Anda di halaman 1dari 14

I.

PENDAHULUAN

Republik Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, yang mencakup 17,508 pulau (citra satelit terakhir menunjukkan 18,108 pulau), 6,000 diantaranya berpenduduk. Wilayah Indonesia yang terbentang dari 6°08' LU hingga 11°15' LS, dan dari 94°45' BT hingga 141°05' BT terletak di posisi geografis sangat strategis, karena menjadi penghubung dua samudera dan dua benua, Samudera India dengan Samudera Pasifik, dan Benua Asia dengan Benua Australia.

Luas total wilayah Indonesia yang 7.9 juta km2 terdiri dari 1.8 juta km2 daratan, 3.2 juta km2 laut teritorial dan 2.9 juta km2 perairan ZEE. Wilayah perairan 6.1 2 tersebut adalah 77% dari seluruh luas Indonesia, dengan kata lain juta km luas laut Indonesia adalah tiga kali luas daratannya. Indonesia adalah negara berpenduduk terbanyak keempat (234,893,453 orang, estimasi Juli 2003). Nyaris seluruhnya (95.9%) berdiam di kawasan yang berada dalam jarak 100 km dari garis pantai. Pantai Indonesia yang terentang sepanjang 95,180.8 km adalah terpanjang kelima di dunia (setelah Kanada, Amerika Serikat, dan Rusia).

1 Ekonomi Lintas Batas-Kadin Batam

penyeberangan) dan teritori tertentu (dalam negeri 2 Ekonomi Lintas Batas-Kadin Batam .947.44 0 6. yaitu Pelayaran Niaga (yang terkait dengan kegiatan komersial) dan Pelayaran Non-Niaga (yang terkait dengan kegiatan non-komersial. memiliki potensi ekonomi yang sangat besar yang sampai saat ini masih belum digarap secara maksimal. United Nations Environment Program.02 Perairan Laut Laut Teritorial dunia) (terluas di 3.68 Zona Ekonomi Eksklusif (terluas ke 12 dunia) Total 7. dan atau barang. kepelabuhanan.120.11 3 100. serta keamanan dan keselamatannya. Angkutan di Perairan (dalam makalah ini disepadankan dengan Transportasi Maritim) adalah kegiatan pengangkutan penumpang.34 36. POTENSI EKONOMI KELAUTAN Kondisi geografis Indonesia seperti telah diuraikan diatas.Wilayah Daratan dan Lautan Indonesia Daratan Luas km2 % km2 1.69 5 2. Indonesia adalah satu kesatuan entitas geografis politis yang terwujud hanya jika pulau-pulaunya tersambung-sambung seperti didengungkan syair lagu: “Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau sambung menyambung menjadi satu.205. Transportasi Laut Pelayaran adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan angkutan di perairan.67 3 % 22. II. dan atau hewan. 2003). itulah Indonesia”.97 8 40. seperti pemerintahan dan bela-negara). melalui suatu wilayah perairan (laut.00 (Sumber: UNEP.914.98 77. sungai dan danau.826. Secara garis besar pelayaran dibagi menjadi dua. antara lain: 1.

Perairan Sungai dan Danau: wilayah perairan pedalaman. dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain di wilayah Indonesia. dalam bentuk: a. beroperasi di wilayah perairan laut. di wilayah perairan laut. Dalam Negeri: untuk angkutan domestik. Angkutan Dalam Negeri diselenggarakan dengan kapal berbendera Indonesia. b. dan sebaliknya. Wilayah Perairan terbagi menjadi: a. rawa. dari pelabuhan Indonesia (yang terbuka untuk perdagangan luar negeri) ke pelabuhan luar negeri. penyeberangan) dan teritori (dalam negeri dan luar negeri). di dalam negeri. melalui: Pelayaran Rakyat. Angkutan Umum. atau kapal layar motor tradisional atau kapal motor berukuran minimal 7GT). c. waduk. dan yang memiliki minimal satu kapal berbendera Indonesia jenis tradisional (kapal layar. dengan menggunakan kapal. Pelayaran Nasional. Teritori Pelayaran terbagi menjadi: a. Perairan Laut: wilayah perairan laut b. Pelayaran Perintis yang diselenggarakan oleh pemerintah di semua wilayah perairan (laut. Angkutan Khusus. penghubung jalur. b. penyeberangan) dalam negeri. dan sungai dan danau.atau luar negeri). yang diselenggarakan untuk melayani kepentingan umum. untuk melayani daerah terpencil (yang belum 3 Ekonomi Lintas Batas-Kadin Batam . oleh badan hukum yang didirikan khusus untuk usaha pelayaran. yaitu: sungai. sungai dan danau. beroperasi di semua jenis wilayah perairan (laut. danau. Angkutan penyeberangan berfungsi sebagai jembatan bergerak. untuk layanan khusus dan umum. yang diselenggarakan hanya untuk melayani kepentingan sendiri sebagai penunjang usaha pokok dan tidak melayani kepentingan umum. oleh perusahaan yang memperoleh ijin operasi untuk hal tersebut. Luar Negeri: untuk angkutan internasional (ekspor/impor). Perairan Penyeberangan: wilayah perairan yang memutuskan jaringan jalan atau jalur kereta api. sungai dan danau. dan yang memiliki minimal satu kapal berbendera Indonesia jenis non-tradisional. oleh perorangan atau badan hukum yang didirikan khusus untuk usaha pelayaran. dan sungai dan danau. banjir kanal dan terusan.

4 Ekonomi Lintas Batas-Kadin Batam . dan perusahaan pelayaran asing. berukuran 5. atau yang secara komersial belum menguntungkan bagi angkutan laut. berukuran 5. perusahaan pelayaran patungan.000 GT untuk pelayaran internasional atau minimal satu kapal berbendera Indonesia.dilayani oleh jasa pelayaran yang beroperasi tetap dan teratur atau yang moda transportasi lainnya belum memadai) atau daerah belum berkembang (tingkat pendapatan sangat rendah). Sebagaimana bisa dilihat pada diagram berikut. TOTAL MUATAN DAN PANGSA MUATAN PERUSAHAAN PELAYARAN NASIONAL (2003) Diharapkan dengan telah diterbitkannya Inpres No. berukuran 175 GT.000 GT. antara perusahana asing dengan perusahaan nasional yang memiliki minimal satu kapal berbendera Indonesia. berukuran 175 GT untuk pelayaran lintas-batas) Sayangnya transportasi maritim Indonesia masih banyak dikuasai oleh perusahaan angkutan asing. yang harus diageni oleh perusahaan nasional dengan kepemilikan minimal satu kapal berbendera Indonesia. baik angkutan domestik maupun internasional. Angkutan Luar Negeri atau Pelayaran Internasional diselenggarakan dengan kapal berbendera Indonesia dan asing oleh: perusahaan pelayaran nasional yang memiliki minimal satu kapal berbendera Indonesia. 5 tahun 2005 tentang Pelayaran Nasional akan mampu menggairahkan sektor angkutan laut Nasional.

006 356 (US$) 15. 2. pembersihan. a. udara. Usaha tally. yaitu kegiatan usaha pemindahan penumpang dan atau barang dan atau hewan dari dermaga ke kapal atau sebaliknya dan dari kapal ke kapal. yaitu kegiatan usaha penghitungan.068 5 . b. yaitu kegiatan usaha yang menunjang kelancaran proses kegiatan angkutan. Perikanan Luasnya wilayah laut merupakan potensi alam yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan industri perikanan. g. Perikanan Budi Daya c. laut. penimbangan dan pencatatan muatan untuk kepentingan pemilik muatan dan pengangkut. c. Potensi perikanan yang bisa dikembangkan adalah: a. Usaha ekspedisi muatan kapal laut. d. Usaha bongkar muat barang. pengukuran. Pengolahan Produk Perikanan Potensi nasional nilai ekonomi perikanan Indonesia disajikan dalam tabel berikut: Tabel Perkiraan Umum Nilai Ekonomi Potensi Sumberdaya Perikanan Komoditi Potensi Lestari Perkiraan Nilai Perikanan Tangkap Laut Tangkap di Perairan Umum Ekonomi Lintas Batas-Kadin Batam ‘000 ton 5. yaitu kegiatan usaha penyimpanan. yaitu kegiatan usaha pembongkaran dan pemuatan barang dan atau hewan dari dan ke kapal. Usaha jasa pengurusan transportasi (freight forwarding).101 1. yaitu kegiatan usaha untuk pengiriman dan penerimaan barang dan hewan melalui angkutan darat. Usaha penyewaan peralatan angkutan laut atau alat apung. penumpukan. seperti diuraikan di bawah.Usaha jasa angkutan memiliki beberapa bidang usaha penunjang. yaitu kegiatan usaha pengurusan dokumen dan pekerjaan yang berkaitan dengan penerimaan dan penyerahan muatan yang diangkut melalui laut. dan kegiatan lain yang terkait dengan pengurusan peti kemas. f. Usaha angkutan di perairan pelabuhan. e. Apalagi wilayah Propinsi Kepri yang luas lautannya lebih kurang tiga kali luas daratannya. perbaikan. di perairan pelabuhan. yaitu kegiatan usaha penyediaan dan penyewaan peralatan penunjang angkutan laut dan atau alat apung untuk pelayanan kapal. Usaha depo peti kemas. Perikanan Tangkap b.

berupa industri farmasi. Selain itu. Ekstraksi Natural Products (Bioactive substances) dari biota laut untuk industri makanan & minuman. Bioremediasi pencemaran lingkungan 4. 28 September 2005) 5.195 78.4 triliun dan cadangan potensial sebesar 37. 6. Industri Bioteknologi Dengan adanya keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia.000 5.7 triliun kaki kubik yang terdiri 64. Dari seluruh cekungan tersebut diperkirakan mempunyai potensi sebesar 11.700 10. b. Bangunan Laut dan Pantai Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari beribu pulau.Budidaya Laut (Marineculture) Perikanan Budidaya Tambak Perikanan Budidaya Air Tawar Total Potensi Perikanan 46. Dari 60 cekungan tersebut. maka potensi ekonomi industri bioteknologi kelautan sangatlah besar. terdapat banyak 6 Ekonomi Lintas Batas-Kadin Batam . Indonesia memiliki 60 cekungan yang mengandung minyak dan gas bumi.3 triliun kaki kubik. Industri Kapal. farmasi. Rabu.039 46.8 miliar barel berupa cadangan terbukti. yang terdiri atas industri sebagai berikut. dan hanya 6 cekungan berada di daratan.000 1.5 miliar barel cadangan potensial dan 5. 14 cekungan di pesisir. Media Indonesia. Rekayasa genetika c. 40 cekungan terdapat di lepas pantai.064 3. (Rokhmin Dahuri. Kita masih dikategorikan sebagai Negara pengimpor kendaraan angkutan air dan terlena dengan teknologi tradisional. Dari sekian banyaknya lalu lintas kapal yang melayari Nusantara. kosmetika. diperkirakan cadangan gas bumi adalah 101. Diperkirakan potensi ini mencapai US$4 miliar per tahun. dan kosmetika. sektor ini umumnya masih dikuasai oleh asing. a. Namun sayangnya. bio-energi.700 1.3 miliar barel minyak bumi yang terdiri atas 5. dan industri lainnya. Pertambangan dan Energi Potensi minyak dan gas bumi yang terkandung di bumi Indonesia 70%-nya berada di pesisir dan laut. sudah selayaknya mampu menjadikan Indonesia sebagai salah satu Negara yang mampu memproduksi kapal dan membuat bangunan laut/pantai yang bisa diperhitungkan oleh Negara lain. Benda-benda Berharga Muatan Kapal Tenggelam Wilayah Nusantara yang sejak dahulu selalu dilalui oleh kapal-kapal dagang asing yang membawa barang-barang berharga.

782km terletak di Pulau Kalimantan. Fillipina. tidak hanya dinikmati oleh orang-orang asing. Perbatasan darat dengan TimorLeste sepanjang 228km terletak di batas timur (dan bagian utara) Propinsi NusaTenggaraTimur di Pulau Timor. namun jika kita bandingkan dengan Negara bagian Queensland. Di sekitar wilayah Nanggroe Aceh Darusalam terdapat batas landas kontinen Indonesia-India yang disepakati keduabelah-pihak pada tanggal 8 Agustus 1974. selain berbatas-laut juga berbatas-darat. mampu menghasilkan devisa dari pariwisata sebesar US$2 miliar pada tahun 2002. dan Australia. Tiga lainnya. yaitu Malaysia. III. dan Timor Leste. Vietnam. yaitu batas Propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. 14 Januari 1977. Australia. Enam di antaranya hanya berbatas-laut dengan Indonesia yaitu India. Singapura. Propinsi Riau. Maka Indonesia yang memiliki garis pantai sepanjang 95. Pariwisata Bahari Sejauh ini belum ada patokan yang dipergunakan untuk menghitung potensi bahari Indonesia. KAWASAN PERBATASAN INDONESIA Wilayah Indonesia berbatas-laut dan darat dengan 9 (sembilan) negara. Papua New Guinea. Di timur wilayah Nanggroe Aceh Darusalam. serta batas maritim Indonesia-Thailand-Malaysia yang disepakati pada tanggal 17~21 Desember 1971.8 km mestinya mampu menghasilkan devisa yang jauh lebih besar dari yang didapat oleh Queensland tersebut.kapal-kapal yang karam yang memiliki sumber kekayaan yang tidak ternilai harganya. dengan panjang garis pantai 2.100 km. dan di utara wilayah Propinsi Kepulauan Riau terdapat 7 Ekonomi Lintas Batas-Kadin Batam . dan 17 Agustus 1981. 7. Perbatasan darat dengan Papua New Guinea sepanjang 820km terletak di Pulau Irian. Perbatasan laut tersebar di bagian baratlaut hingga tenggara wilayah Indonesia. Propinsi Sumatera Utara. yaitu batas timur Propinsi Irian Jaya. Perbatasan darat dengan Malaysia sepanjang 1.180. Semua ini memerlukan penanganan yang serius sehingga potensi tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan bangsa. Thailand.

Di bagian utara lainnya. 15 Desember 2003 belum dikunjungi tidak ada kunjungan khusus krn YPMI berbasis di KepRi Bandaaceh-Sabang Jumat. SulUt Irianjaya KalBar KalTim Aceh Timor Riau Manado-Talaud Jayapura-Merauke Sambas-Entikong Tarakan-Nunukan Rote-Atambua Batam-Natuna Minggu. 28 Sept 2003 ~ Selasa.batas landas kontinen Indonesia-Malaysia. Di utara wilayah Propinsi Kalimantan Timur terdapat batas-laut Indonesia-Malaysia yang belum disepakati keduabelah pihak. yang disepakati keduabelah-pihak pada tanggal 27 Oktober 1969 dan batas laut teritorial yang disepakati 17 Oktober 1970. 13 Desember 2003 ~ Senin. 19 Desember 2003 ~ Minggu. Hal ini tampak semakin nyata setelah kajian dan kunjungan lapangan yang dilakukan oleh Tim YPMI ke berbagai kawasan perbatasan Indonesia dalam berbagai kesempatan seperti tersebut di bawah. 30 September 2003 Selasa. Dua jenis perbatasan tersebut memunculkan masalah kawasan perbatasan Indonesia yang dapat dikategorikan menjadi masalah kawasan perbatasan laut dan masalah kawasan perbatasan darat. Di utara wilayah Propinsi Sulawesi Utara dan Propinsi Gorontalo terdapat batas-laut Indonesia-Filipina yang belum disepakati keduabelah pihak. 7 November 2003 Sabtu. 5 November 2003 ~ Jumat. Di selatan wilayah Propinsi NusaTenggaraTimur dan Propinsi Maluku terdapat batas-laut Indonesia-Australia yang disepakati pada tanggal 18 Mei 1971. Di bagian utara perairan Batam wilayah Propinsi Kepulauan Riau terdapat batas laut teritorial Indonesia-Singapura yang disepakati keduabelah-pihak pada tanggal 25 Mei 1973. 9 Oktober 1972. Di sekitar wilayah tersebut juga terdapat batas laut Indonesia-TimorLeste yang belum disepakati kedua belah pihak. dalam wilayah Propinsi Kepulauan Riau terdapat batas laut Indonesia-Vietnam yang belum disepakati para pihak. Di timur wilayah Propinsi Irian Jaya terdapat batas laut teritorial dan batas landas kontinen Indonesia-PapuaNewGuinea yang disepakati 18 Mei 1971. 18 Oktober 2003 Rabu. 21 Desember 2003 Kawasan Perbatasan Indonesia 8 Ekonomi Lintas Batas-Kadin Batam . 14 Oktober 2003 ~ Sabtu. dan 12 Februari 1973.

INDONESIA Kd Kota Propinsi NAD . Flores KalimantanTimur Philippines South Cotabato IrianJaya IrianJaya NusaTenggaraTim ur Papua NewGuinea (820 Sandaun km) Western TimorLeste (228 km) Maliana Northern Territory KepulauanTalaud SulawesiUtara 10 Rote. Flores 0 NusaTenggaraTim Australia ur 9 Ekonomi Lintas Batas-Kadin Batam .Datu. Sanggau KalimantanBarat Malaysia (1.782 km) Serawak Sabah 5 6 7 8 9 Nunukan Jayapura Merauke Atambua. Sambas Entikong.Nanggroe AcehDarusalam KepulauanRiau KepulauanRiau NEGARA BERBATASAN Laut India Thailand Singapura Malaysia Thailand Vietnam Darat Wilayah Nicobar Islands Phuket Singapura Pahang-Johor Pattani Kota Penting Port Blair Phuket Singapura Kuantan-Johor Pattani Kuching Tembedu Tawao General Santos Vanimo Weam Bilabo Darwin 1 Sabang 2 Batam 3 Natuna Vietnam Selatan HoChiMinhCity 4 Tj.

1 3 4 5 9 6 2 7 8 10 10 Ekonomi Lintas Batas-Kadin Batam .

seperti Batam. perhatian kita sangat kurang terhadap daerah perbatasan. Kondisi perekonomian daerah perbatasan sangat perlu mendapat perhatian khusus. Sektor ini masih memerlukan penanganan yang lebih profesional dan serius agar bisa menjadi penopang ekonomi masyarakat secara maksimal. Selama ini. Kita semua baru merasa tersentak setelah lepasnya dua pulau Indonesia. Sedangkan untuk sektor Perikanan dan Pariwisata Bahari memang sudah ada secara tradisional.IV. seperti piping. baik oleh pemerintah daerah maupun pusat. Khusus Pulau Batam. Seperti telah diuraikan diatas tentang potensi ekonomi yang bisa dikembangkan sehubungan dengan kelautan. Sektor ekonomi lain yang sudah cukup berkembang adalah industri penunjang Pertambangan dan Energi. Bangsa Indonesia masih berperan sebagai pekerja kasar yang tidak memiliki peran dalam penentuan kebijakan dalam perusahaan. baru Transportasi Laut dan Industri Kapal. Seperti Perikanan 11 Ekonomi Lintas Batas-Kadin Batam . MEMBANGUN EKONOMI LINTAS BATAS Perekonomian Lintas Batas yang dimaksud adalah merupakan suatu perjanjian bilateral antara Indonesia dengan Negara tetangga yang bertujuan untuk memangkas birokrasi agar kedua wilayah yang berbatasan bisa melakukan hubungan tanpa adanya kendala yang berarti. Pengalaman pahit tersebut tidak boleh terulang kedua kalinya dengan cara memberikan perhatian khusus dan pembangunan ekonomi bagi masyarakat setempat. Namun dalam makalah ini. masih dimiliki oleh asing. Namun 90% dari perusahaan yang ada. Bangunan Laut dan Pantai yang sudah agak berkembang. Lepasnya Sipadan dan Ligitan faktor utamanya tidak terlepas dari peranan besar pemerintah Malaysia dalam memberikan perhatian kepada penduduk setempat. Sipadan dan Ligitan yang kemudian disusul oleh masalah Ambalat. penulis membatasi pengembangan ekonomi hanya bagi daerah perbatasan yang dibatasi oleh laut. bukan bagian Indonesia. Merupakan suatu kewajiban bagi seluruh bangsa Indonesia untuk menjaga kedaulatan bangsanya yang salah satunya dengan menjaga wilayah territorial. maka hampir semua sektor usaha kelautan bisa dilaksanakan di semua daerah perbatasan yang dibatasi oleh laut. sehingga mereka merasa bahwa mereka menjadi bagian dari Malaysia. oil screening dan alat-alat penunjang lainnya.

