Anda di halaman 1dari 10

NASKAH MAGAZINE SHOW Tatar Sunda (untuk memenuhi tugas penulisan naskah semester II)

Disusun Oleh :

Nama : Zarica Yuniaziza

NIS: 10108962

Kompetensi Keahlian Teknik Produksi Dan Penyiaran Program Pertelevisian SMKN 1 Cimahi Jln. Mahar martanegara No.48 Leuwigajah Telp/Fax : 6629683 Kota Cimahi 40533 2011

NASKAH

Judul Durasi Episode

: Tatar Sunda : 30 Menit : Turun Taneuh

Produser Pengarah Acara Penulis Naskah

: Zarica Yuniaziza : Zarica Yuniaziza : Zarica Yuniaziza

SEG I

NO 1 2

VIDEO OBB Gimmick Playback Live

AUDIO

DURASI 00:00:20 00:01:00

REMARKS Grafis & Audio Band menyanyikan & memainkan lagu lagu sunda

Host membuka Cathrine & Fajar : Hallo pemirsaaaa acara sambil berdiri Cathrine : Bertemu lagi dengan kita berdua, Cathrine dan? Fajar : Fajar Cathrine : Iya dalam 30 menit kedepan kita berdua akan menemani pemirsa semua dengan cerita-cerita menarik mengenai budaya budaya di daerah sunda ini Fajar : dan tentunya bukan Cuma ceritanya aja, tapi juga ada cara cara melakukan budaya tersebut Cathrine : Iyadong yang tentunya cuma ada di.. Cathrine & Fajar : tatar sunda Fajar : Budaya urang Cathrine : Carita urang Host berbincangFajar : Oh iya hari ini kita bakal bahas

00:01:00

00:03:00

bincang sedikit mengenai episode mereka

Budaya apaan nih cath? Cathrine Fajar Cathrine Fajar Cathrine Fajar Cathrine : nah kali ini kita akan bahas sebuah upacara adat buat para adik bayi : wah apaan tuh cath? Pasti upacara puput puseur ya? : bukaaaaaaan : hmmm kalau gitu upacara pemberian nama buat bayi ya? : yeeee itu sih sama sama upacara puput puseur juga jar! Hahahaha : oh iya yah hahahaha terus apaan dong? : nih aku kasih clue ya, upacara ini biasanya dilakuin kalau si bayi udah bisa ngerangkak atau ngga ngelangkah sedikit sedikit. Nah upacara apaan coba? : hmm upacara marhaban kan? : bukaaaaan : loh terus upacara apaan dong cath? : yah fajar gimana sih masa ga tauuu. kan udah aku kasih clue tadi : taluk deh taluk deh : yah fajaaaar. Kita tuh sekarang mau bahas soal upacara turun taneuh jaaar : nah ituuu tadi aku mau bilang itu cath! hahahaha : huuu fajar bercanda nih ah : hahahahahaha : eh pemirsa semua pasti penasaran kan sama upacara turun taneuh buat para bayi ini?

Fajar Cathrine Fajar Cathrine Fajar Cathrine Fajar Cathrine Fajar Cathrine

Host menyuruh pemirsa tetap stay tune di acara

00:00:20

Fajar

Gimmick

: tetep stay tune ya di acara kita. Di Segmen selanjutnya nanti kita bakal bahas abis deh soal upacara turun taneuh ini Cathrine : makanya jangan kemana ya pemirsa Fajar & Cathrine : tetep di Tatar sunda Fajar : tempat nyeritain budaya sunda yang paling asik Cathrine : dan tentunya paling rame Live

00:00:15

7 Bumper Out Total Durasi Segmen I Comersial Break II 1 Bumper IN 2 Host melakukan sedikit bincang bincang

Playback

Playback Cathrine

Fajar Cathrine Fajar Cathrine Fajar Cathrine Playback Fajar

: Hallo pemirsa! Balik lagi di acara tatar sunda nih bareng cathrine sama fajar. nah ngomong-ngomong pemirsa semua udah pada tau belum soal upacara turun taneuh ini? : wah kayanya pemirsa masih banyak bingung soal upacara ini nih : kalau gitu kita langsung kupas habis soal upacara ini aja yuuu : mulai darimana nih cath? : kita mulai dari daerah yang masih suka ngelakuin upacara ini aja yaaaa : okedeh. Kita liat yu tayangan yang satu Ini buat lebih jelasnya : check it out ;) : nah gimana tayangannya tadi pemirsa?

00:00:05 00:06:00 00:02:00 00:00:05 00:02:00

Band menyanyikan & memainkan lagu lagu sunda Grafis & Audio

Grafis & Audio

3 4

Insert VT Host menyuruh

00:03:20 00:00:15

VT Bedah Sunda

pemirsa tetap stay tune di acara

Cathrine Fajar

pastinya oke banget kan? : pastinya dong jar. Nah pemirsa, mau tau lebih lanjut soal upacara turun taneuh? : jangan kemana mana. Tetep di tatar sunda ya 00:00:15 Band menyanyikan & memainkan lagu lagu sunda Grafis & Audio

Gimmick

Live

6 Bumper Out Total Durasi Segmen II Comersial Break III 1 Bumper In 2 Insert VT 3 Host berbincangbincang sedikit sambil berdiri

Playback

Playback Playback Cathrine

Fajar 4 5 Insert VT Host menyuruh pemirsa tetap stay tune di acara Playback Cathrine Fajar Cathrine Live

: pemirsa semua sekarang udah tau kaaan asal usulnya upacara turun taneuh buat bayi dari tayangan tadi : kita juga masih punya tayangan lainnya loh, liat yang satu ini yu : aduh bayi yang tadi lucu yah kaya aku hahaha : plis deh cath jauh banget hahah : hahaha pemirsa jangan kemana mana ya tetep stay tune dii tatar sunda

00:00:05 00:06:00 00:02:00 00:00:05 00:02:00 00:00:15

Grafis & Audio VT Asal Muasal

00:03:10 00:00:10

VT Kumaha Sih

Gimmick

00:00:15

7 Bumper Out Total Durasi Segmen III Comersial Break IV 1 Bumper In 2 Host berbincangbincang sedikit

Playback

Playback Fajar

: Daerah yang suka ngelakuin upacara turun taneuh udah, asal usulnya udah,

00:00:05 00:06:00 00:02:00 00:00:05 00:01:00

Band menyanyikan & memainkan lagu lagu sunda Grafis & Audio

Grafis & Audio

sambil berdiri Cathrine

Fajar

Cathrine

Testimonial

Fajar Playback

cara ngelakuinnya juga udah, apa lagi ya cath? : masih ada satu lagi jar. Pendapat orang mengenai upacara adat turun taneuh ini jar : oh iya bener! Kira kira upacara ini halal ga ya buat kita lakuin? Terus penting seberapa penting ya upacara adat ini? : nah daripada kita bingung gini, buat buat jelasnya kita liat tayangan yang satu Ini aja yu : check it out ;) 00:03:00 Pendapat para ahli mengenai upacara adat Turun Taneuh

Host menutup acara Cathrine sambil berdiri

Gimmick

: okedeh sekarang kita semua udah tau kaan tentang upacara turun taneuh dan ga kerasa nih pemirsaaa, udah 30 menit kita berdua nemenin pemirsa disini, saatnya kami berdua pamit Fajar : wilujeng tepang deui engke, di acara ieu deui, waktos ieu deui Fajar & Cathrine : di tatar sunda Live

00:00:25

00:01:00

Credit Title

Playback

00:00:35 00:06:00

Band menyanyikan & memainkan lagu lagu sunda Nama seluruh kru yang bertugas

Total Durasi Segmen IV

NASKAH VT

Judul Durasi Episode

: Tatar Sunda : 30 Menit : Turun Taneuh

Produser Pengarah Acara Penulis Naskah

: Zarica Yuniaziza : Zarica Yuniaziza : Zarica Yuniaziza

NO 1

VIDEO Diperlihatkan gambar upacara adat turun taneuh versi jaman dahulu (yang dilakukan oleh orang jaman dahulu) dan upacara adat turun taneuh vcersi sekarang (yang dilakukan oleh orang jaman sekarang)

AUDIO

DURASI 00:03:25

REMARKS Asal-usul dari upacar adat turun taneuh

Upacara adat tedhak sinten atau lebih sering dikenal dengan upacara turun taneuh merupakan uapcara warisan dari leluhur sunda yang sampai sekarang masih kerap dilakukan di beberapa daerah di jawa barat meski sudah jarang dan bahkan hamper punah. Asalusul dari upacara adat turun taneuh ini memang tidak jelas. Namun yang pasti upacara ini merupakan warisan leluhur yang harus kita lestarikan. Konon ini sebagai bentuk perlindungan

terhadap

segala

gangguan

kejahatan

terhadap diri sang anak. Prosesi selanjutnya sang anak dituntun untuk meniti tangga yang terbuat dari batang tebu dan kemudian dibaringkan diatas ayunan. Kini

dimaksudkan agar jalan hidup yang dijalani sang anak adalah jalan hidup yang manis.
2 Diperlihatkan gambar daerah Jawa barat dari sebuah peta, dan kemudian zoom-in menuju ke daerah cilacap. Transition effect fade infade out menjadi pengantar menuju gambar kota cilacap. Diperlihatkan keadaan sekitar kota cilacap dan sedikit gambar pelaksanaan upacara adat turun taneuh.

