Anda di halaman 1dari 6

VARICOSE VEINS Bagi sebagian orang, varises ( varices ) bukan masalah, terutama varices ringan tanpa keluhan.

Sementara bagi orang lain, varices merupakan persoalan, yakni varises yang menimbulkan keluhan dan mengganggu aktifitas sehari-hari. Terlebih bagi orang-orang yang dalam pekerjaannya dituntut keindahan penampilan kaki (faktor kosmetik). Meski bukan penyakit serius, varises dengan stadium lanjut kadang dapat mengakibatkan penyulit (komplikasi), seperti: perdarahan, luka infeksi dan gangguan sirkulasi pembuluh darah lainnya. Varises (varices) adalah pembuluh darah balik (vena) yang melebar dan berkelok-kelok akibat gangguan (hambatan) aliran darah. Ini terjadi lantaran ketidakmampuan katub (klep) vena dalam mengatur aliran darah. Akibatnya aliran darah yang seharusnya mengalir lancar ke arah jantung, mengalami hambatan dan terjadi arus balik sebagian aliran darah dalam pembuluh darah vena, sehingga pembuluh darah vena melebar dan berkelok-kelok. ANGKA KEJADIAN Penelitian angka kesakitan di US dari tahun ke tahun menunjukkan angka yang mirip. Wanita sekitar 50-55% sedangkan pria 40-50%. Sementara ada ahli lainnya menyebutkan bahwa perbandingan frekuensi varises pada wanita dan pria adalah 5:3. Dengan kata lain, wanita memiliki faktor resiko lebih besar ketimbang pria. Perbedaan ini boleh jadi berhubungan dengan faktor hormonal. Berdasarkan usia, varises lebih kerap terjadi pada usia produktif. FAKTOR PEMICU Beberapa faktor pemicu terjadinya varises, antara lain: y y y y y y y Peningkatan tekanan pembuluh darah vena permukaan (vena superfisialis) oleh berbagai sebab. Obesitas (kegemukan) Berdiri lama (terutama para pekerja yang dituntut berdiri lama) Faktor hormonal Kehamilan Obat-obat kontrasepsi (KB) Faktor keturunan (genetik)

PENGOBATAN Pada dasarnya pilihan pengobatan varises terdiri dari pengobatan tanpa operasi, pada stadium I dan II, serta pengobatan dengan operasi terutama pada stadium III dan IV. Pengobatan tanpa operasi: y y Pengobatan menggunakan bebat elastik (elastic bandage), kaos kaki kompresi dan pemakaian sepatu bertumit tinggi. Obat-obat vasoprotektif (anti varises), diminum ataupun melalui suntikan.

Pengobatan operasi: Tindakan operasi terutama dilakukan pada varises stadium III dan IV, namun bisa juga dilakukan pada stadium II. Teknik-teknik pengobatan pada varises sudah dikenal sejak abad kelima sebelum masehi. Seiring dengan perkembangan teknologi kedokteran, teknik operasi dikembangkan melalui pendekatan meminimalisir tindakan invasif. Operasi yang lazim dilakukan diantaranya: Stripping Varises, Ambulatory Phlebectomy (menghilangkan bagian varises dengan irisan kecil), dan Saphectomy. Tindakan operasi yang bersifat invasif minimal, yakni: Radiofrekuensi Ablasi dan Endovenous Laser Therapy (EVLT). TIPS PENCEGAHAN y y Makan makanan bergizi dan Olahraga teratur. Hindari berdiri terlalu lama. Sedapat mungkin melakukan relaksasi jika dalam aktifitas sehari-hari dituntut berdiri lama. Hindari terlalu lama duduk dengan kaki menyilang. Posisi ini dapat menghambat aliran darah dari tungkai ke arah jantung. Hindari pemakaian pakaian bawah yang terlalu ketat. Jika sedang bepergian jauh, usahakan meluruskan kaki secara berkala dan memijit-mijit tungkai sehabis bepergian. Gunakan kaos kaki elastis untuk mencegah penekanan pada tungkai. Bagi yang suka sepatu hak tinggi, dapat menggunakannya agar otot sekitar varises berkontraksi dan untuk memperlancar aliran darah.

y y

y y

GEJALA DAN KELUHAN Berdasarkan berat ringannya penyakit dan keluhan, varises terbagi menjadi 4 stadium, yakni: Stadium I : Pada stadium ini keluhan biasanya tidak spesifik. Pada umumnya ditandai dengan keluhan tungkai, diantaranya: gatal, rasa terbakar, rasa kemeng, kaki mudah capek, kesemutan (gringgingen), rasa pegal. Stadium II: Pada stadium ini ditandai dengan warna kebiruan yang lebih nyata pada pembuluh darah vena (fleboekstasia). Stadium III: Pembuluh darah vena nampak melebar dan berkelokkelok. Keluhan pada tungkai makin nyata dan makin kerap dialami. Stadium IV: Pada stadium ini ditandai dengan timbulnya berbagai penyulit (komplikasi), antara lain: dermatitis, tromboplebitis, selulitis, luka (ulkus), perdarahan varises, dan gangguan pembuluh darah vena lainnya. Penyebab varises: y Berkurangnya elastisitas dinding pembuluh vena yang menyebabkan pembuluh vena melemah dan tak sanggup mengalirkan darah ke jantung sebagaimana mestinya. Aliran darah dari kaki ke jantung sangat melawan gravitasi bumi, karena itu pembuluh darah harus kuat, begitu juga dengan dinamisasi otot disekitarnya. Rusaknya katup pembuluh vena, padahal katup atau klep ini bertugas menahan darah yang mengalir ke jantung agar tidak keluar kembali. Katup yang rusak membuat darah berkumpul di dalam dan menyebabkan gumpalan yang mengganggu aliran darah.

Pemicu varises : 1. Faktor keturunan Varises biasanya terjadi saat dewasa akibat perubahan hormon dan bertambahnya berat badan. Varises yang terjadi di usia muda, kemungkinan besar disebabkan faktor keturunan. 2. Kehamilan Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil yang kaki semakin terbebani, akibatnya aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat. 3. Kurang gerak Gaya hidup perkotaan yang kurang gerak, menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal. 4. Merokok Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi. 5. Terlalu banyak berdiri Berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah. Bila profesi Anda mengharuskan banyak berdiri, usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis (diam), tapi tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat, agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung. 6. Menderita kolesterol tinggi dan kencing manis Kedua jenis penyakit ini berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang memicu terjadinya varises. 7. Memakai sepatu hak tinggi Hak sepatu yang terlalu tinggi membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah, menjadi tidak maksimal. Gejala terjadinya varises: y Mula-mula kaki dan tungkai terasa berat, diikuti otot yang mudah pegal, kaku, panas dan sakit di seputar kaki maupun tungkai. Biasanya rasa sakit dirasakan menjelang malam, akibat tidak lancarnya aliran darah. Mudah kram, meski kaki dalam kondisi santai. Muncul pelebaran pembuluh darah rambut yang mirip jaring laba-laba (spider navy). Perubahan warna kulit (pigmentasi) di seputar mata kaki, akibat tidak lancarnya aliran darah. Kadang diikuti dengan luka di sekitar mata kaki yang sulit sembuh. Kaki bengkak (edema) karena adanya pembendungan darah. Perubahan pada pembuluh vena luar, misalnya di betis bagian belakang tampak urat kebiru-biruan dan berkelokkelok. Keadaan ini merupakan gejala varises kronis.

Mengatasi Varises: A. Varises jenis spider navy. Varises ini tergolong ringan, biasanya akibat suhu yang terlalu panas atau dingin, terpapar sinar matahari terus menerus, sedang hamil, faktor keturunan, kebiasaan makanan sarat rempah dan pedas, serta pengobatan hormonal. Varises jenis ini bisa terjadi di beberapa tempat, yaitu di wajah, pangkal lengan, paha, daerah lutut, pergelangan kaki dan tumit. Terapi yang digunakan biasanya dengan memakai sinar laser, sehingga pembuluh darah mengering. Ada juga terapi alat listrik dengan memasukkan zat tertentu ke dalam kulit, untuk mengecilkan atau mengerutkan pembuluh darah. B. Varises dalam kulit. Varises ini terjadi pada pembuluh vena yang halus dan tipis di dalam kulit bagian kaki. Mengobatinya, dokter memberi obatobatan yang menguatkan dinding vena dan memperlancar aliran darah, atau menggunakan stocking khusus varises. Stocking ini berfungsi menekan pembuluh vena sehingga otot dan dinding vena bisa kembali bekerja maksimal. Stocking mampu mencegah, mengurangi gejala awal, dan rasa sakit penderitanya meski hanya temporer. Jadi, tetap harus minum obat. C. Varises Reticular Varicose Veins ni adalah varises yang lebih parah, karena terjadi di pembuluh vena bawah kulit. Untuk mengobatinya, dokter akan melakukan beberapa tahap: 1. 2. 3. Memberi obat yang diminum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah. Memberikan suntikan zat iritasi ke dalam pembuluh darah yang rusak atau melebar. Obat tersebut akan membentuk jaringan ikat sekaligus menutup aliran darah, sehingga pembuluh darah vena akan menyempit. Darah akan mencari jalan lain melalui pembuluh vena yang normal. Setelah disuntik, Anda harus menggunakan stocking varises dan tidak boleh menggunakan sepatu hak tinggi. Olahraga yang dianjurkan adalah jalan kaki, berenang dan joging, agar otot kaki mampu berkontraksi dengan baik.

4. 5.

D. Varises kronis. Varises tahap ini akan memperlihatkan pembuluh darah yang berkelok-kelok di betis. Bila suntik tidak membuahkan hasil, maka harus dilakukan pembedahan guna memotong pembuluh vena yang rusak sehingga aliran darah kembali normal. Ada berbagai obat-obatan yang harus Anda minum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah. Stocking varises juga harus dikenakan selama beraktivitas, tidak memakai sepatu hak tinggi dan berolahraga dengan melatih gerak otot kaki dan tungkai. Cara menghindari varises: 1. Seusai beraktivitas setiap hari, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi dari jantung selama 20 menit. Bagi yang sudah menderita varises, usahakan tidur dengan posisi seperti ini sepanjang malam. untuk melancarkan peredaran darah ke jantung.

y y y

y y

2. 3. 4.

5.

6.

7. 8.

Lakukanlah yoga setiap hari. Jangan berdiri terlalu lama. Olahraga rutin untuk melatih otot kaki: jalan santai, jalan cepat; joging, bersepeda, berenang (minimal 30 menit per hari). Jangan memijat daerah yang bervarises, karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh vena. Lakukan pijatan secara ringan namun teratur, di daerah rawan varises dengan arah menuju jantung. Lakukan dengan lembut dan gunakan minyak esensial yang sudah dilarutkan. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah berserat tinggi dan makanan yang dapat merangsang sirkulasi darah, seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, jahe dan cabai merah. Juga makanan yang kaya dengan vitamin B kompleks, vit C, vit E, vit B6, magnesium, asam folat, kalsium dan zinc. Kurangi konsumsi gula, garam, daging merah, gorengan, dan protein hewani. Sering-sering duduk berselonjor kaki, tungkai dan panggul.

Cara membuat: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Campur semua bahan jadi satu dan tempatkan di wadah yang cukup untuk merendam kaki. Rendam kaki selama 10-15 menit sambil menggosok perlahan telapak kaki dengan garam mandi. Bila garam sudah larut, tambahkan kembali. Diamkan kaki sampai air menjadi dingin. Keringkan kaki, lalu rentangkan kaki lebih tinggi dari posisi tubuh. Lakukan relaksasi ini sambil mendengarkan musik lembut, pejamkan mata dan gunakan lampu temaram.

Terapi Medikamentosa Insufisiensi Vena Kronis dengan Micronized Purified Flavonoid Fraction (MPFF) LAURENTIUS ASWIN PRAMONO Dokter di Jakarta. Pendahuluan Insufisiensi vena merupakan suatu gangguan klinis yang cukup sering dijumpai dalam praktik umum maupun spesialis, baik spesialis penyakit dalam maupun bedah. Masalah dapat berkepanjangan karena penyakit ini umumnya kronis (disebut juga insufisiensi vena kronis), tidak mudah disembuhkan. Dokter dan pasien bisa frustasi karena masalah tidak kunjung membaik, sementara rasa nyeri dan gangguan pada kulit (pelebaran pembuluh darah vena) semakin jelas dan menimbulkan komplikasi lain, antara lain dermatitis, infeksi sekunder, dan luka yang tidak sembuh-sembuh. Insufisiensi vena kronis dalam bahasa awam dikenal dengan nama varises. Varises umum sekali terjadi di tungkai (ekstremitas bawah). Varises menyebabkan pelebaran pada vena-vena tungkai (tekanan tinggi) akibat aliran darah yang terganggu untuk balik ke jantung. Varises juga memberikan keluhan nyeri. Sebagai dokter yang menangani pasien, kita harus paham patofisiologi dan diagnosis varises dengan tujuan dapat menata laksana pasien secara tepat (berdasarkan proses patofisiologi yang terjadi). Rujukan untuk pembedahan diperlukan bila dengan pengobatan medikamentosa, varises masih memberikan gangguan. Definisi dan Diagnosis Insufisiensi Vena Kronis Varises disebabkan oleh gangguan katup pembuluh darah vena yang bertugas membantu mengalirkan darah dari ekstremitas bawah kembali ke jantung. Katup pada vena varikosa (vena besar yang berperan penting dalam aliran darah balik ke jantung) umumnya rusak. Keadaan ini mengakibatkan darah sukar balik ke atas (jantung) dan menumpuk pada satu lokasi tertentu saja. Hal ini menyebabkan bendungan vena (stasis vena), yang muncul terutama pada saat pasien berdiri.

