Anda di halaman 1dari 9

A.

Definisi Beberapa definisi dari insomnia adalah gejala yang dialami oleh klien yang mengalami kesulitan kronis untuk tidur,dan/atau tidur singkat atau nonrestoratif(Zorick,1994). Insomnia adalah kesulitan untuk tidur atau kesulitan untuk tetap tidur atau gangguan tidur yang membuat penderita merasa belum cukup tidur pada saat terbangun(Remelda,2008). Insomnia adalah gangguan tidur yang dialami oleh penderita dengan gejala-gejala selalu merasa letih dan lelah sepanjang hari dan secara terus menerus (lebih dari 10 hari) mengalami kesulitan untuk tidur atau selalu terbangun ditengah malam dan tidak dapat kembali tidur(Minakotoko,2008). Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut. B. Etiologi Insomnia bukanlah suatu penyakit,melainkan gejala yang memiliki banyak factor yang dapat menyebabkan atau penyebab pasti terjadinya insomnia ini. Penyebab dari gangguan tidur biasanya dibagi menjadi 3 kondisi yakni kondisi medis,kondisi psikiatri dan kondisi lingkungan. Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan gangguan tidur adalah : a. Gangguan pada jantung seperti gagal jantung dan iskemia pada pembuluh koroner. b. Stroke,kondisi degenerative,demensia. c. Hipotiroid,menopause,siklus menstruasi,kehamilan. d. Asma,gangguan paru obstruktif. e. Penggunaan obat seperti dekongestan,koritokosteroid dan bronkodilator. f. Kondisi lain seperti demam,nyeri dan infeksi.

Kondisi psikologis yang dapat menyebabkan gangguan tidur adalah : a. Depresi b. Sindrom post trauma c. Obat-obatan psikotrofika d. Stress e. Tegang/cemas Kondisi lingkungan yang dapat menyebabkan gangguan tidur adalah : a. Kejadian yang memiliki stress tinggi

b. Gangguan siklus tidur akibat waktu kerja yang tidak tetap. c. Lingkungan yang dingin/terlalu panas,lingkungan yang bising. Menurut Remelda (2008) ada beberapa perilaku yang dapat menyebabkan seseorang mengalami insomnia yaitu : a. Higienitas tidur yang kurang secara umum misalnya cuci muka. b. Kekhawatiran tidak dapat tidur c. Mengkonsumsi kafein berlebihan d. Minum alcohol sebelum tidur e. Tidur siang/sore berlebihan f. Merokok sebelum tidur

g. Jadwal tidur/bangun tidak teratur. C. Klasifikasi Menurut melilea organic (2008) insomnia terbagi atas 3 jenis,yaitu : 1. Jenis transient (cepat berlalu),insomnia jenis ini hanya berlangsung beberapa malam saja. 2. Jenis jangka pendek,insomnia jenis ini dapat berlangsung sampai beberapa minggu dan biasanya akan kembali seperti biasa. 3. Jenis kronis (parah),insomnia yang menyebabkan tidak dapat tidur lebih dari 3 minggu. D. Patofisiologi Seseorang yang mengalami gangguan pola tidur dapat disebabkan oleh banyak faktor diantaranya ada faktor psikologis,kondisi medis dan faktor lingkungan. Gangguan pola tidur ini dapat dialami seseorang dalam beberapa malam saja,berminggu-minggu,bahkan berbulan-bulan tergantung oleh faktor yang mempengaruhi oleh sistem ARAS (Ascending Reticulary Activity System). ARAS meningkat ketika seseorang terjaga (bangun) dan akan menurun ketika seseorang tidur. Aktivitas ARAS sangat dipengaruhi aktivitas neurotransmitter seperti sistem serotoninergik,noradrenergic,kolonergik,histaminergik. Kerja sistem neurotransmitter ini diatur secara teratur oleh kelenjar pituari anterior melalui hipotalamus. Kekacauan sekresi oleh kelenjar inilah yang dapat menyebabkan pengaturan mekanisme tidur sehingga menyebabkan seseorang menjadi insomnia. Insomnia pun memiliki dampak yang merugikan seperti depresi,kesulitan berkonsentrasi,aktivitas sehari-hari menjadi terganggu,prestasi kerja/belajar mengalami penurunan,mengalami kelelahan di siang hari,hubungan interpersonal dengan orang lin menjadi buruk,meningkatkan resiko kematian,menyebabkan kecelakaan karena mengalami kelelahan yang berlebihan,memunculkan berbagai penyakit fisik. E. Manifestasi klinis

