ANALISA FINANSIAL
RENCANA PEMBANGUNAN
JALAN TOL PALEMBANG - INDRALAYA
Oleh
Yudianto Yuanda1) Asrullah Haneman2)

ABSTRACT

Traffic jam often happens on the road for PalembangIndralaya route Also number of accidents on the road
is very high. Therefore distances in 22 kilometers. This
research is aimed to make a financial feasibility study
on Palembang-Indralaya toll road. The analysis used is
traffic analysis from financial revenue side of the toll
revenue. The number of traffic growth is taken from
the growth of Gross Regional Domestic Product of the
Province of South Sumatera which is currently 6.9%
on average. From the result of 2007 survey, it is
obtained that the average of daily traffic is currently
19,900 smp/2 directions/day. Then, the traffic analysis
and financial From the result of cash flow calculation
for Palembang-Indralaya toll road, it is obtained that
for the calculation of construction of Alternative I Rigid
Pavement, the result is not feasible (pessimistic) for
implementation because the IRR is 15.84% and for
NPV it is Rp 566,454,000,000.00. BEP will be earned in
the 22nd year while BCR = 0.75 < 0. For cash flow
with construction of Alternative II with Flexible
Pavement, the result is not yet feasible to be
implemented because the FIRR is 16.92% and for NPV
it is Rp 818,541,000,000.00 and BEP is in the 19th
year, BCR = 0.63 < 1.
Key Words : LHR, Travel Time, Volume Lalu Lintas, Cash
Flow, IRR, NPV, BCR, BEP,

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kemacetan lalu lintas terjadi pada jalan jurusan
Palembang – Indralaya, juga kecelakaan pada jalan
tersebut sangat besar, untuk mengimbangnya dan
menentukan laju peningkat lalu lintas maka dibuat
jalan tol Palembang – Indralaya sepanjang 22 km.
Dari data kecelakaan pada jalan Palembang –
Indralaya terjadi peningkatan baik dari jumlah
kecelakaan dan juga jumlah korban terlihat pada
tahun 1994 sampai dengan tahun1996, ternyata 67.5
% kecelakaan memakan korban jiwa, 22.5 %
kecelakaan mengalami luka berat dan 7 % kecelakaan
mengalami luka ringan.

Khusus volume lalu lintas pada kota Palembang
menuju Indralaya 2 arah untuk kapasitas lalu lintas
telah mencapai 19900 kend/2 arah / hari, sedangkan
untuk tingkat pertumbuhan pertahun lalu lintas
kendaraan di Sumatera Selatan mencapai 6.92 % ,
maka dari itu pada penelitian ini dilakukan kajian
analisa finansial untuk mengetahui layak atau tidak
jalan tol tersebut untuk dilaksanakan pada saat ini
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan
perhitungan
kelayakan
finansial
perencanaan
pembangunan jalan tol Palembang - Indralaya.
Ruang Lingkup Penelitian
Dalam penelitian ini yang akan dibahas adalah layak
atau tidak layak apabila dilakukan pembangunan jalan
tol yang menghubungkan kota Palembang dengan
kota Indralaya, dalam hal ini analisa yang digunakan
adalah analisa lalu lintas dari analisis financial revenue
dari pendapatan tol dan tidak membahas analisis
ekonomi.
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan pola pikir didalam studi kelayakan yang
sistematis
dimungkinkan
untuk
mempermudah
pemikiran dalam mencapai kesimpulan mengenai
kelayakan suatu gagasan. Karena sebagaimana telah
disinggung sebelumnya, bahwa suatu studi kelayakan
akan menyangkut banyak aspek dan memerlukan
berbagai disiplin ilmu
Dalam perencanaan jalan tol ataupun pengelolahan
jalan bebas hambatan ini juga tidak dapat lepas dari
syarat-syarat dan peraturan yang telah ditetapkan
menurut perundang undangan yang berlaku.
Berdasarkan Peraturan Perundang – Undangan
tentang pelaksanaan penyelengaraan jalan
diatur
dalam Peraturan Pemerintah No 15 Tahun 2005
tentang jalan tol Direktorat Jenderal Bina Marga.
Metode pengoperasian jalan tol Palembang Indralaya
ditetapkan sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Sistem Pengumpulan Tol
Penggolongan kendaran
Gerbang Tol
Petugas operasional pengumpulan tol
Sarana dan perlengkapan pengumpulan tol
Catu Daya
Pengaturan Lalu Lintas dan Sistem Informasi

 
 

1.   Pengajar Jurusan Teknik Sipil Universitas Palembang
2.   Pengajar Jurusan Teknik Sipil Universitas Palembang 
Analisa Finansial pada Rencana Pembangunan Jalan Tol Palembang ‐ Indralaya 

3. Aplikasi Proyek swasta yang sifatnya profit oriented Proyek untuk masyarakat. 2. Operasi dan Pemeliharaan o 1. NPV .2004 Dalam hal ini analisis akan dititik beratkan pada analisis finansial. harga satuan bahan.Survei perhitungan lalu lintas (Traffic Count ) . Bagan Alir Penelitian . Operasi dan Pemeliharaan Biaya Konstruksi.Analisis kelayakan finansial dalam studi ini dilakukan dalam konteks untuk mengetahui seberapa besar manfaat atau keuntungan yang diperoleh jika Jalan tol Palembang .Indralaya dibangun dan ditinjau kelayakannya dari sisi potensi pengusahanya atau dikenal dari sisi finansial Dalam melakukan analisis kelayakan secara finansial dan ekonomi terdapat beberapa prinsip dasar yang membedakan kedua sudut pandang evaluasi kelayakan seperti terlihat pada tabel 1 berikut ini: Tabel 1. upah dan alat Dari data tersebut diatas maka dilakukan analisa data lalu lintas dan data finasial untuk perhitungan biaya konstruksi. Sumber : Kajian Amdal dan Preliminary Design. oprasional dan pemeliharaan sedangkan untuk pendapatan tol sebagai incash flow untuk mendapatkan nilai IRR. Perbedaan Komponen-komponen pada Pendekatan Finansial dan Ekonomi N Aspek Analisis Finansial Analisis Ekonomi Sudut Pandang Private Publik Tujuan Pengembalian dan keuntungan investasi Efisiensi ekonomi (pengurangan biaya transportasi) Kriteria Pay Back Period. Kompone n Biaya Biaya Konstruksi.Survei travel time pada jalan-jalan exsisting . Konstruksi  QP = QVXP                      ‐. BCR. Kompone n Manfaat Revenue dari pendapatan Tol Benefit dari BKBOK 6. METODOLOGI PENELITIAN Identifikasi data primer adalah hasil survei traffic count. Analisis finansial hanya akan dilakukan pada rute jalan terpilih dengan mengunakan dua Alternatif I konstruksi mengunakan pile slab (Rigid Pavement) dan Alternatif II konstruksi dengan perkuatan geotekstil dan cerucuk (flexible pavement) Data-data yang diambil pada penelitian ini berasal dari : . survei travel time. NPV. Land Acquisition   ∆ PDRB                                   ‐ Benefit = Revenue  dari  LHR Pendapatan Tol FIRR > 0 NPV = Positif  BCR > 1  Kesimpulan & Saran   Gambar 1. Pemeliharaan                                                          ‐. BCR dan BEP NPV.Survei asal – tujuan perjalanan dengan wawancara tepi jalan ( Road Side Interview Survey) Untuk menentukan LHR yang lewat diambil dari curva bruton 1985 . EIRR 4. survei asal tujuan didapat hasil survei masing – masing dan dari data skunder didapat pertumbuhan lalu lintas yang diambil dari pertumbuhan PDRB rata – rata dari BPS dan data harga tanah. dilakukan oleh Pemerintah 5. BCR. Oprasional                       ‐. BEP didapat dari perhitungan Cash Flow. Tahapan – tahapan dari pekerjaan yang ada dapat dilihat pada gambar diagram alir berikut: MULAI          Tinjauan Pustaka ‐ Kajian Kelayakan  ‐ Teknik Lalu lintas  ‐ Perkerasan  ‐ Lentur  ‐ Rigid / Kaku  ‐ Ekonomi Teknik  nalisa Data    Identifikasi Data  Yang  Dibutuhkan PENGUMPULAN DATA Pengumpulan Data  Data Primer                            Data Scunder  ‐ Survei LL                       ‐ Lokasi Obyek    (TC) Traffic Count           ‐ Geografi    (ITL) Intersection T C     ‐ Data Jumlah Kend  (TT) Travel Time             ‐ PDRB  (RSI) Road Side               ‐ Harga Lahan  Interview Survey       ‐ BPS                                                                  ‐ Harga Satuan Bahan   h d Al t ANALISA DATA  Lalu Lintas                                Finansial  Arus LL Aktual :                  Biaya / Cost                                                    ‐. IRR.

Hasil Data Pengolongan jenis Kendaraan Golongan I 8.Indralaya 1637 81 1205 505 983 Musi II .Kayu Agung 3301 2160 2082 572 4503 Lokasi 15 Indralaya .Musi II 100 4 297 58 198 Jaka Baring .986/hari 5.Jaka Baring 153 3 380 77 68 Musi II .Kertapati 41 12 44 15 94 Jaka Baring .Indralaya Total 761 4411 2533 2330 5727 506 413 657 558 4393 5703 401 11791 12618 3362 4085 594 615 2338 2988 1038 963 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Indralaya .Musi II 431 35 531 124 1209 Kertapati .535/tahun Tabel 2.Indralaya 3362 4085 594 615 2806 3586 1557 1445 Golongan IIB 2.365/tahun RUN DIR SECT 1 2 4 TIME (mins secs) VEHICLES MET VEH PASSED VEH OVERTAKING Total Stopped Cars Med/Hea Cars Med/Hea Cars Med/Hea In A 41' 51'' 00' 05" 273 188 1 7 6 3 Out B 55' 00" 08' 31" 765 222 3 3 5 3 In A 46' 04" 00' 53" 503 266 2 2 4 1 Out B 52' 14" 02' 32" 633 380 5 6 4 In A 52' 12" 02' 58" 462 249 4 8 6 2 Out B 48' 21" 00' 36" 465 325 3 3 6 ― In A 42' 18" 00' 12 427 226 2 3 1 ― Out B 45' 30" 05' 50" 392 289 2 3 ― ― Sumber : Data Hasil Olahan 2007 Total 681 4216 1731 1652 4178 267 206 607 420 3635 3855 309 9490 10168 908 9227 942 10675 Total 15.Palembang 16 Palembang .Kertapati 500 51 497 115 1370 Kertapati .Palembang 2879 2442 1900 1004 1265 Indralaya . Skenario yang digunakan dalam permodelan jaringan adalah kondisi tanpa dan dengan usulan jalan tol.ANALISIS PENELITIAN Prakiraan volume lalu lintas untuk rencana jalan tol yang dilakukan dengan menerapkan model lalu lintas untuk masing-masing tahun prakiraan 2008.Indralaya 1520 836 769 99 2503 Kertapati .943.Jaka Baring 67 5 49 17 368 Jaka Baring .326/hari 1.659/hari 3.Musi II 1436 164 1394 189 452 Indralaya . Rekapitulasi Volume Lalu Lintas ( Kendaraan /hari ) No Untuk hasil survei traffic count ini diklasifikasikan dalam golongan kendaraan sesuai dengan yang diisyaratkan oleh MKJI tahun 1997.890/tahun Tabel 5. Survei Perhitungan Lalu Lintas (Traffic Count) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Sedan/VanBus Kecil Bus Sedang Pick Up Non Bus Truk Sedang Truk BesarSpd Motor Truk Box Bus Besar Musi II .Jk Baring 78 7 71 54 191 Indralaya . Data Hasil Survei Travel Time 3027 10359 3141 11795 Sedan/Van Bus Kecil Bus Sedang Pick Up Non Bus Truk Sedang Truk BesarSpd Motor Truk Box Bus Besar Musi II .Palembang 2879 2442 1583 669 4218 Indralaya . Perkiraan Volume Lalu Lintas Tol Hasil Survey LHR Tahun 2007 Tahun Volume 2 Arah smp/hari 2007 19900 2010 21887 2020 55489 2030 142752 2038 293797 Sumber : Analisis LHR .Musi II 431 35 637 186 363 Kertapati .Indralya 146 4 144 15 249 Indralaya .Jaka Baring 153 3 317 51 227 Musi II .Kertapati 1454 652 365 495 889 Indralaya .Jaka Baring 67 5 59 26 110 Jaka Baring .Indralya 146 4 173 23 75 Indralaya .Musi II 100 4 356 87 59 Jaka Baring .Palembang 16 Palembang . 2030 dan 2038.Kertapati 41 12 37 10 313 Jaka Baring .Kertapati 1454 652 304 330 2963 Indralaya .Kertapati 500 51 596 173 411 Kertapati .001/hari 730. 1.Kayu Agung 3301 2160 2498 858 1351 Lokasi Golongan IIA 5.Jk Baring 78 7 85 81 57 Indralaya .Musi II 1436 164 1162 126 1505 Indralaya . 2010.Indralaya 1520 836 923 149 751 Kertapati .Indralaya 1637 81 1446 758 295 Musi II .160. Rekapitulasi Volume Lalu Lintas (Smp/hari) No Tabel 4.990/tahun Sumber : Data Hasil Olahan 2007 3 Tabel 3.834. hasil yang didapat setelah pengolongan sepeti terlihat pada tabel 4 berikut Prakiraan lalu lintas untuk tahun 2007 sampai dengan tahun 2038 dan tahun di atas 2038 dihitung dengan cara interpolasi secara linier Tabel 6. 2020.

60 700.702.070 700.871.178 577.000 TOTAL BIAYA KONSTRUKSI / KM 4.660.582.172.420 1.384 1.00 12. harga dasar sewa peralatan pada saat sekarang Pada perhitungan biaya konstruksi perlu juga dihitung jumlah volume pekerjaan yang akan dikerjakan untuk konstruksi pile slab dan juga pada pekerjaan geotextile dan cerucuk gelam dapat dilihat pada perhitungan konstruksi yang sesuai dengan kebutuhan jalan tol berikut ini .000.77 6. Rigid Pavement ( Pile – Slab ) Analisa Tahun 2007 NO SAT VOLUME ITEM I Through way 1 Tiang Pancang dia 60 m' 652.372.716.579 8.460.823.00 3 Urugan Pilihan m3 2.035.065 Setelah mendapatkan jumlah biaya konstruksi tersebut maka dimasukkan biaya-biaya lainnya seperti biaya pajak pertambahan nilai.824.582.77 221.172.080.500.800 1.074.177.257.892 1.548.00 1.00 TOTAL 1.339 6 Biaya Eskalasi 7% pertahun 113.00 1.614 236 358.000.202 126.140.372.275.137.036.242 1.860.600 1.000.110 5 Prime Coat kg 42.272.000.517 802.700 577.250.127.00 620.678.127.880 8.759 m2 1.217.360 311.700.500 700.624.800.00 8.642 432.162.402. Alternatif .814.90 189.004.00 358.177.541.00 18.177.543.746.060.598.628.242.321.843.735.579.026.440 7.767.00 4 Prime Coat kg 413.00 32.317.183.040.974 3.000 7.178 7.178 164 66.172.000 376.321.679 72 79.0045 1.060.595.96 72.178 108 1.700 11 Pekerjaan Penunjang Lainya ls 1 12 Pekerjaan Plasa Tol ls 1 13 Fasilitas Tol ls 1 II Overpass dan Jembatan 14 Pancang 45 & Pemancangan 15 Pancang 60 & Pemancangan 16 Beton Abutment 17 Beton Sayap 18 Beton Plat Injak 19 Tembok Sedada 20 Beton Lantai 21 Beton Pilar 22 Girder 25 m & Erection 23 Girder 30 m & Erection 24 Bearing Pad 25 Baja Tulangan 26 Perkerasan AC-WC t = 5 cm m' m' m3 m3 m3 m3 m3 m3 Buah Buah Buah kg Ton HARGA BIAYA 678.316.026.500 9.767.006.234 84.300.Analisis harga satuan Jalan tol Palembang – Indralaya didasarkan pada harga dasar satuan upah.517 16.692.00 1.200 12.600 7 Tach Coat kg 76.344.000 8 Aggregat Klas A t = 15 cm m3 5.400 6.205.275.614.199 1.000.800.089.55 1.000 1.00 4.000 20.000.668 5.00 16.360.037.30 BIAYA KONSTRUKSI / KM 48.00 480.198.81 11 Pekerjaan Penunjang lainnya ls 1 16.64 10. Untuk perhitungan dari biaya – biaya tersebut d serta besar dari nilai biaya tersebut dapat dilihat dari tabel 8 berikut ini : Tabel 8.000 608.00 5 Perkerasan ATB t = 15 Cm Ton 964.00 4.213.1.636.384 1.172.100.807.00 79.127.987 10.607.877.77 495.443.402 480.239 3 Baja Tulangan kg 41.700.376 1.178 5.204 18.316.800.008.77 126.179 4 PPN 10 % 136.90 1.595.774.808 16. biaya pembebasan lahan.517 802.00 2.517.260 10 Lean Concrete t = 15 cm m3 5.918 5 Biaya Kontigensi 10 % 127.006.00 8 Agg Klas B t = 25 Cm m3 103.420 57.204 495.000.20 3.872.920.172.420.850 9. Adapun rencana perhitungan dari biaya konstruksi pile slab seperti terlihat pada tabel 7 berikut ini : Tabel 7.172.178 369 1.77 10 Lean Concrate ( t = 15 Cm ) m3 5.321.692.974 II Overpass 14 Tiang Pancang 45 & Pemancangan m' 15 Tiang Pancang 60 & Pemancangan m' 16 Beton Abutment m3 17 Beton Sayap m3 18 Beton Plat Injak m3 19 Tembok Sedada m3 20 Beton Lantai m3 21 Beton Pilar m3 22 Girder Bentang 25 m & Erection Buah 23 Girder Bentang 30 m & Erection Buah 23 Bearing Pad (350x400x39)mm Buah 24 Baja Tulangan kg 25 Perkerasan AC-WC t = 5 cm Ton BIAYA 34.600 1.5 % 3 Biaya Pembebasan lahan Ls 1 1. Komponen Biaya Konstruksi Pile – Slab Analisa Tahun 2007 No Item Coct Components Sat Vol Harga Satuan Total 1 Biaya konstruksi 2 Biaya Pengawasan 4.663.384 1.636.272.784.293.484.706.00 227.615.000 1.00 2 Geotextile m2 246.172.360.384 12 Pekerjaan Plaza Tol ls 1 1.13 108.199.127 1.975.00 1.649.000 311.560 6 Urugan Pilihan m3 237.664 620.172.178 189 1.00 66.974 6.824.05 164.649.280 3.00 6.172.92 236.026.77 1.060.316.177.681.682.316.704 Grant Total Sedangkan rencana perhitungan dari biaya konstruksi mengunakan geotextile dan cerucuk gelam seperti terlihat pada tabel 9 berikut ini: Tabel 9.000.172. Alternatif .321.820.000.16 5.784.200.205.804.172.000.369.510.690.373.636.060.751.814.541.53 368.420 57.293.92 .517 802.260 1.117.183.172.000 31.700 9 Perkerasan Beton ( t = 27 cm) m3 10.700.291 4 Perkerasan ATB t = 15 cm ton 13.233.177.376.926.517 13 Fasilitas Tol ls 1 802.862.360.546.870.004.00 7 Tach Coat kg 826.975 8.890.608.500.539.321.77 432.000.140 33.000.40 1.272.00 9.248.100 700. 2.568 312.224 6.296.260.172.00 674.177.075.477 221.45 422.784.513.000 319.660.178 422 1. Geotextile dan Cerucuk Gelam Analisa Harga Tahun 2007 NO SAT VOLUME HARGA SATUAN ITEM I Through way 1 Cerucuk kayu L= 4m Þ10/12 cm m' 6.504.161.872 4.36 5.933.800 2 Beton Lantai/Balok m3 321.636.172.305. biaya pengawasan.248 678.600 86.974 442.00 678.100 30.272.474 7 Biaya Overhead 1 % 13.161.702.00 3.067.00 1.000.000.177.000 1.600.613.321.700.665.504.172.990.094.431. biaya kontigensi dan diaya eskalasi kesemuanya ini merupakan biaya yang harus dikeluarkan diluar dari biaya konstruksi nitu sendiri.40 1.316.660 48.000.048.297 5.513.804.00 9 Perkerasan Beton ( t = 27 Cm ) m3 10.850.00 6 Agg Klas A t = 15 Cm m3 62.500 86.206.607.016 305. harga dasar satuan material.784.177.420 Ls 0.094.00 6.179.00 84.372.

388.862. Jadi untuk tahap 1 : • Alternatif I = Rp 1.000.50 6.000 Sedangkan untuk tahap 2 : • Altenatif I = Rp 700.30 1.000 • Alternatif II = Rp 891.762. Adapun jumlah volume lalu lintas yang didapat pada jalan exsisting pada saat survei setelah dikalasifikasikan terhadap jenis dan golongan – golongan kendaraan berdasarkan MKJI.155. model kurva diversi (Bruton 1985) .5% 3 BiayaPembebasan lahan Ls Ls m2 Harga Satuan Vol Total 1 1.100 1.844.821.30 48.81 107.20 1. Batas minimum 20% – 30% dari BKBOK .181.050.530.Indralaya sebesar Rp 320 per km pada tahun 2003).30 1.No ItemCoct Components Sat 1 Biayakonstruksi 2 BiayaPengawasan4.000 • Altenatif II = Rp 594.000.513.40 1 Nisbah waktu perjalanan (waktu dengan melewati rute alternatif tercepat) Sumber : Ofyar Z Tamin.075.706.652.975. 10.270.08 4 PPN10% 5 BiayaKontigensi 10% 115.282.075.451.856. dan juga untuk segi material yang digunakan juga di daerah ini masih banyak tersedia.000.00 1.885. Maka dari itu disini model konstruksi yang dipakai adalah alternatif II yang dipilih seperti pada konstruksi cerucuk gelam. alternatif II mengunakan biaya yang lebih kecil dibandingkan dengan alternatif I.633. 1997 Grafik 1.40 0. Keduanya direncanakan selesai pengerjaanya selama dua tahap yaitu tahap pertama menyerap dana sebesar 60 % dari biaya total pekerjaan.196.10 1.048.52 6 BiayaEskalasi 7% 7 BiayaOverhead 1% 80.305.000.443.075. Komponen Biaya Konstruksi Geotextile dan cerucuk Kayu Analisa 2007 • • • • Penguna jalan tol dari zona – ke zona dalam persen (kendaraan yang mengunakan jalan tol/total jumlah kendaraan yang mengunakan semua rute) Setelah mendapatkan jumlah biaya konstruksi tersebut maka dimasukkan biaya pajak lainnya dan dapat dilihat dari tabel 10 berikut ini : 70 60 50 40 Mobil Penumpang 30 20 10 0 0.80 0.862.67 Grant Total 1.526.000.973.00 1.000. tahun 1997 maka hasil yang didapat tersebut diolah mengunakan perhitungan model kurva diversi (Bruton 1985) terlihat pada grafik 1 berikut : 100 90 97 % 80 Keseimbangan waktu Tabel . sampai batas maksimum 70% dari BKBOK (BKBOK di jalan tol Palembang .305. Pada tahun 2010 Rp 500 perkm dan untuk tahun 2013 sebesar Rp 625 perkm.000.859. Analisa Kelayakan Finansial Suatu analisis finansial dari suatu proyek transportasi tujuanya adalah untuk menghitung dan membandingkan antara biaya – biaya yang akan dikeluarkan oleh pengusaha dan pengguna Komponen biaya (cost components) adalah sebagai berikut: Biaya Biaya Biaya Biaya pembebasan lahan rekayasa dan pengawasan konstruksi operasi dan pemeliharaan Tarif yang digunakan menurut Keputusan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 38 Tahun 2004 dengan formula Tarif Baru = Tarif Lama (1 + Inflasi ) dengan nilai inflasi ini disesuaikan dengan volume lalu lintas Tarif tol yang berlaku sesuai dengan ketentuan dari Kepmen PU Nomor 165/KPTS/M/2006 dan Kepmen PU Nomor 329/KPTS/M/2006.806.70 0.15 Setelah perhitungan kedua alternatif tersebut maka didapatlah nilai total pekerjaan konstruksi dari keduanya.706.723.000 Untuk perencanaan dari jalan tol Palembang – Indralaya ini dapat dipilih alternatif II karena dilihat dari segi biaya. sedangkan tahap kedua menyerap dana sebesar 40 % dari total pekerjaan.763.63 1.97 11.00 31.90 1.305. Tarif yang direncanakan tahun 2004 sebesar Rp 320 per km dengan kenaikan tarif sebesar 25 % per 3 (tiga) tahun.045 1.30 0.78 30.30 0.706.378.528.482.00 0.789.862.586.626.470.137.

526.139.068 34.188 18.462 57.202 64.340 16.918 144.250 14.889 15.250 14.551 1.213 1.109 10.011 81.860 109. dari perhitungan fungsi tersebut didapatlah harga IRR ( Internal Rate of Return) .500 11.988 -353.547 -937.607 583.516 2.355 27.673 -33.040 -54.355 34.140 2.835 314.360 60.576 5.814 -8.562 -45.564 2.615 -7.761 -418.649 16.079 1.169.795 -8.9 % .494 74.291. Data tersebut diolah sesuai dengan tarif tol pergolongan yang berlaku berdasarkan kepmen Kimpraswil tahun 2004 maka didapat harga incash flow seperti terlihat pada tabel 11 berikut ini : Untuk perhitungan cash flow secara finansial didapat seperti tabel 12 dan 13 berikut ini : Tabel 11.492 -19.405. Volume Lalu Lintas Pertumbuhan 6.707 74.965.237 1.367 1.146 127.049.4 65564.118.597 1.813 -7.288.169 254.270 56.818 10.6 33567.957 82.318 479.524.227 3.956 161.568 106.488.125 2.946 4. (Beneffit Cost Ratio) Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode Bruton tersebut maka didapatkan hasil perkiraan volume lalu lintas pergolongan sebesar 97 % dari volume lalu lintas yang melalui jalan eksisting Palembang – Indralaya.149.463 42.4 65564.328.526 68.987.199 -135.538.487 86.855 27.041 48.437.137 183.379 -12.669 70.001.736 3.913.246 4 5 6 -6.064 -25.457 GOL  IIB 730.133 -7.411.471 3.557 193.188 18.195 11.213 95.160 831.618 358.271 136.285 -9.476 151.042.018.952 66.564 251.043.963 53.530 95.917.454 BEP = 22 BCR = 0.064 82.252 -1.470 27.697 7.860.631.020 5.203 -128.050.500 11.425.148 3.232 336.865 67.800 108.315.143.4 81956.791 323.750 18.458 3.717.542 -66.779 1.143.757.413 878.203 -117.681 263.684 24.138 4.858.222 953.738.483 27.173 36.761.946 460.855 27.718 59.460.357 77.983 21.952 52.520 19.947.135 -15.688 17.452 53.521.423 -763.829 2.494 1.866 -21.5 21483 21483 21483 26855. BEP (Break Event Point) dan BCR.642.388.186 130.394 -7.707 139.242 18.295 89.057.325 1.789 -700.4 65564.884 2.924 -11.589 -10.155 1.492 -17.070.773.919 5.760 41.487 45.019.273 66.068 42.6 33567.866 -23.542 -72.398 3.009 1.463 42. Analisa Finansia Konstruksi Pile – Slab Alternatif I Pertumbuhan 6.188 22.9 % Dengan Tarif Tol Pergolongan Kendaraan (kendaraan/2 Arah/tahun) Tahun GOL I 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 3.000 12. NPV (Net Present Value).445 86.463 52.053.315 25.169 460.483 22.331.336 382.076 -54.483 22.869 6.713 53.Pada jalan tol Palembang – Indralaya ini pertumbuhan lalu lintasnya diasumsikan memiliki korelasi positif terhadap Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Selatan sehingga faktor pertumbuhan lalu lintas diambil berdasarkan pertumbuhan PDRB rata – rata adalah sebesar 6.365 780.107 83.375 -7.618 4.851 154.932 105.562 -49.831.707 80.268.197 51.106 -41.427.112 446.801 2.615 -6.070.688 17.476 282.797.593 73.488.563 8.401 29.713.598.459 418.4 33567.916 -11.310 10.594.389.468 656.633 892.885 1.413 1.504.343.046 -7.533 4.6 81956.688 21.920 750.777 62.468 352.983 21.116 4.932 198.380 999.064 66.531.590 7 8 -1.197 116.745 -539.301 9.278 176.294 11.084 3.9 % (Kendaraan /2Arah/Tahun) dalam jutaan Tahun Outcash Flow 1 2 2008 -1.8 41962.906.622 -106.342.353 538.628.926 74.250 17.569 9.540.956 302.920 402.992 145.901.568 42.630 1.050 kendaraan/2 arah/tahun Keseluruhan dari perhitungan cash flow ini mengunakan perhitungan fungsi finansial pada program excel.189 1.681 63.814 -141.252 4.258 3.855 34.5 17187.106 -37.978 122.434.332 63.788 -563.273 1.673 -30.586 71.802 1.618 3.699 701.014 -9.225 510.949 1.064 66.935 251.381.260 -28.564 -625.526 1.552.135 -14.874 2.118 -1.395 92.470.005 5.209 12.235 91.777 -1.445 221.067.457 82.742 1.101.649 TARIF TOL   GOL  IIA ― ― ― 11.609 87.217 185.421 4.351 430.671 72.260 -41.872.089.646 101.123 80.591.786 1. Pada tahun pertama dimulai tahun 2007 dari hasil survei didapat jumlah lalu lintas harian rata – rata adalah 5.556 12.019.443.127.907 2.618 1.795 -8.000 14.325 2.270.047 172.990 1.8 52452.921 2.363 23.319 1.704 8.598 220.104 11.164 936.708 -11.939 193.270 69.888 750.374.552.043.660.000 12.245.193 17.269 17.383.236 1.228.452 53.959 45.077 122.789 2009 -700.662 2.035 2.001.255.460.762 328.594 5.423.236 -6.378.464 335.456 5.350 430.895 12.891 78.718 -12.480 172.654 3.622.4 26855.745 -1.633 27.889 2.388 4.115 -9.761 68.259 7.660.526.526 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 Operating &Maintenence Undiscounted Discounted Comulative Rutin M Tol Net Cashflow Net Cashflow Discounted Maint Overlay Operating Net Cashflow 14% 14% 14% Incash Flow 3 80.84% NPV= 566.626 -10.568 34.160.778.217 287.171.726 99.834.914 822.038.003.568 34.892.580 1.948 TARIF TOL   GOL IIB ― ― ― 12.353 1.853 41.169 71.460.274 21.997 3.661 59.535 3.9 % pertahun maka pada tahun 2038 jumlah lalu lintas harian rata – rata adalah sebesar 46.750 14.466 -8.887 198.778 161.472 -5.553 20.382 496.872 21.927 235.328 44.040 -60.472 -5.078.475 9.631 -275.143 294.412.663.315 -1.762 212.611.909 656.277 13.111 47.453 TARIF TOL   GOL I  ― ― ― 11000 11000 11000 13750 13750 13750 17187.744.645.896 6.564 82.351 4.885 2.243 691.963 42.452 66.508 IRR = 9 -921.370 415.726 185.788.007.614 376.760 834.762 113.626.983 27.454 -1.270 130.8 41962.381 8.351 230.246 Dengan perhitungan kelayakan finansial dari suatu analisa cash flow dengan persyaratan : • IRR > suku bunga bank berlaku dalam % • NPV positif • BCR > 1 • BEP dibawah 15 tahun Tabel 12.340 2.447 67.372 139.228.494 647.990 2.529 778.710 7.048 -10.4 52452.612 3.328.159.740 39.883.675.075 14.946 246.735 1.735 939.387 7.165.943.914 1.824 6.534 31.089 -6.141 -823.681 492.631.500 14.750 14.641.773 65.100 -869.400.219.111 11.653.797.251 492.016 -12.957 TOTAL PEND TOL PERGOLONGAN TOTAL GOL I GOL IIA GOL IIB INCASH FLOW ― ― ― ― ― ― ― ― ― ― ― ― 42.393.031 62.706 2.370.75 .837 -692.786 206.759 6.307.543.480 323.820 15.744.186.010 25.050.943 13.939 5.399 1.124.570 282.236 2.830 5.890 kendaraan/2 arah/tahun dengan perhitungan mengunakan pertumbuhan lalu lintas sebesar 6.770 889.891 -993.078 391.068 34.093 302.347 14.389 6.4 26855.385 2.329.963 42.245 3.959 545.168 -1.564 66.622 -96.321 3.053 -10.895 -9.437 -1.883 83.191.148 2.991 1.614 701.942 4.069 -87.826.564 66.929 3.453 448.586 1.952 52.802 75.884 165.678 55.402 3.730.333 76.569 1.009 575.978 64.617 2.842 -921.344 56.041 91.355 27.6 41962.533 69.221.688 12.069 -79.716.077 606.6 GOL  IIA 1.960 -203.584.151 -8.013 -8.049.168.032 60.5 17187.844 15.294 -488.658 -11.870 9.388.674 212.079 615.4 52452.778.

285 446. antara lain : Depertemen pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga.270 -6.626 691.511 718. Istitute Of Transportation Engineers.891 549.735 -11.179.939 2020 302.713 53.001.046 183.855 242. High Way Research Board Special Report ‘87 Ketentuan Teknik.480 -8.219.956 -7. NPV = Rp 566.007.831 17.064 -25.070.488.978 -6.593 73.040 -54.797.866 -21.761 68.413 -10. 1997.340 2034 2.308 -1.542 -72.723 2009 -594.778 2016 185.494 2026 701.079 -10. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan kajian finansial dan kajian teknis yang dilakukan pada studi kelayakan proyek pembangunan jalan tol Palembang – Indaralaya maka dapat diambil beberapa kesimpulan.622 -96.041 -6.243 2027 750.681 63.989 -1.213 -1.407 397.236 74.379 2.648 -1.164 2028 1.932 -7.959 45.669 70.632 -197.435 -404.203 -128. BPS Propinsi Sumatera Selatan.053 166.707 -7.Tabel 13.916 1.047 2017 198.018 16.418 -715.564 2019 282.499 636.540.319 2031 1.217 2021 323.069 -79.930 86.795 -8.012 -602.907 2035 2.202 64.642. 1976. Saran • Pada penelitian ini telah dilakukan kajian finansial.137 2018 212.298 475.325 -897.000.260 -41.143.112 2024 492. Oppenlander C Joseph.454.723 -891.197 51.121.9 % (Kendaraan /2 Arah/Tahun) dalam jutaan Outcash Tahun Flow 1 Incash Flow 2 3 Operating &Maintenence Undiscounted Discounted Comulative Rutin M Tol Net CashflowNet Cashflow Discounted Maint Overlay Operating Net Cashflow 14% 14% 14% 4 5 6 7 2008 -891.443.622 -106. Box C. Hasil kajian finansial yang telah dilakukan untuk alternatif konstruksi jalan tol Palembang – Indralaya menunjukan bahwa konstruksi dengan mengunakan pile slab alternatif I ( Rigid belum layak untuk dilaksanakan Pavement ) saat ini sesuai data IRR didapat = 15.726 -7.135 -15.482 2010 80.472 -5. 2006.866 -23.552.524 313.135 -14.482 -594.631.213 2032 1.165 -267.123 -832.718 3.708 2.447 67.239.946 -8.891 78.744.294 -542.971 -648.883 83.541.615 76. Agus Achyar.991 2030 1.115 647.795 -8.618 -12.070. BEP = tahun ke – 22 dengan nilai BCR = 0.375 109.589 936.069 -87.351 -8.762 -7.011 81.203 -117. Virginia.542 -66.273 66.053 1. DAFTAR PUSTAKA Undang-Undang Republik Indonesia No. .462 57.494 74.813 116.133 172.106 -37.708 -471.609 87. Manual kapasitas jalan Indonesia (MKJI).75 2.000.492 -19.227 2038 3.000.615 106.466 193.013 287. Analisa Finansial Kontruksi Geotextile dan Cerucuk Gelam Alternatif II Pertumbuhan 6.370.681 -8. 353/KPTS/M/200.590 3.492 -17.659 -342.048 999.067.508 IRR = NPV= BEP = BCR = 9 -782.562 -49.039 -950. Tata Cara Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan Tol : Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No.260 -28.541 19 0.186 -1. NPV = 818.777 62.077 2025 656.246 -12. alternatif II (Flexible Pavement) setelah dihitung cash flow secara finansial untuk konstruksi ini juga belum layak untuk dilaksanakan dengan hasil perhitungan IRR 16.614 -9.411.328.671 72.885 -11.357 77. 38 Tahun 2004 tentang Jalan Badan Pusat Stastistik Propinsi Sumatera Selatan.394 161.814 391.213 -457.860 2014 130.236 -11.742 2033 1.914 -10.63 1.360 60.533 69.472 -5.325 -11. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.568 2013 122.151 251.924 1.468 -9.884 2036 2.353 -9.014 606.673 -30.398 2037 3.762 -772.562 -45. BEP = Tahun ke 19 dengan nilai BCR = 0.84 % . Manual of traffic engineering studie. Mark Antemeng.040 -60.718 59.673 -33.802 75.645.531.859 -132.920 -9.487 -6.106 -41.009 -10.586 71.197 2015 139. Konstruksi mengunakan geotextile dan cerucuk gelam.459 2023 460. Sumatera Selatan Dalam Angka Tahun 2006.842 8 -782.078 2022 430. Highway Capacity Manual 1965.97 % .000 .526.333 2012 91.148 -12.016 2. Alokasi resiko investor melalui kajian modal subsidi dalam pembangunan jalan tol di Indonesia . Paul.270 56.926 2011 86. maka perlu pengkajian lebih lanjut yaitu kajian ekonomi. 2005.344 56.123 80. 22 juni 2001.502 -54.089 68.435 60.895 418.380 2029 1.476 -7.814 -141.660.658 1.773 65.97% 818.

