Anda di halaman 1dari 50

PEMBIAYAAN

MUDHARABAH
Disusun dan disampaikan oleh :

ZAENUDIN
File : ZAENUDIN Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 1

Definisi
Pembiayaan Mudharabah
Adalah akad kerjasama usaha antara bank sebagai pemilik modal (shahibul maal) dan nasabah sebagai pengelola dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha bersama dengan nisbah pembagian hasil (keuntungan atau kerugian) menurut kesepakatan dimuka.

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

DASAR PENGATURAN
PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN


Pembiayaan mudharabah diakui pada saat pembayaran

kas atau penyerahan aktiva non-kas kepada pengelola. Pembiayaan mudharabah yang diberikan secara bertahap diakui pada setiap tahap pembayaran atau penyerahan. Pembiayaan mudharabah yang diberikan secara Kas/Tunai diukur sejumlah uang yang diberikan bank pada saat pembayaran.

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN


Pembiayaan Mudharabah yang diberikan dalam

bentu aktiva non-kas diukur sebesar nilai wajar aktiva non-kas pada saat penyerahan. Selisih antara nilai wajar dan nilai buku aktiva nonkas diakui sebagai keuntungan atau kerugian bank. Beban yang terjadi sehubungan dengan mudharabah tidak dapat diakui sebagai bagian pembiayaan mudharabah kecuali telah disepakati bersama.
File : ZAENUDIN Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 5

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN


Setiap pembayaran kembali atas pembiayaan

mudharabah oleh mudharib mengurangi saldo pembiayaan mudharabah. Apabila sebagian pembiayaan mudharabah hilang sebelum dimulainya usaha karena rusak atau sebab lain tanpa ada kesengajaan dari pihak mudharib, maka rugi tersebut mengurangi saldo pembiayaan mudharabah dan diakui sebagai kerugian bank.

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN


Apabila sebagian pembiayaan mudharabah hilang

setelah dimulainya usaha karena rusak atau sebab lain tanpa ada kesengajaan dari pihak mudharib, maka rugi tersebut diperhitungkan pada saat bagi hasil. Apabila pembiayaan mudharabah berakhir sebelum jatuh tempo dan pembiayaan mudharabah belum dibayar oleh mudharib, maka pembiayaan mudharabah diakui sebagai piutang jatuh tempo.
File : ZAENUDIN Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 7

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN


Rugi pembiayaan mudharabah yang diakibatkan

penghentian mudharabah sebelum masa akad berakhir diakui sebagai pengurang pembiayaan mudharabah. Rugi pengelolaan yang diakibatkan kesengajaan (lalai & salah) mudharib dibebankan pada mudharib. Bagian laba bank yang tidak dibayarkan oleh mudharib pada saat mudharabah selesai atau dihentikan sebelum masanya berakhir diakui sebagai piutang jatuh tempo kepada mudharib.
File : ZAENUDIN Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 8

KARAKTERISTIK

PEMBIAYAAN MUDHARABAH
File : ZAENUDIN Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 9

KARAKTERISTIK
PEMBIAYAAN MUDHARABAH

Mudharabah terdiri dari :

Mudharabah Muthlaqah (Investasi tidak terikat) Mudharabah Muqayyadah (Investasi terikat). Pembiayaan Mudharabah dapat diberikan dalam bentuk Kas dan Aktiva Non-Kas yang dilakukan baik bertahap maupun sekaligus.

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

10

KARAKTERISTIK
PEMBIAYAAN MUDHARABAH

Pengembalian pembiayaan mudharabah dapat

dilakukan bersamaan dengan distribusi bagi hasil atau pada saat diakhirinya akad mudharabah. Bagi hasil mudharabah dapat dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) metode, yaitu : 1. Bagi Laba (Profit sharing); 2. Bagi Pendapatan (Revenue sharing).

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

11

KARAKTERISTIK
PEMBIAYAAN MUDHARABAH

Dalam hal terjadi kerugian dalam pengelolaan dana,

bank sebagai pemilik dana (shahibul maal) akan menanggung semua kerugian sepanjang kerugian tersebut bukan disebabkan adanya kesengajaan yang dilakukan oleh nasabah (mudharib).

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

12

KARAKTERISTIK
PEMBIAYAAN MUDHARABAH

Kesengajaan (kelalaian dan kesalahan) pengelola dana

dapat ditunjukan dalam hal : a. Tidak dipenuhinya persyaratan yang disepakati dalam akad; b. Tidak terdapat kondisi di luar kemampuan (force majeur) yang lazim dan atau yang telah ditentukan di dalam akad; atau c. Hasil putusan pengadilan atau arbitrase.
File : ZAENUDIN Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 13

KARAKTERISTIK
PEMBIAYAAN MUDHARABAH

Pada prinsipnya, dalam pembiayaan mudharabah tidak

dipersyaratkan adanya jaminan/agunan, tetapi agar adanya kesungguhan bertransaksi dan tidak terjadi moral hazard yang berupa penyimpangan oleh mudharib, maka shahibul maal dapat meminta agunan/jaminan dari mudharib. Agunan/jaminan ini hanya dapat dicairkan apabila mudharib benar-benar terbukti melakukan pelanggaran terhadap hal-hal yang telah disepakati bersama dalam akad.
File : ZAENUDIN Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 14

KARAKTERISTIK
PEMBIAYAAN MUDHARABAH

Pengakuan laba atau rugi mudharabah dalam praktik

dapat diketahui berdasarkan laporan bagi hasil dari mudharib yang diterima oleh shahibul maal secara berkala sesuai dengan kesepakatan.

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

15

PERLAKUAN AKUNTANSI

PEMBIAYAAN MUDHARABAH
File : ZAENUDIN Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 16

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN


Pembiayaan mudharabah dalam bentuk kas diakui

pada saat pembayaran sebesar jumlah uang yang diberikan shahibul maal kepada mudharib. Pembiayaan mudharabah dalam bentuk aktiva nonkas dinilai sebesar nilai wajar aktiva non-kas. Selisih antara nilai wajar dan nilai buku aktiva diakui sebagai keuntungan atau kerugian shahibul maal pada saat penyerahan kepada mudharib.

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

17

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN


Pembiayaan mudharabah yang diberikan secara bertahap

diakui pada setiap tahap pembayaran. Biaya yang terjadi akibat akad mudharabah tidak dapat diakui sebagai bagian pembiayaan mudharabah kecuali telah disepakati bersama. Pembayaran kembali pembiayaan mudharabah oleh mudharib akan mengurangi pembiayaan mudharabah.

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

18

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN


Apabila sebagian pembiayaan mudharabah hilang sebelum

dimulainya usaha karena rusak atau sebab lain tanpa ada kesengajaan dari pihak mudharib, maka rugi tersebut mengurangi saldo pembiayaan mudharabah dan diakui sebagai kerugian shahibul maal (bank). Apabila kehilangan tersebut terjadi setelah dimulainya usaha, maka hal itu tidak mempengaruhi penilaian pembiayaan mudharabah.
File : ZAENUDIN Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 19

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN


Apabila seluruh pembiayaan mudharabah hilang dan

bukan disebabkan oleh kesengajaan (lalai & salah) mudharib, maka pembiayaan mudharabah diakhiri dan kerugian yang timbul diakui sebagai beban shahibul maal. Apabila akad mudharabah diakhiri sebelum jatuh tempo dan saldo pembiayaan mudharabah tidak langsung dibayar oleh mudharib, maka pembiayaan mudharabah diakui sebagai piutang mudharabah jatuh tempo.

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

20

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN


Pengakuan laba/keuntungan pembiayaan mudharabah

diakui pada periode terjadinya hak bagi hasil sesuai dengan nisbah yang disepakati. Pengakuan kerugian pembiayaan mudharabah diakui pada saat terjadinya kerugian tersebut dan mengurangi saldo pembiayaan mudharabah. Kerugian yang timbul akibat kesengajaan mudharib diakui sebagai piutang mudharabah jatuh tempo.

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

21

ILUSTRASI JURNAL

PEMBIAYAAN MUDHARABAH
File : ZAENUDIN Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 22

JURNAL
Pada saat shahibul maal (bank) melakukan pembayaran pembiayaan mudharabah

dalam bentuk Kas kepada Mudharib.


Dr. Pembiayaan mudharabah Cr. Kas Pada saat shahibul maal menyerahkan aktiva non-kas pembiayaan mudharabah

kepada mudharib. 1. Bila nilai wajar aktiva yang diserahkan lebih rendah dari nilai buku :
Dr. Pembiayaan mudharabah Dr. Kerugian penyerahan aktiva Cr. Aktiva non-kas.

2. Bila nilai wajar aktiva yang diserahkan lebih tinggi dari nilai buku :
Dr. Pembiayaan mudharabah Cr. Keuntungan penyerahan aktiva Cr. Aktiva non-kas.
File : ZAENUDIN Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 23

JURNAL

Pengeluaran biaya dalam rangka akad mudharabah.


Dr. Uang Muka dalam rangka akad mudharabah. Cr. Kas/Kliring

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

24

JURNAL
Pengakuan biaya-biaya yang dikeluarkan atas pemberian

pembiayaan mudharabah : 1. Bila berdasarkan kesepakatan dapat diakui sebagai biaya pembiayaan mudharabah.
Dr. Biaya akad mudharabah Cr. Uang muka dalam rangka akad mudharabah.

2. Bila berdasarkan kesepakatan dapat diakui sebagai pembiayaan mudharabah.


Dr. Pembiayaan mudharabah Cr. Uang muka dalam rangka akad mudharabah.
File : ZAENUDIN Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 25

JURNAL
Apabila sebagian pembiayaan mudharabah hilang sebelum

dimulainya usaha karena rusak atau sebab lainnya tanpa adanya kesengajaan mudharib.
Dr. Kerugian pembiayaan mudharabah Cr. Pembiayaan mudharabah

Apabila sebagian pembiayaan mudharabah hilang setelah

dimulainya usaha karena adanya kerusakan atau sebab lainnya tanpa kesengajaan mudharib. Tidak ada jurnal;
Tapi pada saat akad diakhiri akan dikompensasi dengan bagi hasil untuk shahibul maal.
File : ZAENUDIN Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 26

JURNAL
Apabila akad mudharabah diakhiri sebelum jatuh tempo

atau setelah jatuh tempo dan pembiayaan mudharabah belum dibayar oleh mudharib, maka pembiayaan mudharabah diakui sebagai piutang jatuh tempo.
Dr. Pembiayaan mudharabah-piutang jatuh tempo Cr. Pembiayaan mudharabah

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

27

JURNAL
Apabila seluruh pembiayaan mudharabah hilang setelah

dimulainya usaha karena adanya kerusakan atau sebab lainnya tanpa adanya kesengajaan mudharib, maka shahibul maal mengakui kerugian pembiayaan mudharabah.
Dr. Kerugian pembiayaan mudharabah Cr. Pembiayaan mudharabah

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

28

JURNAL
Pada saat akad mudharabah diakhiri sebelum jatuh

tempo atau pada saat jatuh tempo dan pembiayaan mudharabah belum dibayar oleh mudharib, maka pembiayaan mudharabah diakui sebagai piutang jatuh tempo.
Dr. Pembiayaan mudharabah-piutang jatuh tempo Cr. Pembiayaan mudharabah

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

29

JURNAL
Penerimaan keuntungan mudharabah.
Dr. Kas/Rekening Cr. Pendapatan bagi hasil mudharabah

Pencatatan kerugian mudharabah yang melewati satu

periode pelaporan.
Dr. Kerugian pembiayaan mudharabah Cr. Pembiayaan mudharabah

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

30

JURNAL
Pencatatan kerugian yang timbul akibat kelalaian dan

kesalahan mudharib.
Dr. Pembiayaan mudharabah-piutang jatuh tempo Cr. Pembiayaan mudharabah

Pelunasan pembiayaan mudharabah sebelum atau saat akad

jatuh tempo.
Dr. Kas/Rekening Cr. Pembiayaan mudharabah

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

31

CONTOH : TRANSAKSI DAN JURNAL

AKUNTANSI MUDHARABAH
File : ZAENUDIN Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 32

KASUS : 1
Pada tanggal 10 Januari 2007 Bank Syariah setuju memberikan modal pembiayaan mudharabah kepada Bpk Akhmad sebesar Rp 1.000.000.000,- dengan nisbah bagi hasil yang disepakati untuk bank 60% dan nasabah/mudharib 40%. Pemberian modal dilakukan secara bertahap, yaitu : Tahap I : Tanggal 15 Jan 2007 sebesar Rp 600.000.000, Tahap II : Tanggal 20 Jan 2007 sebesar Rp 400.000.000,-

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

33

JURNAL
Pada saat pembiayaan mudharabah disetujui

Jurnal :
Dr. Kontra kewjbn komitmen pemby. Mudharabah Rp 1.000.000.000,Cr. Kewjbn komitmen pemby. Mudharabah Rp 1.000.000.000,-

Pembayaran pembiayaan mudharabah Tahap I (15 Jan 2007)

Jurnal :
Dr. Pembiayaan Mudharabah Rp 600.000.000,Cr. Rekening Mudharib Rp 600.000.000,Dr. Kewjbn komitmen pemby. Mudharabah Rp 600.000.000,Cr. Kontra kewjbn komitmen pemby. Mudharabah Rp 600.000.000,-

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

34

JURNAL
Pembayaran pembiayaan mudharabah Tahap II (20 Jan 2007)

Jurnal :
Dr. Pembiayaan Mudharabah Cr. Rekening Mudharib Rp 400.000.000,Rp 400.000.000,-

Dr. Kewjbn komitmen pemby. Mudharabah Rp 400.000.000,Cr. Kontra kewjbn komitmen pemby. Mudharabah Rp 400.000.000,-

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

35

JURNAL
Berdasarkan laporan yang diterima dari Bpk Akhmad sebagai

mudharib, mengalami kerugian sebesar Rp 50.000.000,Sedangkan kerugian tersebut bukan kategori kesengajaan (kelalaian & kesalahan) dari mudharib. Jurnal :

Pada saat bank membentuk cadangan kerugian :


Cr. Akum. Penyisihan kerugian pembyan mudharabah Rp 50.000.000,-

Dr. Beban penyisihan kerugian pembyan mudharabah Rp 50.000.000,

Pada saat penghapusbukuan :

Dr. Akum. Penyisihan kerugian pembyan mudharabah Rp 50.000.000,Cr. Pembiayaan mudharabah Rp 50.000.000,File : ZAENUDIN Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 36

JURNAL
Bagi hasil yang menjadi milik bank sebesar Rp 10.000.000,-

sampai tanggal tutup buku belum disetorkan/dibayarkan oleh Bpk Akhmad/Mudharib.


Jurnal :
Dr. Piutang kepada mudharib Rp 10.000.000,Cr. Pendapatan bagi hasil mudharabah Rp 10.000.000,-

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

37

JURNAL
Pembiayaan mudharabah kepada Bpk Akhmad terpaksa harus

dihentikan sebelum berakhirnya masa akad. Dari catatan bank saldo pembiayaan mudharabah pada Bpk Akhmad sebesar Rp 450.000.000,- dan atas penghentian tersebut diperoleh laporan kerugian sebesar Rp 25.000.000,sisanya tidak dapat dikembalikan oleh Bpk Akhmad. Jurnal :
Dr. Piutang mudharib (Bpk Akhmad) Rp 425.000.000,Dr. Penyisihan kerugian pemby. Mudharabah Rp 25.000.000,Cr Pembiayaan mudharabah Rp 450.000.000,-

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

38

JURNAL
Saat pembentukan penyisihan pembiayaan

mudharabah.
Jurnal :
Dr. Beban penyisihan pembiayaan mudharabah xxx Cr. Akum. Penyisihan pembiayaan mudharabah xxx

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

39

KASUS : 2
Pada 15 Jan 2007, BPRS Arisma Mandiri menyetujui pembiayaan mudharabah kepada Bpk Raihan. Seorang pengusaha transportasi di Tegal sebesar Rp 50.000.000.000,dengan nisbah bagi hasil untuk bank 70% dan Bpk Raihan 30%. Penyerahan modal dilakukan secara bertahap, yaitu :

Tahap 1 : 25 Jan 2007 diserahkan uang tunai sebesar Rp 10.000.000.000,Tahap 2 : 27 Jan 2007 diserahkan 30 unit bus besar dengan nilai pasar Rp 20.000.000.000,- (harga beli Rp 25.000.000.000,-) Tahap 3 : 28 Jan 2007 diserahkan 50 unit bus sedang dengan nilai pasar Rp 20.000.000.000,- (harga beli Rp 17.500.000.000,-)
Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 40

File : ZAENUDIN

JURNAL
Pembelian armada bus, misalnya dilakukan pada 02 Jan 2007.

Jurnal :
Dr. Persediaan (bus besar) Rp 25.000.000.000,Dr. Persediaan (bus sedang) Rp 17.500.000.000,Cr. Rekening Supplier Rp 42.500.000.000,-

Pada 15 Jan 2007 yaitu saat disetujuinya pembiayaan

mudharabah.
Dr. Kontra komitment pemby. mudharabah Rp 50.000.000.000,Cr. Kewjbn komitment pemby mudharabah Rp 50.000.000.000,-

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

41

JURNAL
Pada 25 Jan 2007 dilakukan penyerahan modal secara tunai sebesar Rp

10.000.000.000,Jurnal :
Dr. Pembiayaan mudharabah Rp 10.000.000.000,Cr. Rekening mudharib (Bpk Raihan) Rp 10.000.000.000,-

Pada 27 Jan 2007 dilakukan penyerahan armada bus besar kepada Bpk

Raihan dengan nilai pasar sebesar Rp 20.000.000.000,Jurnal :


Dr. Pembiayaan mudharabah Rp 20.000.000.000,Dr. Kerugian penyerahan aktiva Rp 5.000.000.000,Cr. Persediaan aktiva Rp 25.000.0000.000,-

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

42

JURNAL
Pada 28 Jan 2007 dilakukan penyerahan armada bus sedang

kepada Bpk Raihan dengan nilai pasar Rp 20.000.000.000,Jurnal :


Dr. Pembiayaan mudharabah Rp 20.000.000.000,Cr. Persediaan aktiva Rp 17.500.000.000,Cr. Keuntungan penyerahan aktiva ditangguhkan Rp 2.500.000.000,-

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

43

JURNAL
Salah satu armada bus sedang seharga Rp 500.000.000,- sebelum

diserahkan kepada Bpk Raihan mengalami kecelakaan. a. Pada saat bank membentuk cadangan kerugian :
Jurnal :
Dr. Beban penyisihan kerugian pemby. Mudharabah Rp 500.000.000,Cr. Penyisihan kerugian pemby. Mudharabah Rp 500.000.000,-

b. Pada saat penghapusbukuan :


Jurnal :
Dr. Penyisihan kerugian pemby. mudharabah Rp 500.000.000,Cr. Pembiayaan mudharabah Rp 500.000.000,-

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

44

JURNAL
Sesuai kesepakatan, Bpk Raihan membayar pembiayaan

mudharabah sebesar Rp 5.000.000.000,Jurnal :


Dr. Rekening mudharib (Bpk Raihan) Rp 5.000.000.000,Cr. Pembiayaan mudharabah Rp 5.000.000.000,-

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

45

JURNAL
Berdasarkan laporan Bpk Raihan atas pengelolaan dana mudharabah

diperoleh hasil usaha sebesar Rp 100.000.000. Dan dibagi sesuai nisbah yang telah disepakati yaitu : 70 : 30. Bagi hasil untuk bank telah dibayar/disetor oleh mudharib sebelum tutup buku bank dilakukan.

Jurnal :
Dr. Kas/rekening nasabah Rp 70.000.000,Cr. Pendapatan bagi hasil mudharabah Rp 70.000.000,-

Perhitungan :
Shaibul maal (bank) : Rp 100.000.000 x 70% = Rp 70.000.000,Mudharib (nasabah) : Rp 100.000.000 x 30% = Rp 30.000.000,Rp 100.000.000,File : ZAENUDIN Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 46

KASUS : 3

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

47

JURNAL
Pada saat pencairan dana mudharabah sebesar Rp 120.000.000,-

Jurnal :
Dr. Pembiayaan mudharabah Rp 120.000.000,Cr. Kas/rekening nasabah Rp 120.000.000,-

Pada saat pengembalian modal sebesar Rp 120.000.000,-

Jurnal :
Dr. Rekening/giro nasabah Rp 120.000.000,Cr. Pembiayaan mudharabah Rp 120.000.000,-

File : ZAENUDIN

Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah

48

JURNAL
Pada saat menerima pembayaran bagi hasil :

Jurnal :
Dr. Kas/Rekening xxx Cr. Pendapatan bagi hasil mudharabah xxx

(Bila diperjanjikan diawal sebagian bagi hasil dapat disisihkan dalam escrow account untuk pengembalian modal diakhir periode)

Note : Bank belum menerima bagi hasil selama proyek belum menghasilkan pendapatan. Tdk ada pelunasan awal di mudharabah, yang ada hanyalah proyek dan pendapatan yg lancar atau proyek tsb gagal atau macet dan tdk dpt dilanjutkan.
File : ZAENUDIN Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 49

JURNAL
Wanprestasi :
Setelah fasilitas mudharabah berjalan 6 bulan gudang tempat penyimpanan kain PT. Primakarya terbakar habis. PT. Primakarya tidak memiliki modal untuk membeli bahan baku baru sehingga proyek ini dapat dikatakan gagal. Atas piutang modal sebesar Rp 120.000.000,Jurnal :
Dr. Piutang mudharabah Rp 120.000.000,Cr. Pembiayaan mudharabah Rp 120.000.000,File : ZAENUDIN Akuntansi LKS - Pembiayaan Mudharabah 50