Anda di halaman 1dari 3

Ada dua jenis alterasi batuan yang umum yaitu hypogene dan supergene.

Alterasi hypogene dibentuk oleh adanya aksi larutan hidrotermal, sedangkan alterasi supergene dihasilkan dari adanya perkolasi air meteorik (air permukaan atau air tanah) yang bereaksi dengan batuan yang dilewatinya. Studi alterasi mineral sangat bermanfaat dalam hal : a) memahami kondisi dan evolusi larutan pembentuk bijih, b) berguna dalam melakukan eksplorasi mineral, dan c)menghasilkan mineral yang dapat dipakai untuk memperolehradiometric dating . Pada batuan samping. Alterasi didefenisikan sebagai proses perubahan komposisi mineral, kimia dan tekstur batuan yang dihasilkan oleh interaksi antara fluida panas dengan batuan yang dilaluinya. Pada dasarnya, fluida panas tersebut atau yang disebut larutan hidrotermal secara kimia bereaksi dengan batuan samping sehingga terjadi perubahan kesetimbangan. Proses iniakan menghasilkan kumpulan mineral baru agar kesetimbangan kimia tercapai kembali pada kondisi tertentu. Penggantian komponen kimia antara fluida dan batuan samping disebut metasomatism. SKARN Skarns adalah kelas silikat kalk- batuan dan sangat berkaitan erat dengan granit intrusi, biasanya dari-malihan berasal dari sedimen (S-tipe). Skarns jarang terlihat

dengan jenis lain dari granit, karena cairan kimia dan perilaku kristalisasi dari M -type ( mantel asal) dan I-tipe (beku-metamorfosa asal) granit. S-jenis granit lebih rentan untuk pembangkit-tahap akhir cairan kaya silika , unsur-unsur yang tidak kompatibel dan halida karena mereka umumnya lebih potasik , dioksidasi dan hydrous. Exoskarns terbentuk ketika cairan tersisa dari kristalisasi granit adalah dikeluarkan dari massa pada tahap memudarnya emplacement. Ketika cairan datang ke dalam kontak dengan batuan reaktif, biasanya karbonat seperti batu gamping atau dolostone , cairan bereaksi dengan mereka, menghasilkan perubahan (metasomatism). Karena membawa cairan terlarut silika, besi, logam, halida dan belerang, batuan yang dihasilkan biasanya merupakan kombinasi yang sangat kompleks kalsium, magnesium dan mineral kaya karbonat.

Jarang jenis dari skarns terbentuk dalam kontak dengan atau karbon batuan sulfida seperti serpih hitam , grafit serpih, formasi besi banded dan, kadang-kadang, garam atau evaporites . Di sini, cairan bereaksi kurang melalui pertukaran ion kimia, tetapi karena redoks potensial oksidasi dari batuan dinding. Endoskarns yang jarang, umumnya karena cairan yang diciptakan oleh granit biasanya terbentuk dalam kesetimbangan dengan mineral dari granit. Endoskarns

tampaknya terbentuk dalam granit yang kehilangan sebelumnya, lebih encer cairan hydrous, sehingga menciptakan kurang encer semburan terakhir cairan exsolved. Merebus cairan exsolved juga dianggap penting, karena hal ini menciptakan fase, cairan saline sangat tidak kompatibel-elemen-kaya dan fasa gas yang sangat volatile. POTASIK Tipe alterasi potasik atau K-silikat menunjukkan adanya penambahan kalium atau rekristalisasi K-feldspar pada batuan dengan atau tanpa biotit atau serisit. Mineralmineral tambahan berupa anhidrit, apatit, kalsit, scheelit, kalkopirit, molibdenit, pirit, magnetit atau hematit. Penggantian hornblende atau klorit oleh biotite dan plagioklas oleh K-feldspar memerlukan penambahan kalium. Alterasi potasik umumnya berkembang pada sistem porphyry dan epithermal yang terbentuk pada zona inti dengan temperatur tinggi. Alterasi potasium silikat terjadi akibat penggantian mineral plagioklas dan silikat mafik pada kisaran temperatur 450 600oC. Kumpulan mineral yang umum adalah : K-feldspar biotite kuarsa, K-feldspar klorit, K-feldspar biotite magnetite.

SERISITIK Alterasi serisitik dicirikan oleh kumpulan mineral kuarsa-serisit-pirit (QSP). Fasa mineralyang berasosiasi dengan tipe alterasi ini adalah K-feldspar, kaolinit, kalsit, biotit, rutil,anhidrit, dan apatit. Serisit merupakan mika putih dioktahedral yang berbutir halus(muskovit, paragonit, fengit, fusit, roskulit).

ARGILIK

Istilah alterasi argillik pertama kali diperkenalkan oleh Lovering (1940). Tipe alterasi inidicirikan oleh pembentukan mineral lempung
o

akibat

adanya

intensitas

metasomatisme H+ pada temperatur antara 100 dan 300 C. Alterasi argillik ke arah dalam bergradasi dengan zone fillik, sedangkan ke arah luar dengan propylitik. Mineral lempung terutama menggantikan plagioklas dan mafik (hornblende, biotit). Istilah intermediate argillic (pH netral) digunakan bila kumpulan mineralnya berupa montmorilonit, illite, klorit, kaolin grup dan sedikit serisit. Sedangkan advance argillic (pHasam) bila mineralnya berupa diktit, kaolinit, pyrofilit, barite, alunit dan diaspore. Tipe alterasi ini dapat dijumpai pada sistem porphyry.

PROPYLITIK Istilah propyllitic pertama kali digunakan oleh von Richtofen yang diadopsi oleh Becker1882 (Meyer & Hemley, 1967) untuk andesit terubah di Camstock Lode, Nevada USA.Alterasi ini dicirikan oleh adanya penambahan H2 O, CO2, serta sedikit Sulfur. Kumpulan mineral yang khas terdiri dari epidot, klorit, karbonat, albit, Kfeldspar dan pirit. Setempat dapat dijumpai serisit, Fe-oksida, montmorilonit dan zeolit. Zona alterasi propylitik umumnya cukup luas sehingga tipe alterasi ini sangat berguna sebagai petunjuk adanya mineralisasi dalam program ekplorasi cebakan mineral. Propylitisasi ini dapat dibagi lagi menjadibeberapa sub grup berdasarkan dominasi mineralnya yaitu : kloritisasi, albitisasi, dan carbonatisasi.

SILISIK Merupakan penambahan silika pada batuan, akibat proses penggantian,atau pengisian, membentuk vugselama pelindian. Silisifikasi umum terjadi pada sistem sulfidasi tinggi pada porfiri epithermal. Kadang dikacaukan dengan urat kuarsa stockwork pada top cebakan porfiri