Anda di halaman 1dari 7

Daftar isi Pendahuluan Latar belakang Rumusan masalah Tujuan Pembahasan 1.

pengertian komunitas desa Komunitas adalah sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya, dimana dalam sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau values (Kertajaya Hermawan, 2008). Komunitas adalah sebuah identifikasi dan interaksi sosial yang dibangun dengan berbagai dimensi kebutuhan fungsional (Soenarno, 2002). Desa merupakan lingkungan di mana warganya memiliki hubungan akrab dan bersifat informal. Untuk menandai ciri-ciri desa di Indonesia, perlu diperhitungkan pula faktor-faktor: 1) tingkat teknologi dan kondisi geografis, 2) keberagaman suku bangsa di Indonesia, 3) perbedaan dalam dasar-dasar peradaban suatu kawasan, dan 4) pengaruh kekuasaan luar desa. Melalui beberapa peraturan perundangan, desa mempunyai kedudukan sebagai kesatuan sosial dan hukum (adat) yang masih diberi kebebasan tertentu dan desa sebagai kesatuan administratif yaitu merupakan bagian integral dari Negara Republik Indonesia. Selanjutnya menurut Undang undang Nomor 5 Tahun 1979 pengertian desa dibedakan menjadi "desa" dan "kalurahan". Komunitas desa adalah komunitas kecil yang relatif masih bersahaja, yang masih jelas memiliki ketergantungan terhadap tempat tinggal (lingkungan) mereka entah sebagai petani, nelayan atau yang lainnya.

2. Unsur unsur komunitas desa a.struktur biofisik desa Struktur biofisik desa terdiri dari dua komponen yaitu struktur Fisik dan Biososial. Struktur Fisik desa, berkaitan erat dengan lingkungan fisik desa dalam berbagai aspek. Secara khusus berkaitan dengan lingkungan geografis dan ciri-cirinya seperti : - Iklim - curah hujan - keadaaan atau jenis tanah

- kettinggian tempat -tingkat kelembapan udara -topografi - dll

Variasi fisik diatas akan mennciptakan perbedaan dalam sistem pertanian yang di terapkan dan pola hidup dari masing-masing kelompok masyarakatnya. Struktur fisik lainnya adalah pola pemukiman ( TYPE OF SETTLEMENT ), Menurut Smith dan Zopf (1970), pemukiman sangat berkaitan dengan hubungan hubungan keruangan (spatial) antara pemukiman ( petani ) yang satu dengan yang lain dan dengan lahan pertanian mereka, secara umum ada dua tipe umum pemukiman : 1. Pemukiman yang penduduknya bedekatan satu sama lain dengan lahan pertanian, berada di luar dan terpisah dari lokasi pemukiman. 2. Pemukiman yang penduduknay berpencar dan berpisah satu sama lain, dan masing masing berada di dalam ata di tengah lahan pertanian. Menurut Paul H Landis (1948), membedakan ada 4 pola pemukiman : 1. The farm village type Pola pemukiman yang mana penduduk (petani) tinggal bersama-sama dan berdekatan di suatu tempat dengan lahan pertanian , berada di luar lokasi pemukiman. 2. The nebulous farm type Pola pemukiman dimana penduduk atau petani tinggal bersama -sama di suatu tempat, terdapat penduduk yang tinggal tersebar di luar pemukiman. 3. The arranged isolated farm type Pola pemukiman yang mana penduduk (petani) tinggal di sekitar jalan dan masingmasing berada di lahan pertanian kita. 4. The pure isolated farm type Pola pemukiman yang penduduknya tinggal dalam lahan pertanian , mereka masingmasing terpisah dan berjauhan satu sama lain.

Struktur Biososial, di dalam stratifikasi sosial terdapat dua macam tipe stratifikasi sosial, yaitu struktur sosial vertikal dan struktur sosial horizontal. Struktur sosial vertikal adalah penggambaran kelompok-kelompok sosial yang hierarkis atau berjenjang.Sedangkan struktur sosial horizontal adalah, pengelompokan masyarakat berdasarkan kelompok kelompok tertentu ,konsep struktur biososial yakni struktur sosial yang berkaitan dengan faktor faktor biologis, seperti : Jenis kelamin Usia Perkawinan

Suku bangsa Dll

Keterkaitan antara faktor biologis dan struktur sosial vertikal dapat di tunjukan lewat mata pencaharian mmasyarakat yang bersangkutan , dalam hal kekuatan fisik kaum laki-laki tergolong lebih kuat dari wanita, contoh lain dari struktur sosial horizontal adalah banyaknya pengalaman seseorang akan pengetahuan dan keahliannya dalam bidang nya masing-masing. b.struktur sosial desa


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1994)

 Struktur = susunan = cara sesuatu disusun atau dibangun.  Struktur sosial = konsep perumusan asas-asas hubungan antar individu dalam kehidupan masyarakat yang merupakan pedoman bagi tingkah laku individu. 

Dictionary of Sociology and Related Sciences (Fairchild, 1975)

 Struktur sosial = pola yang mapan dari organisasi internal setiap kelompok sosial = the established pattern of internal organization of any social group.  Karakter atau pola semua hubungan yang ada antara ang gota dalam suatu kelompok maupun antar kelompok.

Menurut teori struktural fungsional (Suparlan,1982)


 Struktur sosial = hubungan timbal balik antar posisi-posisi sosial yang dikonsepsikan secara lebih terperinci dengan menjabarkan manusia yang menempati posisi dan melaksanakan peranannya. 

Wisadirana, D (2005)

 Struktur sosial = pola dari hak dan kewajiban para pelaku dalam suatu sistem interaksi yang terwujud dari rangkaian-rangkaian hubungan sosial yang relatif stabil dalam suatu jangka waktu tertentu. Hak dan kewajiban di sini terkait dengan status dan peranan masing-masing pelaku.  Struktur sosial = jaringan dari unsur-unsur sosial yang pokok dari suatu masyarakat yang terdiri dari:

a). Kelompok sosial; b) Kebudayaan; c) Lembaga sosial; dan d) Kekuasaan dan wewenang

corak struktur sosial ditentukan oleh kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan, terkait dengan lingkungan hidup nyata yang dihadapi oleh masyarakat tersebut. Corak struktur sosial masyarakat sangat beragam ada yang sederhana ada yang kompleks. Pada prinsipnya, STRUKTUR SOSIAL merupakan bentuk stratifikasi masyarakat atau stratifikasi sosial suatu jenis diferensiasi sosial yang terkait dengan jenjang secara bertingkat, di mana jenjang bertingkat tersebut mengahasilkan strata tertentu dan pada strata tertentu tersebut warga masyarakat dimasukkan sesuai dengan golongannya. Pembedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat/hirarkis. Alat pembeda sesuatu yang dianggap bernilai (garis keturunan, pendidikan, jabatan, kekayaan materi, pekerjaan, dll) Dimensi startifikasi sosial (1) kekuasaan (2) previlege/hak istimewa, (3) prestise/kehormatan

c.kebudayaan petani/desa Menurut Koentjoroningrat (1985), kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia, yang harus dibiasakan dengan belajar secara keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu, atau kebudayaan merupakan semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat / manusia . Menurut Tylor: Suatu keseluruhan kompleks yg meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, kebiasaan yang dipelajari oleh manusia sbg anggota masyarakat. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi: hasil, cipta, rasa, karsa manusia yg memenuhi hasratnya akan keindahan
y

Wujud Kebudayaan

1. Kebudayaan sebagai suatu kompleks ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dll 2. Kebudayaan sebagai kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat 3. Kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Tata Nilai budaya terbelakang dalam masyarakat pertanian/pedesaan 1. Sangat tergantung pada keadaan / lingkungan alamnya 2. Pola adaptasi yang pasif terhadap lingkungan alam berkaitan dengan rendahnya tingkat inovasi masyarakatnya 3. Faktor alam mempengaruhi kepribadian masyarakatnya, sebagai akibat kedekatannya dengan alam orang desa mengembangkan filsafat hidup yang organis artinya mereka cenderung memandang segala sesuatu sebagai suatu kesatuan sehingga tebalnya rasa kekeluargaan 4. Pengaruh alam terlihat pada pola kebiasaan hidup yang lamban 5. Tebalnya kepercayaan terhadap tahayul 6. Sikap pasif dan adaptif masyarakat desa terhadap alam nampak dalam aspek kebudayaan material mereka yang relatif bersahaja, contoh arsitektur rumah dan alat-alat pertanian 7. Ketundukan masyarakat desa terhadap alam menyebabkan rend ahnya kesadaran mereka akan waktu 8. Besarnya pengaruh alam mengakibatkan orang desa cenderung bersifat praktis, kurang mengindahkan etika pergaulan, saling akrab, jujur, dan terus terang 9. Pengaruh alam juga mengakibatkan terciptanya standar moral yang kaku dalam masyarakat desa 10. Produksi mereka ditujukan untuk menghidupi keluarga bukan bertujuan untuk mengejar keuntungan Pola kebudayaan semacam ini akan menjadi semakin pudar seiring dengan kemajuan teknologi, meningkatnya kemampuan untuk mengendalikanalam, serta tujuan produksi yang semakin berorientasi pada pencarian keuntungan Tata Nilai budaya maju dlm masyarakat pertanian/pedesaan 1. Usahanya ditujukan untuk mengejar keuntungan 2. Menggunakan teknologi dan sistem pengelolaan modern dan menanam tanaman y laku ang pasaran 3. Mengelola pertanian dalam bentuk agribisnis, agro industri sebagaimana seorang pengusaha yang profesional menjalankan usahanya Menurut Rogers ciri-ciri masyarakat modern yaitu :

Pendidikan tinggi dan ilmu pengetahuan semakin maju Teknologi sudah berkembang dengan banyaknya media komunikasi Adanya respon terhadap perubahan

Cenderung berfikir rasional Perasaan empati berkurang

3. Tipe-tipe komunitas desa

Corak dan sifat komunitas desa didasarkan pada sistem mata pencaharian pokok mereka yaitu sistem pertaniannya. Sistem pertanian lahan kering akan menciptakan tipe komunitas yang berbeda dengan sistem pertanian lahan basah. Di samping itu jenis-jenis tanaman juga akan menyebabkan perbedaan tipe komunitas.

Komunitas Desa Pertanian Pada komunitas pertanian , kebanyakan masyarakat bekerja sebagai petani , baik itu yang bergerak pada pertanian yang berskala kecil maupun yang berskala besar, komunitas ini sangat tergantung pada kondisi lingkungan.

Wittlesey, ada 9 corak sistem pertanian yang membedakan tipe komunitas desa: 1. bercocok tanam di ladang berpindah 2. bercocok tanam tanpa irigasi menetap, 3. bercocok tanam menetap dan intensif dengan irigasi sederhana dan tanaman pokok padi, 4. bercocok tanam menetap dan intensif dengan irigasi sederhana tanpa padi 5. bercocok tanam sekitar Lautan Tengah 6. pertanian buah-buahan 7. pertanian komersial dengan mekanisasi berdasarkan tanaman gandum 8. pertanian komersial dengan mekanisasi, 9. pertanian perkebunan dengan mekanisasi.

Komunitas Desa Nelayan Faktor penentu komunitas desa nelayan :

Kepemilikan sarana penangkap ikan (perahu, jaring-jaring, harpun, dan lainnya) Kondisi komunitas desa nelayan umumnya lebih miskin dibanding komunitas desa pertanian. Dalam komunitas desa nelayan terdapat dua strata sosial yaitu juragan dan buruh.

Komunitas Desa Industri Pada komunitas industri , kebanyakan masyarakat bekerja sebagai pengusaha , baik itu yang bergerak pada industri yang berskala kecil maupun indsustri yang berskala besar, komunitas ini sangat tergantung pada sektor lain seperti sektor pertanian yang merupakan produsen dari bahan baku industri yang mereka kelola.

Komunitas Desa Pariwisata Pada komunitas ini , kebanyakan masyarakat bekerja pada sektor pariwisata, yang tentunya bergantung pada jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut. Pada kawasan ini biasanya banyak terdapat fasilitas-fsilitas penunjang pariwisata.

Penutup Kesimpulan Saran Daftar pustaka