Anda di halaman 1dari 2

PROSES GLIKOGENESIS GLIKOGENESIS BERLANGSUNG UTAMA DI DALAM OTOT DAN DI HATI Jalur Biosintesis Glikogen melibatkan Nukleotida Khusus

Glukosa Sama seperti pada glikolisis, glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat yang dikatalisis oleh heksokinase di otot dan glukosinase di hati. Glukosa 6-fosfat mengalami isomerisasi menjadi glukosa 1-fosfat oleh fosfoglukomutase. Enzim itu sendiri mengalami fosforilasi, dan gugus fosfo ikut serta dalam suatu reaksi reversibel dengan glukosa 1,6 bifosfat sebagai zat antaranya. Kemudian glukos, a 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP), untuk membentuk nukleotida aktif uridin difosfat glukosa (UDPGLc) dan pirofosfat yang dikatalisis oleh UDPGlc pirofosforilase. Reaksi berlangsung dalam arah pembentukan UDPGlc karena pirofosfatase mengatalisis hidrolisis pirofosfat menjadi dua kali fosfat sehingga salah satu produk tersebut reaksi dihilangkan. Glikogen sintase mengatalisis pembentukan sebuah ikatan glikosida antara C1 glukosa UDPGlc dan C4 residu glukosa terminal glikogen yang membebaskan uridin difosfat (UDP). Suatu molekul glikogen yang sudah ada, atau primer glikogen harus ada agar reaksi ini dapat berlangsung. Primer glikogen ini pada gilirannya dapat dibentuk pada suatu primer protein yang dikenal sebagai glikogenin. Glokogenin adalah protein 37kDa yang mengalami glukosilasi di residu tirosin spesifik oleh UDPGlc. Residu glukosa lain melekat pada posisi 1p 4 untuk membentuk suatu rantai pnedek yang merupakan substrat untuk glikogen sintase. Di otot rangka, glikogenin tetap melekat pada bagian tengah molekul glikogen; di hati, jumlah milekul glikogen lebih banyak dari pada jumlah molekul glikogenin. Pembentukan cabang melibatkan pelepasan rantai glikogen yang sudah ada Penambahan sebuah residu glukosa le rantai glikogen yang sudah ada, atau primer terjadi di ujung luar molekul sehingga cabang-cabang molekul nonpereduksi glikogen memanjang seiring dengan terbentuknya ikatan 1 p 4 (dengan panjang setidaknya 6 residu glukosa) dipindahkan ke rantai dekatnya oleh branching enzyme untuk membentuk ikatan 1 p 6 sehingga terbentuk titik percabangan. Cabang tumbuh melalui penambahan unit-unit 1 p 4 glukosil dan percabangan selanjutnya.