P. 1
2 SIFAT – SIFAT LIMBAH INDUSTRI PANGANnew 2010

2 SIFAT – SIFAT LIMBAH INDUSTRI PANGANnew 2010

|Views: 602|Likes:
Dipublikasikan oleh Dennyta Stella

More info:

Published by: Dennyta Stella on Jun 16, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

SIFAT ± SIFAT LIMBAH INDUSTRI PANGAN

CIRICIRI-CIRI LIMBAH INDUSTRI PANGAN: 1. Berbeban rendah 2. Volume cairan tinggi

Penetapan metode penanganan limbah yang efektif. efektif.

‡

Pengertian Limbah Pertanian :

Limbah (Waste) : Bahan yang dibuang atau kelebihan seperti abu, sampah, produk sampingan, dll. Limbah Pertanian : Bahan yang dibuang di sektor pertanian.
‡ Penggolongan Limbah Pertanian :

Limbah Pertanian : 1. Limbah Pertanian Pra Panen 2. Limbah Pertanian Panen 3. Limbah Pertanian Pasca Panen 4. Limbah Pertanian Pasca Pengolahan (Industri Pertanian)
‡ Jenis ± Jenis Limbah Pertanian : 1. Limbah Padat

2. Limbah Cair 3. Limbah Gas
‡ Berdasarkan Lokasi : 1. Limbah Lapangan

2. Limbah di Tempat Pengolahan

produk baru. mikroorganisme merupakan dasar fungsional untuk sejumlah proses penanganan.Kesehatan . Pengembangan dan pemeliharaan kultur mikroorganisme yang cocok. ‡ Interelasi Penanganan Limbah dengan Ilmu-Ilmu Lain : . 2. Pemberian perlakuan terhadap limbah agar limbah dapat dimanfaatkan kembali (recycling) sebagai bahan mentah baru. .Hukum ‡ Peranan Mikroorganisme dalam Penanganan Limbah Pertanian : Dalam penanganan air limbah. Penanganan air limbah secara bioogik terdiri dari campuran mikroorganisme yang mampu memetabolisme limbah organik.‡ Tujuan Penanganan Limbah Pertanian : 1.Lingkungan . bahan bakar.Mikrobiologi .Biokimia . makanan ternak & pupuk.Kimia . Pemberian perlakuan agar limbah dapat dibuang dalam keadaan bebas bahaya pencemaran tanpa usaha mengambil manfaat langsung darinya.

Kapang 3.‡ ‡ Mikroorganisme Yang Berperan : 1. Crustacea Pemanfaatan Limbah Pertanian : . Rotifer 7. Virus 4. Ganggang (algae) 6. Protozoa 5. Bakteri 2.

Bahan Organik terlarut .Metode Penanganan Limbah Yang Cocok Berdasarkan Sifat-sifat Limbah SifatJenis Limbah CAIRAN .Limbah organik terlarut .Limbah anorganik .Limbah organik tersuspensi .Bahan organik tersuspensi Metode Penanganan Penanganan biologik Penimbunan Lahan Perlakuan fisik dan kimia Penimbunan lahan Sedimentasi biologik Presipitasi kimia Penimbunan Lahan Sedimentasi Penimbunan lahan Perlakuan kimia Pupuk Penimbunan lahan Pakan ternak Penimbunan lahan PADATAN .Limbah organik .

Proses dekomposisi cepat Limbah cair pengolahan sayur dan buah selain mengandung bahan organik juga mengandung polutan seperti tanah. lar alkali panas (kalor) dan insektisida tanah. Nitrogen yang rendah 2. BOD dan padatan tersuspensi tinggi 3.Limbah cair pengolahan pangan mempunyai kandungan : 1. kalor) .

Pendinginan produk 6.Pencucian 2.Pemotongan 2.Pembersihan alat 5.Blanching 3.Pencucian 1.Blanching 4.Pasteurisasi 5.Pendinginan .Pasteurisasi 4.Sifat limbah pengolahan pangan Limbah pengolahan pangan dihasilkan dari: dari: 1.Pemotongan 3.Pembersihan 6.

Pendidikan personalia mengenai pengendalian polusi dan penghematan air . Reduksi kebutuhan air segar dengan menggunakan sistem daur ulang 2. Pemisahan limbah kuat dengan perlakuan separasi 3. Modifikasi proses untuk meminimumkan timbulnya limbah 4.SIFAT LIMBAH BUAH DAN SAYURAN ‡ Hal.hal yang dapat mereduksi jumlah dan tingkat polusi air limbah buah dan sayur: 1.

pemotongan bgn yang tidak berguna .penghilangan bulu .rendering .SIFAT LIMBAH DAGING SAPI DAN UNGGAS ‡ Sumber limbah: .penyembelihan .penanganan isi perut .pekerjaan pembersihan .pengolahan .

lemak. . garam-garam serta bahan kimia yang ditambahkan selama pegolahan.Kandungan limbah daging dan unggas ‡ Limbah daging sapi dan unggas mengandung: darah. ‡ Bagian bukan daging dari hewan yang memberikan beban limbah yang nyata. padatan anorganik dan organik.

‡ Senyawa pembersih (surfaktan. whey dari produksi keju. dan air pencuci.SIFAT LIMBAH PENGOLAHAN SUSU ‡ Limbah susu terdiri dari susu penuh. deterjen asam. . natrium hidroksida) yang digunakan untuk pembersihan peralatan pabrik susu akan menambah kebutuhan oksigen dari limbah.

isi perut. kondensat dari operasi pemasakan dan air pendingin dari kondensor. kulit ikan . ‡ Sumber limbah ikan adalah cairan yang dihasilkan dari pemotongan. . kepiting. potongan ikan kecil. pencucian dan pengolahan produk. udang dll.SIFAT LIMBAH HASIL LAUT ‡ Hasil laut terdiri dari ikan. ‡ Cairan mengandung darah.

Menguraikan karbohidrat (seluloda. batang jagung dan kotoran hewan. CO2 + H2O 3. Proses alam + perlakuan manusia ‡ Faktor penting dalam pengomposan : C/N ratio C/N kompos harus mendekati C/N tanah (10-12) ‡ Peranan Mikroorganisme dalam Pembuatan Kompos : 1. hemiselulosa) CO2 + H2O 2. Mengikat beberapa jenis unsur hara di dalam tubuh mikroorganisme (N. dedak padi. rumput .P. ‡ Proses terjadinya kompos : 1.K) 4. Menguraikan protein (amida. jerami. Membebaskan unsur-unsur hara senyawa-senyawa organik senyawa anorganik (tumbuh-tumbuhan) ‡ . Proses alam 2.‡  Metode Penanganan Limbah Pertanian Secara Umum Pembuatan Kompos Kompos bahan organik yang telah menjadi lapuk Misal : daun-daunan.rumputan.amida dan asam amino) amoniak.

‡ Syarat . 5. 2. 3.2 m 3.Panjang : 3 m .Syarat Keberhasilan Pembuatan Kompos : 1. Susunan bahan mentah Suhu dan ketinggian timbunan kompos Kelembaban Pengadukan Bak penampung ‡ Cara Pembuatan kompos 1. Kompos yang baik. akan menampakkan kenaikan temperatur (2xsuhu luar) sampai 3-4 minggu kemudian temperatur menurun. Kompos baik . Setelah 1 bulan proses penurunan suhu tersebut kompos siap digunakan.pupuk bunga .Tinggi : 1. Ukuran bak .5 m . lapisi dengan kotoran hewan + tanah (tiap lapisan dsiram dengan air) Buatlah lapisan 1. 5. Buat penutup (atap) 4.2 m (tinggi). Halaman/tempat dengan drainase baik 2. 6.Lebar : 1. Tumpukan limbah :      Jerami Tongkol dan batang jagung Sebari rumput-rumputan (15 cm). 7.pupuk buah-buahan .pupuk sayuran . 4. Jaga supaya tidak becek tetapi tetap lembab.

Limbah padat (dibuat ³slurry´) .Methanobacterium fermicum . Gas lain (H2S dan NH3) : 1 % ‡ Mikroorganisme yang berperan bakteri-bakteri metan . Biogas ‡ ‡ Biogas Gas tesebut gas yang dihasilkan dari proses biologik 1. Perombakan polimer kompleks as. Karbon dioksida (CO2) : 30 % 3.Methanobacillus omelianski . Metan (CH4) : 65-70 % 2. Perombakan bahan organik biogas (metan) Fermentasi metan menggunakan : .Methanococcus mazeki Proses perombakan melalui 2 tahap : 1.2. organik 2.Methanosarcina methanica .Limbah cair ‡ ‡ .

AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) Lingkungan) .

4 tahun 1982 tentang ³Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup´. yang diperbaharui dengan PP no.SEJARAH ‡ Dilandasi oleh Deklarasi Stockholm tahun 1972 oleh WHO (melalui badan UNEP). ‡ Di Indonesia sendiri dikeluarkan UU no. . yang diperbaharui dengan UU no. 29 tahun 1986 tentang ³Analisis Mengenai Dampak Lingkungan´. ‡ Berlandaskan beberapa UU tersebut akhirnya ditetapkan Peraturan Pemerintah no. 23 tahun 1997 tentang ³Pengelolaan Lingkungan Hidup´. 51 tahun 1993. maka setiap negara berupaya seoptimal mungkin meningkatkan kepedulian dalam pengelolaan lingkungan hidup di negara masingmasing.

atau usaha yang dapat menimbulkan dampak kepada komponen-komponen lingkungan hidup sekitar lokasi rencana kegiatan/usaha.PENGERTIAN AMDAL ‡ Pengaruh sebab dan akibat dari suatu rencana kegiatan. ‡ dilengkapi dengan rencana pengelolaan dan pemantauannya. . ‡ yang sangat mudah dan membantu bagi para pengambil keputusan untuk menetapkan bisa atau tidaknya suatu rencana kegiatan atau usaha dimulai.

METODEMETODE-METODE AMDAL 1. Metode Pelingkupan (Scoping) ‡ Definisi : Proses pemusatan studi pada hal-hal penting yang berkaitan dengan dampak penting ‡ Jenis pelingkupan : ± Pelingkupan Dampak Penting. meliputi : ± Identifikasi dampak penting ± Evaluasi dampak potensial ± Pemusatan (focusing) dampak penting ± Pelingkupang Wilayah Studi. meliputi : ± Batas proyek ± Batas ekologi ± Batas sosial ± Batas administrative .

Metode Penentuan Adanya Dampak ± Metode Penentuan Dampak Penting ‡ Beberapa komponen yang harus diperhatikan dalam menentukan dampak penting : ‡ Jumlah manusia terkena dampak ‡ Luas wilayah persebaran dampak ‡ Lamanya dampak berlangsung ‡ Intensitas dampak ‡ Banyaknya komponen lingkungan yang akan terkena dampak ‡ Sifat kumulatif dampak tersebut ‡ Berbalik (reversible) atau tidak berbaliknya (irreversible) dampak ± ‡ Metode Pengumpulan Data Bio-Geo-Fisik Komponen lingkungan secara garis besar dalam komponen : ‡ Fisik dan Kimia ‡ Hayati ‡ Sosekbud .2.

ISO 14000 .

. The aim of the standard is to reduce the environmental footprint of a business and to decrease the pollution and waste a business produces. regardless of size. location or income.‡ ISO 14000 is a standard for environmental management systems that is applicable to any business. ‡ The most recent version of ISO 14001 was released in 2004 by the International Organization for Standardization (ISO) which has representation from committees all over the world.

Life Cycle Assessment. 19011 is now the only recommended way to determine this. ‡ ISO 14050 terms and definitions.‡ ISO 14001 Environmental management systems²Requirements with guidance for use ‡ ISO 14004 Environmental management systems²General guidelines on principles. ‡ ISO 14063 Environmental communication²Guidelines and examples ‡ ISO 19011 which specifies one audit protocol for both 14000 and 9000 series standards together. . This replaces ISO 14011 metaevaluation²how to tell if your intended regulatory tools worked. systems and support techniques ‡ ISO 14015 Environmental assessment of sites and organizations ‡ ISO 14020 series (14020 to 14025) Environmental labels and declarations ‡ ISO 14031 Environmental performance evaluation²Guidelines ‡ ISO 14040 series (14040 to 14049). discusses pre-production planning and environment goal setting. ‡ ISO 14062 discusses making improvements to environmental impact goals. LCA.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->