari : a. c. b.75/Men/2002 Pemberlakuan PUIL 2000 SMKN 2 PROBOLINGGO Program Keahlian : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman : Teknik Ketenagalistrikan Nama Siswa : Drs.

……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………... ………………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………………... ……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………………....... ………………………………………………………………………………………………………. SMKN 2 PROBOLINGGO Program Keahlian : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman : Teknik Ketenagalistrikan Nama Siswa : Drs.. ………………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………………... ………………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………………... ……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………......KESELAMATAN KERJA PERAN DAN FUNGSI K3 PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI RANGKUMAN ………………………………………………………………………………………………………... ……………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………….... ………………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………..... ………………………………………………………………………………………………………... ……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………. Soebandono 0 5 T L 5 S 0 3 7–8 .. ……………………………………………………………………………………………………….

Buatlah sejarah singkat timbulnya K3 ! 4..KESELAMATAN KERJA PERAN DAN FUNGSI K3 PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI SOAL 1. Soebandono 0 5 T L 5 S 0 3 8–8 . 2. Secara umum keberhasilan pekerjaan konstruksi ketenagalistrikan ditinjau dari segi…. Sebutkan perlengkapan K3 yang penting bagi seorang teknisi lapangan dalam mengerjakan tugasnya ! JAWABAN SMKN 2 PROBOLINGGO Program Keahlian : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman : Teknik Ketenagalistrikan Nama Siswa : Drs. Jelaskan siapa sajakah yang menjadi sasaran diberlakukannya K3 ? 3. Penyebab terjadinya kecelakaan kerja karena factor apa saja. sebut dan jelaskan ! 5.

Stam. Depdikbud 1980 . Imam Soebari. Heru Subagyo. APEI.JATIM 2000 Ir. APEI.C. Harun Keselamatan Kerja dan Tata Laksana Bengkel. Keselamatan dan Kesehatan Kerja(K3). Keselamatan Kerja. Keselamatan dan Kesehatan di Tempat Kerja.Daft ar Pust aka Drs.JATIM 2000 H.N. KatalisJakarta 1989 Tia Setiawan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful