Anda di halaman 1dari 51

I.

PENDAHULUAN Pendidikan agama Kristen kini merupakan soal yang semakin dianggap penting oleh segala gereja Kristen di seluruh dunia. Gereja-gereja tua bergumul dengan soal ini, karena insaf bahwa_LiFutnya pengaruhnya dalam masyarakat modem dan berkurangnya semangat Kristen sejati dalam lingkungannya sendiri, antara lain disebabkan oleh kelemahannya dalam mendidik jemaat dengan baik. Begitu pula gereja-gereja muds, yang berkembang dan ber uang di tengahtengah masyarakat yang bukan Kristen, tak kurang menghadapi masalah pendidikan itu. Anggota-anggotanya yang merupakan golongan kecil saja di antara rakyat yang berideologi dan beragama lain, perlu mempunyai pengetahuan dan pengertian yang meluas dan mendalam tentang Injil Yesus Kristus, agar mereka dapat mempertahankan kepercayaannya sendiri, dan supaya mereka sanggup menyiarkan berita Injil itu dengan jelas dan penuh kegiatan kepada yang belum mengenal Tuhan Yesus KristusKekurangan-kekurangan dan kesulitan-kesulitan yang kits temui dalam p raktik pendidikan agama gereja kits sendiri, mendorong kits untuk mempelajari kembali apakah sebenamya wujud pendidikan agama Kristen itu dan apakah tujuannya, dan bagaimanakah metodenya yang terbaik, dan banes soal lain pula mengenai tugas mendidik yang sangat penting itu. Untuk itu kini dipersembahkan kepada pars pembaca sebuah kitab,- yang berpokok pads serentetan ceramah yang diajukan Prof. Dr. E. G. Flonggfia dari Princeton di Amerika Serikat kepada Konperensi Pendidikan Agama Kristen di Sukabumi pads tahun 1955. Buku ini bukan laporan biasa. Penyadur telah berusaha untuk mengatur dan menyajikan bahan-bahan ceramah tali dalam bentuk barn. Sudah Tentu secara garis besamya mengikuti uraian-uraian Prof. Homrighausen. Dan menambahkan atau mengurangkan apa yang dirasanya perlu dan berguna, agar supaya isi dan maksud pokok-pokok ini dimengerti dengan sejelas mungkin bagi pembacapembaca Indonesia. Harapan kami ialah supaya segenap kaum pendidik dan pengajar di lapangan PAK akan menaruh perhatian terhadap isi kitab ini, baik

pars pendeta dan guru lr jil, baik guru-guru di sekolah-sekolah negeri dan Kristen, dan banyak anggota jemaat lainnya yang yakin akan pentingnya pekerjaan pendidikan agama.

II. RESUME BAB SATU Pendidikan Agama dalam ALKITAB Pendidikan agama mulai ketika agama sendiri mulai muncul dalam hidup manusia. Tiap-tiap agama di dunia ini mempunyai sistem pendidikannya sendirisendiri. Pendidikan agama Kristen berpangkal kepadapersekutuan umat Tuhan di dalam Perjanjian Lama. Jadi pada hakikatnya dasar-dasarnya sudah terdapat dalam Sejarah Suci purbakala. PAK itu mulai dengan terpanggilnya Abraham menjadi nenek moyang umat pilihan Tuhan, bahkan PAK berpokok kepada Allah sendiri, karena Allah yang menjadi Pendidik bagi umat-Nya. Nenek moyang kaum Israel, Abraham, Ishak dan Yakub menjadi guru bagi seluruh keluarganya. Sebagai bapak-bapak dari bangsanya, mereka bukan saja menjadi imam yang merupakan pengantara antara Tuhan dengan umatNya, tetapi juga menjadi guru mengajarkan tentang perbuatan-perbuatan l'aan yang mulia itu dengan segala janji Tuhan yang membawa berkat kepada Israel turun-temurun. Nabi Musa dipilih pula oleh Tuhan untuk mernbebaskan umat-Nya dari menjadi tetapi penindasan. Musalah yang diangkat jadi panglima dan pemimpinnya, tetapi juga menjadi guru dan pemberi hukum-hukum bagi mereka. Tiap-tiap keturunan Israel menyampaikan pula segala pengajaran dan peraturan itu kepada keturunan yang berikut. Seluruh pendidikan itu bersifat agama; tak ada sebagian juapun dari segala lapangan hidup manusia yang tidak dipengaruhi dan dikuasai oleh agama, Pendidikan itu mulai dalam masing-masing rumah tangga, dan diteruskan dahim kebaktian-kebaktian umum dan di dalam pengajaran tentang taurat Tuham Tuhan Allah sendirilah yang merupakan pusat dan tujuan segala pendidikan masyarakat bangsa Israel Pada zaman Tuhan Yesus pengajaran agama kaum Yahudi sudah sangatberku ran g mute rohaninya. Penyelidikan dan pengajaran tentang taurat telah

bersifat formal dan kaku. Katib-katib bersifat congkak. Tetapi kendatipun demikian, pendidikan agama kaum Yahudi itu tetap merupakan loser dan later belakang bagi pendidikan agama Kristen di kemudian hari. Perjanjian Baru 1. Tuhan Yesus. pertama-tama dan khususnya kita harus menpKahkan pandangan kita kepada Tuhan Yesus sendiri. jabatan-Nya sebagai Penebus dan Pembebas, Tuhan Yesus juga menjadi seorang guru umumnya diperhatikan dan dipuji oleh rakyat Yahudi; mereka dengan sendiriya menyebut Dia Rabbi. Tuhan Yesus mengajar di mana saja: di atas bukit, dari dalam perahu, di sisi orang sakit, di tepi sumur, di rumah yang sederhana dan di rumah orang kaya, di depan pembesar-pembesar agama dan pemerintah, bahkan sampai dikayu palang (salib) sekalipun. Yang menjadi tujuan pengajaran Tuhan Yesus itu bukanlah untukmembahas pelbagai pokok agama dan susila secara ilmiah atau secara teori saja, melainkan untuk melayani tiap-tiap manusia yang datang kepada-Nya. Setiap orang itu dikenalNya, dan dipahami-Nya masalah-masalah yang dipergumulkan orang itu, Bahkan seluruh kehidupan Tuhan Yesus sendiri merupakan pengajaran sampai saat yang terakhir, karena justru dalam sengsara dan kematian a Ia mengajar kita tentang satu-satunya jalan keselamatan bagi Manusia yang berdosa. 2. Paulus. Rasul Paulus Juga seorang guru yang ulung. Ia benar-benar tokoh penting di lapangan pendidikan agama. Paulus sendiri dididik untuk menjadi seorang rabbi bagi bangsanya. Ia mahir dalam pengetahuan akan Taurat dan ia dilatih untuk mengajar orang lain tentang agama kaum Yahudi. Paulus berkeyakinan kuat dan beriman teguh. Selalu ia siap sedia untuk bertukar pikiran, mengajar, menegur dan mengajak. Paulus mengajar di rumah-rumah tempat ia menumpang, di gedung-gedung yang disewanya, di lorong-lorong kota atau di padang-padang, di atas kapal dan dalam bengkelnya, di pasar dan dalam kumpulan kaum filsuf. Rasul Paulus juga banyak mengajar melalui surat-surat. 3. Jemaat yang mula-mula Sejak mulai berdirinya maka jemaat Kristen menjunjung pengajaran agama

perkupulan itu mereka berdoa, berbicara tentang pengajaran dan perbuatanperbuatan Tuhan Yesus Kristus. Akibatnya ialah mereka mulai berkhotbah dan mengajar, supaya banyak orang lain pula akan percaya pada Yesus sebagai Penebus dan Tuhan. Kerajinan dan kesetiaan Israel dalam menjalankan pendidikan agama diturutinya pula, hanya perbedaannya ialah sekarang bukan lagi Taurat yang menjadi dasar dan pusat pendidikan itu, melainkan Yesus Kristus. Kesimpulan bahwa agama Kristen itu suatu agama yang sangat mementingkan pendidikan Agama. Gereja Kristen di dunia ini menjadi suatu terang, yang dapat-menunjuk, dan keselamatan. Sedari zaman Perjanjian Baru jemaat Kristen sangat mementingkan pendidikan agama. Tugas mengajar itu tentu diserahkan khususnya kepada kaum guru yang telah mempunyai karunia dan latihan istimewa untuk pekerjaan yang mulia itu. Mulai dari abad pertama tarikh Masehi, Pendidikan Agama Kristen menyiapkan orang untuk masuk ke dalam persekutuan jemaat Kristus, dan setelah disambut dalam jemaat itu mereka dididik terus supaya semakin lama semakin berakar dalam pengetahuan dan pengenalan yang mendalam tentang Yesus Kristus, Kepala Gereja.

BAB KEDUA TENAGA PENDORONG Pendidikan Agama Kristen PAK itu bukan ciftaan pikiran kita sendiri. Melaikan mendorong kita untuk melaksanakan pekerjaan itu ialah tenaga pendorong dari luar, yang masuk ke dalam hidup kita dan kini berkuasa atas kita. a. Perlunya tenaga pendorong yang benar Demikian juga keadaan suatu gereja, yang walaupun mempunyai gedunggedung yang permai, organisasinya yang rapi, pekerja-pekerja yang di latih baik, tetapi belum pantas dan sanggup mengerjakan tugasnya, oleh karena tenaga pendorongnya yang satu-satunya belum menjadi miliknya. Salah satu tugas gereja yang terpenting ialah PAK. Pada hakikatnya dalam batin manusia selalu terdapat bermacam-macam api, yang menjadi daya pendorong baginya, misalnya api seksual atau dorongan kelamin kita. Tidak mengapa, asalkan api itu di hubungkan saja dengan api ilahi dari atas, yang dengannya Tuhan mau menyucikan segala api manusia itu. Api Tuhan yang suci dan benar itu perlu bernyala dala diri kita, barulah segala dorongan yang mengerjakan kita dengan semestinya. Maka syarat ini terlebih lagi mengenai diri dan pekerjaan kaum pendeta, guru Injil, guru PAK dan segala pekerja gereja yang lain, yang terpanggil oleh Tuhan supaya melayani-Nya dalam tugas yang istimewa. Jadi tak dapat kita sangkal bahwa dorongan-dorongan dan alasan-alasan itu agak banyak yang agak dangkal dan duniawi sifatnya. Justru sebab itu sangat pentinglah tugas para guru di lembaga-lembaga teologi itu ntuk mendorong siswasiswa itu menyadari kesucian dan kesungguhan panggilan mereka. b. Dorongan-dorongan asasi dalam PAK Pertama-tama kita memberikan PAK itu oleh kerena Allah sendiri telah menyatakan diri-Nya. Inilah dasar mutlak pengajaran kita. Selanjutnya, selaku

