Anda di halaman 1dari 23

Pengaruh Perilaku dan Peran Serta Masyarakat Terhadap Kesehatan Lingkungan

Sherly Liyo
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) 2010 Jl.Arjuna Utara no.6 Jakarta 11510 sherly.liyo@hotmail.com

Skenario Kelurahan Panca Marga adalah sebuah wilayah yang terletak di pesisir pantai. Dokter Intan yang bertugas di puskesmas hanya dibantu oleh 3 orang paramedis dan 2 orang staf tata usaha. Jumlah posyandu hanya ada 2 yang tidak terlalu aktif. Kader aktif hanya 6 orang. Tingkat kelahiran bayi cukup tinggi. Kejadian pneumonia tinggi, ISPA tinggi. Tingkat pendidikan penduduk rata-rata hanya tamat Sekolah Dasar. Dokter Intan ingin memberdayakan peran serta masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pendahuluan Berbagai masalah kesehatan kerap muncul dalam suatu lingkup masyarakat. Masalah ini bisa bersumber dari berbagai hal seperti kurangnya pengetahuan dan pendidikan serta peran serta dari masyarakat setempat mengenai pentingnya kesehatan. Masalah pun bisa bersumber dari kurangnya kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan, dimana kita ketahui bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu determinan dalam mencapai masyarakat yang sehat. Selain itu, peran lingkungan dan faktor perilaku juga merupakan determinan yang lebih besar pengaruhnya pada kesehatan. Beberapa poin penting akan dibahas dalam pembahasan dibawah ini, seperti peran serta masyarakat, pelayanan kesehatan (posyandu) yang menjadi penentu status kesehatan , dimana kita ketahui bahwa status kesehatan adalah salah satu faktor penting yang berhubungan dan berkaitan dengan masalah kesehatan yang ada pada skenario di atas. Selain itu, promosi kesehatan sangat penting dan juga menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan masalah kesehatan. Promosi kesehatan ini
1

mencakup pemberdayaan masyarakat, training / pelatihan serta penyuluhan yang meliputi penyuluhan program KB, penyakit menular dan imunisasi. Status Kesehatan Status kesehatan menjadi salah satu faktor yang penting dan berpengaruh terhadap masalah kesehatan. Berdasarkan skema Blum-Green, status kesehatan ini dipengaruhi oleh pelayanan kesehatan, lingkungan, keturunan dan perilaku kesehatan.1 Perilaku Kesehatan Perilaku kesehatan menjadi salah satu faktor penentu status kesehatan dalam suatu populai masyarakat tertentu. Perilaku kesehatan pada dasarnya adalah suatu respons seseorang terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan , makanan serta lingkungan. Dengan demikian, secara lebih terperinci, perilaku kesehatan itu mencakup : 1. Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit yaitu bagaimana manusia berespons, baik secara pasif (mengetahui, bersikap dan mempersepsi penyakit atau rasa sakit yang ada pada dirinya dan diluar dirinya) maupun aktif (tindakan) yang dilakukan sehubungan dengan penyakit atau sakit tersebut. Perilaku ini sesuai dengan tingkatan pencegahan penyakit yaitu :
a. Perilaku sehubungan dengan peningkatan dalam pemeliharaan kesehatan

(health promotion behaviour) misalnya dengan makan makanan yang bergizi, dan sebagainya.2
b. Perilaku pencegahan penyakit (health prevention behaviour ) misalnya

dengan tidur memakai kelambu, imunisasi dan sebagainya2
c. Perilaku berhubungan dengan pencarian pengobatan (health seeking

behaviour) yaitu perilaku untuk melakukan atau mencari pengobatan misalnya ke puskesmas, dsb.2
d. Perilaku sehubungan dengan pemulihan kesehatan (health rehabilitation

behaviour) yaitu perilaku yang berhubungan dengan usaha-usaha pemulihan kesehatan setelah sembuh dari suatu penyakit.2
2. Perilaku seseorang terhadap makanan (nutrition behaviour) yakni respons seseorang

terhadap makanan sebagai kebutuhan vital bagi kehidupan, meliputi pengetahuan, persepsi, sikap dan praktek kita terhadap makanan serta unsur yang terkandung di dalamnya.2
2

memilih makanan. KB 3. Salah satu pelayanan kesehatan akan dibahas di bawah ini adalah posyandu. dimana program ini dapat dilaksanakan di balai dusun.3 Posyandu diselenggarakan terutama untuk melayani balita (baik imunisasi maupun penimbangan berat badan ) dan orang lanjut usia (posyandu lansia). KIA 2.2 2. Perilaku terhadap lingkungan kesehatan.3 Posyandu Posyandu adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari. maupun tempat-tempat lain yang mudah didatangi oleh masyarakat. dsb. Perilaku sakit (illness behaviour) yakni segala tindakan atau kegiatan yang dilakukan seorang individu yang merasa sakit untuk merasakan dan mengenal keadaan kesehatannya atau rasa sakit. seperti berhubungan dengan air bersih. Termasuk kemampuan atau pengetahuan individu untuk mengidentifikasi penyakit. oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan di suatu wilayah kerja Puskesma. Imunisasi 4.2 Pelayanan Kesehatan Kurangnya fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai di suatu tempat juga sedikit banyak akan mempengaruhi status kesehatan masyarakat setempatnya. Perilaku kesehatan (health behaviour) yaitu hal-hal yang berkaitan dengan tindakan atau kegiatan seseorang dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya.1.2 Klasifikasi perilaku yang berhubungan dengan kesehatan menurut Becker : 1. kebersihan perseorangan. sanitasi dan sebagainya.2 3. Gizi 3 . penyebab penyakit serta usaha-usaha mencegah penyakit tersebut. Termasuk mencegah penyakit. pembersihan sarang nyamuk. limbah. balai kelurahan. Kegiatan pokok posyandu antara lain : 1.3. Perilaku peran sakit (the sick role behaviour) yakni segala tindakan atau kegiatan yang dilakukan individu yang sedang sakit untuk memperoleh kesembuhan.

angka kematian ibu(ibu hamil. Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera. bayi dan balita.5.1. pertumbuhan anak balita terpantau sehingga tidak menderita gizi kurang atau gizi buruk. Menghimpun potensi masyarakat untuk berperan serta secara aktif meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu.3 4. ibu hamil juga akan terpantau berat badannya dan memperoleh tablet tambah darah serta imunisasi TT. sehingga perlu ditingkatkan pembinaannya.3 3. bayi. bayi memperoleh imunisasi lengkap.3 Adapun manfaat posyandu bagi mayarakat adalah memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan bagi anak balita dan ibu. Adapun tujuan penyelenggaraan posyandu adalah : 1. balita dan keluarga esrta mempercepat penurunan angka kematian ibu. Penanggulanan diare dan penyakit menular umum lainnya3 Posyandu merupakan langkah yang cukup strategis dalam rangka pengembangan kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia agar dapat membangun dan menolong dirinya sendiri. ibu nifas memperoleh kapsul vitamin A dan tablet tambah darah serta memperoleh penyuluhan kesehatan yang berkaitan tentang kesehatan ibu dan anak. Bayi dan anak balita mendapatkan kapsul vitamin A.3 2. Menurunkan angka kematian bayi. melahirkan dan nifas). Posyandu madya Posyandu ini memiliki ciri-ciri : • Kegiatan lebih teratur 4 . Membudayakan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera).3 Jenjang posyandu dibagi menjadi 4 kelompok yaitu : 1. Posyanda pratama Posyandu ini memiliki ciri-ciri: • • • Kegiatan belum mantap Kegiatan belum rutin Jumlah kader terbatas 2.

Kemampuan kader posyandu dalam melaksanakan tugasnya sangat kurang. Pelaksanaan kegiatan posyandu tidak didukung dengan anggaran rutin 7.dll 11. Kepasifan dari pengurus posyandu karena belum adanya pembentukan pengurus baru dari kegiatan tersebut 4. Fungsi manajemen di posyandu kurang berjalan dengan baik3 5 . 8. Kader posyandu sering berganti-ganti tanpa diikuti training 12. Kurangnya kelengkapan sarana prasana. Tempat pelaksanaan posyandu kurang representatif (tempat nya kumuh dan terpojok). Kruangnya keterampilan pengisian kartu KMS 5. Kurangnya kebersihan posyandu 10. Terjadinya drop-out kader 3. Posyandu mandiri Posyandu ini memiliki ciri-ciri : • • • • Kegiatan secara teratur dan mantap Cakupan program/kegiatannya baik Memiliki dana sehat yang baik dan mantap Kader lebih dari 5 orang dan jumlah nya sudah mencukupi. Posyandu purnama Posyandu ini memiliki ciri-ciri : • • • • Kegiatan sudah teratur Cakupan program/kegiatannya baik Jumlah kader 5 orang Mempunyai program tamb ahan 4. 13. Sitem pencatatan buku register yang kurang lengkap 6. Kurangnya ketepatan jam buka posyandu 9.• Jumlah kader 5 orang 3.3 Kendala-kendala dalam pelaksanaan posyandu antara lain : 1. seperti : alat-alat ukur dan timbangan. Kurangnya kader 2. Masyarakat kerap tidak mau datang lagi karena merasa kurang memperoleh manfaat apa-apa.

vitamin. pelatihan/orientasi petugas 2. Meja 1 pendaftaran balita. 6 . pembinaan dan pendampingan kader 4. Meja 3 pencatatan hasil penimbangan 4. Terpenuhinya kebutuhan zat-zat gizi yang diperlukan oleh tubuh 2. protein dan air yang dipergunakan untuk mempertahankan kehidupan.Solusi untuk mengatasi berbagai kendala yang ada di posyandu adalah : 1.5 1. pertumbuhan dan perkembangan dari organ-organ tubuh manusia.3 Pelayanan posyandu harus mencakup 5 pokok kegiatan yaitu : 1. lemak dan mineral yang berfungsi sebagai sumber tenaga.1. Gizi pada masyarakat sangat berpengaruh terhadap suatu masalah kesehatan suatu populasi masyarakat. Pengeluaran dana untuk kebutuhan bahan makanan dapat diatur 4. Untuk mendapatkan suatu populasi masyarakat yang sehat. imunisasi dan pojok oralit. 4 Gizi seimbang adalah makanan yang mengandung zat semua zat zat gizi terdiri dari karbohidrat. Membentuk variasi makanan. KB.3 Gizi Masyarakat Gizi adalah segala sesuatu yang dikonsumsi oleh manusia yan mengandung unsure-unsur zat gizi yaitu karbohidrat. vitamin. penyediaan sarana dan prasarana 5. kombinasi warna. diperlukan adanya gizi seimbang pada masyarakat tersebut. Adapun tujuan penyusunan menu seimbang adalah :4. bentuk dan rasa terpenuhi 3. Meja 2 penimbangan balita 3. zat pembangun dan zat pengatur atau keseimbangan antara asupan energi dan zat-zat gizi lainnya dengan kebutuhan seseorang atau individu. Penghematan tenaga dan waktu 5. pelatihan ulang kader 3. mineral. Meja 5 pelayanan kesehatan. protein. Meja 4 penyuluhan dan pelayanan gizi bagi ibu balita. ibu hamil dan ibu menyusui 5. lemak. ibu hamil dan ibu menyusui 2. Keanekaragaman bahan makanan di dalam makanan. penyediaan biaya operasional.

vitamin E. Vitamin Vitamin adalah zat-zat organik kompleks yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sangat kecil.Unsur-unsur gizi yang penting bagi tubuh adalah : 1. metabolisme makanan dalam sistem pencernaan. dsb. Protein penting bagi tubuh sebagai pertumbuhan dan pemeliharaan.7 4. vitamin C dan vitamin D. Lemak Lemak adalah ester dari asam organic yang tinggi dan gliserol atau seklompok ikatan organik yang terdiri atas unsur C. Lemak memiliki peran penting bagi tubuh agar dapat berfungsi secara baik. vitamin B. phospor.klor. pembentukan antibody. Vitamin berperan dalam beberapa tahap reaksi metabolisme energi. Protein dapat ditemukan dari kacang-kacangan. H dan O.5. ikan.kobal. sementara mikromineral hanya dibutuhkan dalam jumlah yang tidak begitu besar. jagung. ayam.6 3. insulator bagi tubuh. pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh. Karbohidrat Memiiki fungsi sebagai sumber energi. membantu tubuh menyimpan vitamin yang dapat terserap lemak. Protein adalah bahan baku utama pembentukkan sel-sel tubuh manusia. umbi-umbian dsb. Lemak terdiri dari lemak hewani yang berasal dari hewan dan lemak nabati yang berasal dari tumbuhan.pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh. Beberapa vitamin yang diperlukan tubuh adalah : vitamin A. bahan baku hormon yang sangat berpengaruh terhadap proses fisiologis di dalam tubuh. Sumber karbohidrat adalah padi-padian atau seralia yang merupakan sumber utama di dunia seperti padi. kerang. pada umumnya sebagai konezim atau sebagai bagian dari enzim. komponen structural membran sel.dan mengangkut zat-zat gizi. Mineral dapat dibagi menjadi 2 kelas yaitu : makromineral dan mikromineral. memelihara netralitas tubuh. mengatur keseimbangan air. Mineral Mineral merupakan senyawa esensial untuk berbagai proses selular tubuh. Beberapa mineral yang dibutuhkan oleh tubuh : iodium. 7 . dan sebagai cadangan makanan.4-7 5. kalsium. Makromineral diperlukan dalam jumlah yang cukup besar. Fungsi lemak di dalam tubuh kita adalah sebagai sumber energi tubuh yang besar. barley. seperlima bagian tubuh adalah protein.mangan. daging merah. vitamin K. gandum.6 2. Protein Protein merupakan zat makanan bagian terbesar tubuh sesudah air.magnesium.4.

membantu pencernaan.tembaga. permasalahan dan potensial setempat. buah dan dagingdagingan yang kita makan setiap harinya. baik lingkungan fisik maupun nonfisik.seng. sosial. oleh. dsb. Proses pembelajaran tersebut juga dibarengi dengan upaya mempengaruhu lingkunan. Artinya proses pemberdayaan tersebut dilakukan melalui kelompok – kelompok potensial dimasyarakat. tetapi di indonesia baru dikembangkan sejak tahun 1995. Promosi kesehatan juga mencakup pemasaran sosial 8 . emosi.4-7 Promosi Kesehatan Promosi Kesehatan ( Health Promotion ) adalah ilmu dan seni membantu masyarakat menjadikan gaya hidup mereka sehat optimal. Air Air berfungsi untuk mengatur suhu tubuh. dan prose’s kimia tubuh. Menciptakan lingkungan yang mendukung 2.namun berkaitan dengan pengubahan lingkungan yang diharapkan dapat lebih mendukung dalam membuat keputusan yang sehat.1. melancarkan persendian. Proses pemberdayaan tersebut dilakukan sosial budaya setempat. untuk bersama masyarakat.3 Pengubahan gaya hidup dapat difasilitasi melalui penggabungan :1.1 Promosi kesehatan adalah proses pemberdayaan masyarakat agar dapat memelihara dan meningkatkan kesehatannya.3 1. Meningkatkan kesadaran. Promosi kesehatan mencakup pendidikan kesehatan (health education) yang penekanannya pada perubahan atau perbaikan melalui peningkatan kesadaran. Sumber air bisa dari sayur-sayuran.4-7 6. rata-rata tubuh kita mengandung sekitar 60% air.kalium. Ini bukan sekedar pengubahan gaya hidup saja. tersebut kebijakan dan peraturan perundangan. spiritual. Kesehatan yang optimal didefinisikan sebagai keseimbangan kesehatan fisik. bahkan semua komponen masyarakat . Proses pemberdayaan tersebut dilakukan dari. artinya sesuai dengan keadaan. Promosi kesehatan di dunia dikenal sejak tahun 1980an. membuang kotoran. sebagai pengambangan lebih lanjut dari ‘pendidikan” dan “penyuluhan” kesehatan. dan intelektual. kemauan dan kemampuan. Mengubah prilaku 3.

yaitu upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian semua komponen masyarakat untuk dapat hidup sehat. Pengembangan kemitraan. Pengembangan infra struktur yaitu kegiatan penunjang promosi kesehatan. Kader wajib mengikuti pelatihan sebelum menjadi kader posyandu. sekretariat. tokoh masyarakat. pemasaran. dll yang selalu tumbuh dan berkembang. tim promosi. oleh dan untuk masyarakat yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan. kemauan.1 Berdasarkan kerangka konsep khususnya strategi pokok. Pengembangan media dan sarana. Pengembangan iptek. Pelatihan Pelatihan dilakukan kepada pelaksana posyandu. yaitu upaya untuk membangun hubungan para mitra kerja berdasarkan kesetaraan. Pembinaan suasana. dan mempengaruhi para pembuat kebijakan secara bijak. 6. latihan. yaitu kegiatan untuk mempersenjatai diri dengan penyediaaan media dan sarana yang diperlukan untuk mendukung kegiatan promosi kesehatan. 3. 8. Pengembangan sumber daya manusia. yaitu kegiatan untuk selalu mengembangkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dalam bidang promosi. sehingga mereka sepakat untuk memberi dukungan terhadap pembangunan kesehatan. yaitu kader. komunikasi. yaitu kegiatan pendidikan. yaitu kegiatan untuk membuat suasana atau iklim yang mendukung terwujudnya perilaku sehat dengan mengembangkan opini publik yang positif melalui media masa.3 1. 5. 4. dll untuk meningkatkan wawasan. Hal ini dikarenakan ketika menjadi seorang kader dalam tuganya akan sering melakukan 9 . Promosi kesehatan adalah juga upaya penyuluhan (upaya komunikasi dan informasi) yang penekanannya pada penyebaran informasi. kegiatan promosi kesehatan yang perlu di lakukan adalah :1. Kader adalah seorang tenaga sukarela yang direkrut dari. mendampingi.(social marketing) yang penekanannya pada pengenalan produk atau jasa melalui kempanye. publik figur. Upaya advokasi. informasi. Pemberdayaan masyarakat. 2. serta berbagai perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan. keterbukaan dan saling memberikan manfaat. yaitu upaya untuk mendekati. 7. dan keterampilan baik petugas kesehatan maupun kelompok-kelompok potensial masyarakat. advokasi. dll. pertemuanpertemuan.

1 2. pemanfaatan dan pemberian ASI eksklusif. Konsep posyandu balita 2. keterampilan komunikasi interpersonal keterampilan ini penting karena kader perlu memahami kebutuhan masyarakat. pelaporan. Pemanfaatan dan pemberian ASI eksklusif 4. 3. cara menentukan status gizi balita.1.1 3.6 Calon kader wajib mengikuti pelatihan tentang konsep pelaksanaan posyandu serta materimateri yang berkaitan dengan kesehatan dasar dan gizi. Penyuluhan ini biasanya dilakukan oleh kader posyandu dalam bentuk penyuluhan perorangan dengan tatap muka.2 10 .3 Kader harus menguasai berbagai teknik keterampilan dan pengetahuan yaitu : 1. serta cara pencegahannya yaitu dengan imunisasi. penentuan status gizi balita. Penyakit yang sering diderita oleh balita. Keterampilan yang berhubungan dengan kegiatan di posyandu Keterampilan ini meliputi : pencatatan. Penyuluhan yang penting diberikan dalam skenario di atas adalah penyuluhan mengenai program KB. 1. penyakit yang sering diderita masyarakat setempat dan juga penyakit yang sering diderita balita. serta perlu menguasai teknik – teknik komunikasi yang efektif agar informasi dan pesan yang disampaikannya kepada masyarakat dapat dimengerti dengan baik dan dapat dilaksanakan. Pengetahuan kesehatan dasar dan gizi Pemahaman kader yang baik mengenai kesehatan dasar dan gizi dapat membantu kader untuk lebih efektif dalam memberikan informasi dengan benar.konsultasi. penyuluhan kelompok dan penyuluhan yang disertai dengan peragaan (demonstrasi). Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) dan pengobatan balita di rumah 6. Pengukuran antropometri1-3 Penyuluhan Penyuluhan penting diberikan sebagai salah satu upaya promosi kesehatan.dll.1. yaitu seperti : 1. Makanan pendamping ASI yang sehat dan dianjurkan 5. penimbangan.berbagai penyuluhan. serta cara penentuan Bawah Garis Merah (BGM). Stimulasi tumbuh kembang anak 7. Gizi seimbang. serta pengukuran status gizi dengan menggunakan KMS (Kartu Menuju Sehat).

ASI mengandung kadar laktosa yang lebih tinggi dimana laktosa ini dalam usus akan mengalami peragian hingga membentuk asam laktat yang bermanfaat dalam usus bayi : a. ASI mengandung laktoferin untuk mengikat zat besi 11 . Hasil penelitian tersebut menjelaskan keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi atau susu buatan lainnya adalah sebagai berikut :8 1. ASI lebih aman dari kontaminasi. ASI dapat sebagai perantara untuk menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi. ASI mengandung berbagai antibody yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi 3. Para ahli anak diseluruh dunia telah mengadakan penelitian terhadap keunggulan ASI. Resiko alergi pada bayi kecil sekali karena tidak mengandung beta laktoglobulin. Merangsang pertumbuhan mikroorganik yang dapat menghasilkan berbagai asam organic dan mensintesa beberapa jenis vitamin dalam usus c. Mempermudah pengendapan kalsium casenat (protein susu) d.8 ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambaham lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. sehingga kecil kemungkinan tercemar zat berbahaya. 2. 5.Pemanfaatan dan Pemberian ASI Eksklusif Penyuluhan mengenai ASI sangatlah penting dimana dalam masyarakat ini. WHO menyatakan bahwa ASI eksklusif selama 6 bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik. Memudahkan penyerapan berbagai jenis mineral e. sehingga penyuluhan ini menjadi hal yang sangat esensial bagi ibuibu yang baru melahirkan ini. Temperatur ASI sesuai dengan temperatur tubuh bayi 7. ASI membantu pertumbuhan gigi lebih baik 8. Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap ASI eksklusif ini. Menghambat pertumbuhan bakteri yang pathologis b. 4.terdapat jumlah kelahiran yang tinggi. Kemungkinan bayi tersedak pada waktu meneteki ASI kecil sekali 9. ASI mengandung hampir semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi dengan konsentrasi yang sesuai dengan kebutuhan bayi. karena diberikan langsung. 6.

Sedangkan reaksi masing-masing imunisasi juga berbeda-beda pada setiap anak. Menyusui kapanpun bayi meminta. seperti TBC. Mendorong pembentukan keluarga apabila orang tua yakit bahwa anaknya akan menjalani masa kanak-kanak yang nyaman 3.8 Tujuan imunisasi adalah mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang serta menghilangkan penyakit tertentu pada populasi/ suatu masyarakat. tergantung pada 12 . Berfungsi untuk menangkis penyakit-penyakit yang dapat menimbulkan kematian serta kecacatan. Untuk keluarga : menghilangkan kecemasan dan psikologi pengobatan bila anak sakit. sesering yang bayi mau 4. Menyusui dalam satu jam setelah kelahiran 2. Artinya. menciptakan bangsa yang kuat dan berakal untuk melanjutkan pembangunan Negara Imunisasi yang wajib diberikan pada balita di bawah 12 bulan adalah BCG. praktis tersedia setiap waktu pada suhu yang ideal dan dalam keadaan segar WHO dan UNICEF merekomendasikan langkah-langkah berikut untuk memulai dan mencapai ASI eksklusif :8 1. Tidak menggunakan botol susu maupun empeng 5. Hepatitis B. 3. DPT dan campak. tidak ditambah makanan atau minuman lain. Menyusui secara eksklusif. Imunisasi adalah suatu upaya untuk mendapatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukan kuman atau produk kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan. Mengeluarkan ASI dengan memompa atau memerah dengan tangan disaat tidak bersama anak Imunisasi Penyuluhan mengenai imunisasi sangat penting karena imunisasi merupakan suatu upaya pencegahan dimana pencegahan seharusnya lebih diutamakan dan lebih penting dibandingkan pengobatan.10. 3. Hanya ASI. Hepatitis B dan polio. bahkan air putih sekalipun. polio. Untuk Negara : memperbaiki tingkat kesehatan. Adapun manfaat imunisasi adalah :8 1. ASI lebih ekonomis. Untuk anak : mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit dan kemungkinan cacat atau kematian 2.

Pemberian imunisasi ini akan memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit difteri. tetapi imunisasi ini sebaiknya dilakukan sebelum bayi berumur 2 bulan. Pencegahan paling efektif adalah dengan imunisasi bersamaan dengan tetanus dan pertusis sebanyak tiga kali sejak bayi berumur dua bulan dengan selang penyuntikan satu – dua bulan. kelenjar getah bening. Pertusis Penyakit pertusis / batuk rejan adalah penyakit infeksi saluran yang disebabkan oleh bakteri bordetella pertusis.000 partikel/dosis.8 2. ataupun selaput otak (terberat). sendi.000. BCG diberikan 1 kali sebelum anak berumur 2 bulan. Dipteri Penyakit dipteri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphteriae. 3.8 3. Gejala nya biasanya diawali dengan kejang otot rahang 13 . Adapun penularan penyakit TBC terhadap seorang anak dapat terjadi karena terhirupnya percikan udara yang mengandung kuman TBC. 3. Penularan umumnya terjadi melalui udara.000-1. Penularan umumnya melalui udara selain itu dapat melalui benda atau makanan yang terkontaminasi. BCG Vaksinasi BCG memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit TBC. pembengkakan pada amandel (tonsil) dan terlihat selaput putih kotor yang semakin lama semakin membesar dan dapat menutup jalan napas. Tetanus Penyakit tetanus merupakan salah satu infeksi yang berbahaya karena mempengaruhi sistim urat syaraf dan otot. vaksin ini mengandung bakteri baccilus calmette-guerrin hidup yang dilemahkan sebanyak 50. Pemberian imunisasi BCG sebaiknya dilakukan pada bayi yang baru lahir sampai usia 12 bulan. hati. Pencegahan paling efektif adalah dengan melakukan imunisasi bersamaan dengan tetanus dan difteri sebanyak tiga kali sejak bayi berumur dua bulan dengan selang penyuntikan. tulang. Mudah menular dan menyerang terutama saluran napas bagian atas dengan gejala demam tinggi. pertusis dan tetanus dalam waktu bersamaan. ginjal. Biasanya reaksi yang ditimbulkan oleh imunisasi ini adalah setelah 4-6 minggu di tempat bekas suntikan akan timbul bisul kecil yang akan pecah. Jenis-jenis imunisasi yang wajib diberikan pada anak balita adalah: 1.penyimpanan vaksin dan sensitivitas tubuh tiap anak.8 4. Kuman ini dapat menyerang berbagai organ tubuh seperti paru-paru. Racun ini dapat merusak otot jantung yang dapat berakibat gagal jantung.

Polio Imunisasi polio memberikan kekebalan terhadap penyakit polio. Vaksin ini diberikan 3 kali hingga usia 3-6 bulan. Penyakit ini mudah menular melalui batuk atau bersin. Anak yang terkena polio dapat menjadi lumpuh. Terdapat 2 jenis vaksin yang beredar dan di Indonesia yang umum diberikan adalah vaksin sabin (kuman yang dilemahkan). bahu atau punggung. Pertusis juga dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia. Penularan melalui udara ataupun kontak langsung dengan penderita. bakteri yang memproduksi toksin yang disebut dengan tetanospasmin. Infeksi ini disebabkan oleh clostridium tetani. Vaksin polio ada dua jenis yakni vaccine polio inactivated (IPV) dan vaccine polio oral (OPV). rasa sakit dan kaku di otot leher. imunisasi dapat terus dilanjutkan walaupun telah dewasa setiap interval lima tahun.4. Cara pemberiannya melalui mulut. DPT Imunisasi DPT adalah suatu vaksin yang melindungi terhadap difteri.8 5. Tetanus dapat dicegah dengan pemberian imunisasi sebagai bagian dari imunisasi DPT. Difteri disebabkan bakteri yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius atau fata. Campak Campak adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh sebuah virus yang bernama virus campak.18 bulan dan 5 tahun. Di beberapa Negara dikenal pula tetravaccine yaitu kombinasi DPT dan polio. 2. Penyakit ini disebabkan virus. menyebar melalui tinja/kotoran orang yang terinfeksi.6. Neonatal tetanus umumnya terjadi pada bayi ynag baru lahir karena dilaharkan di tempat yang tidak bersih dan steril terutama jika tali pusar terinfeksi. pertusis dan tetanus. Setelah lewat masa kanak-kanan. Pemberian vaksin polio dapat dilakukan bersamaan dengan BCG. Gejala nya adalah demam. Pertusis adalah infeksi bakteri pada saluran udara yang ditandai dengan batuk hebat yang mentap serta bunyi pernafasan yang melengking.8 7. vaksin hepatitis B dan DPT.8 6. Gejala yang umumnya terjadi adalah anak mendadak lumpuh pada salah satu anggota geraknya setelah demam selama 2-5 hari. batuk. pilek dan bercak-bercak merah 14 . kejang dan kerusakan otak. Vaksin ini diberikan pada bayi baru lahir. Hepatitis B Imunisasi hepatitis B untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B yang berakibat pada hati.bersamaan dengan timbulnya pembengkakan.8 8.

cakupan imunisasi sudah sangat tinggi (>95%) dan daerah-daerah dengan cakupan imunisasi rendah sudah sangat kecil jumlahnya.8 b. Bercak ini mula-mula timbul di pipi bawah telinga yang kemudian menjalar ke muka. Anak-anak yang dicurigai tidak terlindung (susceptible) harus diselidiki dan mendapat imunisasi tambahan. Tahap eradikasi Cakupan imunisasi tinggi dan merata. seperti meningitis dan radang paru. Bakteri ini juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius. Tahap reduksi Tahap reduksi campak dibagi dalam 2 tahap : tahap pengendalian campak. HIB Imunisasi HIB membantu mencegah infeksi oleh haemophilus influenza tipe B yang disebabkan oleh bakteri.8 Jenis imunisasi yang dianjurkan untuk diberikan pada anak-anak adalah : 1. terjadi penurunan tajam kasus dan kematian dan interval terjadinya KLB relatif lebih panjang. Tahap kedua adalah tahap pencegahan KLB. Vaksin ini dapat terus diberikan 15 . yaitu : a. tubuh dan anggota tubuh lainnya. cakupan imunisasi >80%.4. Transmisi virus sudah dapat diputuskan dan Negara-negara di dunia sudah memasuki tahap eliminasi. Organisme ini bisa menyebabkan meningitis (radang selaput otak) . pneumonia (radang paru) dan infeksi tenggorokan. Pada tahun ini cakupan imunisasi dapat dipertahankan tinggi dan merata. Tahap eliminasi Pada tahap eliminasi.8 2.8 c. Vaksin ini diberikan 4 kali pada usia 2. Vaksin influenza Dapat diberikan setahun sekali sejak umur 6 bulan. Kasus campak sudah jarang dan KLB hampir tidak pernah terjadi.6 dan 15-18 bulan. dan kasus campak sudah tidak ditemukan. dan interval terjadinya KLB berkisar antara 4-8 tahun. Pemberantasan campak meliputi beberapa tahap. Imunisasi ini juga melindungi anak terhadap bakteri yang sering menyebabkan infeksi telinga dan radang tenggorokan.8 3. Pneumokokus (PCV) Imunisasi ini untuk mencegah penyakit paru-paru dan radang otak.pada permukaan kulit 3-5 hari setelah anak menderita demam. Pada tahp ini terjadi penurunan kasus dan kematian.

mual-muntah dan hilang nafsu makan. anak diketahui mengalami reaksi alergi berat terhadap imunisasi tertentu atau komponen imunisasi tertentu.8 Syarat pemberian imunisasi adalah anak yang akan mendapat imunisasi harus dalam kondisi sehat. status pendidikan dan kesehatan penduduk di daerah tersebut bisa menurun drastis. 1. berapa jarak kelahiram dari satu anak ke anak berikutnya. biaya sekolah dari mana.9 Dinas kesehatan RI mendefinisikan KB sebagai upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan. Imunisasi dasar 3x pada buan ke 0. Itu semua 16 . siapa yang akan memakai alat kontrasepsi. sekolah sang anak. maka kekebalan yang terbentuk tidak bagus. pembinaan ketahanan keluarga. Dalam arti lebih luas.8 Program KB Penyuluhan mengenai program KB sangat penting untuk menekan terjadinya ledakan penduduk di suatu populasi. Imunisasi tidak boleh diberikan hanya pada kondisi tertentu misalkan anak mengalami kelainan atau penurunan daya than tubuh misalkan gizi buruk atau penyakit HIV/AIDS atau dalam penggunaan obat obatan steroid.alat kontrasepsi apa yang paling pas dan cocok untuk tubuh sang pemakai.hingga dewasa. Hepatitis A Imunisasi ini dapat diberikan pada anak usia diatas 2 tahun. maka sangat dimungkinkan. Untuk membentuk kekebalan yang tinggi. Reaksi yang terjadi minimal kadang demam . KB bisa dimulai ketika pasangan berkomitmen untuk mengarungi bahtera kehidupan bersama dan sangat diperlukan bagi pasangan dalam konteks untuk menyepakati bentuk keluarga seperti apa yang ingin dibangun.1. Jika anak dalam kondisi sakit. berapa banyak anak yang ingin dimiliki. Tifoid Imunisasi untuk mencegah typus imunisasi ini dapat diulang setiap 3 tahun. peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil. dan 6 bulan kemudian. imunisasi itu merupakan pemberian virus dengan memasukkan virus. dan lain lain. dan kemudian menimbulkan antibody (kekebalan). lesu. dimana kita ketahui jika terjadi ledakan penduduk. Sebab pada prinsipnya. lelah. bahagia dan sejahtera. bakteri atau bagian dari bakteri ke dalam tubuh.8 4. anak harus dalam kondisi yang fit.8 5.

Kehamilan terlalu berdesakan jaraknya Kehamilan yang terlalu berdesakan jaraknya membuat tubuh perempuan tidak bisa istirahat untuk memulihkan eneergi dan kekuatan tubuhnya. Jadi. Metode kontrasepsi dapat dikelompokkan menjadi 6 macam yaitu : 1. KB bukan sekedar membicarakan soal alat kontrasepsi yang ingin dipakai. maka metode kontrasepsi menjadi sangat penting dan esensial bagi pasangan suami-istri. tetapi juga membicarakan agar kesejahteraan dan kesehatan keluarga bisa terjamin.9 Contoh metode perintang:9 • • kondom(untuk laki-laki /perempuan). Kehamilan terlalu telat Perempuan yang usianya sudah terlalu tua untuk mengandung dan melahirkan terancam banyak bahaya. spermisida (zat pembunuh sperma.9 4. Terlalu sering hamil dan melahirkan Perempuan yang sudah melahirkan lebih dari 4 anak . bila ia terus saja hamil dan bersalin lagi. Selain itu. dihadang kematian akibat perdarahan hebat dan macam-macam kelainan lain. Metode perintang Metode ini bekerja dengan cara menghalangi pertemuan antara sel sperma dengan sel telur ketika melakukan hubungan seksual (merintangi pembuahan).9 KB dapat menangkal munculnya bahaya yang disebabkan oleh beberapa hal di antaranya sebagai berikut : 1. Kehamilan terlalu dini Indonesia sangat terkenal dengan pernikahan di usia dini.9 Karena hal-hal di atas harus dicegah .merupakan konsep yang terkandung dalam keluarga bencana. perempuan yang hamil di bawah 17 tahun memiliki potensi yang sangat tinggi akan kematian sewaktu perwalinan karena tubuhnya belum sepenuhnya tumbuh. Padahal. digunakan oleh perempuan. sang ibu juga sangat rawan terkena kanker rahim karena pertumbuhan tubuhnya (terutama rahim) belum optimal. dioleskan pada vagina sebelum berhubungan seks) 17 .9 3.1.9 2. Perempuan yang belum sempat memulihkan kebugaran dan mengatasi berbagai permasalahan dari kehamilan dan persalinan sebelumnya bahkan bisa terancam bahaya kematian.

Contoh dari metode darurat adalah :9 • • • • Pil dosis rendah (4 butir pil KB) Pil mini/pil progestin Mifepristone Spiral/AKDR Peran Serta Masyarakat 18 . Metode operasi (sterilisasi) Metode ini bekerja dengan cara melakukan pemutusan/ pengikatan saluran sel sperma pada laki-laki (vasektomi) dan pemutusan/pengikatan saluran sel telur pada perempuan (tubektomi).• • diafragma (dipasang di depan pintu rahim untuk mencegah masuknya sperma) topi serviks (berbentuk sarung jari dipasang menutupi serviks) 2. Ia hanya membantu pasangan mengetahui kapan masa subur sehingga pasangan bisa menghindari hubungan seks pada saat itu. Metode hormonal Metode ini bekerja dengan cara mengganggu produksi sel telur dan kesuburan rahim. Metode Intra Uterine Device (IUD/Spiral) Metode ini menggunakan alat-alat yang dimasukka ke dalam rahim yang berguna untuk mencegah terjadinya penempelan sel telur pada dinding rahim atau menangkal pembuahan sel telur oleh sperma.9 Contoh metode hormonal : • • • Pil KB (mempengaruhi keseimbangan hormon) Susuk/implan (berisi hormon progerestin) Suntik KB (menghalangi terjadinya ovulasi) 3. Cara kerjanya dengan mencegah indung telur mengeluarkan sel-sel telur.9 5. Metode alami Metode ini digunakan tanpa alat bantuan sama sekali. mempersulit pembuahan dan menjaga agar dinding rahim tidak mendukung terjadinya kehamilan yang tidak dikehendaki.9 6. Metode darurat Metode darurat adalah cara menghindari kehamilan setelah terlanjur melakukan hubungan seksual tanpa pelindung. Metode ini sangat berisiko dan ketepatannya sangat diragukan.9 4.

misalnya menyiapkan tempat dan peralatan dan sebagainya. seseorang berperan serta dalam kegiatan kelompok dengan menyumbangkan tenaganya. misalnya uang. Semua ahli mengatakan bahwa partisipasi atau peran serta masyarakat pada hakikatnya bertitik tolak dari sikap dan perilaku masyarakat tersebut. Memiliki keterampilan Jika kegiatan yang dilaksanakan membutuhkan ketrampilan tertentu dan orang yang mempunyai ketrampilan sesuai dengan ketrampilan tersebut maka orang tertarik untuk berperan serta.1 2.1 4.1 Peran serta masyarakat berkaitan dengan adanya pemberdayaan masyarakat.1 2. Materi. Faktor tokoh masyarakat Jika dalam kegiatan yang diselenggarakan masyarakat melihat bahwa tokoh-tokoh masyarakat atau pemimpin kader yanf disegani ikut serta maka mereka akan tertarik pula berperan serta. Peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan adalah keadaan dimana individu. Adanya kesempatan Kesediaan juga dipengaruhi oleh adanya kesempatan atau ajakan untuk berpperanserta dan masyarakat melihat memang ada hal-hal yang berguna dalam kegiatan yang akan dilakukan. Pemberdayaan 19 . Rasa memiliki Rasa memiliki suatu akan tumbuh jika sejak awal kegiatan masyarakat sudah diikut sertakan. jika rasa memiliki ini bisa ditumbuh kembangkan dengan baik amka peran serta akan dapat dilestarikan. seseorang berperan serta dalam kegiatan kelompok dengan menyumbangkan materi yang diperlukan dalam kegiatan kelompok tersebut. keluarga maupun masyarakat umum ikut serta bertanggung jawab terhadap kesehatan diri.Peran serta masyarakat memiliki makna yang amat luas. pinjaman tempat.1 3.1 5.1 Peran serta dapat diwujudkan dalam bentuk : 1. manfaat kegiatan yang dilakukan jika kegiatan yang dilakukan memberikan manfaat yang nyata dan jelas bagi masyarakat maka kesediaan masyarakat untuk berperan serta menjadi lebih besar. Tenaga. 1. keluarga ataupun kesehatan masyarakat lingkungannya.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta masyarakat adalah : 1.

