Anda di halaman 1dari 14

TUGAS 1 : MANAJEMEN STRATEGIK

PROSES MANAJEMEN STRATEGIK DI PELAYANAN KESEHATAN

Disusun Oleh : 1. 2. 3. 4. 5. 6. AFRIDA SRIYANI H ISWENTI NOVERA REFNI LAILA RHONA SANDRA SARI SETIARINI ZAHLIMAR

MAGISTER ILMU KEPERAWATAN PASCASARJANA UNIVERSITAS ANDALAS PADANG TAHUN 2011

B. Tujuan Khusus 1) Menganalisa konsep dasar manajemen strategic 2) Menganalisa lingkungan internal dan eksternal . pasar. Dengan demikian perlu adanya kegiatan dalam pengambilan keputusan yang disesuaikan antara kemampuan yang dimiliki dengan lingkungan yang ada disekitar sehingga perlu adanya manajemen strategic. Untuk mengetahui dan menghargai dunia dari perspektif orang lain telah menjadi masalah hidup atau mati untuk bisnis. Pertimbangan global praktis berdampak pada keputusan strategis. perkembangan teknologi.BAB I PENDAHULUAN A. Harga dan mutu dari produk dan jasa perusahaan harus dapat bersaing diseluruh dunia. pemegang saham. Kontrol masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan pemerintahan maupun perusahaan. dimana batas ± batas Negara diabaikan. sehingga pemerintah maupun pemimpin perusahaan tidak dapat membuat kebijakan yang mengabaikan kepentingan masyarakat. pemasok . Tujuan Penulisan 1. Oleh sebab itu dalam menjalankan kegiatannya perlu adanya keselarasan antara kompetensi yang dimiliki perusahaan maupun pemerintah dengan lingkungan yang ada diluar organisasi ( perusahaan dan pemerintah ). Managemen strategis tergantung pada manajer dalam mendapat pengertian pesaing. distributor. kreditor. Latar Belakang Lingkungan dunia yang mengalami perubahan seperti adanya globalisasi. kontrol masyarakat. Tujuan Umum Mampu Mengidentifikasi proses manajemen strategic di pelayanan kesehatan 2. dan pelanggan diseluruh dunia. ukan hanya dipasar local. memberikan dampak bagi perkembangan sutau negara maupun bisnis. harga.

penelitian dan pengembangan. produksi/operasi. Manajemen strategic membantu pengalokasian waktu dan sumber daya secara lebih efektif untuk meraih peluang yang teridentifikasi 7. Manajemen strategis mendorong dibuatnya keputusan besar yang dapat menunjang pencapaian tujuan-tujuan yang ditetapkan secara lebih baik 6.dan rasional untuk menentukan pilihan strategis.pelaksanaan dan evaluasi keputusan-keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi untuk mencapai tujuannya. dan membuat organisasi untuk memulai dan mempengaruhi berbagai kegiatan dalam mengendalikan harapannya sendiri. Manajemen strategis merupakan kerangka kerja untuk meningkatkan kegiatan koordinasi dan pengawasan 4. Manajemen strategis meminimalkan dampak dari situasi dan perubahan yang buruk 5. serta system informasi komputer untuk mencapai tujuan keberhasilan organisasi. Greenley mengatakan bahwa manajemen strategis memberikan sejumlah keuntungan seperti berikut : 1. logis. Manajemen strategis meminimalkan sumber daya dan waktu yang digunakan untuk mengkoreksi keputusan-keputusan yang salah atau keputusan sementara . Manfaat Manajemen Strategik Manajemen strategis membuat organisasi lebih proaktif dari pada reaktif dalam membentuk masa depannya. keuangan/akuntansi. Manajemen strategis memberikan pandangan objektif terhadap masalah-masalah manajemen 3. Secara umum manfaat manajemen strategis adalah membantu organisasi merumuskan strategi-strategi yang lebih baik melalui pendekatan yang lebih sistematis. menentukan prioritas. 2.BAB II TINJAUAN TEORI 2. Manajemen strategis membantu upaya dalam mengidentifikasi. Manajemen strategis berfokus pada upaya memadukan manajemen.1 KONSEP DASAR MANAJEMEN STRATEGIK Manajemen Strategisa adalah : Ilmu tentang perumusan. pemasaran. dan memanfaatkan peluang.

Manajemen strategis mendorong pemikiran untuk maju 12. Proses Manajemen Strategik Merupakan suatu cara atau langkah-langkah yang dilakukan oleh para perencanaan strategic dalam menentukan tujuan dan pengambilan keputusan strategic Lingkungan Eksternal Misi dan Tujuan Strategik Lingkungan Internal Perumusan Strategik Penerapan Strategik Daya saing strategic . dan antusias untuk menangani masalah-masalah dan peluang 13. Business unit Strategik.8. dan fungsional stratgik. Manajemen strategis merupakan dasar penjelasan tanggung jawab perorangan 11. terpadu. Manajemen strategis menciptakan kerangka kerja bagi komunikasi internal antar personel 9. Manajemen strategis memberikan pendekatan kooperatif. Manajemen strategis membantu memadukan perilaku perorangan kedalam usaha keseluruhan 10. Manajemen strategis memberikan warna kedisiplinan dan formalitas bagi manajemen bisnis Tingkatan Manajemen Strategik Dalam batasan perusahaan kegiatan manajemen strategic di bagi dalam beberapa tingkatan yaitu : Coorporate strategic. Manajemen strategis mendorong munculnya sikap yang mendukung perubahan 14.

4.. adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang di luar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi di masa depan.laba diatas rata-rata Motede Analisis SWOT.. 3. Dalam manajeman modern. Ia mengemukakan bahwa "apabila suatu organisasi mau membuat suatu perencanaan. adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini. W = Weakness. FUNGSI ANALISA SWOT Fungsi analisis ini adalah menganalisa situasi yang merupakan awal proses perumusan strategi. dikenal dengan teori analisa medan kekuatan (Force Field Analysis). "Perencanaan Peningkatan Kinerja"1993:1). S = Strength.Balance Score Card SWOT" merupakan salah satu instrumen analisa yang paling ampuh jika digunakan secara tepat. analisis ini juga mengharuskan manajer strategis untuk menemukan kesesuaian startegis antara peluang-peluang eksternal dan kekuatan-kekuatan internal. 2. Fouad Sherif dengan istilah Performance Improvement Planning dan dikembangkan oleh PBB untuk melaksanakan lebih dari 250 proyek di pelbagai negara. Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu : 1. T = Threat. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. langkah pertama yang harus dilaksanakan adalah mengadakan Analisis Medan Kekuatan dengan memperhatikan SWOT" (Lembaga Administrasi Negara. . adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi di masa depan.adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini. Keampuhan tersebut terletak pada kemampuan penentu strategi organisasi untuk memaksimalkan peranan faktor dan pemanfaatan peluang sehingga sekaligus berperan sebagai alat untuk minimalisasi kelemahan yang terdapat dalam tubuh organisasi dan menekan dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi. Selain itu. di samping memperhatikan ancaman-ancaman eksternal dan kelemahan-kelemahan internal. O = Opportunity.

analisis SWOT harus mengidentifikasi kompetensi langka perusahaan yaitu keahlian tertentu dan sumber-sumber yang dimiliki oleh perusahaan dan cara unggul yang mereka gunakan ( Kompetensi yang langkah kadang-kiadang dianggap sekumpulan kapabilitas inti. ««««««. atau ancaman. organisasi atau dewan lainnya dalam rumah sakit Bebrapa contoh lingkungan eksternal rumah sakit . yang masing-masing dapat merupakan sumber kekuatan.«««««« ««««««. Weaknesses. ««««««. ««««««. Potensial Ancaman External (T) ««««««.«««««« ««««««. misalnya: Beberapa contoh lingkungan internal rumah sakit: 1. ««««««. ««««««.«««««« ««««««.Mengingat bahwa SWOT adalah akronim untuk Strengths. ruang instalasi. 3.«««««« . . kelemahan. anggaran operasional 5. kesempatan. program riset dan pengembangan iptek 6. laboratorium. Lembar-1 Contoh Lembaran Kerja Analisis SWOT Potensi Kekuatan Internal (S) Potensi Kelemahan Internal (W) ««««««. SWOT harus mencakup semua aspek/area berikut ini.) Penggunaan kompetensi langka perusahaan secara tepat ( kapabiliti inti ) akan memberikan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. dan fasilitas sarana prasarana (lingkungan rumh sakit). ««««««. manajemen dan staf tenaga dokter 2.Opportunities. dan threats. .kapabilitas yang secara strategis membuat sebuah perusahaan menjadi berbeda. Jadi. Potensi Kesempatan External (O) ««««««. tenaga medis yang ada 4. .

tergantung pada kelompok-kelompok representatif yang dihubungi dan dimintai pendapatnya.1. Harus dimafhumi bahwa persepsi yang berbedabeda bisa timbul. (c) akses dengan lembaga pendidikan lanjutan atau universitas-universitas yang lain. Apabila. (d) reputasi yang baik dalam menyediakan pelatihan yang diperlukan untuk memperoleh pekerjaan. (b) tenaga pengajar yang berdedikasi dan bermoral tinggi. dan termasuk lokasi lembaga pendidikan tersebut. rumah sakit pesaing lainnya 3. tempat kerja yang prospektif bagi lulusan 2. fasilitas sarana prasarana. bangunan infrastruktur yang kurang memadai. Begitu kelemahan dan kekuatan tergambar. sebagai contoh kekuatan potensial dapat berupa: (a) pembebanan biaya pendidikan yang rasional terhadap siswa. Lebih dari itu. serta laboratorium di bawah standar. maka akan memungkinkan untuk mengkonfirmasi item-item tersebut. para administrator berupaya menarik minat siswa agar memasuki/memlih program yang ada pada lembaga pendidikan mereka dengan cara meningkatkan promosi dan iklan tanpa memperhatikan kelemahan dan kekuatan lembaga pendidikan yang mereka kelola. kelompokkelompok fokus. Sedangkan kekuatan yang ada perlu juga didaftar. potensi dan kemungkinan-kemungkinan akan adanya service dan program-program inovasi baru bisa juga muncul. langkanya sumber-sumber daya instruksional. termasuk segala sesuatunya yang berada di luar jangkauan kontrol. dan (e) perbedaan populasi siswa. Contoh mengenai kelemahan inheren adalah cukup banyak. Survei Eksternal tentang Ancaman dan Kesempatan . dimana siswa dapat mentransfer kredit mata pelajaran yang telah diperoleh. demografi sosial dan ekonomi penduduk 4. badan-badan penyandang dana Survei Internal tentang Kekuatan dan Kelemaha Secara historis. keadaan audit internal seperti ini dilaksanakan. dan sumber-sumber lain yang dapat dipercaya. wawancara dengan murid dan bekas murid. Dengan membuat seluruh daftar tentang kelemahan internal maka akan tampak area/aspek yang bisa diubah guna untuk memperbaiki kinerja lembaga pendidikan. Misalnya sebagai berikut: moral staf adminstrasi dan staf pengajar yang rendah. maka akan timbul area/aspek yang menghendaki beberapa perubahan. Penaksiran kekuatan dan kelemahan juga bisa dilakukan melalui survei.

Pengaruh-pengaruh nasional dan regional seperti masalah-masalah lokal dan negara adalah yang paling penting dalam memutuskan program baru apa saja yang perlu ditambah atau program yang sudah ada dan perlu dimodifikasi atau diganti. tokoh masyarakat. mungkin tidak muncul bila dikaitkan dengan sumber-sumber daya atau harapan masyarakat. Sejumlah sumber informasi harus diliput. salah satunya adalah kemampuan institusi atau lembaga untuk menjaga pengawasan yang lebih dekat atas masyarakat. dan lainnya. Apa yang pertama-tama nampak akan menjadi suatu kesempatan/peluang. Anggaran pemerintah umumnya diperuntukkan pada usaha pengembangan rumah sakit yang tidak bersifat khusus. Besarnya anggaran rumah sakit yang terbatas dianggap suatu peraturan daripada dianggap sebagai suatu pengecualian. Sehingga masingmasing dapat merupakan sumber potensial sebagai informasi yang sangat berharga. jurnal pendidikan. Informasi tentang iklim dan trend bisnis yang ada. perubahan penduduk.Gambaran eksternal bersifat komplementer terhadap self-study internal di dalam analisis SWOT. dengan mencari lulusan para ahli-ahli medis yang berketrampilan serta terlatih baik. sehingga memungkinkan untuk membuat penilaian yang benar dan tepat . majalah. juga mempunyai areal/aspek kesempatan. dewan penasehat. Harus dipahami juga bahwa kesempatan dan ancaman tidak absolut sifatnya. maka makin besar pula tantangan dalam menggunakan metode analisis SWOT. dan jumlah pegawai serta tingkat lulusan sekolah menengah harus dipertimbangkan dalam tahap studi pengembangan ini. surat kabar. (1986) menetapkan sepuluh dasar-dasar institusi yang "on-the-move" (sedang maju). Adanya suatu perubahan kesadaran atau pola pikir masyarakat akan menciptakan kesempatan potensial untuk memberikan isu-isu baru dengan jalan memberikan layanan pendidikan yang lebih bermutu dan berkualitas. Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang bersifat global. sebab ancaman dapat berwujud dalam berbagai bentuk. tidak hanya terbatas kepada pengurus sekolah saja. Gilley dkk. namun mereka juga memainkan perananan kepemimpinan dengan memberikan isu-isu itu yang berkaitan secara langsung maupun tidak. Makin banyak sumber daya atau harapan masyarakat. melainkan termasuk orang tua siswa. Ancaman harus dikenali. Industri atau bisnis baru apa yang dapat muncul di masa akan datang. dunia industri. Tidak hanya administrator saja yang harus mengawasi masyarakatnya. sehingga mempunyai dampak atas pelaksanaan program dengan anggaran-tinggi.

Lokasi RS yang mudah dijangkau Potensi Kelemahan Internal (W) 1. misi dan motto RS yang jelas 2. Memiliki sarana dan prasarana yang memadai 4. 1. Sarana dan prasarana masih ada yang kurang 3. Lembar-2 Contoh Penggunaan Analisis SWOT pada Lingkungan Eksternal dan Internal RS S Potensi Kekuatan Internal (S) 1. Dalam lembar-2 dan 3 menggambarkan sebuah contoh penggunaan lembaran kerja analisis SWOT.serta lebih menguntungkan baik secara institusi maupun lingkungan masyarakat. Masih adanya tenaga kesehatan yang berpendidikan SPK 2. Status ketenagaan yang bervariasi Potensi Kesempatan Eksternal (O) Potensi Ancaman Eksternal (T) 1. Kebijakan pemeritah tentang standar pelayanan kesehatan 2. Adanya organisasi profesi yang menaungi masing masing profesi yang ada di RS 2. Memiliki visi. Adanya program akreditasi RS merupakan salah satu penilaian 3. Adanya RS swasta dan klinik Adanya keinginan dari pegawai sukarela untuk mengikuti te PNS . Memiliki SOP dan SAK yang sudah tersosialisakan kepada semua ruangan yang ada di RS 3.

Matriks SWOT (dikenal juga dengan TOWS) mengambarkan bagaimana manajemen dapat mencocokkan peluang-peluang dan ancaman-ancaman eksternal yang dihadapi suatu perusahaan tertentu dengan kekuatan dan kelemahan internlnya. Matriks SWOT dapat diaplikasikan baik pada perusahaan bisnis tunggal maupun multibisnis. Hal ini mendorong manajer strategi menciptakan baik strategi-strategi pertumbuhan maupun pengurangan.PEMBUATAN MATRIK SWOT (TOWS) Setelah mengetahui bagaimana perusahaan mernilai situasinya dan juga telah menijau strategi-strategi perusahaan yang tersedia. Tugas selanjutnya adalah mengidentifikasi caracara alternatif sehingga organisasi dapat menggunakan kekuatan-kekuatan khususnya untuk menggunakan kesempatan atas peluang-peluangnya. untuk menghasilkan empat rangkaian alternative strategis. Metode ini mengarah pada brainstorming untuk menciptakan strategi-strategi alternatif yang mungki tidak terpikirkan oleh manajemen. Factor-faktor internal Kekuatan (S) Kelemahan (W) Factor-faktor eksternal peluang (O) Daftarkan 5-10 kekuatan internal di sini Strategi Daftarkan 5-10 kekuatan internal di sini Strategi Daftrkan 5-10 Buat strategi di sini yang peluang eksternal menggunakan kekuatan untuk di sini memanfaatkan peluang Ancaman (T) Strategi (ST) Buat strategi di sini yang memnafaatkan peluang untk mengatasi kelemahan Strategi (WT) Daftarkan 5-10 Buat strategi di sini yang ancaman eksternal menggunakan kekuatan untuk menghindari peluang di sini Buat strategi di sini yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman Jenis Analisa SWOT Terdapat dua model analisa SWOT yang umum digunakan dalam melakukan analisa situasi yaitu : 1. dan bahkan untuk unit bisnis. Model Kuantitatif .

Standar penilaian dibuat berdasarkan kesepakatan bersama untuk mengurangi kadar subyektifitas penilaian. Contoh pasangan Kekuatan dan Kelemahan : Komponen Sub Komponen S Komponen Sub Komponen Jumlah anggota yang besar menurunkan tingkat efektifitas koordinasi dan komunikasi antar anggota Organisasi saat ini W memiliki jumlah anggota yang sangat besar Contoh pasangan Kesempatan dan Ancaman : Komponen Sub Komponen O Perbaikan tingkat ekonomi membuat makin banyak anak-anak Hindu yang bersekolah hingga perguruan tinggi di Surabaya. . sehingga calon anggota KMHDI PC Surabaya makin banyak Komponen Sub Komponen T Calon anggota yang berasal dari keluarga yang mapan seringkali tidak militan dan bersifat agak borjuis Kemudian setelah masing-masing komponen dirumuskan dan dipasangkan. diberikan skor yang lebih besar. Penilaian dilakukan dengan cara memberikan skor pada masing-masing sub komponen. dimana satu sub komponen dibandingkan dengan sub komponen yang lain dalam komponen yang sama atau mengikuti lajur vertikal.Sebuah asumsi dasar dari model ini adalah kondisi yang berpasangan antara S dan W serta O dan T. langkah selanjutnya adalah melakukan proses penilaian. Kondisi berpasangan ini terjadi karena diasumsikan bahwa dalam setiap kekuatan selalu ada kelemahan yang tersembunyi dan dari setiap kesempatan yang terbuka selalu ada ancaman yang harus diwaspadai. Ini berarti setiap satu rumusan Strength (S). Sub komponen yang lebih menentukan dalam jalannya organisasi. harus selalu memiliki satu pasangan Weakness (W) dan setiap satu rumusan Opportunity (O) harus memiliki satu pasangan satu Threath (T).

maka dalam model kualitatif hal ini tidak terjadi. perbedaan besar diantara keduanya adalah pada saat pembuatan sub komponen dari masing-masing komponen..Komp W 1. tidak berbeda jauh dengan urut-urutan model kuantitatif. Sub Komponen S ada sebanyak 10 buah. Organisasi memiliki anggota yang banyak 2. Masih adanya tenaga 60 kesehatan yang berpendidikan SPK 2.Komp S 1. Organisasi memiliki sekretariat yang representatif Komp Sub. Memiliki SOP dan SAK yang 40 sudah tersosialisakan kepada semua ruangan yang ada di RS 3. Status ketenagaan yang bervariasi 30 2. Lokasi RS yang mudah dijangkau 40 1. karena mungkin saja misalnya. Organisasi memiliki cadangan dana yang besar 3. Sub Komponen pada masing-masing komponen (S-W-O-T) adalah berdiri bebas dan tidak memiliki hubungan satu sama lain.Contoh Model Kualitatif : Komp Sub.Contoh Pemberian skor : Kmp S Sub Kmp Skor Kmp W Sub Kmp Skor 1. Selain itu. Memiliki visi. Sarana dan prasarana 40 masih ada yang kurang 3. Keinginan anggota untuk belajar dari kesalahan sangat rendah . sementara sub komponen W hanya 6 buah. misi dan motto RS 40 yang jelas 2. Budaya organisasi adalah budaya tradisional yang menghambat tercapainya kondisi kerja yang efisien 2. Ini berarti model kualitatif tidak dapat dibuatkan Diagram Cartesian. Organisasi memiliki peraturan yang lengkap 4. dan satu sub komponen O memiliki pasangan satu sub komponen T. Model Kualitatif Urut-urutan dalam membuat Analisa SWOT kualitatif. Apabila pada model kuantitatif setiap sub komponen S memiliki pasangan sub komponen W.

langkah tidak boleh berhenti karena peta tidak menunjukkan kemana harus pergi. Ketika telah berhasil membuat peta. tetapi peta dapat menggambarkan banyak jalan yang dapat ditempuh jika ingin mencapai tujuan tertentu. analisa SWOT berfungsi sebagai panduan pembuatan peta. .Sebagai alat analisa.

Technical. S. 30-33.DAFTAR PUSTAKA Fred R. Vincent Gaspersz.(2004). Community. and Junior College Journal.PT INDEKS kelompok Gramedia : Indonesia Gorski. 61(3). David. Perencanaan Strategik Untuk Peningkatan Kinerja Sektor Publik Suatu Petunjuk Praktek. (1991). Gramedia Pustaka Utama: Jakarta .E.. The SWOT Team-Focusing on Minorities.Manajemen Strategis Konsep-Konsep. (2004).