Anda di halaman 1dari 14

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0706704/penggolongan %20katalis.

html

Apakah Katalis itu ???

Katalis adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu reaksi dengan maksud memperbesar kecepatan reaksi. Katalis terkadang ikut terlibat dalam reaksi tetapi tidak mengalami perubahan kimiawi yang permanen, dengan kata lain pada akhir reaksi katalis akan dijumpai kembali dalam bentuk dan jumlah yang sama seperti sebelum reaksi. Katalis mempercepat reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi. Adanya penambahan katalis akan menyebabkan terbentuknya tahap-tahap reaksi tambahan,yaitu tahap pengikatan katalis dan tahap pelepasan katalis pada akhir reaksi. Katalis ini bersifat spesifik, artinya hanya berfungsi untuk suatu reaksi tertentu Dengan kata lain penambahan katalis memberikan jalan baru bagi reaksi yang memiliki energi aktivasi yang lebih rendah, sehingga lebih banyak molekul yang bertumbukan pada suhu normal dan laju reaksi semakin cepat.

Dengan adanya terowongan, kendaraan dapat sampai ke seberang tanpa harus mendaki melewati puncak bukit sehingga perjalanan lebih cepat dan lebih mudah. Analog dengan terowongan, suatu katalis dapat memberikan sebuah jalur baru yang lebih mudah bagi jalannya reaksi. Meskipun jalur baru tersebut tidak benar-benar datar, namun setidaknya lebih landai daripada melalui energi aktivasi semula.

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0706704/penggolongan %20katalis.html

Contoh katalis sebagai zat pengikat yakni katalis logam seperti nikel (Ni), platina (Pt), dan kromium (Cr). Permukaan logam-logam tersebut memiliki kemampuan mengikat zat yang akan beraksi sehingga terbentuk spesi yang reaktif. Apakah katalis dapat dibedakan ???

Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama: -Katalis homogen adalah katalis yang fasenya sama dengan fase zat yang bereaksi maupun zat hasil reaksi. -Katalis heterogen adalah katalis yang fasenya berbeda dengan fase zat yang bereaksi maupun zat hasil reaksi. Di dalam reaksi heterogen, katalis berada dalam fase yang berbeda dengan reaktan. Di dalam reaksi homogen, katalis berada dalam fase yang sama dengan reaktan Apa itu fase? Jika kita melihat suatu campuran dan dapat melihat suatu batas antara dua komponen, dua komponen itu berada dalam fase yang berbeda. Campuran antara padat dan cair terdiri dari dua fase. Campuran antara beberapa senyawa kimia dalam satu larutan terdiri hanya dari satu fase, karena kita tidak dapat melihat batas antara senyawa-senyawa kimia tersebut.

Apakah fungsi Katalis itu ???

Fungsi katalis adalah memperbesar kecepatan reaksinya (mempercepat reaksi) dengan jalan memperkecil energi pengaktifan suatu reaksi dan dibentuknya tahap-tahap reaksi yang baru. Dengan menurunnya energi pengaktifan maka pada suhu yang sama reaksi dapat berlangsung lebih cepat. Reaksi yang berlangsung lambat dapat dipercepat dengan menambahkan katalis yang sesuai untuk reaksi tersebut. Katalis akan mempercepat reaksi karena katalis akan mencari jalan dengan energi aktivasi yang lebih rendah sehingga reaksinya akan berlangsung lebih cepat. Satu yang harus diketahui tentang prinsip kerja katalis adalah bahwa katalis tersebut tetap ikut dalam jalannya reaksi, tetapi pada kondisi akhir, katalis akan keluar lagi dalam bentuk yang sama. Sifat-sifat kimia katalis akan sama sebelum dan sesudah mengkatalis suatu reaksi. Pentingnya katalis ditunjukkan oleh kenyataan bahwa lebih dari 75% proses produksi bahan kimia di Industri disintesis dengan bantuan katalis. Contoh proses kimia yang sangat penting misalnya sintesis metanol dari syngas (CO dan H2) dikatalisis oleh ZnO/Cr2O3, dan reaksi water gas shift(WGS),

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0706704/penggolongan %20katalis.html

CO + 2H2O ==> CO2 + H2 dikatalisis oleh besi oksida atau oksida campuran Zn, Cu maupun Cr. Teknologi katalis telah digunakan dalam industri kimia lebih dari 100 tahun lamanya dan penelitian serta pengembangan teknologi katalis telah menjadi semacam bidang kekhususan kimia. Suatu reaksi eksoterm AB(g) + C(g) --> AC(g) + B(g). Reaksi ini berlangsung lambat, karena energi aktivasinya (Ea) lebih besar dibanding energi molekulnya. Hanya sebagian kecil molekul yang mencapai Ea.