Jawa barat, memiliki banyak tradisi yang unik dan meranik dan salah satunya di kota cilacap. Ya di tanah Cilacap ada tradisi bayi turun tanah dalam budaya Jawa, upacara tedhak sinten atau upacara turun taneuh ini adalah ritual yang sama pentingnya dengan selamatan kelahiran, pernikahan atau kematian. Namun tradisi menurunkan bayi untuk menginjakkan kaki ke tanah ini sudah jarang dilakukan sehingga hampir punah.

00:02:00

Menceritakan daerah daerah yang masih melaksanakan upacara adat turun taneuh

Diperlihatkan gambar yang dimulai dari sebelum dimulai acara. sang anak terlebih dahulu didandani dengan pakaian khas Jawa. Lengkap dengan kepala tutup blankon. Jika wanita biasanya dirias dengan pakaian ala

Upacara Turun Taneuh inidiselenggarakan setelah bayi itu agak besar, setelah dapat merangkak atau melangkah sedikit-sedikit.

00:03:10

Menceritakan bagaimana cara melakukan upacara adat turun taneuh

pengantin. Selanjutnya sang anak diarak dengan menaiki andong. Sang anak dipindahkan dengan menaiki kuda bersama dengan sang ayah. Kuda Sumbawa yang dikalungi jajanan anak ini, berjalan menuju lokasi upacara. Sebelum memasuki upacara dilakukan pelepasan 20 burung merpati sebagai simbol kebebasan, serta 70 balon yang menggambarkan kegembiraan anak-anak. Tedhak sinten sendiri merupakan upacara menjejakkan tanah. Sebelum menjejakkan tanah, sang anak dituntun oleh orangtuanya untuk melangkah diatas cobekan berisi sesaji makanan sejenis dodol dari beras ketan berwarna putih dan merah serta beras kuning. Setelah itu anak dituntun untuk menjejakkan kaki diatas tanah. Sang anak beserta ibunya kemudian dimasukan kedalam kurungan ayam, untuk memilih segala rupa mainan didalam kurungan tersebut. Konon ini sebagai bentuk perlindungan terhadap segala gangguan kejahatan terhadap diri sang anak. Prosesi selanjutnya sang anak dituntun untuk meniti tangga yang terbuat dari batang tebu dan kemudian dibaringkan diatas ayunan.

Upacara ini dimaksudkan agar si anak mengetahui keduniawian dan untuk mengetahui akan menjadi apakah anak itu kelak, apakah akan menjadi petani, pedagang, atau akan menjadi orang yang berpangkat. Perlengkapan yang disediakan harus lebih lengkap dari upacara Nurunkeun, selain aneka makanan juga disediakan kain panjang untuk menggendong, tikar atau taplak putih, padi segenggam, perhiasan emas (kalung, gelang, cincin), uang yang terdiri dari uang lembaran ratusan, rebuan, dan puluh ribuan. Jalannya upacara, apabila para undangan telah berkumpul diadakan doa selamat, setelah itu bayi digendong dan dibawa ke luar rumah. Di halam rumah telah dipersiapkan aneka makanan, perhiasan dan uang yang disimpan di atas kain putih, selanjutnya kaki si anak diinjakan pada padi/ makanan, emas, dan uang, hal ini dimaksudkan agar si anak kelak pintar mencari nafkah. Kemudian anak itu dilepaskan di atas barang-barang tadi dan

dibiarkan merangkak sendiri, para undangan memperhatikan barang apa yang pertama kali dipegangnya. Jika anak itu memegang padi, hal itu menandakan anak itu kelak menjadi petani. Jika yang dipegang itu uang, menandakan anak itu kelak menjadi saudagar/pengusaha. Demikian pula apabila yang dipegangnya emas, menandakan anak itu kelak akan menjadi orang yang berpangkat atau mempunyai kedudukan yang terhormat. 4 Diperlihatkan gambar dari narasumber ketika sedang berbicara mengenai upacara adat turun taneuh yang kemudian bergantian dengen gambar-gambar mengenai upacara adat turun taneuh. Add Lips 00:03:00 Testimonial mengenai upacara turun taneuh dari narasumber yang dimasukan dalam bentuk VT