Anda di halaman 1dari 2

Perbandingan Iman kufur dan dosa besar

Latar belakang Sebagai mana telah dimaklumi dalam dunia pesantren, sering diadakan pengkajian mas’alah-mas’alah fiqh yang tidak lepas dari refrensi-refrensi imam empat madzhab .Hal ini tampaknya memperkuat hadits nabi “ikhtilafu Ramat” karena lewat pengkajian ini-lebih dikenal dengan nama bahtsul masa’ilperbedaan pendapat mempermudah masyarakat memilih hukum yang sesuai dengan kondisi mereka.Namun suasana akan berbeda, ketika objek pengkajian diarahkan pada masalah-masalah ushuliah. Bukannya rahmat yang tergambar, sifat kefanatikan dan tertup justru sering dijumpai dalam kajian ini. Hal ini dapat dimaklumi karena dalam pengkajian ushuliah tidak lepas dari pengklaiman kafir dan dosa besar. Sejarah mencatat bahwa munculnya permasalahan siapa yang kufur , siapa yang masih beriman , dan status dosa besar diplopori beberapa kelompok yaitu khowarij, murji’ah, Mu’tazilah, dan Asa’riah.Untuk mengetahui paham mana yang benar dan salah, perlu adanya pembahasan masing-masing madzhab. Dalam makalah ini akan dibahas beberapa hal penting tentang madzhab-madzhab tersebut yang fokusnya adalah iman , kafir, dan dosa besar. Pendahuluan Etnis atau kesukuan sangat kental dalam dunia arab walaupun pada zaman Rasullah hal ini sudah bisa teratasi namun setelah Beliau wafat bangsa arab kembali pada tabi’atnya. Kebingungan mencari pengganti Rasul terselesaikan dengan disepakatinya abu bakr menjadi kholifah disusul sahabat Umar ,Utsman, dan Ali.Tercatat dalam sejarah bahwa masalah-masalah terutama yang melatarbelakangi teologi islam mulai muncul pada masa pemerintahan Usman yang kemudian khilimaksnya pada pemerintahan Ali. Pada masa pemerintahan inilah teologi mulai berperan dalam dunia islam. Tepatnya pada peristiwa tahkim(abitrase) muncul beberapa kelompok politik. Kelompok yang pertama dikenal dengan khowarij. awalnya kelompok ini adalah pengikut Ali karena dalam pandangan mereka Ali sudah nyeleweng dari kebenaran maka mereka memilih keluar . Hal ini pula yang menjadi asal-usul penamaan khowarij pada kelompok ini, diambil dari “kata khoroja”.Kelompok ini memandang semua yang sepakat terhadap tahkim adalah kafir. Argumen ini didasari oleh ayat al qur’an “waman lam yahkum bima anzalallah fa’ulaaika humul kaafiruun “. Selanjutnya kelompok ini juga mempermasalahkan dosa besar. Mereka beranggapan bahwa orang yang berdosa besar kufr dan kekal dalam neraka. Kelompok yang kedua adalah syi’ah. Kelompok ini adalah pendukung Ali dan ahlul bait , kelompok ini tidak meniggalkan catatan yang mendasar tentang masalah kufr, iman dan dosa besar. Namun demikian selanjutnya kelompok ini menjadi sangat fanatik oleh Ali dan ahlul bait banyak hal yang menjadi faktor hal tersebut yang dapat kita jumpai dalam buku-buku ahlu sunah.Kelompok yang ketiga adalah murji’ah, kelompok ini sama dengan khowarij dalam hal tidak memihak pada Ali atau pun mu’awiah. Akan tetapi kelompok ini memiliki cara pandang yang berbeda. Menyikapi pertikaian diantara Ali dan Mua’wiah mereka memilih diam dalam artian tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar. Semua dikembalikan pada

didirikan oleh abi hasan al as’ari yang sempat menjadi mu’tazilah. Maturudiah yang tinggal di samarkand lebih tradisional dari pada yang di samarkand yang memang lebih moderat. Kemunculan paham ini ditentang oleh dua paham . Pola pikir yang demikian menjadikan paham ini dianggap sesat oleh sebagian besar umat Islam walaupun dalam sejarah kaum mu’tazilah mengambil peran penting dalam kemajuan Islam.kebijaksanaan Tuhan di akhirat kelak.Perkembngan teologi selanjutnya adalah munculnya paham mu’tazilah yang dikenal dengan paham yang mendewakan akal karena memang paham ini tidak lepas dari filsafat yunani. Dalam menyikapi dosa besar mereka berpendapat bahwa orang yang melakukan dosa besar tetap dihukumi mukmin.. . Yang kedua adalah paham maturidiah sama seperti mu’tazilah paham ini juga menentang paham Mu’tazilah. Adapun soal dosa besar yang dilakukan ditunda penyelesaiannya diakhirat. Paham yang pertama adalah As’ariah. Sampai disini dapat diketahui etnis politik yang berkembang menjadi paham teologi adalah khowarij dan murjia’h selain kedua kelompok ini hanya sekadar paham politik yang fanatik. Paham ini tebagi di dua daerah samarkand dan bukhara.