Anda di halaman 1dari 8

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SATUAN PENDIDIKAN MATA PELAJARAN KELAS / SEMESTER MATERI / SUB MATERI PERTEMUAN KEALOKASI WAKTU

STANDAR KOMPETENSI : SMP : KIMIA : VII / GANJIL : WUJUD ZAT :1 : 1x45 menit :

Mengidentifikasi, mengumpulkan data, menyimpulkan, penggunaan dan efek samping bahan kimia di sekitar kita, serta mengkomunikasikannya KOMPETENSI DASAR : Mengumpulkan dan membandingkan data tentang wujud zat berdasarkan titik didih, titik leleh, titik beku dan kelarutan melalui percobaan, serta mengkomunikasikannya. INDIKATOR : Menjelaskan definisi titik didih, titik leleh, dan titik beku. Melakukan percobaan mengenai perbedaan titik didih, titik leleh dan titik beku Membandingkan data titik didih, titik leleh dan titik beku bahan-bahan kimia berdasarkan percobaan. Menunjukkan perbedaan antara titik didih dan titik leleh. Menjelaskan definisi kelarutan serta memberi contohnya. Melakukan percobaan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan. TUJUAN PEMBELAJARAN Membimbing siswa untuk bisa memahami tentang wujud zat berdasarkan titik didih, titik leleh, titik beku dan kelarutan melalui percobaan, serta mengkomunikasikannya. MATERI AJAR Zat adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa Secara umum, wujud zat dikelompokkan mejadi tiga yaitu padat, cair dan gas Latihan 1 Sebutkan masing masing 2 macam benda di sekitarmu yang berwujud padat, cair, dan padat ! Dengan eksperimen : Menyalakan lilin. Sebutkan bagian mana yang merupakan zat padat, cair, dan gas! Sifat sifat zat padat, cair, dan gas Sifat Bentuk Zat Padat Zat Cair Mempunyai bentuk Mengikuti Gas Mengikutu bentuk

GAS tetap Mempunyai wadahnya volum Mempunyai wadahnya Tergantung pada CAIR tempatnya

PADAT

tetap Kompresibilitas Tidak (Pemampatan) Massa Jenis Kemudahan Mengalir

Volum

volum tetap dapat Sulit untuk Mudah dimampatkan dimampatkan dimampatkan Pada umumnya Mempunyai Mempunyai massa jenis yang sangat mempunyai massa massa jenis kecil jenis yang besar sedang Tidak mengalir Dapat mengalir Dapat mengalir

Wujud Zat dan Teori Kinetik Partikel Teori Kinetik Partikel menyatakan bahwa semua zat tersusun dari partikel partikel yang sangat kecil dan selalu bergerak. Zat Padat Susunan partikel zat padat yang saling berdekatan dan teratur sehingga partikel ini dapat bergetar dan berputar ditempatnya, tetapi tidak dapat bergerak bebas karena gaya tarikmenarik partikel sangat kuat. Oleh karena itu zat padat mempunyai bentuk dan volum yang tetap. Zat cair Partikel-partikel za cair dapat bergerak bebas tetapi tidak meninggalkan kelompoknya. Zat cair dapat mengalir dan bentuknya selalu merubah sesuai dengan bentuk wadahnya. Gaya tarik-menarik antarpartikel pada zat cair masih cukup besar, sehingga partikelpartikelnya tidak dapat memisahkan diri dari kelompoknya. Oleh karena itu zat cair memiliki volum tetap walaupun bentunya mudah berubah. Gas Partikel-partikel gas menyebar jauh satu sama lain. Gaya tarik-menarik antarpartikel gas sangat lemah bahkan dapat diabaikan. Partikel-partikel gas begerak bebas dengan kecepatan dan arah acak dalam wadahnya Perubahan Wujud Zat

Ket: a : Padat menjadi Cair disebut meleleh b : Cair menjadi Padat disebut membeku c : Cair menjadi Gas disebut menguap d : Gas menjadi Cair disebut mengembun

e : Padat menjadi Gas disebut f: Gas menjadi Padat disebut deposisi

menyublim

Proses Perubahan Wujud Meleleh Ketika zat padat dipanaskan, energi panas tersebut diserap oleh partikel-partikel sehingga getaranya menjadi lebih cepat dan jarak antar partikel makin jauh. Pada suhu tertentu, gaya tarik-menarik antarpartikel yang mengikat partikel-partikel zat padat agar tetap pada tempatnya tidak dapat lagi mengatasi getaran-getaran partikel. Akibatnya, partikelpartikel terlepas satu sama lain dan dapat berpindah tempat. Padas saat itu, proses zat padat telah berubah wujud menjadi zat cair disebut meleleh. Suhu pada saat zat padat berubah menjadi zat cair disebut titik leleh. Membeku Ketika zat cair didinginkan, gerak partikel akan melambat dan jarak antar partikel makin dekat. Akibatnya, gaya tarik-menarik antarpartikel makin. Pada suhu tertentu, gaya tarikmenarik antarpartikel sanggup mengikat partikel-partikel tetap pada tempatnya. Padas saat itu, proses zat cair telah berubah wujud menjadi zat padat disebut membeku. Suhu pada saat zat cair berubah menjadi zat padat disebut titik beku Mendidih Ketika zat cair dipanaskan partikel-partikel menyerap panas, sehingga mampu bergerak mengatasi gaya tarik-menarik antarpartikel zat cair yang menahannya. Akibatnya, partikel-partikel bebas bergerak dengan lebih cepat. Dengan demikian, zat cair berubah menjadi gas. Penguapan terjadi pada seluruh bagian zat cair dan berlangsung cepat. Proses ini disebut mendidih. Suhu pasaat halini terjadi disebut titik didih. Mengembun Apabila gas didinginkan maka partikel-partikelnya akan kehilangan energi. Akibatnya partikel-partikel gas akan bergerak dengan lambat dan berubah menjadi cair. Proses ini disebut mengembun, suhu pada saat gas berubah menjadi zat cair disebut titik embun. Menyublim Sublimasi terjadi karena partikel-partikel pada permukaan zat padat mempunyai energi yang cukup untuk melepas diri dari ikatanya menjadi gas. Contok es kering (karbon dioksida padat) yang dipanaskan perlahan-lahan. 0100090000032a0200000200a20100000000a201000026060f003a03574d464301000000 00000100afaa0000000001000000180300000000000018030000010000006c0000000 000000000000000350000006f0000000000000000000000423900009b0f000020454d 4600000100180300001200000002000000000000000000000000000000c0120000aa1 a0000cb00000021010000000000000000000000000000c0190300c768040016000000 0c000000180000000a0000001000000000000000000000000900000010000000870d0 000b1030000250000000c0000000e000080250000000c0000000e0000805200000070