akibat langsung dari penyataan Allah tadi, kita terdorong untuk memperkenalkan Yesus Kristus kepada dunia ini, kerena Tuhan Yesuslah yang menjadi penjelmaan kasih sayang Allah yang abadi itu. Maka supaya dunia dapat percaya akan Juru selamatnya itu, perlulag Gereja Kristus kepadanya siapakah Yesus Kristus ini, bagaimakanakah asal-Nya dan tujuan-Nya, hakikat-Nya dan pekerjaan-Nya, kehidupan-Nya dan kematian-Nya, lagi kebangkita, kemenangan, kuasa dan pemerintahan-Nya selaku Penebus dan Raja dunia ini. Dan akhirnya, terdorong oleh kuat-kuasa Roh Kudus, yang adalah Roh Kebenaran, yang beraksi tentang pekerjaan Allah dalam Yesus Kristus itu, dan yang menyungguhkan kepercayaan itu di dalam batin segala orang beriman. c. Pembaruan dorongan-dorongan kita Pembaruan dan dorongan semangat kita tenti merupakan soal yang penting. Kita harus berdoa dengan setia dan dengan bersungguh-sungguh, supaya denga jalan itu persekutuan kita dengan Tuhan selalu terpelihara. Jikalau pekerja gereja senantiasa mencari kekuatan dan penghiburanya dalam kebaktian bersama, yakni dalam ibadat yang hidup, di mana jiwa mereka di segarkan oleh Firman Tuhan dan sakramen.

BAB TIGA HAKIKAT DAN ARTI Pendidikan Agama Kristen

a.

Pembatasan istilah PAK PAK ini hatus kita bedakan dari nama-nama lain, seperti Pendidikan Kristen, atau Pengajaran Kristen, dan Pendidikan Agama atau Pengajaran Agama, yang memang tidak sama artinya. Pendidikan (atau Pengajaran) Kristen biasanya di pergunakan untuk pengajaran di sekolah-sekolah Kristen, baik di sekolah-sekolah rakyat, maupun di sekolah-sekolah lanjutan, yang masih di jalankan oleh gereja atau organisasi (pehimpunan) Kristen. Pendidikan (atau Pengajaran) Agama labih menuju kepada maksud kita, tetapi keberatannya ialah nama ini terlampau luas. Untuk Agama Kristen Roma Katolik atau bermacam-macam Gereja Protestan, tetapi dapat pula di kenakan pada aliran teosofi, aliran Protestan yang sangat modern, pada agama Yahudi Tionghoa dan sebagainya. Oleh sebab itu kini Gereja Protestan ortodoks di Amerika lebih siuka memakai istilah Pendidikan Kristen (Christian Education) atau Pendidika Agama Kristen (Christian Religious Education). b. PAK sebagai tugas gereja Pak adalah salah satu dari tugas-tugas gereja yang banyak itu jadi bukan satu-satunya tugas gereja Gereja mempunyai tugas mengadakan kebaktian umum,. dan di dalam kebaktian itu gereja wajib memberitakan Firman Tuhan khotbah dan dengan melayani sakramen-sakramen Justru sebab PAK itu merupakan suatu ftmgsi gereja yang amat penting, perlulah kita menitikberatkan bahwa PAK itu adalah pendidikan yang seharusnya ditanggung dan dilaksanakan oleh Gereja sendiri. PAK itu tak lain dan tak bukan hanyalah suatu pemberian dan amanat Tuhan

sendiri kepada jemaatNya, Dalam surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus kita membaca (Ef. 4:11), bahwa Tuhan telah memanggil dan mengangkat dari antara anggota-anggota gereja baik rasul-rasul maupun nabi-nabi baik pemberitapemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar.
C. Hubungan PAK dengan tugas-tugas Gereja yang lain

perkunjungan rumah tangga. Penggembalaan jemaat tentu disertai pengajaran dan nasihat. Perkunjungan itu barn berhasil baik, jikalau anggotaanggota bertambah-tambah mahir dalam perkara iman dan kelakuan Kristen oleh karena perkunjungan itu. Sebaliknya PAK yang diberikan dengan bijaksana oleh seorang pendeta atau guru yang mencintai murid-muridnya, pasti akan bersifat pemeliharaan secara pastoral dan oleh sebab itu akan mendatangkan penghiburan dan pembinaan rohani bagi para pelajar itu. D. Lapangan kerja PAK PAK di dalam masyarakat kita dapatlah kita bagikan misalnya seperti berikut: PAK di dalam jemaat, PAK di segala lembaga persekolahan, dan PAK di perguruan-perguruan teologi. Suatu tugas PAK yang amat penting pula ialah katekisasi, mereka di hadapan urnum dan bagi peneguhan mereka selaku yang bermaksud menyiapkan orang-orang muds bagi pengakuan iman anggota penuh dari Gereja Kristus. Alangkah perlunya supaya segala Sekolah Teologi, baik yang rendah yang Yg tertinggi, mendidik dan melatih bakal-bakal pendeta dan. guru Yang nanti dipekerjakan dalam gereja-gereja kita, untuk mengurus dan. memberikan PAK itu dengan cakap, sesuai dengan penting dan sucinya pekerjaan itu dan sucinya pekerjaan itu dan selaras dengan tuntutan-tuntutan zaman ini. E. Hakikat PAK yang sebenarnya Dua aspek yang terdapat pads PAK itu. Aliran Yang satu mengutamakan aspek pengajaran, dan aliran Yang lain menitikberatkan aspek aspek pengalaman keagamaan. Pengajaran atau pendidikan itu hendak membangunkan kepercayaan Kristen dalam diri para murid itu dengan jalan menyampaikan pengetahuan.

Gereja menjadi alas Tuhan untuk memelihara dan membagi-bagikan harts bends rohani yang berharga itu kepada umat manusia di segala waktu dan tempat, dan khususnya kepada ahli-ahli waris perjanjian Tuhan, yakni jemaat Yesus Kristus. Dalam arti ini PAK itu pertama-tams berfungsi sebagai penyampaian kebenaran yang dinyatakan Tuhan dalam Alkitab. Yang terpenting bagi anak-anak kita ialah supaya mereka mengetahui dan mengakui pokok-pokok kepercayaan agama Kristen itu. Mereka harus mengenai seluruh isi Alkitab, dan harus menjadi mahir dalam segala soal mengenai iman Kristen itu. Tegasnya, aliran ini mau memberi pengajaran yang mendalam, dan semata-mata berpusatkan pada Alkitab. Di samping itu telah muncul aliran lain pula, yang khususnya berpenganih di Amerika. Seperti tadi telah dikatakan, mereka mengutamakanpengalam--' an rohani setiap orang Kristen. Segala perhatian mereka dipusatkan kepada perkembangan pribadi murid-murid itu. Golongan ini berusaha untuk mendidik anak-anak dan pemuda-pemuda supaya mereka hidup secara harmonic dan supaya melayani masyarakat selaku pribadipribadi yang jujur dan luhur. F. Arti PAK yang sebenarnya Mengajar adalah suatu usaha yang ditujukan kepada pribadi tiap-tiap pelajar. Inilah hadapan dan doa setiap guru PAK yang insaf akan maksud pekerjaannya, ialah supaya Tuhan dapat memakainya uptuk menanam dan memelihara bibit iman itu di dalam hati segala anak didikannya, Inilah arti yang sedalam-dalamnya dari PAK, bahwa dengan menerima pendidikan itu, segala pelajar, muda dan tua, memasuki persekutuan iman v;mg hidup dengan Tuhan sendiri, dan oleh dan dalam Dia mereka terhisab pula pada persekutuan jemaat-Nya yang mengakui dan mempermuliakan NamaNya di segala waktu dan tempat.

BAB EMPAT OBJEK-OBJEK Pendidikan Agama Kristen Apa yang dikatakan Firman Tuhan mengenai hasil dan maksud pekerjaan Roh. Kudus di dalam jemaat K(ts Ue, yakni di Efesus 4:11-16. (11) Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pembei-ita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajarpengajar, (12) untuk rnempedengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, (13) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, (14) sehingga kita bukan lagi anakanak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, (15) tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. (16) Daripada-Nyalah seluruh tubuh, yang spill tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiaptiap anggota menerima pertumbuhannya dan Inembangun dirinya dalam kasih. a. Wujud dan perlunya objek-objek itu Wujud itu dapat kita ibaratkan dengan suatu sasaran bila kita menembak dengan senapan. Objek itu dapat juga diumpamakan dengan rancangan sebuah rumah. Mustahil orang membangun rumah yang kokoh dan lengkap, kecuali kalau lebih dulu ia merancangkan suatu proyek yang dengan tegas menyatakan maksud rumahitu seanteronya dan maksud tiap-tiap bagiannya; penyampaian pengetahuan tentang pokok-pokok .dasar itu selalu perlu menjadi objek yang terpenting bagi PAK Jikalau tujuan ini tidakdiperhatikan, gereja nanti tidak mempunyai rangka, jadi tak bisa berdiri dan bergerak, dan tidak memberi pegangan kepada manusia yang men-_cari pertolongan padanya. Pada pihak lain, janganlah gereja hanya mempunyai 'rangka saja, sebab jika demikian keadaannya tentu saja menakutkan orang.

b. Cara menetapkan objek-objek Dalam pendidikan umumnya kita biasa membedakan dua macam objek, yakni objek yang jauh dan objek yang dekat. Menentukan objek-objek PAK itu. Untuk itu perlu kita memperhatikan beberapa hal : 1. Dalam mencari dan menentukan objek itu sudah tentu Firman Tuhanlah yang merupakan satu-satunya dasar dan pangkalan bagi usaha itu. 2. Objek itu harus sesuai dengan sifat gereja kita sendiri. 3. Penetapan objek dan pembagian bahan-bahan itu harus dilakukan sesuai dengan unsur murid-murid. 4. ada pula latar belakang murid-murid yang perlu diperhatikan 5. Objek pengajaran kita juga perlu berhubungan dengan macamnya PAK 6. Akhirnya ada baiknya kita senantiasa sadar akan kebutuhan khusus para pelajar atau pendengar kita. c. Beberapa objek yang asasi Daftar objek-objek yang tercantum di bawah ini dianggap objek-objek dasar bagi PAK yang diselenggarakan oleh gereja-gereja Protestan di Amerika Serikat. 1. Yang pertama memang mengenai Allah. 2. Serentak dengan Allah Bapa perlu kita sebutkan Yesus Kristus, yang telah menyatakan Bapa yang Rahmani itu kepada umat manusia. 3. Tujuan ketiga, yang amat penting, ialah pengenalan dan pengalaman akan Roh Kudus. 4. Gereja sendiri tentu juga menjadi objek PAK. 5. Objek yang lain sifatnya pula ialah supaya mereka dididik untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab. 6. PAK juga harus menuju kepada pandangan hidup secara Kristen bagi segala orang didikannya itu, ialah supaya mereka belajar memanclang dan menilai segala gejala di dunia di sekitarnya itu berdasarkan Injil Yesus Kristus. 7. Objek yang terakhir dari PAK itu ialah untuk menyampaikan warisan agar

Kristen A. 1. sendiri. 2 2. 3. 4. yang jahat. 5. 6. 7. 8. 9. 10. B. Serikat Gereja-gereja Protestan yang ada di "Amerika Latin" atau Amerika Selatan itu, masih merupakan Injili yang kecil saja di antara rakyat lainnya, yang hampir semuanya beragama Katolik Roma.
1.

Objek PAK Memberikan murid-murid perasaan penghargaan terhadap dirinya Membuat mereka menjadi warga yang bertanggung jawab. Supaya mereka belajar menghargai dunia ini. Supaya mereka dapat membedakan nilai-nilai yang baik clan Supaya mereka dapat menghubungkan pengalaman-pengalaman Supaya mereka menjadi orang yang dapat dipercaya. Supaya mereka belajar bekerja sama dan tolong menolong. Supaya mereka selalu mengejar kebenaran. Supaya mereka bersikap positif terhadap peristiwa-peristiwa yang Supaya mereka suka turut merayakan hari-hari raga Kristen Objek-objek PAK dari Gereja-Gereja Protestan di Amerika

Dalam Gereja Liberal di Amerika Serikat 1)

mereka sendiri dengan filsafat hidup Kristen.

terjadi sekelilingnya, dan terhadap perkembangan sejarah umumnya. dalam roh persekutuan Kristen.

Adalah keyakinan kami, bahwa dalam Yesus Kristus dengan Injil-Nya kita Terniliki penyataan yang tertinggi dari Allah dan dari maksud-maksud-Nya terhadap segala manusia, dengan tidak memandang orangnya. Kami percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang tertulis, laporan penyataan-Nya dalam sejarah, sumber pengetahuan kita akan hidup dan pengajaran Yesus, dasar mutlak bagi segala kemajuan rohani, dan ukuran yang secukupnya bagi kepercayaan dan kelakuan Kristen, serta mengandung asasasas susila bagi hidup manusia.

2.

Oleh karena itu tujuan PAK ialah: a. memimpin murid selangkah demi selangkah kepada pengenalan yang sempurna mengenai peristiwa-peristiwa yang terdapat dalam Alkitab dan pengajaran-pengajaran yang diberitakan olehnya; b. membimbing murid dalam cars menggunakan kebenaran-kebenaran asasi Alkitab itu untuk keselamatan seluruh hidupnya; c. mendorong dia mempraktikkan asas-asas dasar Alkitab itu, supaya memf" bina suatu perangai Kristen yang kukuh; d. meyakinkannya, supaya mengakui bahwa kebenaran-kebenaran dan asasasas itu menunjukkan jalan untuk pemecahan masalah-masalah kesusilaan, sosial dan politik di dunia ini.
3.

Kami percaya bahwa Kerajaan Allah adalah suatu kekuasaan yang bekerja melalui Roh Kudus, gereja adalah persekutuan semua orang percaya, yang mengakui Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.

Berdasarkan pendapat ini, maka tujuan PAK itu ialah memimpin murid: a. supaya ia mengenal ajaran-ajaran asasi dari agama Kristen; b. supaya ia bekerja sama dengan Allah untuk mendatangkan Kerajaan-' Nya, sambil membaktikan diri kepada pengluasannya; c. supaya ia mengambil bagian secara aktif dalam jemaat setempat; d. supaya ia menumbuhkan keyakinan akan persekutuan rohani semua orang percaya; 4. Kami yakin bahwa penerimaan Injil terlibat pula keharusan untuk menyatakan Injil itu dalam hidup pribadi dan sosial. Berhubung dengan itu menjadi objek PAK pula untuk menolong murid: a. bertumbuh dalam hidup pribadinya itu dan dalam hubungan-hubungannya dengan orang lain; b. menggunakan ibadat perseorangan, supaya ia dapat mengenal panggilan Allah serta menjawabnya dengan pembaktian hidupnya; c. menyatakan imannya dalam lingkungan keluarganya dan 5. Dalam warisan Kristen kita termasuk pula kepercayaan akan Allah Pencip! yang menyatakan sebagia"ari alam pikiran-Nya dalam tata alam dan di dalam bangsa manusia

BAB LIMA ILMU JIWA dan Pendidikan Agama Kristen

a.

Arti Ilmu Jiwa

Menurut nama Yunaninya Psychologi itu hendak mempelajari Psyche atau jiwa manusia. Tetapi kini ilmu jiwa tidak saja mau menyelami bagian batin atau rohani dari manusia melainkan objeknya menjadi lebih luas, ialah segala gejala kehidupan jiwa manusia. Berhubungan dengan itu ilmu jiwa juga menyelidiki dengan cara bagaimana kita belajar; bagaimana kita menambahkan pengetahuan baru pada perbendaharaan pengetahuan yang sudah kita miliki lebih dulu; bagaimana kita mengembangkan daya pikiran kita; bagaimana kita menentukan sikap hidup kita dan menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan kita. Jawab atas segala soal-soal itu asyik dicari oleh ilmu jiwa. b. Ilmu jiwa agama Pada zaman kebudayaan Yunani kuno, beberapa abad sebelum tarikh Masehi, filsuf-filsuf yang termasyhur seperti Plato dan Aristoteles sudah merenungkan pelbagai hal mengenai jiwa manusia: bagaimana wujud dan nilainya, asal dan.- tujuannya, kekuatan dan sifat-sifatnya. psikologi secara ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri barn mulai berkembanj sejak tahun 1880 oleh jasa Prof. Wundt di Leipzig (Jerman). Sesudah itu, dan khususnya dalam abad XX ini,ilmu jiwa nnerebut tempat kehormatan di segala universitas. Ahli-ahlinya mengembangkan berbagai aliran, masing-masing dengan teori dan metodenya sendiri. Khususnya Sigmund Freud sangat besar pengaruhnya dalam pembaruan ilmu jiwa, sebab ia mulai menitikberatkan segala

dorongan yang tersembunyi dalam kehidupan jiwa manusia, yang menguqsai dan menentukan tingkah laku manusia walaupun ia tidak menyadarinya.

Salah satu cabang ilmu jiwa khusus yang penting bagi segala pekerja dalam gereja, ialah ilmu jiwa agama. Pokoknya ialah berkembangnya agama dalam jiwa manusia dan segala pernyataan kehidupan agama manusia itu. c. umumnya Ilmu jiwa menekankan bahwa hidup manusia merupakan keseluruhan Atau totalitas. Hidup kejiwaan kita bukan merupakan jumlah dari banyak bagian atau unsur yang berdiri sendiri, melainkan adalah suatu keanteroan. Selanjutnya ilmu jiwa menerangkan bahwa manusia adalah suatu makhluk yang ulung. Sifatnya istimewa sekali; tak ada bandingannya. Sumbangan lain pula yang diberikan ilmu jiwa pada kita, ialah keterangannya bahwa jiwa manusia sangat merindu. Ia rindu akan kesatuan. Ilmu jiwa menunjukkan kebutuhan mutlak itu, Ilmu jiwa menekankan bahwa manusia harus mengubah haluannya dan perlu diselamatkan, tetapi hanya Injil yang sanggup menerangkan bagaimana pertobatan itu harus dilakukan dan dimana keselamatan itu dapat diperoleh. d. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Sumbangan Ilmu Jiwa Mengenai Pelajaran Pelajaran menuntut minat yang sungguh Pelajaran menuntut latihan praktis Perlu diperhatikan beda waktu dengan umur orang-orang didikan kita Pelajaran sangat dipengaruhi oleh perasaan (emosi) Pelajaran ada segi sosialnya Pelajaran menurut daya pendorong yang lebih baik Pelajaran harus dilakukan dengan berbagai-bagai jalan Belajar lebih penting dari mengajar Sumbangan ilmu jiwa mengenai hidup manusia

BAB ENAM PENDETA dan Pendidikan Agama Kristen "Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, swami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang" (1 Tim. 3:2). "Sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar ... (2 Tim. 2:24). "Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anakanakku yang kukasihi. Sebab sekalipun kamu mempunyai beriburibu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak baps. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu. Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku! Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setup jemaat (l.Kor. 4:14-17). a. Kedudukan dan pentingnya Pendeta Jabatan pendeta dapat kita tinjau dari tiga jurusan. Pertama, Sebagai suatu karunia Tuhan, seperti diuraikan Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus pasal 4. Tuhan Allah telah memberikan Jabatan pengkhotbah dan pengajar itu kepada gereja. Qereja dan - Jabatantak dapat dipisahkan; yang satu tidak dapat dipikirkan tanpa yang lain. Di samping itu Jabatan pendeta juga merupakan suatu pangkat dalam hubungan organisasi gereja, suatu kedudukan resmi. Dan akhirnya pekerjaan pendeta adalah suatu fungsi atau suatu tugas yang tertentu. Pada hakikatnya ketika aspek ini mengenai gereja pula: gereja adalah pemberian Allah: gereja adalah suatu organisasi di tengah-tengah masyarakat. Dan gereja merupakan suatu badan yang melakukan fungsinya yang istimewa di antara umat manusia.

Jabatan pendeta itu sangat penting, tetapi juga sangat sukar. Jangan hendaknya kita menyambut Jabatan itu sembarangan saja. Untuk menjadi pendeta perlu keyakinan yang sungguh bahwa Tuhan sendiri telah memanggil kita, dan kita harus menaati dan menuruti suara panggilan itu. Hanya Roh Tuhan saja yang dapat mengaruniai kita kepastian dan keberanian yang kita butuhkan untuk menerima tugas yang mahamulia itu di dalam gereja dan masyarakat. Sebagai pendeta ia menjadi pusat kehidupan dan keaktifan jemaat. Dialah yang dipercaya pimpinannya. Dialah yang tampil ke muka dan memegang peranan yang penting dalam segala gerak-gerik jemaat itu. Dipandang dari sudut manusia, kemajuan dan perkembangan hidup rohani orang Kristen lain bergantung kepada kerajinan dan kecakapan pendeta: begitu pula pelaksanaan tugas gereja di dalam dunia, dialah yang menentukannya. Pendetalah yang memberitakan dan menerangkan iman Kristen kepada anggota jemaat. Dialah yang wajib memberi teladan tentang sikap hidup dan kelakuan Kristen. b. Pendeta dan Pendidikan Agama Kristen Pendeta memim . segala pekerjaan dalam jemaat; dialah yang diangkat dan dikhususkan untuk mengemudikan dan menggiatkan segala keaktifan jemaat. Oleh sebab itu penting pendirian pendeta terhadap so pendidikan agama. Pertama, pendeta menjadi penilik umum bagi segala cabang pendidikan perlu itu. Harus ada hubungan yang eras antara pendeta dengan segala Sekolah Minggu, katekisasi dan kursus. sebagai seorang pemimpin yang ahli patutlah ia menjaga supaya rencana pelajaran dijalankan dengan semestinya. la harus mencamkan segala kekurangan dan salahnya; ia harus memberi petunjuk dan pimpinan; ia harus membimbing dan membesarkan hati para pekerja dalam pendidikan agama itu. Pendeta juga bertugas membela dan mempropagandakan PAK. Dalam khotbahnya haruslah ia menunjuk kepada pentingnya pendidikan itu bagi seluruh jemaat. c. Pendeta sebagai guru Seharusnya pendeta menjadi seorang guru yang cakap. Pendeta harus

sanggup menguraikan suatu pokok dengan jelas dan menarik hati. Hal yang terakhir ini mengandung arti bahwa gereja wajib mempergunakan khotbahnya juga untuk menyinarkan cahaya firman Tuhan atas masalah-masalah hidup sosial dan politik. Untuk menunaikan tugas itu dengan sepertinya, baiklah senantiasa kita ingat nasehat Paulus kepada Timotius, yang berbunyi ; Usahakanlah supaya engkau layak dihadapan Allah, sebagai orang pekerja yang tidak usaha malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. (2 Tim. 2 : 15). Pendeta melakukan fungsinya sebagai guru juga bila ia berbicara didepan corong radio, atau bilamana ia menulis karangan-karangan bagi majalah-majalah jadi alas yang sangat berfaedah untuk menyampaikan berita kepada pelbagi golongan masyarakat yang tak ada kesempatan -mendengar ti man Tuhan dengan jalan lain. pendeta juga menjadi seorang guru bagi bangsa dan negaranya. ia akan memberi nasihat dan peringatan di mans perlu, bukan selaku seorang yang hanya tabu mengecam secara negatif saja, melainkan karena ia ditentukan Tuhan sebagai seorang pengawal dan pengawas di antara bangsanya, supaya, dengan suaranya itu Tuhan sendiri dapat menyatakan maksud dan titah-Nya yang suci bagi kehidupan nusa dan bangsa. Latihan itu harus diberikan kepadanya dalam sekolah-sekolah teologi. Ia harus dididik dan dilatih pula dalam praktik pekerjaan seorang pendeta dan guru agama. Dengan demikian bakal pendeta mendapat kesempatan untuk membiasakan diri kepada praktik pendidikan agama; salahsalahnya diperbaiki, metode-metode yang baik dipelajarinya, dan kesukarankesukaran yang selalu dialami pads permulaan sesuatu pekerjaan barn dapat diatasinya sebelum ia memasuki jemaatnya yang pertama. Kesimpulan kita pada akhir bab ini ialah bahwa seorang pendeta dari ge *a Yesus Kristus di dunia ini dipanggil untuk mengajarkan suatu pokok yang sangat mulia dan yang paling penting. Jikalau ia melihat dan memakai segala kesempatan yang terbuka baginya, alangkah besarnya berkat dan hasil rohani yang akan terbit dari pengajaran agama itu bagi jemaat Kristen dan bagi banyak orang yang kini masih di luar lingkungan Kerajaan Tuhan.

BAB TUJUH AL KITAB dalam Pendidikan Agama Kristen Surat kedua yang dikirim Rasul Paulus kepada temannya, Timotius, kita membaca (2 Tim. 3:15-17): Ingatiah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia " kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik." Pertemuan Filipus dengan sida-sidaUAV-i,, yang terbaca dalam Kisah 8:26-39, temyata pula betapa pentingnya penyelidikan dan penafsiran Alkitab untuk menerangkan jalan keselamatan kepada manusia yang belum mengenal Tuhan Yesus Kristus. Dengan dua contoh ini jelaslah sudah bahwa Alkitab merupakan pusat dan intipati seluruh PAK. Alkitab adalah kitab yang sangat tebal; jarang ada orang yang memberanikan diri membaca segala kitab yang banyak itu. Apalagi, isinya Bering tak gampang dimengerti, sebab Tatar belakangnya, gays bahasanya, pengertianpengertiannya dan pikiranpjKrannya berlainan benar daripada kesusastraan zaman kita ini. Penjelasan isi Alkitab adalah dasar dan pusat dan maksud yang terutama dalam pengajaran agama itu. a. Apakah sebabnya Alkitab mempunyai kepentingan mutlak 1. Kepercayaan Kristenlah yang menyebabkan, bahwa Alkitab adalah sebuah

kitab yang mutlak. 2. Alkitab adalah sebuah kitab yang mutlak, oleh sebab hanya kitab ini saja yang menyampaikan Injil Tuhan Yesus Kristus, ialah kabar baik tentang Juruselamat yang masuk ke dunia ini menebus segala dosanya, supaya manusia diperdamaikan pula dengan Allah. 3. Alkitab menyatakan kepada kita bagaimana perhubungan antara kita manusia dengan Alla.4.
Di dunia ini memang ada rupa-rupa kitab agama yang dianggap tulisan suci, tetapi bila dibandingkan dengan Alkitab ternyata Alkitab itu sebuah kitab yang bersifat istimewa, sebab memberi kesaksian tentang Allah yang Esa yang telah menyatakan diri selaku Bapa, Anak dan Roh Kudus. 4. Kita orang Protestan, orang Injil. Kita bersyukur kepada Tuhan bahwa Alkitab ditemukan kembali dalam abad XVI.

b. Apakah yang hendak diajarkan tentang Alkitab ? 1. 2. Hendaknya kita memberi kepada jemaat kita pandangan yang Berkenaan dengan keterangan tadi, selanjutnya kita harus jujur mengenai Alkitab. menjelaskan dalam arti manakah Alkitab disebut firman Allah. Kita mengajarkan kepada jemaat bahwa Alkitab adalah sungguh-sungguh Firman Allah, sebab inilah kepercayaan Kristen. 3. Perlu pula kita menjelaskan bahwa Alkitab bukan kitab yang statis. Wajah Alkitab adalah Yesus Kristus. Segala bagian lain dalam Alkitab tentu masing-masing ada pentingnya, Tetapi yang paling penting ialah kesaksian 'tentang Yesus Kristus. Di dalam Dia kita menemui Allah sendiri. Sebab itu kita harus mengajar jemaat selalu mencari dan berusaha supaya melihat dan mengenai wajah Alkitab, ialah Yesus Kristus. 4. Baiklah kita mengajar bahwa dalam Alkitab terdapat bermacammacam ienis kesusastraan. Ada syair, ada cerita, ada surat, ada silsilah, ada uraianuraian dan sebagainya. Misalnya kesebelas pasal yang pertama dari Kitab Kejadian adalah kesusastraan yang lain daripada bagian kejadian yang berikut. Cerita mengenai penciptaan dunia adalah syair yang sangat indah. 5. Allah telah menyatakan Diri-Nya dengan perlahan-lahan dan

berangur-angsur di dalam Alkitab. Allah Perjanjian Lama dan Allah Perjanjian Baru, sama saja, satu Allah. 6. Ada soal lain pula. Kita tak mungkin mengenal Alkitab, jika kita hanya mengenal Alkitab saja. Alkitab itu harus dihubungkan dengan hidup kita sendiri. 7. 8. Sebaiknya kita berjaga supaya jangan kita memberi kesan seakanAkhirnya, tak dapat kita mengajarkanAlkitab, jika kita tidak akan kita mengetahui semua tentang isi Alkitab. mengenal latar belakangnya. c. Bagaimanakah Alkitab itu harus diajarkan ? 1. 2. Pengajaran tentang Alkitab harus disesuaikan dengan umur murid. Pengajaran Alkitab harus diberikan dengan memakai cara-cara Alkita dalam kelompok-kelompok secara diskusi juga

yang efektif Mempelajari merupakan metode yang amat berfaedah dan menarik banyak orang.

BAB DELAPAN METODE-METODE a. Tempat Metode dalam PAK

Di Amerika zaman ini pelajaran metode tambah hari tambah dipentingkan dalam latihan bakal pendeta. Angkatan muda dalam gereja tidak mewarisi iman Kristen secara otomatis, melainkan dengan perantaraan orangtua, guru-guru, sahabat, pendeta 7' dan jemaat dan sebagainya. b. Arti metode Dalam PAK,metode adalah suatu pelayanan, suatu pekerjaan yang aktif, yang kits lakukan bagi Firman Tuhan dan bagi sesama manusia, supaya kedua pihak itu bertemu satu sama lain. Metode sebenarnya perkara yang bersudut dua. Ada sudut teori dan ada sudut praktik. Membedakan dua teori mengenai pendidikan. Yang pertama disebut "metode otoriter "; metode ini memakai kuasa (otoritas) dari atas. Yang kedua dinamai inamai "metode kreatif.", jala4,metode yang hendak menciptakan sesuatu, Metode otoriter mau menyampaikan suatu ajaran yang lengkap kepada orang didikannya. Orang didikan itu harus menerima saja, serta tunduk kepada kuasa gurunya. Orang didikan itu harus menerimkAs&jWg tunduk kepada kuasa gurunya. Contoh yang terang ialah cara mendidik dalam tentara. Lain halnya metode kreatif. Metode ini menitikberatkan kebebasan orang seorang untuk berpikir sendiri. Guru tidak menjadi penguasa atau pemberi

pemelainkan is seorang pemberi pedoman dan penolong. c. Batas-batas metode Tidak ada satu metode yang seratus persen baik. Metode-metode yang disodorkan Iblis kepada Yesus, sesudah ia berpuasa 40 hari di gurun. Tiga godaan itu rapat sangkut pautnya dengan cara-cara yang hendak dipergunakan Yesus dalam pekerjaan-Nya diantara bangsa manusia. Peratama-tama iblis membujuk Tuhan Yesus supaya kuasa sorgawi-Nya dipakai-Nya untuk maksud-maksud duniawi. Metode kedua yang ditolak Tuhan Yesus, ialah mengadakan pertunjukan (demonstrasi) yang hebat, dengan melemparkan diri dari sotoh Bait Allah, menjadi tontonan bagi orang banyak. Akhirnya iblis juga mencobai Tuhan Yesus dengan mengajak-Nya supaya ia memakai cara-cara dunia ini. Jadi jelaskan sudah bahwa ada batas-batas pada metode-metode yang boleh dipakai dalam PAK. Batas-batas itu ditetapkan oleh sifat iman kita dan oleh tuntutan-tuntutan Kerajaan Rohani yang kita layani. d. pengajaran. 1. Hal mengajar dan belajar harus berjalan bimbingan tangan. 2. Menanamkan pengertian lebih penting daripada menyampaikan sejumlah peristiwa, nama dan tahun. Agama Kristen adalah perkara yang bukan saja perlu dipelajari, tetapi terutama harus dihayati dan dilaksanakan. 3. Hasil penyelidikan dan percobaan membuktikan bahwa belajar bersama lebih besar faedahnya daripada belajar sendiri . sebab itu para pendidik menitikberatkan pelajaran dalam kelompok-kelompok 4. Kini juga diterangkan bahwa pengajaran kita tak boleh bersifat teori saja. Sebaiknyalah teori itu disertai dengan pekerjaan yang aktif. 5. Guru merupakan faktor yang sangat penting dalam metodik PAK. Jangan kita menganggap, diri guru sebagai perkara sampingan saja. Pribadi guru dan segenap s&apnya, serta cinta dan percayanya sangat mempengaruhi Kecenderungan-kecenderungan baru dalam metodik Dengan singkat saja dianjurkan beberapa pendapat baru mengenai metodik

caranya is mengajar. 6. Dalam pelbagai lapangan masyarakat diadakanpenyelidikan mengenai cara bagaimana kita berkornunikasi atau menyampaikan sesuatu bahan pengetahuan atau pengertian kepada orang lain dengan jalan yang paling efektif.. 7. Antara lain sudah ternyata bahwa metode yang menuju pada segala alas indera manusia jauh lebih besar hasilnya daripada metode yang hanya menuju kepada satu indera saja, misalnya pendengaran. e. Penilaian terhadap beberapa metode Marilah kita membahas dengan pendek beberapa metode yang sudah biasa kita pakai atau yang sudah umum dipakai di tempat lain., 1. Metode kuliah atau ceramah. Dengan menyebut kata "kuliah" itu jangan hendaknya pikiran kita terarah kepada duns perguruan tinggi saja. Yang dimaksud ialah cara mengajar sebagai pembentangan sesuatu pokok oleh guru. Gurulah 2. Metode bercerita, Inilah suatu cara yang tertua dalam sejarah manusia. Dari dulukala orang suka bercerita dan mendengarkan cerita. Cerita mengan-dung kebenaran dan menyampaikan sesuatu pelajaran yang penting bagi pendengar. Cerita mengikuti perhatian, karena menggambarkan hidup manusia dengan warna-warna yang serba indah. 3. Metode percakapan atau diskusi. Cara ini amat indah. Hasilnya besar, jika Idijalankan dalam kelompok yang kecil dengan pimpinan yang baik. 4. Metode lakon atau sandiwara. Cara ini makin lama makin banyak dipergunakan. Kebenaran dipertunjukkan oleh pemain-pemain sehingga penonton semuanya turut menghayati segala peristiwa itu dengan penuh perasaan dan pengertian. 5. Metode penyelidikan. Cara ini umpamanya dapat dipakai berhubung dengan katekisasi, atau dalamsuatu kelompok yang memeriksa berbagai-bagai pokok dari dalam Alkitab. Menunjukkan jalan kepada mereka dan menolong mereka untuk menemukan jawab-jawab yang dikehendaki. 6. Metode audio-visual. Kita telah maklum bahwa metode ini

mempergunakan gambar-gambar terang, film bersuara, pagan Hanel, piringanpiringan hitam dan sebagainya. Cara ini sungguh menarik perhatian, tetapi alat-alatnya tidak murah. Nasihat lain ialah supaya tiap-tiap pertunjukan itu disusuli oleh percakapan mengenai hal-hal yang ditonton dan didengar itu. Metode audio-visual ini hanya boleh menolong pengajaran kita yang lain, tetapi tak dapat menggantinya. 7. Metode menghafal Mudah-mudahan kita semua radar akan bahaya metode ini, ialah murid-murid kita mengulangi secara otomatis saja apa yang telah kita suruh mereka pelajari "di luar kepala". cara ini berfaedah jugs dan perlu dipakai, asal dengan bijaksana dan terbatas. 8. Metode bertanya,Jika dipakai dengan keahlian, pasti sangat memuaskan. 9. Di ramping cara-cara tadi masih metode lain yang dapat diterangkan konperensi-konperensi bagi orang muds atau orang dewasa; buku kerja_ bagi anak-anak kecil; pekerjaan tangan berhubung dengan pelajaran-pelajaran, supaya ada kesempatan untuk memperlihatkan apa yang tadi dipelajari secara teori: perkemahan pemuda dalam hubungan oikurnenis, khususnya kamp kerja yang mengikat para peserta dalam usahanya bersama gum sesuatu maksud yang melayani kepentingan masyarakat, dan lain sebagainya. f. Tuhan Yesus dan soal metode

Metode bercerita, alangkah pandainya Tuhan Yesus mempergunakan perumpamaan dan kiasan-kiasan untuk menjelaskan pengajaran-Nya mengenai Kerajaan Sorge dan banyak hal lain. Pernah seorang yang tamak memohon Yesus menjadi hakim etas perkara warisan (Luk. 12:13), tetapi sebagai jawabNya Yesus bertutur dengan perumpamaan tentang bahaya tamak itu.

BAB SEMBILAN RENCANA PELAJARAN

a.

Arti dan pentingnya rencana pelajaran

Bahwa isi Alkitab merupakan bahan pelajaran yang terutama dalam PAK. Kata curriculum; artinya aslinya ialah lapangan perlombaan. Curriculum maupun kursus menunjuk pada suatu titik pangkal dan titik akhir. Dalam memakai kata rencana pelajaran maka yang pertama-tama kita maksudkan ialah bahan-bahan tercetak yang dikeluarkan untuk menolong para guru dan murid. b. Sejarah rencana pelajaran

Sejak ada pengajaran agama Kristen, jadi sejak abad-abad pertama tarikh Masehi, ada pula rencana pelajaran. Gerakan Sekolah Minggu moden mulai lahir di Inggris pada tahun 1780. Pendorong dan pengaturnya yang pertama bukan seorang pendeta melainkan seorang anggota jemaat gereja Inggris yang hatinya terharu. Gereja Presbiterian, kini tersusunlah suatu sistem pelajaran bertingkat bagi golongan-golongan yang berikut : kanak-kanak (4-5 tahun), anak-anak muda (6-8 tahun), anak-anak besar (9-12 tahun), anak-anak tanggung (13-15 tahun), pemuda-pemuda (16-18 tahun) dan orang dewasa (19 ke atas) Sejak tahun 1941 Gereja Presbiterian di Amerika memperbaharui pula seluruh rencana pendidikan agamanya. c. Ciri-ciri rencana yang baik

Beberapa syarat dan menunjukkan beberapa ciri yang mutlak

1. Pada umumnya sesuatu rencana harus disusun dan disediakan menurut kebutuhan tiap-tiap jenis pengajaran yang kita berikan; jadi umpamanya untuk Sekolah Minggu, atau sekolah negeri, atau katekisasi sidi, atau kumpulan diskusi, dsb. 2. Isi rencana harus sesuai dengan Alkitab; bukan maksudnya agar segala isinya diambil dari Alkitab sendiri saja, karena ada banyak pokok pelajaran agama Kristen yang tidak langsung terambil dari Kitab Suci; tetapi segala bahan itu harus sesuai dengan ajaran Alkitab dan memancarkan roh Alkitab. 3. Rencana harus sesuai denganpengakuan dan ajaran khusus dari gereja kita sendiri. 4. Rencana harus memenuhi tuntutan ilmu jiwa, misalnya harus diatur menurut batas-batas umur, perkem. bangan dan pengertian tiap-tiap golongan. 5. Rencana harus sesuai dengan petunjuk-petunjuk ilmu mendidik atau metodik pengajaran; bahan-bahannya harus disusun dengan pertolongan atau di bawah penilikan ahli-ahli pendidikan. 6. Rencana hares mengingat faktor-faktor sosiologis; dalam menyusunnya perlu diperhatikan latar belakang masyarakat kaum pelajar, supaya bahanbahannya diatur dan diterangkan menurut tingkatan pengertian masing-masing golongan, misalnya jemaat petani, kelompok disk-usi orang cendekiawan, jemaat golongan-tengah, kursus bagi mahasiswa, dsb. 7. Rencana harus dapat disesuaikan pada kebutuhan bermacam-macam jemaat, misalnya jemaat besar dan jemaat kecil; jadi jangan bersifat kaku, sehingga hanya dapat dipergunakan dalam satu macam jemaat saja. 8. Harga rencana harus pantas, sehingga dapat dibeli sekalian anggota jemaat; tetapi harga murah itu tak boleh menyebabkan bahan-bahan rencana itu diterbitkan dengan cara yang kurang menarik; kertas, jilid, gambar, cara mencetaknya harus serba indah clan baik, sesuai dengan isi dan maksud rencana itu. d. Persiapan rencana pelajaran

Rencana yang baik merupakan alat dan pedoman yang besar harganya.

Oleh karena itu 90% dari hasil dan faedah sesuatu rencana terletak pada diri guru. Ditambah lagi nasehat lain, ialah mendidik dan melatih guru-guru yang sebaik mungkin. Revisi atau pembaharuan rencana-rencana kita perlu diadakan tiap-tiap beberapa tahun supaya mutu yang tinggi dan berhasilnya PAK kita tetap terjamin. BAB SEPULUH CARA MERANCANGKAN

a.

Perlunya perancangan

Tiap-tiap jemaat wajib merancangkan segala cabang pengajarannya dengan seksama. Di bawah pimpinan Tuhan, pendeta beserta majelis gereja wajib menyiapkan program yang terbaik bagi segala bagian pekerjaannya; untuk Sekolah Minggu dan pengajaran agama dalam sekolah-sekolah umum, untuk katekisasi, untuk pemuda-pemudi, untuk orang dewasa dan seterusnya. b. Luasnya perancangan

Tujuan PAK ialah supaya semua anggota jemaat dididik menjadi pandai dan mahir dalam perkara-perkara iman dan kelakuan Kristen; bahkan menjadi orang yang dengan penuh rasa tanggungjawab melayani Tuhan di dalam gereja dan di masyarakat umum. c. d. 1. 2. 3. 4. 5. Pertanggungjawaban terhadap perancangan Pelaksanaan perancangan Batas umur. Segala bagian pengajaran agama kita harus diatur menurut Waktu berkumpul. Soal ini khususnya mengenai Sekolah Minggu. Tempat berkumpul. Gedung-gedung gereja yang baru, biasanya ada Persediaan rencana pelajaran. Organisasi PAK. Hal ini juga menuntut perancangail', supaya jangan

batas-batas umur yang tertentu.

ruang-ruang tersendiri untuk mengadakan perkumpulan atau pelajaran.

organisasi clan pimpinan pekerjaan ini diatur dengan sembarangan saja. 6. 7. Pembagian waktu pelajaran. Misalnya jangka waktu Sekolah Minggu atau Hari-hari raga. Acaranya yang istimewa clan segala hal-ihwal yang harus katekisasi kita tepat sate jam lamanya. diingat dan dikerjakan sebagai persediaan bagi pesta semacam itu perancangan yang saksama pula. e. Teladan Rasul Paulus Dalam Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (1 Kor. 9 : 19-27). Ternyata bahwa Paulus tidak berjuang sembarangan s atau "tanpa tujuan". Dalam meninju ia "bukan petinju yang sembarp sgia memukul". Paulus bergerak bekerja den an tu . uan yang tertentu. la mengetahui maksudnya, tujuannya dan metodenya. Dalam memberitakan Injil Yesus Kristus ia bekeria dengan teratur, sebab ia tabu pelayanan itu tak boleh dipermainkan, patut diusahakan dengan sungguh-sungguh. Dan akhirnya kita mau mencamkan bagaimana Paulus, oleh karena dan guna pekerjaannya selaku hamba Kristus, dengan sukarela sudah memperhambakan dirinya untuk sekalian orang supaya dunia ini dapat memperoleh keselamatan.

BAB SEBELAS KATEKISASI SI

a.

Sejarahnya Dalam agama Yahudi tiapt-tiap anak yang usinya genap dua belas tahun

menjadi Anak Taurat, yakni ia mulai dianggap sebagai anggota yang bertanggung jawab dari umat Israel. Sekarang mereka sendiri harus melakkan hukum-hukum Taurat dengan penuh tanggung jawab terhadap Tuhan dan masyarakat Yahudi. Pelajaran katekisasi telah ada dalam Gereja Lama pada abad-abad pertama tarikh Masehi. Kita dalam abad kedua pendidikan gereja terhadap calon-calon untuk baptisan orang dewasa telah diatur dengan seksama. Sejak abad IV lama-kelamaan peraturan yang keras dan baik itu sudah mulai dikendorkan, karena agama Kristen telah diizinkan bahkan dimakmaskan oleh kaisar-kaisar, sehingga beribu-ribu orang suka menjadi anggotanya. Gereja Roma Katolik itu yang mengajukan kecamatan dan

keberadaannya, seperti kaum Fransiskan dan Domonikin, bidat Waldens dan aliran rohani yang lain pula, tetapi pengaruh mereka amat terbatas. Barulah pada zaman Reformasi pendidikan oleh gereja mulai diperhatikan kembali dengan sebaik-baiknya. b. Pentingnya katekisasi sidi

Katekisasi adalah yang mengantar kita kepada pintu gereja. Ada hubungan yang erat antara baptisan anak-anak itu dengan kateksisai dan peneguhan sidi mereka pada umur dewasa. Peneguhan itu menyambung pada baptisan mareka dan menyempurnakannya. Baptisan merupakan tanda dan bukti bahwa anak itu sudah masuk ke dalam persekutuan dengan Kristus; mereka sudah menjadi anggota dari tubuh Tuhan itu. c. 1. Bahaya Kateksasi Sidi Kateksasi hanya dituruti anak-anak oleh sebab adat gereja menuntutnya.

Mareka memasuki dan menamatkannya secara kebiasaan saja. Masuk sidi adalah peraturan masyarakat Kristen, jadi patut ditaati, tetapi belum terjadi pertobatan yang sungguh dan belumlah lahir dalam batin mereka keyakinan dan iman yang sejati dan bersifat perseorangan. 2. 3. 4. d. Peneguhan sidi itu sendiri saja yang menjadi tujuan dan pengganggu Pelajaran yang diberikan di kateksisai dianggap sudah cukup untuk Katekisasi gampang cenderung pada suasana sekolah Suasana katekisasi sidi Dalam pergaulan pendeta dengan murid-murid katekisasinya bersifat ramah-tamah, bagaikan seorang bapa yang bercakap-cakap dengan anaknya. e. Isi pelajaran Indonesia kita pun berpendapat bahwa umur 12 atau 14 tahun masih terlalu muda, seterusnya bagi calon-calon anggota. seluruh hidup kemudian.

BAB DUA BELAS Pendidikan Agama Kristen kepada ANAK-ANAK

"Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karma haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu - Ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumf. Dan kamu, baps-baps, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan" (Ef. 6:1-4). Seiak dulu kala anak-anak merupakan segolongan yang penting dalam Gereja Kristen, Abad XX ini Bering disebut "abad anak-anak". Sebabnya ialah sejak penghabisan abad yang lalu dan khususnya dalam abad ini pars pendidik dan ahli ilmu jiwa membuat umur anak itu menjadi pokok pelajaran dan penyelidikannya yang khan, dan dengan itu mereka membuka mats kita bagi pentingnya masa muda itu untuk seluruh hidup manusia kemudian. Pemerintah-pemerintah dan organisasi-organisasi partikelir banyak mengorbankan pikiran, tenaga dan uang kepada pendidikan anak-anak, karena "siapa menguasai angkatan muda, dialah yang menguasai masa depan". -Dan ahli-ahli "ilmu jiwa dalam" telah membuktikan bahwa watak dan tingkah lal u orang dewasa sebagian besar ditentukan oleh pengalamannya dan pengaruh lingkungannya pada masa kanak-kanak.
a. Masalah-masalah di sekitar PAK kepada anak-anak

Di zaman modem ini misalnya kita menghadapi masalah rumah tangga yang secara Hama saja "runiah-tangga Kristen". Jikalau ayah-ibu anak-anak didikan

kita sendiri tidak mengunjungi gereja lagi, sukar benar memimpin anak-anak dengan latar-belakang sedemikian. Apakah faedahnya PAK yang diterimanya di dalam gereja, jikalau dalam waktu yang sisa dalam seluruh minggu itu ia hidup dalam lingkungan yang sebenarnya bukan-Kristen? Bukankah suasana dan kebiasaan dalam rumah-tangga itu akan meniadakan pula segala kesan yang diterima dengan PAK? Ada pula orang Kristen yang kurang mengacuhkan perkembangan batin anak-anak mereka. Banyak yang kurang mencurahkan perhatian kepada anakanaknya. Ada yang mengeluh karena anak-anak mereka bertambah-tambah, saja banyaknya, sehingga merupakan suatu beban yang berat. Semakin banyak anak yang sebetulnya tidak diingininya lagi, semakin berkurang pula minat dan pimpinan mereka terhadap nasib anak-anak itu.
b. Tempat anak-anak dalam jemaat Mereka jaa'rncnjadi anggota Gereja Kristus, berdasarkan baptisan mereka. Baptisan kanak-kanak merupakan sebagian dari ajaran kita mengenai gereja. Gereja tidak terdiri atas kesatuan-kesatuan perseorangan saja, melainkan menjadi persekutuan suci yang terdiri dari umat pilihan Tuhan, dan umat Tuhan itu terdiri pula atas keluarga-keluarga orang-orang percaya. Baptisan kanak-kanak berarti bahwa iman Kristen adalah perkara yang lebih lugs dan besar daripada percaya secaraperseorangan saja. -Tiap-tiap anak yang orangtuanya percaya dan berbakti kepada Yesus Kristus, seakanakan dilahirkan ke dalam iman ayah-ibunya itu, Baptisan anak muda berarti bahwa kita sudah mempunyai iman sebelum kita maju sampai ke umur akil-balig. c. Tujuan PAK kepada anak-anak Supaya mereka mengenal Allah dan Yesus Kristus sebagai sebagai penebus, pencipta pemimpin dan dan pemerintah penolong seluruh mereka.

al4pjni,

Supaya mereka mengerti akan kedudukan dan panggilan mereka selaku anggota-anggota Gereja Tuhan, dan suku urut bekerja bagi perkembangan gereja di bumi ini. Supaya mereka mengasihi sesamanya oleb. karena Tuhan telah mengasihi_ merekasendiri. Supaya mereka insaf akan dosanya dan selalu mau bertobat pula, minta ampun dan pernbaruan hidup pada Tuhan. Supaya mereka suka. belajar terns mengenai berita Alkitab, suka mengambil bagian dalam kebaktian jemaat, dan. suka melayani Tuhan di segala lapangan hidup. Itulah tujuan PAK yang hendak diberikan gereja kepada anak-anak di dalam jemaat. d. Cara-cara PAK bagi anak-anak 1. Baptisan

Hendaknya orangtua itu menerima baptisan k-udus itu sebagai suatu bagian dari berita Injil, yang menyampaikan dan men ungguhkan rakhmat Allah dalamYesuskr istrsiepada anak mereka yang lemah dan berdosa itu. Olen sebab itu baptisan harus diindahkan dan digunakan menurut titan Tuhan Gereja, supaya anugerah Tuhan menjadi nyata dan dipermuliakan oleh karenanya.

2.

Rumah-tangga Kristren. Rumah-tanggalah yang merupakan dasar masyarakat. Sebab itu

rumah tangga Kristen sangat besar artinya. Perhubungan suami-isteri adalah perhubungan yang paling rapat antara dua manusia. 3. Gereja sendiri. Guru-guru Sekolah Minggu menjadi orangtua kedua bagi anak-anak itu.

4.

Pelbagai metode. Kitab ini bukanlah maksudnya memberi uraian panjang lebar

mengenai segala metode yang dapat digunakan dalam PAK kepada tiap-tiap golongan anggota jemaat. e. Suasana Segala metode sukar akan berhasil jikalau pengajar-pengajar anak-anak tidak tahu menciptakan suasana yang baik.

BAB TIGA BELAS Pendidikan Agama Kristen dalam KELUARGA KRISTEN

a.

Pentingnya keluarga Kristen Keluarga Kristen adalah pemberian Tuhan yang tak ternilai harganya.

Keluarga Kristenlah yang memegang peranan yang terpenting dalam PAK. b. Tempat keluarga dalam kepercayaan Kristen Keluarga mempunyai tempat yang mutlak dalam Sejarah Suci. Alkitab kita menyaksikan pentingnya keluarga yang dipakai oleh Tuhan sebagai saluran dan jalan keselamatan yang dirancangkan Tuhan bagi umat manusia. Pendidikan agama dalam keluarga merupakan dasar bagi seluruh pendidikan lainnya dalam masyarakat umat Tuhan pada zaman Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Baru kita menjadi yakin bahwa Tuhan telah mengatur pernikahan dan keluarga sebagai sesuatu karunia-Nya yang paling berharga bagi umat manusia, bukan saja memandang kepada perkembangan bangsa manusia, tetapi juga berhubungan dengan kebahagiaan manusia secara jiwaraga. c. Seteru-seteru keluarga Kristen Seteru yang lain yang besar pula bahayanya ialah kemunduran kesetiaan suami-isteri satu sama lain. Pertalian nikah mulai renggang. Mutu kesusilaan Kristen dalam keluarga merosot. Ayah dan ibu tidak cinta-mencintai lagi; kepentingan anak-anaknya sudah

kurang dipedilukannya dan sering mereka memutuskan saja perhubungan nikah mereka, sehingga anak-anak menjadi korban. Adakalanya gereja sendiri menjadi seteru bagi keluarga, yakni bilamana gereja hanya memakai tenaga keluarga untuk membangun dirinya sendiri. d. Pembinaan keluarga Kristen Sumbangan yang pertama yang dapat diberikan oleh gereja kepada pembinaan keluarga Kristen, ialah penerangan dan bantuan rohani kepada orang muda yang menyiapkan diri bagi nikah kudus. Hendaknya pendeta-pendeta suka memakai kesempatan yang baik itu untuk memberi penerangan yang tegas tentang wujud dan fungsi nikah Kristen, sambil menguraikan masalah-masalah, bahaya-bahaya dan juga kemungkinan-kemungkinan hidup berkeluarga itu.

BAB EMPAT BELAS Pendidikan Agama Kristen Kepada KAUM PEMUDA a. Pentingnya kaum pemuda Kaum pemuda merupakan suatu masalah yang sukar dan penting bagi gereja Kristen dewasa ini. Kaum pemuda bersifat dinamis, dan mau berjuang untuk mewujudkan cita-citanya. Mereka hendak membarui masyarakat dan ingin memberantaskan segala sesuatu yang jelek, yang jahat, yang merintangi perkembangan duni ini ke arah keadilan dan kemakmuran. Oleh sebab itu para pemimpin negara dan masyarakat memikul tanggungjawab yang berat terhadap para pemuda. b. Ilmu Jiwa Pemuda Si pemuda itu telah sanggup menimbang dan memutuskan sendiri tentang apa yang benar atau salah, apa yang baik atau buruk. Soal-soal kebenaran, keadilan, keelokan, faedah dan sebagainya dipertimbangkannya dengan teliti. Suara hatinya dan keyakinan batinnya turut berkembang. c. 1. 2. orangtuanya Para pemuda antara lain bergumul dengan soal-soal dan kesangsian mengenai agama Masalah-masalah khusus kaum pemuda Pertama-tama kita harus menyebut perhubungan pemuda dengan

3. 4.

Jikalau pemuda rupa-rupanya tak suka lagi mengaku kuasa ayah-ibunya kita semua memang sudah maklum bahwa soal-soal hidup kelamin

atas hidupnya, bukannya berarti ia sama sekali membuang kekuasaan. merupakan masalah dan perjuangan yang sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan kaum pemuda. 5. 6. 7. d. Persekutuan orang muda dengan pemuda lain sering lebih penting dari suatu ciri umur pemuda yang lain pula, ialah mereka ingin mencapai akhirnya kita menyebut idealisme kaum pemuda. Tujuan pekerjaan diantara kaum pemuda Pekerja-pekerja yang ditentukan gereja untuk memberi pendidikan dan pimpinan kepada kaum pemuda menghadapi suatu tugas yang berat tetapi indah dan sangat perlu pula. e. Cara bekerja diantara pemuda Pokok-pokok yang diperbincangkan dalam perhimpunan dan kelompok pemuda itu dapat kita bagi atas empat macam pokok, yakni : 1. Mengenai soal-soal iman dan kesusilaan Kristen ; apa yang dipercaya oleh gereja dan bagaimanakah seharusnya pernyataan kepercayaan itu dalam kehidupan sehari-hari; 2. 3. 4. Mengenai persekutuan orang Kristen dalam jemaat dan gerejanya sendiri, Mengenai penyebaran Injil, baik di dalam negerinya sendiri (evangelisasi), Mengenai tanggungjawab orang Kristen (penatalayanan, stewardship). dan dalam hubungan oikumenis yang lebih luas ; maupun diantara orang bukan Kristen di benua lain (pekabaran Injil, zending); perhubungannya dengan orangtuanya. pendirian sendiri secara ekonomis.

BAB LIMA BELAS Pendidikan Agama Kristen di SEKOLAH-SEKOLAH

Didunia barat segala pendidikan masih diberikan atas dasar agama Kristen sampai abad XVIII. Pengethuan akan Allah dan takut pada Allah merupakan titik permulaan dan titik terakhir bagi seluruh rencana pelajaran. Asas-asas dan praktik ini juga berlaku di Amerika Serikat, sejak terbentuknya negara baru itu. Tegasnya perceraian ini adalah hasil dari perkembangan dunia modern. Pada masa purba segala pendidikan bercorak agama. a. Keadaan yang berbeda-beda dalam berbagai-bagai negeri Adapula negara, seperti di Indonesia masa sekarang, yang diperintah secara demokratis sehingga tidak mau menganakmaskan sesuatu agama yang tertentu, tetapi pada umumnya menjunjung agama dan mau memajukannya di antara rakyat. Akhirnya ada lagi beberapa negara yang belum menceraikan agama dan pendidikan umum, seperti yang sudah dikatakan di atas pada permulaan bab ini. Negara-negara itu dapat disebut negara agama; yakni satu agama yang tertentu diakui sebagai agama resmi, yang sepatutnyalah dianut segenap rakyat. b. Faedah dan bahaya PAK di sekolah negeri anak dan pemuda-pemuda yang sukar dikumpulkan dalam PAK gereja 1. Dengan jalan ini gereja dapat menyampaikan Injil kepada banyak anak-

sendiri, seperti dalam Sekolah Minggu atau katekisasi. 2. Anak-anak yang menerima PAK di sekolah, akan merasa bahwa pendidikan umum dan agama itu bukan dua hal yang tak ada hubungannya, melainkan sebaliknya harus berjalan bersama-sama. 3. Lagipula jikalau gereja tak mampu membiayai pekerjaan Sekolah Minggu dan Sekolah Kristen 4. Dan akhirnya ada faedahnya bahwa dengan termasuknya pengajaran agama dalam rencana pelajaran umum. Bahaya-bahaya yang juga terkandung dalam PAK di sekolah-sekolah negeri. 1. 2. Adakalanya pengajaran agama itu dijadikan bagian yang resmi dari Apabila PAK itu diberikan dalam suasana sekolah umum, besarlah seluruh rencana pelajaran di sekolah-sekolah. bahayanya pokok-pokok agama itu diajarkan sama seperti pokok-pokok lain direcanan sekolah itu. 3. 4. 5. c. 1. Oleh sebab itu sebaiknyalah kita waspada jangan sampai kita menurunkan Sangat boleh jadi murid-murid berpendapat bahwa PAK yang telah akhirnya jangan kita lupa bahwa menerima sokongan dari pihak negara Masalah-masalah mengenai PAK di sekolah-sekolah Guru-guru Ada dua syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh guru-guru yang memberikan PAK atas nama gereja; mereka harus cakap mengajar, dan mereka harus orang Kristen sejati, yang menghormati serta melayani Tuhan dalam segenap hidupnya. Usaha Panitia Perencana Rancangan Pelajaran PAK dari DGI kini telah diterbitkan sebuah Kitab Recana Pelajaran untuk sekolah-sekolah Dasar, lanjutan dan guru, yang disahkan oleh DGI dan oleh kementerian Agama. Buku ini juga memuat dua pasal tentang : Tugas dan arti PAK dalam masyarakat Indonesia sekarang, dan petunjuk-petunjuk Umum bagi derajat dan mengubah wujud PAK itu diterimanya di sekolah sudah cukup. selalu ada bahayanya.

Pelajaran Sejarah Suci dari Alkitab. 2. cara-cara agama Kristen tak dapat diajarkan hanya dengan memakai metode menguraikan dan menerangkan saja, karena kepercayaan Kristen bukanlah pertama-tama suatu hal yang perlu dimengerti dengan akal, melainkan suatu perhubungan perseorangan dengan Allah yang mengenai seluruh kehidupan kita lahir dan batin. d. Asas-asas dasar PAK disekolah-sekolah umum itu senantiasa harus bersifat kegerejaan Soal asasi yang sangat penting pula ialah apakah gereja bersedia untuk mengambil alih segala PAK yang kini masih diberikan dalam sekolah-sekolah negeri itu. Oleh sebab itu sebaiknyalah kita menyiapkan diri atas dua jalan/ Pertama, wajiblah kita selalu berjuang untuk mempertahankan kebebasan agama. Kedua, ada kemungkinan bahwa pemerintah tetap menjamin kebebasan agama sehingga PAK itu sama sekali tidak dirintangi, akan tetapi negara sendiri tak mau campur tangan dalamnya. e. Beberapa pandangan mengenai sekolah-sekolah Kristen Di Indonesia masih banyak terdapat sekolah-sekolah Kristen yang dibayar dan diawasi oleh negara, tetapi gereja-gerejalah yang menyelenggarakan dan menjalankannya. Ada beberapa badan gereja yang juga mempunyai sekolah-sekolah dasar dan lanjutan, yakni misalnya Gereja Christian Reformed, Gereja Lutheran Missouri dan gereja Roma Katolik. Sebabnya ialah mereka tidak setujua dengan pendidikan umum yang diselenggarakan dalam sekolah-sekolah negara, justru karena sekolah itu netral terhadap agama. Sekolah-sekolah Kristen di Indonesia tentu merupakan suatu tugas dan tanggungan yang indah tetapi berat bagi gereja.

BAB ENAM BELAS GURU dalam Pendidikan Agama Kristen a. Pemimpin Kristen Gererja kita membutuhkan pemimpin-pemimpin, karena faktor kevemimRjaitu merupakan bagian yang mutlak dari seluruh hidup, pekerjaan dan organisasi gereja Bapa-bapa leluhur bangsa Israel, Abraham, Ishak dan Yakub, menjadi pemimpm-pemimpm umat Tuhan pada permulaan sejarahnya. Musa menjadi seorang, pemimpin yang masyhur. Nabi-nabi dalam Perianiian Lama pun menjadi pemimpin umat Tuhan, dalam arti yang istimewa. Di dalam Perjanjian Baru kita membaca tentang keduabelas, murid, yang dipilih dan didik Tuhan Yesus menjadi pemimpin Israel Baru.
b. Tanggungjawab guru

Pertama-tama guru menjadi penafsir iman Kristen. Dialah yang menguraikan dan menerangkan kepercayaan Kristen itu, karena ia harus menyampaikan harta-harta dari mass lampau kepada para pemuda yang akan menempuh, mass depan. Guru juga, menjadi seorang gembala bagi murid-muridnya. Ia bertanggungjawab alas hidup rohani mereka;_ ia wajib membina dan memajukan hidup_ rohani itu. Guru harus pula menjadi seorang pedoman dan pemimpin. Ia tak boleh

menuntun muridnya masuk ke dalam kepercayaan Kristen dengan paksaan, Akhirnya, guru adalah seorang penginjil, yang bertanggungjawab alas penyerahan diri setiap orang pelajarnya kepada Yesus Kristus. Belem cukup Kesimpulan kita ialah tugas guru dalam pendiclikan agama sangat penting, dan tanggungjawabnya berat. Guru itu dipanggil untuk membagikan harta abadi. Guru itu juga menjadi seorang pelayan dalam Gema Kristus yang harus dijunjung tinggi. c. Syarat-syarat bagi guru Seorang guru harus mempunyai pengalaman rohani. Perlu sekali ia sendiri mengenal Tuhan Yesus. Seorang guru harus mempunyai hasrat sejati untuk menyampaikan Injil kepada sesamanya manusia. Hares ada dorongan yang kuat untuk mengantar orang lain kepada Yesus Kristus. Seorang guru harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang isi iman Kristeij, Ia harus mengenal Alkitab dengan baik. Untuk itu ia sendiri perlu dididik dan dilatih sebelum ia mengajar orang lain. Seorang guru perlu mengetahui bagaimana iman bertumbuh dalam batin manusia dan bagaimana iman itu berkembang dalam seluruh hidup orang percaya itu. Seorang guru harus menunjukkan kesetiaan yang sungguh kepada gerejanya. Ia sendiri harus rajin mengambil bagian dalam kebaktian dan pekerjaan Dan akhimya, seorang guru harus mempunyai pribadi yang jujur dan tinggi mutunya. Seorang ahli PAK yang masyhur pernah menganjurkan empat syarat yang berikut, yang mungkin juga berfaedah bagi kita untuk mendengar dan menimbangnya: Scharusnyalah seorang guru dalam pendidikan agama memiliki: 1. pengetahuan yang hidup mengenai pokok yang diajarkannya itu. 2. kecakapan untuk mcnimbulkan minat, bahkan menggembiraka dengan pokok itu, 3. kerelaan untuk dilupakan sendiri, asal hasil pengajarannya tetap tertanam aja dalam hidup orang didikannya, dan

4. semangat pengorbanan diri, sebagai sebutir benih yang rela coati, supaya dapat inclahirkan hidup baru berlipat-lipat ganda. d. Mengerahkan tenaga guru Kira harus berani menghadapi calon-calon itu dengan suatu .panggilan atas nama Tuhan Gereja sendiri. Di Amerika m Wsnya 4jpakai cars yang berikut. Guru-guru Sekolah Minggu itu diberikan kedudukan istimewa di dalam jemaat. Fungsi mereka dalam acara-kerja gereja sebagai pembantu pendeta dan majelis-gereja dalam usaha PAK diakui sepenuh-penuhnya. Olen sebab itu mereka dilantik dengan resmi ke dalam pangkat mereka dalam suatu kebaktian istimewa. e. Latihan Guru 1. Alangkah bergunanya jika pendeta sendiri memimpin suatu kursus bagi guru-gurunya 2. 3. 4. 5. 6. 7. Disamping itu pertolongan guru-guru lama yang sudah berpengalaman Pertama sebulan sekali antara pendeta dan para gurunya semua, juga Kemungkinan yang lain ialah memakai sebuah Sekolah Minggu selaku Di dalam hubungan yang lebih lugs dapatlah kita mengadakan konperensi Suatu jalan lain pula, yang juga talc sukar diatur, ialah membuka Dan akhirnya ada film-film dan gambar-gambar sorot (filmstrip) yang tentu saja penting sekali sangat berfaedah. sekolah demonstrasi. yang berupa kursys latihan bagi guru-guru Sekolah Minggu dalam gereja kita, perpustakaan dalam jemaat kita guna pekerja-pekerja dalam PAK. dapat memberi penerangan.

BAB TUJUH BELAS PENGINJILAN dan Pendidikan Agama Kristen "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus teiah mendamaikan kita dengan diriNya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. la telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu; dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu; berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Dia yang tidak mengenai dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." Tetapi hidup baru di dalam Kristus memang ada. Pintunya terbuka lebar. Asal gereja kita "ada di dalam Kristus" saja, dia juga menjadi "ciptaan baru". Inilah soal yang paling penting: apakah gereja kita pun telah melepaskan keadaan "yang lama yang sudah berlalu" Berta menerima "yang baru yang sudah datang" (lih. 2 Kor. 5 di alas), Sidang raya 1witania Dewan Gereja Se-dunia di Amsterdam pads tahun 1948, antara lain diadakan 1wrdebatan tentang soal: Apakah yang menjadi kewajiban pertania dari gel r ja? Beribadat kepada Allah, atau membentakan Injil. lbadat itu berarti: penyembahan, pujian, ucapan synkin, jangkuan dosa dan pengalcuan iman, pernyataan keampunan dosa, peiwriinaan anugerah Tuhan, mendengar irman Tuhan, baik. dalam pembacaan Alkilab inaupun dalam khotbah, doa permohonan dan doa syafaat, dan pembaktian kembali kepada pelayanan Tuhan. a. Miras terhadap penginjilan Kenyataan-kenyataan. Kara "penginjilan" (Inggrisnya "evangelism"; di Belanda kini biasanya dikatakan "apostolat") sangat laku dewasa ini. Pokok ini banyak menarik minas pars ahli teologi, pendeta dan guru agama Kristen. Gerakan oikumenis tugas penginjilan dari Gereja Kristus Se dunia di

Evanston pada tahun 1945 seksi pertamalah yang membahas masalah penginjilan itu. Tegasnya, dimana-mana perhatian gereja kini dipusatkan kepada tugas evangelisasi itu. Jemaat Kristus sudah mulai sadar lagi, bahwa disamping pastorat, atau penggembalaan terhadap anggota jemaat, sangat perlu juga dilaksanakan apostolate. Ialah penginjilan di antara kaum bukan Kristen dan segala orang Kristen yang sudah menjauhkan dirinya dari gereja. Alasan-alasan. Alasan-alasan itu dapat kita kupas dengan menunjuk kepada empat faktor yang berikut : 1. hebat. 2. 3. 4. b. Gereja sadar akan kelemahannya sendir. Gereja telah sadar pula keagungan Injil. Mengingat segala sesuatu itu, gereja mulai sadar pula akan perlunya Arti Penginjilan Penginjilan itu tak lain hanyalah pemberitaan Kabar Kesukaan, yang memanggil manusia untuk mempercayai segala janji Allah dalam Yesus Kristus. Luther pernah mengatakan : Injil mematikan Adam lama, dan membangkitkan Adam baru Penginjilan itu tak lain daripada membawa Yesus Kristus kepada sesama kita, sehingga mereka dapat berjumpa muka dengan muka. John Mott pernah berkata : Penginjilan itu berarti memperkenalkan Yesus Kristus, sehingga ia dikasih, dipercayai dan ditaati. Penginjilan itu ialah pengasihan dan pertolongan persaudaraan kita terhadap teman-teman musafit kita pada perjalanan yang sukar melalui hidup ini ke arah sorga Rumah Bapa. Menurut D.T. Niles, penginjilan itu seumpama menerangkan kepada orang yang hampir mati kelaparan dan dahaga, dimana ia dapat menemukan makanan dan minuman. Gereja sadar bahwa dunia ini kini terlibat pula dalam suatu krisis yang

pembaktian diri kembali kepada Injil Yesus Kristus.

c.

Penginjilan dalam PAK Sudah tentu kita memakai dua kata Yunani yang berbeda, ialah

Kerugma dan didache. Kerugma itu berita yang diumumkan oleh bentara yang diutus oleh raja, seperti Yohaness Pembaptis menjadi bentara bagi Kristus di dalam memberitakan kepada seluruh rakyat tentang Kerajaan Allah yang sudah dekat itu. Disamping itu ada kata didache yang berarti pengajaran. Pengajaran itu mengenai isi kepercayaan Kristen dan bagaimana seharusnya seorang Kristen hidup dalam dunia ini. Kesimpulan kita ialah tak ada perbedaan yang tajam antara kedua tugas gereja itu: pemberitaan atau pengginjilan dan pengajaran atau pendidikan agama Kristen.

III. TANGGAPAN A. Pujian Dalam buku Pendidikan Agama Kristen ini banyak sekali memberi pelajaran yang sangat penting dan buku ini banyak sekali mendidik dan memberi pengetahuan betapa pentingnya hidup bersama Tuhan, dan Dia adalah jalan kebenaran dan keselamatan bagi umat manusia yang percaya. B. Kritikan Buku Pendidikan Agama Kristen ini sebagian kata-kata atau kalimatnya yang kurang dimengerti dan kurang jelas penjelasan, dan juga berbelit-belit.

C.

KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas

rahmat dan berkah-Nyalah saya dapat menyelesaikan tugas Pembimbing PAK I ini dengan sebaiknya Saya juga mengucapkan terima kasih kepada dosen yang telah membimbing dalam menyelesaikan tugas ini. Kiranya tugas ini dapat diterima sebagai penambah wawasan bagi kita. Terima kasih Tuhan memberkati ..!!!

Palangka Raya, 4 Juni 2011

TUGAS PEMBIMBING PAK I Dosen Pengampu : YUEL, S.PAK

Nama Kelas /Jurusan NIM Semester

: APRILIA : A/ PAK : 10.02.11.454 : II (dua)

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN NEGERI (STAKN) PALANGKA RAYA TAHUN AKADEMIK 2011