Anda di halaman 1dari 3

3. KIE pada kasus / pasien dan keluarga  KIE Asma 1.

Informasi kepada pasien atau keluarga pasien tentang penyakit tersebut (preventif, kuratif, rehabilitative). 2. Melakukan pencegahan terhadap pemicu serangan seperti debu, polusi , merokok, olahraga berat, perubahan temperature secara ekstrim dll. 3. Edukasi berbagai pencegahan dan pengatasan ketika terjadi serangan asma, seperti pengetahuan tentang patogenesis asma, mengenal pemicu asma, mengenal tanda-tanda awal keparahan gejala, cara penggunaan obat yang tepat, bagaimana memonitor fungsi parunya, selain itu dapat dilakukan fisioterapi nafas (nafas senam), vibrasi dan atau perkusi toraks dan batuk yang efisien. 4. Pemeriksaan-pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada pasien asma. 5. Mengulangi penggunaan produk inhaler dengan baik. 6. Mengingatkan pasien untuk meminimalisasi pertumbuhan jamur d mulut dan tenggorokan serta absorbs sistemik dari kortikosteroid. 7. Cara penyimpanan obat asma dan cara mengetahui jumlah obat yang tersisa dalam aerosol inhaler. 8. Pengobatan asma adalah pengobatan jangka panjang dan kepatuhan dalam berobat dan pengobatan sangat diharapkan. 9. Apabila ada keluhan pasien dalam menggunakan obat segera laporkan ke dokter atau apoteker. 10. Pola hidup sehat. 11. Membatasi aktivitas terutama aktivitas berat. 12. Olahraga ringan seperti jalan santai. 13. Selalu relaksasi. 14. Mengajarkan kepada pasien untuk menghitung RR secara mandiri. 15. Menginformasikan kepada pasien kapan penyakitnya sudah mengalami kemajuan atau membaik. 16. Mengajarkan kepada pasien kapan pasien mulai berhenti untuk melakukan self treatment. 17. Menjelaskan factor yang memperburuk penyakit, misalnya bronchitis. 18. Informasi tentang factor pekerjaan dan lingkungan. 19. Orang obesitas, hiperaktivitas disarankan untuk menjaga BMI. 20. Mengajarkan kepada pasien untuk mengetahui kapan pasien perlu dibawa ke RS dengan mengetahui skala kesembuhan dengan pengobatan mandiri.

 Tujuan KIE Asma untuk pasien atau keluarga 1. Mencegah serangan asma dengan membuat lingkungan seserasi mungkin terhadap anak. 2. Selalu sedia obat asma yang menurut pengalaman pada serangan yang lalu, masih efektif. 3. Memberikan obat pada waktu dan cara yang tepat. 4. Mengetahui tanda-tanda permulaan serangaan asma.

5. Mengetahui kapan harus konsultasi ke dokter atau rumah sakit. Orang tua harus mengetahui kapan harus segera membawa anaknya ke unit pelayanan gawat darurat. 6. Menjaga kesehatan umum anak. 7. Membina suasana keluarga yang member pengaruh yang positif bagi kehidupan keluarga pada umumnya dan pada anak asma pada khususnya.

 KIE secara umum 1. Meningkatkan pemahaman, contohnya mengenai penyakit asma, DM, dll. 2. Meningkatkan keterampilan, contonya kemampuan dalam penanganan penyakit. 3. Meningkatkan kepuasan. 4. Meningkatkan rasa percaya diri. 5. Meningkatkan kepatuhan (compliance) dan penanganan mandiri. 6. Membantu pasien agar dapat melakukan penatalaksanaan dan mengontrol penyakit, contohnya pada aasma, DM, dll. 7. Edukasi dan mendapatkan persetujuan pasien untuk setiap tindakan atau penanganan yang akan dilakukan, jelaskan sepenuhnya kegiatan tersebut dan manfaat yang dapat dirasakan pasien. 8. Tindak lanjut (follow up). Setiap kunjungan menilai ulang penanganan yang diberikan dan bagaimana pasien melakukannya. Bila mungkin kaitkan dengan perbaikan yang di alami pasien. 9. Menetapkan rencana pengobatan bersam-sama dengan pasien. 10. Membantu pasien atau keluarga dalam menggunakan obat. 11. Identifikasi dan atasi hambatan yang terjadi atau yang dirasakan pasien, sehingga pasien merasakan manfaat penatalaksanaan secara konkret. 12. Menanyakan kembali tentang rencana penanganan yang disetuji bersama dan yang akan dilakukan pada setiap kunjungan. 13. Mengajak keterlibatan keluarga. 14. Pertimbangkan pengaruh agama, kepercayaan, budaya dan status sosioekonomi yang dapat berefek terhadap penanganan penyakit. 15. Mengetahui apa yang membuat suatu penyakit memburuk. 16. Memutuskan apa yang akan dilakukan bila rencana pengobatan berjalan dengan baik. 17. Memutuskan apa yang akan dilakukan jika dibutuhkan penambahan atau penghentian obat. 18. Memutuskan kapan pasien minta bantuan medis, dokter, IGD. 19. Identifikasi dan pengendalian factor pencetus. 20. Control secara teratur. 21. Pola hidup sehat. 22. Pemberian KIE bias melalui komunikasi , ceramah, film, brosur, ataupun leaflet.

KIE adalah proses pemberian informasi objektif dan lengkap yang dilakukan secara sistematik dengan panduan keterampilan komunikasi interpersonal, tekhnik bimbingan dan penguasaan pengetahuan klinik bertujuan untuk membantu seseorang mengetahui kondisinya saat itu, masalah yang sedang dihadapi dan menentukan jalan keluar atau upaya untuk mengatasi masalah tersebut.