Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM BIOTA BENTIK DI PANTAI KENJERAN SURABAYA Basilius Ferdinandus Maydo(1509100028), Hanum Kusuma Astuti (1509100010), Ida

Wilujeng A.U. (1509100055), Putri Nimas (1509100038), Nuniek Yuliana (1509100024), Roksun Nasikhin (1509100701), M. Ainul Mahbubillah (1509100703) Kelompok 7 Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2010

ABSTRAK Ekosistem merupakan kumpulan faktor biotik dan abiotik dan saling berinteraksi. Faktor biotik terdiri dari hewan, tumbuhan, manusia dan mikroba. Sedangkan faktor abiotik meliputi air, tanah, oksigen, kelembaban, suhu, pH dan karbondioksida. Pada ekosistem laut dipengaruhi oleh faktorfaktor yang mempengaruhi darat juga. Mahluk hidup yang ada di perairan laut yaitu benthos, benhtos hidup pada suatu substrat dasar dari suatu perairan, baik dengan cara melekat maupun hidup secara bebas. Benthos dibagi menjadi dua macam berdasarkan tempat hidupnya yaitu: Epifauna benthos yang hidup diatas permukaan substrat dan infauna benthos yang hidup meliang di substrat. Bentos bermanfaat bagi biota laut maupun untuk manusia. Kunci: Benthos, epifauna benthos, infauna benthos

Pendahuluan Latar belakang Menurut Ubaidillah 2003, pada dazsarnya bumi dan daratan. Perairan terbagi dalam perairan dalam dan perairan lepas pantai (Perairan laut). Perairan pedalaman umumnya tawar tetapi ada yang payau, dengn sifatnya mengalir atau menggenang. Pada praktikum kali ini dibahas mengenai perairan laut, lebih khususnya mengenai mahluk hidup invertebrata yang ada di perairan laut. Mahluk hidup ini dikenal dengan sebutan bentos Bidang ilmu yang melatarbelakangi tentang pembelajaran bentos yaitu Oseanografi untuk jurusan biologi. Dengan mempelajari berbagai macam bentos, akan diketahui berbagai macam mahluk hidup yang ada di perairan laut. Kehidupan bentos dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Adapun faktor yang memepengaruhi yaitu tipe sedimen, salinitas

dan kedalaman di bawah permukaan sehingga menyebabkan bermacam-macam bentos yang ada (Sahala,1985) Permasalahan Permasalahan pada praktikum biota bentik yaitu: Bagaimana mengetahui dan memahami terminologi dan klasifikasi biota bentik, bagaimana mengetahui dan mampu melaksanakan metode standard pengambilan dan analisis sampel biota bentik,Bagaimana mengetahui dan mampu membedakan epifauna dan infauna bentik, Bagaimana mengetahui dan mampu membedakan makrofauna dan mikrofauna bentik. Tujuan Tujuan dari praktikum biota bentik yaitu mengetahui dan memahami terminologi dan klasifikasi biota bentik, mengetahui dan mampu

LAPORAN PRAKTIKUM BIOTA BENTIK DI PANTAI KENJERAN SURABAYA

melaksanakan metode standard pengambilan dan analisis sampel biota bentik, mengetahui dan mampu membedakan epifauna dan infauna bentik, mengetahui dan mampu membedakan makrofauna dan mikrofauna bentik.

Tinjauan pustaka Bentos dapat dibedakan dengan beberapa cara, salah satunya yaitu dengan cara mengidentifikasi ukuran dari bentos tersebut, pengklasifikasian menurut ukuran mereka dibagi menjadi 3 yaitu: 1) Microfauna: hewan yang memiliki ukuran lebih kecil dari 0,1 mm, seluruh protozoa masuk dalam golongan ini 2) Meiofauna: golongan hewan-hewan yang mempunyai ukuran antara 0,1 mm sampai 1,0 mm. Ini termasuk protozoa yang bergolongan besar, cnidaria, cacing-cacing yang berukuran sangat kecil, dan beberapa crustacea yang berukuran sangat kecil. 3) Macrofauna: Hewan-hewan yang mempunyai ukuran lebih besar dari 1,0 mm. Ini termasuk golongan echinodermata, crustacea, annelida, mollusca dan beberapa anggota phylum yang lain. Selain itu juga bentos dapat diklasifikasikan berdasarkan tempat hidupnya, dalam hal ini bentos dibagi menjasi 2 macam yaitu: 1) Epifauna : hewan yang hidupnya di atas permukaan dasar lautan. Contoh hewan epifauna diantara nya yaitu kepiting berduri Spiny stonecrab, siput laut (Sea slug), bintang laut (Brittlle star), 2) Infauna : hewan yang hidupnya dengan cara menggali lubang pada dasar lautan. Contoh hewan infauna yaitu cacing (Lugworm), tiram (Cockle), macoma, Remis (clam) Hewan-hewan bentos yang sering ada dalam grup dan mempunyai sifat yang khas dikenal sebagai communities (Masyarakat). Dimana hali ini berhubungan dengan kondisi lingkungan hidup yang spesifik. Communities biasanya didominasi oleh satu atau dua jenis hewan (species) dari mana mereka dikena, yang disertai oleh organisme yang bersifat sub dominan. Sebagai contoh masyarakat venus yang banyak dijumpai di lingkungan pasir, di

lepas panatai di dominasi oleh bivalse moluska Venus striatula. Biasanya mereka dapat dijumpai bersama-sama dengan polychaeta dan ampphipod crustacean. Masyarakat Brissopsis/Amphiura dijumpai di lingkungan lumpurlepas pantai, mempunyai dua dominasi spesies yaitu Brissopsis lyrifera dan Amphiura chiaje. Hewan subdomina yang hidup bersamasama mereka adalah beberapa golongan bivalve moluska dan polychaeta (Sahala,1985). Diantara benthos yang relatif mudah diidentifikasi dan peka terhadap perubahan lingkungan perairan adalah jenis-jenis yang termasuk dalam kelompok invertebrata makro. Kelompok ini lebih dikenal dengan makrozoobenthos (Rosenberg, 1993). Makrozoobenthos merupakan hewan yang sebagian atau seluruh siklus hidupnya berada di dasar perairan, baik yang sesil, merayap maupun menggali lubang. Hewan ini memegang beberapa peran penting dalam perairan seperti dalam proses dekomposisi dan mineralisasi material organik yang memasuki perairan serta menduduki beberapa tingkatan trofik dalam rantai makanan. Makrozoobenthos dapat bersifat toleran maupun bersifat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Organisme yang memiliki kisaran toleransi yang luas akan memiliki penyebaran yang luas juga. Sebaliknya organisme yang kisaran toleransinya sempit (sensitif) maka penyebarannya juga sempit (Odum, 1993). Metodologi a. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain adalah; y Eckman grab y Cetok atau sekop y Kertas label y Saringan bertingkat dengan mesh-size 2.00, 1.00 dan 0.50 mm y Formalin 5% y Kantung plastik y Global positioning system y Meteran jahit b. Pengambilan sampel makrofauna bentik Pada pengambilan sampel makrofauna bentik dilakukan dengan cara mengambil

LAPORAN PRAKTIKUM BIOTA BENTIK DI PANTAI KENJERAN SURABAYA

epifauna secara manual di daerah pesisir. Semua jenis epifauna diambil lalu di pilh, jika satu spesies ditaruh dalam kantung plastik yang sama Kemudian diberi formalin. Untuk pengambilan sampel infauna digunakan alat bernama Eckman grab, dilakukan penyaringan bertingkat kemudian bentos yang sejenis ditaruh dalam plastik yang sama dan beri formalin. Pengambilan sampel dapat dilakukan juga dengan cara membuat transek dan plot. Adapun langkah-langkah nya. y Pada zona intertidal, buat suatu garis transek yang tegak lurus garis pantai lalu tentukan tiga buah plot sampling pada zona intertidal atas, tengah dan bawah. Posisi geografis masing-masing transek dan plot direkam dengan GPS. y Pada setiap plot buat kuadrat ukuran 0.5 x 0.5 meter. Secara manual (dengan menggunakan tangan), lakukan koleksi semua jenis epifauna bentik yang berada dalam plot. Masukkan sampel kedalam kantung plastik, awetkan dengan formalin 5% lalu beri label. y Dalam kuadrat 0.5 x 0.5 meter buatlah subkuadrat yang lebih kecil dengan ukuran 0.30 x 0.30 meter. Dengan menggunakan sekop atau cetok, ambil sedimen pada sub-kuadrat tersebut hingga kedalaman 15 cm lalu masukkan kedalam kantong plastik dan beri label. Sampel ini akan digunakan untuk analisis infauna bentik. Pembahasan Praktikum ini berjudul biota bentik, Tujuan dari praktikum biota bentik yaitu mengetahui dan memahami terminologi dan klasifikasi biota bentik, mengetahui dan mampu melaksanakan metode standard pengambilan dan analisis sampel biota bentik, mengetahui dan mampu membedakan epifauna dan infauna bentik, mengetahui dan mampu membedakan makrofauna dan mikrofauna bentik. Pemberian formalin diberikan pada jumlah formalin 5%, hal ini bertujuan agar tubuh dari bentos tidak mengalami kehancuran saat diidentifikasi. Untuk pengambilan sampel infauna digunakan alat bernama Eckman grab, dilakukan penyaringan bertingkat pada size 2 mm, 0,5 mm, dan 0,063 mm hal ini bertujuan untuk mempermudah identifikasi bentis infauna. kemudian bentos

yang sejenis ditaruh dalam plastik yang sama dan beri formalin. Satu hari setela pengambilan sampel maka dilakukan identifikasi terhadap bentos tersebut. Pengambilan sampel dapat dilakukan juga dengan cara membuat transek dan plot yaitu dengan cara Pada zona intertidal, buat suatu garis transek yang tegak lurus garis pantai lalu tentukan tiga buah plot sampling pada zona intertidal atas, tengah dan bawah. Posisi geografis masing-masing transek dan plot direkam dengan GPS. Pada setiap plot buat kuadrat ukuran 0.5 x 0.5 meter. Secara manual (dengan menggunakan tangan), lakukan koleksi semua jenis epifauna bentik yang berada dalam plot. Masukkan sampel kedalam kantung plastik, awetkan dengan formalin 5% lalu beri label. Dalam kuadrat 0.5 x 0.5 meter buatlah subkuadrat yang lebih kecil dengan ukuran 0.30 x 0.30 meter. Dengan menggunakan sekop atau cetok, ambil sedimen pada sub-kuadrat tersebut hingga kedalaman 15 cm lalu masukkan kedalam kantong plastik dan beri label. Sampel ini akan digunakan untuk analisis infauna bentik. Seperti penjelasan pada metodologi akan tetapi ada syarat yang harus dipenuhi untuk pengambilan melalui transek dan plot yaitu air harus dalam keadaan surut. Beberapa bentos yang kami temukan yaitu: 1) Nassarius sp. termasuk dalam family Nassaridae, bangsa nya yaitu Neogastropoda dan kebanyakan dari bangsa ini adalah penyusun gastropoda, semua spesies nya berada di laut dan kebanyakan adalah karnivora.Sub kelas nya Prosobranchia,kelas nya gastropoda, dan filum moluska. Masuk dalam jenis bentos epifauna (Pechenik,2000) 2) Tellina sp. termasuk dalam familiy tellinidae, subkelas heterodonta, pada sub kelas ini sebagian besar adalah penyusun kelas bivalvia dan filum moluska. Termasuk dalam jenis infauna(Pechenik,2000) 3) Mytilus sp. termasuk dalam famli Mytilidae, sub kelas Pteriomorphia, pada sub kelas tersebut terdapat 24 famil, kelas nya yaitu bivalvia dan filum moluska. Termasuk juga dalam jenis bentos infauna (Pechenik,2000). 4) Placamen tiara termasuk dalam famili veneridae, sub kelas heterodonta, kelas nya adalah bivalvi, dan filum moluska. Termasuk

LAPORAN PRAKTIKUM BIOTA BENTIK DI PANTAI KENJERAN SURABAYA

5) 6)

7)

8)

9)

juga dalam jenis bentos infauna (Pechenik,2000) Pharella sp. Ballanus sp Umumnya hewan litoral yang merupakan modifikasi dari crustacea. Hewan ini hidup bebas dan menempel pada karang-karang. Kakinya telah mengalami modifikasi untuk menangkap plankton. Famili Balanidae memiliki cangkang yang luas dan hidup di area yang terbuka pada permukaan substrat di zona litoral (Tan, 2001) Littorina sp termasuk dalam familia Littorinaceae, ordo Mesogastropoda, sub kelas Prosobranchi, kelas Gastropoda, dan filum Moluska. Termasuk juga dalam bentos infauna (Pechenik,2000) Zoantharia sp berupa ubur-ubur jengger biasanya terdampar di pantai, muncul seperti "gumpalan" jelly. di air, mereka hampir transparan yang tidak dapat dilihat. mencapai diameter sampai 2 cm (Tan,2001) Nereis sp termasuk dalam famili nereididae, superfamili nya yaitu nereididaceae. Ordo phyllodocida, kelas polychaeta,dan filum annelida. termasuk juga dalam jenis infauna bentos (Pechenik,2000).

dalam epifauna yaitu dan yang termasuk infauna yaitu. Epifauna memiliki ciri antara lain cangkang berpola, warna cerah atau mencolok, hidup di permukaan dasar laut. Sedangkan infauna memiliki ciri-ciri hidup di lapisan bawah dasar laut, membentuk terowongan atau liang, memiliki cangkang halus, tidak berwarna, dan berasal dari golongan cacing (polychaeta) dan bivalvia.

KESIMPULAN Dari percobaan yang telah dilakukan, maka dapat dambil kesimpulan bahwa dalam suatu ekosistem pantai memiliki jenis makrofauna bentik yang bervariasi, kenaekaragaman bentos yang ada di suatu perairan dipengaruhi oleh bergai faktor seperti, faktor fisika-kimia lingkungan perairan, diantaranya; penetrasi cahaya yang berpengaruh terhadap suhu air; substrat dasar; kandungan unsur kimia seperti oksigen terlarut dan kandungan ion hidrogen (pH), dan nutrien. Sedangkan secara biologis, diantaranya interaksi spesies serta pola siklus hidup dari masing-masing spesies dalam komunitas, bentos yang ada pada beberapa jarak dari garis pantai memiliki jenis bentos yang berbeda. Dapat disimpulkan bahwa makrofauna bentik merupakan organisme yang hidup di dasar perairan dan terdiri dari epifauna dan infauna. Makrofaunabentik yang termasuk

Daftar pustaka Hutabarat, S. 1985. Pengantar Oseanografi. Penerbit UI-Pres: Jakarta. Odum EP. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Edisi ketiga. Gajah Mada University press : Yogyakarta. Pechenik, Jan A. 2000. Biology of the Invertebrate, Fourth Edition. Mc Graw Hill: USA Rosenberg, D. M. and V. H. Resh. 1993. Freshwater Biomonitoring and Benthic Macroinvertebrates. Chapman and Hall : New York, London. Tan, Leo W.H. 2001. A Guide to Seashore. Singapore Scence Centre: Singapore Ubaidillah, R dan Maryanto I, 2003, Managemen bioregional jabodetabek: Profil dan strategi pengelolaan situ, rawa, dan danau, lembaga ilmu pengetahuan Indonesia, Jakarta

LAPORAN PRAKTIKUM BIOTA BENTIK DI PANTAI KENJERAN SURABAYA

Lampiran 1 Posisi Geografis Lokasi Pengambilan Sampel

SKALA 1:1500 Lokasi Hari, tanggal Pukul Koordinat Elevasi

: Pantai Kenjeran : Sabtu, 27 MAret 2010 : 07.30 WIB : Selatan 070 14 11,1 Timur 1120 47 43,8 : 56 ft

LAPORAN PRAKTIKUM BIOTA BENTIK DI PANTAI KENJERAN SURABAYA

Lampiran 2 Data identifikasi Benthos Foto literatur

No Foto praktikum

Deskripsi Nassarius jacksonianus termasuk dalam family Nassaridae, bangsa nya yaitu Neogastropoda dan kebanyakan dari bangsa ini adalah penyusun gastropoda, semua spesies nya berada di laut dan kebanyakan adalah karnivora.Sub kelas nya Prosobranchia,kelas nya gastropoda, dan hidup di laut dan kebanyakan hidup di habitat laut yang berlumpur atau berpasir (Pechenik,2000) Tellina sp. termasuk dalam familiy tellinidae, subkelas heterodonta, pada sub kelas ini sebagian besar adalah penyusun kelas bivalvia dan filum moluska. Termasuk dalam jenis infauna hidup di laut tepatnya di daerah berpasir atau berlumpur, bagian luar demibranc nya sangat kecil dan kekurangannya kebanyakan mereka adalah pemanjat lamellae (Pechenik,2000)

LAPORAN PRAKTIKUM BIOTA BENTIK DI PANTAI KENJERAN SURABAYA

Mytillus sp. termasuk dalam famli Mytilidae, sub kelas Pteriomorphia, pada sub kelas tersebut terdapat 24 famil, kelas nya yaitu bivalvia dan filum moluska. Termasuk juga dalam jenis bentos infauna Kebanyakan hidup melekat dengan berkas byssal dalam substrat padat di laut dan habitat estuari (Pechenik,2000) Placemen tiara termasuk dalam famili veneridae, sub kelas heterodonta, kelas nya adalah bivalvi, dan filum moluska. Termasuk juga dalam jenis bentos infauna.merupakan kerang yang bercangkang keras dan merupakan kelompok terbesar (Pechenik,2000) Termasuk kelas solenoidea, famili pharellidae, dan genus Pharella sp. Ukurannya 70,44 mm

Umumnya hewan litoral yang merupakan modifikasi dari crustacea. Hewan ini hidup bebas dan menempel pada karang-karang. Kakinya telah mengalami modifikasi untuk menangkap plankton. Famili Balanidae memiliki

LAPORAN PRAKTIKUM BIOTA BENTIK DI PANTAI KENJERAN SURABAYA

cangkang yang luas dan hidup di area yang terbuka pada permukaan substrat di zona litoral (Tan, 2001) Littorina sp. termasuk dalam familia Littorinaceae, ordo Mesogastropoda, sub kelas Prosobranchi, kelas Gastropoda, dan filum Moluska. Termasuk juga dalam bentos infauna Kebanyakan adalah mahluk laut yang herbivora, bertipe kecil sekitar 2,5 cm. Hidup di zona intertidal Zoantharia sp berupa ubur-ubur jengger biasanya terdampar di pantai, muncul seperti "gumpalan" jelly. di air, mereka hampir transparan yang tidak dapat dilihat. mencapai diameter sampai 2 cm (Leo W H Tan) Nereis sp termasuk dalam famili nereididae, superfamili nya yaitu nereididaceae. Ordo phyllodocida, kelas polychaeta,dan filum annelida. termasuk juga dalam jenis infauna bentos. kebanyakan hidupnya meliang pada substrat, ada juga sebagian dari mereka yang berkomensalisme dengan kepiting atau polychaeta lain. Sedikit dari mereka yang hidup di air jernih

LAPORAN PRAKTIKUM BIOTA BENTIK DI PANTAI KENJERAN SURABAYA

LAPORAN PRAKTIKUM BIOTA BENTIK DI PANTAI KENJERAN SURABAYA