Anda di halaman 1dari 90

i

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA POKOK BAHASAN ORGANISME KEHIDUPAN DENGAN PENERAPAN MODEL Resource Based Learning SISWA KELAS VIIE SMP NEGERI I TERAS, TAHUN AJARAN 2009/2010

Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat sarjana S-1 Pendidikan Biologi

Diajukan Oleh: CITRA NAWANGSARI A 420 060 002

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNITERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010

ii

PERSETUJUAN

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA POKOK BAHASAN ORGANISME KEHIDUPAN DENGAN PENERAPAN MODEL Resource-Based Learning SISWA KELAS VIIE SMP NEGERI I TERAS TAHUN AJARAN 2009/2010

Yang dipersiapkan dan disusun oleh:

CITRA NAWANGSARI A420 060 002

Disetujui Untuk Dipertahankan Dihadapan Dewan Penguji Skripsi Sarjana S-1

Pembimbing I

Pembimbing II

(Dra. Hariyatmi, M.Si) Tanggal:

(Dra. Hj. Aminah Asngad, M.Si) Tanggal:

iii

PENGESAHAN
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA POKOK BAHASAN ORGANISME KEHIDUPAN DENGAN PENERAPAN MODEL Resource-Based Learning SISWA KELAS VIIE SMP NEGERI I TERAS, TAHUN AJARAN 2009/2010

yang dipersiapkan dan disusun oleh :

CITRA NAWANGSARI A 420 060 002 Susunan Dewan Penguji

1. Dra. Hariyatmi, M.Si.

2. Dra. Hj. Aminah Asngad, M.Si.

3. Triastuti, S.Si, M.Si

Surakarta, Agustus 2010 Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan,

Drs. H. Sofyan Anif, M.Si. NIK. 547

iv

PERNYATAAN

Dengan ini, saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi dan sepanjang pengetahuan saya, juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka. Apabila ternyata kelak dikemudian hari terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya di atas, maka saya akan bertanggubjawab sepenuhnya.

Surakarta,

Agustus 2010

Citra Nawangsari A 420 060 002

MOTTO

Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu (QS. Al-Baqarah: 45)

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya (QS. Al-Baqarah: 286)

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, maka apabila kamu selesai dari suatu urusan kerjakanlah dengan sungguhsungguh urusan yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah kam berharap (Q.s.Al-Insyiroh : 6-8)

Niat yang baik janganlah ditunda-tunda (Penulis)

vi

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan karya ini untuk: Ayah dan Ibuku tercinta Sebagai salah satu wujud dan terima kasihku atas doa restu, dorongan dan semangat, pengorbanan serta kasih sayangnya dalam membimbing ananda hingga terwujud karya ini. Kakakku tersayang Kalian adalah saudara terbaikku, semoga kerukunan dan kebersamaan selalu ada di hati kita. Teman-teman jurusan Biologi angkatan 2006, atas kebersamaan yang tak terlupakan. AlmamaterkuUMS tercinta.

vii

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb Alhamdulillahirabil'alamin, puji dan syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sholawat serta salam tak lupa kami haturkan kepada uswah hasanah Rasulullah Muhammad SAW. Sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi dengan judul UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA POKOK BAHASAN ORGANISME KEHIDUPAN DENGAN

PENERAPAN MODEL Resource-Based Learning SISWA KELAS VIIE SMP NEGERI I TERAS, TAHUN AJARAN 2009/2010 Adapun maksud penyusun skripsi ini adalah untuk memenuhi sebagian tugas dan syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan SI jurusan Pendidikan Biologi. Penyusunan skripsi ini telah diusahakan sebaik mungkin, akan tetapi dengan segala kerendahan hati penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih sangat jauh dari sempurna. Selain itu skripsi ini dapat selesai karena adanya bimbingan, bantuan serta kerja sama dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik dalam penelitian maupun penyusunan skripsi. Ucapkan terima kasih penulis kepada: 1. Dra. Hariyatmi, M.Si, selaku pembimbing I, yang telah memberikan pengarahan, bimbingan, motivasi dan ilmunya untuk penulisan skripsi ini.

viii

2. Dra. Hj. Aminah Asngad, M.Si, selaku pembimbing II, yang telah sabar memberikan pengarahan, bimbingan dan ilmunya untuk penulisan skripsi ini. 3. Bapak/Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Biologi yang tidak hentihentinya memberikan ilmu selama ini. 4. Bapak Drs Hartoko, MM, selaku kepala Sekolah SMP Negeri I Teras yang telah memberi ijin dan kesempatan untuk mengadakan penelitian. 5. Suryani, A.M.Pd, selaku Guru Bidang studi Biologi kelas VIIE SMP Negeri I Teras, yang telah banyak membantu dan membimbing dalam penelitian dan penyusunan karya ini. 6. Siswa-siswi kelas VIIE SMP Negeri I Teras tahun ajaran 2009/2010. 7. Bapak, Ibu dan seluruh keluarga besar tercinta yang telah memberikan dukungan sehingga sampai selesainya skripsi ini. 8. Teman-teman seperjuangan yang juga memberikan dukungan 9. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah membantu kelancaran penyusunan karya ini. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, Amin. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Surakarta, Agustus 2010 Penulis

Citra Nawangsari A 420 060 002

ix

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL ................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN ..................................................................... HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................... HALAMAN PERYATAAN ........................................................................ MOTTO........................................................................................................ PERSEMBAHAN ........................................................................................ KATA PENGANTAR ................................................................................. DAFTAR ISI ............................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. ABSTRAK .................................................................................................. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .................................................................................. B. Pembatasan Masalah ........................................................................ C. Perumusan Masalah .......................................................................... D. Tujuan Penelitian ............................................................................. E. Manfaat Penelitian ............................................................................ BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Belajar .............................................................................................. B. Pembelajaran .................................................................................... C. Model ............................................................................................... D. Model pembelajaran Resource-Based Learning ................................. E. Pembelajaran biologi ........................................................................ F. Pembelajaran biologi menggunakan Resource-Based Learning .. G. Hasil belajar . H. PTK (Penelitian Tindakan Kelas) I. Kerangka berpikir ii iii iv v vi vii ix xi xiii 1 4 4 5 5

6 7 8 9 12 13 14 15 17

BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan waktu ............................................................................ B. Variable penelitian ............................. C. Prosedur penelitian ........................................................................... D. Teknik pengumpulan data ................................................................. E. Teknik analisis data .......................................................................... BAB VI HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil penelitian ...................................... Rekapitulasi hasil penelitian .................................. B. Pembahasan ................................

19 19 19 21 22

23 33 35

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ......................... B. Saran ........................... DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. LAMPIRAN ................

40 40 41 43

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

halaman 44 45 46 49 52 54 55 56 57 58 59 60

1. Pengembangan silabus Siklus I .......................................................... 2. Pengembangan silabus Siklus II ........................................................ 3. Rencana Pembelajaran Siklus I .......................................................... 4. Rencana Pembelajaran Siklus I .......................................................... 5. Soal Diskusi Kelompok Siklus I ........................................................ 6. Kunci jawaban Diskusi Kelompok Siklus I ........................................ 7. Soal Post tes Siklus I ......................................................................... 8. Kunci jawaban Post tes Siklus I ......................................................... 9. Soal Diskusi Kelompok Siklus II ....................................................... 10. Kunci jawaban Diskusi Kelompok Siklus II....................................... 11. Soal Post tes Siklus II ........................................................................ 12. Kunci jawaban Post tes Siklus II........................................................ 13. Daftar nama siswa kelas VIIE SMP Negeri I Teras Boyolali tahun ajaran 2009/2010 ....................................................... 14. Hasil penilaian Kognitif siswa kelas VIIE SMP Negeri I Teras Boyolali tahun ajaran 2009/2010 ....................................................... 15. Data hasil belajar biologi siswa ......................................................... 16. Penghitungan dengan persamaan regresi nilai siklus I Terhadap nilai awal Format penilaian afektif .....................................

61

62 63

64

xii

17. Penghitungan dengan persamaan regresi nilai siklus II Terhadap nilai siklus I ....................................................................... 18. Penghitungan dengan persamaan regresi nilai siklus II Terhadap nilai awal ........................................................................... 19. Prosentase nilai kognitif yang kurang dari rata-rata............................ 20. Format penilaian afektif Pra siklus..................................................... 21. Format penilaian afektif siklus I ........................................................ 22. Format penilaian afektif siklus II ....................................................... 23. Prosentase penilaian afektif Pra siklus ............................................... 24. Prosentase penilaian afektif siklus I ................................................... 25. Prosentase penilaian afektif siklus II .................................................. 26. Prosentase peningkatan nilai afektif ................................................... 66 67 68 69 70 71 72 73 74 65

xiii

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA POKOK BAHASAN ORGANISME KEHIDUPAN DENGAN PENERAPAN MODEL Resource Based Learning SISWA KELAS VIIE SMP NEGERI I TERAS, TAHUN AJARAN 2009/2010 Oleh : Citra Nawangsari, A420060002, Jurusan pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 44 halaman ABSTRAK Siswa kelas VIIE SMP Negeri I Teras dalam proses pembelajaran masih cenderung monoton dan masih berpusat pada guru, banyak siswa yang ramai pada saat pembelajaran berlangsung, siswa banyak yang pasif, menganggap biologi sebagai ilmu yang penuh dengan hafalan, metode maupun pendekatan yang digunakan kurang bervariasi. Berdasarkan hasil observasi tersebut maka peneliti dan guru biologi memilih pembelajaran dengan pendekatan resource-based learning untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar biologi menggunakan model resource-based learning pada siswa kelas VIIE SMP Negeri I Teras tahun ajaran 2009/2010. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model pembelajaran resource-based learning. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIE yang berjumlah 31 siswa. Penelitian ini berlangsung selama dua siklus dan masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan. pelaksanaan, observasi/pengamatan dan revleksi. Analisis data pada penelitian ini dengan cara deskriptif kualitatif, yaitu dengan cara menganalisis data perkembangan siswa dari siklus I sampai siklus II dilengkapi dengan analisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan tindakan diperoleh rata-rata 5,7. dan rata-rata siklus I meningkat sebesar 6,5. Siklus II 7,8. Menunjukan setelah diberi materi dengan menggunakan model pembelajaran resource-based learning berpengaruh positif terhadap peningkatan nilai awal. Untuk aspek afektif mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 15,0 (berminat dengan katagori sedang), siklus II sebesar 16,6 (berminat dengan katagori baik). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran resource-based learning dapat meningkatkan hasil belajar biologi pada pokok bahasan organisme kehidupan siswa kelas VIIE SMP Negeri I Teras tahun ajaran 2009/2010 pada aspek kognitif sebesar 80 point (80%), dan aspek afektif sebesar 7,5 point (75%).

Kata kunci : penerapan model resource-based learning, hasil belajar siswa

BAB I Pendahuluan

A. Latar Belakang Pendidikan adalah kegiatan yang bertujuan untuk kualitas manusia. Sebagai suatu kegiatan yang mempunyai tujuan, maka dalam pelaksanaannya berada dalam suatu proses yang berkesinambungan dalam setiap jenis integral (Bahri, 2002). Menurut Sudijono (2001), Pendidikan merupakan usaha untuk mengembangkan dan membina potensi sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan pada semua jenjang pendidikan mulai dari tingkat dasar, menengah dan perguruan tinggi. Pendidikan di sekolah mempunyai tujuan untuk mengubah siswa agar dapat memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap belajar sebagai bentuk perubahan perilaku belajar sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Salah satu upaya untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan adalah dengan menggunakan pembelajaran aktif dimana siswa melakukan sebagian besar pekerjaan yang harus dilakukan. Siswa menggunakan otak untuk mempelajari berbagai masalah dan menerapkan apa yang mereka pelajari. Belajar aktif merupakan langkah cepat, menyenangkan, mendukung dan menarik hati dalam belajar untuk mempelajari sesuatu dengan baik. Belajar aktif membantu untuk mendengarkan, melihat, mengajukan pertanyaan tentang pelajaran tertentu dan mendiskusikannya dengan yang lain. Dalam belajar aktif yang paling penting siswa perlu memecahkan masalah sendiri, menemukan contoh-contoh, dan mencoba keterampilan dan melaksanakan 1

tugas-tugas yang tergantung pada penelitian yang telah dimiliki (Silberman, 2001). Dalam proses belajar mengajar terdapat beberapa kelemahan yang mempengaruhi hasil belajar siswa menjadi menurun. Latar belakang karakter siswa kelas VII di SMP Negeri I Teras Boyolali terdapat lima kelas paralel mempunyai komposisi siswa yang heterogen, berdasarkan dialog dengan guru Biologi kelas VII, kelas VIIE merupakan kelas yang direkomendasikan untuk menjadi objek penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pertimbangan siswa kelas VIIE mempunyai latar belakang nilai yang mayoritas rendah dibandingkan dengan siswa kelas yang lain. Dari hasil Observasi di kelas, yaitu pada tanggal 18 Januari 2010 diketahui proses pembelajaran Biologi kelas VIIE SMP Negeri I Teras tahun ajaran 2009/2010 ditemukan kelemahan sebagai berikut: 1) Siswa pasif dan kurang memperhatikan penjelasan dari guru di setiap pembelajaran; 2) Siswa ramai pada saat pembelajaran; 3) jenuh dan bosan pada pembelajaran yang monoton; 4) Konsentrasi dan pemahaman siswa kurang dalam setiap pembelajaran Biologi; 5) Hasil belajar siswa rendah. Kelemahan tersebut merupakan masalah dalam strategi pembelajaran kelas yang penting untuk dipecahkkan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu tindakan penelitian yang akar permasalahannya muncul di kelas dan dirasakan langsung oleh guru yang bersangkutan. Jadi tidak bisa dibenarkan jika ada anggapan bahwa permasalahan dalam penelitian tindakan kelas muncul dari pikiran peneliti. Dalam penelitian tindakan kelas, peneliti atau guru dapat melihat sendiri

praktik pembelajaran atau bersama guru lain dapat melakukan penelitian terhadap siswa dilihat dari aspek interaksinya dalam proses pembelajaran. Dalam penelitian tindakan kelas, guru secara reflektif dapat menganalisis, mensintesis terhadap apa yang telah dilakukan di kelas. Dalam hal tersebut berarti dengan melakukan penelitian tindakan kelas pendidik dapat memperbaiki praktik-praktik pembelajaran sehingga bisa menjadi lebih efektif (Supardi, 2006). Berdasarkan hasil observasi dan tujuan penelitian tindakan kelas maka keberhasilan suatu pendidikan terkait dengan masalah untuk mencapai proses pembelajaran akan lebih efektif jika siswa ikut berpartisipasi aktif didalamnya. Salah satu alternatif model pembelajaran untuk mengatasi permasalahanpermasalahan diatas, adalah dengan menggunakan model pembelajaran resource-based learning. Model pembelajaran resource-based learning adalah bentuk belajar yang langsung menghadapkan siswa dengan suatu/sejumlah sumber belajar secara individual/kelompok dengan segala kegiatan belajar. Jadi dalam resource-based learning guru bukan merupakan sumber belajar satu-satunya. Siswa dapat belajar dalam kelas, dalam laboratorium, dalam ruang perpustakaan, dalam ruang sumber belajar yang khusus/bahkan di luar sekolah bila peserta didik mempelajari organisme kehidupan yang berhubungan dengan tugas/masalah tertentu (Nasution, 2000). Berdasarkan uraian di atas, maka hal itulah yang mendorong/menjadi dasar utama bagi penulis untuk melakukan penelitian dan mengambil judul: UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA

POKOK

BAHASAN

ORGANISME

KEHIDUPAN

DENGAN

PENERAPAN MODEL Resource-Based Learning SISWA KELAS VII A SMP NEGERI I TERAS, TAHUN AJARAN 2009/2010.

B. Pembatasan Masalah Agar tidak terjadi perluasan dalam permasalahan maka perlu adanya pembatasan masalah, yaitu sebagai berikut: 1. Subyek Penelitian Subyek dalam penelitian ini adalah Pembelajaran Biologi dengan menggunakan Resource-Based Learning. 2. Obyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIE SMP Negeri I Teras tahun ajaran 2009/2010. 3. Parameter Penelitian Hasil aspek kognitif dan afektif yang dicapai siswa kelas VIIE SMP Negeri I Teras pada pokok bahasan Organisme kehidupan.

C. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut: Apakah dengan menggunakan model Resource-Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIE pada pokok bahasan Organisme Kehidupan?

D. Tujuan Penelitian Sesuai dengan perumusan masalah diatas, maka penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Apakah dengan menggunakan model ResourceBased Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIE SMP Negeri I Teras tahun ajaran 2009/2010.

E. Manfaat Penelitian Suatu penelitian akan bernilai jika dapat memberikan manfaat bagi sebagian pihak. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: 1. Bagi siswa Dapat memotivasi siswa dalam belajar biologi, sehingga hasil belajar siswa pada konsep organism kehidupan dapat meningkat. 2. Bagi guru Dapat menciptakan suasana kelas yang lebih aktif, paham akan pentingnya penggunaan Resource-Based Learning dalam proses pembelajaran, yang berarti juga meningkatkan kualitas diri sendiri. 3. Bagi sekolah Hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan yang baik khususnya bagi SMP Negeri I Teras dalam rangka perbaikan proses pembelajaran biologi dan sekolah lain pada umumnya.

BAB II Tinjauan Pustaka

A. Belajar Menurut Tirtarahardja (2000), belajar diartikan sebagai aktivitas pengembangan diri melalui pengalaman, bertumpu pada kemampuan diri dan belajar di bawah bimbingan pengajar. Sementara itu Sardiman (2001) mengemukakan bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan, misalnya dengan membaca, mengamati,meniru dan lain sebagainya. Menurut Silberman (2001), menyatakan bahwa belajar aktif merupakan sebuah kesatuan sumber kumpulan strategi-strategi pembelajaran yang komprehensif. Belajar aktif meliputi berbagai cara untuk membuat peserta didik aktif sejak awal melalui aktivitas-aktivitas yang membangun kerja kelompok dan dalam waktu singkat membuat mereka berpikir tentang materi pelajaran. Juga terdapat teknik-teknik memimpin belajar bagi seluruh kelas, bagi kelompok kecil merangsang diskusi dan debat, mempraktekkan ketrampilanketrampilan, mendorong adanya pertanyaan-pertanyaan, bahkan membuat paserta didik dapat saling mengejar satu sama lain. Menurut Slameto (2003), secara psikologi belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengertian belajar dapat didefinisikan sebagai berikut: Belajar adalah suatu proses usaha yang 6

dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Belajar menurut Adrian (2004), adalah segenap rangkaian kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dalam dirinya beripa penambahan pengetahuan atau kemahiran berdasarkan alat indera dan pengalamannya. Oleh sebab itu, apabila setelah belajar peserta didik tidak ada perubahan tingkah laku yang positif dalam arti tidak memiliki kecakapan baru serta wawasan pengetahuannya tidak bertambah, maka dapat dikatakan bahwa belajarnya belum sempurna. Sementara itu menurut Hamalik (2007), kegiatan belajar sesungguhnya dilakukan oleh semua makhluk yang hidup, mulai dari bentuk kehidupan yang sederhana sampai yang kompleks. Efektivitas kegiatan belajar tersebut bergantung pada tingkat kerumitan jenis kehidupannya. Manusia, sebagai makhluk yang unik, melakukan kegiatan belajar dengan cara dan system yang unik pula.

B. Pembelajaran Pembelajaran ialah membelajarkan siswa menggunakan asa

pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didikatau murid (Sagala, 2003).

Pembelajaran menurut Jogiyanto (2006), didefinisikan sebagai sesuatu proses yang mana sesuatu kegiatan berasal atau berubah lewat reaksi dari

situasi yang dihadapi, dengan keadaan bahwa karakteristik-karakteristik dari perubahan aktivitas tersebut tidak dapat dijelaskan dengan dasar kecenderungan reaksi asli, kematangan atau perubahan-perubahan

sementara dari organisme. Sementara itu Dimyati dan Mudjiono (2006), menyatakan bahwa pembelajaran merupakan proses yang diselenggarakan oleh guru untuk membelajarkan siswa dalam belajar, bagaimana belajar memperoleh dan memproses pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Tujuan pembelajaran adalah perubahan perilaku dan tingkah laku yang positif dari peserta didik setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar, seperti perubahan yang secara psikologis akan tampil dalam tingkah laku (over behavior) yang dapat diamati melalui alat indera oleh orang lain baik tutur katanya, motorik dan gaya hidupnya (Adrian, 2004). Sementara itu menurut Wijaya dan Rusyan (2000), tujuan pembelajaran adalah mengembangkan potensi siswa secara optimal yang memungkinkan siswa dapat mencapai tujuan yang diharapkan dan bertanggung jawab sebagai anggota masyarakat. Pembelajaran dipengaruhi oleh faktor kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan adanya interaksi antara guru dan siswa serta kemahiran guru dalam melaksanakan pembelajaran.

C. Model Model pembelajaran dapat diartikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman perancang pengajaran dan para guru dalam merencanakan

dan melaksanakan aktifitas belajar mengajar (Winataputra, 2003). Sementara itu menurut Makmun (2003), apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi model pembelajaran pada

dasarnyamerupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, model, dan teknik pembelajaran. Menurut Senjaya (2008), menyatakan bahwa model pembelajaran mengetegahkan empat kelompok model pembelajaran yaitu: 1) Model interaksi sosial; 2) model pengolahan informasi; 3) model personal humanistic; 4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentifikasi dengan strategi pembelajaran.

D. Model pembelajaran Resource-Based Learning Model pembelajaran resource-based learning diartikan bahwa segala bentuk belajar langsung menghadapkan siswa dengan suatu atau sejumlah sumber belajar secara individual atau kelompok dengan segala kegiatan belajar yang bertalian dengan itu. Jadi dalam resource-based learning guru bukan merupakan sumber belajar satu-satunya. Siswa dapat belajar dalam kelas, dalam laboratorium, dalam ruang perpustakaan, dalam ruang sumber belajar yang khusus atau bahkan di luar sekolah bila peserta didik

mempelajari lingkungan yang berhubungan dengan tugas atau masalah tertentu (Sagala, 2006). Sumber belajar adalah suatu pendukung proses pembelajaran yang bersifat netral. Peranannya akan terlihat jika guru pandai memanfaatkan dan menempatkannya dalam proses belajar-mengajar secara tepat. Sadiman (2000) mengemukakan nilai-nilai praktis sumber belajar adalah sebagai berikut: a) Meletakkan dasar yang kongkrit dari konsep yang abstrak sehingga dapat mengurangi pemahaman yang bersifat verbalisme, misalnya untuk menjelaskan bagaimana teorema atau dalil dalam pelajaran biolog; b) Menampilkan objek yang terlalu besar yang tidak memungkinkan untuk dibawa kedalam kelas, populasi suatu daerah, pabrik. Objek-objek tersebut cukup ditampilkan melalui gambar, foto atau film; c) Membangkitkan motivasi belajar siswa; d) Dapat mengontrol dan mengatur waktu belajar siswa; e) Memungkinkan siswa berinteraksi secara langsung dengan lingkungan belajar (sumber belajar) secara langsung; f) Bahan pelajaran di ulangi sesuai dengan kebutuhan dan atau disimpan untuk digunakan pada saat yang lain. Sementara itu menurut Jullie (2002) Resource-based learning mempunyai beberapa keuntungan yaitu:

1) Membuat orang antusias belajar dan terinspirasi untuk berpartisipasi aktif; 2) meningkatkan sikap siswa dan guru terhadap materi pembelajaran dan prestasi akademik; 3) mendorong terjadinya pemusatan perhatian terhadap topic sehingga siswa menggali lebih banyak informasi dan menghasilkan hasil belajar yang lebih bermutu; 4) meningkatkan perolehan

ketrampilan pemrosesan informasi secara efektif, dengan mengeatahui sifat dasar informasi dan keberagaman. Langkah-langkah model pembelajaran resource-based learning : a. Membuat suatu pertayaan tentang materi pelajaran yang dapat membangkitkan minat peserta didik untuk mengetahui lebih lanjut atau mau mendiskusikan dengan teman. Pertanyaan tersebut harus dibuat yang sekitarnya hanya diketahui oleh sebagian kecil peserta didik. b. Anjurkan peserta didik untuk menjawab apa saja yang sesuai dengan mereka. c. Jangan member jawaban secara langsung. Tamping semua dugaandugaan. Biarkan peserta didik bertanya-tanya tentang jawaban yang benar. d. Gunakan pertayaan tersebut untuk mengajarkan apa yang akan anda ajarkan kepad peserta didik. Jangan lupa beri jawaban yang benar. Model pembelajaran resource-based learning memanfaatkan

sepenuhnya segala sumber informasi sebagai sumber bagi pelajaran termasuk alat-alat audio-visual dan memberikan kesempatan untuk merencanakan kegiatan belajar dengan mempertimbangkan sumber-sumber yang tersedia. Resource-based learning berusaha memberikan pengertian kepada siswa tentang luas dan aneka ragamnya sumber-sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk belajar (Hakkairane, 2006). Sementara itu Hamidi (2008). Model untuk pembelajaran resource-based siswa dalam learning belajar

memungkinkan

mengganti

pasifitas

konvensional yang mengharuskan siswa belajar yang sama dengan cara yang sama akan tetapi belajar aktif didorong oleh minat dan keterlibatan diri dalam pendidikannya. Oleh karena itu apa yang dipelajari harus mengandung makna bagi siswa, penuh variasi. Siswa sendiri terlibat menentukan dan memilih apa yang akan dipelajari. Model pembelajaran resource-based learning juga memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja menurut kecepatan dan kesanggupan masing-masing serta tidak dipaksa bekerja menurut kecepatan yang sama dalam hubungan kelas Model pembelajaran resource-based learning dalam hal ini lebih menekankan pada pengoptimalan penggunaan tiga dari sumber belajar yaitu manusia, buku dan media pendidikan.

E. Pembelajaran Biologi Biologi adalah study of living things and their vital process. The field deals with all physicochemical aspects of life. Berdasarkan pengertian tersebut, biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup yang mencakup semua fenomena hidup dari mikroorganisme, tumbuhan, hewan termasuk manusia. Biologi membantu manusia untuk mengenal diri sebagai organisme, mengenal lingkungan dan hubungan organisme dengan lingkungan (Anonim, 2004). Pembelajaran biologi menyangkut proses belajar yang berkaitan dengan makhluk hidup dan lingkungan. Suatu proses pembelajaran yang selalu berhubungan dengan aktivitas kehidupan nyata. Raharja (2006) menjelaskan bahwa upaya

mencapai tujuan pendidikan nasional, berbunganya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warna Negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Untuk mencapai kearah tujuan pendidikan nasional tersebut, secara mikro setiap proses pembelajaran tidak hanya mengembangkan kemampuan aspek kognitif, tetapi juga mengembangkan kecakapan aspek efektif dan psikomotorik. Biologi sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan alam memfokuskan pembahasan pada masalah-masalah biologi dialam sekitar melalui proses dan sikap ilmiah. Sebagai cabang IPA, maka dalam pembelajaran biologi berpatokan pada pembelajaran IPA seperti yang tertuang dalam kurikulum 1994, yaitu pembelajaran yang berorientasi pada hakikat IPA yang meliputi produk, proses dan sikap ilmiah ketrampilan proses (Yusuf, 2008).

F. Pembelajaran Biologi menggunakan Resource-Based Learning Pada umumnya seorang guru masih mengajar dengan menggunakan komunikasi satu arah, dimana guru bertindak sebagi pemberi ilmu pengetahuan dan siswa sebagai penerima yang pasif. Untuk memenuhi tuntutan kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), diharapkan guru mengalihkan pandangan bahwa guru bukan lagi sebagai pemberi ilmu pengetahuan tapi guru merupakan fasilitator dan mediator yang kreatif sedangkan siswa bukan lagi sebagai penerima ilmu

pengetahuan yang pasif melainkan siswa sebagai subjek pembelajaran yang aktif untuk membentuk pengetahuannya sendiri (Yusuf, 2006). Sebenarnya banyak model pembelajaran yang bisa digunakan untuk menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih variatif atau lebih menarik. Guru berharapkan mampu mejadikan siswa lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran dikelas yang pada muaranya akan meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu model pembelajaran ini adalah model resourcebased learning. Dasar konsep dari teknik-teknik ini ialah bahwa pengetahuan itu tidak dapat ditransfer secara langsung dari seorang guru kepada siswanya secara keseluruhan melainkan pengetahuan itu dibentuk dan dibangun sendiri oleh siswa dalam kepala mereka dalam struktur kognitifnya melalui pengalaman-pengalaman belajar mereka sendiri. Pembelajaran biologi menggunakan resource-based learning

memberikan keuntungan bagi siswa antara lain: a.) Mendorong terjadinya pemusatan perhatian terhadap topik sehingga membuat peserta didik menggali lebih banyak informasi dan menghasilkan hasil belajar yang lebih bermutu; b.) Meningkatkan ketrampilan berpikir seperti ketrampilan memecahkan masalah, memberikan pertimbangan-pertimbangan dan melakukan evaluasi melalui penggunaan informasi dan penelitian secara mandiri; c.) Meningkatkan sikap murid dan guru terhadap materi pembelajaran dan prestasi akademik; d.) Membuat siswa antusias belajar dan terinspirasi untuk berpartisipasi aktif.

G. Hasil Pembelajaran Hasil belajar merupakan hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk angka maupun huruf-huruf. Menurut Tirtonegoro (2001) hasil belajar adalah hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu. Sementara itu menurut Arikunto (2001), hasil belajar adalah hasil yang dicapai seseorang setelah melaksanakan kegiatan belajar dan merupakan nilai yang dicapai seorang siswa untuk mengetahui sejauh mana materi yang diajarkan dapat diterima siswa. Untuk dapat menentukan tercapai tidaknya tujuan pembelajaran perlu dilakukan usaha untuk menilai hasil belajar. Penilaian ini bertujuan untuk melihat kemajuan peserta didik dalam penguasaan materi yang telah dipelajari dan ditetapkan. Hasil belajar siswa merupakan perubahan tingkah laku yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotor setelah proses pembelajaran (Sudjana, 2002). Secara spesifik hasil belajar adalah suatu kinerja yang diindikasikan sebagai suatu kapabilitas (kemampuan) yang telah diperoleh. Hasil belajar peserta didik dapat diklasifikasi ke dalam tiga ranah (domain), yaitu: a) Domain kognitif (pengetahuan atau yang mencakup kecerdasan bahasa dan kecerdasan logika-matematika); b) Domain afektif (sikap dan nilai atau yang mencakup kecerdasan antar-pribadi dan kecerdasan intra-pribadi, dengan kata lain kecerdasan emosional); dan c) Domain psikomotor yaitu keterampilan atau yang mencakup kecerdasan

kinestetik, kecerdasan visual-spasial, dan kecerdasan musical (Anonim, 2007).

H. PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Menurut Wiriatmadja (2006), penelitian tindakan kelas adalah bentuk penelitian yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif. Artinya secara kolaboratif, guru tidak melakukan penelitian sendiri, ada kemungkinan berkolaborasi atau bekerja sama dengan sesama guru. Secara partisipatif bersama-sama mitra peneliti akan melaksanakan penelitian ini langkah demi langkah. Sementara itu menurut Supardi (2006), penelitian tindakan kelas merupakan suatu penelitian tindakan yang akan permasalahannya muncul di kelas, dan dirasakan langsung oleh guru yang bersangkutan sehingga sulit dibenarkan jika ada anggapan bahwa permasalahan dalam penelitian tindakan kelas muncul dar lamunan peneliti. Dalam PTK, peneliti atau guru dapat melihat sendiri praktik pembelajaran atau bersama guru lain dia dapat melakukan penelitian terhadap siswa dilihat pada segi aspek interaksinya dalam proses pembelajaran. Dalam PTK, guru secara refleksi (dapat menganalisis, mensintesis) terhadap apa yang telah terjadi di kelas. Dalam hal ini berarti dengan melakukan PTK, pendidik dapat memperbaiki praktik-praktik pembelajaran sehingga menjadi lebih efektif. Sementara itu Arikunto (2006), menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas atau istilah dalam bahasa Inggrisnya adalah Classroom Action Research (CAR) sudah lebih dari sepuluh tahun yang lalu dikenal dan ramai dibicarakan dalam dunia pendidikan. Ada 3 kata pembentukan

pengertian PTK, yaitu: a) Penelitian, menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti; b) Tindakan, menunjuk pada suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus siswa; c) Kelas, dalam hal ini tidak terkait pada pengertian ruang kelas tatapi dalam pengertian yang lebih spesifik yaitu kelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran sama dari guru yang sama pula. Dengan menggabungkan batasan pengertian tigs kata tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar mengajar berupa sebuah tindakan yang segaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama tindakan tersebut diberikan oleh guru dengan arahan guru yang dilakukan oleh siswa. Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas. Kegiatan penelitian ini tidak saja bertujuan untuk memecahkan masalah tetapi sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa haltesebut tidak dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan. PTK, juga bertujuan untuk meningkatkan kegiatan nyata guru dalam pengembangan profesionalnya. Pada intinya PTK bertujuan untuk memperbaiki berbagai persoalan nyata dan praktis dalam peningkatan mutu

pembelajaran di kelas yang dialami langsung dalam interaksi antara guru dengan siswa yang sedang yang sedang belajar (Suhardjono, 2006) Menurut Madya (2008), ada beberapa langkah dalam melaksanakan PTK. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut: a) mengidentifikasi dan merumuskan masalah; b) menganalisis masalah; c) merumuskan hipotesis tindakan; d) membuat rencana tindakan dan pemantauannya; e) melaksanakan tindakan dan mengamatinya; f) mengolah dan menafsirkan data; dan g) melaporkan.

I. Kerangka Berpikir Setiap kegiatan pembelajaran selalu melibatkan siswa dan sumbersumber belajar baik yang berada di lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah. Siswa memiliki kemampuan belajar, tingkat keaktifan dan sikap yang berbeda-beda. Hasil belajar akan meningkat dengan memberikan keluasan secukupnya kepada siswa untuk melatih kemampuan dalam berbagai masalah serta penerapan model pembelajaran yang tepat, salah satunya dengan menggunakan model resource-based learning. Selama ini model pembelajaran yang digunakan dalam dunia pendidikan di Indonesia pada umumnya adalah model pembelajaran konvensional yang menjadikan guru sebagai pusat pembelajaran dan satusatunya sumber belajar, sehingga potensi yang ada pada diri siswa kurang dapat berkembang. Perbandingan hasil belajar penerapan model resourcebased learning dengan model pembelajaran konvensional dapat digambarkan sebagai berikut :

Observasi Pembelajaran

Aspek afektif

Aspek kongnitif

Guru Mengajar Dengan Metode Ceramah Hasil Belajar Siswa Pada Materi Organisme Kehidupan

Siswa pasif dan kurang memperhatikan Guru Siswa di kelas ramai Siswa jenuh dan bosan pada pembelajaran yang monoton Konsentrasi dan pemahaman siswa kurang

Pembelajaran RBL

Hasil Belajar Siswa Kurang Optimal

BAB III Metode Penelitian

A. Tempat dan Waktu Penelitian a. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri I Teras, Boyolali. b. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2010.

B. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu : a. Variabel Bebas Variabel bebas pada penelitian ini adalah model pembelajaran Resource-Based Learning. b. Variabel Terikat Variabel terikat pada penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas VIIE SMP Negeri I Teras tahun ajaran 2010/2011.

C. Prosedur Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bersifat praktis, situasional dan kondisional berdasarkan permasalahan yang muncul dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari di sekolah. Penelitian ini berbasis kolaboratif, sehingga penelitian ini melakukan kerjasama dengan guru bidang studi biologi yang selalu berupaya untuk

20

memperoleh hasil yang optimal. Melalui cara dan prosedur yang efektif, sehingga memungkinkan adanya tindakan yang berulang untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa. Berdasarkan perencanaan yang telah dibuat peneliti sekaligus sebagai guru melakukan tindakan pembelajaran sesuai perencanaan tindakan yang dibuat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan pembelajaran biologi yang efektif sehingga diperoleh hasil yang optimal. Mengacu pada teori tentang penelitian tindakan kelas, maka persiapan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan prosedur sebagai berikut: a. Perencanaan tindakan 1) Proses pembelajaran akan dilaksanakan dengan model pembelajaran Resource-Based Learning. 2) Membuat kesepakatan bersama guru biologi untuk menetapkan materi yang akan diajarkan. 3) Merancang program pembelajaran, yaitu meliputi rencana secara revisi

pembelajaran. 4) Sebelum pelaksanaan pembelajaran, peneliti dan guru berlatih bersama untuk menyamakan persepsi dalam proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. b. Pelaksanaan Tindakan Dalam tahap ini peneliti menjelaskan pembelajaran sesuai rencana yang diuraikan pada rencana pembelajaran, namun tindakan yang dilakukan tidak mutlak dikendalikan oleh rencana.

c. Observasi dan Monitoring Observasi dan monitoring dilakukan bersama ketika pembelajaran berlangsung. Pengamatan ini tidak dilakukan oleh peneliti sendiri yang bertindak sebagai guru tetapi bekerja sama dengan guru mata pelejaran biologi. d. Refleksi Data yang diperoleh dari hasil observasi selanjutnya didiskusikan antara guru dan peneliti untuk mengetahui: 1) Apakah tindakan yang dilakukan sesuia rencana. 2) Kemajuan siswa, terutama dalam aktivitas dan hasil belajar siswa meliputi peningkatan aktivitas dan hasil belajar. e. Evaluasi Kegiatan ini sebagai proses mengumpulkan, mengolah dan menyajikan informasi, sehingga bermanfaat untuk pengambilan

keputusan tindakan, melakukan tindakan, pengamatan, refleksi dan evaluasi merupakan proses yang terkait secara sistematis dan berkesinambungan. Evaluasi ditujukan pada penemuan bukti-bukti peningkatan hasil belajar.

D. Tehnik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data dalam penelitian ini digunakan metode sebagai berikut :

a. Observasi Observasi merupakan pengambilan data dilakukan dengan pengamatan langsung di kelas pada setiap pertemuan untuk mengetahui bagaimana aktifitas siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. b. Tes Tes merupakan pengambilan data hasil belajar Biologi siswa pada materi pokok organisme kehidupan dengan post test setiap akhir pertemuan sebagai nilai kognitif c. Dokumentasi Metode dokumantasi digunakan untuk mendapatkan daftar nama siswa dan nomor absen siswa pada kelas yang digunakan sebagai subyek penelitian. E. Analisis Data Analisis data dari peneliti ini adalah dengan cara deskriptif kualitatif, yaitu dengan cara menganalisis data perkembangan siswa dari siklus satu sampai siklus dua yang dilengkapi dengan regresi linier.

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Kondisi Awal (Pra Siklus) Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri I Teras yang terletak di Jl. Solo-Semarang, Teras Boyolali dengan nomor telpon (0276)322112. Di SMP tersebut terdapat beberapa ruang antara lain : 1 ruang kepala sekolah yang digabung dengan ruang TU, 1 ruang guru, 1 ruang UKS, 1 ruang perpustakaan, dan 10 ruang kelas, 1 ruang laboratorium IPA, 1 ruang laboratorium komputer, laboratorium bahasa dan mushola. Di sekitar sekolah terdapat lapangan basket dan lapangan voli yang biasanya digunakan siswa untuk berolahraga dan terdapat beberapa tumbuhan yang dapat digunakan sebagai objek pembelajaran siswa pada pelajaran IPA. Observasi lingkungan di sekolah ini dilakukan pada tanggal 19 Januari 2010. Selain dilakukan observasi lingkungan sekolah, dilakukan juga observasi di kelas. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada tanggal 6 dan 13 Mei 2010. Dari hasil observasi di kelas terdapat beberapa permasalahan pembelajaran siswa pada mata pelajaran IPA, yaitu : perhatian siswa pada guru saat menjelaskan materi masih kurang, kemauan siswa dalam bertanya masih kurang, kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan masih kurang, kemampuan siswa dalam menanggapi pertanyaan masih kurang.

24

Kegiatan selanjutnya setelah observasi awal yaitu merencanakan, melaksanakan, mengobservasi, mengevaluasi, menganalisis serta

merefleksi yang masuk dalam rangkaian siklus. Serangkaian penelitian yang dilakukan terdiri dari beberapa siklus. Penelitian ini diakhiri sampai ada perubahan pada respon siswa kearah yang lebih baik. Pembahasan masing-masing siklus dapat dilihat seperti dibawah ini. 2. Siklus I a. Perencanaan Tindakan I Siklus 1 dilakukan dalam satu kali pertemuan. Adapun

perencanaan tindakan untuk siklus 1 meliputi hal-hal sebagai berikut: 1) Penyusunan silabus dengan materi pokok organisme kehidupan, pada sub pokok bahasan sel hewan dan sel tumbuhan. (Lampiran 1). 2) Penyusunan Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) pertemuan I dengan materi pokok organisme kehidupan, yang khusus membahas gambar sel hewan dan sel tumbuhan beserta keterangan organ penyusun dan fungsinya. RPP ini disusun sesuai dengan tahap-tahap pelaksanaan Resource-Based Learning dengan diskusi kelompok, dimana urutan tahapan pelaksanaan selengkapnya dapat dilihat pada RPP. (Lampiran 2). 3) Mempersiapkan materi pembelajaran dan lembar diskusi kelompok serta post tes (Lampiran 8) untuk pertemuan I berupa gambar sel hewan dan sel tumbuhan sebagai bahan diskusi kelompok untuk

menjelaskan struktur sel hewan dan sel tumbuhan dengan lengkap serta dapat menyebutkan bagian-bagian sel hewan dan sel tumbuhan tersebut. b. Pelaksanaan Tindakan I Pada pelaksanaan tindakan I, guru menggunakan pembelajaran Resource-Based Learning, yang terdiri dari 1 kali tatap muka, dengan materi pokok organisme kehidupan yang lebih khusus membahas tentang sel hewan dan tumbuhan yang meliputi struktur sel hewan beserta fungsinya, struktur sel tumbuhan beserta fungsinya dengan menggunakan gambar yang telah dibagikan kepada masing-masing kelompok sebagai bahan diskusi. Penggunaan media yang berupa gambar sel hewan dan sel tumbuhan dalam pertemuan ini dimaksudkan agar semakin

mempermudah siswa untuk memahami konsep dari materi yang sedang dipelajari. Siswa mempunyai kesempatan untuk

mengemukakan pendapat, menanggapi pertanyaan, dan menjawab pertanyaan dari teman satu kelompoknya maupun dari kelompok lain. Pada proses pembelajaran yang berlangsung dilakukan penilaian dan evaluasi terhadap respon siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Evaluasi respon siswa dilakukan dengan cara pengamatan terhadap siswa dalam mengikuti kegiatan diskusi kelompok, serta keaktifan siswa dalam berargumen menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang sedang dibahas. (Lampiran 22).

Dari hasil observasi siklus I dapat diketahui prosentase respon siswa terhadap pembelajaran, yaitu: kerjasama siswa dalam kelompok (9%), kemauan siswa dalam bertanya (45%), kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan (19%), kemampuan siswa dalam menanggapi pertanyaan (26%), kemampuan siswa dalam menghargai teman yang sedang berbicara (58%) c. Refleksi Dasil hasil refleksi penelitian I dapat diketahui bahwa dengan model Resource-Based Learning siswa belum bisa menghargai orang lain/teman yang sedang berbicara/berpendapat, tetapi siswa mulai aktif bertanya, mulai aktif menjawab pertanyaan, mulai aktif dalam menanggapi pertanyaan baik dari guru maupun dari kelompok lain, tetapi kerjasama siswa dalam kegiatan kelompok belum terlihat kompak karena hanya 1 atau 2 siswa yang aktif dalam setiap kelompok. Berdasarkan refleksi dari siklus I dapat dievaluasi, yaitu: model Resource-Based Learning pada siklus I perlu diperbaiki lagi dalam hal: perhatian siswa pada guru saat memberikan pengarahan tentang jalannya proses pembelajaran/menghargai orang yang sedang berbicara, serta kerjasama siswa dalam kelompok. Evaluasi respon siswa dalam penelitian ini juga dapat diketahui melalui nilai kognitif siswa pada siklus I. nilai kognitif siswa pada siklus 1, yaitu dengan rata-rata 6,5 (Lampiran 17). Sedangkan nilai

afektif siswa pada siklus 1 ini, yaitu 15,0 yang menunjukkan kriteria kurang (Lampiran 22). 3. Siklus II a. Perencanaan Tindakan II Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi dari tindakan I, maka perencanaan tindakan siklus II meliputi hal-hal sebagai berikut: 1) Berdasarkan hasil analisa, evaluasi, dan refleksi pada siklus I, dapat diketahui bahwa respon siswa dalam pembelajaran biologi siklus I dengan model Resource-Based Learning dan optimalisasi penggunaan media cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan respon siswa yang cukup baik dalam proses pembelajaran tersebut. 2) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pertemuan ke dua dengan materi jaringan, organ, sistem organ dan organisme. RPP disusun sesuai dengan tahap-tahap pelaksanaan ResourceBased Learning (Lampiran 3). 3) Mempersiapkan bahan pembelajaran dan post tes (Lampiran 13) untuk pertemuan kedua berupa soal. 4) Menyusun lembar penilaian aspek afektif siswa untuk siklus II (Lampiran 23). b. Pelaksanaan Tindakan II Pelaksanaan tindakan pada siklus II masih sama seperti halnya dengan pelaksanaan tindakan pada siklus I, yaitu dengan menggunakan model Resource-Based Learning yang terdiri dari 1 kali tatap muka.

Pertemuan ke dua dengan materi jaringan, organ, sistem organ dan organisme. Pelaksanaan tindakan siklus II merupakan hasil refleksi dari siklus I. Refleksi dari siklus I disini bertujuan untuk memperbaiki hal-hal yang dianggap sebagai kekurangan dari pelaksanaan tindakan sebelumnya dan membutuhkan upaya perbaikan pada siklus II ini. Halhal yang membutuhkan upaya perbaikan pada siklus II antara lain terkait dengan perhatian siswa pada saat guru memberikan pengarahan tentang jalannya proses pembelajaran/menghargai orang lain yang sedang berbicara, serta kerjasama dalam kelompok. Pelaksanaan tindakan II dimulai dengan diskusi kelompok yaitu menugaskan siswa untuk menjelaskan bagian-bagian jaringan

tumbuhan dengan lengkap sesuai dengan gambar yang telah dibagikan oleh guru serta menjawab beberapa pertanyaan mengenai gambar jaringan tumbuhan, bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan dan berdiskusi dengan teman satu kelompok. Dari hasil observasi siklus II dapat diketahui prosentase respon siswa terhadap pembelajaran, yaitu: kerjasama siswa dalam kelompok (3%) kemauan siswa dalam bertanya (25%), kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan (6%), kemampuan siswa dalam menanggapi pertanyaan (9%), kemampuan siswa menghargai teman yang sedang berbicara (29%). Dari hasil prosentase tersebut, dapat diketahui adanya

peningkatan dan penurunan prosentase respon siswa dari siklus I terhadap siklus II. c. Refleksi dan Evaluasi Tindakan II Dasil hasil refleksi penelitian II dapat diketahui bahwa dengan model Resource-Based Learning, perhatian siswa cukup baik dalam menggunakan media, dengan Resource-Based Learning siswa mulai aktif bertanya, menjawab, serta mengungkapkan gagasannya dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan materi pelajaran, perhatian siswa terhadap pelajaran jauh lebih baik dan pemahaman siswa terhadap materi sudah baik. Refleksi dan evaluasi pembelajaran pada tindakan II berbeda dengan refleksi dan evaluasi pada tindakan I. Evaluasi mengenai hasil belajar siswa dilakukan dengan cara pengamatan terhadap siswa dalam kegiatan diskusi kelompok. Dari hasil evaluasi dapat ditunjukkan bahwa pada siklus II model ResourceBased Learning siswa mulai mampu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi dan pemahaman siswa terhadap materi sudah baik. Hal ini dapat diketahui dengan perhatian siswa yang terfokus pada pembelajaran yang sedang dihadapinya adanya keberanian siswa dalam berargumen serta kerjasama siswa dalam kelompok yang sudah terlihat kompak. Berdasarkan refleksi dari siklus II dapat dievaluasi, yaitu: model Resource-Based Learning pada siklus II menurun daripada siklus I untuk penilaian afektif siswa dalam hal kemauan siswa dalam

bertanya, kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan, serta kemampuan siswa dalam menanggapi pertanyaan, tetapi untuk penilaian kognitif siswa menunjukkan hasil yang berbeda dengan penilaian afektif yaitu mengalami peningkatan terbukti dengan mereka mengerjakan soal postes di setiap akhir pembelajaran, nilai mereka mengalami peningkatan dari siklus I. Nilai kognitif siswa pada siklus II, yaitu dengan rata-rata 7,8 (Lampiran 18). Rata-rata nilai kognitif pada siklus II ini ada peningkatan nilai dibandingkan pada rata-rata nilai pada siklus I, yaitu 6,5. Nilai afektif siswa pada siklus II ini, yaitu 16,6 yang menunjukkan kriteria baik. d. Hasil Pembelajaran Siklus II terhadap siklus I Berdasarkan perhitungan persamaan regresi (Lampiran 20), besarnya koefisien pengaruh hasil belajar siswa (kognitif) siklus II terhadap kognitif siklus I adalah sebagai berikut: Kognitif siklus II = a + b kognitif nilai siklus I Kognitif siklus II =(1,3)+ 1,0 kognitif nilai siklus I Dari persamaan regresi di atas dapat diketahui: 1) Nilai a (konstan) sebesar (1,3). Hal tersebut menunjukkan bahwa sebelum pembelajaran dengan resource-based learning pada siklus II nilai kognitif siswa sebesar (1,3) 2) Koefisien regresi sebesar 1,0. Hal ini menunjukkan bahwa setelah pembelajaran dengan strategi resource-based learning, siklus I

berpenggaruh positif terhadap peningkatan nilai awal kognitif siswa sebesar 1,0 poin atau 10%. Dari hasil nilai kognitif siswa di atas, dapat di simpulkan bahwa hasil belajar siswa dalam pembelajaran biologi menggunakan model ResourceBased Learning dengan penggunaan media gambar sebagai salah satu alat mengajar cukup baik. Hal tersebut dapat diketahui peningkatan hasil belajar siswa sebesar 10% dari nilai kognitif siklus I dengan menggunakan model Resource-Based Learning. Siklus II terhadap siklus awal Berdasarkan perhitungan persamaan regresi (Lampiran 21), besarnya koefisien pengaruh hasil belajar siswa (kognitif) siklus II terhadap kognitif siklus awal adalah sebagai berikut: Kognitif siklus II = a + b kognitif nilai siklus awal Kognitif siklus II =(3,2)+ 0,8 kognitif nilai siklus awal Dari persamaan regresi di atas dapat diketahui: 1) Nilai a (konstan) sebesar (3,2). Hal tersebut menunjukkan bahwa sebelum pembelajaran dengan resource-based learning pada siklus II nilai kognitif siswa sebesar (0,8) 2) Koefisien regresi sebesar 0,8. Hal ini menunjukkan bahwa setelah pembelajaran dengan strategi resource-based learning, siklus I berpenggaruh positif terhadap peningkatan nilai awal kognitif siswa sebesar 0,8 poin atau 80%.

Dari hasil nilai kognitif siswa di atas, dapat di simpulkan bahwa hasil belajar siswa dalam pembelajaran biologi menggunakan model ResourceBased Learning dengan penggunaan media gambar sebagai salah satu alat mengajar cukup baik. Hal tersebut dapat diketahui peningkatan hasil belajar siswa sebesar 80% dari nilai kognitif siklus I dengan menggunakan model Resource-Based Learning.

REKAP PENELITIAN Tabel 1. Rekapitulasi hasil PTK dengan judul Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Biologi pada pokok bahasan Organisme Kehidupan dengan model ResourceBased Learning siswa kelas VIIE tahun Ajaran 2009/2010
Observasi Awal Perencanaan Siklus I Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus I yang disesuaikan dengan hasil evaluasi dan refleksi pada observasi awal Tindakan penelitian siklus I sesuai dengan RPP dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2010 pukul 10.00-11.20. Hasil observasi awal 1. Bekerjasama dalam kelompok (19%) 2. Bertanya (58%) 3. Menjawab pertanyaan (52%) 4. Menanggapi pertanyaan (68%) 5. Menghargai teman yang sedang berbicara (58%) Refleksi 1. Siswa belum berani bertanya atau menjawab pertanyaan 2. Siswa belum bisa menyelesaikan permasalahan sesuai dengan materi pembelajaran 3. Perhatian siswa tidak terfokus dalam materi pelajaran 4. Materi belum bisa dipahami seluruh siswa Hasil observasi siklus I 1. Bekerjasama dalam kelompok (9%) 2. Bertanya (45%) 3. Menjawab pertanyaan (23%) 4. Menanggapi pertanyaan (26%) 5. Menghargai teman yang sedang berbicara (29%) 1. Siswa mulai aktif bertanya dan menjawab pertanyaan. 2. Siswa mulai bisa menyelesaikan permasalahan sesuai dengan materi pembelajaran 3. Perhatian siswa terhadap materi pelajaran cukup baik 4. Pemahaman terhadap materi pelajaran sudah meningkat Siklus II Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus II yang disesuaikan dengan hasil evaluasi dan refleksi pada siklus I Tindakan penelitian siklus II sesuai dengan RPP dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2010 pukul 07.00-08.20 Hasil Observasi siklus II 1. Bekerjasama dalam kelompok (3%) 2. Bertanya (25%) 3. Menjawab pertanyaan (6%) 4. Menanggapi pertanyaan (9%) 5. Menghargai teman yang sedang berbicara (3%)

Tindakan

Observasi

1. Keaktifan siswa dalam bertanya dan menjawab pertanyaan semakin baik 2. Dengan RBL siswa mulai aktif bertanya, menjawab, serta mengungkapkan gagasannya dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan materi pelajaran. 3. Perhatian siswa terhadap pelajaran jauh lebih baik 4. Pemahaman siswa terhadap materi sudah baik

Evaluasi

1. Guru perlu memberikan motivasi kepada siswa untuk meningkatkan keberanian siswa dalam menjawab atau bertanya 2. Media pembelajaran harus sesuai dengan materi serta dapat melibatkan siswa secara langsung

1. Metode RBL pada siklus I perlu diperbaiki lagi dalam hal: kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah pemahaman terhadap materi pelajaran 2. Pengarahan penggunaan media perlu diperbaiki lagi dalam hal: Jenis media gambar 6,5 (nilai yang > dari 6,5 adalah 55%) 15,0 (baik)

Rata rata nilai kognitif

5,7 (nilai yang > dari 5,7 adalah 48%) 9,1 (cukup)

1. Metode RBL pada siklus II sudah lebih baik daripada siklus I: Siswa mulai mampu menyelesaikan masalah Pemahaman siswa terhadap materi sudah baik 2. Penggunaan media sudah lebih baik dari siklus sebelumnya, siswa sudah dapat mempelajari materi tersebut dengan lebih baik. 7,8 (nilai yang > dari 7,8 adalah 58%) 16,6 (amat baik)

Rata rata nilai afektif

B. Pembahasan Berdasarkan observasi permasalahan pembelajaran di kelas, evaluasi, serta refleksi pada observasi awal, maka dilakukan penelitian tindakan kelas di sekolah dalam rangka untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran. Tindakan tersebut dilakukan dalam beberapa siklus dan berupa penerapan pembelajaran dengan model Resource-Based Learning yang dilakukan dalam proses belajar mengajar yang berlangsung. Resource-Based Learning merupakan salah satu alternatif yang bisa digunakan dalam strategi pembelajaran yang memberi kesempatan untuk siswa menerima pelajaran dengan berbagai media pengajaran. Ada beberapa siklus yang diterapkan untuk menyelesaikan dan menjawab permasalahan yang terjadi di dalam kelas dari hasil observasi awal. Pada setiap siklus yang diterapkan, masing-masing menggunakan pembelajaran Resource-Based Learning dengan diskusi kelompok dalam kegiatan belajar mengajar yang berlangsung. Di sini penelitian yang dilakukan peneliti sampai pada siklus II, karena sampai dengan siklus II penelitian yang dilakukan sudah mencakup KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), yaitu 6,5 yang sudah menjadi aturan dari pihak Sekolah. Untuk mengetahui adanya perubahan dari proses yang diakibatkan oleh penelitian tersebut, maka evaluasi dilakukan dengan cara menilai siswa dari segi afektif dan kognitif.

Dari hasil observasi awal terdapat beberapa hal sebagai refleksi yang nantinya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan tindakan pada pra siklus, yaitu : 19% dari 31 siswa yang kurang mau bekerjasama dalam kelompok, 58% dari 31 siswa yang kurang berani dan mau bertanya, 52% dari 31 siswa yang kurang mampu dalam menjawab pertanyaan, 65% dari 31 siswa yang kurang berani menanggapi pertanyaan atau menyampaikan pendapatnya, 58% dari 31 siswa yang kurang menghargai teman Penerapan Resource-Based Learning pada kegiatan belajar mengajar memberikan hasil refleksi dan evaluasi dari pra siklus daapat dijadikan acuan siklus I,dengan hasil : terjadi penurunan 10% dari 19% menjadi 9% dalam hal kurangnya siswa kerja sama dalam kelompok, siswa yang kurang berani bertanya juga berkurang dari 58% menjadi 45%, siswa yang kurang mampu menjawab pertanyaan turun dari 52% menjadi 23%, kurangnya siswa dalam menanggapi pertanyaan dan menyampaikan pendapat turun dari 65% menjadi 26% dan yang terakhir siswa yang kurang menghargai teman tidak mengalami penurunan dari 58% tetap 29% Dari hasil refrleksi tersebut, dapat dievaluasi lebih lanjut antara lain: guru perlu memberikan motivasi kepada siswa untuk meningkatkan keberanian siswa dalam menjawab atau bertanya, kemauan bekerjasama dan media pembelajaran harus sesuai dengan materi serta dapat melibatkan siswa secara langsung. Dari evaluasi tersebut dapat direfleksikan bahwa, kurang berani bertanya serta kurang mampu menjawab pertannyaan siswa

juga kurang berani menyampaikan pendapat dan kurang menghargai teman. Pada observasi awal belum menggunakan media dan model Resource-Based Learning, sehingga belum terdapat prosentase

penyelesaian masalah. Jadi, prosentase kemampuan siswa dalam penggunaan penyelesaian masalah pada siklus I digunakan sebagai acuan untuk mengetahui prosentase kemampuan siswa dalam penggunaan penyelesaian masalah pada siklus-siklus selanjutnya. Hasil refleksi dan evaluasi dari siklus I dapat dijadikan acuan penelitian siklus II, dengan hasil yaitu: telah terjadi penurunan 6% dari 9% menjadi 3% dalam hal kurangnya siswa kerja sama dalam kelompok, siswa yang kurang berani bertanya juga berkurang dari 45% menjadi 25%, siswa yang kurang mampu menjawab pertanyaan turun dari 23% menjadi 6%, kurangnya siswa dalam menanggapi pertanyaan dan menyampaikan pendapat turun dari 26% menjadi 9% dan yang terakhir siswa yang kurang menghargai teman juga mengalami penurunan dari 29% menjadi 3%., peristiwa tersebut bisa jadi disebabkan karena: 1) siswa sudah paham tentang permasalahan dan mampu menyelesaikan permasalahan tersebut sehingga merasa tidak perlu untuk ditanyakan, 2) kesiapan siswa sebelum mengikuti proses pembelajaran sudah cukup siap,

3) siswa terbiasa pasif dalam kegiatan pembelajaran karena pembelajaran yang sering digunakan yaitu dengan ceramah sehingga siswa bingung dengan apa yang ingin ditanyakan. Pembelajaran menggunakan Resource-Based Learning bisa

mengurangi hambatan-hambatan yang ada di dalam proses pembelajaran yang antara lain: 1) kurangnya kesadaran siswa dalam bekerjsa sama dalam kelompok, 2) kurangnya keberanian siswa untuk bertanya,3) kurangnya kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan, 4) kurangnya kemampuan siswa dalam menanggapi pertanyaan, 5) kurangnya kesadaran siswa dalam menghargai teman yang sedang berbicara.. Dari berkurangnnya berbagai hambatan-hambatan yang ada dalam proses belajar-mengajar tersebutpada akhirnya dapat meningkatkan penilaian dari aspek kognitif yaitu dengan nilai rata-rata pada pra siklus 5,7, kemudian pada siklus I meningkat manjadi 6,5 dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 7,8. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa pada ranah afektif menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I dibandingkan dengan siklus II yaitu dari 3,2 meningkat menjadi 3,5 pada indikator sikap kerjasama dalam kelompok, 2,6 menjadi 2,9 pada indikator sikap keberanian siswa bertanya, 2,9 menjadi 3,4 pada indikator sikap kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan, 2,9 menjadi 3,2 pada indikator sikap menanggapi pertanyaan, 3,4 menjadi 3,7 pada indikator sikap menghargai teman yang sedang berbicara. Dari hasil penelitian terlihat bahwa peningkatan rata-rata dari keseluruhan indikator sikap pada

ranah afektif yaitu dari 15,0 (baik) meningkat menjadi 16,6 (amat baik). Hal ini berarti pembelajaran yang diterapka pada siswa kelas VIIE SMP Negeri I Teras pada pembelajaran biologi dapat meniongkatkan hasil belajar siswa, hal tersebut ditinjau dari ranah kognitif dan ranah afektif.

BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN Penerapan pembelajaran resource-based learning meningkatkan hasil belajar pada pokok bahasan organism kehidupan siswa kelas VIIE SMP Negeri I Teras Tahun Ajaran 2009/201 sebesar 0,8 point (80%) untuk aspek kongnitif, dan 7,5 point (75%) untuk aspek afektif.

B. SARAN Bagi guru : a. Model pembelajaran resource-based learning dapat digunakan sebagai alternatif variasi pembelajaran yang menyenangkan agar menumbuhkan kolaborasi dan keaktifan siswa dalam pembelajaran sehingga siswa dapat lebih semangat dalam belajar. b. Sebaiknya guru lebih pandai lagi dalam memilih materi yang cocok dalam penerapan model pembelajaran resource-based learning.

41

DAFTAR PUSTAKA

Adrian. 2004. Metode Mengajar Berdasarkan Tipologi Belajar Siswa. Tersedia http://re-searchengines.com//art05-65.html. Diakses 6 maret 2010 Anonim. 2004. Pengetahuan Laboratorium Biologi. Tersedia: www.kompas.com. Diakses 6 maret 2010 .--------. 2007. http://www.pikiran-rakyat.com. Diakses 6 Maret 2010 Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung:: Rosdakarya Cece wijaya dan A. Tabrani Rustam. 2000. Krmampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosda karya Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta Dorrell, Julie. 1993. Resource Company Based Learning. London: MC.Grow-Hill Book

Hakkairanen, Kai .Risource-Based Learning. Tersedia: http://www.articel.net/ Risource-Based Learning /hakkiranen. Html. Diaksesa 7 maret 2010 Hamalik, Oemar. 2007. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Jogiyanto H.M. 2006. Filosofi Pendekatan dan Penerapan Metode Kasus. Yogyakarta: CV Andi Offset Hamidi, Mukhlis. Penerapan metode resource-based learning untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran biologi di SMU Negeri 1 Ngemplak tahun ajaran 2006/2007 (Sripsi UNS Surakarta. 2008) Nasutian S. 2000. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara Raharja, Hidayat. 2006. Pembelajaran Ekosistem Ditaman Sekolah. Tersedia http:// re-searchengines.com/0306hidayat2.html. Diakses 6 Maret 2010 Sadiman, Arief. 2002. Media Pendidikan. Jakarta: Grafindo Persada

Sagala, Syaiful. 2006. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta Silberman, Mel. 2001. Active learning. Yogyakarta: Pustaka Belajar Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempegaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta Sudijono, Anas.2001. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Raja GrafindoPersada, Sudjana, Nana. 2001. Media Pengaiaran. Bandung: Sinar Baru ------------. 2002. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Suhardjono. 2006. Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Kegiatan Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Bumi Aksara Supardi. 2006. Penelitian Tindakan KelasBeserta Sistematika Proposal dan Laporannya. Jakarta: Bina Aksara Suwarsih Madya. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. http://www.dikti.org/?q=node/36. Diakses 6 Maret 2010 Syaiful Bahri, Djamarah. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta Tirtarahardja, Umar. 2000. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta Wiriaatmadja, Rochiati. 2006. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Yusuf. 2006. Kualitas Proses dan Hasil Belajar Biologi Melalui Pengajaran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Madrasah Aliyah Ponpos Nurul Haramain Lombok Barat NTB, (Skripsi Universitas Negeri Semarang).Tersedia: http://www.damandiri.or.id/file/yusufunsbab2.pdf. Diakses 9 Maret 2010 Yusuf. 2008. Hakekat IPA Biologi dan Pengajarannya. Tersedia: http://www.damandiri.or.id/file/yusufunsbab2.pdf. Diakses 6 Maret 2010 Tersedia:

45

Lampiran 1 SILABUS
Sekolah : SPM Negeri I Teras Kelas : VII (tujuh) Mata Pelajaran : IPA/Biologi Semester : II (dua) Standar Kompetensi : 2 Memahami keanekaragaman Mahkluk Hidup Komponen Materi Kegiatan Indikator Pokok Pembelajaran Tehnik

2.1 mendiskripsika n keragaman pada organism kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme

Gambar sel hewan dan sel tumbuhan beserta organ penyusun dan fungsinya

- Melakukan kegiatan secara berkelompok untuk membandingka n struktur sel hewan dan sel tumbuhan - Diskusi tentang sel hewan dan sel tumbuhan beserta menjawab peryataan dari hand out, buku dan sumber belajar lainya

- Mendiskripsik an keragaman tingkat sel

Tes tertulis

Penilaian Bentuk Contoh Instrumen Instru men Tes - Secara anatomi, uraian penyusun sel hewan di bagi menjadi 3 bagian utama, sebutkan dan jelaskan!

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

2x40

- Buku IPA Terpadu untuk SMP kelas VII, Erlangga - Gambar sel hewan dan sel tumbuhan

Merangkum pengertian tentang sel

Tes tertulis

Tes uraian

- Jelaskan persamaan dan perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan

46

Lampiran 2 SILABUS
Sekolah Kelas Mata Pelajaran Semester Standar Kompetensi Komponen Materi Pokok : SPM Negeri I Teras : VII (tujuh) : IPA/Biologi : II (dua) : 2 Memahami keanekaragaman Mahkluk Hidup Kegiatan Pembelajaran Indikator Tehnik Penilaian Bentuk Contoh Instrumen Instru men Tes - Apakah yang uraian dimaksud dengan jaringan, organ, system organ dan organisme? Tes uraian - Jelaskan pengertian jaringan, organ, system organ dan organism! Alokasi Waktu Sumber Belajar

2.1 mendiskripsika n keragaman pada organism kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme

Jaringan, organ, sistem organ dan organisme

- Mencatat halhal penting tentang materi jaingan, organ, sistem organ dan organisme - Mempelajari hubunagn tentang jaringan

- Mendiskripsik an keragaman orgasn, sstem organ dan organisme

Tes tertulis

2x40

- Buku IPA Terpadu untuk SMP kelas VII, Erlangga

- Mengaitkan hubungan antara jaringan, organ dan system organ

Tes tertulis

- Gambar jaringan, organ, system organ dan organisme

47

Lampiran 3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata pelajaran Nama sekolah Kelas/ semester Alokasi waktu : IPA/ BIOLOGI : SMP Negeri I Teras : VIIA/ 2 (dua) : 2 X 40 menit ( IX pertemuan)

A. Standar Kompetensi Memahami keanekaragaman makhluk hidup. B. Kompetensi Dasar Mendiskripsikan keragaman pada sistem organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme. C. Indikator Pertemuan I: Mendiskripsikan keragaman tingkat sel berdasarkan hasil pengamatan menggunakan mikroskop. Mendiskripsikan keragaman tingkat jaringan menurut sel-sel penyusunnya. Mendiskripsikan keragaman tingkat organ dan sestem organ berdasarkan hasil pengamatan. Mengkaitkan hubungan antara sel, jaringan, organ, dan sisten organ penyusun tubuh. D. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat mendeskripsikan keragaman pada sistem organisme kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme. E. Materi Pembelajaran Pertemuan I Gambar sel hewan dan sel tumbuhan beserta keterangan organ penyusun dan fungsinya. F. Metode Pembelajaran Pembelajaran kooperatif model Resource-Based Learning G. Prosedur Pembelajaran: Kegiatan 1. Kegiatan pendahuluan Guru memberikan gambaran kepada siswa bahwa makhluk hidup itu terdiri dari beberapa komponen salah satu diantaranya adalah sel. Selanjutnya guru memberikan penjelasan mengenai sel baik sel hewan maupun sel tumbuhan (5 menit). 2. Kegiatan inti a. Guru menjelaskan pengertian sel, struktur dan fungsi sel dengan menggunakan gambar yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh guru (5 menit) b. Guru membimbing siswa secara berkelompok untuk melakukan kegiatan Membandingkan Struktur Sel Hewan dan Sel Tumbuhan mengunakan Resource-Based Learning (buku panduan, hand out, internet, dan berbagai sumber lain) (15 menit) c. Guru meminta wakil dari siswa untuk mempresentasikan hasil yang mereka diskusikan dalam kelompok mereka masing-masing. Kemudian guru memberikan klarikasi atas apa yang telah dipresentasikan siswa (15 menit) 3. Kegiatan Akhir d. Guru memberikan kesimpulan atas materi yang telah dipelajari pada hari ini (10 menit) e. Memberikan post tes berupa beberapa pertanyaan yang mencakup materi yang telah dipelajari bersama-sama, bertujuan untuk memperoleh nilai kognitif (10 menit).

48

N o

H. Sumber dan media pembelajaran - Buku acuan yang relevan Budi, Siyamto, 2010. Buku Ajaran IPA Terpadu Biologi Untuk SMP/MTs Kelas VII Semester Genap. Solo : Putra Kertonatan Istamar Syamsuri, 2007, IPA BIOLOGI untuk smp kelas VII, jakarta : Erlangga. Halaman 113-118. Widodo, J.R. (2010). Lembar Kerja Siswa (LKS) Tuntutan belajar Berkualitas. Surakarta : CV AR-Rahman Solo. - Gambar sel hewan dan sel tumbuhan. I. Evaluasi pembelajaran a. Penilaian afektif Penilaian diambil saat proses pembelajaran berlangsung, dengan format sebagai berikut: Aspek yang di amati Nama Ket 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

Keterangan dari aspek yang dinilai: 1. Bekerjasama dalam kelompok 2. Bertanya 3. Menjawab pertanyaan 4. Menanggapi pertanyaan 5. Menghargai teman yang sedang berbicara i. Pedoman penskoran Skor maksimal 20 ii. Aspek yang dinilai diisi dengan kriteria 1 = Sangat kurang 2 = Kurang 3 = Sedang 4 = Baik 5 = Amat baik iii. Nilai merupakan jumlah skor tiap indikator perlakuan iv. Keterangan diisi dengan criteria 1. Nilai 16-20 = Baik 2. Nilai 11-15 = Sedang 3. Nilai 6-10 = Kurang 4. Nilai 1-5 = Sangat kurang N=

skoryangdiperoleh X 100 skor max imum

b. Penilaian kognitif Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah berikut dengan singkat dan jelas! 1. Secara anatomi, penyusunan sel hewan dibagi menjadi 3 bagian utama, sebutkan dan jelaskan pengertiannya! Jawab: 2. Sebutkan fungsi dari Retikulum endoplasma (RE)! sebutkan dan jelaskan 2 macam jenisnya!

49

3.

4.

Jawab: Sebutkan 3 jenis plastida yang ada pada sel tumbuhan! Jawab: Jelaskan yang dimaksud sel prokariotik dan sel eukariotik! Jawab: .. Berilah keterangan gambar sel berikut ini

5.

Jawab: i. Pedoman penskoran Skor maksimal 20 ii. Pedoman penilaian N=

skoryangdiperoleh X 100 20

Soal diskusi kelompok

50

Tugas: Diskusikan dengan kelompok anda! 1. Dengan melihat gambar diatas, diskusikan dengan kelompok anda sesuai dengan no urut beserta penjelasannya! Jawab:..................................................................................................................................... ...................................................................................... Jelaskan persamaan dan perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan! Jawab:..................................................................................................................................... .................................................................................... Manakah pilihan berikut ini yang kamu pilih: vakuola pada sel hewan atau vakuola pada sel tumbuhan yang biasanya berukuran besar dan berisi cadangan makanan dan pigmen warna? Mengapa? Jawab:..................................................................................................................................... ......................................................................................... Mengapa membran sel bersifat semipermiabel ! Jawab:. .. Bacalah materi tentang struktur sel dengan cermat dan teliti, ringkaslah seringkas mungkin pengertian sel dan sejarah penemuan sel ! Jawab:..................................................................................................................................... .....................................................................................

2.

3.

4.

5.

Teras, Mei 2010 Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Praktikan

Suryani, A.M.Pd NIP. 196608171998032013

Citra Nawangsari NIM. A 420 060 002

51

Lampiran 4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata pelajaran : IPA/ BIOLOGI Nama sekolah : SMP Negeri I Teras Kelas/ semester : VIIA/ 2 (dua) Alokasi waktu : 2 X 40 menit ( IX pertemuan) A. Standar Kompetensi Memahami keanekaragaman makhluk hidup. B. Kompetensi Dasar Mendiskripsikan keragaman pada sistem organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme. C. Indikator Pertemuan II: Mendiskripsikan keragaman tingkat sel berdasarkan hasil pengamatan menggunakan mikroskop. Mendiskripsikan keragaman tingkat jaringan menurut sel-sel penyusunnya. Mendiskripsikan keragaman tingkat organ dan sestem organ berdasarkan hasil pengamatan. Mengkaitkan hubungan antara sel, jaringan, organ, dan sisten organ penyusun tubuh. D. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat mendeskripsikan keragaman pada system organisme kehidupan mulai dari tinkat sel sampai organisme. E. Materi Pembelajaran Pertemuan II Jaringan, organ, sistem organ, dan organisme. F. Metode Pembelajaran Pembelajaran kooperatif model Resource-Based Learning G. Prosedur Pembelajaran Kegiatan 1. Kegiatan pendahuluan Guru memberi apersepsi dengan mengingatkan kembali tentang pengertian dan contoh sel pada tubuh hewan. Selanjutnya, guru memberi motivasi dengan mengajukan pertanyaan mengapa organ atau alat tubuh manusia, misalnya tangan, dapat digunakan melakukan berbagai kegiatan (5 menit) 2. Kegiatan inti. - Guru menerangkan pengertian jaringan, organ, sistem organ, dan organisme,dengan menggunakan microsof PowerPoint (5 menit) - Guru membimbing siswa secara berkelompok untuk mempelajari hubungan antara jaringan, organ, sistem organ, dan organism (15 menit) - Guru meminta siswa mencatat hal-hal yang penting tentang materi jaringan, organ, sistem organ, dan organisme serta diminta mengajukan pertanyaan berdasarkan bacaan tentang jaringan, organ, sistem organ, dan organisme tersebut mengunakan Resource-Based Learning (buku panduan, hand out, internet, dan berbagai sumber lain) (5 menit) - Guru memberikan pertanyaaan dan meminta siswa mencari jawabannya dari hand out , buku atau sumber belajar lainnya yang telah diberikan. Pada akhir diskusi, siswa diharapkan membahas beberapa konsep penting tentang contoh dan fungsi beberapa jaringan, organ, dan sistem organ (15 menit) - Guru meminta wakil dari siswa untuk mempresentasikan hasil yang

52

3.

mereka diskusikan dalam kelompok mereka masing-masing. Kemudian guru memberkan klarikasi atas apa yang telah dipresentasikan siswa (15 menit) Kegiatan Akhir - Guru memberikan klasifikasi dan kesimpulan atas materi yang telah dipelajari pada hari ini (10 menit). - Memberikan post tes berupa beberapa pertanyaan yang mencakup materi yang telah dipelajari bersama-sama, bertujuan untuk memperoleh nilai kognitif (10 menit).

No

H. Sumber dan media pembelajaran - Buku acuan yang relevan. Budi, Siyamto, 2010. Buku Ajaran IPA Terpadu Biologi Untuk SMP/MTs Kelas VII Semester Genap. Solo : Putra Kertonatan Istamar Syamsuri, 2007, IPA BIOLOGI untuk smp kelas VII, jakarta : Erlangga. Halaman 113-118. Widodo, J.R. (2010). Lembar Kerja Siswa (LKS) Tuntutan belajar Berkualitas. Surakarta : CV AR-Rahman Solo. - Gambar sistem pencernaan I. Evaluasi pembelajaran a. Penilaian afektif Penilaian diambil saat proses pembelajaran berlangsung, dengan format sebagai berikut: Aspek yang di amati Nama Ket 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

Keterangan dari aspek yang dinilai: 1. Bekerjasama dalam kelompok 2. Bertanya 3. Menjawab pertanyaan 4. Menanggapi pertanyaan 5. Menghargai teman yang sedang berbicara i. ii. Pedoman penskoran Skor maksimal 20 Aspek yang dinilai diisi dengan kriteria 1 = Sangat kurang 2 = Kurang 3 = Sedang 4 = Baik 5 = Amat baik Nilai merupakan jumlah skor tiap indicator perlakuan Keterangan diisi dengan criteria 1. Nilai 16-20 = Baik 2. Nilai 11-15 = Sedang 3. Nilai 6-10 = Kurang 4. Nilai 1-5 = Sangat kurang

iii. iv.

53

N=

skoryangdiperoleh X 100 skor max imum

Penilaian kognitif Jawablah soal-soal berikut ini dengan benar! 1. Jelaskan pengertian dari jaringan, organ dan sistem organ? Jawab : . 2. Jaringan pengangkutan yaitu jaringan sebagai pembuluh yang mengangkut air dan zat-zat makanan. Jaringan pengnagkutan dibedakan menjadi 2 yaitu xilem dan floem. Jaringan yang berfungsi membawa air dan mineral dari akar ke daun. a. Diantara jaringan xilem dan floem jaringan manakah yang kamu pilih b. Saya memilih...................karena .................. c. Saya tidak memilih ..........................karena ...................... 3. Organ merupakan kumpulan berbagai jaringan yang melakukan fungsi tertentu.sebutkan contoh organ pada tumbuhan beserta fungsinya! Jawab : . 4. Jantung tersusun atas jaringan epitel, jaringan otot jantung, jaringan ikat, jaringan darah dan jaringan saraf sedangkan ginjal tersusun atas jaringan epitel, jaringan darah, jaringan saraf dan jaringan ikal. Manakah yang berfungsi sebagai alat pemompa darah? Mengapa? Jawab : . 5. Organ penyusun system pencernaan makanan terdiri atas mulut, kerongkongan , lambung, usus, hati, pancreas dan anus.sebutkan fungsi dari organ penyusun system pencernaan di atas minimal 4! Jawab :

Penskoran Jawaban yang benar untuk tiap soal skornya 6 Pedoman penilaian N=

skoryangdiperoleh X 100 30

Tugas: Diskusikan dengan kelompok anda! 1. Apakah yang dimaksud dengan jaringan, serta berikan macam jaringan penyususun tubuh tumbuhan dan hewan! 2. Manakah pilihan berikut ini yang kamu pilih: ototpolos atau otot lurik yang memiliki garis gelap dan terang, mempeunyai banyak inti, dan bekerja karena pengaruh kehendak kita? Mengapa? 3. Apakah yang dimaksud dengan organ? Berikan contoh organ pada tumbuhan dan hewan beserta fungsinya! 4. Sebutkan fungsi-fungsi dari bagian sistem pencernaaan dibawah ini!

54

5.

Apakah yang dimaksud dengan sistem pernapasan beserta organ penyususn sistem pernapasan?

Teras, Mei 2010 Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Praktikan

Suryani, A.M.Pd NIP. 196608171998032013

Citra Nawangsari NIM. A 420 060 002

55

Lampiran 5

SOAL DISKUSI KELOMPOK SIKLUS I

56

Soal diskusi kelompok

Tugas: Diskusikan dengan kelompok anda! 6. Dengan melihat gambar diatas, diskusikan dengan kelompok anda sesuai dengan no urut beserta penjelasannya! Jawab:..................................................................................................................................... ...................................................................................... 7. Jelaskan persamaan dan perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan! Jawab:..................................................................................................................................... .................................................................................... 8. Manakah pilihan berikut ini yang kamu pilih: vakuola pada sel hewan atau vakuola pada sel tumbuhan yang biasanya berukuran besar dan berisi cadangan makanan dan pigmen warna? Mengapa? Jawab:..................................................................................................................................... ......................................................................................... 9. Mengapa membran sel bersifat semipermiabel ! Jawab:. .. 10. Bacalah materi tentang struktur sel dengan cermat dan teliti, ringkaslah seringkas mungkin pengertian sel dan sejarah penemuan sel ! Jawab:..................................................................................................................................... .....................................................................................

57

Lampiran 6 Kunci jawaban tugas diskusi kelompok 1. Dengan melihat gambar diatas, diskusikan dengan kelompok anda sesuai dengan no urut beserta penjelasannya! Jawab: Sel hewan 1. Membran sel, merupakan selaput yang membungkus seluruh isi sel. 2. Nukleus, merupakan bagian terpenting yang mengatur seluruh kegiatan sel. 3. Lisosom, merupakan kantong kecil bermembran tunggal yang berisi enzim pencernaan. 4. Sitoplasma, merupakan cairan yang mengisi seluruh bagian sel. Sel tumbuhan 1. Membran sel, merupakan selaput yang membungkus seluruh isi sel. 2. Nukleus, merupakan bagian terpenting yang mengatur seluruh kegiatan sel. 3. Kloroplasma, merupakan zat warnahijau daun Jelaskan persamaan dan perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan! Jawab: Persamaan: sama-sama memiliki membran sel, nukleus, retikulum endplasma, vakuola, mitokondria dan badan golgi. Perbedaan: pada sel hewan tidak terdapat dinding sel dan kloroplas, sedangkan pada sel tumbuhan tidak terdapat sitoplasma dan lisosom. Manakah pilihan berikut ini yang kamu pilih: vakuola pada sel hewan atau vakuola pada sel tumbuhan yang biasanya berukuran besar dan berisi cadangan makanan dan pigmen warna? Mengapa? Jawab: Vakuola pada sel tumbuhan Karena pada sel tumbuhan yang sudah tua, vakuola biasanya berukuran besar dan berisi cadangan makanan dan pigmen, sedangkan vakuola pada sel hewan berukuran kecil. Mengapa membran sel bersifat semipermiabel ! Jawab: Karena membran sel hanya dapat dilewati oleh zat tertentu, tetapi tidak dapat dilewati oleh zat yang lainnya. Bacalah materi tentang struktur sel dengan cermat dan teliti, ringkaslah seringkas mungkin pengertian sel dan sejarah penemuan sel ! Jawab: Sel adalah unit terkecil kehidupan yang tersusun atas membran sel, sitoplasma dan organel-organel. Orang yang mengamati sel adalah Robert Hook pada tahun 1665. Sel berbentuk beranekaragam misal bulat, bulat panjang, memanjan g, segi lima, segi enam, bersegi banyak, pipih atau berbuluh, secara umum struktur sel tersusun atas membran sel dan protoplasma. Protoplasma tersusun atas cairan sel (sitoplasma) dan organel-organel. Organel adalah alat-alat didalam sel yang mempunyai fungsi khusus.

2.

3.

4.

5.

58

Lampiran 7 SOAL POST TES SIKLUS I Jawablah soal-soal berikut ini dengan benar! 1. Secara anatomi, penyusun sel hewan dibagi menjadi 3 bagian utama, sebutkan dan jelaskan penbertiannya! Jawab:............................................................................................................................................. ......................................................................................... 2. Sebutkan fungsi dari Reticulum Endoplasma! Sebut dan jelaskan 2 macam jenisnya! Jawab:................................................................................................................... ................................................................................................................. 3. Sebutkan 3 jenis platisda yang ada pada sel tumbuhan! Jawab:................................................................................................................... .................................................................................................................... 4. Jelaskan yang dimaksud sel prokariotik dan sel eukariotik! Jawab: ....................................................................................................... .................................................................................................................. 5. Berilah keterangan gambar sel berikut ini! Jawab:

Jawab:............................................................................................................... ...........................................................................................................................

59

Lampiran 8 KUNCI JAWABAN POST TES SIKLUS I Soal 1. 3 bagian utama sel a. Inti sel/ nukleus (1) Pengertian: bagian terpenting yang mengatur seluruh kegiatan sel (1) b. Membran sel/ selaput sel (1) Pengertian: selaput yang membungkus seluruh isi sel (1) c. Sitoplasma (1) Pengertian: cairan yang mengisi seluruh bagian sel (1) 2. a. Fungsi Reticulum Endoplasma sebagai alat transportasi zat-zat didalam sel itu sendiri (1) b. Reticulum Endoplasma dibagi menjadin 2 macam yaitu: Reticulum Endoplasma halus (smooth endoplasma reticulum) (1) Penjelasan: tidak terdapat ribosom (1) Reticulum Endoplasma kasar (rough endoplasma reticulum)(1) Penjelasan: terdapat ribosom sehingga terlihat berbintik-bintik(1) 3. a. leukoplas bewarna putih (1) b. kloroplas bewarna hijau (1) c. kloroplas mengandung pigmen warna biru (fikodanin), merah (fikoritrin), kuning (karotin) (1) 4. a. sel prokariotik adalah sel yang tidak mempunyai membran inti (1) b. sel eukariotik adalah sel yang mempunyai membran inti (1) 5. a. Nukleus (1) b. Badan golgi (1) c. Retikulum endoplasma (1) d. Vakuola (1) nilai

60

Lampiran 9 SOAL DISKUSI KELOMPOK SIKLUS II Tugas: Diskusikan dengan kelompok anda! 6. Apakah yang dimaksud dengan jaringan, serta berikan macam jaringan penyususun tubuh tumbuhan dan hewan! 7. Manakah pilihan berikut ini yang kamu pilih: ototpolos atau otot lurik yang memiliki garis gelap dan terang, mempeunyai banyak inti, dan bekerja karena pengaruh kehendak kita? Mengapa? 8. Apakah yang dimaksud dengan organ? Berikan contoh organ pada tumbuhan dan hewan beserta fungsinya! 9. Sebutkan fungsi-fungsi dari bagian sistem pencernaaan dibawah ini!

10. Apakah yang dimaksud dengan sistem pernapasan beserta organ penyususn sistem pernapasan?

61

Lampiran 10 KUNCI JAWABAN DISKUSI KELOMPOK SIKLUS II 1. Jawab : Jaringan adalah skelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama - Jaringan penyusun tubuh hewan 1) Jaringan epitel 2) Jaringan otot 3) Jaringan saraf - Jaringan penyusun tubuh tumbuhan a. Jaringan meristem b. Jaringan dewasa, terdiri dari : 1. Jarinagan epidermis 2. Jaringan parenkim 3. Jaringan pengangkut 4. Jaringan penyokong Jawab : otot lurik karena memiliki garis gelap dan terang, mempeunyai banyak inti, dan bekerja karena pengaruh kehendak kita, sedangkan otot polos terdapat pada organ dalam sel ynag berbentuk gelendong dan berinti satu, kerja sel otot polos tidak dipengaruhi kehendak kita Jawab : organ merupakan kumpulan berbagai jaringan yang melakukan fungsi terbentuk a. Contoh organ pada tumbuhan Daun, berfugsi sebagai tempat fotosintesis Batang, berfungsi sebaga tempat uduknya daun dan pengangkutan zat Akar, berfungsi sebagai penyerapa air dan mineral tertentu Bunga, berfungsi sebgai pembentuk sel-sel kelamin, biji dan buah b. Contoh organ pada manusia Usus berfungsi sebagai alat pencernaan dan penyerapan sarisari makanan Jantung berfungsi sebagai alat pemompa darah ginjal berfungsi sebagai pusat pengolahan rangsang paru- paru berfungsi sebagai pusat pengolahan rangsang Jawab : a. Kerongkongan (Esofagus) Fungsi kerongkongan adalah sebagai saluran untuk memindahkan makanan dari mulut ke lambung. b. Lambung (Ventrikulus) Lambung merupakan tempat penampungan makanan untuk dicerna secara mekanik dan kimiawi. c. Usus halus Usus halus merupakan saluran pencernaan terpanjang yang terdiri dari 3 bagian yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerapan. d. Usus besar Fungsi utama usus besar adalah mengatur kadar air sisa makanan e. Pankreas Pankreas menghasilkan getah pankreas yang mengandung enzim amilase, tripsin, dan lipase. f. Anus Fungsinya sebagai tempat keluarnya sisa-sisa makanan dari proses pencernaan (feses) keluar dari tubuh.

2.

3.

4.

62

Lampiran 11 SOAL POST TES Jawablah soal-soal berikut ini dengan benar! 1. Jelaskan pengertian dari jaringan, organ dan sistem organ? Jawab : . Jaringan pengangkutan yaitu jaringan sebagai pembuluh yang mengangkut air dan zat-zat makanan. Jaringan pengnagkut dibedakan menjadi 2 yaitu xilem dan floem. Jaringan yang berfungsi membawa air dan mineral dari akar ke daun. a. Diantara jaringan xilem dan floem jaringan manakah yang kamu pilih b. Saya memilih...................karena .................. c. Saya tidak memilih ..........................karena ...................... Organ merupakan kumpulan berbagai jaringan yang melakukuan fungsi tertentu. Sebutkan contoh organ pada tumbuhan beserta fungsinya! Jawab : . Jantung tersusun atas jaringan epitel, jaringan otot jantung, jaringan ikal, jaringan darah dan jaringan saraf sedangkan ginjal tersusun atas jaringan epotel, jaringan darah, jaringan saraf dan jaringan ikal. Manakah yang berfungsi sebagai alat pemompa darah? Mengapa? Jawab : . Organ penyususn system pencernaan makanan terdiri atas kerongkongan , lambung, usus halus, usus besar dan pancreas. sebutkan fungsi dari organ penyusun system pencernaan di atas minimal 4! Jawab :

2.

3.

4.

5.

63

Lampiran 12 KUNCI JAWABAN SOAL POST TES SIKLUS II Soal 1. a. Jaringan merupakam sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama (1) b. Organ merupakan kumpulan dari beberapa jaringan untuk melaksanakan fungsi tertentu (1) c. sistem organ merupakan lulpulan dan kaitan berbagai organ yang melaksanakan fungsi tertentu (1) 2. a. Jaringan Xilem (1) b. Saya memilih jaringan Xilem karena berfungsi membawa air dan mineral dari akar ke daun (1) c. Saya tidak memilih jaringan floem karena berfungsi membawa foeosintesis keseliruh tubuh tumbuhan (1) 3. a. Daun (1) berfungsi sebagai tempat fotosintesis (1) b. Batang (1) berfungsi sebagai tempat duduknya daun dan pengangkutan zat(1) c. Akar (1) berfungsi sebagai penyerapan air dan mineral tertentu (1) d. Bunga (1) berfungsi sebagai pembentuk sel-sel kelamin, biji dan daun (1) 4. a. Jantung (1) b. Karena jantung berfungsi sebagai alat pemompa darah sedangkan ginjal berfungsi sebagai alat penyaring darah (1) 5. Nilai

hasil

a. Kerongkongan (Esofagus) Fungsi kerongkongan adalah sebagai saluran untuk memindahkan makanan dari mulut ke lambung. b. Lambung (Ventrikulus) Lambung merupakan tempat penampungan makanan untuk dicerna secara mekanik dan kimiawi. c. Usus halus Usus halus merupakan saluran pencernaan terpanjang yang terdiri dari 3 bagian yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerapan. d. Usus besar Fungsi utama usus besar adalah mengatur kadar air sisa makanan e. Pankreas Pankreas menghasilkan getah pankreas yang mengandung enzim amilase, tripsin, dan lipase.

64

Lampiran : 13 Daftar Nama Siswa Kelas VII E SMP Negeri I Teras Tahun Ajaran 2009/2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama Ali Ardani Habibi Ari Marwati Arif Alfan Artono Hastodjaya Desi Milawati Dwi Indarti Dwi Oktavia Pratiwi Dwi Purnomojati Erlangga Wira Yudha Fatimah Ferisa Intan Argarini Fitriyani Ilyas Fahtoni Iskandar Eko Susilo Lourensia Dinareka Meta Ayu Eka Misia Lestari Muhamada Ilham Neneng Sari Novi Andriyani Nur Ahmadi Nur Indarti Rahmawati Yuliksari Rani Kristiyanti Riska Kristiyanti Shely Susanti Steffi Kristiawati Trisno Wijaya Wahid Cahyono Wahyu Sulistyo Yohanes Christiawan Jenis Kelamin L P L L P P P L L P P P L L P P P L P P L P P P P P P L L L L

65

Lampiran : 14 Hasil Penelitian Kognitif Siswa Kelas VII E SMP Negeri I Teras Tahun Ajaran 2009/2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama Ali Ardani Habibi Ari Marwati Arif Alfan Artono Hastodjaya Desi Milawati Dwi Indarti Dwi Oktavia Pratiwi Dwi Purnomojati Erlangga Wira Yudha Fatimah Ferisa Intan Argarini Fitriyani Ilyas Fahtoni Iskandar Eko Susilo Lourensia Dinareka Meta Ayu Eka Misia Lestari Muhamada Ilham Neneng Sari Novi Andriyani Nur Ahmadi Nur Indarti Rahmawati Yuliksari Rani Kristiyanti Riska Kristiyanti Shely Susanti Steffi Kristiawati Trisno Wijaya Wahid Cahyono Wahyu Sulistyo Yohanes Christiawan Jumlah Rata-rata Nilai Pra Siklus 5 7 5,5 6,5 5,5 5 6 5,5 6 6 5 6 5,5 6 6,5 5 5 6 5 6 5 5,5 6 5 6,5 6 6,5 5 5,5 6 5,5 176,5 5,7 Nilai Siklus I 6 7,5 6,3 7,3 6,8 6 6,8 6 6,5 6,8 6 6,8 6,3 6,8 7,5 6 6 6,8 6 7 6 6,3 6,8 5,5 7 6,3 7 5,8 6,5 7 6,5 202,7 6,5 Nilai Siklus II 7,5 9 7,5 8 8 7 8 8 7,5 8 7,3 8 7,5 8 9 7 7 8 7 8,5 7 7,5 8 7 8,5 8 8 7,5 8 8,5 8 241,8 7,8

66

Lampiran : 15 Data Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas VII E SMP Negeri I Teras Tahun Ajaran 2009/2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama Ali Ardani Habibi Ari Marwati Arif Alfan Artono Hastodjaya Desi Milawati Dwi Indarti Dwi Oktavia Pratiwi Dwi Purnomojati ErlanggaWira Yudha Fatimah Ferisa Intan Argarini Fitriyani Ilyas Fahtoni Iskandar Eko Susilo Lourensia Dinareka Meta Ayu Eka Misia Lestari Muhamada Ilham Neneng Sari Novi Andriyani Nur Ahmadi Nur Indarti Rahmawati Yuliksari Rani Kristiyanti Riska Kristiyanti Shely Susanti Steffi Kristiawati Trisno Wijaya Wahid Cahyono Wahyu Sulistyo Yohanes Christiawan Jumlah Rata-rata X 5 7 5,5 6,5 5,5 5 6 5,5 6 6 5 6 5,5 6 6,5 5 5 6 5 6 5 5,5 6 5 6,5 6 6,5 5 5,5 6 5,5 176 ,5 5,7 Y1 6 7,5 6,3 7,3 6,8 6 6,8 6 6,5 6,8 6 6,8 6,3 6,8 7,5 6 6 6,8 6 7 6 6,3 6,8 5,5 7 6,3 7 5,8 6,5 7 6,5 202 ,7 6,5 Y2 7,5 9 7,5 8 8 7 8 8 7,5 8 7,3 8 7,5 8 9 7 7 8 7 8,5 7 7,5 8 7 8,5 8 8 7,5 8 8,5 8 241 ,8 7,8 X2 25 49 30,3 42,3 30,3 25 36 30,3 36 36 25 36 30,2 36 42,2 25 25 36 25 36 25 30,3 36 25 42,3 36 42,3 25 30,3 36 30,3 1015 ,3 32,8 Y12 36 56,3 39,8 53,3 46,2 36 46,2 46,2 42,3 46,2 36 46,2 39,8 46,2 56,3 36 36 46,2 36 49 36 39,8 46,2 30,3 49 39,8 49 33,6 42,3 49 42,3 1333 ,1 43,0 Y22 56,3 81 56,3 64 64 49 64 64 56,3 64 53,3 64 56,3 64 81 49 49 64 49 72,3 49 56,3 64 49 72,3 64 64 56,3 64 72,3 64 1896 61,3 X*Y 30 52,5 34,7 47,5 37,4 30 40,8 37,4 39 40,8 30 40,8 34,6 40,0 48,7 30 30 40,8 30 42 30 34,7 40,8 27,5 45,5 37,8 45,5 29 35,8 42 35,8 1162 ,0 37,5 X*Y 37,5 63 41,3 52 44 35 48 44 45 48 36,5 48 41,3 48 58,5 35 35 48 35 51 35 41,3 48 35 55,3 48 52 37,5 44 51 44 1385 ,2 44,8 Y1*Y 45 67,5 47,3 58,4 54,4 42 54,4 54,4 48,8 54,4 43,8 54,4 47,3 54,4 67,5 42 42 54,4 42 59,5 42 47,3 54,4 38,5 59,6 50,4 56 43,5 52 59,5 52 1589,0 51,3

67

Lampiran 16 A. Dengan persamaan regresi siklus I terhadap nilai awal b=

n XY1 - X Y1 n x ( X
2 2

= = =

31.1162,04 (176,5)( 202,7) 2 31.1015,3 (176,5 )


36022 35776,6 31474,3 31152,3

245,4 322

b = 0,8 a = Y2 b.Y1 = 6,5 0,8.5,7 = 6,5 4,6 = 1,9

68

Lampiran 17 B. Dengan persamaan regresi siklus II terhadap nilai siklus I b=

n Y1Y2 Y1 Y2 n Y12 ( Y1
2

= = =

31.1589 ( 202,7)( 241,8) 2 31.1333,1 (202,7 )


49259,0 49012,9 41326.1 41087,3 246,1 238,8

= 1,0 a = Y2 b.Y1 = 7,8 1,0 .6,5 = 7,8 6,5


= 1,3

69

Lampiran 18 C. Dengan persamaan regresi siklus II terhadap nilai awal b=

n XY1 X Y2 n X 2 ( X
2

= = =

31.1162,0 (176,5 ()202,7 ) 2 31.1015,3 (176,5 )


36022,0 35776,6 31474,3 31152,3

245,4 322

b = 0,8 a = Y 2 b. X = 7,8 0,8. 5,7 = 7,8 4,6 = 3,2

70

Lampiran 19 Prosentase nilai kognitif yang kurang dari rata-rata Prosentase


Jumlah nilai kurang dari rata - rata 100% jumlah siswa

v Prosentase pada pra siklus Rata-rata pra siklus 5,7 nilai yang kurang dari 5,7 ada 16 anak
16 100% = 52% 31

v Prosentase siklus I Rata-rata siklus I adalah 6,5 nilai yang kurang dari 6,5 ada 14 anak
14 100% = 45% 31

v Prosentasi siklus II Rata-rata siklus II adalah 7,8 nilai yang kurang dari 7,8 ada 13 anak
13 100% = 42% 31

71

LAMPIRAN 20 FORMAT PENILAIAN AFEKTIF Mata Pelajaran : Biologi Kelas / Semester : VIII B / Genap PRA SIKLUS No Kerjasama dalam kelompok
Indikator Sikap

Menghargai teman yang berbicara

Menanggapi pertanyaan

Menjawab pertanyaan

Nama siswa

Nilai rata-rata

bertanya

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

Ali Ardani Habibi 2 Ari Marwati 3 Arif Alfan 2 Artono Hastodjaya 2 Desi Milawati 3 Dwi Indarti 2 Dwi Oktavia Pratiwi 2 Dwi Purnomojati 2 Erlangga Wira Yudha 3 Fatimah 3 Ferisa Intan Argarini 2 Fitriyani 1 Ilyas Fahtoni 1 Iskandar Eko Susilo 2 Lourensia Dinareka 1 Meta Ayu Eka 3 Misia Lestari 2 Muhamada Ilham 1 Neneng Sari 2 Novi Andriyani 2 Nur Ahmadi 3 Nur Indarti 3 Rahmawati Yuliksari 2 Rani Kristiyanti 2 Riska Kristiyanti 1 Shely Susanti 2 Steffi Kristiawati 3 Trisno Wijaya 1 Wahid Cahyono 2 Wahyu Sulistyo 2 Yohanes Christiawan 3 Jumlah 65 Rata-rata 2,1 Keterangan : K = Kurang

1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 2 2 2 2 1 1 1 1 1 2 1 2 2 1 2 2 43 1,4

1 1 3 4 3 1 3 1 1 1 1 2 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 2 3 1 1 1 1 1 1 3 2 3 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 3 1 2 1 3 2 2 2 1 1 1 1 2 1 53 44 1,7 1,4 S = Sedang

3 3 2 2 3 4 4 3 3 3 2 2 2 2 2 4 2 3 3 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 78 2,5

8 15 10 10 9 10 10 8 10 9 8 9 6 7 6 14 10 9 11 7 8 8 7 9 10 9 13 9 7 7 10 283 9,1

1,6 3 2 2 1,8 2 2 1,6 2 1,8 1,6 1,8 1,2 1,4 1,2 2,8 2 1,9 2,2 1,4 1,6 1,6 1,4 1,8 2 1,9 2,6 1,8 1,4 1,4 2

B = Baik

Kriteria K B S S K S S K S K K K K K K B S K S K K K K K S K S K K K S K

Jumlah

72

LAMPIRAN 21 FORMAT PENILAIAN AFEKTIF Mata Pelajaran : Biologi Kelas / Semester : VIII B / Genap SIKLUS I No
Indikator Sikap

Nilai rata-rata

Nama Siswa

Menghargai teman yang berbicara

Kerjasama dalam kelompok

Menanggapi pertanyaan

Menjawab pertanyaan

bertanya

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

Ali Ardani Habibi Ari Marwati Arif Alfan Artono Hastodjaya Desi Milawati Dwi Indarti Dwi Oktavia Pratiwi Dwi Purnomojati Erlangga Wira Yudha Fatimah Ferisa Intan Argarini Fitriyani Ilyas Fahtoni Iskandar Eko Susilo Lourensia Dinareka Meta Ayu Eka Misia Lestari Muhamada Ilham Neneng Sari Novi Andriyani Nur Ahmadi Nur Indarti Rahmawati Yuliksari Rani Kristiyanti Riska Kristiyanti Shely Susanti Steffi Kristiawati Trisno Wijaya Wahid Cahyono Wahyu Sulistyo Yohanes Christiawan Jumlah Rata-rata Keterangan : K = Kurang

3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 2 2 3 4 3 2 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 100 3,2

2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 4 2 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 4 3 3 2 2 2 3 81 2,6

2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 2 2 2 2 3 3 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 2 2 2 2 3 3 2 2 4 2 4 4 89 89 2,9 2,9 S = Sedang

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 106 3,4

13 2,6 18 3,6 16 3,2 16 3,2 18 3,8 17 3,4 17 3,4 15 3 19 3,8 15 3 14 2,8 17 3,4 13 2,4 14 2,8 19 3 18 3,6 16 3,2 15 3 16 3,2 15 3 15 3 15 3 14 3 15 3 19 3,8 16 3,2 16 3,2 14 2,8 13 2,6 13 2,6 17 2,4 467 15,0 B = Baik

Kriteria S B B B B B B B B B S B S B B B B B B B B B B B B B B S S S B B

Jumlah

73

LAMPIRAN 22 FORMAT PENILAIAN AFEKTIF Mata Pelajaran : Biologi Kelas / Semester : VIII B / Genap SIKLUS II Menghargai teman yang berbicara No Kerjasama dalam kelompok

Nama siswa

Menanggapi pertanyaan

Indikator Sikap

Menjawab pertanyaan

Nilai rata-rata 2,6 3,6 3,2 3,2 3,8 3,4 3,4 3 3,8 3 2,8 3,4 2,4 2,8 3 3,6 3,2 3 3,2 3 3 3 3 3 3,8 3,2 3,2 2,8 2,6 2,6 2,4

bertanya

Ali Ardani Habibi Ari Marwati Arif Alfan Artono Hastodjaya Desi Milawati Dwi Indarti Dwi Oktavia Pratiwi Dwi Purnomojati Erlangga Wira Yudha Fatimah Ferisa Intan Argarini Fitriyani Ilyas Fahtoni Iskandar Eko Susilo Lourensia Dinareka Meta Ayu Eka Misia Lestari Muhamada Ilham Neneng Sari Novi Andriyani Nur Ahmadi Nur Indarti Rahmawati Yuliksari Rani Kristiyanti Riska Kristiyanti Shely Susanti Steffi Kristiawati Trisno Wijaya Wahid Cahyono Wahyu Sulistyo Yohanes Christiawan Jumlah Rata-rata Keterangan : K = Kurang

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

4 4 3 4 4 4 4 4 2 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3

2 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 2 4 2 4 3 3 2 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 2 4 2 3 3 4 2 4 2 4 4 3 89 106 2,9 3,4 S = Sedang

3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 2 2 3 4 3 2 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 100 3,2

4 13 4 18 4 16 4 16 4 18 4 17 4 17 4 15 4 19 4 15 4 14 3 17 4 13 3 14 3 19 4 18 4 16 4 15 4 16 3 15 3 15 3 15 4 14 3 15 4 19 4 16 3 16 4 14 4 13 4 13 3 17 115 467 3,7 16,6 B = Baik

Kriteria S B B B B B B B B B S B S B B B B B B B B B B B B B B S S S B B

Jumlah

74

Lampiran 23 PRA SIKLUS


Kerjasama dalam kelompok

Siswa yang tidak aktif pada saat pembelajaran berlangsung sebanyak 6 siswa
9 100% = 19% 31

Bertanya Siswa yang tidak aktif pada saat pembelajaran berlangsung sebanyak 18 siswa
18 100% = 58% 31

Menjawab pertanyaan Siswa yang tidak aktif pada saat pembelajaran berlangsung sebanyak 16 siswa
16 100% = 52% 31

Menanggapi pertanyaan Siswa yang tidak aktif pada saat pembelajaran berlangsung sebanyak 21 siswa
21 100 % = 68% 31

Menghargai teman yang sedang berbicara Siswa yang tidak aktif pada saat pembelajaran berlangsung sebanyak 18 siswa
18 100% = 58% 31

75

Lampiran 24 SIKLUS I

Kerjasama dalam kelompok

Siswa yang tidak aktif pada saat pembelajaran berlangsung sebanyak 3 siswa
3 100% = 9% 31

Bertanya Siswa yang tidak aktif pada saat pembelajaran berlangsung sebanyak 14 siswa
14 100% = 45% 31

Menjawab pertanyaan Siswa yang tidak aktif pada saat pembelajaran berlangsung sebanyak 7 siswa
7 100% = 23% 31

Menanggapi pertanyaan Siswa yang tidak aktif pada saat pembelajaran berlangsung sebanyak 8 siswa
8 100% = 26% 31

Menghargai teman yang sedang berbicara Siswa yang tidak aktif pada saat pembelajaran berlangsung sebanyak 9 siswa
9 100% = 29% 31

76

Lampiran 25 SIKLUS II

Kerjasama dalam kelompok

Siswa yang tidak aktif pada saat pembelajaran berlangsung sebanyak 1 siswa
1 100% = 3% 31

Bertanya Siswa yang tidak aktif pada saat pembelajaran berlangsung sebanyak 8 siswa
8 100% = 26% 31

Menjawab pertanyaan Siswa yang tidak aktif pada saat pembelajaran berlangsung sebanyak 2 siswa
2 100% = 6% 31

Menanggapi pertanyaan Siswa yang tidak aktif pada saat pembelajaran berlangsung sebanyak 3 siswa
3 100% = 9% 31

Menghargai teman yang sedang berbicara Siswa yang tidak aktif pada saat pembelajaran berlangsung sebanyak 1 siswa
1 100% = 3% 31

77

Lampiran 26

Prosentase Peningkatan Nilai Afektif

Prosentase Maksimal Siklus I =

Jumlah Indikator Sikap Skor Masimal Jumlah Siswa 100% 875 5 4 31 620 100% = 100% = 100% 620 620
Prosentase Pra Siklus =

283 100% = 45% 620


Prosentase Siklus I

467 100% = 75% 620


Prosentase Siklus II

516 100% = 83% 620