Tanda dan gejala dari insomnia adalah susah untuk tidur sehingga terjadi peningkatan waktu antara tidur. Selain itu terjadi kesulitan untuk mempertahankan tidur dan tidak dapat tidur secukupnya yang mengakibatkan seseorang terbangun sebelum mendapatkan tidur yang cukup. F. Pemeriksaan diagnostik Menurut Remelda (2008) untuk mendiagnosis seseorang mengalami insomnia atau tidak dapat dilakukan pemeriksaan melalui penilaian terhadap : 1. Pola tidur penderita 2. Pemakaian obat-obatan,alkohol atau obat terlarang. 3. Tingkat stress tinggi 4. Riwayat medis 5. Aktivitas fisik G. Penatalaksanaan Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien insomnia terbagi 2,yaitu : 1. Tindakan keperawatan Tindakan keperawatan pada pasien insomnia dimulai dengan menghilangkan kebiasaan seperti pindah tempat tidur,memakai tempat tidur hanya untuk tidur,dll. Jika tidak berhasil berikan obat-obatan golongan hipnotik. Melakukan teknik relaksasi seperti pijat/urut sebelum tidur,mandi air hangat dan minum susu hangat juga dapat membantu menghilangkan insomnia. 2. Tindakan Medis Tindakan medis pada pasien insomnia yaitu dengan cara pemberian obat golongan hipnotik sedatif misalnya benzodiazepine (diazepam,lorazepam,triazolam,klordiazepoksid) tetapi efek samping dari obat tersebut dapat mengakibatkan inkoordinasi motorik,gangguan fungsi mental dan psikomotor,gangguan koordinasi berpikir,mulut kering,dsb. Selain itu ada beberapa tindakan non medis yang dapat dilakukan untuk membantu tidur seperti : 1. Bangun pada waktu yang sama setiap hari 2. Batasi waktu ditempat tidur setiap hari pada jumlah yang sama sebelum terjadi gangguan tidur. 3. Hentikan penggunaan obat-obatan yang bekerja pada SSP 4. Hindari tidur sekejap di malam hari

5. Olahraga 6. Hindari stimulasi pada waktu saatnya tidur. Asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan pola tidur (insomnia) 1. Pengkajian teoritis a. Pengumpulan Data 1. Identitas Klien Identitas klien meliputi : nama,usia,jenis kelamin,agama,pendidikan,pekerjaan,alamat,status perkawinan,suku bangsa,keadaan lingkungan,tempat tinggal,tanggal masuk rumah sakit,dan diagnose medis 2. Keluhan Utama/Alasan masuk panti/rumah sakit Adapun keluhan utama dari klien dengan insomnia adalah susah untuk tidur sehingga terjadi peningkatan waktu antara tidur. Selain itu terjadi kesulitan untuk mempertahankan tidur dan tidak dapat tidur secukupnya yang mengakibatkan seseorang terbangun sebelum mendapatkan tidur yang cukup. 3. Riwayat kesehatan a) Riwayat kesehatan sekarang (RKS) Kaji tentang kapan mulainya dating gejala/keluhan gangguan pola tidur (insomnia),penyebab timbulnya,dampak pola tidur,alat bantu tidur,serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Format pengkajian (pertanyaan yang diajukan) : Kebiasaan pola tidur bangun,apa ada perubahan : Waktu tidur dan bangun Jumlah jam tidur Kualitas tidur Apakah mengalami kesulitan tidur? Apakah sering bangun saat tidur? Apakah mengalami mimpi yang mengancam? Apakah tidur siang?berapa jam? Apakah bangun sangat pagi?kemudian sulit untuk tidur kembali?

Dampak pola tidur terhadap fungsi sehari-hari : Apakah merasa segar saat bangun? Apa yang terjadi jika kurang tidur? Tingkat energi sehingga mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari?

Alat bantu tidur Apa yang anda lakukan sebelum tidur? Apakah menggunakan obat-obatan untuk membantu tidur? Ceritakan ruangan/lingkungan yang anda sukai untuk tidur?

Gangguan tidur/factor-faktor kontribusi : Jenis gangguan tidur Kapan masalah itu terjadi? Apakah ada penyakit yang mempengaruhi tidur anda? Bagaimana masalah tersebut dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari? Apa upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut?

b) Riwayat kesehatan dahulu (RKD) Kaji apakah pasien pernah menderita penyakit insomnia sebelumnya,menjalani pengobatan gangguan susah tidur serta obat-obatan yang dikonsumsi. c) Riwayat kesehatan Keluarga/keturunan Kaji adakah ada keluarga yang menderita penyakit yang dialami oleh pasien,yaitu gangguan pola tidur (insomnia),serta penyakit keturunan yang dialami keluarga yang dapat menjadi penyebab timbulnya insomnia,seperti penyakit jantung,stroke atau asma,dll 4. Kebiasaan sehari-hari a) Riwayat Psikososial Meliputi informasi mengenai perilaku,perasaan dan emosi yang dialami penderita sehubungan dengan penyakit yang dialaminya. b) Biologis Meliputi pola makan,pola minum,pola tidur,pola eliminasi,dan aktivitas sehari-hari.

c) Sosial Meliputi dukungan keluarga,hubungan antar keluarga dan hubungan dengan orang lain. d) Spiritual/kultural Meliputi pelaksanaan ibadah,keyakinan tentang kesehatan. 5. Pemeriksaan fisik a) Observasi penampilan wajah,perilaku,dan tingkat energi pasien. b) Adanya lingkaran hitam disekitar mata,mata sayu dan conjungtiva merah c) Perilaku irritable,kurang perhatian,pergerakan lambat,postur tubuh tidak stabil,tangan tremor,sering menguap,mata tampak lengket,menarik diri,bingung dan kurang koordinasi. 6. Pemeriksaan Diagnostik a. Elektroencephalogram (EEG) b. Elektromiogram (EMG) c. Elektrocologram (EOG) : merekam aktivitas listrik otak. : pengukuran tonus otot. : mengukur pergerakkan mata.

Menurut Remelda (2008) untuk mendiagnosis seseorang mengalami insomnia atau tidak dapat dilakukan pemeriksaan melalui penilaian terhadap : 1) Pola tidur penderita 2) Pemakaian obat-obatan,alcohol atau obat terlarang. 3) Tingkat stress tinggi 4) Riwayat medis 5) Aktivitas Fisik 7. Data Penunjang a. Keluhan kesulitan terlelap/tidak merasa segar. b. Tidur terganggu,terbangun lebih dini dari keinginan c. Perubahan perilaku dan penampilan. d. Iritabilitas/letargis. e. Sering menguap f. Lingkaran hitam disekitar mata

g. Perubahan tingkat aktivitas h. Mata merah. H. Diagnosa yang mungkin muncul Adapun diagnosa keperawatan yang sering muncul pada penderita insomnia adalah sb: 1. Gangguan pola tidur (insomnia dini hari) berhubungan dengan ansietas. 2. Kelelahan berhubungan dengan cemas,kurang tidur,kondisi penyakit. 3. Kurang pengetahuan tentang pengobatan berhubungan dengan keterbatasan kognitif,interpretasi yang salah tentang informasi. I. Asuhan Keperawatan Insomnia Tujuan Setelah dilakukan intervensi kep. Diharapkan : - Pasien dapat tidur,ditandai dengan indicator berikut : Jumlah jam tidur tidak terganggu. Tidak ada masalah dengan pola,kualitas dan ritinitas tidur/istirahat. Perasaan segar setelah tidur/istirahat. Tidur siang sesuai usia. Terjaga dengan waktu yang sesuai. - Pasien akan : Mengidentifikasi tindakan yang dapat meningkatkan tidur/istirahat. Menunjukkan kesejahteraan fisik dan psikologis. kriteria hasil Dengan criteria : Tingkat kenyamanan perasaan fisik dan psikologis yang nyaman. Tingkat nyeri : banyaknya nyeri yang dilaporkan atau diperlihatkan. Penyesuaian psikososial : Perubahan hidup : adaptasi psikososial dari seseorang terhadap perubahan hidup. Kualitas hidup : pengungkapan kepuasan individu dengan kehidupan saat ini. Istirahat : tingkat dan pola berkurang aktivitas untuk pemulihan fisik dan mental. Tidur : tingkat dan pola tidur untuk pemulihan fisik dan mental. Kesejahteraan : Intervensi Peningkatan tidur : - Fasilitas siklus tidur/bangun yang teratur. - Tentukan efek samping pengobatan pada pola tidur pasien. - Pantau pola tidur pasien dan catat hubungan factor-faktor fisik atau factor psikologis yang dapat mengganggu pola tidur. - Penkes pasien/keluarga - Jelaskan tentang pentingnya tidur. - Ajarkan pasien/keluarga tentang factor-faktor yang dapat berpengaruh pada gangguan pola tidur. Kolaboratif - Diskusikan dengan dokter tentang perlunya meninjau kembali program pengobatan jika berpengaruh pada pola tidur. - Dukung penggunaan obat tidur yang tidak mengandung supresorfase tidur REM. Aktivitas lain - Hindari suara keras dan

Diagnosa keperawatan Gangguan pola tidur (insomnia dini hari) berhubungan dengan ansietas.

pengungkapan kepuasan individu terhadap status kesehatan.

Kelelahan berhubungan dengan cemas,kurang tidur,kondisi penyakit. Setelah dilakukan intervensi keperawatan diharapkan : - Pasien mengetahui penyebab kelelahan. - Pasien dapat beristirahat dengan baik. Dengan kriteria : - Pasien tidak lagi mengalami kelelahan. - Pasien tidak lagi mengalami ketegangan emosional. a. b.

c.

d. e. f. Kurang pengetahuan tentang pengobatan berhubungan dengan keterbatasan kognitif,interpretasi yang salah tentang informasi. Setelah dilakukan intervensi keperawatan diharapkan : Pasien mengetahui informasi tentang obatobatan yang benar. Dengan kriteria : a. - Pasien tidak lagi kekurangan informasi tentang obat. - Pasien dapat tidur setelah mengkonsumsi obat. - Pasien dapat mengetahui tentang b. dosis,cara pemakaian,lama pemakaian dan efek samping obat.

c.

penggunaan lampu saat tidur malam. Ajarkan pasien untuk menghindari makanan dan minuman pada jam tidur yang dapat mengganggu tidur. Lakukan pijitan yang nyaman,pengaturan posisi dan sentuhan afektif. Tetapkan pembatasan fisik pasien. Tetapkan persepsi pasien tentang penyebab kelelahan dan dorong pengungkapan verbal tentang pembatasan fisik. Tetapkan penyebab kelelahan,awasi pasien terhadap kelelahan akibat emosional. Monitor pola tidur pasien serta tingkatkan istirahat dan pembatasan aktivitas. Gunakan ROM aktif/pasif untuk menghilangkan ketegangan otot. Monitor pemberian dan efek obat yang bersifat depresan dan stimulant. Informasikan pada pasien generic dan merk dagang dari masing-masing obat,instruksikan pada pasien untuk memperhatikan maksud dan kerja masing-masing obat. Jelaskan pada pasien tentang dosis,cara pemakaian,lama pemakaiannya dan kemungkinan efek samping obat serta evaluasi kemampuan pasien mengobati diri sendiri. Jelaskan tentang tanda dan gejala kelebihan dan kekurangan dosis obat pada pasien.

d. Jelaskan pada pasien dan keluarga kemungkinan ketergantungan terhadap obat barbiturate atau benzodiazepine dalam 1 sampai 10 hari yang ditandai dengan kesulitan berfikir,pusing,nafsu makan menurun,gangguan sensori,mual muntah,insomnia,kejang.