Anda di halaman 1dari 1

Kesimpulan : 1.

Pada uji seliwanoff hasil yang didapat pada larutan sukrosa adalah berwarna kemerahan yang menandakan adanya gugus keton di dalam sukrosa. Sedangkan hasil yang didapat pada larutan glukosa dan laktosa adalah tidak berwarna yang menandakan tidak adanya gugus keton di dalam larutan glukosa dan laktosa. 2. Pada uji barfoed hasil yang didapat pada larutan glukosa adalah berwarna biru tua yang menandakan bahwa glukosa adalah senyawa monosakarida. Sedangkan hasil yang didapat pada larutan sukrosa dan laktosa adalah berwarna biru muda yang menandakan bahwa larutan sukrosa dan laktosa bukan senyawa monosakarida, tetapi senyawa disakarida. 3. Pada uji benedict hasil yang didapat adalah pada larutan glukosa dan laktosa adalah adanya endapan merah bata yang menandakan bahwa glukosa dan laktosa merupakan gula pereduksi. Sedangkan hasil yang didapat pada larutan sukrosa adalah tidak adanya perubahan warna yang menandakan bahwa larutan sukrosa bukan merupakan gula pereduksi. 4. Pada uji hubl hasil yang didapat pada saat 10 tetes minyak ditambah 2 tetes larutan hubl adalah warna merah yang sangat pudar. Sedangkan hasil yang didapat pada saat 2 ml larutan mentega ditambah 2 tetes larutan hubl adalah merah agak pudar.Hal ini menunjukkan bahwa minyak mempunyai ikatan rangkap yang lebih banyak daripada mentega. 5. Pada uji biuret hasil yang didapatkan adalah adanya perubahan warna menjadi ungu pada larutan albumin yang menandakan bahwa albumin adalah merupakan protein. Pada uji pengaruh alkohol terhadap protein pada albumin terbentuk gumpalan saat ditambahkan 3 mL alkohol. Kemudian, setelah ditambahkan air sebanyak 5 mL, albumin dan berwarna keruh. Gumpalan dan warna yang keruh menunjukkan protein yang terdenaturasi. Apabila penambahan air dapat membuat protein kembali ke bentuk semula (renaturasi) maka dapat dikatakan bahwa protein tersebut reversibel. Sementara, apabila larutan protein tersebut tetap keruh, maka protein tersebut merupakan protein irreversible. Hal ini menunjukkan bahwa albumin merupakan protein yang bersifat irreversible. Alkohol dapat mendenaturasi protein dengan cara menarik mantel air yang terdapat pada protein. sehingga pada larutan albumin tampak berwarna keruh setelah di beri 5 ml air, hal ini menunjukkan sifat reversibilitas protein.

6.

Anda mungkin juga menyukai