Anda di halaman 1dari 8

PELIBATAN DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN DALAM MENGHASILKAN BARANG ATAU JASA YANG BERKUALITAS

Oleh : Siti barokah NIM : 2009.11.0040

PENGANTAR Salah satu Elemen terpenting dalam keterlibatan manajemen terpadu adalah pemberdayaan

karyawan. Dalam judul makalah ini,PELIBATAN DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN DALAM MENGHASILKAN BARANG ATAU JASA YANG BERKUALITAS; Dunia SDM sekarang ini banyak mendengungkan masalah pemberdayaan karyawan, yaitu melibatkan karyawan dalam aktivitas manajemen.Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan komitmen karyawan demi kesuksesan organisasi/perusahaan.Hubungan Antara Pemberdayaan Karyawan dengan Produktivitas Kerja Produktivitas tenaga kerja adalah bagian yang paling menentukan dalam kegiatan

perusahaan.Keberadaan sumber daya manusia di dalam organisasi menempati posisi penting didalam usahanya, untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan.Para pimpinan perusahaan atau organisasi perlu memperhatikan sumber daya manusia karena memegang peran penting dalam produktivitas kerja sehingga dapat memiliki para pegawai atau pekerja yang berkualitas, yang menghasilkan barang atau jasa yang berkualitas pula. Ada berbagai perbedaan defenisi pemberdayaan ( mpowerment) yang dikemukakan oleh para e ahli.Menurut Noe et.al (1994) pemberdayaan adalah merupakan pemberian tanggung jawab dan wewenang terhadap pekerjaan untuk mengambil keputusan menyangkut semua pengembangan produk dan pengambilan keputusan.Sedangkan menurut Khan (1997) pemberdayaan merupakan hubungan antar personal yang berkelanjutan untuk membangun kepecayaan antar karyawan dan manajemen. Byars dan Rue (1997) memberi pengertian empowerment merupakan bentuk desentralisasi yang melibatkan pada bawahan dalam membuat kepu tusan. Dari defenisi di atas dapat diambil berbagai hal penting dari pengertian pemberdayaan, yaitu : Pertama, pemberian tanggung jawab dan wewenang kepada karyawan. Kedua, menciptakan kondisi saling percaya antar manajemen dan karyawan. Ketiga, adanya employee involvement yaitu melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan. PERTANYAAN ? Menurut Saudara bagaimana cara terbaik dalam pelibatan dan pemberdayaan karywan untuk menghasilkan barang atau jasa yang berkualitas ? akan kita bahas dalam makalah ini
PELIBATAN DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN DALAM MENGHASILKAN BARANG ATAU JASA YANG BERKUALITAS

Hal. 1 dari 8 Halaman

MODEL PEMBERDAYAAN KARYAWAN Sharafat Khan ( 1997) menawarkan sebuah model pemberdayaan yang dapat dikembangkan dalam sebuah organisasi. Model pemberdayaan tersebut yaitu : 1. Desire. Tahap pertama dalam model empowerment adalah adanya keinginan dari manajemen untuk mendelegasikan dan melibatkan pekerja. Yang termasuk hal ini antara lain :
y y y y

Pekerja diberi kesempatan untuk mengidentifikasi permasalahan yang sedang berkembang. Memperkecil directivepersonality dan memperluas keterlibatan pekerja. Mendorong terciptanya perspektif baru dan memikirkan kembali strategi kerja. Menggambarkan keahlian team dan melatih karyawan untuk menguasai sendiri(selfcontrol)

2. Trust. Setelah adanya keinginan dari manajemen untuk melakukan pemberdayaan, langkah selanjutnya adalah membangun kepercayaan antar manajemen dan karyawan. Adanya saling percaya antara anggota organisasi akan tercipta kondisi yang baik untuk pertukaran informasi dan saran tanpa adanya rasa takut. Hal hal yang termasuk dalam trust antara lain :
y y

Memberi kesempatan pada karyawan untuk berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan. Menyediakan waktu dan sumber daya yang mencukupi bagi karyawan dalam menyelesaikan kerja.

y y y

Menyediakan pelatihan yang mencukupi bagi kebutuhan kerja. Menghargai perbedaan pandangan dan menghargai kesuksesan yang diraih oleh karyawan. Menyediakan akses informasi yang cukup.

3. Confident. Langkah selanjutnya setelah adanya saling percaya adalah menimbulkan rasa percaya diri karyawan dengan menghargai terhadap kemampuan yang dimiliki oleh karyawan. Hal hal yang termasuk tindakan yang dapat menimbulkan confident antara lain :
y y y y

Mendelegasikan tugas yang penting terhadap karyawan. Menggali ide dan saran dari karyawan. Memperluas tugas dan membangun jaringan antar departemen. Menyediakan jadwal job instruction dan mendorong penyelesaian yang baik.
Hal. 2 dari 8 Halaman

PELIBATAN DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN DALAM MENGHASILKAN BARANG ATAU JASA YANG BERKUALITAS

4. Credibility. Langkah keempat menjaga kredibilitas dengan penghargaan dan mengembangkan lingkungan kerja yang mendorong kompetisi yang sehat sehingga tercipta organisasi yang memiliki performance yang tinggi. Hal yang termasuk credibility antara lain :
y y y y

Memandang karyawan sebagai partner strategis Peningkatan target di semua bagian pekerjaan Memperkenalkan inisiatif individu untuk melakukan perubahan melalui partisipasi Membantu menyelesaikan perbedaan dalam penentuan tujuan dan priorotas

5. Accountibility Tahap dalam proses pemberdayaan selanjutnya adalah pertanggung jawaban karyawan pada wewenang yang diberikan. Dengan menetapkan secara konsisten dan jelas tentang peran, standar dan tujuan tentang penilaian terhadap kinerja karyawan, tahap ini sebagai sarana evaluasi terhadap kinerja karyawan dalam penyelesaian dan tanggung jawab terhadap wewenang yang diberikan. Hal yang termasuk accountability antara lain:
y y y y y

Menggunakan jalur training dalam mengevaluasi kinerja karyawan Memberikan tugas yang jelas dan ukuran yang jelas Melibatkan karyawan dalam penentuan standar dan ukuran Memberikan saran dan bantuan kepada karyawan dalam menyelesaikan beban kerjanya Menyediakan periode dan waktu pemberian feedback

6. Communication. Langkah terakhir adalah adanya komunikasi yang terbuka untuk menciptakan saling memahami antar karyawan dan manajemen. Keterbukaan ini dapat diwujudkan dengan adanya kritik dan saran terhadap hasil dan prestasi yang dilakukan pekerja. Hal yang term asuk dalam communication antara lain :
y y

Menetapkan kebijakan open door communication Menyediakan waktu untuk mendapatkan informasi dan mendistribusikan permasalahan secara terbuka

Menciptakan kesempatan untuk cross training

PELIBATAN DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN DALAM MENGHASILKAN BARANG ATAU JASA YANG BERKUALITAS

Hal. 3 dari 8 Halaman

Model di atas menggambarkan bahwa sebuah pemberdayaan merupakan serangkaian proses yang dilakukan secara bertahap dalam organisasi agar dapat dicapai secara optimal dan membangun kesadaran dari anggota organisasi akan pentingnya proses pemberdayaan sehingga perlu adanya komitmen dari anggota terhadap organisasi. Dengan pemberian wewenang dan tanggung jawab akan menimbulkan motivasi dan komitmen karyawan terhadap organisasi . PENGERTIAN PRODUK Produk menurut Kotler dan Amstrong (1996:274) adalah : A product as anything that can be offered to a market for attention, acquisition, use or consumption and that might satisfy a want or need .Artinya produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen. Menurut Stanton, (1996:222), A product is asset of tangible and intangible attributes, including packaging, color, price quality and brand plus the services and reputation of the seller .Artinya suatu produk adalah kumpulan dari atribut-atribut yang nyata maupun tidak nyata, termasuk di dalamnya kemasan, warna, harga, kualitas dan merk ditambah dengan jasa dan reputasi penjualannya. Menurut Tjiptono (1999:95) secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif d produsen ari atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli. Berbicara mengenai produk maka aspek yang perlu diperhatikan adalah kualitas produk. Menurut American Society for Quality Control, kualitas adalah the totality of features and characteristics of a product or service that bears on its ability to satisfy given needs , artinya keseluruhan ciri dan karakter-karakter dari sebuah produk atau jasa yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang tersirat. Definisi ini merupakan pengertian kualitas yang berpusat pada konsumen sehingga dapat dikatakan bahwa seorang penjual telah memberikan kua litas bila produk atau pelayanan penjual telah memenuhi atau melebihi harapan konsumen. Kualitas produk merupakan pemahaman bahwa produk yang ditawarkan oleh penjual mempunyai nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh produk pesaing.Oleh karena itu perusahaan berusaha memfokuskan pada kualitas produk dan membandingkannya dengan produk yang ditawarkan oleh perusahaan pesaing.Akan tetapi, suatu produk dengan penampilan terbaik atau bahkan dengan tampilan lebih baik bukanlah merupakan produk dengan kualitas te rtinggi jika tampilannya bukanlah yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pasar.
PELIBATAN DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN DALAM MENGHASILKAN BARANG ATAU JASA YANG BERKUALITAS

Hal. 4 dari 8 Halaman

Menurut Kotler and Armstrong (2004, p.283) arti dari kualitas produk adalah the ability of a product to perform its functions, it includes the product s overall durability, reliability, precision, ease of operation and repair, and other valued attributes yang artinya kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya, hal itu termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian dan reparasi produk juga atribut produk lainnya. KLASIFIKASI PRODUK Banyak klasifikasi suatu produk yang dikemukakan ahli pemasaran, diantaranya pendapat yang dikemukakan oleh Kotler. Menurut Kotler (2002,p.451), produk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu: Berdasarkan wujudnya, produk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama, yaitu : a) Barang Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya. b) Jasa Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon kecantikan, hotel dan sebagainya. Kotler (2002, p.486) juga mendefinisikan jasa sebagai berikut : Jasa ada setiap tindakan atau lah

kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun. Produknya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik. DIMENSI KUALITAS PRODUK Menurut Mullins, Orville, Larreche, dan Boyd (2005, p.422) apabila perusahaan ingin mempertahankan keunggulan kompetitifnya dalam pasar, perusahaan harus mengerti aspek dimensi apa saja yang digunakan oleh konsumen untuk membedakan produk yang dijual perusahaan tersebut dengan produk pesaing. Dimensi kualitas produk tersebut terdiri dari : 1. Performance (kinerja), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah produk 2. Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk ya bersangkutan ng bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya tahan produk.

PELIBATAN DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN DALAM MENGHASILKAN BARANG ATAU JASA YANG BERKUALITAS

Hal. 5 dari 8 Halaman

3. Conformance to specifications (kesesuaian dengan spesifikasi), yaitu sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada produk. 4. Features (fitur), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumenterhadap produk. 5. Reliabilty (reliabilitas), adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan. 6. Aesthetics (estetika), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk bisa dilihat dari tampak, rasa, bau, dan bentuk dari produk. 7. Perceived quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung kare terdapat kemungkinan bahwa na konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan. Jadi, persepsi konsumen terhadap produk didapat dari harga, merek, periklanan, reputasi, danNegara asal. Menurut Tjiptono (1997, p.25), dimensi kualitas produk meliputi : 1. Kinerja (performance) Yaitu karakteristik operasi pokok dari produk inti (core product) yang dibeli, misalnya kecepatan, konsumsi bahan bakar, jumlah penumpang yang dapat diangkut, kemudahan dan kenyamanan dalam mengemudi dan sebagainya. 2. Keistimewaan tambahan (features) Yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap, misalnya kelengkapan interior dan eksterior seperti dash board, AC, sound system, door lock system, power steering, dan sebagainya. 3. Keandalan (reliability) Yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal dipakai, misalnya mobil tidak sering ngadat/macet/rewel/rusak. 4. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specifications) Yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Misalnya standar keamanan dan emisi terpenuhi, seperti ukuran as roda untuk truk tentunya harus lebih besar daripada mobil sedan. 5. Daya tahan (durability) Berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan. Dimensi ini mencakup umur teknis maupun umur ekonomis penggunaan mobil.
PELIBATAN DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN DALAM MENGHASILKAN BARANG ATAU JASA YANG BERKUALITAS

Hal. 6 dari 8 Halaman

6. Estetika (asthethic) Yaitu daya tarik produk terhadap panca indera. Misalnya bentuk fisik mobil yang menarik, model atau desain yang artistik, warna, dan sebagainya. KESIMPULAN Pemberdayaan karyawan (empowered work force) dalam menghasilkan produk (barang & Jasa) yang berkualitas. Salah satu Elemen terpenting dalam keterlibatan manajemen terpadu adalah pemberdayaan

karyawan. Pemberdayaan karyawan perlu mendapat perhatian khusus dari manajemen, yaitu dengan cara memberdayakannya kea arah yang lebih baik. Sehingga peran penting dalam produktivitas kerja dapat memiliki para pegawai atau pekerja yang berkualitas, yang menghasilkan barang atau jasa yang berkualitas pula. Selanjutnya sebagai kesimpulan makalah penulis kutip menurut Tenner dan Detoro (1993 : 179) terdapat tiga dimensi dalam membangun pemberdayaan karyawanyaitu : 1. Membangun kesejajaran (alignment), melalui : (1) memberi pengajaran tentang visi, misi, nilai, dan tujuan/sasaran. (2) membangun komitmen pada setiap orang. 2. Membangun kemampuan (capability), dengan sasaran pada : (1) individu : kecakapan (ability), keterampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge). (2) Sistem : kemampuan dalam menangani bahan baku (materials), metode (methods), dan mesin (machines). 3. Membangun kepercayaan (trust), bila dicapai dengan cara saling mempercayai antara para manajer dan para karyawan.

PELIBATAN DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN DALAM MENGHASILKAN BARANG ATAU JASA YANG BERKUALITAS

Hal. 7 dari 8 Halaman

DAFTAR PUSTAKA Cascio F Wayne, 1995, Managing Human Resources, International Edition,Fourth Edition. McGrowhill, Inc. Gaspersz Vincent, 1997, Manajemen Kualitas Penerapan Konsep -Konsep dalam Manajemen Bisnis Total, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Hamidah, 2002, Pengaruh Manajemen Mutu Terpadu terhadap Perilaku Produktif Karyawan Indusri t Tekstil Berskala Besar di Kota Bandung, Makalah dalam Simposium Nasional Riset Ekonomi dan Manajemen I, Surabaya. Husen Umar, 2000, Riset Sumber Daya Manusia dalam Organisasi, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Tenner Arthur R, Detoro, IrvingJ, 1993, Total Quality Management, Addison-Wesley, Publishing Company, USA Tompe A Dale, 1989, The Art and Science of Business Management Productivity Kent Publishing, , New York.

PELIBATAN DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN DALAM MENGHASILKAN BARANG ATAU JASA YANG BERKUALITAS

Hal. 8 dari 8 Halaman