Anda di halaman 1dari 6

Perbedaan besi dan baja terletak pada kandungan paduan karbon (C) yang akan menentukan sifat-sifat lain

dari besi dan baja tersebut. Pada umumnya Baja memiliki Kadar Karbon kurang dari 2% dan Besi lebih 2% (dengan range antara 2-6.67%) Walaupun baja sebagian besar terdiri dari besi (Fe), penambahan unsur unsur lain dalam jumlah yang relatif kecil sangat menentukan jenis dan sifat mekanis akhir dari baja. Sifat - sifat mekanis baja ditentukan oleh kombinasi faktor faktor berikut ini: 1) Komposisi kimia, Tambahan unsur unsur lain pada baja karbon akan membentuk baja khusus, bila tambahan unsur berkisar 1 2 % maka dinamakan baja paduan rendah, sedangkan bila tambahan unsur 2 5% dinamakan baja paduan tinggi.  Karbon (C) Kadar karbon (C) dalam baja dapat mempengaruhi sifat baja tersebut, antara lain: Kadar karbon yang tinggi dapat meningkatkan kekerasan, kekuatan pada baja, akan tetapi Kadar karbon yang tinggi juga dapat meningkatkan sifat rapuh pada baja serta sulit untuk dilas.  Chrom (Cr), Nikel (Ni) dan molybdenum (Mo). Kadar Chrom (Cr), Nikel (Ni) dan Molybdenum (Mo) dapat meningkatkan sifat tahan panas dan tahan terhadap korosi pada baja.

2)

Perlakuan panas (heat treatment) Dalam prakteknya ada 3 heat treatment dalam pembuatan baja: 1. Pelunakan (Annealing) : pemanasan produk setengah jadi pada suhu 850 - 9500 C dalam waktu yang tertentu, lalu didinginkan secara perlahan (seperti garis-a diagram diatas). Proses ini berlangsung didapur (furnace). Butiran yang dihasilkan umumnya besar/kasar. 2. Normalizing : pemanasan produk setengah jadi pada suhu 875 9800C disusul dengan pendinginan udara terbuka (seperti garis-b diagram

diatas). Butiran yang dihasilkan umumnya berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan penggilingan kondisi panas (rolling). 3. Quenching : system pendinginan produk baja secara cepat dengan cara penyemprotan air pada pencelupan serta perendaman produk yang masih panas kedalam media air atau oli.

3)

Proses pembuatan (manufacturing procces). Ada beberapa proses pembuatan baja salah satunya dengan Proses Basic

Oxygen Furnace atau biasa dikenal dengan proses peleburan baja. Proses ini Merupakan modifikasi dari proses Bessemer , dimana pada Proses BOF digunakan oksigen murni sebagai ganti uap air dari Proses Bessemer. Peleburan Baja Dengan BOF ini termasuk proses yang paling baru dalam industri pembuatan baja. Konstruksi tungku BOF relative sederhana, bagian luarnya dibuat dari pelat baja sedangkan dinding bagian dalamnya dibuat dari bata tahan api (firebrick). Bejana BOF biasanya berdiameter dalam 5m mampu memproses 35 200 ton dalam satu pemanasan.

Gambar Sketsa Tungku BOF

Tahapan Proses:
y

Besi bekas sebanyak 30% dimasukkan kedalam bejana yang dilapisi batu tahan api basa. Logam panas dituangkan kedalam bejana tersebut. Suatu pipa aliran oksigen yang didinginkan dengan air dimasukkan kedalam bejana 1 sampai 3 m diatas permukaan logam cair.

Gas oksigen akan mengikat karbon dari besi kasar berangsur

angsur

turun sampai mencapai tingkat baja yang dibuat. Proses oksidasi berlangsung terjadi panas yang tinggi sehingga dapat menaikkan temperatur logam cair sampai diatas 1650 C.
y

Pada saat oksidasi berlangsung ke dalam tungku ditambahkan batu kapur. Batu kapur tersebut kemudian mencair dan bercampur dengan bahan bahan impuritas (termasuk bahan bahan yang teroksidasi) membentuk

terak yang terapung diatas baja cair. Bila proses oksidasi sele maka sai aliran oksigen dihentikan dan pipa pengalir oksigen diangkat / dikeluarkan dari tungku.
y

Tungku BOF kemudian dimiringkan dan benda uji dari baja cair diambil untuk dilakukan analisa komposisi kimia. Bila komposisi kimia telah tercapai maka dilakukan penuangan (tapping). Penuangan tersebut dilakukan ketika temperature baja cair sekitar 1650 C.

Penuangan dilakukan dengan memiringkan perlahan

lahan sehingga

cairan baja akan tertuang masuk kedalam ladel. Di dalam ladel biasanya dilakukan skimming untuk membersihkan terak dari permukaan baja cair dan proses perlakuan logam cair (metal treatment).
y

Metal treatment tersebut terdiri dari proses pengurangan impuritas dan penambahan elemen elemen pemadu atau lainnya dengan maksud untuk

memperbaiki kualitas baja cair sebelum dituang ke dalam cetakan. Jenis Baja yang dihasilkan oleh proses ini adalah Baja karbon & Baja paduan 0,1 % < c < 2,0 %

Kelebihan proses BOF dibandingkan proses pembuatan baja lainnya :


y y y y

BOF menggunakan O2 murni tanpa Nitrogen Proses hanya lebih-kurang 50 menit. Phosphor dan Sulfur dapat terusir dulu daripada karbon Biaya operasi murah

Referensi : Web kaskus. Proses Pembuatan Baja. 6 April 2011 Web Shinqueenas Blog.htm. Baja dan Proses pembuatannya. 6 April 2011

TUGAS Teknologi Besi dan Baja

Pembuatan Baja dengan menggunakan Proses DUPLEX

Disusun Oleh :

Muh.Rafei

(3335071580)

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON-BANTEN 2011

TUGAS Teknologi Besi dan Baja

Pembuatan Baja dengan menggunakan Proses BOF


(Basic Oxygen Furnace)

Disusun Oleh :

Ratu Baituti Melani.A.

(3335071590)

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON-BANTEN 2011