Pengobatan alernatif untuk varises: y Minum jus campuran wortel, seledri dan peterseli; atau campuran wortel bayam dan ketimun; campuran wortel, bit dan ketimun; campuran wortel, bayam dan seledri atau jus selada air; yang berkhasiat memperlancar sirkulasi darah sekaligus memperkuat dinding pembuluh darah. Konsumsi makanan kaya lesitin, seperti kacang kedelai; peterseli, air jahe serta pepermint yang bermanfaat memperlancar sirkulasi darah dan menguatkan dinding pembuluh darah. Minum teh herbal yang terbuat dari bunga jeruk nipis, mint, ginko biloba dan grape seed (biji anggur). Pijat aroma terapi dengan bahan minyak cypress yang berkhasiat merangsang sirkulasi darah dan menguatkan dinding pembuluh darah. Pilihan lainnya: minyak lavender, rosemary, mint atau lemon. Berendam bergantian di air panas (suhu 41-43 derajat Celcius) dan air dingin (suhu 15 derajat Celcius), masingmasing selama 15-30 detik dan di ulang selama 30 menit, untuk melancarkan peredaran darah serta menguatkan dinding pembuluh darah. Atau semprotkan kaki secara bergantian, terutama di daerah betis bagian belakang, dengan air panas dan air dingin seperti di atas. Pijat refleksi di ujung saraf telapak kaki dapat membantu membuang tumpukan kristal dari sisa metabolisme di ujung-ujung syaraf, atau lakukan akupunktur dan akupresur di titik-titik tertentu.

y y

Mengatasi kaki lelah: Bila Anda bekerja terlalu lelah, terutama di bagian kaki seperti kerap menggunakan sepatu berhak tinggi, berjalan jauh atau terlalu berdiri, berhati-hatilah dengan gejala yang mengarah ke varises. Untuk mengatasinya, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut: Bahan: y y y y 3 liter air hangat 100 gr garam khusus untuk mandi 2 sdm minyak almond; 5 tetes minyak rosemary dan geranium; 5 tetes daun rosemary dan daun geranium segar beberapa helai (jika ada).

Apa yang dimakhsud dengan Varises Tungkai? Varises adalah vena normal yang mengalami dilatasi akibat pengaruh peningkatan tekanan vena. Varises ini merupakan suatu manisfetasi yang dari sindrom insufiensi vena dimana pada sindrom ini aliran darah dalam vena mengalami arah aliran retrograde atau aliran balik menuju tungkai yang kemudian mengalami kongesti.

