BIOGRAFI FATMAWATI Bengkulu, 31 Januari 2003 10:38 Perjalanan hidup atau biografi Fatmawati Soekarno yang berisikan mulai masa

kanak-kanaknya hingga menjadi Ibu Negara, akan dibukukan Yayasan Fatmawati Cabang Bengkulu. Fatmawati: Ibu Negara Pertama Yang Pertama Menentang Tindakan Poligami

Fatmawati Soekarno
Ibu Fatmawati Soekarno tidak hanya merupakan Ibu Negara Pertama dalam sejarah Republik Indonesia, tetapi juga dikenal sebagai pembuat Bendera Pusaka Sang Merah Putih, yang pada awal perjalanan Republik Indonesia selalu dikibarkan dalam peringatan hari ulang tahun kemerdekaan. Lebih dari itu, Ibu Fatmawati juga merupakan Pahlawan Nasional, berkan perjuangan dan peranannya dalam mendampingi Presiden Soekarno. ***
Fatmawati yang bernama asli Fatimah merupakan putri dari pasangan Hassan Din dan Siti Chadidjah yang lahir pada tanggal 5 Februari 1923. Nama Fatmawati mempunyai arti bunga teratai (Lotus). Sehari-harinya Fatmawati kecil biasa dipanggil ³Ma´, bukan Fat seperti di kemudian hari orang-orang memanggilnya. Ayahnya, Hassan Din adalah seorang Pengurus (pemimpin) organisasi Muhammadiyah cabang Bengkulu. Di samping, juga bekerja di Borsumij (Borneo - Sumatra Maatschappij), yaitu sebuah perusahaan swasta milik orang Belanda. Akan tetapi, ketika Hassan Din dihadapkan pada salah satu alternatif pilihan, beliau memilih keluar dari Borsumij, dan lebih memusatkan diri pada Muhammadiyah yang dipimpinnya. Sepasang suami-istri ini selanjutnya terlibat aktif dalam perserikatan Muhammadiyah.

Tidak banyak diketahui orang bahwa sebenarnya Fatmawati merupakan keturunan dari Kerajaan

Ayahnya. Mendengar bahwa Fatmawati putus sekolah. seorang ahli nujum terkenal dari India membaca suratan tangan Hasan Din. Bengkulu ditetapkan sebagai tempat pengasingan tokoh pergerakan Ir. dengan mengajak serta Fatmawati. Hassan Din ingin bertemu tokoh pergerakan yang pernah memimpin PNI dan Partindo itu. Pemerintah kolonial Hindia Belanda pada tahun 1934 menetapkan bahwa Soekarno diasingkan ke Flores. sebagai seorang wanita ia tidak mau mengkhianati kaumnya karena Soekarno telah beristrikan Inggit Garnasih . Ketika duduk di kelas tiga. Ketika berusia enam tahun. Fatmawati sangat gelisah. Borsumij di Bengkulu. Hassan Din pergi ke rumah tempat pengasingan Soekarno. Bengkulu Utara. Sebagai tokoh pendiri Muhammadiyah di Bengkulu. berbadan tegap serta tawanya lebar. tetapi karena keadaannya memburuk. Fatmawati dimasukkan ke Sekolah Gedang (Sekolah Rakyat) namun pada tahun 1930 dipindahkan ke sekolah berbahasa Belanda (HIS). sementara itu Fatmawati melanjutkan sekolah kelas 4 dan kelas 5 di HIS Muhammadiyah Palembang. Hasan Din yang semula merupakan pegawai perusahaan Belanda. serta tak malu berjualan makanan demi menutupi semua kekurangan hidup keluarga dan biaya sekolahnya. Fatmawati melihat perubahan raut wajah Soekarno dan akhirnya dengan suara pelan dan berat Soekarno mengeluarkan isi hat inya. Masa kecil Fatmawati penuh penderitaan. Sang Ayah. Masa kecil dan remajanya tak mengenal fanatisme walaupun ia anak seorang santri terpandang di Bengkulu. Hubungan keluarga Soekarno dengan keluarga Hasan Din terjalin erat dengan adanya ke samaan pikir untuk memajukan serta merubah kehidupan bangsa yang semakin hari semakin tertindas. Fatmawati membantu menjajakan kacang bawang yang digoreng oleh ibunya atau menunggui warung kecil di depan rumahnya. Soekarno menawarkan untuk masuk ke RK Vaakschool di Bengkulu. sekalipun hidup miskin. bermaksud meminta pandangan Soekarno tentang pinangan seorang pemuda anak Wedana. menari. Hasan Din tidak begitu saja mempercayai ramalan tersebut. D engan bantuan dari Soekarno-lah Fatmawati dapat melanjutkan sekolahnya di RK Vakschool meski awalnya terbentur persyaratan untuk menyelesaikan sekolah HIS terlebih dahulu. Jalan hidup Fatmawati kemudian berubah setelah pada tahun 1938. Fatmawati yang telah menganggap dekat dengan keluarga Soekarno. Akhirnya keluarga Hasan Din pindah ke kota Palembang dan mencoba membuka usaha percetakan. Soekarno. Ada suatu kejadian menarik ketika Fatmawati berusia empat tahun. Suatu hari. Ketika hal tersebut disampaikan. Hubungan tersebut semakin erat setelah salah seorang kerabat Bung Karno menikah dengan anggota keluarga Hassan Din. pandai mengaji dan tadarus Al Quran. ia dikenal periang. Ahli Nujum tersebut mengatakan bahwa kelak jika anak perempuannya (yang dimak sudkan Fatmawati) besar nanti akan mendapatkan jodoh orang yang mempunyai kedudukan tertinggi di negeri ini. Ia yang cantik dan tak lepas dati kain nasional kebaya panjangnya. memiliki sinar mata berseri-seri.Indrapura Muko-muko. akhirnya ia dipindahkan ke Bengkulu. Hasan Din menghadapi masalah ekonomi yang cukup berat dan untuk meringankan beban orang tuanya. Ia pandai dalam menekuni setiap pelajaran di sekolah. memasak. Keluarnya Hassan Din juga dikarenakan ia tidak mau meninggalkan kegiatannya sebagai anggota Muhammadiyah. Kesan pertama Fatmawati terhadap Soekarno pada waktu itu adalah sosok yang tidak sombong. Fatmawati memang sudah tampak sebagai anak yang istimewa. pada zamannya. sebagai akibatnya harus meninggalkan pekerjaannya di perusahaan tersebut. Sejak kecil. akibat sistem kolonialisme yang dijalankan oleh pemerintah Hindia Belanda. Fatmawati dipindahkan lagi oleh ayahnya ke sekolah HIS Muhammadiyah. karena di masa itu jabatan tertinggi dipegang oleh orang Belanda sementara orang pribumi paling tinggi menjabat sebagai Wedana. Fatmawati sangat kaget ketika mendengar bahwa sebenarnya Soekarno telah jatuh cinta sejak pandangan pertama kepadanya namun hal itu tidak diungkapkan karena Fatmawati masih terlalu muda. Hassan Din adalah keturunan yang ke-enam dari Kerajaan Puti Bunga Melur. pandai menjahit.

maka Ibu Fatmawati secara resmi menjadi Ibu Negara RI pertama. yang dijahit Fatmawati. . bertingkah laku maupun dalam berpakaian. Mendekati pertengahan Agustus 1945 mulai terdengar kekalahan Jepang dan puncaknya pada tanggal 14 Agustus Jepang bertekuk lutut pada tentara Sekutu. Tidak lama setelah itu terdengar kabar bahwa rumah tangga Soekarno dengan Inggit Garnasih telah berakhir. Fatmawati menerim dua gulungan kain a berwarna merah dan putih. Opseter Sardjono pergi menghadap penghulu. Ketika Bung Karno mengemukakan usulan mengenai dasar Negara pada sidang BPUPKI. tepatnya pada tahun 1943. Soekarno berkirim telegram kepada seorang kawan akrabnya di Bengkulu. Karena itulah. pernikahan itu pun dilangsungkan. pada tanggal 23 Januari 1946. ketika Bung Karno dan Bung Hatta membacakan teks Pr klamasi o Kemerdekaan Indonesia di halaman rumah Jl. tidak membuat Fatmawati terpaku dalam urusan rumah tangga. Karena usia kandungannya sudah tua saat itu. Orangtua Fatmawati menyetujui gagasan itu. Kemudian. Soekarno menikahi Fatmawati. sehingga Fatmawati menjahit bendera Merah Putih itu dengan tangannya sendiri. Kemanapun pergi. ia tidak boleh menggunakan mesin jahit kaki. Ketika peristiwa Rengasdengklok terjadi. dan menunjukkan telegram dari Soekarno. Pada tanggal 17 Agustus 1945. pernikahannya dilakukan de ngan wakil. ketika sedang mengandung 9 bulan. Fatmawati juga mendampingi Bung Karno ketika terpaksa harus hijrah ke Yogyakarta pada tanggal 4 Januari 1946 karena keadaan Jakarta dirasakan makin tidak aman. Karena saat itu Fatmawati berada di Bengkulu. Akhirnya. Ketika itu pulalah bendera Merah Putih. Setelah bercerai dengan Inggit Garnasih. Setelah menikah. Ia tetap mendampingi suaminya. dan s ekalipun Famawati ada di Bengkulu dan Bung Karno di Jakarta. Hubungan Fatmawati dengan suaminya sangat harmonis. Pada tahun yang sama. dan memintanya menjadi wakil So ekarno menikahi Fatmawati. asal ada pengantin perempuan dan sesuatu yang mewakili mempelai laki-laki. penampilan Fatmawati tetap sederhana. perkawinan dapat dilangsungkan. Dalam mendampingi Bung Karno sebagai Presiden. Fatmawati selalu memakai kerudung yang menjadi ciri khasnya dan Bung Karno selalu memujinya. ia memberikan teladan yang baik bagi kaum perempuan Indonesia baik dalam bersikap. Fatmawati merupakan salah seorang saksi mata dari peristiwa bersejarah tersebut. Fatmawati tampak hadir dan mendampingi Bung Karno dalam rapat tersebut. sedangkan Soekarno sibuk dengan kegiatannya di Jakarta sebagai pemimpin Pusat Tenaga Rakyat (Putera). pertama kali dikibarkan. Kelahiran putra pertamanya. Sejak itu Fatmawati mendampingi Soekarno dalam perjuangannya mencapai dan me mpertahankan kemerdekaan. pengantin putri dan wakil Soekarno. Kawan Soekarno ini pun bergegas ke rumah Fatmawati. Pegangsaan Timur. Fatmawati menikah dengan Soekarno ketika berumur 20 tahun sedangkan ketika itu Soekarno telah berumur 41 tahun. Fatmawati juga ikut mendampingi suaminya sekaligus membawa serta anak mereka yang masih bayi.sehingga akhirnya disampaikan kegelisahan tersebut pada ayahnya. Fatmawati menghad masalah api yang sangat pelik ketika Bung Karno dan Bung Hatta mendapat tuduhan sebagai antek -antek Jepang. Fatmawati melahirkan anak kedua yang diberi nama Megawati Soekarno Putri. Pada tahun 1944. dan keduanya sudah terikat tali perkawinan. Soekarno membuka pandangan-pandangannya tentang perjuangan bangsa Indonesia dan selalu memberinya perhatian. 1944 Fatmawati melah irkan putra pertamanya yang diberi nama Muhammad Guntur Soekarno Putra. dimana B ung Karno dan Bung Hatta diculik oleh para pemuda pada tanggal 16 Agustus 1945. Ketika PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Iindonesia) dalam sidangnya tanggal 19 Agustus 1945 memilih Bung Karno menjadi Presiden pertama Reublik Indonesia. pada tanggal 1 Juni 1943 Fatmawati meninggalkan kota Bengkulu dengan diiringi kedua orang tuanya menuju kota Jakarta melalui jalan darat dan penyeberangan di Lampung. Menurut hukum Islam. namun Fatmawati tetap yakin bahwa suaminya tidak mungkin menghianati perjuangan bangsa Indonesia.

di Jalan Sriwijaya. Setelah pusat pemerintahan kembali ke Jakarta. Ibu Fatmawati sebagai Ibu Negara haru keluar dari istana kepresidenan Gedung Agung dan tinggal di sebua rumah sederhana di pinggiran kota Yogyakarta. berkat sikapnya yang ramah dan mudah bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat. Hingga akhirnya. yang pergi meninggalkan Istana setelah Bung Karno menikahi istri lainnya. Tidak heran bila kemudian oleh masyarakat Ibu Fatmawati diberi gelar ´Ibu Agungµ. sebagai Ibu Negara. Pada tahun 1950 Ibu Fatmawati juga mengikuti kunjungan pertama Kepala Negara Indonesia ke luar Negeri. situasi politik di Indonesia pun kacau dan banyak fitnah. Setelah keluar dari istana kepresidenan dan meninggalkan aturan -aturan protokoler yang kaku didalamnya. Bung Karno. Ketika Belanda melancarkan Agresi Militer ke-II pada tanggal 19 Desember 1948. Ketika akhirnya Belanda mengakui kedaulatan RI pada tahun1949.Di Yogyakarta. Ibu Fatmawati mendapat pengalaman pertama melakukan perjalanan kenegaraan ke luar negeri yaitu ke India. sementara keluarganya tidak diperbolehkan turut serta. Hartini. kesehatan Soekarno pun t erus menurun dan mengantarkannya ke gerbang ajal. Soekarno sebagai presiden pikirannya terforsir oleh situasi politik yang kacau tersebut sehingga sangat menyibukkan dirinya. Kebayoran Baru. Kekacauan itu melonjak pada klimaksnya ketika Soekarno dikudeta oleh Soeharto dengan legitimasi Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Cirebon. Fatmawati hidup tanpa sosok suami dan tinggal di rumah pribadinya. Mulai saat itu. Sekalipun tidak lagi tinggal di Istana Merdeka. Soekarno ² Hatta kembali ke Yogyakarta dan kemudian dilantik sebagai Presiden RIS dan wakilnya untuk kemudian pindah ke Jakarta. Diantaranya. Fatmawati meminta Soekarno untuk mengembalikannya lagi kepada orang tua serta menyelesaikan permasalahan secepatnya. Ibu memilih hidup bebas ditengah-tengah masyarakat. Pada tanggal 27 September 1951 Fatmawati melahirkan anak perempuan lagi yang diberi nama Dyah Permana Rachmawati. Dalam masa berkabung pasca meninggalnya Bung Karno. kunjungan ke Garut. Pakistan. Keinginan Fatmawati memiliki anak laki-laki lagi terkabul dengan lahirnya Muhammad Guruh Irianto Sukarno Putra pada 13 Januari 1953. Ibu Fatmawati segera mendapatkan banyak simpati. Tasikmalaya. Fatmawati tetap mempertahankan prinsipnya dan berkeras kepala untuk tidak kembali lagi ke istana. h Walau keadaan ekonomi waktu itu sangat parah. Ditengah suasana revolusi yang mencekam itu. Menyusul kemudian anak keempat yang diberi nama Dyah Mutiara Sukmawati. Ibu Fatmawati juga sering mengikuti kunjungan Presiden Soekarno ke berbagai wilayah untuk membangkitkan semangat perlawanan rakyat terhadap Belanda. Fatmawati adalah sosok perempuan yang teguh . Soekarno meminta ijin untuk menikah lagi dengan Hartini. sekitar tahun 1955. Bung Hatta dan para pimpinan Negara ditangkap dan diasingkan di pulau Bangka. Fatmawati selalu mendampingi suaminya dalam setiap kegiatannya. Tidak hanya pada acara kenegaraan. dan Malang. Bahkan Ibu Fatmawati merintis kegiatan amal untuk pembangunan rumah sakit yang kemudian dinamakan Rumah Sakit Fatmawati . Ibu Fatmawati tetap menjalankan kegiatan-kegiatan sosial seperti sebelumnya. Semenjak itu. seperti ikut aktif melakukan pemberantasan buta huruf. Setelah melahirkan Guntur. Hal ini berlangsung sampai Soekarno dikembalikan ke Yogyakarta pada tahun 1949. dan Burma. Ibu Fatmawati juga melakukab kegiatan-kegiatan sosial. Penduduk Kebayoran waktu itu senang menyaksikan Ibu Negara itu naik becak dan juga sepeda di kawasan sekitar tempat tinggalnya. mendorong kegiatan kaum perempuan. Ketika itulah. Namun. Kepergian Soekarno menjadi tekanan dan pukulan bagi Fatmawati. baik dalam pendidikan maupun ekonomi. Ibu Fatmawati tidak tunduk pada rayuan dan paksaan pemerintah Belanda untuk bekerja sama dengan pemerintah Belanda. Fatmawati tetap berprinsip tidak menyetujui poligami yang menginjak martabat wanita dan ia memilih berpisah dengan suaminya. meskipun status perikahannya belumlah terputus atau diceraikan. Fatmawati. tetapi juga pada acara-acara tidak resmi.

yaitu Fatmawati dan Siti Djubaidah. Banyak hal yang bisa diteladani dari kepribadiannya yang hangat.pendirian. Ia lahir pada saat iklim pergerakan mulai menghangat di persada bumi pertiwi dalam upaya merebut kemerdekaan dari cengkeraman penjajahan kaum kolonial. Fatma menuliskan pesan. keibuan dan penuh kelembutan. Bengkulu. Jenazahnya dibawa ke Jakarta. Fatmawati memiliki arti bunga teratai yang mungkin dimaksudkan agar beliau kelak menjadi sosok tegar dan kuat dalam menghadapi kerasnya perjuangan. Fatmawati datang pada detikdetik terakhir. dan gigih dalam memperjuangkan hak-hak wanita. ia segera memohon kepada Presiden Soeharto agar jenazah suaminya disemayamkan di rumahnya di Jl. . pada usia 57 tahun. Antara jerit hati ingin melihat wajah suami untuk terakhir kali. Jakarta Pusat. begitu mengetahui ayah dari lima putra-putrinya telah meninggal. Sebagai penghormatan. Sriwijaya. Karenanya. dengan keteguhan prinsip. Dengan kalimat pendek dan puitis. peti jenazah tidak ditutup hingga batas akhir jam 24. ´Tjintamu yang menjiwai hati rakyat. Sebetulnya ayahnya telah menyiapkan dua nama untuk anaknya yang akan lahir. Bahkan. akrab. tempat persemayaman terakhir Bung Karno di Jakarta seperti yang dilakukan istri lainnya. atas kesepakatan semua pihak. juga dapat dijadikan sebagai teladan. meski sebentar. dengan harapan. . Ia sudah bertekad tidak akan datang ke Wisma Yaso. tjinta Fatµ« Fatmawati meninggal dunia tanggal 14 Mei 1980. putra-putrinya pun tidak ada yang bisa mempengaruhi keputusan Fatmawati untuk tetap tinggal di rumah. Fatmawati lahir di Bengkulu pada hari Senin tanggal 15 Februari 1923 di Kampung Pasar Malabero. Ibu Negara pertama itu wafat setelah ia menunaikan ibadah Umroh karena terkena serangan penyakit jantung ketika pesawat singgah di Kuala Lumpur dalam penerbangan menuju Jakarta dari Mekkah. Ibu Fatmawati dikenal sebagai seorang wanita yang ramah. Pengganti kehadiran Fatmawati. Semasa hidupnya. teguh pendirian. Sayang. Hati Fatmawati benar-benar galau. Namun kemudian nama Fatmawati itulah yang diambilnya.00. dan dikebumikan di pemakaman umum Karet. adalah sebuah karangan bunga darinya. setia. Namun. Fatmawati tak juga datang. Namanya pun dipakai sebagai nama Rumah Sakit Fatmawati di Jakarta Selatan dan Bandara Fatmawati Soekarno di kota kelahirannya. Perjuangan dan pengorbanannya selama menjadi Ibu Negara pertama Republik Indonesia dalam mendampingi Presiden Soekarno. Soeharto menolak permintaan Fatmawati. Meski. Kebayoran Baru. Ayahnya bernama Hassan Din dan ibunya bernama Siti Chadidjah. Fatmawati telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful