Anda di halaman 1dari 50

Kabupaten

Garut tahun 09 AKI 35 kasus, AKB 09 220 kasus

Penyebab AKI yang paling tinggi dikarenakan perdarahan (42,86 %) dan eklampsia (14,28 %). Penyebab AKB yang paling tinggi dikarenakan BBLR (28,64 %) & asfiksia (27,27 %).

Suatu proses pertemuan/fertillisasi, menempelnya/nidasi & berkembangnya sel telur perempuan dan sel sperma laki2 menjadi janin dalam uterus

Suatu program yang terencana berupa observasi, edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan

Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu & tumbuh kembang bayi. Meningkatkan & mempertahankan kesehatan fisik, mental, & sosial ibu & bayi. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.

Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal & pemberian ASI eksklusif. Mempersiapkan peran ibu & keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.

1x kunjungan selama trimester pertama ( sebelum 14 Minggu ) 1x kunjungan selama trimester kedua ( antara minggu 14 28 minggu ) 2x kunjungan selama trimester ketiga ( antara minggu 28-36 & sesudah minggu ke 36 )

x Mengupayakan kehamilan yang sehat. x Melakukan deteksi dini komplikasi, melakukan penatalaksanaan awal serta rujukan bila diperlukan. x Persiapan persalinan yang bersih dan aman. x Perencanaan antisipatif dan persiapan dini untuk melakukan rujukan jika terjadi komplikasi.

xDiarhea xEdema xHemorhoids xKonstipasi xPerut kembung xSakit kepala

Perdarahan pervaginam Bengkak di kaki, tangan dan wajah Sakit kepala hebat Demam tinggi Keluar Air Ketuban Sebelum Watunya Bayi kurang bergerak seperti biasa Ibu muntah terus dan tidak mau makan

Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar.(Wiknjosastro 2005 : 180)

Keputusan Klinik Asuhan Sayang Ibu & Sayang Bayi Pencegahan Infeksi Pencatatan ( Rekam Medik ) asuhan persalinan Rujukan
Membuat
( APN,JNPK-KR, 2007 )

Persalinan Ditentukan Oleh Tiga Faktor P Utama


Passanger Passage Power

Tanda dan Gejala Persalinan


x Rasa sakit. x Keluarnya blood show yang lebih banyak karena robekan kecil pada serviks. x Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya. x Pada pemeriksaan serviks mendatar dan pembukaan telah ada.

Persalinan berlangsung sangat cepat. Kemajuan cepat dari persalinan, berakhir kurang dari 3 jam dari awitan kelahiran.(Doenges, 2007). Penyebab Abnormalitas tahanan yang rendah pada bagian jalan lahir Abnormalitas kontraksi uterus dan rahim yang terlalu kuat Tidak adanya rasa nyeri pada saat his

Tanda Dan Gejala mengalami ambang nyeri yang tidak biasanya tidak menyadari kontraksi abdominal tidak ada kontraksi yang dapat diraba Ketidaknyamanan punggung bagian bawah Kontraksi uterus yang lama/hebat ketidak-adekuatan relaksasi uterus diantara kontraksi.

Persalinan kala I Fase dimulai pada waktu serviks membuka karena his : kontraksi uterus yang teratur, makin lama, makin kuat, sering, makin terasa nyeri, disertai pengeluaran darahlendir, berakhir s/d lengkap Fase laten : pembukaan s/d 3 cm, 8 jam. Fase aktif : pembukaan 3 cm s/d lengkap (10 cm), 6 jam

Fase deselerasi Fase dilatasi maksimal Fase akselerasi

Persalinan Kala II
Fase

Pengeluaran Bayi. Dimulai pada saat pembukaan serviks lengkap berakhir pada saat bayi telah lahir lengkap. His menjadi lebih kuat, lebih sering, lebih lama, sangat kuat. Selaput ketuban mungkin juga baru pecah spontan pada awal kala II

Persalinan kala III


Fase

pengeluaran plasenta. Dimulai pada saat bayi telah lahir lengkap. Berakhir dengan lahirnya plasenta. Kelahiran plasenta : lepasnya plasenta dari insersi pada dinding uterus, serta pengeluaran plasenta dari kavum uteri.

