Anda di halaman 1dari 11

PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN

KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

KKNPPM TIM 1 UNDIP TAHUN 2010/2011


Disusun : DR.Ir.Eddy Prianto, CES,DEA Kepala P2KKN-LPPM Undip dalam rangka acara Penyegaran DPL KKN Undip (sumber materi : Buku Pedoman KKN-PPM Perguruan Tinggi Indonesia)

A. Pendahuluan Seperti umumnya pada kegiatan akademik yang lain, kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa peserta KKN PPM juga wajib dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun secara manajerial melalui suatu bentuk laporan. Adapun materi laporan ini meliputi kegiatan-kegiatan dari mulai perencanaan program, perkembangan pelaksanaan, sampai penilaian pelaksanaan secara keseluruhan. Diharapkan dari laporan yang dibuat oleh mahasiswa peserta KKN PPM ini akan dapat dilihat dan dievaluasi guna pengembangan dan peningkatan pelaksanaan KKN PPM sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tertentu. Dengan demikian KKN PPM dapat lebih berdaya guna dan tepat sasaran sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Setiap mahasiswa peserta KKN PPM wajib membuat laporan sesuai dengan jenis laporan yang ditentukan. Untuk memudahkan penyusunannya, telah disediakan lembar-lembar yang diperlukan, termasuk lembar pendukungnya. Hal yang perlu dilakukan oleh mahasiswa adalah ketertiban dan kedisiplinan dalam mengisi lembar-lembar laporan yang ada. Pada dasarnya laporan KKN PPM didasarkan lembar laporan ilmiah yaitu objektif, sistematis, akurat, praktis, dan komunikatif. Objektif : Materi dalam laporan merupakan gambaran nyata di lapangan baik yang menyangkut kondisi, prosedur, proses, maupun produk kegiatan yang dilakukan. Sistematis : Materi disusun dengan urutan dan tatanan yang memudahkan pembaca memahami isi laporan. Akurat : Materi mengacu pada ketepatan data dan informasi kegiatan. Praktis : Materi disusun secara lugas tetapi mencakup keseluruhan data dan informasi yang diperlukan. Komunikatif : Materi dalam laporan mudah dimengerti; terdapat kesesuaian pemahaman tentang pesan atau materi yang ingin

disampaikan oleh penyusun laporan dengan apa yang ditangkap oleh pembacanya. B. Jenis Laporan

Setiap mahasiswa peserta KKN PPM wajib membuat laporan yang terdiri dari Laporan Rencana Kegiatan (LRK) dan Laporan Pelaksanaan Kegiatan (LPK). Laporan Rencana Kegiatan disusun oleh setiap mahasiswa setelah melakukan sosialisasi program kegiatan di lokasi KKN PPM. Laboran Rencana Kegiatan (LRK), dalam format laboran Individu dan kolektif/Program Unggulan desa/Kecamatan disusun dan dikumpulkan seminggu sebelum penerjunan kelapangan. Laporan Pelaksanaan Kegiatan (LPK) disusun pada minggu terakhir mahasiswa berada di lokasi dan telah menyelesaikan program kegiatannya. Laporan Rencana Kegiatan (LRK) dan Laporan Pelaksanaan Kegiatan (LPK) sebetulnya merupakan bentuk kesatuan yang tidak terpisahkan. Lembar LRK dan LPK telah disediakan oleh P2KKN LPPM UNDIP. Laporan Rencana Kegiatan dan Laporan Pelaksanaan Kegiatan dibuat mahasiswa di jilid bersama-sama dalam lingkup desa/dijilid menjadi satu dengan cover warna tertentu dan digandakan sejumlah 6 eksemplar, masing-masing untuk : 1. Desa lokasi c/q Kepala Desa/Dusun 2. Kecamatan lokasi c/q Camat 3. Pemda Tingkat II / Bappeda/Kesbanglinmas 4. Dosen Pembimbing Lapangan 5. P2KKN - LPPM 6. Arsip Mahasiswa Jumlah tersebut Stakeholder . dapat bertambah sesuai dengan jumlah mitra/

1. Laporan Rencana Kegiatan (LRK) Materi LRK terdiri dari dua bagian, yaitu bagian yang ditulis atau disusun secara bersama dan bagian yang ditulis secara individual oleh masingmasing mahasiswa dalam satu subunit desa. Isi LRK yang ditulis secara bersama meliputi: HALAMAN SAMPUL HALAMAN PENGESAHAN DAFTAR ISI RENCANA KEGIATAN KKN PPM Rencana Kegiatan KKN PPM berisi Permasalahan, Prioritas pemilihan permasalahan, dan Rencana program KKN PPM. 1. Permasalahan Seluruh permasalahan yang telah ditemukan mahasiswa sesuai

dengan bidangnya masing-masing selama sosialisasi, dituliskan dalam lembar rekapitulasi yang telah dipersiapkan. Apabila mahasiswa dari disiplin bidang tertentu menemukan masalah untuk disiplin bidang lain, maka hal tersebut dapat direkomendasikan kepada rekan mahasiswa dari bidang yang sesuai dalam satu subunit atau unit yang sama. Permasalahan yang telah ditemukan dituliskan dalam Tabel Identifikasi Permasalahan, dirinci menurut lokasi ditemukannya masalah dan narasumbernya, bisa satu narasumber atau lebih (lihat contoh tabel 1 ) sebagai berikut ; Tabel 1. Identifikasi Permasalahan
No. 1. 2. 3. 4. 5. ..... 17. Permasalahan * Jalan kampung rusak, bila hujan sulit dilewati Belum ada jembatan penghubung ds V & ds III Jalan desa waktu malam gelap Jaringan Irigasi Rusak Jaringan Irirgasi Rusak Pengambilan air minum jauh dari pemukiman Lokasi Dusun I Dusun V Dusun II Dusun V Dusun III Dusun II Sumber (P/M/D)** P/M M M P P/M/D M

* Tuliskan semua permasalahan yang ditemukan selama sosialisasi ** P = Perangkat Desa, M = Masyarakat, D = Dinas instansi Vertikal/Stakeholder

2. Prioritas Pemilihan Permasalahan Setelah permasalahan teridentifikasi, mahasiswa memilih permasalahan yang diprioritaskan (minimal 5) untuk dijadikan program selama masa KKN PPM. Penentuan skala prioritas program didasarkan atas urgensi, keterjangkauan sesuai dengan analisis KUWAT (Kesempatan, Uang, Waktu, Alat, dan Tenaga), serta diberi uraian alasan yang mendasari pemilihannya untuk ditangani sebagai program KKN PPM. Hal tersebut dituliskan dalam Tabel 2 sebagai berikut ; Tabel 2. Prioritas Pemilihan Permasalahan
No. 1. Permasalahan Jaringan irigasi dusun III Alasan Pemilihan Berdasarkan analisis KUWAT, memungkin-kan untuk diangkat sebagai program KKN PPM. ukungan masyarakat, Perangkat Desa dan Dinas Pengairan sangat besar. Penyelesaian program ini sangat vital untuk meningkatkan produksi pertanian dan pendapatan petani.

dst * Uraikan secara rinci mengapa permasalahan diprioritaskan penanganannya sehingga layak diangkat sebagai program KKN.

3. Rencana Program KKN PPM Rencana Program KKN PPM yang akan dilaksanakan, dengan mengacu pada permasalahan yang telah dipilih, dituliskan dalam sebuah tabel. Rencana Program ini khusus untuk program pokok, yaitu yang sesuai dengan bidangnya dan program pokok tambahan, yaitu apabila tidak sesuai dengan bidangnya. Untuk program bantu tidak perlu dituliskan di sini. Contoh Tabel 3 pengisian rencana program adalah sbb: Tabel 3. Rencana Program KKN PPM
No. 1. No. Sektor 03.2.1.02 Nama Program Perbaikan jaringan irigasi dusun III (ID) Bahan Semen, batu, pasir Volume 75 m 3 x 10 jam Sumber Dana Swd = 2.000 Stkhdr = 1.500 Mhs = 50 Lain2 = 500 Jml = 4.050 ..... 6. 11.2.1.01 Kursus ketrampilan elektronika (MD) Alat-alat elektronika 10 orang 2 x 8 jam Swd = 100 Stkhdr = 100 Mhs =10 Lain2 = 500 Jml = 4.050

2.

Laporan Pelaksanaan Kegiatan (LPK) KKN PPM Laporan pelaksanaan kegiatan KKN PPM secara keseluruhan disusun dengan urutan mulai dari laporan yang disusun oleh mahasiswa, DPL, Korkab/Korkot dan terakhir oleh Kepala Bidang Pengelolaan KKN, masingmasing melaporkan pelaksanaan KKN PPM sesuai dengan lingkup kerjanya. Untuk menyusun laporan yang cepat dan akurat telah dipersiapkan beberapa lembar pendukung yang harus diisi oleh mahasiswa selama pelaksanaan KKN PPM. Alur penyusunan laporan secara lengkap seperti tertera pada diagram berikut : SISTEM PENYUSUNAN LAPORAN KKN PPM

Laporan Pelaksanaan Kegiatan (LPK) KKN-PPM mahasiswa disusun selama seminggu terakhir sebelum penarikan. Bahan utama yang digunakan untuk menyusun laporan KKN PPM mahasiswa adalah rekap dalam lembar R-1. Susunan laporan KKN PPM adalah sebagai berikut: HALAMAN SAMPUL HALAMAN PENGESAHAN

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PELAKSANAAN KKN PPM (Untuk masing-masing Mahasiswa dalam 1 sub unit) sebagai berikut : - Hasil Pelaksanaan KKN PPM (sesuai dengan rekapitulasi lembar R-1) - Pembahasan - Kesimpulan dan Saran LAMPIRAN, yang terdiri dari; - Rekapitulasi Subunit (lembar R-2). - Kartu kontrol; K-1, K-2, dan K-3 (hanya untuk laporan yang dikumpulkan di P2KKN-LPPM UNDIP). Untuk tembusan/copy yang lain tidak perlu diberi lampiran K-1, K-2, K-3. - Foto-foto (foto-foto untuk laporan yang dikumpulkan untuk LPPM harus asli, tetapi laporan lain boleh tidak asli) Catatan : Kartu pelangi (RB-PF, RB-PP, RB-SB, dan RB-KM) yang dibuat kormabid, dan R3 yang dibuat kormanit dijilid secara terpisah dari laporan pelaksanaan kegiatan dan tidak digandakan. Selama pelaksanaan KKN PPM, mahasiswa mendokumentasikan seluruh kegiatannya dalam 3 lembar kartu kontrol, yaitu pada lembar K-1, K-2 dan K3. lembar K-1 : untuk mencatat kegiatan dari program pokok dan pokok tambahan. lembar K-2 : untuk mencatat kegiatan program bantu. lembar K-3 : untuk mencatat kegiatan non-program. Seminggu sebelum waktu penarikan KKN PPM setiap mahasiswa merekap seluruh program yang tertulis pada K-1 ke dalam lembar R-1. Lembar R-1 ini merupakan bahan utama dalam pembuatan laporan KKN PPM mahasiswa yang harus dikumpulkan pada saat penarikan KKN PPM. Pada hari ke 6 sebelum penarikan KKN PPM kormasit merekap seluruh R-1 satu sub unit ke dalam 4 lembar R-2, yang masing-masing telah dipisahkan menurut bidang dari tiap-tiap program, yaitu PF, PP, SB dan KM, terlepas dari bidang mahasiswa pemilik program. Pada hari ke 4 sebelum penarikan KKN PPM kormabid tiap bidang, setelah mengumpulkan R-2 yang sesuai bidangnya dari seluruh subunit dalam satu unit, memindahkan data yang tercantum pada R-2 ke dalam lembar Rekap Bidang (RB), yaitu untuk bidang prasarana fisik ke dalam RBPF yang berwarna biru, bidang peningkatan produksi dalam RB-PP yang berwarna kuning, bidang sosial budaya dalam RB-SB yang berwarna merah, dan bidang kesehatan masyarakat dalam RB-KM yang berwarna hijau. Pada hari ke 3 sebelum penarikan KKN PPM, kormanit membuat rekap global dalam lembar R-3, yaitu merupakan total rekapitulasi kegiatan dalam satu sub unit. Data yang dimasukkan dalam R-3 merupakan jumlah dari masing-masing lembar R-2 dari seluruh subunit.

Data dari lembar R-3 bersama dengan data RB-PF, RB-PP, RB-SB dan RBKM digunakan oleh DPL untuk bahan penyusunan laporan yang harus dikumpulkan satu minggu setelah penarikan KKN PPM. Di samping itu, data R-3 seluruh kabupaten/kota digunakan oleh Korkab/Korkot untuk membuat Laporan Pelaksanaan Kegiatan, yang dilaporkan pada saat penarikan KKN PPM di Kabupaten. Laporan DPL kemudian direkap oleh Korkab/ Korkot untuk membuat laporan yang dikumpulkan 2 minggu setelah penarikan KKN PPM. Seluruh laporan Korkab/Korkot digunakan sebagai dasar penyusunan laporan tahunan oleh Kepala Bidang Pengelolaan KKN. Dari uraian di atas jelas bahwa alur pelaporan KKN PPM UGM telah terstruktur dengan cermat sehingga diperlukan keakuratan pengisian sejak dari laporan mahasiswa, yaitu dari K-1 sampai laporan Korkab/ Korkot. Kesalahan yang dilakukan sejak awal akan terbawa sampai laporan final, sehingga jerih payah semua pihak yang menyusun laporan akan sia-sia. Secara teknis pengisian lembar pendukung (K1,K2,K3 dan R1,R2 dan R3) dalam Laporan Pelaksanaan Kegiatan KKN PPM dijelaskan dibawah ini.

Skema Persentase Alokasi Waktu Pelaksanaan Program Kegiatan Mahasiswa KKN PPM

KARTU KONTROL UNTUK PROGRAM POKOK (Lembar K-1) Bidang : Lingkari Bidang program/proyek KKN PPM yang sesuai : PF/PP/SB/KM. Bidang pada kode ini bukan pembidangan dari mahasiswa. Jenis bidang program dapat diacu dari Daftar Nomor Sektor dan Volume Program KKN PPM. Contoh : untuk program pembuatan percontohan kandang ayam, kolam ikan, mesin perontok gabah, masuk bidang PP bukan PF, walaupun yang mengerjakan dan sebagai pemilik program adalah mahasiswa bidang PF. Untuk Kode Bidang KKN PPM dengan tema tertentu Kode Bidang sesuai dengan bidang kegiatan ditambah huruf T (contoh PF-T, PP-T, SB-T, KM-T).

No. Sektor : Isikan nomor sektor yang paling sesuai/tepat dengan kegiatan yang dilaksanakan. Jika ada program yang nomor sektor tidak ada, dipilih nomor sektor yang paling dekat. Untuk menentukan nomor sektor tersebut lihat petunjuk sektoral. No. Kode : Tuliskan nomor kode yang sesuai dengan nomor urut dalam Lembar Rencana dan Pelaksanaan Kegiatan Sub Unit yang ditempel di dinding. Pemberian nomor hendaknya berurutan menurut masing-masing bidang, dengan tidak ada nomor yang sama untuk setiap bidang. Nomor didahului dengan kode bidang. Contoh: PF 01, 02, 03 dst; SB 05, PP 07, KM 02 Untuk No. Kode KKN PPM dengan tema tertentu No.Kode sesuai dengan bidang kegiatan ditambah huruf T. Contoh : PF-T 01, 02, 03 dst; SB-T 01 dst. Interdisipliner dengan No. Kode : Apabila merupakan kegiatan Interdisipliner, tuliskan nomor kode kegiatan dari mahasiswa bidang lain yang menjalin kerjasama interdisipliner. Contoh : untuk program PF 02 interdisipliner dengan PP 04, SB 03 dan KM 08. Nama Program : Tuliskan nama program secara singkat dan jelas, usahakan mengacu pada petunjuk sektoral yang telah tersedia. Nama Mahasiswa - dst sd. Kabupaten : Cukup jelas PENGISIAN TABEL Tabel harus diisi SETIAP HARI setelah selesai melaksanakan kegiatan No. : Tuliskan nomor urut mulai 1 sampai terakhir TGL. : Tanggal pelaksanaan kegiatan. PELAKSANAAN KEGIATAN URAIAN KEGIATAN : Kegiatan yang dikerjakan/terjadi pada hari itu WAKTU : Lamanya kegiatan efektif dalam satuan jam PESERTA : Jumlah orang dari masyarakat yang terlibat, diluar mahasiswa. Apabila suatu kegiatan hanya dilaksanakan oleh mahasiswa maka peserta = 0. Mahasiswa bukan peserta program KKN PPM. JOK : Jam/Orang/Kegiatan = Waktu (Jam) x Peserta (Orang). Untuk program yang tidak melibatkan masyarakat, hanya dikerjakan oleh mahasiswa KKN PPM hanya mempunyai nilai WAKTU kegiatan saja, JOK = 0. Apabila program dikerjakan oleh masyarakat yang tidak secara aktif bekerja dalam pelaksanaan kegiatan KKN PPM dan bukan angkatan kerja (<14 tahun) dihitung WAKTU dan JOK, tetapi JOK-nya tidak dirupiahkan. RINCIAN PENGGUNAAN DANA URAIAN PENGGUNAAN DANA : Tuliskan bentuk dana/material yang dapat dinilai dengan uang, pada pelaksanaan kegiatan hari itu, yaitu meliputi uang tunai, nilai partisipasi tenaga (JOK), atau barang

yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan KKN PPM. Pencatatan barang/materi yang sama hanya sekali saja Contoh: (a) Tenaga kerja 9 JOK/Nilai partisipasi 30 JOK; (b) Pasir 2 m3, (c) Alat tulis; (d) Konsumsi, (e) Tenaga kerja profesional seperti: Operator penggilas jalan, Instruktur pelatihan atau praktek dll. Dapat pula diisi beberapa materi: (f) Pasir 2 m3 dan batu 4 m3 SWADAYA sampai LAIN-LAIN : Tuliskan besarnya dana, nilai tenaga atau nilai barang dalam ribuan rupiah pada kolom yang sesuai dengan asal dana atau barang tersebut. Contoh: untuk tenaga kerja 9 JOK nilainya = 10 X Rp. 2.500,- = 25,0 (ribu) masuk kolom SWADAYA (masyarakat). Pada prinsipnya JOK dapat dikonversikan menjadi nilai swadaya masyarakat, khususnya untuk kegiatan kerja bakti atau sejenisnya yang dilakukan oleh masyarakat. Lihat penentuan nilai JOK di bawah. Catatan: Swadaya masyarakat dapat berupa uang tunai, barang, dan tenaga yang kesemuanya dikonversikan dalam nilai uang. Apabila suatu kegiatan kerja menghasilkan suatu barang, maka yang dinilai adalah fisik barangnya, sedangkan nilai tenaga kerja (JOK) tidak dihitung lagi. Contoh: kerja bakti mengumpulkan pasir, nilai yang dicatat dalam kolom ini adalah berapa harga pasir yang terkumpul, sedangkan tenaga kerja (JOK) tidak perlu dinilai. JUMLAH : Jumlahkan semua nilai dana pada tanggal yang bersangkutan. Paraf DPL : DPL diminta untuk membubuhkan paraf pada baris terakhir hasil pencatatan perkembangan program pada saat kunjunan dilaksanakan. Hal ini berlaku pula untuk lembar K-2 dan K-3. PENERIMAAN SUMBANGAN : Tuliskan besarnya sumbangan yang diterima sesuai dengan sumbernya. Saldo Uang Tunai: Apabila dalam suatu kegiatan mendapatkan sumbangan uang tunai sebesar yang tercantum pada baris di atasnya, dan ternyata uang tersebut tidak habis masih ada saldo maka tuliskan pada baris saldo ini untuk mengurangi jumlah dana yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Untuk ini perlu dibuat catatan dialokasikan ke mana sisa dana tersebut. Nilai JOK : Dalam penentuan nilai JOK setiap Sub Unit hendaknya seragam, yaitu mengacu pada upah buruh tenaga kasar setempat. Misalnya upah buruh sehari = Rp. 20..000,- untuk bekerja selama 8 jam maka nilai 1 JOK= Rp. 20.000:8 = Rp. 2.500,KARTU KONTROL UNTUK PROGRAM BANTU (lembar K-2) Lembar K-2 untuk mencatat seluruh kegiatan bantu yang dikerjakan oleh setiap mahasiswa No. : Nomor urut Hari : Hari pelaksanaan kegiatan Tgl/Bl : Tanggal dan bulan kegiatan. Contoh untuk tanggal 17 Agustus tuliskan: 17/8 Pukul : Jangka waktu pelaksanaan kegiatan. Contoh: 08.30-10.00

Nama Prog. : Tuliskan nama program yang dibantu No kode Prog. : Nomor kode program sesuai dengan nomor pada K-1 program pokok. Jenis Prog. : Tuliskan ID untuk program Inter Disipliner, MD untuk Mono Disipliner Jumlah Jam : Jumlah jam pelaksanaan program bantu. KARTU KONTROL, NON PROGRAM (lembar K-3) Lembar K-3 digunakan untuk mencatat kegiatan KKN PPM yang tidak terkait dengan suatu program, antara lain: pengetikan laporan rapat koordinasi, pertemuan dengan masyarakat, pertemuan dengan perangkat desa. Selain itu, pada K-3 dicatat waktu berangkat meninggalkan lokasi KKN PPM (ijin) dan waktu datang kembali. REKAPITULASI PROGRAM KKN PPM MAHASISWA (lembar R-1) Seminggu sebelum penarikan KKN PPM, setiap mahasiswa harus membuat rekapitulasi pada lembar R-1. Rekapitulasi ini memuat seluruh kegiatan yang tercantum pada Kartu Kontrol. PENGISIAN KOLOM-KOLOM 1. Nomor : Nomor urut 2. No. Sektor : Isikan nomor sektor sesuai dengan yang tercantum pada daftar Nomor Sektor dan Volume Program KKN PPM untuk tiap-tiap program yang telah dilaksanakan. Usahakan diisi secara berurutan dari nomor kecil. 3. Bidang : diisi dengan bidang dari kegiatan yang dilaporkan. Seorang mahasiswa PF yang mengerjakan kegiatan pokok tambahan SB, misalnya memberikan pelajaran tambahan maka pada kegiatan tersebut diberi kode bidang SB, apabila mengerjakan program pembuatan kandang ayam, tuliskan PP sedangkan bila membuat jembatan tuliskan PF 4. NAMA KEGIATAN : diisikan nama kegiatan secara singkat. 5. Jumlah Program : Jumlah Program pokok dan pokok tambahan yang dilaksanakan. Setiap program yang didokumentasikan dalam sebuah kartu kontrol = 1 program. Contoh apabila seorang mahasiswa membuat 3 buah jembatan, maka jumlah program untuk nomor sektor yang sama = 3. 6. Volume : Volume yang telah dikerjakan untuk tiap-tiap jenis program. Satuan volume program mengacu pada daftar-daftar Nomor Sektor dan Volume Program KKN PPM. Kolom lain sudah cukup jelas. REKAPITULASI PROGRAM KKN PPM SUB UNIT/DESA (lembar R-2) Lembar R-2 diselesaikan oleh Kormasit 6 hari sebelum penarikan KKN PPM.

Pada lembar R-2 telah dipisahkan menurut 4 bidang program kegiatan KKN PPM. Setiap bidang program kegiatan dibuat rekapitulasi tersendiri. Pemisahan bidang program kegiatan bukan menurut bidang asal mahasiswa, tetapi menurut bidang yang dikerjakan oleh mahasiswa. Pengisian lembar R2 berdasar lembar R-1 mahasiswa dalam setiap subunit. Untuk program dengan nomor sektor yang sama ditotal menjadi satu. Pengisian R-2 secara umum sama dengan pengisian R-1, hanya saja telah dipisahkan menurut bidang program kegiatan KKN PPM. Nilai total Volume tidak perlu diisi. Lembar R-2 yang telah diisi diserahkan pada kormabid sesuai dengan bidangnya masing-masing. REKAPITULASI BIDANG PROGRAM KKN PPM (RB-PF, RB-PP, RB-SB, RB-KM) /KARTU PELANGI Rekapitulasi bidang program KKN PPM unit dibuat menurut bidang program kegiatan dalam satu unit diselesaikan oleh masing-masing kormabid 4 hari sebelum penarikan KKN PPM. Setiap bidang program kegiatan menggunakan lembar dengan warna khusus. Bidang PF berwarna biru, bidang PP kuning, bidang SB merah, dan bidang KM hijau. Rekap Bidang didasarkan atas R-2 yang sesuai untuk masing-masing bidang, sehingga pengisiannya secara umum sama dengan cara pengisian R-1 dan R-2. Usahakan untuk memasukkan program yang tertera pada R-2 ke dalam sektor-sektor yang telah tercantum. Apabila tidak ada carilah yang paling mendekati. Hal yang perlu diperhatikan bagi kormabid adalah dalam pengisian kolom jumlah dan volume untuk program unit dimana program tersebut dikerjakan oleh beberapa mahasiswa, misalnya program lomba 1 unit, khitanan massal 1 unit, pelatihan I unit dsb. Dalam program tersebut setiap mahasiswa melaporkan kegiatan sesuai dengan kewenangannya, dan dalam program unit tersebut akan banyak mahasiswa yang melaporkan judul program yang sama. Dalam hal ini kormabid harus melaporkan sesuai dengan kenyataannya. Misalnya dalam Program Unit lomba Dokter Kecil (Sektor 13.1.3.22) yang melibatkan 5 subunit dengan jumlah mahasiswa yang melaporkan ada 5 orang, maka di dalam merekap jumlah program = 5, volume = 1 kegiatan. Artinya bahwa secara riil lomba Dokter Kecil di tingkat Unit hanya ada 1 kegiatan, yang didukung oleh 5 program (persiapan peserta dsb) yang berasal dari 5 subunit. Volume untuk program unit secara umum adalah volume riil. Misalnya untuk program Khitanan Massal volumenya - berapa anak yang dikhitan. REKAPITULASI PROGRAM KKN PPM (lembar R-3) Lembar R-3 yang merupakan rekapitulasi 1 Unit harus sudah diselesaikan oleh kormanit 3 hari sebelum penarikan KKN PPM. Pengisian lembar R-3 sebenarnya hanya memindahkan nilai total R-2 dari seluruh subunit. Penyusunan laporan pelaksanaan KKN PPM, berdasar rekapitulasi program mahasiswa (R-1), mahasiswa melaporkan rekapitulasi pelaksanaan kegiatan, meliputi jumlah program yang telah dikerjakan, volume masing-

masing program, alokasi waktu dan JOK (jam-orang-kegiatan) serta rincian alokasi dana yang terlibat. Di samping itu, mahasiswa perlu menghitung rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk setiap program, yaitu dari hasil pembagian total waktu dengan total program serta rata-rata jumlah peserta setiap pelaksanaan program, yaitu merupakan hasil bagi dari total JOK: dengan total waktu. Untuk alokasi dana dihitung persentase dari masingmasing sumber dana. Hasil-hasil tersebut digunakan sebagai dasar untuk memberikan pembahasan. Secara lengkap pembahasan hasil KKN PPM menguraikan tentang kesesuaian pelaksanaan kegiatan KKN PPM dengan rencana kegiatan, keberhasilan atau kegagalan beserta faktor-faktor yang mempengaruhi, kemungkinan tindak lanjut atas hasil yang dicapai di samping membahas angka-angka kuantitatif yang telah dihitung dihubungkan dengan kondisi kualitatif yang mempengaruhi. Kesimpulan berisi uraian baik kualitatif maupun kuantitatif. Misalnya, program KKN PPM berhasil, maka tolok ukur kuantitatifnya adalah dari besarnya nilai swadaya masyarakat, atau besarnya jumlah masyarakat yang terlibat, atau besarnya alokasi waktu yang digunakan untuk pelaksanaan program. Saran meliputi saran untuk DPL, LPPM atau untuk Pemerintah setempat.