PT Viratama Karya . 1997.Perencanaan Perkerasan Jalan dan Bangunan. Perencanaan Struktur Tebal Perkerasan Kaku (Rigid).Nitisemito. Wawasan Studi Kelayakan dan Evaluasi Proyek. Penerbit ITB. Bandung Peraturan Pemerintah No. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Studi Kelayakan AMDAL dan Premilinary Design. (Edisi Revisi). Perencanaan dan Permodelan Transportasi. 2004. Alex S. Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung. 2003. Ofyar Z Tamin. Umar Burhan. & M. 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol Direktorat Jendral Bina Marga Pedoman Konstruksi dan Bangunan. 2004. Struktur Tebal Lentur. Departemen Permukiman dan Prasarana wilayah Pedoman Konstruksi 2003. Bumi Aksara Jakarta.

.

Undang Republik Indonesia No. Umum Direktorat Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan Badan Pusat Stastistik Propinsi Sumatera Selatan. High Way Research Board Special Report ‘87 Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol Direktorat Jendral Bina Marga Studi Kelayakan AMDAL dan Premilinary Design.Undang . Sumatera Selatan Dalam Angka Tahun 2006. DepertemenPekerjaan Jendral Bina Marga. BPS Propinsi Sumatera Selatan Highway Capacity Manual 1965. 2006. 1997. 2004. PT Viratama Karya .

.

.

                                                                                                          .

                                        .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful