Anda di halaman 1dari 83

PENDEKATAN STEWART DALAM FISIOLOGI KESEIMBANGAN ASAM BASA

A Stewart Approach
Anang Achmadi, SpAn Yohanes WH George, SpAn.,KIC Iqbal Mustafa, SpAn.,KIC., FCCM

A physical-chemical analysis

ASAM BASA..

[H ]
+

pH

Acid

Base

Notasi pH diciptakan oleh seorang ahli kimia dari Denmark yaitu Soren Peter Sorensen pada thn 1909, yang berarti log negatif dari konsentrasi ion hidrogen. Dalam bahasa Jerman disebutWasserstoffionenexponent (eksponen ion hidrogen) dan diberi simbol pH yang berarti: potenz (power) of Hydrogen.

Normal = 7.40 (7.35-7.45) Viable range = 6.80 - 7.80

MENGAPA PENGATURAN pH SANGAT PENTING ?

AKIBAT DARI ASIDOSIS BERAT


Kardiovaskular
Gangguan kontraksi otot jantung Dilatasi Arteri,konstriksi vena, dan sentralisasi volume darah Peningkatan tahanan vaskular paru Penurunan curah jantung, tekanan darah arteri, dan aliran darah hati dan ginjal Sensitif thd reentrant arrhythmia dan penurunan ambang fibrilasi ventrikel Menghambat respon kardiovaskular terhadap katekolamin

Respirasi
Hiperventilasi Penurunan kekuatan otot nafas dan menyebabkan kelelahan otot Sesak

Metabolik
Peningkatan kebutuhan metabolisme Resistensi insulin Menghambat glikolisis anaerob Penurunan sintesis ATP Hiperkalemia Peningkatan degradasi protein

Otak
Penghambatan metabolisme dan regulasi volume sel otak Koma

Management of life-threatening Acid-Base Disorders, Horacio J. Adrogue, And Nicolaos EM: Review Article;The New England Journal of Medicine;1998

AKIBAT DARI ALKALOSIS BERAT


Kardiovaskular
Konstriksi arteri Penurunan aliran darah koroner Penurunan ambang angina Predisposisi terjadinya supraventrikel dan ventrikel aritmia yg refrakter

Respirasi
Hipoventilasi yang akan menjadi hiperkarbi dan hipoksemia

Metabolic
Stimulasi glikolisis anaerob dan produksi asam organik Hipokalemia Penurunan konsentrasi Ca terionisasi plasma Hipomagnesemia and hipophosphatemia

Otak
Penurunan aliran darah otak Tetani, kejang, lemah delirium dan stupor
Management of life-threatening Acid-Base Disorders, Horacio J. Adrogue, And Nicolaos EM: Review Article;The New England Journal of Medicine;1998

PENILAIAN STATUS ASAM BASA

CARA TRADISIONAL

Hendersen-Hasselbalch

The disadvantage of men not knowing the past is that they do not know the present.
G. K. Chesterton

Normal

pH = 6.1 + log
Normal

[HCO ] GINJAL BASA


3

HCO3 HCO

Kompensasi

pCO2 ASAM PARU

CO22 CO

RANGKUMAN GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM BASA TRADISIONAL


DISORDER ASIDOSIS METABOLIK ALKALOSIS METABOLIK ASIDOSIS RESPIRATORI ALKALOSIS RESPIRATORI pH PRIMER HCO3- HCO3- pCO2 pCO2 RESPON KOMPENSASI pCO2 pCO2 HCO3- HCO3-

Now for something new


HOW TO UNDERSTAND ACIDBASE A quantitative Acid-Base Primer For Biology and Medicine Peter A. Stewart Edward Arnold, London 1981

Menurut Stewart ;

pH atau [H+] DALAM PLASMA DITENTUKAN OLEH


DUA VARIABEL VARIABEL INDEPENDEN DEPENDEN T VARIABLES

Stewart PA. Can J Physiol Pharmacol 61:1444-1461, 1983.

VARIABEL INDEPENDEN

CO2

STRONG ION DIFFERENCE

WEAK ACID

pCO2

SID

Ato
t

CO2
CO2 Didalam plasma berada Rx dominan dari CO2 adalah rx absorpsi OH- hasil disosiasi air dalam 4 bentuk
sCO2 (terlarut) H2CO3 asam karbonat HCO3- ion bikarbonat CO ion karbonat
23

dengan melepas H+.

