Tugas Bangunan Air

Recky Tirtajaya
3104100012

BAB II
ANALISA HIDROLOGI
II.1

PERHITUNGAN TINGGI HUJAN RATA - RATA
Data hujan yang tercatat di setiap stasiun penakar
hujan adalah tinggi hujan dari daerah sekitar stasiun tersebut
atau disebut sebagai point rainfall. Karena stasiun penakar
hujan tersebar di daerah aliran maka akan banyak data
tinggi hujan yang diperoleh yang besarnya tidak sama.
Ketidaksamaan ini menyebabkan kita perlu menetapkan
suatu nilai rata-rata supaya kita dapat melakukan analisa
hidrologi, yaitu memprediksi besarnya aliran yang terjadi.
Ada tiga cara untuk menghitung hujan rata-rata daerah
aliran (Rainfall Area) dari data point rainfall, yaitu:
1. Cara Arithmatic Mean
2. Cara Thiessen Polygon
3. Cara Isohyet
Perhitungan tinggi hujan rata-rata yang dipakai pada
tugas ini adalah perhitungan dengan cara Thiessen Polygon.
Cara ini memperhitungkan faktor pembobot (weighting
factor) atau disebut koefisien Thiessen, yang bergantung
pada luas daerah yang diwakili oleh stasiun pengamat yang
bersangkutan.
Menurut metode Thiesen, luas daerah yang diwakili
oleh setiap stasiun ditentukan dengan cara :
1.

Menghubungkan masing-masing stasiun dengan garis
lurus sehingga membentuk polygon segitiga.

2.

Membuat sumbu-sumbu pembagi pada setiap sisi
polygon

segitiga.

Perpotongan

sumbu-sumbu

akan

membentuk luasan daerah yang diwakili oleh setiap
stasiun.
Jurusan Teknik Sipil
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
ITS Surabaya

4

256 64 0.00 13.94 0.R6 dengan W adalah koefisien Thiessen W4 = 325 = 0.00 25.256 73 0.R5 + W 6.256 0 0.14 0.10 0.256 40 0.744 72 0 25 0.00 18.72 0.98 63.256 59 0.0 Ha Luas daerah yang diwakili stasiun 5 (A5) = 0 Ha Luas daerah yang diwakili stasiun 6 (A6) = 111.29 78.256 86 0.01 100.82 83.744 95 0 105 0.744 84 0 40 0.41 0.744 56 0 51 0.R4 + W 5.744 84 0 126 0.71 75.27 0.06 41.98 72.98 0.744 62 0 130 0.9 W5 = 0 =0 436 .60 25.30 54.28 0.00 0.69 47.744 70 0 28 0.95 29.1 di bawah menunjukkan perhitungan tinggi hujan total maksimum suatu daerah aliran.04 52.00 32.88 64.R4 + A5 A .00 24.28 77.256 94 0.256 0 0.9 Tabel 2.69 18.744 37 0 0 0.31 0. Rumus yang digunakan untuk menghitung tinggi hujan rata-rata satu daerah aliran dalah: R= A4 A .744 436 .744 91 0 73 0.00 33.00 0.00 0.256 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS Surabaya Tinggi hujan terkoreksi Rtot Rmax R4 R5 R6 28.00 10.744 119 0 43 0.9 = 0.94 0.00 23.60 63.62 0.00 13.98 14. Tahun Tgl/Bln 1984 1985 1986 1987 1988 1989 15-Sep 5 Okt 17-Jan 4-Jan 1-Oct 24-Oct 20-Jan 5-Apr 1-Nov 19-Jan 21-Jan 8-Mar 20-Jan 29-Jan 17 Agst 26-Jan Tinggi hujan pd stasiun pengamatan (mm) IV W4 V W5 VI W6 38 0.744 94 0 54 0.24 85.26 113.9 Ha Gambar daerah aliran yang diwakili oleh masingmasing stasiun dapat dilihat pada gambar terlampir.35 0.31 55.00 11.Tugas Bangunan Air Recky Tirtajaya 3104100012 Dengan menggunakan metode Thiessen maka didapatkan luas daerah yang diwakili oleh masing-masing stasiun pengamat: Luas daerah yang diwakili stasiun 4 (A4) = 325.00 7.256 101 0.9 W6 = 111 .744 149 0 52 0.9 Ha + Luas total daerah aliran (A) = 436.12 0.38 100.35 43.256 19 0.R6 A R = W 4.256 105 0.00 63.256 120 0.39 5 .00 13.82 64.33 37.83 102.256 109 0.40 60.95 69.17 21.256 51 0.18 113.256 436 .256 57 0.744 39 0 100 0.00 26.90 0.82 42.744 81 0 60 0.80 81.76 102.744 47 0 97 0.744 146 0 90 0.R5 + A6 .00 15.76 0.36 62.14 0.00 6.29 89.

sebagai berikut: Tahun 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 Σ= Ri ( Ri − R ) 2 Ri − R 64.22 7600.37 93.00 0.256 0.0 33.4 23.74 25.22 41.00 0.950 113.820 123.91 18.980 100.50 4.62 21.00 18.17 0.52 90.00 0.32 35.54 25.256 0.744 0.80 20.25 1139.00 0.10 18.256 0.27 29.1 Perhitungan tinggi hujan maksimum Dari tebel tinggi hujan maksimum di atas.3 1.00 0.820 63.57 49.00 0.290 102.Tugas Bangunan Air Recky Tirtajaya 3104100012 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 30-Mar 12 Des 1-Mar 30 Aprl 1 Des 17-Mar 26-Mar 15 Des 4-Jan 13-Jan 11 Des 6-Feb 17-Feb 7 Mei 11 Aprl 20 Nop 13 Des 14-Feb 13 Aprl 25 Okt 4-Jan 17-Mar 8-Nov 4-Jan 6-Jan 21-Jan 3-Feb 5-Feb 15-Feb 70 77 22 49 39 103 46 56 26 50 111 95 95 0 131 38 39 46 0 76 34 61 55 94 97 125 55 78 47 0.7 33.744 0.450 -24.744 0.256 0.50 30.00 0.256 0.03 34.256 0.43 21.67 54.744 0.80 6.57 20.24 15.66 20.66 19.320 78.00 0.68 70.744 0.08 57.744 0.00 0.00 0.00 0.20 12.256 0.51 115.00 0.00 24.03 Tabel 2.256 0.00 10.744 0.02 76.460 90.2 Perhitungan tinggi hujan rata-rata Maka tinggi hujan rata-rata.744 0.46 28.00 0.5 Σ= 612.32 72.20 565.00 0.17 93.390 49.23 654.744 0.38 87.00 0.81 294.45 Tabel 2.350 72.256 0.00 0.2 -40.744 0.00 0.29 90.00 0.72 1148.03 90.744 0.32 41.256 0.00 0.6 10.94 37.8 -11.51 132.5 -25.9 0.744 0.04 90.52 108.256 0.744 0.94 72.00 0.46 46.92 58.744 0. kita dapat menghitung tinggi hujan rata-rata selama 15 tahun.91 98.256 0.06 62.00 0.90 34.68 0.744 64 98 64 83 32 80 107 93 39 98 131 141 74 46 82 57 47 105 51 87 87 62 47 93 79 44 90 54 63 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 59 75 49 66 87 0 72 25 98 31 148 50 81 101 50 26 81 104 84 16 72 27 72 84 119 20 125 94 0.744 0.00 49.256 0.900 90.06 179.744 0.256 0.86 12.90 22.744 0.92 69.37 36.46 123.05 78.744 0.82 63.744 0.48 108.00 40.07 123.0 19.03 59.00 0.92 1645.256 0.256 0.09 7.22 0.450 15 = 89.39 63.34 37.12 32.83 88.050 63.74 62. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS Surabaya R= ΣRi 15 = 1343.46 5.67 123.744 0.256 0.98 0.40 25.74 -25.256 0.56 mm 6 .7 13.96 26.030 1343.27 0.744 0.744 0.22 98.256 0.744 0.38 40.74 123.256 0.92 361.744 0.20 82.05 29.00 0.256 0.00 0.89 12.744 0.744 0.256 0.256 0.97 0.62 78.39 35.000 98.570 123.744 0.90 60.520 108.10 25.63 34.74 26.57 83.00 0.256 52.00 0.00 97.6 9.82 47.10 19.29 16.00 56.00 0.30 45.256 0.46 29.43 6.256 0.58 70.56 662.256 0.54 16.256 0.8 -17.02 34.00 45.00 0.744 0.43 6.256 0.

56 +  23 .50 − 0.021  mm Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS Surabaya 7 .021 Dengan demikian tinggi hujan rencana Untuk T = 5 tahun adalah : 1. Metode yang digunakan untuk perhitungan tinggi hujan rencana disini adalah dengan Metode Gumble.51  R5 = 89 . S x = II. Y − Yn  RT = R +  T .30 mm Dari tabel didapat nilai Yn dan Sn untuk data hujan 15 tahun (n=15): Yn = 0.50 5 −1  1.30 =112 .Tugas Bangunan Air Recky Tirtajaya 3104100012 Dan standar deviasi.51 Sn = 1.45 = 23.15  1. S x  Sn  Dimana : R = Tinggi hujan rata – rata YT = Reduced variete Yn = Reduced mean Sn = Reduced standar deviasi Sx = Standar deviasi dari data   Rumus untuk mencari YT = − ln ln T  T −1   Dari hasil perhitungan di atas diperoleh: R = 89.2 (R −R n −1 i ) 2 7600 .30 mm 15 − 1 = PERHITUNGAN TINGGI HUJAN RENCANA Hasil perhitungan tinggi hujan rata-rata diatas akan dijadikan dasar untuk perhitungan tinggi hujan rencana sesuai periode ulang yang ditentukan.   Y5 = − ln ln 5  = 1.56 mm Sx = 23. Cara menghitung tinggi hujan rencana dengan periode ulang T adalah .

50 dan 100 tahun. 10. 25.56 +  23 .25 Y10 = − ln ln  10 −1  2.60 Y100 = − ln ln  100 −1  4.30 =129 .56 +  23 . Periode ulang yang digunakan untuk menghitung debit banjir antara lain untuk periode T = 5.30 =182 .56 +  23 .56 +  23 .30 =150 .021  mm Untuk T = 25 tahun adalah : 3. Rumus yang digunakan adalah : Q = 0.30 =166 .Tugas Bangunan Air Recky Tirtajaya 3104100012 Untuk T = 10 tahun adalah : 2.51  R25 = 89 .90  1.51  R50 = 89 .  10  = 2.60 − 0.278 .30 (untuk lahan kosong) Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS Surabaya 8 .  25  = 3.021  mm Untuk T = 100 tahun adalah : 5. A dimana : A = Luas DAS (km2) I = Intensitas hujan untuk periode ulang tertentu (mm/jam) C = Koefisien pengaliran = 0.90 − 0.95  1. C . I .51  R10 = 89 .021  mm Untuk T = 50 tahun adalah : 4.20 − 0.27  1.  50  Y50 = − ln ln  = 3.51  R100 = 89 .021  mm II.92  1.  100  = 4.25 − 0.90  50 −1 3.3 PERHITUNGAN DEBIT BANJIR RENCANA Untuk menghitung debit banjir rencana digunakan Metode Rasional.20 Y25 = − ln ln  25 −1 3.

22 km Elevasi daerah pengamatan : + 96 m = 0.096 km Dihitung : H  V = 72   L tc = 0.9 Ha = 4. I .850 km Elevasi hulu sungai : + 220 m = 0.98 km/jam L 4.850 = = 0.176 x 4.yaitu : R 24  24  I =   24  t c  2/3 dimana : R24 = tinggi hujan maksimum dalam 24 jam (mm/jam) tc = time of concentration (jam) Dengan metode BAYERN diketahui harga tc sebagai berikut: tc = L V H  V = 72   L dengan 0.369 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS Surabaya 9 . 6  0.98 Maka debit banjir rencana 1.30 x 54.278 x 0. A = 436. Untuk periode ulang 5 tahun : R  24  I = 24   24  t c  2/3 112 . 6 = 7.608 jam V 7.608  23 = 54.096  = 72   4.850   0.Tugas Bangunan Air Recky Tirtajaya 3104100012 Dalam rumus ini besarnya intensitas hujan (I) dihitung dengan rumusan MONONOBE . L = 4850 m = 4.278 . C .6 dimana : L = Panjang sungai di daerah aliran (km) V = Kecepatan aliran (km/jam) H = Beda tinggi antara titik terjauh (di hulu) dengan titik pengamatan (km) Perhitungan Debit banjir : Dari peta diketahui Luas daerah aliran total.176 mm/jam Q = 0.15  24  = 24  0.22 − 0.369 km2 Panjang sungai. A = 0.

278 . A = 0.632 mm/jam Q = 0.74 m3/dt Untuk periode ulang 10 tahun : 2. A = 0.278 x 0.19 m3/dt II.30 x 72.632 x 4.v v= 1 2 / 3 1/ 2 R I n Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS Surabaya 10 .95  24  24  0. I .38 m3/dt 5. Untuk periode ulang 100 tahun : R  24  I = 24   24  t c  2/3 182 .369 = 29.916 x 4.90  24  = 24  0.278 x 0.369 = 22.278 x 0.369 = 32.278 .75 m3/dt Untuk periode ulang 25 tahun : 3.916 mm/jam Q = 0. A = 0.608  23 = 62.30 x 80. A = 0. C .Tugas Bangunan Air Recky Tirtajaya 3104100012 = 19.278 x 0.278 .30 x 62.608  23 = 80. R  24  I = 24   24  t c  2/3 129 . C .443 mm/jam Q = 0.278 .27  24  = 24  0.369 = 26.30 x 88.92  24  = 24  0. I .4 RATING CURVE Untuk mencari Rating Curve suatu sungai dapat digunakan perumusan Manning yaitu : Q = A .443 x 4. Untuk periode ulang 50 tahun : R  24  I = 24   24  t c  2/3 166 . I . C . I .57 m3/dt 4.349 x 4.349 mm/jam Q = 0. I = R24  24    24  t c  2/3 = 150 .608  23 = 72.608  23 = 88. C .

940 4.502 6.50 1.2 69 8 2 R = 0 .00 0 100 200 300 400 500 600 .82 3.138 611.732 29.246 30.336 1.Tugas Bangunan Air Recky Tirtajaya 3104100012 R= A P Dimana : Q = Debit rencana (m3/dt) A = Luas penampang saluran (m2) v = Kecepatan aliran (m/dt) n = koefisien manning R = jari – jari hidrolis (m) P = keliling basah saluran (m) I = Kemiringan lokal dasar saluran Karena A dan R merupakan fungsi h.02 50 L n = 0.50 h (m) A (m2) 0.163 15. gambar pada lampiran).16 2.030 (untuk saluran alam di dataran) Hasil perhitungan : 4.944 188. Panjang sungai yang ditinjau = 50 m Elevasi ujung atas sungai = + 97 m Elevasi ujung bawah (titik pengamatan) = + 96 m maka I = 97 −96 ∆h = = 0.0 15 5 x + 0 .84 1.707 6. Diketahui data pendukung : Untuk menghitung kemiringan lokal.522 20.178 72.552 45.25 1.184 R ATIN G C U R VE 26.3 E-0 5 x+ 0 .978 2.098 1.99 7 8 1.50 2.00 3 2 y = 3 E-0 8x.50 Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS Surabaya 11 0.00 Jurusan Teknik Sipil 0.922 304.231 P (m) R (m) Q (m3/dt) V (m/dt) 11.972 Curve 3.227 0.409 8.28 2.00 h(m) 2.473 1.894 0.472 Tabel 2.001 16. maka untuk setiap h tertentu dapat diketahui debit yang mengalir pada penampang tersebut (penampang melintang yang dipilih dalam tugas adalah penampang anak sungai A.00 3.3 Perhitungan Rating 1.164 68.

00000003 .75 m3/dt Maka tinggi muka air banjir untuk debit periode ulang 10 tahun.00003 .5 TINGGI MUKA AIR BANJIR Untuk menghitung tinggi muka air banjir pada rating curve di atas. h10 = (0.0155 .753) – (0.752) + (0.61 m Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS Surabaya 12 .2698 = 0. 22. 22.1 Rating Curve sungai dengan penampang melintang A II. 22. Q10 = 22.Tugas Bangunan Air Recky Tirtajaya 3104100012 Gambar 2.75) + 0. dipilih debit banjir rencana dengan periode ulang 10 tahun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful