Anda di halaman 1dari 9

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Minyak Atsiri Minyak atsiri atau essential oils merupakan output tanaman tradisional yang banyak digunakan dalam proses kimia sebagai salah satu bahan baku produk wewangian (parfum), farmasi, kosmetika, penawetan barang, dan kebutuhan dasar industri lainnya. Dari 70 jenis minyak atsiri yang diperdagangkan di pasaran internasional, sekitar 9-12 macam atau jenis minyak atsiri yang di suplai dari Indonesia. Oleh sebab itu, Indonesia termasuk negara produsen besar yang cukup diandalkan dan menjadi negara pengekspor minyak atsiri dengan kualitas terbaik. Kondisi tersebut disebabkan faktor dan kondisi iklim serta jenis dan tingkat kesuburan tanah yang dimiliki. Dari berbagai jenis tanaman penghasil minyak atsiri tersebut, didapatkan hasil berupa minyak nilam, minyak sereh wangi, akar wangi, kenanga, kayu putih, cengkih, cendana, lada, serta minyak melati. Khusus minyak nilam, sekitar 70 % pangsa pasar dunia dikuasai oleh minyak nilam Indonesia. Tanaman nilam dengan hasil minyak nilam merupakan penghasil devisa terbesar dari ekspor minyak atsiri. Produksi minyak nilam Indonesia per tahunnya mencapai rata-rata di atas USD 20 juta (dolar Amerika). Tabel 1. Jenis dan Ekspor Minyak Atsiri Indonesia (2002-2004)

600 151 1.714 106.44 0 41. Ketinggian lahan ideal untuk budi daya nilam adalah 10-700 meter dpl.451 775.164.164.444 2.396 21.074.231. Nilam dapat tumbuh pada lahan di dataran paling rendah hingga dataran yang cukup tinggi yaitu sampai 2.000 meter dpl.526. nilam aceh lebih dikenal dan telah ditanam .326 2.73 1 8.682 535.050 176 3.136.111 19.010.428.304 2.445. Tanaman Nilam Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan tanaman perdu wangi yang berakar serabut. Tanaman ini diperbanyak dengan setek.315 1.428 955. Namun. berdaun halus bagai beledru apabila diraba dengan tangan.Jenis Minyak Atsiri Vitiver Citronela Patchouli Anis Ginger Cinnamomum Pala Jumlah 2002 Volume (Kg) 75.483.466 11.528 3.577.84 0 US$ 1.25 27. warnanya agak pucat dan berbatang segi empat.632 1.886.126.913 0 446. agak membulat lonjong seperti jantung.295.078.61 33. 2002-2004 B.24 1 2004 Volume US$ (Kg) 56.160.017 21.821 41.276 1.394 14.676 3.642. terdapat beberapa jenis tanaman nilam yang telah tumbuh dan berkembang di Indonesia. Jenis-jenis Tanaman Nilam Pada dasarnya.591 1.31 6 US$ 1.05 2 2003 Volume (Kg) 45. C. Namun.924 368.14 2 429 100.417 2 Sumber : Bio Pusat Statistik.744 55.564 22.82 1 404 16.528.588.37 9 330 2. rendemen yang dihasilkan relatif tinggi pada dataran rendah dan penanaman di lahan terbuka atau sedikit pohon pelindung.

hampir seluruh wilayah Indonesia mengembangkan nilam aceh secara khusus (Mangun. tanaman nilam sabun (Pogostemon hortensis Backer) sering digunakan untuk mencuci pakaian. Madagaskar. 3. 2008). Nilam Jawa Nilam jawa (Pogostemon heyneatus Benth) disebut juga nilam hutan. serta Indonesia. jenis tanaman nilam ini berasal dari Filipina. Secara garis besar. yaitu 2. 2. yang kemudian ditanam dan dikembangkan juga di wilayah Malaysia. Jenis tanaman ini hanya memiliki minyak sekitar 0. Nilam aceh dikenal pertama kali dan ditanam secara meluas hampir di seluruh wilayah Aceh. Nilam Sabun Zaman dahulu. terutama kain jenis batik. dikenal pula jenis nilam jawa dan nilam sabun. Nilam ini berasal dari India dan masuk ke Indonesia serta tumbuh meliar di beberapa hutan di Pulau Jawa. Selain itu.5%. Jenis . Jenis daun dan rantingnya tidak memiliki bulu-bulu halus dan ujung daunnya agak meruncing (Mangun.5 .secara meluas. Sebenarnya.5% dibandingkan jenis lain. Nilam Aceh Nilam aceh (Pogostemon Cablin Benth atau Pogostemon Patchouli) merupakan tanaman standar ekpor yang direkomendasikan karena memiliki aroma khas dan rendemen minyak daun keringnya tinggi. 2008). Saat ini. jenis nilam menurut literatur yang ada sebagai berikut : 1.5-1. Brazil.

Uap perebusan mengalami proses . Namun. rimpang. batang. tergantung kapasitas muat ketel tersebut. 2008). metode pembuatan minyak atsiri yang digunakan untuk setiap bagian tanaman berbedabeda. buah. Pengolahan dilakukan dengan memasak daun kering dalam air hingga mendidih dalam satu tangki atau ketel penyulingan. yaitu : 1. Oleh sebab itu.5%. Khusus tanaman nilam. nilam jawa dan nilam sabun tidak direkomendasikan sebagai tanaman komersial karena kandungan minyaknya relatif sangat sedikit. Proses penyulingan yang dapat digunakan untuk menghasilkan minyak nilam dari tanaman nilam ada 3. metode pembuatan minyak nilam yaitu penyulingan. Selain itu. Penyulingan Dengan Air Penyulingan dengan air termasuk cara yang paling sederhana dibandingkan dengan cara penyulingan lain. daun. Minyak Nilam Setiap bagian tanaman seperti akar. Komposisi air dan daun nilam dibuat hampir berimbang. bunga. D.5-1. Selain itu.nilam ini hanya memiliki kandungan minyak sekitar 0. aroma yang dimiliki keduanya berbeda dengan nilam aceh dan komposisi kandungan minyaknya tidak baik (Mangun. komposisi kandungan minyak yang dimiliki dan dihasilkannya tidak baik sehingga minyak dari jenis nilam ini tidak memperoleh pasaran dalam bisnis minyak nilam. dan biji dapat digunakan sebagai bahan baku minyak atsiri.

Penyulingan Dengan Air Dan Uap Penyulingan minyak atsiri dengan cara ini memang sedikit lebih maju dan produksi minyaknya pun relative lebih baik. Cara ini kurang disukai karena minyak yang dihasilkan kurang banyak dan mutunya kurang bagus. Gambar 1. Penyulingan dengan Air 2. Prinsip kerja dari penyulingan ini adalah ketel penyulingan diisi air sampai pada batas saringan.kondensasi hingga menjadi air dan minyak. Maka. Proses penyulingan dengan cara ini sangat membutuhkan waktu lama karena bahan yang dislinga tercampur menjadi satu dengan air sehingga proses pergerakan bahan menjadi uap air pun bergerak lambat. Air dan minyak kemudian ditampung pada bak pemisah melalui sebuah pipa yang berhubungan dengan tabung pendingin untuk memilah antara air dan minyak. cara . sehingga tidak berhubungan langsung dengan air mendidih. tetapi akan berhubungan dengan uap air. Bahan baku diletakkan diatas saringan.

. Bahan yang disuling hanya berhubungan dengan uap dan tidak dengan air panas (Guenther. Air yang menguap akan membawa partikel – partikel minyak atsiri dan dialirkan melalui pipa kealat pendingin sehingga terjadi pengembunan dan uap air yang bercampur minyak atsiri tersebut akan mencair kembali. jenuh dan tidak terlalu panas.penyulingan semacam ini disebut penyulingan tidak langsung (indirect distillation). 2. bahkan kalau pengerjaannya dilakukan dengan baik produk minyaknya pun dapat masuk dalam kategori ekspor. dialirkan ke alat pemisah untuk memisahkan minyak atsiri dari air. Uap selalu dalam keadaan basah. Selanjutnya. Cara ini paling sering dilakukan oleh para petani minyak atsiri dan alat–alatnya pun dapat dibuat sendiri oleh para petani minyak atsiri. Produk minyak yang dihasilkan cukup bagus. Ciri khas dari metode ini adalah: 1. 1987).

kualitas minyak atsiri yang dihasilkan memang jauh lebih sempurna. Walaupun memerlukan biaya yang besar. namun antara ketel uap dan ketel penyulingan harus terpisah. lalu uap dialirkan ke ketel penyulingan yang berisi bahan baku. Penyulingan Dengan Uap Penyulingan minyak atsiri secara langsung dengan uap memerlukan biaya yang cukup besar. . Prinsip kerja penyulingan seperti ini hampir sama dengan cara menyuling dengan air dan uap (indirect distillation). Ketel uap yang berisi air dipanaskan. Karena harus mempersiapkan 2 buah ketel dan sebagian besar merupakan peralatan yang terbuat dari stainless steel (SS) dan mild steel (MS). Partikel – partikel minyak pada bahan baku terbawa bersama uap dan dialirkan ke alat pendingin. Di dalam alat pendingin itulah terjadi proses pengembunan.Gambar 2. Penyulingan dengan Air dan Uap 3.

1990). Selain itu. Setelah itu. tenaga penyuling (operator) hendaknya telah dipersiapkan terlebih dahulu. . lakukan kontrol terhadap seluruh saluran pipa pendingin serta ketersediaan air yang ada pada bak (kolam) pendingin. Gambar 3. Penyulingan dengan Uap Persiapan Sebelum Penyulingan Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum penyulingan di antaranya mesin penyulingan harus dibersihkan terlebih dahulu. Kualitas produk minyak atsiri yang dihasilkan jauh lebih sempurna dibandingkan dengan kedua cara lainnya. sehingga harga jualnya pun jauh lebih tinggi ( Santoso.sehingga uap air yang bercampur minyak akan mengembun dan mencair kembali. Selanjutnya. karena membutuhkan modal yang besar. Sebelumnya. Cara ini biasa dilakukan oleh perusahaan atau perorangan yang kaya. dialirkan ke alat pemisah yang akan memisahkan minyak atsiri dari air. tempat penampung minyak harus dalam keadaan bersih.

adad . kadar air harus terus dipertahankan sampai waktu penyulingan tiba. Ada F.Langkah selanjutnya yaitu mempersiapkan bahan bakar berupa kayu (bila menggunakan kayu bakar) dan minyak tanah dalam jumlah yang cukup. Bahan baku nilam yang baik yaitu tanaman nilam yang berumur 6-7 bulan untuk umur panen perdana dan 2-3 bulan sekali untuk umur panen berikutnya. nilam dibolak-balik sebanyak 2-3 kali sehari Jika pemanenan dilakukan secara bertahap. Selama penyimpanan. nilam yang telah kering dapat disimpan sementara waktu hingga kapasitas mesin suling terpenuhi. siapkan bahan baku daun kering yang sudah dirajang dan berkualitas baik dalam jumlah yang sesuai dengan kapasitas atau daya tamping ketel suling. Selama penjemuran. tampat penyimpanan dibuat dalam bentuk rak-rak. Penyimpanan hendaknya dilakukan dalam tempat yang tidak lembab dan memiliki ventilasi serta sirkulasi udara yang baik. E. Setelah itu. Setelah dipanen. Oleh sebab itu. sesuai jenis mesin yang digunakan. Penjemuran sebaiknya dilakukan pada pukul 10.00. tanaman nilam dirajang sepanjang 10-15 cm. hasil rajangan kemudian dijemur dan dikeringanginkan di bawah sinar matahari selama 2-3 hari hingga kadar air yang tersisa sebanyak 15%.00-14.