Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

Syphilis adalah penyakit infeksi yang serius oleh bakteri Treponema pallidum dengan perjalanan penyakit yang kronis, adanya remisi dan dapat menyerang organ dalam tubuh terutama system kardiovaskular, otak dan susunan saraf. Penyakit syphilis disebut juga Mal de naples, morbus gallicus, lues venereal (Prat), disease of the isle of espanole (Dias), Spanish of French disease, Italian or Neopolitan disease atau raja singa.

Syphilis dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain dengan luka syphilisnya melalui kontak langsung atau melakukan kontak sexual. Luka syphilis yang terdapat bakteri Treponema pallidum biasa terjadi pada genital eksternal (alat kelamin luar), vagina, anus atau di rektum. Luka juga bisa terjadi di bibir dan mulut. Penularan antar organisme terjadi selama vaginal sex, anal sex atau oral sex. Apabila seseorang yang sehat menyentuh luka orang yang terinfeksi syphilis, maka beberapa bakteri Treponema pallidum kemungkinan besar memasuki tubuh orang yang sehat tersebut. Syphilis tidak dapat menyebar atau ditularkan melalui kontak dengan toilet, pegangan pintu, kolam renang, bak mandi, pakaian ganti maupun peralatan makan.

Pembagian tingkatan syphilis dibedakan menjadi 3 yaitu :

1. Tingkat Primer

Syphilis tingkat primer biasa ditandai dengan luka tunggal (disebut chancre), tetapi bisa menjadi luka bergerombol. Waktu antara terinfeksi syphilis dengan waktu terlihatnya gejala pertama antara 10-90 hari (rata-rata 21 hari). Chancre biasanya menetap, bundar, kecil dan tanpa rasa sakit. Chancre muncul pada titik-titik dimana syphilis masuk ke tubuh. Chancre akan hilang 3-6 minggu dan akan sembuh tanpa treatment atau pengobatan. Bagaimanapun juga jika pengobatan yang adekuat tidak dilakukan, maka infeksi akan berkembang ke tingkat sekunder.

2. Tingkat Sekunder

Bintik-bintik merah/ruam pada kulit (rash) dan luka membran mukosa adalah karakteristik tingkat sekunder. Tipe sekunder dimulai dengan perkembangan dari rash pada satu atau lebih area tubuh. Rash biasanya tidak menyebabkan gata-gatal. Rasa yang bergabung di syphilis sekunder dapat muncul seperti chancre yang sembuh atau beberapa minggu setelah chancre sembuh. Karakteristik rash ditingkat sekunder timbul seperti kasar, merah atau titik kemerahan pada telapak tangan dan telapak kaki. Bagaimanapun juga, rash-rash dapat timbul atau terjadi dengan penampilan yang berbeda dari bagian tuuh lain, kadang ada rash-rash bergabung di syphilis sekunder yang tidak terlihat. Gejala-gejala syphilis sekunder menyebabkan demam, pembengkaka kelenjar limfa, tenggorokan kering, kerontokan rambut, sakit kepala, kehilangan berat badan, sakit otot dan mudah lelah. Tanda-tanda gejala syphilis tingkat sekunder akan hilang dengan atau tanpa pengobatan, namun tanpa pengobatan infeksi akan kembali berkembang menjadi masa laten dan kemungkinan ketingkat akhir.

3. Tingkat akhir/laten

Syphilis tingkat laten dimulai ketika gejala tingkat primer dan sekunder hilang. Tanpa pengobatan, orang yang terinfeksi akan berlanjut ke syphilis walaupun tidak ada tanda-tanda atau gejala, infeksi menetap ditubuh. Tingkat atau masa laten dapat menghabiskan waktu beberapa tahun. Tingkat akhir syphilis dapat berkembang kurang lebih 156 dari orang yang tidak terancam syphilis dan dapat hilang 10-20 tahun setelah infeksi pertama kali terjadi. Masa akhir syphilis, penyakit bisa merusak organ dalam seperti otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati serta tulang sendi. Tanda dan gejala tingkat akhir syphilis berpengaruh terhadap kesulitan koordinasi pergerakan otot, paralysis, kaku, kebutaan perlahan dan dimensia. Kerusakan yang lebih serius bisa menyebabkan kematian.

Wanita hamil yang terinfeksi syphilis dapat menularkan penyakitnya tersebut pada bayinya melalui uterus. Penyakit syphilis pada wanita hamil dapat mengakibatkan keguguran, bayi lahir-mati atau kematian bayi setelah beberapa hari dilahirkan. Bayi yang terinfeksi penyakit syphilis lahir tanpa ada tanda-tanda atau gejala penyakit, namun jika tidak di rawat dengan baik, bayi tersebut dapat mempunyai masalah yang serius dalam beberapa minggu. Bayi yang tumbuh dengan terinfeksi penyakit syphilis dapat tumbuh berkembang dengan penyakit kulit, bintik-bintik merah pada kulit, demam, penyakit kuning, anemia, pembengkakan hati atau limpa yang berukuran kecil. Bayi yang terinfeksi penyakit syphilis yang tidak dirawat dengan baik, bayi tersebut mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang tidak sempurna bahkan dapat menyebabkan kematian.

BAB II

PERMASALAHAN

Angka Kesakitan dan Kematian

Tahun 2006 di USA, Departemen Kesehatan melaporkan ada lebih dari 36.000 kasus penyakit syphilis, sebanyak 9.756 kasus berada pada tingkat primer dan sekunder syphilis. Pada tahun 2006, setengah dari kasus syphilis tingkat primer dan sekunder dilaporkan dari 20 negara dan 2 kota besar, dan beberapa diantaranya terjadi pada usia 20-39 tahun. Angka insiden dari syphilis primer dan skunder tertinggi pada wanita usia 20-24 tahun dan pria usia 35-39 tahun. Pelaporan sifilis pada bayi baru lahir meningkat dari tahun 2005 sampai 2006, dengan 339 kasus baru pada tahun 2005 menjadi 349 kasus pada tahun 2006. Antara tahun 2005 dan 2006, kasus sifilis primer dan skunder meningkat 11,8%. Tingkat sifilis primer dan skunder meningkat pada pria tiap tahun dari tahun 2000-2006 dan 2,6 sampai 5,7 dan termasuk wanita antara tahun 2004 dan 2006. Pada tahun 2006, 64% kasus sifilis primer dan skunder terjadi karena hubungan seksual sesama pria.

Jika tingkat primer dan sekunder tidak segera diobati maka akan sampai ke tingkat akhir/laten dan dapat mengakibatkan kematian, namun belum diketahui angka kematian dari penyakit syphilis.

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

A. Keluhan dan Gejala Penyakit

Penderita penyakit syphilis biasanya tidak menunjukkan keluhan sampai beberapa tahun. Penderita hanya menunjukkan gejala-gejala yang akan timbul sekitar 3 minggu sampai 6 bulan setelah berhubungan intim / sex, umumnya ditandai dengan :

1. Timbul benjolan dan luka di sekitar alat kelamin

2. Luka terlihat seperti lubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi. Pada umumnya tidak terasa sakit 3. Dalam beberapa minggu luka akan hilang, namun justru bakteri akan menetap pada tubuh dan penyakit dapat muncul berupa lecet-lecet pada seluruh tubuh Lecet-lecet ini akan hilang juga, dan virus akan menyerang bagian tubuh lain 4. Terkadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti gejala flu 5. Muncul bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan intim/ sex. B. Pemeriksaan Penunjang Diagnostik

Beberapa pelayanan kesehatan dapat mendiagnosis penyakit syphilis dengan pengujian material dari chancre (luka/lecet yang terinfeksi) meggunakan sebuah mikroskop khusus dinamakan dark-field microscope. Apabila bakteri syphilis ditemukan pada luka/lecetnya, maka akan ditunjukkan melalui hasil penelitian mikroskop tersebut. Tes darah merupakan cara lain apakah seseorang terkena syphilis. C. Etiologi

Penyebab dari penyakit syphilis yaitu terinfeksinya seseorang oleh bakteri Treponema pallidum. Bakteri tersebut masuk ke tubuh melalui vagina, mulut atau rectum. Bakteri ini juga dapat masuk melalui luka atau kulit yang rusak.

D. Cara Pencegahan

Beberapa

langkah

untuk

mencegah

resiko

terkena

penyakit

syphilis,

antara

lain:

1. Hindari Sex Bebas

Langkah penting untuk mencegah syphilis yaitu melakukan abstinen atau hindari sex bebas, artinya hindari vaginal, oral atau anal sex. 2. Setia Menjaga kesetiaan dengan pasangan, berarti hanya melakukan hubungan sex dengan satu pasangan dan tidak dengan yang lain.

3. Gunakan Kondom

Penggunaan kondom adalah jalan yang baik dan seseorang dapat melakukan vaginal, anal atau oral sex dengan resiko terkena syphilis.

4. Mengetahui metode Keluarga Berencana seperti pil, implant atau diafragma yang tidak menjamin terlindung dari IMS (Infeksi Menular Seksual) termasuk syphilis.

5. Bicarakan dengan pasangan tentang IMS dan gunakan kondom.

6. Konsultasi dengan dokter dan bicarakan dengan pasangan tentang IMS, apakah salah satu pasangan terinfeksi atau tidak.

7. Hindari alkohol dan konsumsi obat-obatan terlarang.

E. Cara Pengobatan

Antibiotik dapat digunakan sebagai perawatan jika dapat terdeteksi dini. Syphilis biasanya diobati dengan antibiotik penicilin, tetapi jika penderita alergi terhadap penicilin dapat diobati dengan tetracycline, doxycycline, erythromycin atau ceftriaxone. Tetapi obat-obatan tersebut tidak seefekti penicilin, sehingga perlu tes ulang alergi sebelum diberi antibiotik. Namun pengobatan tidak dapat mengembalikan kerusakan yang terjadi akibat penyakit ini. Konsultasikan segera pada dokter spesialis jika keluhan berlanjut.

F. Rehabilitasi

Ikuti semua anjuran dokter jika gejala-gejala sudah hilang dapat mengakhiri pengobatan, namun jika gejala berlanjut setelah pegobatan hubungi dokter lagi. Hindari aktivitas seksual saat terinfeksi syphilis, jangan melakukan kontak seksual sampai luka syphilis benar-benar hilang. Bicarakan dengan pasangan

untuk melakukan cek laboratorium, untuk mengetahui terinfeksi atau tidak penyakit syphilis. Setelah melakukan pengobatan syphilis secara keseluruhan, tes ulang kembali 6 bulan dan 12 bulan. Lakukan pencegahan-pencegahan untuk mengurangi resiko terkena syphilis lagi.

G. Prognosis

Jika seseorang sudah pernah terinfeksi syphilis, maka tidak menutup kemungkinan orang tersebut terinfeksi lagi penyakit syphilis, karena bakteri-bakteri syphilis dapat bersembunyi di vagina, mulut atau rectum dan dapat menularkan penyakit tersebut pada pasangannya.

DAFTAR PUSTAKA

M, Arif. dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid Kedua. FK UI. Jakarta.

www.cdc.gov/std/syphilis. diakses 5 maret 2010

www.medicinene.com. diakses 5 maret 2010

www.syphilis.emedtv.com. diakses 5 maret 2010

www.wikipedia.com. diakses 5 maret 2010

www.womens health.gov/syphilis in Women: causes, symptomps, diagnosis. diakses 5 maret 2010.

Anda mungkin juga menyukai