Anda di halaman 1dari 14

BAB I TINJAUAN PUSTAKA

Proses pembuatan metil etil keton dengan reaksi dehidrogenasi 2-butanol berlangsung pada fase gas dengan katalis padat yaitu zink oksida (ZnO). Reaksi yang terjadi : OH CH3 -CH-CH2 -CH3(g) O CH3-C-CH2-CH3(g) + H2(g)

Reaksi dehidrogenasi 2-butanol ini berlangsung pada suhu 490oC dan pada tekanan 1 atm. I.1. Metil-etil-keton Metil etil keton merupakan senyawa organik dengan rumus molekul CH3C(O)CH2CH3. Merupakan cairan yang jernih, tidak berwarna, mudah terbakar, mempunyai bau seperti aseton, mudah larut dalam air dan beberapa solvent organik lainnya. Di industri, MEK biasa digunakan sebagai : Bahan baku industri perekat (adhesive), tinta cetak (printing ink) Bahan baku industri pita kaset (plastic record) Bahan baku pembuatan serat sintetis, zat warna, pigment Bahan baku industri cat, vernis, dan lak Sebagai solvent dalam fraksionasi lemak dan minyak, decaffeinasi teh dan kopi (www.en.wikipedia.org/metyl-ethyl-keton) I.2. 2-Butanol 2-butanol merupakan senyawa organik dengan rumus CH3CH(OH)C2H5. Merupakan cairan berwarna yang mudah terbakar. Larut dalam air dan pelarut organik polar seperti eter dan alkohol lainnya. Diproduksi dalam skala besar, terutama industri pembuatan pelarut (www.en .wikipedia.org/2-butanol).

BAB II DATA TERMODINAMIKA DAN KINETIKA


II.1 DATA TERMODINAMIKA II.1.1 Panas Reaksi pembentukan pada suhu standar (25oC / 298 K) Hf298 CH3CH(OH)C2 H5 Hf298 CH3COC2 H5 Hf298 H2 = -292,421 kJ/mol = -238,404 kJ/mol = 0 kJ/mol (Yaws, 1999) II.1.2 Panas Reaksi pembentukan pada suhu reaksi (490 oC / 763 K)
y

Data CH3CH(OH)C2 H5 A B C = -265,140 = -1,0695.10-1 = 5,1693.10 -5

Hf763 = -316,64878 kJ/mol


y

Data CH3COC2 H5 A B C = -216,593 = -8,4826.10-2 = 3,9084.10 -5

Hf763 = -258,10874 kJ/mol


y

Data H2 Hf763 H2 = 0 kJ/mol (Yaws, 1999)

II.1.3 Energi Bebas Gibbs pada suhu standar (25 oC / 298 K) Gf298 CH3CH(OH)C2 H5 Gf298 CH3COC2 H5 Gf298 H2 = -167,727 kJ/mol = -146,395 kJ/mol = 0 kJ/mol (Yaws, 1999)

II.1.4 Energi Bebas Gibbs pada suhu reaksi (490 oC / 763 K)


y

Data CH3CH(OH)C2 H5 A B C = -294,630 = 4,1501.10 -1 = 3,6367.10 -5

G763 = 43,19437 kJ/mol


y

Data CH3COC2 H5 A B C = -239,887 = 3,0451.10 -1 = 3,0949.10 -5

G763 = 10,471678 kJ/mol


y

Data H2 G763 H2 = 0 kJ/mol (Yaws, 1999)

II.2 DATA KINETIKA PBu (atm) PMEK (atm) PH2 (atm) rMEK (mol/h.g cat) 2 5 0 0,044 0,1 0 0 0,040 0,5 2 1 0,069 1 1 1 0,060 2 0 0 0,043 1 0 10 0,059

(Fogler, 1999)

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN


III.1 TINJAUAN TERMODINAMIKA

III.1.1 Panas reaksi Dari perhitungan, diperoleh HR763 = 58,54 kJ/mol, dan HR763 bernilai positif. Hal ini menunjukkan bahwa reaksi dehidrogenasi 2-butanol merupakan reaksi endotermis. III.1.2 Keberlangsungan reaksi Dari perhitungan, diperoleh G763 = -32,7227 kJ/mol, dan G763 bernilai

negatif. Hal ini menunjukkan bahwa dehidrogenasi 2-butanol dapat berlangsung. Dari perhitungan, diperoleh K763 = 173,8851. Nilai K>>>1, sehingga reaksi berlangsung searah (ke arah kanan). III.2 TINJAUAN KINETIKA Secara Induktif, data perbandingan error masing-masing mekanisme reaksi menghasilkan kesimpulan bahwa mekanisme yang digunakan adalah mekanisme reaksi double site dengan pengendalinya adalah reaksi permukaan dan yang tidak teradsorbsi adalah MEK dan H2 III.2.1 Persamaan empiris dari persamaan kecepatan reaksi rs = III.2.2 Mekanisme Reaksi Bu + S BuS + S H2S k-d ka k-a ks kd H2 + S BuS MEK + H2S + S

III.2.3 Persamaan Matematis dari Persamaan kecepatan reaksi Persamaan matematika dari persamaan kecepatan reaksi, diperoleh :
  

BAB IV KESIMPULAN
1. Reaksi dehidrogenasi 2-butanol merupakan reaksi heterogen gas-gas dengan katalis padat (zink oksida) yang berlangsung pada suhu 490oC dan tekanan 1 atm 2. HR = 58,54 kJ/mol GR = -32,7227 kJ/mol K = 173,8851 Reaksi bersifat endotermis dan berlangsung searah ke kanan (produk) 3. Persamaan kecepatan reaksi yang diperoleh :
  

Sehingga dapat diketahui bahwa pada reaksi dehidrogenasi 2-butanol, MEK (metil etil keton) dan hidrogen tidak teradsorbsi, sedangkan yang teradsorbsi adalah 2-butanol 4. Mekanisme reaksi dehidrogenasi 2-butanol : ka Bu + S
k-a

BuS ks kd MEK + H2S + S H2 + S k-d

BuS + S H2S

I. PERHITUNGAN TERMODINAMIKA A. Entalphi A.1 Entalphi pada suhu standar (25 oC / 298 K) HfR = Hf produk Hf reaktan

= ( Hf CH3COC2H5 + Hf H2) - Hf CH3CH(OH)C2H5 = (-238,404 kJ/mol + 0 kJ/mol) (-292,421 kJ/mol) = 54,017 kJ/mol A.2 Entalphi pada suhu standar (490 oC / 763 K)
y

CH3CH(OH)C2 H5 Hf763 = A + BT + CT 2 = -265,140 + (-1,0695.10-1 )(763) + (5,1693.10 -5)(763)2 = -316,64878 kJ/mol

CH3COC2 H5 Hf763 = A + BT + CT 2 = -216,140 + (-8,4826.10-2 )(763) + (3,9084.10 -5)(763)2 = -258,10874 kJ/mol

Data H2 Hf763 H2 = 0 kJ/mol

HfR = Hf produk -

Hf reaktan

= ( Hf CH3COC2H5 + Hf H2) - Hf CH3CH(OH)C2H5 = (-258,10874 kJ/mol + 0 kJ/mol) - (-316,64878 kJ/mol) = 58,54 kJ/mol

B. Energi Bebas Gibbs B.1. Energi Bebas Gibbs pada suhu standar (25oC / 298 K ) GR = Gf produk Gf reaktan = ( Gf CH3COC2 H5 + Gf H2 ) - Gf CH3CH(OH)C2H5 = (-146,395 kJ/mol + 0 kJ/mol) (-167,727) kJ/mol = 21,332 kJ/mol

B.2. Energi Bebas Gibbs pada suhu reaksi (490 oC / 763 K)


y

CH3CH(OH)C2 H5 Gf763 = A + BT + CT 2 = -294,630 + (4,1501.10 -1)(763) + (3,6367.10 -5 )(763)2 = 43,19437 kJ/mol

Data CH3COC2 H5 Gf763 = A + BT + CT 2 = -239,887 + (3,0451.10 -1)(763) + (3,0949.10 -5 )(763)2 = 10,471678 kJ/mol

Data H2 Gf763 H2 = 0 kJ/mol GR = Gf produk Gf reaktan = ( Gf CH3COC2 H5 + Gf H2 ) - Gf CH3CH(OH)C2H5 = (10,471678 kJ/mol + 0 kJ/mol) - 43,19437 kJ/mol = -32,7227 kJ/mol

  

ln K 5,15839 K = 173,8851

II. TINJAUAN KINETIKA

Penentuan kecepatan reaksi :

Cara mekanisme reaksi ka Bu + S BuS + S k-a


ks

BuS MEK + H2S + S

kd H2S k-d
U

H2 + S

U U U



U  U 

Reaksi permukaan sebagai reaksi pengendali, sehingga :




 



Neraca Permukaan :

Substitusi ke persamaan (1) :

U 

U   

Karena MEK dan H2 tidak teradsorpsi, maka :

Sehingga persamaan (2) menjadi :


       

Untuk menghitung
7 7 7


dan Ka dibuat persamaan regresi linier :


7

7


Dimana :

rs (mol/h.g cat) 0,044 0,040 0,069 0,060 0,043 0,059 Jumlah 2

PBu (atm) (x)



x2

y. x

(y) 6,7419 1,5811 2,6919 4,0825 6,8199 4,1169 26,0344 4 0,01 0,25 1 4 1 10,26 13,484 0,1581 1,3459 4,0825 13,6399 4,1169 36,8274

0,1 0,5 1 2 1 6,6

Persamaan regresi linier menjadi : 26,0344 = 6 a0 + 6,6 a1 36,8274 = 6,6 a0 + 10,26 a1 Dengan menggunakan metode eliminasi didapatkan : a0 = 1,3362 a1 = 2,7298 Sehingga :
     


Persamaan matematis :
   

Persamaan kecepatan reaksi tersebut menghasilkan error sebesar 1,6268 %

REAKSI DEHIDROGENASI 2-BUTANOL


Tugas Khusus Mata Kuliah Teknik Reaksi Kimia 1

Oleh : 1. Fauziah Mita F 2. Usad Rodhiyatul F 3. Haifa Siti A 4. Upy Putri Wardani ( I0508041 ) ( I0508067 ) ( I0508092 ) ( I0508120 )

JURUSAN S1 REGULER TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010

DAFTAR PUSTAKA

Fogler, H.Scott, (1999), Elements of Chemical Reaction Engineering, 3th edition, PP 277, 581-665, Prentice Hall PTR, New Jersey Yaws, Carl. L., (1999), Chemical Properties Handbook , 299-300, 325-326, Mc Graw Hill Book Companies, New York www.en .wikipedia.org/2-butanol/ Desember 2010 / 14.10 WIB www.en.wikipedia.org/metyl-ethyl-keton/Desember 2010/ 14.15 WIB