Oleh karena itu untuk mempercepat reaksi ini, ditambahkan suatu katalis. Apa fungsi katalis? Mengapa katalis dapat mempercepat reaksi? Bagaimana cara katalis mempercepat reaksi itu? Berdasarkan diagram di atas, Ea' dengan katalis lebih rendah. Mengapa? Katalis itu berupa zat yang dicampurkan dengan reaktan. Jika reaksi di atas tanpa katalis, AB dan C bertumbukan sampai mencapai Ea yang relatif tinggi. Karena umumnya energi molekulnya rendah, jadi tumbukan yang terjadi tidak efektif. Ea sangat sulit dicapai. Untuk itu maka ditambahkan zat yang bertindak sebagai katalis. Ternyata pada saat katalis dicampurkan reaksi makin cepat. Jelas bahwa katalis itu dapat mempengaruhi salah satu reaktan. Misalnya dalam reaksi ini katalis cocok sifatnya dengan AB. Maka seperti robot AB tertarik ke katalis membentuk KAB. KAB tergolong kompleks teraktivasi yang merupakan tahap reaksi hipotesis; KAB kemudian terurai menjadi KA dan B. Setelah itu terjadi tahap reaksi berikutnya, yaitu C ditarik oleh KA menjadi KAC yang kemudian langsung K lepas dan terbentuklah AC. Mekanisme reaksi di atas adalah : K + AB --> KAB --> KA + B (lambat) KA + C --> KAC --> K + AC (cepat)

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0706704/penggolongan %20katalis.html

K + AB + C --> K + AC + B Jadi katalis ikut ambil bagian dalam reaksi, memberi jalan baru melalui mekanisme reaksi baru yang energi aktivasinya lebih rendah, kemudian terbentuk kembali dalam keadaan yang sama.

Aplikasi Katalis ???

Katalis terutama banyak dipergunakan untuk membantu dalam proses industri seperti dalam pengilangan minyak bumi dan proses produksi bahan kimia umum atau kimia khusus. Selain dikedua jenis industri tersebut, katalis juga dipergunakan dalam proses produksi produk makanan, pembangkit listrik tenaga nuklir, kendaraan, dan untuk kegiatan pengendalian pencemaran. Dalam proses di kilang minyak bumi, katalis yang banyak dipergunakan adalah katalis reforming, isomerasi dan hydrocracking. Fungsi katalis-katalis tersebut pada dasarnya untuk membantu memecah rantai senyawa karbon. Dengan bantuan katalis tersebut minyak mentah (crude oil) dapat diproses sehingga dapat diperoleh variasi turunannya seperti premium, kerosin, avtur, dan produk lainnya tergantung tingkat pemutusan rantai karbonnya. Untuk industri kimia, kebanyakan katalis yang digunakan adalah katalis yang membantu pembentukan (syntetic catalysts) seperti katalis hidrogenasi, katalis oksidasi, dll. Beberapa katalis yang sering dipakai dalam produksi bahan kimia antara lain: Vynil acetate monomer (VAM), purified terepthalic Acid (PTA) dan proses hidrogenisasi. Untuk bidang lingkungan, katalis tertentu dapat digunakan untuk mendestruksi senyawa yang menghasilkan bau sehingga berfungsi sebagai deodorant. Ada juga katalis yang bisa memecah rantai senyawa organic volatile (VOC) sehingga dapat digunakan untuk destruksi senyawa berbahaya tersebut.

Mekanisme Kerja Katalis ???

Katalisis heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi yang dikatalisinya. Contoh sederhana katalisis heterogen adalah katalis menyediakan suatu permukaan dimana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk sementara terjerap. Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sehingga memadai terbentuknya produk baru. Ikatan antara produk baru dan katalis lebih lemah sehingga akhirnya terlepas Mekanisme katalisis heterogen :

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0706704/penggolongan %20katalis.html

1. 2. 3. 4. 5.

Difusi molekul-molekul pereaksi menuju permukaan Adsorpsi molekul-molekul pereaksi pada permukaan Reaksi pada permukaan Desorpsi hasil dari permukaan Difusi hasil dari permukaan menuju badan sistem

Reaksi Biomolekul : Eley Rideal Mekanisme nya : -Sebuah atom diadsoprsi oleh permukaan. -Atom yang lain lewat, kemudian berinteraksi dengan atom di permukaan -Sebuah molekul terbentuk dan terjadi desoprsi Contoh reaksi dengan mekanisme Eley-Rideal :

C2H4 + O2 (adsorbed) H2COCH2 . Adsorpsi disosiatif oksigen kemungkinan akan terjadi, sehingga akan membentuk produk sampingan karbon dioksida dan air. CO2 + H2(ads.) H2O + CO 2NH3 + 1 O2 (ads.) N2 + 3H2O on a platinum catalyst C2H2 + H2 (ads.) C2H4 on nickel or iron catalysts

Reaksi Biomolekul : Langmuir Hinshelwood Mekanisme nya: -Dua atom teradsoprsi ke permukaan -Kedua atom ini berdifusi melalui permukaan, dan berinteraksi satu sama lain. -Sebuah molekul terbentuk dan terjadi desorpsi. Contoh reaksi dengan mekanisme Langmuir-Henshelwood :

2 CO + O2 2 CO2 pada katalis Platina CO + 2H2 CH3OH pada katalis ZnO. C2H4 + H2 C2H6 Pada katalis tembaga N2O + H2 N2 + H2O pada katalis Platina C2H4 + O2 CH3CHO pada katalis Paladium CO + OH CO2 + H+ + e- pada katalis Platina

Komponen Katalis ???

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0706704/penggolongan %20katalis.html

Komponen inti katalis menurut derajat kepentingannya: 1. Selektifitas Adalah kemampuan katalis untuk memberikan produk reaksi yang diinginkan (dalam jumlah tinggi) dari sekian banyak produk yang mungkin dihasilkan. Produk yang diinginkan tadi sering disebut sebagai yield sedangkan banyaknya bahan baku yang berhasil diubah menjadi aneka produk dikatakan sebagaikonversi. Yield = %selektifitas x konversi 2. Stabilitas Kemampuan sebuah katalis untuk menjaga aktifitas, produktifitas dan selektifitasnya dalam jangka waktu tertentu 3. Aktifitas Kemampuan katalis untuk mengubah bahan baku menjadi produk atau aneka produk yang diinginkan (lebih dari satu). Aktifitas = massa (kg) bahan baku yang terkonversi/(kg atau liter katalis x waktu) atau Konversi, yaitu persentase dari bahan baku mejadi aneka produk. atau TON (turnover Number), yaitu banyaknya molekul yang bereaksi/(waktu, misalnya detik x setiap situs aktif) metode untuk mengukur aktifitas katalis:

Aktifitas dapat dinyatakan dalam konsep kinetika. Aktifitas dapat dinyatakan dari pengukuran kecepatan reaksi dalam jangkauan tertentu suhu dan konsentrasi. Kecepatan reaksi, r, dihitung sebagai kecepatan perubahan sejumlah zat, nA dari reaktan A persatuan waktu dan per satuan volume (atau per satuan massa) katalis, sehingga r ini memiliki unit mol L-1 h-1 atau mol kg-1 h-1. Aktifitas dapat pula dinyatakan oleh turnover number(TON) yang didefinisikan sebagai banyaknya molekul reaktan yang terlibat dalam reaksi tiap situs aktif dan tiap detik. Dalam prakteknya, sebagai perbandingan aktifitas, ukuran-ukuran berikut ini dapat pula digunakan:

a. Konversi dalam kondisi reaksi tetap b. Space velocity untuk konversi tetap yang tertentu c. Space-time yield d. Suhu yang dibutuhkan untuk suatu konversi tertentu Spent Katalis ???

Spent Katalis. Katalis yang banyak digunakan di industri kimia dan industri minyak secara bertahap akan kehilangan kemampuan katalitiknya akibat perubahan struktur, keracunan, atau karena permukaan aktifnya tertutup oleh material lain. Penggantian katalis dilakukan bila tingkat aktivitasnya sudah tidak memenuhi kriteria yang dibutuhkan dalam proses oleh penggunanya. Katalis yang sudah jenuh atau sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya biasa disebut spent katalis.

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0706704/penggolongan %20katalis.html

Komposisi Spent Katalis. Komposisi spent katalis akan menentukan cara reklamasi atau proses recovery yang dapat dilakukan, dan perusahaan mana yang mungkin dapat memprosesnya. Komposisi asli katalis dapat diperoleh dari supplier. Namun informasi tersebut masih perlu di kombinasikan dengan potensi kontaminan yang muncul dari proses produksi yang memungkinkan perubahan kimia atau fisika yang dialami katalis. Ketika spent katalis dihasilkan, spent katalis perlu dianalisis dan diuji agar dapat memberikan informasi yang jelas untuk pengamanan, laporan kepada pengawas dan untuk perusahaan yang rencananya akan terlibat dalam pengangkutan dan pengolahan spent katalis. Bahaya Spent Katalis. Tingkat bahaya katalis dapat diperoleh melalui MSDS. Namun perlu dipahami bahwa informasi tersebut bukan untuk spent katalis, yang mungkin memiliki property bahaya berbeda dibanding dengan katalis aslinya. Pengujian spent katalis dapat meliputi komposisi spent katalis dan potensi bahayanya. Secara umum, para pengguna katalis perlu memperhatikan hal-hal berikut sebelum spent katalis dihasilkan dan dibuang: Komposisi spent katalis Bagaimana perlakuan sebelum dan ketika dibuang? Apakah katalis terkontaminasi dalam penggunaannya? Perkiraan karakteristik kimia-fisika spent katalis? Apakah spent katalis memiliki potensi bahaya? Bagaiman spent katalis dikelompokan, dikemas, ditandai, disimpan dan diangkut setelah dihasilkan? PENGELOLAAN SPENT KATALIS. Terhadap spent katalis, ada beberapa alternative pengelolaan yang dapat dilakukan, namun semuanya tergantung pada perubahan kimia atau struktur yang terjadi dalam spent katalis. Alternatif pengelolaan yang dapat dilakukan yaitu:

Melakukan regenerasi dan penggunaan kembali bahan katalis Pengambilan sebagian atau seluruh komponen dalam bahan katalis Penggunaan kembali untuk kegiatan/proses yang berbeda, atau Pembuangan

Regenerasi dan penggunaan kembali katalis. Jika katalis menjadi tidak berfungsi karena ada deposisi bahan asing pada permukaannya atau disebabkan oleh racun (gangguan dari senyawa lain yang menghambat berfungsinya katalis) yang dapat dihilangkan, maka sangat memungkinkan bagi spent katalis tersebut untuk diregenerasi atau diaktifkan kembali kemampuan katalitiknya. Regenerasi katalis biasanya dilakukan dengan cara pembakaran pengotor katalis. Jika secara teknis memungkinkan, maka regenerasi katalis merupakan pilihan terbaik bagi Lingkungan dan (mungkin) disukai secara ekonomi karena memperpanjang umur katalis, meminimalkan penggunaan bahan baku baru, serta mengurangi kebutuhan untuk proses daur ulang atau pembuangan. Spent katalis dari proses hydrotreating di pengilangan perlu dicek kelayakan teknis untuk diregenerasi. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh perusahaan regenerasi menggunakan kombinasi uji coba skala lab bersamaan dengan analisis kimia-fisika yang tepat. Evaluasi

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0706704/penggolongan %20katalis.html

merupakan dasar apakah spent katalis dapat diregenerasi atau tidak. Katalis yang dapat diregenerasi biasanya dapat dipergunakan beberapa kali siklus produksi. Pengambilan Komponen dalam Spent Katalis. Perubahan struktur katalis secara signifikan atau keracunan yang parah akibat penggunaan seringkali bersifat tidak berbalik. Kondisi ini menyebabkan katalis tidak memungkinkan untuk diregenerasi untuk digunakan kembali. Pada kondisi ini, katalis harus dikeluarkan dari unit operasi, dan jika memungkinkan dikirim untuk pengambilan sebagian atau seluruh komponen, atau digunakan sebagai bahan baku proses yang lain seperti fluid cracking catalyst untuk pembuatan semen, misalnya. Penghancuran spent katalis dengan diikuti pengambilan kembali material tertentu merupakan metode yang telah diterapkan secara meluas dalam penanganan spent katalis. Banyak katalis memiliki kandungan logam dalam jumlah yang signifikan yang dapat diperoleh melalui berbagai metode pengolahan. Reklamasi menawarkan alternative ramah Lingkungan dibandingkan dengan metode pembuangan karena tidak hanya mengurangi jumlah limbah yang harus dibuang tetapi juga menghemat sumber daya alam, selain memberikan keuntungan ekonomi bagi pelakunya. Disamping nilai kandungan logam mulia, spent katalis juga dapat mengandung campuran kompleks bahan-bahan yang berbeda seperti:

Base metal dan promotor seperti: Sn, Pb, Ni, Co, dan lain-lain; Fe, Ni, Cr dari korosi dinding dan tabung reaktor; Unsur-unsur berbahaya berasal dari umpan bahan atau crude oil (As, Hg, dll) yang mengkontaminasi; Halogen (Cl, F, dll) seperti yang ditemukan dalam katalis isomerasi Karbon (misalnya, high cooked heel CCR catalyst) dan kontaminasi hidrokarbon dari proses katalitik

Rantai daur ulang spent katalis tidak hanya berurusan dengan logam mulia tapi juga harus bertanggung jawab terhadap seluruh kontaminan yang terdapat dalam spent katalis tersebut.

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0706704/penggolongan %20katalis.html

Katalis dan Pengelolaan Spent Katalis A. Katalis Katalis adalah suatu bahan kimia yang dapat meningkatkan laju suatu reaksi tanpa bahan tersebut menjadi ikut terpakai; dan setelah reaksi berakhir, bahan tersebut akan kembali kebentuk awal tanpa terjadi perubahan kimia. Penggunaan katalis dapat menurunkan tingkat aktivasi energi yang dibutuhkan, membuat reaksi terjadi lebih cepat atau pada suhu yang lebih rendah. Katalis terutama banyak dipergunakan untuk membantu dalam proses industri seperti dalam pengilangan minyak bumi dan proses produksi bahan kimia umum atau kimia khusus. Selain dikedua jenis industri tersebut, katalis juga dipergunakan dalam proses produksi produk makanan, pembangkit listrik tenaga nuklir, kendaraan, dan untuk kegiatan pengendalian pencemaran. Dalam proses di kilang minyak bumi, katalis yang banyak dipergunakan adalah katalis reforming, isomerasi dan hydrocracking. Fungsi katalis-katalis tersebut pada dasarnya untuk membantu memecah rantai senyawa karbon. Dengan bantuan katalis tersebut minyak mentah (crude oil) dapat diproses sehingga dapat diperoleh variasi turunannya seperti premium, kerosin, avtur, dan produk lainnya tergantung tingkat pemutusan rantai karbonnya. Untuk industri kimia, kebanyakan katalis yang digunakan adalah katalis yang membantu pembentukan (syntetic catalysts) seperti katalis hidrogenasi, katalis oksidasi, dll. Beberapa katalis yang sering dipakai dalam produksi bahan kimia antara lain: Vynil acetate monomer (VAM), purified terepthalic Acid (PTA) dan proses hidrogenisasi. Untuk bidang lingkungan, katalis tertentu dapat digunakan untuk mendestruksi senyawa yang menghasilkan bau sehingga berfungsi sebagai deodorant. Ada juga katalis yang bisa memecah

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0706704/penggolongan %20katalis.html

rantai senyawa organic volatile (VOC) sehingga dapat digunakan untuk destruksi senyawa berbahaya tersebut. Cara Kerja Katalis. Berdasarkan cara reaksinya, katalis dapat dibagi menjadi dua tipe, heterogen dan homogen. Dalam reaksi heterogen, katalis memiliki fasa yang berbeda dengan reaktan (bahan yang bereaksi). Pada reaksi homogen, katalis memiliki fasa yang sama dengan reaktannya. Pada reaksi heterogen, pertama-tama reaktan akan terjerap (adsorption) pada permukaan aktif katalis, selanjutnya akan terjadi interaksi baik berupa reaksi sebenarnya pada permukaan katalis, atau terjadi pelemahan ikatan dari molekul yang terjerap. Setelah reaksi terjadi, molekul hasil reaksi (produk) dilepas dari permukaan katalis. Oleh karena itu, katalis yang baik perlu memiliki kemampuan menjerap dan melepaskan yang baik. Pada reaksi homogen, biasanya proses terjadi dalam bentuk gas atau terjadi dalam satu fasa cair tunggal. Katalis logam mulia. Logam mulia seperti platinum, palladium, ruthenium, rhodium, Au, Ag, baik tunggal atau kombinasi merupakan jenis katalis yang banyak dipergunakan sebagai katalis. Keuntungan penggunaan katalis logam mulia karena memiliki tingkat aktivitas yang tinggi, selektifitas yang baik, dan daya tahan yang baik sehingga jangka waktu penggantiannya lama. Logam mulia yang banyak digunakan sebagai katalis antara lain: Platinum: merupakan katalis logam mulia yang paling banyak dipergunakan. Katalis ini memiliki aktivitas yang tinggi dalam proses hidrogenasi, dehidrogenasi, oksidasi, dll. Biasanya merupakan katalis pertama yang dipilih sebelum memperoleh katalis yang lebih tepat. Saat ini penggunaannya makin meluas, termasuk dibidang kimia khusus untuk reduksi alkilasi, hidrogenasi karbonil dan hidrogenasi selektif senyawa nitro tanpa dehalogenasi. Ruthenium: katalis ruthenium memiliki aktivitas yang tinggi dalam hidrogenasi senyawa karbonil alifatik dan cincin aromatik pada kondisi medium tanpa reaksi sampingan. Jika terdapat air dalam system reaksi, katalis ini akan memberikan aktivitas yang lebih tinggi lagi. Katalis ini tahan senyawa sulfuric yang biasanya merupakan racun bagi katalis logam mulia. Katalis ini stabil dalam pelarut asam dan basa, dan dapat digunakan untuk reaksi dalam asam kuat. Rhodium: merupakan katalis yang memiliki aktivitas tinggi dalam hidrogenasi senyawa aromatik. Katalis ini menghidrogenasi banyak senyawa aromatik pada suhu ruang dan tekanan normal. Katalis ini juga memiliki aktivitas lebih tinggi dibanding katalis logam palladium yang biasa dipergunakan dalam hidrogenasi olefin. Iridium: meskipun katalis iridium memiliki aktivitas yang rendah dan aplikasi yang terbatas mengingat kelangkaannya, katalis ini mulai mendapat perhatian karena sifat reaksinya yang unik Logam-logam lain seperti Sn, Pb, Ni, Co, Ge digunakan sebagai promotor. Logam-logam ini dilapisi berbagai carrier/pembawa seperti alumina, silica, zeolit dan karbon. Bentuk Katalis. Selain tergantung pada bahan katalitik, bahan promotor dan bahan pembawa (carrier), efektifitas fungsi katalitik juga ditentukan oleh bentuk dan ukuran katalis. Katalis dapat

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0706704/penggolongan %20katalis.html

berbentuk pellet, granular, sarang lebah, atau serat agar memiliki kinerja yang optimum disesuaikan dengan tahapan proses produksi yang dijalani. Penyebab Kerusakan Aktivitas Katalis. Berbeda dengan spent katalis yang merupakan katalis yang telah kehilangan fungsinya akibat berakhirnya umur pemakaian, kerusakan aktivitas katalis biasanya terjadi pada katalis baru atau katalis yang sebenarnya belum habis umur pemakaiannya. Kerusakan aktivitas katalis ditunjukkan dengan adanya peningkatan aktivitas berlebih atau penghambatan aktivitas. Kerusakan aktivitas katalis dapat disebabkan karena adanya kerusakan fisik atau kerusakan kimia katalis. Kerusakan fisik katalis misalnya dapat disebabkan oleh pengkristalan material pendukung katalis atau kerusakan fisik pas katalisnya sendiri. Pengikatan logam berat seperti merkuri, arsen, timah hitam dll. merupakan contoh kerusakan kimia katalis dan biasanya bersifat permanen. Jika sifat kerusakannya tidak permanen, maka katalis tersebut biasanya masih dapat diregenerasi. Jika kerusakan aktivitas katalis disebabkan oleh kerusakan pada pendukung yang tahan panas, seperti alumina, yang disebabkan oleh penjerapan karbon atau tar, maka pembakaran alumina pada suhu dibawah 500oC dapat menghilangkan karbon dan tar tersebut. Selanjutnya, melalui serangkaian pengolahan reduksi, aktivitas katalis akan dapat dimunculkan kembali. Nomor HS Katalis. Dalam system perdagangan internasional, katalis memiliki nomor harmonisasi sendiri. Ada dua kategori katalis yang secara jelas diberikan nomor HS-nya, yaitu: 3815.11 untuk katalis dengan Nikel atau senyawa Nikel sebagai bahan aktif, dan 3815.12 untuk katalis dengan logam mulia atau senyawa logam mulia sebagai bahan aktif. Diluar kedua bahan aktif tersebut, katalis dikelompokan dalam nomor HS 3815.19.

B. SPENT KATALIS Spent Katalis. Katalis yang banyak digunakan di industri kimia dan industri minyak secara bertahap akan kehilangan kemampuan katalitiknya akibat perubahan struktur, keracunan, atau karena permukaan aktifnya tertutup oleh material lain. Penggantian katalis dilakukan bila tingkat aktivitasnya sudah tidak memenuhi kriteria yang dibutuhkan dalam proses oleh penggunanya. Katalis yang sudah jenuh atau sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya biasa disebut spent katalis. Komposisi Spent Katalis. Komposisi spent katalis akan menentukan cara reklamasi atau proses recovery yang dapat dilakukan, dan perusahaan mana yang mungkin dapat memprosesnya. Komposisi asli katalis dapat diperoleh dari supplier. Namun informasi tersebut masih perlu di kombinasikan dengan potensi kontaminan yang muncul dari proses produksi yang memungkinkan perubahan kimia atau fisika yang dialami katalis. Ketika spent katalis dihasilkan, spent katalis perlu dianalisis dan diuji agar dapat memberikan informasi yang jelas untuk pengamanan, laporan kepada pengawas dan untuk perusahaan yang rencananya akan terlibat dalam pengangkutan dan pengolahan spent katalis.

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0706704/penggolongan %20katalis.html

Bahaya Spent Katalis. Tingkat bahaya katalis dapat diperoleh melalui MSDS. Namun perlu dipahami bahwa informasi tersebut bukan untuk spent katalis, yang mungkin memiliki property bahaya berbeda dibanding dengan katalis aslinya. Pengujian spent katalis dapat meliputi komposisi spent katalis dan potensi bahayanya. Secara umum, para pengguna katalis perlu memperhatikan hal-hal berikut sebelum spent katalis dihasilkan dan dibuang: Komposisi spent katalis Bagaimana perlakuan sebelum dan ketika dibuang? Apakah katalis terkontaminasi dalam penggunaannya? Perkiraan karakteristik kimia-fisika spent katalis? Apakah spent katalis memiliki potensi bahaya? Bagaiman spent katalis dikelompokan, dikemas, ditandai, disimpan dan diangkut setelah dihasilkan? PENGELOLAAN SPENT KATALIS. Terhadap spent katalis, ada beberapa alternative pengelolaan yang dapat dilakukan, namun semuanya tergantung pada perubahan kimia atau struktur yang terjadi dalam spent katalis. Alternatif pengelolaan yang dapat dilakukan yaitu: Melakukan regenerasi dan penggunaan kembali bahan katalis Pengambilan sebagian atau seluruh komponen dalam bahan katalis Penggunaan kembali untuk kegiatan/proses yang berbeda, atau Pembuangan Regenerasi dan penggunaan kembali katalis. Jika katalis menjadi tidak berfungsi karena ada deposisi bahan asing pada permukaannya atau disebabkan oleh racun (gangguan dari senyawa lain yang menghambat berfungsinya katalis) yang dapat dihilangkan, maka sangat memungkinkan bagi spent katalis tersebut untuk diregenerasi atau diaktifkan kembali kemampuan katalitiknya. Regenerasi katalis biasanya dilakukan dengan cara pembakaran pengotor katalis. Jika secara teknis memungkinkan, maka regenerasi katalis merupakan pilihan terbaik bagi Lingkungan dan (mungkin) disukai secara ekonomi karena memperpanjang umur katalis, meminimalkan penggunaan bahan baku baru, serta mengurangi kebutuhan untuk proses daur ulang atau pembuangan. Spent katalis dari proses hydrotreating di pengilangan perlu dicek kelayakan teknis untuk diregenerasi. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh perusahaan regenerasi menggunakan kombinasi uji coba skala lab bersamaan dengan analisis kimia-fisika yang tepat. Evaluasi merupakan dasar apakah spent katalis dapat diregenerasi atau tidak. Katalis yang dapat diregenerasi biasanya dapat dipergunakan beberapa kali siklus produksi. Pengambilan Komponen dalam Spent Katalis. Perubahan struktur katalis secara signifikan atau keracunan yang parah akibat penggunaan seringkali bersifat tidak berbalik. Kondisi ini menyebabkan katalis tidak memungkinkan untuk diregenerasi untuk digunakan kembali. Pada kondisi ini, katalis harus dikeluarkan dari unit operasi, dan jika memungkinkan dikirim untuk pengambilan sebagian atau seluruh komponen, atau digunakan sebagai bahan baku proses yang lain seperti fluid cracking catalystuntuk pembuatan semen, misalnya.

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0706704/penggolongan %20katalis.html

Penghancuran spent katalis dengan diikuti pengambilan kembali material tertentu merupakan metode yang telah diterapkan secara meluas dalam penanganan spent katalis. Banyak katalis memiliki kandungan logam dalam jumlah yang signifikan yang dapat diperoleh melalui berbagai metode pengolahan. Reklamasi menawarkan alternative ramah Lingkungan dibandingkan dengan metode pembuangan karena tidak hanya mengurangi jumlah limbah yang harus dibuang tetapi juga menghemat sumber daya alam, selain memberikan keuntungan ekonomi bagi pelakunya. Disamping nilai kandungan logam mulia, spent katalis juga dapat mengandung campuran kompleks bahan-bahan yang berbeda seperti: Base metal dan promotor seperti: Sn, Pb, Ni, Co, dan lain-lain; Fe, Ni, Cr dari korosi dinding dan tabung reaktor; Unsur-unsur berbahaya berasal dari umpan bahan atau crude oil (As, Hg, dll) yang mengkontaminasi; Halogen (Cl, F, dll) seperti yang ditemukan dalam katalis isomerasi Karbon (misalnya, high cooked heel CCR catalyst) dan kontaminasi hidrokarbon dari proses katalitik Rantai daur ulang spent katalis tidak hanya berurusan dengan logam mulia tapi juga harus bertanggung jawab terhadap seluruh kontaminan yang terdapat dalam spent katalis tersebut. http://b3.menlh.go.id/3r/article.php?article_id=5 Tujuan dari regenerasi katalis ialah mengembalikan katalis ke keadaan semula untuk kembali memperolah kinerja yang tinggi dengan menghilangkan deaktivatornya. Katalis hasil regenerasi harus memiliki sifat-sifat berikut ini: 1. Luas permukaan harus besar 2. Logam harus berada dalam fasa terreduksi 3. Logam harus terdispersi pada permukaan penyangga 4. Halogen/fungsi asam katalis harus berada pada tingkat yang sesuai Deaktivasi katalis disebabkan oleh kokas yang terbentuk sebagai hasil samping reaksi yang menutupi fasa aktif katalis. Selain itu, aglomerasi logam pengotor, keberadaan racun katalis, dan kerusakan penyangga karena temperatur yang terlalu tinggi juga merupakan faktor penyebab deaktivasi katalis. Regenerasi katalis hanya mampu mengembalikan aktivitas katalis yang menurun karena pembentukan kokas. Karena itu, keberadaan racun katalis di aliran umpan angat dihindari di dalam proses pengolahan minyak bumi. Regenerasi katalis dimulai dengan pereaksian kokas dengan oksigen sehingga kokas terkonversi menjadi karbondioksida dan uap air. Reaksi pembakaran kokas merupakan reaksi eksoterm sehingga diperlukan penanganan khusus agar temperatur pembakaran terjaga konstan. Temperatur yang terlalu tinggi akan menyebabkan aglomerasi platina dan kerusakan penyangga. Apabila temperatur tidak terkontrol, alumina akan berubah fasa dan mengalami penurunan luas permukaan yang drastis. Temperatur reaksi dijaga konstan dengan cara menjaga laju alir oksigen pada level yang rendah. Setelah pembakaran kokas, katalis dioksidasi untuk menghindari efek aglomerasi platina yang dengan mudah terjadi pada temperatur menengah. Platina yang teraglomerasi akan didistribusikan ulang ke seluruh permukaan penyangga. Setelah dioksidasi, fasa aktif katalis akan berubah dari fasa logam menjadi fasa oksidanya.

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0706704/penggolongan %20katalis.html

Sebelum digunakan, katalis akan dikembalikan ke fasa logamnya melalui proses reduksi. Reaksi konversi katalis ini berlangsung baik dalam atmosfir yang kering. Atmosfir yang mengandung H2O yang terlalu tinggi akan menyebabkan platina teraglomerasi. Sebelum digunakan, katalis umumnya disulfidasi untuk menghindari panas berlebihan yang terjadi karena fasa logam katalis yang terlalu aktif.