Anda di halaman 1dari 7

Allah Semata

Tentang Halal dan Haram


Tentang Halal dan HaramDitulis untuk Allah-Semata.Org Dan janganlah kamu menerima apapun yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan akal, semuanya akan diminta pertanggungan jawabnya. (17:36) Ayat 17:36 di atas adalah pengingat bagi kita semua, bahwa apapun pemikiran dan analisa yang dibahas di sini dan di mana pun, yang berhubungan dengan "Diin" atau Sistem atau Jalan Hidup dari Islam yang indah ini, tidak untuk diiyakan dan diikuti dengan begitu saja. Merupakan tugas tiap diri kita sebagai manusia dan hamba Allah untuk selalu memeriksa kebenaran dengan mengerahkan segala daya pikir dan akal budi yang telah dikaruniakan oleh Allah. Yang Dihalalkan Allah Pasti Halal dan Yang Diharamkan Allah Pasti Haram.Betapa sederhananya konsep ini. Apa yang Allah tidak katakan sebagai haram, diizinkan atau dihalalkan bagi semua hambanya. Jangan berani-berani memainkan peran Allah dengan cara yang salah dengan mengklaim atau mengakui bahwa ini haram atau itu haram karena "keinginan pribadi" atau umumnya karena hanya mengikuti dan membeo ketentuan dan kebiasaan dari orang-tua, nenek moyang, tradisi, dari manapun itu bersumber! Kita harus INGAT bahwa kalimat: "ini halal atau itu haram" hanya bisa diucapkan oleh Allah, tuhan dan junjungan kita. Tolong diingat dan dipatri dalam hati anda, bahwa jika ada seseorang yang bertanya kepada anda: "Apakah ini Haram?" – jawablah: "Jika hal ini tidak pernah dinyatakan haram oleh Allah, tidak ada kekuasaan apapun di dunia ini yang bisa menentukan bahwa hal ini haram." Mudah-mudahan Allah membimbing kita ke dalam cahaya-Nya. Qul araaytum maa anzala Allaahu lakum min rizqin faja'altum minhu Haraaman waHalaalan qul aallaahu adzina lakum am 'alaa Allaahi taftaruuna. (10:59) Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal." Katakanlah: "Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?" (10:59) Ayat 10:59 di atas konteksnya adalah tentang rezeki dari Allah secara umum, dalam artian literal maupun kiasan. Berlaku terhadap segala macam hal yang Allah sediakan bagi kita umat manusia, di darat, laut, udara, pada tumbuhtumbuhan dan binatang serta segala macam benda mineral. Secara kiasan adalah segala seuatu yang berhubungan dengan pencarian ilmu pengetahuan dan juga spiritual dalam kehidupan setiap individu maupun sosial. Bukankah Nabi Muhammad Adalah Contoh Terbaik? Apakah Imam, Ulama, Ustadz, atau Kita Lebih Baik Daripada Nabi Muhammad?Apa yang dihalalkan Allah pasti halal dan yang diharamkan-Nya pasti haram. Untuk menekankan dan meyakinkan pentingnya pernyataan di atas, di bawah adalah kekhilafan yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad, dimana untuk menyenangkan isteri-isterinya beliau mengharamkan sesuatu yang telah ditentukan Halal oleh Allah. Yaa ayyuhaa annabiyyu lima tuHarrimu maa aHalla Allaahu laka tabtaghii mardhaata azwaajika wallaahu ghafuurun raHiimun Qad faradha Allaahu lakum taHillata aymaanikum wallaahu mawlaakum wahuwa al'aliimu alHakiimu. (66:1-2) Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; hanya untuk menyenangkan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (66:1-2) "Oh Prophet, WHY do you forbid (TUHARAM) that which God has made lawful (AHAL) in order to please your wives. God is Merciful and Forgiving. God has decreed to you how to revoke your oaths, and God is your Lord. He is most Wise and Knowledgeable" (66:1-2)

Di sini jelas bahwa: BAHKAN Nabi Muhammad-pun langsung ditegur Allah!!! Dan puji syukur kepada-Nya bahwa ayat ini sangat meyakinkan supaya kita atau siapapun orang-orang yang berakal budi, yang diberkahi dengan pengetahuan dan terutama beriman terhadap kalimat-kalimat Allah di dalam Al-Qur'an jangan sampai berani mengharamkan apapun yang dihalalkan oleh Allah, sebaliknya jangan sampai menghalalkan sesuatu yang diharamkan-Nya. Apakah ada di antara kita (sepintar apapun dan berapa besarnyapun kekuasaan kita) yang lebih baik dari Nabi Muhammad? Sangat tidak patut dan salah besar untuk mengadakan larangan-larangan di luar hukum Allah (dari Al-Qur'an) dan mengatakan bahwa larangan-larangan tersebut datangnya dari Allah.
http://allah-semata.org Powered by Joomla! Generated: 12 June, 2011, 17:20

Allah Semata

Maka makanlah yang halal dan baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya saja. (16:114) Innamaa Harrama 'alaykumu almaytata waddama walaHma alkhinziiri wamaa uhilla lighayri Allaahi bihi famani idhthurra ghayra baaghin walaa 'adin fa-inna Allaaha ghafuurun raHiimun. (16:115) Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu 1: bangkai, 2: darah, 3: daging babi dan 4: apa yang disebut nama selain Allah; tetapi barang siapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (16:115) No. 4, uhilla lighayri Allaahi bihi, umum diterjemahkan: yang disembelih dengan menyebut selain nama Allah. Terjemahan yang lebih tepat adalah: "yang disebut selain nama Allah" semisal makanan yang didekasikan kepada selain Allah, seperti sesajen dan semacamnya. Di kehidupan yang sangat modern secara teknologi ini, di negara yang sangat maju binatang disembelih tidak lagi oleh tangan manusia namun oleh mesin. Langsung setelah 16:115 adalah sebagai berikut: Walaa taquuluu limaa tashifu alsinatukumu alkadziba haadzaa Halaalun wahaadzaa Haraamun litaftaruu 'alaa Allaahi alkadziba inna alladziina yaftaruuna 'alaa Allaahi alkadziba laa yufliHuuna. (16:116) Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram," untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (16:116) Mataa'un qaliilun walahum 'adzaabun aliimun. (16:117) (Itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan bagi mereka azab yang pedih. (16:117) Ayat 16:116 mempunyai kaitan yang khusus tentang empat jenis makanan yang diharamkan pada ayat 16:115 (juga 2:173 dan 6:145). Jelas sekali di sini bahwa siapapun, dan apapun statusnya, tidak boleh mengadakan kebohongan terhadap Allah, mengatakan ada makanan lain yang diharamkan selain yang empat jenis di atas. Kecuali kita menyediakan diri kita sendiri untuk diberi azab yang pedih di hari kemudian. Baca dan pahami lagi ayat (16:116) tersebut di atas, dan renungkan bahwa dalam perjalanan hidup kita, kenyataan sosial di lingkungan tradisi agama kita, sering sekali kita dengar dengan mudahnya orang-orang menyatakan bahwa binatang yang hidup didua-alam, binatang bertaring dan beberapa hal, haram hukumnya untuk dimakan!! Mari saya tekankan sekali lagi hukum yang tertinggi adalah dari Allah, dan satu-satunya hukum tertulis dari Allah ada di dalam AlQur'an. Kalaulah ada hukum-hukum lain buatan manusia seberapa terhormatnyapun statusnya sebagai manusia NAMUN jika hukum-hukum buatan tersebut bertentangan dengan hukum Allah, hukum siapa yang akan kita imani? Ingat, siapapun yang meng-atasnamakan Allah dan menceritakan kebohongan tentang perintah-perintah dan hukum Nya tiada lain hukumannya selain menerima azab yang pedih pada hari dimana kita dihadapkan kepada Sang Pencipta. Masih Perlu Bukti Yang Lain?Insya Allah bagi sebagian besar pembaca kupasan halal dan haram ini, bukti bahwa bahkan Nabi Muhammad pun ditegur Allah pada ayat (66:1-2) sudah meyakinkan dan segera merenung, memikirkan dengan segenap akal budinya kemudian mengoreksi pemahamannya yang salah selama ini dan jangan pernah berani lagi untuk meng-amini, meng-imani, bahkan mengikuti hukum yang diada-adakan oleh siapapun!!! Namun bila hal-hal di atas belum cukup memberi kedamaian dan keyakinan berikut ayat lainnya yang menekankan hal yang kurang lebih sama: Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu!!Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal." Katakanlah: "Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?" (10:59) Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia. Dan khusus bagi mereka saja rezeki yang baik di hari kebangkitan. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. (7:32) Sebelum membahas lebih jauh, kita bahas dulu apa yang dimaksud oleh kata "Halal" dan "Haram" dan mendapatkan pengertian yang jelas dari berbagai macam pengertiannya. Sehingga pada akhirnya akan menjadi jelas bahwa dengan "melanggar hukum-hukum Allah" kita akan menjadi dekat kepada dosa, kejahatan dan ketidak-bahagiaan. Sebaliknya jika kita "menaati hukum-hukum Allah" kita didekatkan dan dipertemukan dengan kedamaian, kebahagiaan, kepuasan dan mensyukuri nikmat-Nya baik sebagai pribadi maupun sosial. Kata Arab "Halal" atau sah, digunakan di dalam Al-Qur'an dengan arti-arti sebagai berikut: sah, mensahkan, menjadi sah, membolehkan, untuk diperbolehkan, boleh, suci, keramat, mensucikan. Bentuk yang digunakan sebagai berikut: 1: Halla; 2: Halal; 3: Hill; 4: Ahalla.
http://allah-semata.org Powered by Joomla! Generated: 12 June, 2011, 17:20

Allah Semata

Kata "Haram" atau larangan, digunakan dalam Al-Qur'an dengan arti-arti sebagai berikut: terlarang, melarang, untuk melarang, untuk mencegah. Bentuk yang digunakan sebagai berikut: 1: Harram; 2: Harrama. Dua kata ini, "Halal dan Haram," digunakan secara bersamaan di dalam beberapa ayat dengan maksud menekankan arti dan pengertiannya karena kedua kata ini mempunyai arti yang berlawanan. Misalnya pada 2:275, Allah mengijinkan, menghalalkan jual-beli (perdagangan) dan melarang atau mengharamkan riba. Definisi Halal atau SahMengatur berdasarkan prinsip kebenaran, aturan-aturan, mandat/hak, perintah, aturan yang diadakan, ketentuan, bentuk hukum, menurut hukum dan lain sebagainya. Definisi Haram atau Larangan atau DilarangBerlawanan dengan hukum, anarkis, pelanggaran hukum, ilegal/tidak sah, tidak sah secara hukum, tidak patuh, perintah untuk tidak, tabu. Yang Haram, Diharamkan, Yang Terlarang dan DilarangSatu-satunya aturan di dunia yang paling sempurna adalah Hukum Allah, dan pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah hanya akan berakhir dengan kesengsaraan dan ketidakbahagiaan, sebagaimana berikut: Waman a'radha 'an dzikrii fa-inna lahu ma'iisyatan dhankaan wanaHsyuruhu yawma alqiyaamati a'maan. (20:124) Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur'an), maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghidupkan-nya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (20:124) A. Peng-IDOLA-anLarangan pertama dan utama dari semua kitab suci di dunia adalah peng-IDOLA-an: Laa taj'al ma'a Allaahi ilaahan aakhara fataq'uda madzmuuman makhdzuulaan. (17:22) Janganlah kamu adakan tuhan lain disamping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah). (17:22) Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (2:22) Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah kelaliman terbesar." (31:13) Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (4:116) B. Larangan Umum dan Yang 'Dikeramatkan'Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan (keramatkan) bagimu oleh Tuhanmu, yaitu: - kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, - kamu berbuat (tidak) baik terhadap kedua orang tuamu, - kamu membunuh anak-anak kamu karena takut akan kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; - Dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, - dan janganlah kamu membunuh jiwa diciptakan Allah kecuali dengan alasan yang benar." Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu mengerti. (6:151) Dan janganlah kamu ambil harta anak yatim, sampai usia mereka menginjak dewasa, kecuali untuk sesuatu yang bermanfaat bagi mereka. Dan berbuatlah adil dalam menimbang dan mengukur atau memberikan bagian (dalam perdagangan). Kami tidak membebani jiwa seseorang melebihi apa yang dia mampu tanggungkan. Dan apabila kamu berkata, berlaku adilah meskipun terhadap keluargamu sendiri. Dan penuhilah setiap janji yang kamu nyatakan dengan nama Allah. Ini yang diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat. (6:152) Banyak ayat-ayat lain yang berkenaan dengan larangan dari Allah, yang bisa kita sarikan dari Al-Qur'an; Umumnya ayatayatnya mudah dimengerti, masuk ke dalam ayat yang Muhkamat (Tegas dan Jelas), beberapa yang bisa anda cek lagi adalah sebagai berikut: - Tentang amalan yang tidak baik (perbuatan jahat), terang-terangan ataupun sembunyi, menyerang dengan tidak adil. 7:33 - Minuman keras dan judi 2:219 - Prasangka jelek, sekecil apapun, terhadap siapapun; memata-matai satu sama lain (misal. Lihat dompet atau tas, email, handphone orang lain – ini soal privasi) apakah itu teman, pacar, pasangan hidup, saudara; ataupun menjelekkkan satu sama lain dan lain sebagainya. 49:12
http://allah-semata.org Powered by Joomla! Generated: 12 June, 2011, 17:20

Allah Semata

- Riba 2:275 - Membunuh satu sama lain, mengusir orang dari rumahnya 2:285 C. Larangan (HARRAMA) Tentang Pernikahan dan WanitaInses Terlarang dan Daftar Yang Diharamkan Untuk Dinikahi: "Diharamkan bagimu (dalam perkawinan) adalah: - ibu-ibumu, - anak-anakmu yang perempuan, - saudara-saudaramu yang perempuan, - saudara-saudara bapakmu yang perempuan, - saudara-saudara ibumu yang perempuan, - anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, - anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, - ibu-ibumu yang menyusui kamu, - saudara perempuan sepersusuan, - ibu-ibu istrimu (mertua), - anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri -- tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan) , maka tidak berdosa kamu mengawininya. Dan diharamkan bagimu: - istri-istri anak kandungmu (menantu). - Dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (4:23) Dan (diharamkan mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) diantara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (4:24) Juga... "Janganlah nikahi wanita yang mempersekutukan Allah sampai dia beriman…" (2:221) Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan jalan yang buruk sekali. (4:22) Berzina dan Perbuatan Sex Yang Menyalahi TERLARANG, DIHARAMKAN Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin. (24:3) Ayat 24:11-19 mengutuk perbuatan yang "menuduh berzina" terhadap seorang wanita yang telah menikah tanpa buktibukti yang jelas. Di ayat 19, ancaman Allah sebagai berikut: Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (tuduhan) perbuatan yang amat keji itu tersiar dikalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. (24:19) Homoseksual: Dan (ingatlah kisah) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu sedang kamu melihat (nya)?" (27:54) Mengapa kamu berhubungan sex dengan laki-laki, bukannya dengan wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengindahkan (akibat perbuatanmu)." (27:55) Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, kamu sebenarnya adalah kaum yang melampaui batas. (7:81) D. LARANGAN yang Berhubungan Dengan Makanan Katakanlah: "Tidak ada makanan yang diharamkan dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, kecuali kalau makanan itu: - bangkai (binatang yang mati sendiri),
http://allah-semata.org Powered by Joomla! Generated: 12 June, 2011, 17:20

Allah Semata

- atau darah yang mengalir - atau daging babi, karena kotor (* terkontaminasi bakteri yang akan merugikan manusia), - yang disebut selain nama Allah. Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (6:145) Hal sama dinyatakan pada Surat Al-Baqarah 2:173 dan Surat An-Nahl 16:115 serta dengan terinci pada ayat 5:3 berikut: Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disebut nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga membagi daging dengan) mengundi nasib dengan anak panah, itu adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (5:3) Ada makanan yang dilarang khusus bagi bangsa Israel, umat Yahudi, ayat-ayatnya sebagai berikut: Semua makanan adalah halal bagi Bani Israel melainkan makanan yang diharamkan oleh Israel untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah: „Bawalah Taurat itu, lalu bacalah jika kamu orang-orang yang benar." (3:93) Maka disebabkan kelaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. (4:160) Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku; dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar. (6:146) *Untuk direnungkan: Allah sangat sempurna dalam memakai kata, seperti pada ayat 6:146, sangat khusus disebut "lemak" bukan daging, sedang pada ayat yang mengharamkan daging babi, dipakai kata "daging." Yang Halal, Yang Diperbolehkan, Hak dan SahSemua Hal Yang Tidak Disebutkan Haram Berarti HalalSecara umum, semua hal yang tidak dinyatakan sebagai Haram di dalam Al-Qur'an yah Halal. Al-Qur'an memberikan perintah yang terperinci apa yang Halal dalam suatu pernikahan dan apa yang tidak halal. Juga semua aspek dari kehidupan seseorang dibahas dengan perintah-perintah yang cermat sekali. Aturan-aturan dasar yang umum juga digariskan sehingga suatu kaum atau bangsa bisa mendasarkan semua aturan-aturan sosial dan sistem keadilan masyarakatnya tanpa keragu-raguan beradasarkan Al-Qur'an. Jika saja kita mampu meng-implementasikan aturan-aturan permerintahan dan kehidupan berdasarkan Al-Qur'an ini, yakin kita akan membentuk suatu masyarakan sosial dengan standar kualitas tertinggi dan sikap moral yang terpuji. A. Yang Halal (Ahalla), Tentang Wanita, Pernikahan, Keluarga, dan Perceraian...dan diharamkan (ahalla) bagimu istriistri anak kandungmu... Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (4:23) Wanita-wanita yang dicerai hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali haid (sebelum menikah dengan pria lain). Tidak boleh (ahalla) mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir. (jika hamil) Dan suami-suaminya meng-inginkan untuk menikahinya kembali dalam masa menanti itu, mereka lebih berhak daripada keinginan wanita. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya (jika ex-isterinya hamil). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (2:228) Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Wanita yang diceraikan harus diizinkan untuk tinggal (di rumahnya) dengan persyaratan yang baik, atau boleh pergi dengan baik-baik. Tidak halal (ahalla) bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukumhukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang lalim. (2:229) Kemudian jika si suami menceraikannya (yang ketiga kali), maka perempuan itu tidak halal (ahalla) lagi baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami-suami pertama dan istri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat
http://allah-semata.org Powered by Joomla! Generated: 12 June, 2011, 17:20

Allah Semata

menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaumyang (mau) mengetahui. (2:230) Hai orang-orang yang beriman, tidak halal (ahalla) bagi kamu mengambil waris (yang ditinggalkan) wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut… (4:19) Lihat juga 4:24: kemudian 60:10. Diperbolehkan (Ahalla): Dihalalkan (ahalla) bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur (berhubungan sex) dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu... (2:187) Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamumiliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu... (33:50) B. Yang Halal (Ahalla) Tentang: Makanan dan UmumAllah memerintahkan kita untuk mengucapkan nama-Nya sebelum kita makan. Karena semua rezeki datangnya dari Allah. Maka makanlah makanan yang telah diucapkan nama Allah padanya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya. (6:118) Mengapa kamu tidak mau memakan makanan yang telah diucapkan nama Allah padanya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia menyesatkan (orang lain) dengan pendapat mereka mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas. (6:119) Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan. (6:120) Dan janganlah kamu memakan makanan yang tidak disebut nama Allah padanya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik. (6:121) 1. Semua Makanan HALAL Kecuali Yang Dengan Khusus Diharamkan: Hai umat manusia, makanlah yang halal (ahalla) lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (2:168) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan (harrama) apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan (ahalla) bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (5:87) Dan makanlah makanan yang halal (ahalla) lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan takutlah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya. (5:88) Maka makanlah yang halal (ahalla) dan baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya saja. (16:114) 2. Binatang Hasil Buruan Yang Ditangkap Oleh Anjing/Elang Kita Dihalalkan: Mereka menanyakan kepadamu: "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?" Katakanlah: "Dihalalkan bagimu yang baikbaik dan (buruan yang ditangkap) oleh anjing atau elang yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu, kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepasnya). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya." (5:4) Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan. (5:96)
http://allah-semata.org Powered by Joomla! Generated: 12 June, 2011, 17:20

Allah Semata

Orang-orang yang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya setan yang dikendalikan oleh kegilaan. Keadaan mereka yang demikian itu, disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan (ahalla) jual beli dan mengharamkan (harrama) riba. Orangorang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, kemudian berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (2:275) Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istriistrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (66:1-2) Dari semua uraian di atas dan ayat-ayat yang dicantumkan di sini, jelas sekali bahwa Allah telah menuliskan semua hukum-hukum-Nya dengan lengkap di dalam Al-Qur'an. Allah adalah kebenaran yang sejati. Membentuk masyarakat sosial berdasarkan kepatuhan kepada hukum-hukum Allah yang benar, dari Al-Qur'an, akan menjamin kedamaian dan kesejah-teraan bagi setiap bangsa dan individu-individunya.

http://allah-semata.org

Powered by Joomla!

Generated: 12 June, 2011, 17:20