Semakin tinggi pCO2 semakin banyak H+ yang terbentuk. Ini yg menjadi dasar dari terminologi respiratory acidosis, yaitu pelepasan ion hidrogen akibat pCO2

OH- + CO2 HCO3- + H+


C A

STRONG ION DIFFERENCE


Definisi: Strong ion difference adalah ketidakseimbangan muatan dari ion-ion kuat. Lebih rinci lagi, SID adalah jumlah konsentrasi basa kation kuat dikurangi jumlah dari konsentrasi asam anion kuat. Untuk definisi ini semua konsentrasi ion-ion diekspresikan dalam ekuivalensi (mEq/L). Semua ion kuat akan terdisosiasi sempurna jika berada didalam larutan, misalnya ion natrium (Na+), atau klorida (Cl-). Karena selalu berdisosiasi ini maka ion-ion kuat tersebut tidak berpartisipasi dalam reaksi-reaksi kimia. Perannya dalam kimia asam basa hanya pada hubungan elektronetraliti.

Gamblegram

STRONG ION DIFFERENCE


Mg++ Ca++

K+ 4

SID

[Na+] + [K+] + [kation divalen] - [Cl-] - [asam organik kuat-]

Na+ 140

Cl102
[Cl-] 102 mEq/L = = [SID] 34 mEq/L

[Na+] 140 mEq/L

+ +

[K+]

4 mEq/L -

KATION

ANION

SKETSA HUBUNGAN ANTARA SID,H+ DAN OH-

Konsentrasi [H+]

[H+]

[OH-]

Asidosis

Alkalosis

()

SID

(+)

Dalam cairan biologis (plasma) dgn suhu 370C, SID hampir selalu positif, biasanya berkisar 30-40 mEq/Liter

WEAK ACID
[Protein H]
disosiasi

[Protein-] + [H+]

Kombinasi protein dan posfat disebut asam lemah total (total weak acid) [Atot]. Reaksi disosiasinya adalah:

[Atot ] (KA) = [A-].[H+]

Gamblegram
Mg++ Ca++

K+ 4

HCO324
Weak acid (Alb-,P-)

SID

Na+ 140

Cl102

KATION

ANION

DEPENDENT VARIABLES

H+ OHCO3AAH

HCO3-

INDEPENDENT VARIABLES

DEPENDENT VARIABLES

Strong Ions Difference

pCO2

pH

Protein Concentration

PRINSIP-PRINSIP DASAR TEORI STEWART

PRINSIP UMUM
Hukum kekekalan massa (Law of Mass):
Jumlah dari suatu zat/substansi akan selalu konstan kecuali ditambahkan atau dikurangi dari luar, atau dibuat/dirusak oleh suatu reaksi kimia.

Netralitas elektrik (Electroneutrality):


Semua larutan sejati mempunyai muatan listrik yang netral, dimana konsentrasi total kation harus sama dengan konsentrasi anion iones (+) = iones (-)
Stewart PA. Modern quantitative acid-base chemistry. Can J Physiol Pharmacol 61:1444-1461, 1983.

Konsep larutan encer (Aqueous solution)


Semua cairan dalam tubuh manusia mengandung air, dan air merupakan sumber [H+] yang tidak habis-habisnya [H+] ditentukan oleh disosiasi air (Kw), dimana molekul H2O akan berdisosiasi menjadi ion-ion H3O+ dan OH-

MOLEKUL AIR DAN PRODUK DISOSIASINYA (auto-ionisasi air)

Sebenarnya, H+ di dalam larutan berada dalam bentuk H3O+ + H + H O +H O H + O H + H + + H

O -

H+

OH-

Elektrolit = Ion-ion
Ion-ion kuat (Strong ions) : Ion-ion lemah (Weak ions) :

Substansi yang terdisosiasi sempurna di dalam suatu larutan : Kation; Na+,K+,Mg+,Ca++ Anion; Cl ,SO ,PO , keto-.
4 = 4

Substansi yang hanya sebagian terdisosiasi dalam suatu larutan :


-

laktat ,

Albumin-, Posfat-, H2CO3

MENGAPA DISEBUT ION KUAT DAN LEMAH ?


100 80 70 60

Lac tat e, a cet oac e

tat e

O HC

% ter-ionisasi

Alb um in

50 40 30 20 10

pK

CO
5

pH Suatu ion dikatakan kuat atau lemah tergantung dari pKnya (pH, dimana 50% dari substansi tsb terdisosiasi). Mis; pK Lactate 3.9 (berarti, pada pH normal, hampir 100% laktat terdisosiasi ). H2CO3 dan Alb disebut asam lemah karena pada pH normal hanya 50% substansinya terdisosiasi.

BAGAIMANA JIKA ION-ION KUAT BERADA DI DALAM AIR

Reaksi hidrasi ion-ion Na dan Cl

OHO
OH
-

H+

H3O
OH
+

H+

H+ H+ H
+

H+

OH+

H+

O-

H+ H+ OHH+

H+ H
+

ClH+ H+ H+
-

Na+
O
-

H+ OH-

O
H+

OH+

H+

DI DALAM PLASMA TERDAPAT:


[Na+] + [K+] - [Cl-] = [SID]

[Atot ] (KA) = [A-].[H+]


[2H2O] Kw . [H+][OH-] OH + CO2 H2CO3 HCO3- CO3= + H+
-

CA

APLIKASI
H3O+ = H+ = 40 nEq/L
K Mg
Ca

Na 140

P Alb Laktat/keto=UA P

HCO3- Alb
Alb P

HCO3-- HCO3 3= 24

SID SID n

SID

Keto/laktat Asidosis hiperkloremi asidosis

hipokloremi

CL Cl Cl 95 115 102 Alkalosis

KATION

ANION

PATOFISIOLOGI GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM BASA

Magder S. Pathophysiology of metabolic acid-base disturbances in patients with critical illness.In: Critical illness.In: Care Nephrology. Kluwer Academic Publishers, Dordrecht, The Netherlands, 1998. pp 279-296.Ronco C, Bellomo R (eds).

Pembuluh darah

SID cairan lambung < / () ; asam

H+

SID plasma

Cl
ClCl-

Na+

Na+ Na+

Cl- Cl-

Cl-

Na Cl

Alkalosis

Na

Muntah, penyedotan Lambung, sekresi EF >> Cl Cl


Na+

Cl-

Na+

Na+

Na+

Pancreas Empedu
Na+ Na+

Cl-

H+
Cl-

ClNa+

Cl

SID plasma Asidosis

SID cairan intestinal normal

Cl-

ClJejunum
Na+ Na+ Colon

Cl-

Na

Na+

Na+

Na

SID plasma normal

Cl

Diare: Na
Made by : George

Volume dan komposisi elektrolit cairan gastrointestinal


From Miller, Anesthesia, 5th ed,2000.

24 h vol. (mL) Saliva 500-2000

Na+ (mEq/L) 6

K+ (mEq/L) 25

Cl(mEq/L) 13

HCO3SID 18

Stomach
Pancreas Bile Jejunum Ileum Colon

300-800 300-600 2000-4000 1000-2000 -

10002000

80
140 140 130 115 60

15
7.5 7.5 7.5 5 30

115
80 110 115 92.5 40

-20
67.5 37.5 22.5 27.5 -

Perbandingan komposisi elektrolit urin dan plasma From


Ion-ion (mEq/l) Na+ K+ ClHCO3Urine 147.5 47.5 153.3 1.9 Plasma 138.4 4.4 106 27

MARTINI, Fundamentals of Anatomy and Physiology; 5 th ed,2001

Effects of diuretics on urine composition


Volume (ml/min) No drug Thiazide diuretics Loop diuretics Osmotic diuretics Potassium-sparing diurtics Carbonic anhydrase inhibitors 1 13 8 10 3 3 pH 6.4 7.4 6.0 6.5 7.2 8.2 Sodium (mEq/l) 50 150 140 90 130 70 Potassium (mEq/l) 15 25 25 15 10 60 Chloride (mEq/l) 60 150 155 110 120 15 Bicarbonate (mEq/l) 1 25 1 4 15 120

Source: adapted from Tonnesen AS, Clincal pharmacology and use of diuretics. In: Hershey SG, Bamforth BJ, Zauder H, eds, Review courses in anesthesiology. Philadelphia: Lippincott, 1983; 217-226

KLASIFIKASI GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM BASA BERDASARKAN PRINSIP STEWART

Fencl V, Jabor A, Kazda A, Figge J. Diagnosis of metabolic acid-base disturbances in critically ill patients. Am J Respir Crit Care Med 2000 Dec;162(6):2246-51

KLASIFIKASI
ASIDOSIS I. Respiratori II. Nonrespiratori (metabolik) 1. Gangguan pd SID a. Kelebihan / kekurangan air b. Ketidakseimbangan anion kuat: i. Kelebihan / kekurangan Clii. Ada anion tak terukur 2. Gangguan pd asam lemah i. Kadar albumin ii. Kadar posphate [Alb] [Pi] [Alb] [Pi] [Cl-], SID [UA-], SID [Cl-], SID [Na+], SID [Na+], SID PCO2 ALKALOSIS PCO2

Fencl V, Jabor A, Kazda A, Figge J. Diagnosis of metabolic acid-base disturbances in critically ill patients. Am J Respir Crit Care Med 2000 Dec;162(6):2246-51

RESPIRASI
Abnormal pCO2

METABOLIK
Abnormal SID Abnormal Weak acid

AIR

Anion kuat

Alb

PO4-

Cl-

UA-

Alkalosis Asidosis

Turun Meningkat

kekurangan kelebihan

Hipo Hiper Positif

Turun meningkat

Fencl V, Am J Respir Crit Care Med 2000 Dec;162(6):2246-51

RESPIRASI
pCO2 berbanding terbalik terhadap pH
pCO2 pH

HOMEOSTASIS
40-45 mmHg 7.35-7.45

pCO 2

pH

pH

Acidosis

2 pCO

Alkalosis

RESPIRASI
Abnormal pCO2

METABOLIK
Abnormal SID Abnormal Weak acid

AIR

Anion kuat

Alb

PO4-

Cl-

UA-

Alkalosis Acidosis

Turun meningkat

kekurangan kelebihan

Hipo Hiper Positif

turun meningkat

KEKURANGAN AIR - WATER DEFICIT


Diuretic Diabetes Insipidus Evaporasi

Plasma

Plasma

Na+ = 140 mEq/L Cl- = 102 mEq/L SID = 38 mEq/L

1 liter

140/1/2 = 280 mEq/L 102/1/2 = 204 mEq/L SID = 76 mEq/L

liter

SID : 38 76 = alkalosis ALKALOSIS KONTRAKSI

KELEBIHAN AIR - WATER EXCESS

Plasma
1 Liter H2O
140/2 = 70 mEq/L 102/2 = 51 mEq/L SID = 19 mEq/L

Na+ = 140 mEq/L Cl- = 102 mEq/L SID = 38 mEq/L

1 liter

2 liter

SID : 38 19 = Acidosis ASIDOSIS DILUSI

RESPIRASI
Abnormal pCO2

METABOLIK
Abnormal SID Abnormal Weak acid

AIR

Anion kuat

Alb

PO4-

Cl-

UA-

Alkalosis Acidosis

turun meningkat

kekurangan kelebihan

Hipo Hiper Positif

turun meningkat

GANGGUAN PD SID: Pengurangan ClPlasma

Na+ = 140 mEq/L Cl- = 95 mEq/L SID = 45 mEq/L

2 liter

SID

ALKALOSIS

ALKALOSIS HIPOKLOREMIK

GANGGUAN PD SID: Penambahan/akumulasi ClPlasma

Na+ = 140 mEq/L Cl- = 120 mEq/L SID = 20 mEq/L

2 liter

SID

ASIDOSIS

ASIDOSIS HIPERKLOREMIK

PLASMA + NaCl 0.9%

Plasma
Na+ = 140 mEq/L Cl- = 102 mEq/L SID = 38 mEq/L

NaCl 0.9%
Na+ = 154 mEq/L Cl- = 154 mEq/L SID = 0 mEq/L

1 liter

1 liter

SID : 38

ASIDOSIS HIPERKLOREMIK AKIBAT PEMBERIAN LARUTAN Na Cl 0.9%


Plasma

Na+ = (140+154)/2 mEq/L= 147 mEq/L Cl- = (102+ 154)/2 mEq/L= 128 mEq/L SID = 19 mEq/L

2 liter

SID : 19 Asidosis

PLASMA + Larutan RINGER LACTATE


Plasma Ringer laktat
Laktat cepat dimetabolisme Na = 140 mEq/L Cl- = 102 mEq/L SID= 38 mEq/L
+

1 liter

Cation+ = 137 mEq/L Cl- = 109 mEq/L Laktat- = 28 mEq/L SID = 0 mEq/L

1 liter

SID : 38

Normal pH setelah pemberian RINGER LACTATE


Plasma

Na+ = (140+137)/2 mEq/L= 139 mEq/L Cl- = (102+ 109)/2 mEq/L = 105 mEq/L Laktat- (termetabolisme) = 0 mEq/L SID = 34 mEq/L

2 liter

SID : 34 lebih alkalosis dibanding jika diberikan NaCl 0.9%

MEKANISME PEMBERIAN NABIKARBONAT PADA ASIDOSIS

Plasma;
asidosis hiperkloremik
25 mEq NaHCO3

Plasma + NaHCO3

Na+ = 140 mEq/L Cl- = 130 mEq/L SID =10 mEq/L

HCO3 cepat Na = 165 mEq/L dimetabolisme


+

1 liter

1.025 liter

Cl- = 130 mEq/L SID = 35 mEq/L

SID : 10 35 : Alkalosis, pH kembali normal namun mekanismenya bukan karena pemberian HCO3- melainkan karena pemberian Na+ tanpa anion kuat yg tidak dimetabolisme seperti Cl- sehingga SID alkalosis

Efek pemberian bikarbonat: CO2 + H2O HCO3- + H+ [HCO3- ] [CO32- ] + [H+] Reaksi pembentukan karbonat
Alkalosis [H+] reaksi ke kanan [CO32- ]

Jika [CO32- ] maka calcium yang terionisasi akan diikat oleh [CO32- ] hipokalsemia akut; sensitifitas membran sel tetany, hyperexcitability of muscles, sustained contraction, dan gangguan kontraksi otot jantung. Pe natrium secara cepat SID secara cepat alkalosis berat kompensasi paru dengan cara menahan CO2 hipoventilasi CO2 narkosis apneu
Asidosis [H+] reaksi ke kiri [CO32- ]

Pada asidosis kronik; [CO32- ] pembentukan CaCO3 << integritas tulang terganggu osteoporosis

UA = Unmeasured Anion: Laktat, acetoacetate, salisilat, metanol dll.


K K HCO3-

SID

HCO3-

SID

KetoA-

A -

Na+ Cl-

Na+ ClLactic/Keto asidosis

Normal

Ketosis

RESPIRASI
Abnormal pCO2

METABOLIK
Abnormal SID Abnormal Weak acid

AIR

Anion kuat

Alb

PO4-

Cl-

UA-

Alkalosis Asidosis

turun meningkat

kekurangan Hipo kelebihan Hiper Positif

turun meningkat

GANGGUAN PD ASAM LEMAH: Hipo/Hiperalbumin- atau PK K K

HCO3 Alb-/P-

SID

HCO3 Alb-/P

SID

HCO3

SID

Alb/P

Na Cl

Na

Asidosis Na hiperprotein/ hiperposfatemi Cl

Alkalosis hipoalbumin Cl/hipoposfate mi

Normal

Acidosis

Alkalosis

Regulasi Ph dan mekanisme kompensasi

Rapid regulation (short-term)

Chronic control (long-term)

Regulasi pH pasien PPOK ?


pH n pH
SID
Sintesis Alb <<
s esi gen nia o Am

PCO2

PPOK

NH4 Cl NH4Cl

Absorpsi Cl

Hipokloremi Hipoalbumin

Regulasi pH pada asidosis akut nonginjal?


Anaerobik met (syok, MODS), DM
Laktat- / keto-

SID

Na

pH
Kompensasi kronik

Cl SO4 Cl PO4

PaCO2
hiperventilasi

Kompensasi akut

SID

CO2

NH4 Cl

Amoniagenesis Sintesis Alb <<

Hipokloremi
NH4Cl

Hipoalbumin

pH n

PENILAIAN ANALISA GAS DARAH MENGGUNAKAN KOMBINASI BASE EXCESS DAN STEWART
Nilai2 yg diperlukan: 1. AGD (BE) 2. Natrium 3. Klorida 4. Albumin
Story DA, Bellomo R. Hendersen-Hasselbach vs Stewart: Another Acid-Base Controversy; Review Article, Crit Care & Shock (2002)2:59-63

BE = (1 - 0.014Hgb) (HCO3 24 + (1.43Hgb + 7.7) (pH 7.4)`

50

PCO = 80
2

40

40

[HCO3-]

30

Alkalosis Metabolik Base Excess Base Defisit Asidosis Metabolik

20

Base Excess/ Base Deficit

Normal

20

10 7.0

7.2

7.4

7.6

7.8

pH

UNMEASURED ANION (UA) PADA ASIDOSIS METABOLIK


UA = BE [(efek Na + efek Cl) + efek Alb]

BASE EXCESS DAN STEWART


(a) Free water

0.3 x (Na-140)

(b) Chloride effect

Jika + efek alkalinisasi Jika - efek asidifikasi

102-(Cl x 140/Na)

(c) Albumin effect

(0.148 x pH - 0.818) (42-[alb])

UA = BE/BD [(a) + (b) + (c)] mEq/L

Magder S. Pathophysiology of metabolic acid-base disturbances in patients with critical illness. In: Critical Care Nephrology.Kluwer Academic Publishers, Dordrecht, The Netherlands, 1998. pp 279-296. Ronco C, Bellomo R (eds).

Clinical Investigations

Strong ions, weak acids and base excess: a simplified FenclStewart approach to clinical acidbase disorders
D. A. Story, H. Morimatsu and R. Bellomo . British Journal of Anaesthesia, 2004, Vol. 92,

SBE(mmol/l=meq/l);
from a blood gas machine

NaCl effect (meq/l)=


[Na+][Cl]38

Albumin effect (meq/l)=


0.25x[42alb(g/l)]

Unmeasured ion effect (meq/l)=


SBE(NaCl) effectalb effect

Kasus 1: Kasus 1: BASE EXCESS DAN STEWART 7.48 / /45 / /+10 // 34 7.25 30 -10 14 Na 150; Cl 102; Alb 4 Na 140; Cl 112; Alb 4 150 (a) Free water effect: Efek alkalinisasi SID (a) Free water effect: (Na 140 x (150-140) = 3 & Cl) +10 BE +10 0.3 x (140-140) = 0 0.3 (b) Chloride effect (b) Chloride effect

HCO3
Alb

HCO3-

Efek asidifikasi Cl -10 BD -10


-

112
Alb

102-(102 xx 140/140) = - 10 102-(112) 140/150) = 6.8

Alb

102

(c) Albumin effect (c) Albumin effect


(0.148 x 7.25 -- 0.818) (42-[40]) = 0.5 (0.148 x 7.25 0.818) (42-[40]) = 0.5

UA = 10 [(3) + + (-10) (0.5)] mEq/L = - 0.3 UA = - 10 [(0) (6.8) + + (0.5)] mEq/L = - 0.5 Na+ HCO3Cl-

Kasus 2: BASE EXCESS DAN STEWART 140 (a) Free water

7.42 / 35 / 100 / -2 / 21 Na 140; Cl 102; Alb 1.8; Menurut H-H normal


HCO3-

SID Efek asidifikasi laktat - 8.7

BD -8.7 0.3 x (140-140) ==0 + 6.7 = - 2

(b) Chloride effect

Efek alkalinisasi dari hipoalb + 6.7

UA =- 8.7
Alb hipoalb

HCO3-

102

102-(102 x 140/140) = 0 (0.148 x 7.42 - 0.818) (42-[18]) = 6.7

(c) Albumin effect

UA = - 2 [(0) + (0) + (6.7)] mEq/L = - 8.7 Na+ HCO3Cl-

Latihan soal

Soal :
Pria 50 th, riwayat DM dgn th/ OAD,
Ditemukan tidak sadar di tempat tidur. Empat hari sebelumnya os menderita infeksi paru disertai mual muntah. Di UGD S; 330C, Leukosit; 20.000, GD; 400. AGD 6.8 / 12 / 1.8 / -33.1 Na 140, Cl 103, Alb 4.2

6.8 / 12/ 1.8 / -33.1. Na 140; Cl 103; Alb 4.2


Analisa menggunakan Base Excess dan Stewart

(a) Free water effect:

0.3 x (140-140) = 0 102-(103 x 140/140) = -1 (0.148 x 6.8 - 0.818) (42-[42]) = 0

(b) Chloride effect:

(c) Albumin effect:

UA = - 33.1 [(0) + (-1) + (0)] = - 32 mEq/L

Gamblegram
Electroneutrality disosiasi air

140

SID -

H+

Efek Alb dan Na = 0


HCO3
UA

Efek asidifikasi keto 32

Efek asidifikasi Cl = -1

AlbAlb 4.2 4.2

103 102

BD = 0 + (- 32) + (- 1) = - 33.1

Na+

HCO3-

Cl-

Dua puluh empat jam setelah th/ insulin, pasien mulai sadar dan respon

7.23 / 28 / 11.7 / -13.4. Na 152, Cl 130. Alb 40. (a) Free water

0.3 x (152-140) = 3.6 102-(130 x 140/152) = -17.7 (0.148 x 7.23 - 0.818) (42-[42]) = 0

(b) Chloride effect

(c) Albumin effect

UA = -13.4 [(3.6) + (-17.7) + (0)] mEq/L = -0.7

BASE EXCESS DAN STEWART


152 140
Efek alkalinisasi Na = +3.6 mEq/l
HCO3keto

SID tetap

Alb normal

130
Efek asidifikasi Cl = 17.7 mEq/L

UA = -13.4 [ (3.6) + (-17.7) + (0) ] = - 0.7

103

Efek asidifikasi Cl- merupakan efek terbesar Ketosis 24 jam yang berkontribusi thd /BEastrup 13.4 7.23 / 28 / 11.7 -13.4. Na 150; Cl 130; Alb ketosis akut Asidosis hiperkloremia pasca 4.0; akibat pemberian larutan NaCl 0.9% (protokolHCO3- pada ketosis) Clcairan Na+

Soal 2:
Pria 55 th, Decomp Cordis, riwayat HHD.
ICU, HP 2, paska edema paru MASALAH: sulit weaning PF; Apatis-CM, ekst dingin, HR 120, RR 10 (SIMV 10, PS 10, PEEP 5, FiO2 50%), BP 110/55, S 37.8. Ronki -/-, kardiomegali Lab; 11,6/11.000/36/239. GD; 180, U/C 95/2.3 Th/ lasik drip 5 mg/jam (2 hari), NTG, lanoxin Oliguri (0.2 cc/kg/BB) AGD 7.48/46/81/+9.1/96% dgn 40% O2. Na 133, K 2.9 Cl 90, Alb 3.5

7.48/46/+9.1/96 Na 133; Cl 90; Alb 3.5


Analisa menggunakan Base Excess dan Stewart

(a) Free water effect:

0.3 x (133-140) = -0.3 102-(90 x 140/133) = 7.2 (0.148 x 7.48 - 0.818) (42-[35]) = 2.0

(b) Chloride effect:

(c) Albumin effect:

UA = 9.1 [(-0.3) + (7.2) + (2.0)] = 0.2 mEq/L

Th/; CVC +2, Stop lasix, loading NaCl 500/2 jam + 500 NaCl 0.9/24 jam. Lab 24 jam; 7.37/38/91/+2/97%. Na 138 K 3.7 Cl 99 Alb 3.3 Inotropik Dob 5 g/kg/mnt + bolus lasix 20 mg T-piece T-Piece 6 jam ekstubasi. Evaluasi paska ekstubasi 6 jam hasil baik

Soal 3:
Wanita 65 th, Post CABG of pump on pump.
HP 3 2 hari pasca ekstubasi PF; ekst dingin, HR 120, RR 20, BP 160/55, S 38.8. Ronki +/+, RO ; edema paru + pneumonia lobaris ka Lab; 10,6/9.000/32/200. GD; 176, U/C 56/2.6 Th/ lasik drip 2 mg/jam (hari ke 2), Urin (0.5 cc/kg/BB) AGD 7.31/22/81/-1.7/96% dgn NRM 12 L/m O2. SvO2 56%. CI 2.8 Na 133, Cl 93, Alb 3.5

7.31/22/81/-1.7/96 Na 133; Cl 93; Alb 3.5


Analisa menggunakan Base Excess dan Stewart

(a) Free water effect:

0.3 x (133-140) = -0.3 102-(93 x 140/133) = 4.1 (0.148 x 7.31 - 0.818)(42-[35]) = 1.8

(b) Chloride effect:

(c) Albumin effect:

UA = -1.7 [(-0.3) + (4.1) + (1.8)] = -7.3 mEq/L

Laktat 4.6 Th/; CPAP mask 5 cmH2O. FiO2 50% Lasix stop, ganti oral 2x1 tab. Antibiotik ganti Cefepime 3x1 Evaluasi 2 jam; sesak berkurang, HR 95. BP 127/60. CI 2.9 SvO2 71%. Laktat 1.7 Lab; 7.34/37/119/-0.8/99%. 24 jam kemudian CPAP ganti nasal 4 liter/mnt, HD dan Resp stabil normal

Matur Suksme
Anang & George

Hendersen-Hasselbalch