Persalinan Kala IV
Observasi pasca persalinan. Sampai dengan 1 jam pospartum, dilakukan observasi. 7 pokok penting :

Kontraksi uterus harus baik, Tidak ada perdarahan pervaginam, Plasenta & selaput ketuban harus sudah lahir

lengkap, Kandung kencing harus kosong, Luka-luka di perineum harus dirawat Tidak ada hematoma, Resume keadaan umum bayi, dan Resume keadaan umum ibu. (Kampono,2008:4-7)

Tanda-Tanda Bahaya Pada Ibu Bersalin


x Bayi tidak lahir dlm 12 jam sejak terasa mules. x Perdarahan lewat jalan lahir. x Tali pusat/tangan bayi keluar dari jalan lahir. x Ibu tidak kuat mengedan/mengalami kejang. x Air ketuban keruh & berbau. x Setelah bayi lahir ari-ari tidak keluar. x Ibu gelisah mengalami kesakitan yang hebat (DepKes RI, 2008:9).

Dari partus selesai s/d 6 minggu Program dan Kebijakan Teknis Paling sedikit 4 kali kunjungan masa nifas dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir, dan untuk mencegah, mendeteksi dan menangani masalah yang terjadi. Kunjungan : 1, 6-8 jam setelah persalinan. 2, 6 hari setelah persalinan. 3, 2 minggu setelah persalinan. 4, 6 minggu setelah persalinan.

Tanda Tanda Bahaya Nifas lewat jalan lahir Keluar cairan berbau dari jalan lahir Demam lebih dari 2 hari Bengkak di muka, tangan atau kaki. Payudara bengkak kemerahan disertai rasa sakit Puting lecet dan puting terbenam Mengalami gangguan jiwa
Perdarahan

Bayi baru lahir normal adalah bayi baru lahir dari kehamilan yang aterm (37-42 minggu) dengan berat badan lahir 25004000 gram Penilaian Bayi Baru Lahir frekwensi jantung (heart rate), usaha nafas (resfiratory effort), tonus otot (muscle tone), warna kulit (color) dan reaksi terhadap rangsangan (response to stimuli)

Pendokumentasian Asuhan Kebidanan Dalam Bentuk SOAP

Manajemen asuhan kebidanan merupakan metode atau bentuk pendekatan yang digunakan bidan dlm manajemen kebidanan merupakan alat alur pikir bidan dalam pemecahan masalah atau pengambilan keputusan klinis. S :Subjektif O :Objektif A :Analisa

P : Penatalaksanaan

A. Subjektif Nama Ibu Umur Pekerjaan Pendidikan Agama

: Ny. M : 33 Tahun : Guru : S1 : Islam

Suami Umur Pekerjaan Pendidikan Agama

: Tn. I : 41 Tahun : Guru : S2 : Islam

Alamat : Kp. Cigodeg RT 02/02 Ds. Paas Kec. Pameungpeuk - Garut

1.Keluhan Utama Ibu merasakan hamil 9 bulan dan mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya , ibu mengatakan tidak mempunyai keluhan apa apa .

Riwayat Sekarang
Riwayat Menstuasi

Ibu mengatakan haid pertama pada usia 15 tahun disertai sedikit dismenorhoe lama haid 6 hari siklus yang teratur 28 hari, ganti pembalut 2-3 kali /hari. Riwayat Kehamilan sekarang HPHT 18-06-2010. kehamilannya yang ke-3 . merasakan gerakan janin pada usia kehamilan 4 bulan, 10x sehari. tidak ada keluhan dan mengalami tanda tanda bahaya kehamilan,tidak pernah mengkonsumsi obat obatan dari warung apalagi jamu jamuan imunisasi TT 1x pada usia kehamilan 4 bulan, mendapatkan obat Fe 3 bungkus untuk selama kehamilan.

Anak ke 1 Lama kehamilan Kehamilan Penyulit Jenis Ditolong Persalinan Tempat Penyulit JK BB Anak PB Keadaan Lama Nifas Penyulit Tidak ada penyulit Tidak ada penyulit 50 cm Hidup 40 minggu 40cm Hidup 40 minggu Rumah Normal Perempuan 3100 gram Rumah Normal Laki-laki 3000 gram Tidak ada keluhan Spontan Bidan Tidak ada penyulit Spontan Bidan 9 bulan 2 9 bulan

3. Riwayat Kesehatan a. Riwayat kesehatan yang lalu dan sekarang b. Riwayat penyakit dalam keluarga 4. Riwayat Pernikahan 5. Riwayat Obat-obatan 6. Riwayat Psikososial 7. Riwayat Ginekologi 8. Riwayat Kontrasepsi 9. Pola Kebiasaan Sehari-hari

Pola nutrisi Pola eliminasi Pola istirahat dan tidur Pola kebersihan

B. Objektif

Keadaan umum : Baik Kesadaran : Compos Mentis Emosional : Stabil Antropomentri BB sebelum hamil : 50 kg BB (sekarang) : 59 kg Kenaikan BB : 9 kg Tinggi badan : 150 cm LILA : 28 cm Tanda-tanda vital Tekanan Darah : 110/70 mmHg Respirasi : 24x/menit Nadi : 78x/menit Suhu : 36,6C

Pemeriksaan fisik x Kepala x Mata x Hidung x Mulut dan Gigi x Leher x Payudara x Abdomen DJJ : 138 x/menit TBBA = (TFU-11)x 155 = ( 33-11 )x 155 = 3410 gr x Ekstermitas atas dan bawah x Alat Genitalia x Pemeriksaan Penunjang HB : 12,8 gr % Protein Urine : (-) negatif Glukosa Urine : (-) negative

C.Analisa

G3P2A0 Gravida 36 minggu janin hidup tunggal intrauterine fisiologis

D.Penatalaksanaan x Menjelaskan hasil pemeriksaan, taksiran persalinan ibu, usia kehamilan ibu dan keadaan ibu dan janin kepada ibu dan keluarga. Ev: Ibu dan keluarga mengerti dengan penjelasan yang diberikan, x Mengingatkan tentang tanda-tanda persalinan seperti: terjadi his persalinan dan terjadi pengeluaran lendir campur darah. Ev: Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan, x Memberitahukan tentang bahaya persalinan seperti: perdarahan pervaginam, persalinan kurang bulan, gawat janin, anemia berat, ikterus, KPSW, tali pusat menumbung, dll. Ev: Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan, x Mendiskusikan tentang persiapan kebutuhan persalinan normal dan kegawatdarurat seperti dana, kendaraan, pendonor darah . Ev: Ibu sudah mempersiapkannya. x Merencanakan dan menyepakati kunjungan ulang atau ibu boleh dating lebih awal bila ada keluhan . Ev: ibu menyepakati kunjungan ulang pada tanggal 11 April 2011

Tanggal : 10 April 2011 Jam : 17.30 WIB Subjektif Keluhan Utama : - Ibu Merasakan Mules-Mules semakin lama, semakin sering dan semakin kuat sejak jam 15.00 serta keluar lendir campur darah sedikit dari jalan lahir sejak 4 jam yang lalu. Ibu mengatakan makan terakhir jam 14.30 WIB. Eliminasi terakhir jam 05.30 WIB. Gerakan janin drasakan lebih dari 10x/hari. Objektif

Keadaan umum : Baik


Kesadaran : Compos Mentis Emosional : Stabil


Tanda-tanda Vital

Tekanan Darah : 120/80 mmHg Nadi : 84x/menit Respirasi : 22x/menit Suhu : 36,2 C

Pemeriksaan Obstetri

x Palpasi Leopold I : Di fundus teraba bagian lunak tidak melenting (bokong), TFU (Mc.Donald = 33 cm). Leopold II : Pada bagian kiri ibu terdapat punggung janin, pada bagian kanan teraba bagian kecil janin. Leopold III : Pada bagian terendah ibu terdapat kepala dan sudah masuk PAP. Leopold IV : Divergen. Penurunan kepala 2/5 His : 5 x 10' 45" Pemeriksaan dalam x Auskultasi Portio : tipis Bunyi jantung janin : 138 x / menit Pembukaan : 4 cm Pemeriksaan Dalam Ketuban : positif Denominator : UUK depan x Inspeksi Vulva/vagina : Tidak ada keluhan Penurunan Kepala : H III

Luka Peradangan Pengeluaran Perineum

: Tidak ada : tidak ada : lendir bercampur darah : tidak ada luka parut

C.Analisa G3P1A0 Gravida 38 minggu inpartu kala I fase aktif fisiologis. D.Penatalaksanaan

x Memberikan penjelasan pada ibu tentang keadaannya bahwa ibu sekarang akan menghadapi persalinan. Ev: Ibu mengetahui keadaannya, x Memberikan dukungan dan motivasi pada ibu. Ev: Ibu merasa semangat, x Memberikan penjelasan pada ibu tentang kemajuan persalinan. Ev: Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan, x Memantau his dan DJJ setiap setengah jam, hasil di catat dalam lembar partograf. Ev: Terlampir di patograf x Menyiapkan partus set. Ev: partus set sudah disiapkan.

KALA II Tanggal pengkajian : 10 April 2011 Jam : 17.50 WIB Subjektif Keluhan Utama : Ibu merasakan mulesnya semakin sering, semakin lama dan semakin kuat. Ibu ingin meneran. Objektif
Keadaan umum

: Baik

Kesadaran : Compos Mentis Pemeriksaan Dalam Emosional: Stabil Portio : tidak teraba Tanda-tanda vital Tekanan Darah : 120/80 mmHg Pembukaan : 10 cm/lengkap Ketuban : (-) pecah Pernapasan : 84x/menit spontan jam 17.40 WIB Respirasi : 22x/menit Denominator : UUK depan Suhu : 36,2 C Penurunan kepala : H III-IV Pemeriksaan Obsetri His : 5 x 10' >45" Bunyi jantung janin : 144 x/menit.

Analisa G3P2A0 Gravida 38 minggu inpartu kala II dengan partus presipitatus. Penatalaksanaan Memberitahu ibu dan keluarga bahwa ibu akan segera melahirkan bayinya. Ev: Ibu dan keluarga mengetahuinya, Memberikan pilihan pada ibu untuk menentukan pendamping pada saat persalinan. Ev: Ibu ingin didampingi oleh suami, Mengenali tanda dan gejala kala II ( doran, teknus, perjol, vulka). Ev: Sudah terlihat tanda gejala kala II, Memastikan kelengkapan peralatan, bahan dan obat-obatan, mematahkan ampul oksitosin 10 IU dan menempatan tabung suntik steril kedalam partus set. Ev: Alat sudah lengkap dan ampul oksitosin sudah dipatahkan, Menggunakan perlindungan diri (celemek, tutup kepala, kacamata, masker, sepatu). Ev: APD sudah dipakai, Mencuci tangan di bawah air mengalir, mengeringkan dengan handuk kering. Ev: Tangan sudah dicuci, Mendekatkan alat partus. Ev: Partus set sudah didekatkan. Memakai sarung tangan DTT pada tangan kanan kemudian memasukan oksitosin 10 U ke dalam spuit kemudian menyimpannya kembali kedalam partus set. Ev: Oksitosin sudah disiapkan,

Merninta bantuan keluarga atau suami untuk menyiapkan

posisi ibu dalam proses persalinan.

Ev: Ibu memilih posisi setengah duduk,


Memberi minum, juga istirahat kepada ibu saat tidak ada

his.

Ev: Ibu bersedia minum,


Ibu dipimpin meneran sampai kepala maju dan berada di

bawah simpisis sebagai hipomoklion, maka lahir lah berturut-turut dahi, hidung, mulut dan seluruh tubuh bayi. Pada saat bayi lahir Ibu diminta jangan mengedan dan menarik nafas panjang. Kemudian muka di usap dengan memakai kasa steril, cek lilitan tali pusat, kepala bayi melakukan putaran paksi luar searah punggung bayi. Penolong memegang kepala bayi secara biparietal dan melakukan sangga susur. Bayi lahir hidup spontan dengan jenis kelamin perempuan jam 17.58 WIB, bayi langsung diletakan di atas perut ibu, kemudian dikeringkan, tali pusat dijepit dan di potong serta mengikatnya . Lakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) pada bayi dan tubuh bayi diselimuti kain yang kering dan bersih.

KALA III Tanggal pengkajian Jam

: 10 April 2011 : 18.03 WIB

x Subjektif

Keluhan Utama : Ibu merasakan mules dan ibu tampak kelelahan


: Baik

x Objektif Keadaan umum


Kesadaran Emosional

: Compos Mentis : Stabil

Tinggi fundus uteri setinggi pusat Kontraksi uterus baik Kandung kemih kosong Tampak tali pusat di vulva x Analisa

P 3A0 parturient aterm kala III fisiologis.

x Penatalaksanaan
x Memeriksa adanya janin kedua.

Ev: Tidak ada janin kedua,


x Memberitahu ibu bahwa ibu akan disuntik oksitosin 10 IU . x Memeriksa kandung kemih apakah kosong.

Ev: Kandung kemih kosong,


x Memindahkan dari vulva, klem ke satu 3 cm dari klem ke satu ke klem ke dua 2 cm dan melakukan peregangan tali pusat terkendali.

Ev: Klem dipindahkan,


x Melakukan peregangan tali pusat terkendali.

Ev: Sudah terlihat tanda-tanda pelepasan plasenta,


x Tangan kiri di atas sympisis dan mendorong perut ibu secara dorso kranial sedangkan tangan kanan menegangkan tali pusat, x Plasenta sudah terlihat di vulva kemudian pegang dan keluarkan plasenta sambil di putar secara perlahan searah jarum jam,

Ev: Pukul 17.08 WIB plasenta lahir spontan,


x Melakukan masase uterus selama 15 detik dengan lama 15 kali putaran, x Memeriksa kelengkapan plasenta bagian maternal dan fetal.

Ev: Plasenta lengkap,selaput lengkap, koteledon lengkap.


x Memeriksa robekan/laserasi pada jalan lahir.

Ev: Tidak ada robekan.

KALA IV Tanggal pengkajian : 10 April 2011 Jam : 18.08 WIB Subjektif Ibu mengatakan sangat lelah dan mules tapi ibu merasa senang anaknya lahir dengan selamat. Objektif Keadaan umum : Baik Kesadaran : Compos Mentis Emosi : Stabil Tanda-tanda vital : Tekanan Darah : 120/80 mMhg Nadi : 87X/menit Respirasi : 22X/menit Suhu : 36C Kontraksi uterus : Baik TFU : 1 jari bawah pusat Kandung Kencing : Kosong Perdarahan : 75 ml

Analisa P2A0 parturient aterm Kala IV Fisiologis Penatalaksanaan Memberitahu hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa ini merupakan hal yang normal. Ev: Ibu dan keluarga mengetahui hasil pemeriksaan, Melakukan observasi kontraksi uterus, TFU, kandung kencing, pendarahan, Kontraksi baik 15 menit pada 1 jam pertama dan 30 menit pada jam ke 2. Ev: terlampir di patograf . Mencelupkan kedua tangan ke dalam klorin kemudian bilas dengan air DTT, Membersihkan ibu dan ruangan sekitar dan kotoran. Ev: Ibu terasa nyaman dan tenang, Memberikan kenyamanan pada ibu (mengganti baju, menyuruh ibu untuk makan dan minum, dll). Ev: Ibu terlihat tenang, Mengajarkan ibu dan keluarga tentang masase uterus apabila uterus terasa lembek anjurkan ibu dan keluarga agar segera melaporkan kepada bidan. Ev: Uterus berkontraksi dengan baik, globuler, keras, Dekontaminasi alat-alat bekas pakai dan Merendam sarung tangan secara terbalik ke dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit. Mencuci, membilas dan juga menyeterilkan alat, Mencuci tangan di bawah air mengalir dengan memakai sabun dan rnengeringkan dengan handuk pribadi, Melengkapi data partograf dan observasi se1ama 2 jam (tekanan darah, suhu, TFU, kontraksi, kandung kemih, dan perdarahan) setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua, suhu di ukur setiap 2 jam post partum.

Anda mungkin juga menyukai