Anda di halaman 1dari 16

TUGAS PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN MESIN LISTRIK

Oleh :

Muharmy Kurniawan 76564/2006 Ulil Rahim 76578/2006

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2009

Standart Motor Induksi Arus Bolak Balik (AC) Instalasi, Operasi, dan Pemeliharaan
Penting
Instruksi ini harus diikuti untuk memastikan keamanan instalasi, operasi dan pemeliharaan motor. Instruksi ini harus diperhatikan oleh setiap orang yang akan melakukan pemasangan, pengoperasian dan pemeliharaan peralatan ini.

1. Ventilasi Udara 2. Kotak Saluran Bawah 3. Kotak Saluran Atas Penahan Sekrup 4. Kotak Saluran Atas 5. Kotak Saluran Bawah Penahan Baut 6. Ball Bearing OPE 2 7. Pre-loading Spring 8. Inner Bearing Cap OPE Screw 9. Grease Plug

10. Inner Bearing Cap Bolt 11. Bracket OPE 12. Baffle Plate OPE 13. Inti Rotor 14. Lifting Eye Bolt 15. Inti Stator 16. Frame 17. Lilitan Stator 18. Baffle Plate Holding 19. Baffle Plate PE 20. Bracket PE

21. Bracket Holding Bolt 22. Inner Bearing Cap PE 23. Inner Bearing Cap Bolt 24. Grease Plug 25. Ball Bearing PE 2 26. Shaft Extension Key 27. Shaft 28. Drain Plug (grease) 29. Bracket Screen 1

Informasi Umum Sebuah motor telah diuji secara penuh oleh pabrikan sebelum dipasarkan/pengiriman. Kerusakan pada saat pengiriman dapat saja terjadi. Motor yang tidak terhubung dengan baik pada sumber daya dan/atau beban akan mengakibatkan motor tidak beroperasi dengan baik. Instruksi ini ditujukan sebagai pemandu untuk mengidentifikasi dan megurangi permasalahan sebelum pemasangan atau menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Penerimaan Periksa secara teliti segala kerusakan yang mungkin terjadi selama proses pengiriman. Bila ada kerusaka atau kekurangan yang ditemukan, jangan diterima sampai notasi diatas tidak sesuai. Segala kerusakan yang ditemukan setelah penerimaan peralatan akan dilaporkan pada pihak/jasa pengiriman. Penyimpanan 1. Pastikan motor tetap bersih Simpan motor dalam ruangan Pastikan penutup/cover bersih dari debu dan kotoran Penutup/cover harus terbuka untuk ventilasi udara, conduit connections, dl. 2. Pastikan motor tetap kering Simpan ditempat yang kering Tempertur ruangan harus dijaga agar tidak terjadi pemadatan Disarankan untuk mengguanakan alat pemanas ruangan untuk mencegah pemadatan Jangan cat flanges, shafts, dan fittings dengan cat penghambat karat

Periksa resistansi isolasi sebelum melakukan perbaikan. Konsultasi ke pabrikan sebagai petunjuk 3. Pastikan bearing tetap terlumasi Sesekali perbulan, putar batangan motor beberapa putaran untuk menyalukan pelumas pada bearing. Jika peralatan telah tersimpan lebih dari satu tahun, tambahkan pelumas sebelum mulai mengoperasikan.

Pemasangan (Instalasi) Penerimaan dan Pemeriksaan Setelah diterima, periksa segala kerusakan yang mungkin terjadi selama pengiriman. Putar batangan rotor keberbagai arah dengan tangan. Perbaiki atau ganti bagian yang mungin lepas atau rusak sebelum menggunakan motor tersebut. Periksa dan pastikan motor tidak tertutup kotoran, debu, atu embun yang berlebihan selama proses pengiriman atau penyimpanan sebelum melakukan pemasangan (instalsi) Ukur tahanan isolasi. Bersihkan dan keringkan lilitan bila diperlukan. Jangan nyalakan (start) motor dalam keadaan basah tanpa mengeringkan semua komponen terlebih dahulu. Keamanan Motor harus dipasang, proteksi, dan disesuaikan berdasarkan peraturan National Electric Code, NEMA Standard Publication No. MG 2 dan standar masing masing negara.

Eye bolts atau pelat pengangkat digunakan untuk mengangkat motor saja. Jangan gunakan eye bolt jika motor tersambung dengan peralatan lain (seperti pompa, fan, dan peralatan bergerak lainnya. Pastikan eye bolt tepasang dengan benar pada lubangnya Lokasi Penempatan Motor Dalam memilih penempatan motor harus dipertimbangkan dari segi lingkungan dan ventilasi udaranya. Suhu udara di sekitar motor tidak melebihi 40C (104F) kecuali motor trebut dirancang untuk suhu yang tinggi. Jangan letakan motor pada ruangan yang mengandung bahan bahan beerbahaya, atau gas atau material yang mudah terbakar, kecuali jika motor dirancang untuk tujuan khusus Pemasangan Dilantai Motor harus dilengkapi dengan penguat, pondasi, dengan empat bantalan ukuran 0,25 mm (0,010 inchi) untuk 56 sampai 210 frame; 0,38 (0.015 inchi) untuk 250 sampai 500 frame Pengaturan V-Belt 1. Pilih sabuk sesuai dengan jenis beban, beban yang berlebihan pada sabuk akan merusak bearing. Pemilihan sabuk harus sesuai dengan spesifikasi NEMA MG-1. Atu yang disetujui oleh pabrikan. 2. Atur sabuk secara hati hati untuk menghindari pergesseran sumbu bearing motor. 3. Pada saat pengturan ketegangan sabuk pastikan semua baut baut sudah terpasasng dengan kuat sebelum pemasangan sabuk. 4. Atur ketegangan sabuk sesuai petunjuk dari pabrikan motor. Jika babuk terlalu tegang maka akan menguramgi umur/masa pakai dari bearing.

Sambungan Elektrik Perhatian Untuk menjaga dari luka-luka/kerugian pribadi dan/atau kerusakan mesin, pastikan petunjuk berikut diikuti:

Putuskan daya sebelum bekerja dengan motor atau penggerak peralatan Motor dengan pelindung panas otomatis akan otomatis hidup kembali (restart) bila suhu pada protector turun. Jangan gunakan motor dengan pelindung panas otomatis jika akan digunakan pada tempat tempat yang dirasa berbahaya. Motor dengan pelindung panas manual mungkin dapat start setelah protector trips. Jika protector manual trips, putuskan semua sambungan daya ke motor. Setelah protector mendingin (lima menit atu lebih) semua sambungan daya dapat dipasangkan kemotor kembali. Kosongkan arus pada semua kapasitor sebelum melakukan service. Jauhkan tangan dan pakaian dari bagian yang bergerak Jangan ukur suhu pada motor dengan sentuhan. Kenaikan suhu harus diukur dengan thermometer, tahanan, detektor imbedded, atau thermocouple. Perbaikan hanya boleh dilakukan oleh orang terlatih saja. Kegagalan untuk mengikuti instruksi dan prosedur elektrik bisa mengakibatkan lukaluka/kerugian serius atau kematian. Pastikan peralatan keselamatan digunakan (jika diperlukan)

1. Semua pengawatan, pemasangan, pembumian harus sesuai dengan standar nasional dan standar masing masing daerah. 2. Untuk menentukan jenis pengawatan, arah putaran, dan tegangan, harus mengacu pada informasi dan diagram pengawatan pada plat nama pada motor. Jika plat telah dilepas hubungi pabrikan untuk bantuan. 3. Gunakan ukuran kabel yang sesuai dengan arus dan pengontrolan motor sesuai dengan starndar nasional. Disarankan 125% dari beban penuh seperti ditunjukan pada plat nama dengan kenaikan suhu minimal 40C. Disarankan 115% pada beban penuh seperti ditunjukan pada plat nama beberapa motor lain. Informasi Pelindung Panas Plat nama akan megindikasikan salah satunya Motor memiliki pelindung panas Motor tidak memiliki pelindung panas Motor dilengkapi dengan pelindung panas berlebihan. Sebagai contoh perhatikan paragaraf berkut. 1. Motor yang dilengkapi dengan pelindung panas memiliki tanda/cap THERMALLY PROTECTED pada name platenya. Pelindung panas (Thermal Protectors) membuka rangkaian elektronik jika motor telalu panas atau dibebani berlebihan. Pelindung tidak akan tersambung kembali jika motor belum dingin. Jika pelindung (Protector) tipenya otomatis, maka akan mereset sendiri. Jika pelindung (Protector) tipe manual tekan tombol merah untuk mereset motor.

