Anda di halaman 1dari 7

SURYO WIBISONO 32.08.

0847 AKUNTANSI / B

SIKLUS AKUNTANSI
A. SIKLUS AKUNTANSI Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode. Di jelaskan sebagai berikut : Transaksi Merupakan kegiatan suatu entitas yang bisa mengakibatkan posisi keuangan berubah. Transaksi dicatat berdasarkan bukti atau dokumen pendukung dalam kegiatan operasi suatu entitas, transaksi tersebut dicatat secara kronologis ke dalam jurnal. Bukti Transaksi Bukti transaksi merupakan data atau bukti dokumen pendukung yang menunjukkan transaksi atau kejadian ekonomi tersebut dilakukan. Jurnal Merupakan buku atau media yang digunakan untuk mencatat, mengelompokkan, dan meringkas bukti keuangan atau bukti lainnya. Pencatatan jurnal dilakukan secara kronologis dengan mengumpulkan rekening yang harus di debet dan harus di kredit. Buku Besar Buku Kumpulan rekening atau perkiraan yang dicatat dari jurnal. Pencatatan dari jurnal kemudian di posting ke buku besar berdasarkan kelompok-kelompok rekening atau perkiraan secara terpisah, seperti aktiva, kewajiban dan ekuitas. Buku Besar Pembantu Merupakan buku yang digunakan untuk mencatat rincian rekening atau perkiraan yang terdapat dalam buku besar. Rekening-rekening yang memerlukan buku besar pembantu, contoh : piutang, utang, persediaan, aktiva tetap. Daftar Saldo Merupakan daftar akun-akun atau rekening beserta saldo yang menyertainya. Daftar saldo merupakan selisih antara sisi debet dan sisi kredit. Kertas Kerja Kertas yang digunakan untuk pada proses akuntansi keuangan. Jurnal Penyesuaian Jurnal yang dibuat pada akhir periode angaran atau pada saat laporan keuangan akan disusun untuk menghasilkan keterkaitan saldo yang tepat antara pendapatan dan belanja. Ex : - Utang biaya, biaya yang sudah dikeluarkan namun belum dibayar secara tunai atau belum dicatat.

Laporan Keuangan Merupakan proses akhir akuntansi. Dalam Lap. Keuangan Standar Akuntasi Pemerintah terdiri dari : Lap. Realisasi anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas, Catatan atas laporan keuangan, laporan kinerja keuangan, laporan perubahan ekuitas. Jurnal Penutup Jurnal yang dilakukan untuk menutup rekening-rekening dan dilakukan pada akhir periode. B. AKTIVA LANCAR Akuntansi Kas Dan Bank Kas daerah merupakan tempat menyimpan uang daerah yang ditentukan oleh bendaharawan umum daerah untuk menampung seluruh penerimaan dan pengeluaran pemerintah daerah. Dan digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan dan pengeluaran kas. Akuntansi Piutang Merupakan hak suatu entitas pelaporan menerima pembayaran dari entitas pelaporan lain akibat kejadian ekonomi atau suatu transaksi. Pos-pos piutang antara lain piutang pajak, retribusi, denda, penjualan angsuran, tuntutan ganti rugi, dan piutang lain yang diharapkan diterima dalam waktu 12 bulan setelah tgl pelaporan. Akuntansi Persediaan Persediaan merupakan aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah dan barang-barang yang digunakan untuk dijual atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. C. ILUSTRI TRANSAKSI PERSEDIAAN Ilustrasi yang dimaksud disini adalah untuk mencatat pembelian, persediaan, dan jurnal penyesuaian pada akhir periode. D. AKUNTANSI AKTIVA TETAP Aktiva tetap merupakan aktiva yang bersifat japan (jangka panjang) dan aktiva tidak berwujud yang digunakan secara langsung atau tidak langsung untuk kegiatan pemerintah atau digunakan untuk masyarakat umum. Aktiva tetap berwujud mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan dan digunakan dalam kegiatan pemerintah, misalnya: tanah, peralatan gedung, bangunan, dan kontruksi dalam pengerjaan. Pengukuran dan Penilaian Aset Tetap Barang berwujud yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai suatu aset tetap dan dikelompokkan sebagai aktiva tetap pada awalnya harus di ukur berdasarkan biaya perolehan. Jika aktiva tetap diperoleh tanpa nilai, biaya aktiva tersebut sebesar nilai wajar pada saat aset tersebut diperoleh. Komponen Biaya Biaya perolehan suatu aset tetap terdiri dari atas harga belinya atau kontruksinya, termasuk bea impor dan setiap biaya yang didapat diatribusikan secara langsung dalam membawa aset tersebut ke kondisi yang membuat aset tersebut siap untuk dipakai. Ilustrasi Harga Perolehan 1. Harga Perolehan Tanah Tanah diakui besarnya biaya perolehan yang meliputi harga beli tanah, biaya pembebasan tanah, biaya pematangan,

2.

3. 4.

5.

pengukuran, penimbunan dan biaya lainnya yang dikeluarkan sampai tanah tersebut siap pakai. Harga Perolehan Peralatan Dan Mesin Biaya perolehan peralatan dan mesin adalah semua biaya yang digunakan untuk memperolehnya. Biaya tersebut meliputi harga beli, biaya pengangkutan, biaya instalasi dll. Harga perolehan gedung dan bangunan Biaya perolehan gedung dan bangunan meliputi harga beli, biaya kontruksi, biaya pengurusan IMB, biaya notaris dan pajak. Harga Perolehan Jalan, Irigasi, dan Jaringan Harga perolehan tersebut meliputi biaya kontruksi dan biaya lain yang dikeluarkan sampai jalan, irigasi dan jaringan tersebut siap pakai. Kontruksi dalam pengerjaan dan Perolehan secara gabungan Penyesuaian pengerjaan suatu aset tetap melebihi atau melewati suatu periode tahun anggaran, maka aset tetap yang belum selesai digolongkan dan dilaporkan sebagai kontruksi dalam pengerjaan yang sudah selesai dibuat atau siap dibangun dan telah siap dipakai harus segera direklasifikasi ke dalam aset tetap.

E. AKUNTANSI KONTRUKSI DALAM PENGERJAAN Akuntansi Kontruksi diatur dalam SAP No. 08, Kontruksi dalam pengerjaan mencakup tanah, peralatan, dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi, serta aset tetap lain yang proses perolehannya membutuhkan periode waktu tertentu dan belum selesai. Kontrak kontruksi dapat berkaitan dengan perolehan sejumlah aset yang berhubungan erat dengan atau saling tergantung satu sama lain dalam hal rancangan, tekhnologi, fungsi atau tujuan, dan penggunaan utama. jika suatu kontrak kontruksi mencakup sejumlah aset, kontruksi dari setiap aset diperlakukan sebagai suatu kontrak kontruksi yang terpisah : 1. Proposal untuk setiap aset telah diajukan secara terpisah, 2. setiap aset telah dinegoisasi secara terpisah dan kontraktor serta pemberi kerja dapat menerima atau menolak bagian kontrak yang berhub. Dengan masing2 aset tersebut. 3. biaya masing-masing aset dapat diidentifikasikan. Pengakuan Kontruksi dalam pengerjaan jika : 1. manfaat ekonomi masa yang akan datang berkaitan dengan aset tersebut akan diperoleh, 2. biaya perolehan tersebut diukur secara andal dan, 3. aset tersebut masih dalam proses pengerjaan Kontruksi dalam pengerjaan dicatat dengan biaya perolehan. Biaya-biaya yang berhubungan dengan suatu kegiatan kontruksi meliputi biaya pekerja lapangan termasuk penyelia, biaya bahan, biaya pemindahan sarana, peralatan, dan bahan-bahan dari alokasi pelaksanaan kontruksi, biaya penyewaan sarana dan peralatan serta biaya rancangan dan bantuan teknis. Jika kontruksi dibiayai dari pinjaman maka biaya pinjaman yang timbul selam masa konstruksi dikapitalisasi dan menambah biaya konstruksi, sepanjang biaya tersebut dapat diidentifikasi dan ditetapkan secara andal. F. AKUNTANSI INVESTASI

Akuntansi Investasi diatur dalam SAP No. 06, Investasi merupakan aktiva yang dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomi seperti bunga, deviden, dan royalti atau manfaat sosial sehingga dapat meningkatkan kemampuan-kemampuan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Investasi pemerintah diklasifikasikan menjadi dua, yaitu : investasi jangka pendek sebagai aktiva lancar dan investasi jangka panjang sebagai aktiva tetap. Investasi jangka pendek mempunyai karakteristik dapat segera diperjualbelikan, ditujukan untuk manajemen kas atau untuk kebutuhan kas, beresiko kecil. Contoh : Pembelian Surat Utang Negara (SUN). Investasi jangka panjang dibagi menurut sifatnya menadi investasi permanen dan non permanen. Investasi permanen merupakan investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki secara berkelanjutan. Sementara investasi non permanen merupakan investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki secara tidak berkelanjutan. Investasi permanen berupa penyertaan modal pemerintah pada perusahaan negara atau daerah atau badan usaha lainnya dan investasi permanen lain yang dimiliki oleh pemerintah. Investasi non permanen berupa pembelian obligasi, penanaman modal, dana yang disisihkan untuk bantuan modal kerja bergulir, dan investasi non permanen lainnya.

G. AKUNTANSI KEWAJIBAN Diatur dalam SAP No. 09. kewajiban merupakan utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah. Suatu kewajiban diklafikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan dibayar dalam waktu 12 bulan setelah tanggal pelaporan, kewajiban jangka pendek dikatagorikan sama seperti aset lancar. Beberapa kewajiban jangka pendek seperti utang transfer pemerintah atau utang kepada pegawai merupakan bagian yang akan menyerap aset lancar dalam tahun pelaporan berikutnya. Suatu entitas pelaporan mengkalifikasikan kewajiban jangka panjangnya, meskipun kewajiban tersebut jatuh tempo dan akan diselesaikan dalam waktu 12 bulan setelah tanggal pelaporan jika : a). Jangka waktu aslinya adalah untuk periode lebih dari 12 bulan, b). Entitas bermaksud untuk mendanai kembali kewajiban atas dasar jangka panjang, c). Maksud tersebut didukung dengan adanya suatu perjanjian pendanaan kembali atau penjadwalan kembali. Kewajiban Jangka Pendek Kewajiban Jangka Panjang Ilustrasi untuk kwajiban Pengakuan Kewajiban Pengukuran Kewajiban Utang Kepada Pihak Ketiga Utang Bunga Utang perhitungan pihak ketiga Bagian Lancar utang jangka panjang kewajiban lancar lainnya Ilustrasi transaksi utang Utang Pemerintah yang tidak diperjualbelikan dan yang diperjualbelikan

Perubahan Valuta Asing Utang pemerintah dalam mata uang asing dicatat dengan menggunakan kurs tengah bank sentral saat terjadinya transaksi. Pada setiap tgl neraca pos kewajiban moneter dalam mata uang asing dilaporkan ke dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tengah bank sentral pada tgl neraca. penyelesaian kewajiban sebelum jatuh tempo untuk sekuritas utang pemerintah yang diselesaikan sebelum jatuh tempo karena adanya fitur untuk ditarik oleh penerbit dari sekuritas tersebut atau karena memenuhi persyaratan untuk penyelesaian oleh permintaan pemegangnya, maka perbedaan antara harga perolehan kembali dan nilai tercatat netonya harus diungkapkan pada catatan atas laporan keuangan sebagai bagian dari pos kewajiban yang berkaitan. Tunggakan Jumlah tunggakan atas pinjaman pemerintah harus disajikan dalam bentuk daftar umur kreditor pada catatan atas laporan keuangan sebagai bagian pengungkapan kewajiban. Tunggakan merupakan jumlah tagihan yang telah jatuh tempo sesuai jadwal pada satu tanggal serial tanggal saat debitur diwajibkan untuk melakukan pembayaran kreditor Restrutrurisasi Utang Dalam restrukturisasi utang melalui modifikasi persyaratan utang, debitur harus mencatat dampak restrukturisasi secara prospektif sejak saat restrukturisasi dilaksanakan dan tidak boleh mengubah nilai tercatat utang pada saat restrukturisasi dilaksanakan dan tidak boleh mengubah nilai tercatat tersebut melebihi jumlah pembayaran kas masa depan yang ditetapkan dengan persyaratan baru. Pengahapusan Utang Jika penyelesaian utang yang nilai tercatatnya dilakukan dengan aset kas maka ketentuan dalam restruktuasi utang berlaku. Jika penyelesaiannya suatu utang yang nilai penyelesaiannya di bawah nilai tercatatnya dilakukan dengan aset non kas maka entitas sebagai debitur harus melakukan penilaian kembali atas aset non kas dahulu ke nilai wajarnya kemudian menerapkan ketentuan tadi serta mengungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. H. EKUITAS DANA Ekuitas Dana adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. Ekuitas dana terdiri atas ekuitas dana lancar, ekuitas dana investasi, dan ekuitas dana cadangan. Ekuitas dana lancar merupakan selisih antara aktiva lancar dengan kewajiban jangka pendek. Ekuitas dana investasi merupakan kekayaan pemerintah yang tertanam dalam investasi jangka panjang, aktiva tetap, dan aktiva lainnya dikurangi dengan kewajiban jangka panjang. Ekuitas dana cadangan merupakan kekayaan pemerintah yang dicadangkan untuk tujuan tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ekuitas Dana Lancar Ekuitas dana lancar terdiri dari : SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) Pendapatan yang ditangguhkan Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Dana yang harus disediakan untuk pembayaran utang jangka pendek Ekuitas Dana Investasi Ekuitas dana investasi dalam bentuk :

Investasi Jangka panjang Aset Tetap Aset Lainnya Dana yang harus disediakan untuk pembayaran utang jangka panjang Ekuitas Dana Cadangan Dana Cadangan adalah dana yang disisihkan untuk menampung kebutuhan yang memerlukan dana relatif besar yang tidak dapat dipenuhi dalam satu tahun anggaran. Dana cadangan dirinci menurut tujuan pembentukannya. I. KOREKSI KESALAHAN, PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI, DAN PERISTIWA LUAR BIASA Koreksi kesalahan Kesalahan bisa terjadi karena kesalahan penyusunan laporan keuangan dan baru ditemukan pada periode berjalan. Kesalahan juga bisa terjadi karena keterlambatan penyampaian bukti transaksi anggaran oleh pengguna anggaran, kesalahan perhitungan matematis, kesalahan dalam penerapan standar dan kebijakan akuntansi, kesalahan interpretasi fakta, kecurangan dan kelalaian. Kesalahan ditinjau dari sifat kejadiaannya dikelompokan menjadi 2 : kesalahan yang tidak terulang dan kesalahan yang berulang. Kesalahan yg tidak berulang merupakan kesalahan yang diharapkan tidak terjadi kembali. Perubahan Kebijakan Akuntansi Perubahan Kebijakan akuntansi harus dilakukan jika penerapan kebijakan akuntansi yang berbeda diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan atau standar akuntansi pemerintahan atau diperkirakan bahwa perubahan tersebut akan menghasilkan informasi mengenai posisi keuangan,kinerja keuangan, atau arus kas yang lebih relevan. Peristiwa Luar Biasa Peristiwa luar biasa yang memenuhi persyaratan tidak termasuk kegiatan normal dari entitas, tidak diharapkan terjadi apalagi sampai berulang, berada diluar kendali atau posisi aset dan kewajiban.

Literatur : Niswonger, C. Rollin, Phillip E. Fess, and Carl S. Warren. Prinsip- prinsip akuntansi, terjemahan Marianus Sinaga, Edisi 14, Jilid 1, Erlangga, Jakarta, 1992, Hal 41. Smith, Jay M. and K. fred Skousen. Akuntansi Intermediate, Edisi kesembilan, Jilid 1, Erlangga, Jakarta, 1994, Hal.67. Horgren, Charles T., Walter T. harrison Jr. Michael A. Robison, dan Thomas H. Secokusumo, Akuntansi di Indonesia, Buku Satu, Salemba Empat, Jakarta, 1997, hal.13.