01000001000000a4ffffff0000000000000000000000009001000000000000044000224 30061006c006900620072006900000000000000000000000000000000000000000000 00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000110078a e110010000000dcb111005caf110052516032dcb11100d4ae11001000000044b01100c 0b1110024516032dcb11100d4ae11002000000049642f31d4ae1100dcb11100200000 00ffffffff3c4bcc00d0642f31ffffffffffff0180ffff0180dfff0180ffffffff008800000008000 0000800000100000001000000000000005802000025000000372e90010000020f0502 020204030204ef0200a07b20004000000000000000009f00000000000000430061006 c0069006200720000000000004e9e0570a06032297d7ecf1c4bcc00f85bc30008af1100 9c382731040000000100000044af110044af1100e8782531040000006caf11003c4bcc 006476000800000000250000000c00000001000000250000000c00000001000000250 000000c00000001000000120000000c00000001000000180000000c00000000000002 54000000540000000000000000000000350000006f0000000100000055558740637b8 7400000000057000000010000004c000000040000000000000000000000870d0000b0 0300005000000020004d003600000046000000280000001c000000474449430200000 0ffffffffffffffff870d0000b203000000000000460000001400000008000000474449430 3000000250000000c0000000e000080250000000c0000000e0000800e000000140000 000000000010000000140000000400000003010800050000000b0200000000050000 000c028000d501040000002e0118001c000000fb020200010000000000bc020000000 00102022253797374656d00000000000000000000000000000000000000000000000 00000040000002d010000040000002d0100001c000000fb02f4ff00000000000090010 00000000440002243616c696272690000000000000000000000000000000000000000 0000000000040000002d010100040000002d010100040000002d0101000400000002 010100050000000902000000020d000000320a0c0000000100040000000000d501800 0209c0700040000002d010000040000002d010000030000000000 Larutan Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut Contoh : larutan gula dalam air Campuran adalah campuran heterogen antara zat terlarut dan pelarut Contoh : larutan pasir dalam air. Proses Pelarutan Proses pelarutan mempelajari tentang bagaimana suatu larutan terbentuk. Kecepatan proses pelarutan di pengaruhi oleh Suhu Bila suhu dinaikkan, partikel pelarut bergerak lebih cepat dan bertabrakan lebih sering dengan zat terlarut, sehingga proses pelarutan berlangsung lebih cepat. Pengadukan Pengadukan memindahkan larutan jenuh dari sekitar zat terlarut dan menggantinya

dengan pelarut yang belum jenuh, sehingga proses pelarutan berlangsung cepat. Memperkecil ukuran zat terlarut Memperkecil ukuran berarti memperluas permukaan zat terlarut yang dapat diserang oleh pelarut, sehingga proses pelarutan berlangsung cepat. Memperbesar volum pelarut. Memperbesar volum pelarut berarti memperkecil konsentrasi larutan, sehingga proses pelarutan berlangsung lebih cepat. Latihan 2 Eksperimen faktor-faktor kecepatan proses pelarutan Alat : gelas 2 buah, sendok 2 buah, stopwatch. Bahan : Air, tablet obat (digerus dan tidak digerus). Cara Kerja : Isi kedua gelas dengan air( volume sama ) Gelas pertama dimasukkan tablet yang sudah digerus/dihaluskan, diaduk*, catat waktunya sampai zat larut semua. Gelas kedua dimasukkan tablet yang tidak digerus/dihaluskan, diaduk*, catat waktunya sampai zat larut semua. Ulangi langkang 1- 4, tetapi airnya lebih sedikit Amatilah.. dan catat hasilnya *kecepatan pengadukan bervariasi( lambat-sedang-cepat) METODE PEMBELAJARAN Ceramah Eksperimen Diskusi Tanya Jawab KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR NO 1 Kegiatan Awal Memberikan apersepsi kepada siswa terhadap materi yang akan dipelajari 2 Kegiatan Inti Membimbing siswa dalam mengetahui wujud zat berdasarkan titik didih, titik leleh, titik beku dan kelarutan melalui percobaan Proses evaluasi dengan pengerjaan soal latihan dan tanya jawab 10 menit 23 menit 7 menit KEGIATAN ALOKASI WAKTU

Kegiatan Akhir Menyimpulkan materi yang telah dipelajari hari itu. Memberi informasi materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya 5 menit

MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN Media Pembelajaran White Board Board marker Untuk eksperiment : 1. lilin dan korek api 2 Alat : gelas 2 buah, sendok 2 buah, stopwatch. Bahan : Air, tablet obat (digerus dan tidak digerus). Sumber Pembelajaran Erlangga Bahan Ajar Wujud Zat PENILAIAN Afektif Aspek Penilaian Kognitif Aspek penilaian : Ketepatan siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan soal : Keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar : Buku Sains Kimia SMP Kelas VII Karangan Johnson; Editor Supriyana, 2004 ,penerbit :

Surakarta, 18 Maret 2010 Penyusun

Septi Fajar Dwitiya

RENCANA PEMBELAJARAN
Disusun guna memenuhi tugas ujian kompetensi 2 Mata Kuliah Belajar Pembelajaran II

Oleh :

TRESNI SETIATI

K3307049 PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2009