2. Motor tanpa pelindung panas tidak memiliki tanda/cap THERMAL PROTECTION pada name platenya. 3. Motor yang dilengkapi dengan peralatan pelindung panas berlebih tidak akan membuka rangkaian elektronik langsung akan menandakan WITH OVERHEAT PROTECTIVE DEVICE . a. Motor dengan tipe OVERHEAT PROTECTIVE DEVICE memiliki pelindung pada kotak saluran dengan tanda P1 dan P2. Terminal ini dimaksudkan untuk koneksi secara berurut dengan tombol perhentian 3-kabel untuk mengatur stater magnetis mengendalikan motor. b. Rangkaian yang dikendalikan oleh peralatan pelindung pans berlebih (overheat protective device) harus dibatasi untuk maksimum 600 volt dan 360 volt-amp. Mengubah Putaran 1. Pastikan tangan dan pakaian terhindar dari bagian yang berputar 2. Tentukan arah putaran sebelum menyambungkan dengan beban 3. Periksa putaran dengan cara jogging atau bumping. Berikan daya pada motor perida waktu yang pendek. Amati arah putaran batangan rotor. 4. Tiga phasa cukup menukar dua (2) dari tiga (3) kabel pada terminal. Satu phasa menyambung kembali sambungan diagram pada motor. Normally Open (N.O) alat pengatur panas mungkin digunakan bersama dengan kendali yang dipasang oleh pabrikan (OEM).

Mengurangi Tegangan Starting Untuk mengurangi tegangan starting pada saat menggunakan motor, pilih jenis beban yang sesuai dengan daya yang akan disuplai pada motor. Putaran starting motor akan bila tegangan starting berkurang. Waktu pada startting motor harus sama dan mestinya tidak melebihi 5 detik ( waktu yang direkomendasikan adalah 2 detik ). Megacu pada standar pabrik untuk bantuan aplikasi. Langkah Sebelum Starting Motor Perhatian Untuk menjaga dari luka-luka/kerugian pribadi dan/atau kerusakan peralatan, singkirkan semua sumber daya/tenaga dari penggerak dan motor sebelum melakukan pemasangan, troubleshooting dan pemeliharaan. Motor dengan pelindung panas otomatis akan start kembali jika temperatur pada pelindung turun. Jangan gunakan motor dengan pelindung otomatis di beberapa aplikasi dimana star kembali secara otomatis adalah hal yang tidak diinginkan. 1. Jika motor beruap selama pengiriman atau didalam gudang, ukur tahanan isolasi pada gulungan stator. Tahanan isolasi minimum ( dalam MegaOHM ) = 1 +
Jangan jalankan motor jika tahanan isolasi dibawah nilai minimum.

2. Jika tahanan isolasi rendah, keringkan embun dengan jalan sebagai berikut: a. Panaskan dengan oven pada temperatur tidak lebih dari 90 C (194 F)

b. Tutup motor dengan terpal atau penutup sejenis. Buat sebuah lubang padapuncaknya untuk melepaskan embun, dan sisipkan unit pemanas atau lampu kedalam terpal. c. Berikan tegangan rendah (rotor terkunci) melalui gulungan/lilitan stator. Naikan arus secara perlahan lahan sampai temperatur pada lilitan, terukur pada thermometer mencapai 90 C (194 F). jangan sampi melebihi temperatur ini. 3. Pastikan tegangan dan frekuensi yang tercantum pada name plate sesuai dengan apa yang ada pada jala jala listrik. 4. Periksa semua sambungan ke motor dan pengendali dengan menggunakan wirring diagram. 5. Pastikan rotor berputar dengan bebas jika dilepaskan dari beban. Semua lapisan debu pada gap udara harus di bersihkan. 6. Putuskan sambungan beban dari motor pada saat awal start (lihat peringatan). Pastikan putarannya sesuai. Periksa kesesuaian tegangan ( dengan 10% dari nilai pada name plate) dan keseimbangan tegangan 1% pada terminal motor. Setelah mesin digabungkan dengan beban, periksa name plate apakah besaran arus tidak terlewati. Periksa ulang level tegangan dan seimbangkan dengan beban sesuai dengan buku petunjuk. Matikan motor jika parameter diatas tidak ditemukan atau bila ada suara gaduh atau getaran yang terjadi pada motor. Ikuti acuan pedoman NEMA atau pabrikan bila ada pertanyaan sebelum mengopersikan peralatan.

Perhatian Untuk menjaga mesin dari kerusakan,pastikan apakah instalasinya sudah bagus sebelum sebuah motor di energize yang harus sesuai dengan rentang mamplatnya yang telah di tetapkan. Tengangan yang di izinka dan rentangan frekuansi Jika tengangan dan frekuensi di lihat dari rentangan yang beroperasi,tetapi dengan karakteristik dan nilai yang ada pada name plate 1. Tengangan di atas 10% atau di bawahnya yang tertera pada nameplate.untuk sistim 3 fhasa tengangan harus sama dengan 1% .sebuah tengangan yang rendah dan tidak seimbang akan menimbulkan sebuah perbedaan arus yang tidak seimbang. 2. Frekuensi di atas 5% atau di bawahnya yang sesuai dengan nameplate. 3. Tengangan dan frekuensi yang sama di dalam 10% (tinggi frekuensi yanng tersedia di bawah 5%). Tinggi atau rendahnya nilai yang tertera pada nameplate Kebersihan Jaga interior dan ekterior motor dari air, minyak, dan debu. Motor yang beroperasi di tempat yang kotor harus di bongkar secara periodik dan harus di bersihkan. Kondensasi saluran penyumbat Pendingin yang di lampirkan pada motor harus di lengkapi dengan saluran penyumbat otomatis,harus bebas dari minyak, debu, kerusakan, pasir, dan kotoran. Sehingga saluranya tidak tersumbat. Sistim saluran yang dibuat untuk bantalan yang nomal (feet douwn). Untuk posisi bantalan, modifikasi dari sistim saluran yang dibutuhkan bisa diminta pada mekanik. Perbaikan Penting : Jika pada nameplate motor untuk lokasi berbahaya,motor tidak boleh di jalankan tanpa memberi pelumas yang banyak atau instalasi saluran penyumbat yang bagus. Penting : Pelumasan bearing yang berlebihan akan menimbulkan masalah yang cepat pada bearing dan kegagalan pada motor. rendah, motor akan

Penting : Jika ada instruksi pemberian pelumas pada nemplet,dia akan digantikan oleh instruksi umum. Motor yang belum diberi pelumas NGLI 2 merupakan type pelumas yangn ada pada nemplet. Berikut beberapa jenis tipe pelumas yaitu; Chevron SRI #2, rykon premium #2, shell Oil Dolium R or texaco polystar RB Prosedur pelumasan 1. Matikan motor, putuskan hubungan dengan sumber dan keluarkan kunci untuk menservis motor. 2. Bersihkan motor. 3. Bersihkan filler dan saluran penyumbat 4. Cek filler dan lobang saluran dari hal yang bisa menghalang dan bersihkan sebersih mungkin 5. Pastikan semua tipe dan jumlah dari pelumas.lihat kembali waktu perminyakan dan buat daftar tabel pebaikan yang di minta. 6. Kembalikan sisa pelumas dan ganti filler dan saluran penyumbat. 7. Motor siap untuk operasi. Jarak waktu pelumasan motor dengan ketetapan pelumas ulang

NEMA frame size 140-180


1800

210-360 >1800 RPM 6 bulan 3 bulan


1800

400-510 >1800 RPM 6 MO 3 MO


1800

Kondisi RPM Standart Kuat Waktu 3 tahun 1 tahun

RPM 2 tahun 1 tahun

RPM 1 takun 6 bulan

>1800 RPM 3 MO 1 MO

Waktu perbaikan motor di sebaiknya di lakukan sekali 6 bulan atau lebih Standart perbaikan di atas 16 jam perhari pada suhu 380 C atau 1000 F Perbaikan yang sempurna Operasi lebih dari 16 jam perhari.operasi counteniu di bawah temperatur 380 C sampai 650 C.atau 1000 F sampai 1500 F tetapi biasanya terjadi di bawah standart. Jumlah pelumasan ulangmotor dengan ketetapan pelumasan NEMA frame size 140 180 210 250 280 320 360 400 440 500 Volume cu. In (ons) 0.25 (0.14) 0.50 (0.28) 0.75 (0.42) 1.00 (0.55) 1.25 (0.69) 1.50 (0.83) 1.75 (0.97) 2.25 (1.2) 2.75 (1.5) 3.00 (1.7)