masyarakat adalah proses memampukan masyarakat dari oleh dan untuk masyarakat itu sendiri berdasarkan kemampuan sendiri. Tokoh atau pimpinan masyarakat Disebuah masyarakat apapun baik pedesaan. berpendidikan tinggi dan rendah. Menumbuh kembangkan potensi masyarakat Berbagai potensi yang ada dalam masyarakat antara lain berupa potensi SDM dan sumber daya alam meliputi penduduk dan kondisi geografisnya. Mengembangkan gotong royong masyarakat Seberapa besarpun potensi SDM dan SDA yang ada dalam masyarakat.1 Bentuk-bentuk pengembangan potensi masyarakat tersebut bermacam-macam.1.1 3. Kualitas SDM ditentukan oleh proporsi antara penduduk kaya dna miskin. tak akan berkembang bila tidak ada gotong royong di antara sesama anggota masyarakat. Teknologi masyarakat Beberapa komunitas telah tersedia teknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan program kesehatan. 1 Adapun prinsip pemberdayaan masyarakat ini adalah : 1.1 20 . maka petugas atau provider kesehatan terlebih dahulu melakukan pendekatan-pendekatan kepada para tokoh masyarakat. perkotaan maupun pemukiman elit ataupun pemukiman kumuh. Material masyarakat Sumber daya alam merupakan salah satu potensi masyarakat. antara lain sebagai berikut : 1. Pengetahuan masyarakat Semua bentuk penyuluhan kepada masyarakat adalah ontoh pemberdayaan masyarakat yang meningkatkan komponen pengetahuan masyarakat. secara alamiah akan terjadi kristalisasi adanya pemimpin atau tokoh masyarakat. Pada tahap awal pemberdayaan masyarakat. Menggali kontribusi masyarakat Pemberdayaan masyarakat pada hakikatnya adalah menggali potensi masyarakat terutama potensi ekonomi yang ada di masing-masing anggota masyarakat.3 3.1 4. Masing-masing daerah mempunyai sumber daya alam yang berbeda yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.1 2.1.2 2.

Jumlah keluarga yang mengerti tentang pentingnya kesehatan Dampak dari pemberdayaan masyarakat :1 1. Frekuensi kegiatan pelatihan atau sejenis 3. dalam mengatasi tingkat pendidikan yang 21 . Jumlah pertemuan yang terselenggara Bukti keberhasilan adanya pemberdayaan masyarakat ini :1 1. maka posyandu seharusnya bisa menjadi lebih efektif dan berguna serta berdampak bagi masyarakat tersebut. Dengan mengadakan pemberdayaan masyarakat. Peran serta masyarakat yang kurang menjadi sumber utama segala measalah kesehatan yang ada. Pemberdayaan keluarga di bidang kesehatan dan gizi. Penurunan angka-angka kesakitan oleh berbagai penyakit 2.Contoh pemberdayaan masyarakat :1 1. Frekuensi kegiatan penyuluhan atau sejenis 2. Subsidi langsung Proses yang dibutuhkan :1 1. Penurunan angka-angka kematian secara umum 3. Pemberdayaan petugas 4. masalah dalam kurangnya pelayanan kesehatan seperti posyandu juga dapat teratasi. 2. training dan penyuluhan. sumber terutama nya berasal dari masyarakat itu sendiri. Penurunan angka-angka kelahiran kasar 4. Banyaknya sasaran masyarakat yang telah memperoleh informasi bahkan telah meningkat peilaku kesehatannya. Masyarakat akan merasa diri mereka dibutuhkan per individu untuk ikut serta berperan dalam menangani masalah kesehatan yang terjadi. Selain itu. Peningkatan status gizi balita Diskusi Berdasarkan masalah kesehatan yang ada dalam skenario. maka akan terbentuk suatu peran serta masyarakat. karena dengan adanya pelatihan dan pemberdayaan masyarakat. Banyaknya kader yang telah dilatih 4. 2. Dengan demikian. Pemberdayaan masyarakat di bidang gizi 3.

Kesimpulan dan Saran Masalah kesehatan dalam suatu populasi masyarakat bersumber dari berbagai faktor seperti kurangnya gizi masyarakat. 22 . Promosi kesehatan berguna untuk mengatasi segala kekurangan ini. diperlukan adanya penyuluhan kepada masyarakat.rendah. gizi masyarakat pun harus diperhatikan dan dipantau karena gizi masyarakat juga berpengaruh terhadap daya tahan tubuh masyarakat terhadap berbagai penyakit-penyakit menular. penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat itu sendiri yang bertujuan untuk meningkatkan adanya peran serta masyarakat untuk membenahi masalah kesehatan itu sendiri. Penyuluhan yang diberikan berguna bagi kepentingan masyarakat itu sendiri. kurangnya peran serta masyarakat. Selain itu. Saran terhadap masyarakat tersebut adalah hendaknya masyarakat memiliki kesadaran masing-masing untuk ikut berperan serta dalam mengatasi masalah kesehatan yang ada. Penyuluhan yang lain seperti imunisasi dan berbagai penyakit menular juga berguna untuk menambah pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan. kurangnya fasilitas pelayanan kesehatan dan kurangnya pendidikan masyarakat. dengan diadakannya berbagai pelatihan. Segala tindak promosi kesehatan yang telah dilakukan harus dipraktikan pada kehidupan sehari-hari. seperti pentingnya program KB yang bisa menekan adanya ledakan angka kelahiran.

Junaidi I.2010.Daftar Pustaka 1. Dwi RB.2010.45-67. Rahasia hidup sehat dan panjang umur. Yogyakarta : Nuha Medika. Tumbuh kembang. Ilmu gizi. dan perilaku manusia. Sartika W.h.h. status gizi dan imunisasi dasar pada balita.56-68.3-53.2010. Jakarta : Dian Rakyat. Yogyakarta : Nuha Medikal.h. Yogyakarta : Insania.21-145. Marimbi H. Jakarta : Gramedia. 2. Achmad S. Uliyah M.2010.2010. 7.34-50.108-35. Wawan A.2005. Fallen R.h. Sunita A.3-40.5-69. Jakarta : Trans Info Media. Yogyakarta : Nuha Medika.h. 4. 23 . 6. Jakarta : Bhuana Ilmu Populer. sikap. Mitayani. Buku saku ilmu gizi.2008.h.h.h. Posyandu dan desa siaga.h.2010. Panduan aman dan sehat memilih alat KB. Dewi M. 9. Prinsip dasar ilmu gizi. Kesehatan komunitas. Cahyo IS. 5.2010. Yogyakarta : Nuha Medika. Teori pengetahuan. 8.2740. 3.