2. Bagaimana patofisiologi dari varises Tungkai?

Pasien dengan varises pada tungkai mungkin menunjukkan komplikasi varises akut berupa pendarahan varises, dermatitis, tromboplebitis, selulitis, dan ulkus. Biasanya juga terjadi perburukan dari gejala kronis. Gejala yang muncul umumnya berupa kaki terasa berat, nyeri, atau kedengan sepanjang vena, gatal, rasa terbakar, keram pada malam hari, edema, perubahan kulit dan kesemutan. Biasanya nyeri yang terasa membaik bila beraktifitas seperti berjalan atau dengan mengankatan tungkai 7. Pemeriksaan apa saja yang dapat dilakukan pada pasien dengan varises tungkai? Pemeriksaan vena dapat dilakukan secara bertahap melalui inspeksi, palpasi, perkusi, dan pemeriksaan menggunakan Doppler. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya dibuatkan peta mengenai gambaran keadaan vena yang di terjemahkan ke dalam bentuk gambar, dan dapat dijadikan informasi mengenai penataklasanaan selanjutnya. v Inspeksi Inspeksi tungkai dilakukan dari distal ke proksimal dari depan ke belakang. Region perineum, pubis, dan dinding abdomen. Vena normalnya terlihat distensi hanya pada kaki dan pergelangan kaki. Pelebaran vena superfisial yang terlihat pada region lainnya pada tungkai biasanya merupakan suatu kelainan. Ulkus dapat terjadi dan sulit untuk sembuh, bila ulkus berlokasi pada sisi media tungkai maka hal ini disebabkan oleh adanya insufusiensi vena. v Palpasi Seluruh permukaan kulit dilakukan palpasi dengan jari tangan untuk mengetahui adanya dilatasi vena walaupun tidak terlihat ke permukaan kulit, Palpasi diawali dari sisi permukaan anteromedial untuk menilai keadaan SVM kemudian dilanjutkan pada sisi lateral diraba apakah ada varises dari vena nonsafena yang merupakan cabang kolateral dari VSM, selanjutnya dilakukan palpasi pada permukaan posterior untuk meinail keadaan VSP. Selain pemeriksaan vena, dilakukan juga palpasi denyut arteri distal dan proksimal untuk mengetahui adanya insufisiensi arteri dengan menghitung indeks ankle-brachial. v Perkusi Perkusi dilakukan untuk mengetahui kedaan katup vena superficial. Caranya dengan mengetok vena bagian distal dan dirasakan adanya gelombang yang menjalar sepanjang vena di bagian proksimal. v Manuver Perthes Manuver Perthes adalah sebuah teknik untuk membedakan antara aliran darah retrograde dengan aliran darah antegrade. Tes ini digunakan untuk penentuan berfungsinya sistem vena profunda. v Tes Trendelenburg Tes ini digunakan untuk menentukan derajat insuffisiensi katub pada vena communcants. Tes ini dilakukan dengan cara mengangkat tungkai dimana tungkai dalam keadaan v Auskultasi menggunakan dopler Pemeriksaan menggunakan Doppler digunakan untuk mengetahui arah aliran darah vena yang mengalami varises, baik itu aliran retrograde, antegrade, atau aliran dari mana atau ke mana. Probe dari dopple ini diletakkan pada vena kemudian dilakukan penekanan pada vena disisi lainnya. Penekanan akan menyebabkan adanya aliran sesuai dengan arah dari katup vena yang kemudian

Keterangan: Biasanya kerusakan diakibatkan kerena adanya suatu hambatan aliran darah dan tekanan hidrostatik yang terlau besar. 3. Jelaskan tanda-tanda awal munculnya varises tungkai? Penderita biasanya merasakan nyeri, kemerahan, rasa panas/terbakar pada tungkai, gatal, kram, kelemahan otot dan tungkai lemas, biasanya pada sekian waktu akan terlihat dilatasi vena sehingga vena akan membesar dan berkelok-kelok dibawah kulit. 4. Secara umum varises tungkai terjadi dikarenakan? Adanya dilatasi vena dikarenakan terhambatnya aliran darah yang akan kembali menuju arah proksimal. 5. Jelaskan etiologi yang menyebabkan timbulnya varises tungkai? y y y y y y y y Peningkatan tekanan vena superfisialis. Obesitas Pekerjaan dengan berdiri lama Hormonal, pada wanita terjadi disaat manopouse Kehamilan Obat-obatan kontrasepsi Keturunan/ genetik.

6. Jelaskan gejala klinis dari varises tungkai?

menyebabkan adanya perubahan suara yang ditangkap oleh probe Doppler. 2. v Pemeriksaan Imaging Tujuan dilakukannya pemeriksaan ini adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan seluruh area yang mengalami obstruksi dan refluks dalam system vena superficial dan system vena profunda. 1. 1) 8. Jelaskan diagnosis banding dari varises tungkai?

5. Terjadi kelainan trofik dan odem secara spontan. 6. Timbulnya ulkus varicosum. 12. Penatalaksanaan/ tindakan pada pasien dengan varises tungkai?

Tindakan yang dapat dilakukan pada pasien dengan varises tungkai dibagi menjadi 3 macam; 1). Terapi Non Operatif, dibagi menjadi: Penggunaan kaus kaki kompresi, skleroterapi(penyuntikan substansi sklerotan kedalam pembuluh darah sehingga terjadi destruksi endotel yang diikuti dengan pembentukan jaringan fibrotik). 2). Terapi Minimal Invasif, dibagi menjadi: Radiofrekuensi ablasi (RF)(penghatan pada pembuluhdarahsehingga menghangatkan dinding pembuluh darah dan jaringan sekitar pembuluh darah dengan menggunakan kateter), Endovenous Laser Therapy (EVLT). 3). Terapi Pembedahan, dibagi menjadi: Ambualtory phlebectomy (Stab Avulsion)( menghilangkan segmen varises yang pendek dan vena retikular dengan jalan melakukan insisi ukuran kecil), Saphectomy. 1. 13. Jelaskan tindakan pencegahan yang dapat mengurangi faktor resiko terjadinya varises tungkai?

Riwayat insufisiensi vena sebelumnya.

2) Faktor predisposisi (keturunan, trauma pada tungkai, pekerjaan yang membutuhkan posisis tubuh berdiri yang terlalu lama). 3) Riwayat edema.

4) Riwayat pengobatan penyakit vena sebelumnya (obat, injeksi, pembedahan, kompresi). 5) Riwayat menderita tromboplebitis vena superficial atau vena profunda. 6) 7) Riwayat menderi penyakit vaskuler lainnya. Riayat Keluarga

Pencegahan dibagi menjadi 2, yaitu : v Pencegahan Primer : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Olah raga yang teratur dan makanan yang cukup gizi dan bervitamin. Berat badan seimbang. Tidak terlalu sering mengenakan sepatu bertumit tinggi. Hindari berdiri terlalu lama dan duduk dengan kaki menyilang. Hindari pemakaian kaos kaki, celana ketat, ikat pinggang ketat karena bisa menjepit vena antara jantung dan kaki. Istirahat yang cukup pada area kaki dan berilah pijatan ketika habis bepergian jauh.

9. Jelaskan macam-macam varises tungkai yang dibedakan berdasaran luasnya? a) V. Trunkal : bila yang terkena adalah vena yang utama (v saphena magna & v. Saphena parva) b) V. Retikularis : bila yang terkena adalah cabang-cabang dari vena saphena magna/parva. c) V. Retikularis : bila yang terkena adalah vena kapiler subkutan 10. Jelaskan yang dimakhsud dengan varises primer pada varises tungkai? Penyebab varises namun tanpa etiologi yang jelas, dibagi menjadi : 1) Kelemahan primer yang terjadi.

v Pencegahan Sekunder : 1. 2. 3. 4. 5. Gunakan kaus kaki yang elastis untuk menekan vena tepi sehingga tidak terjadi pelebaran pada vena. Jangan merawat varises dengan menggunakan air hangat. Hindari kegiyatan dengan resiko menambah beban kaki. Misal: loncat, lari dan senam aerobik. Dapat dilakukan senam tungkai scara teratur. 14. Jelaskan macam-macam pembedahan yang dapat dilakukan pada pasien varises tungkai?

2) Varises kehamilan, dikarenakan adanya peningkatanproduksi Progesteron. 3) Kelainan biokimia. a) b) c)

Stripping vena saphena. Ligasi vena-vena communicantes. Multiple ekstraksi dari vena retikuler. 1. 15. Jelaskan tujuan dari dilakukannya tindakan pembedahan dari pasien varises tungkai?

4) Terdapat hubungan arterio-venous yang konginetal pada sistem vena ini. 11. Jelaskan komplikasi yang dapat terjadi pada varises tungkai? 1. 1. 2. 3. 4. Terjadi cedera pada nervus cutaneus. Drop foot (terjepitnya vena dan arteri femoral). Hematome dan infeksi pada luka. Thromboembolism(resiko muncul akibat dilakukan pembedahan).

Untuk menghilangkan gejala, mengurangi atau mencegah komplikasi, memulihkan fisiologi vena dan memperbaiki penampilan.

1.

16. Jelaskan indikasi pembedahan yang dilakukan dengan pasien varises tungkai?

Tindakan dapat dilakukan pada pasien bila sudah masuki stadium II, hal ini dikarenakan sudah adanya kerusakan ada vena communicants dan menghambat kelancaran peredaran darah balik, sehingga bila tidak dilakukannya pembedahan akan menambah parah tingkat varisesnya. 17. kontra indikasi yang dapat terjadi pada pembedahan pasien dengan varises tungkai? Kontra indikasi tindakan pembedahan adalah usia lanjut/ keadaan umum buruk, berat badan berlebihan, trombofeblitis aktif, tukak vena terinfeksi, khamilan, sumbatan arteri menahun, pada tungkai bersangkutan dan tumor besar intra abdomen 18. Komplikasi yang biasa terjadi pada tindakan bedah varises tungkai? 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pendarahan Infeksi Edema tungkai Kerusakan saraf kulit Limfokel Trombosis vena dalam

19. Bila pasien telah memasuki stadium IV dari varies tungkai, dan didapati adanya ulkus varicosum maka tindakan yang dapat dilakukan ialah? Eksisi ulkus dan skin-grafting.