Tabel Perbaikan Motor Perbaiki motor harus dihendel oleh orang yang memenuhi syarat dan memiliki peralatan dan perlengkapan yang cukup

Permasalahan

Kasus Sekring putus

Penyelesaian Ganti sekring dengan tipe dan nilai yang cocok Cek dan reset kelebihan tegangan pada starter Periksa power suppy apakah cocok dengan name plate motor dan factor beban Cek hubungan rangkaian yang di suplay motor

Trip karena beban lebih

Power supplay tidak bagus Koneksi line tidak bagus

Motor Gagal Start

Ditandai dengan bunyi ketika Rangkaian lilitan sakelar dioffkan. Cek kesalahan terbuka / switch kontrol rangakaian ,maka periksalah seluruh kontak setelah ditutup Periksa motor sebelum di hidupkan,cek bearing dan minyak Di tandai dengan putusnya fuse.motor harus di lilit ulang Menggangkat alarm, menempatkan lampu untuk tes Perhatikan pasak atau cincin yang rusak Beban redup

Kegagalan mekanik

Arus pendek stator

Start coil tidak konek

Cacat rotor Motor diberi beban lebih Motor terhenti Terbukanya salah satu fasa

Cek fasa yang terbuka Ganti tepe atau nomornya.konsultasi dengan orang yang memperbaiki

Salah aplikasi

Beban lebih

Beban redup Periksa tegangan pada nameplate, apakah sesuai dengan yang di inginkan dan cek koneksi Sekring putus, cek relay baban lebih, stator dan pushbutton Cek kesalahan koneksi line pada sekring dan kontrol Konsultasikan dengan supplier untuk tipe yang tepat Gunakan tegangan tinggi untuk terminal transformer/beban redup. Cek koneksinya dan cek konduktor untuk ukuran yang tepat Cek beban motor yang diduga untuk memulai start Perhatikan karaktristik cincin yang digunakan. Cari kerusanan dengan cara menlakukan tes pada peralatan dan perbaiki Beban redup Periksa tahanan, sesuaikan dengan ukuran kabel Ganti dengan rotor baru Hubungi bagian kelistrikan untuk menambah daya

Tegangan rendah

Rangkaian terbuka Kecepatan motor turun dan kemudian berhenti

Kegagalan daya

Pemakaian tidak tepat

Kecepatan motor tidak meningkat

Tegangan rendah pada terminal motor karena tegangan pada line turun Beban start terlalu tinggi Pasak rotor rusak/rotor loose

Sirkuit utama terbuka

Kelebihan beban Kenaikan kecepatan motor terlalu lama Tegangan lemah saat start Cacat rotor Penggunaan tegangan rendah

Kesalahan rotasi Motor terlalu panas saat running dengan beban rendah

Kesalahan frekuensi dari phase Beban lebih Salah satu fasa terbuka Tegangan teminal tidak seimbang Motor tidak lurus

Kembalikan koneksi motor Turunkan beban Cek kebenaran koneksi Cek pusat gangguan,koneksi dan transformer Luruskan motor Seimbangkan kembali Perbaiki bearing Tempatkan kembali padaline Seimbangkan kembali Cek untuk membuka rangkaian Perhatikan jumlah pelumas yang tepat untuk bearing Ganti pelumas yang sudah lama, cuci bearing sampai bersih ganti pelumas dengan yang baru Jumlah pelumas turun, bearing tidak boleh diisi lebih dari Cek ketetapan akhir trust Ganti bearing, bersihkan bodinya sampai bersih

Motor mengalami getaran

Kopling keluar dari keseimbangan Bearing cacat Beraing keluar dari lines Keseimbangan berubah Motor dua fasa ranning satu fasa Pelumas tidak cukup

Ball bearing panas

Pelumas turun dari yang diinginkan Kelebihan minyak pelumas Beban lebih pada bearing Ball rusak atau kasar