mempertimbangkan kekhususan geografis dan politis wilayah ini. Selain itu. segala sektor ekonomi kelautan ini bisa berjalan dan berkembang dalam beberapa tahun kedepan. Namun harapan kedepan. Perhatian. Rendahnya kesadaran bangsa tentang arti penting dan nilai strategis sumberdaya kelautan bagi pembangunan ekonomi nasional (kemakmuran bangsa). pengetahuan (wawasan) dan penguasaan penerapan IPTEK Kelautan menjadi rendah juga. Maka apapun kebijakan yang diberikan untuk Batam. Kendala Potensi Kelautan Indonesia pada umumnya baru bisa dicapai menjadi penopang ekonomi utama Indonesia untuk semua sektor paling cepat 20 tahun mendatang. bahwa peran serta pemerintah sangat diharapkan untuk membuat kebijakan-kebijakan khusus bagi daerah-daerah perbatasan yang juga memiliki kekhususan secara geografis dan politis. Batam merupakan pintu gerbang Indonesia Barat yang sudah dijadikan salah satu indikator perekonomian nasional. Semestinya pula rencana penetapan Special Economic Zone (SEZ) bagi Batam. masih sebatas home industry). 2. Ini terjadi karena hal-hal sebagai berilkut: 1. Batam belum memiliki cold storage dan industri pengolahan hasil-hasil perikanan (kalaupun ada. Penulis menyadari dan memaklumi bahwa kedua sektor tersebut memerlukan keahlian dan teknologi khusus yang tidak dimiliki oleh bangsa Indonesia. V. bukan kebijakan yang bisa dirobah setiap saat oleh pemerintah yang akan berakibat tidak kondusifnya iklim perekonomian dan investasi di daerah ini. dengan penuh rasa optimisme. sejak zaman penjajahan sampai dengan Orde Baru. Batam masih memerlukan pasokan ikan dari propinsi tetangga.misalnya. hendaklah merupakan kebijakan jangka panjang. serta 12 Ekonomi Lintas Batas-Kadin Batam . Dengan catatan bahwa segenap bangsa ini mulai saling bahu membahu untuk mengembangkan kelautan kita dari sekarang. Sektor ekonomi yang masih belum tergarap sama sekali adalah Industri Bioteknologi dan Benda-benda Berharga Muatan Kapal Tenggelam. Dengan catatan.

Sehingga kebijakan apapun yang akan ditetapkan untuk Batam akan selalu memiliki celah buruk yang sama.3. Problem Internal bidang kelautan: SDM relatif rendah. Belum adanya lembaga Negara tunggal di laut menjadikan perairan Indonesia sebagai ladang bagi beberapa instansi untuk kepentingan tertentu. Dengan demikian kepastian dan penegakan hukum akan menjadi landasan bagi bergeraknya segala sektor perekonomian di laut. baik oleh pemerintah. kapal sangat sulit untuk dijadikan kolateral (agunan) oleh perbankan. prasarana dan sarana pembangunan terbatas dan keterbelakangan masyarakat. PENUTUP Apapun usaha yang dilakukan untuk menggerakkan ekonomi kelautan tidak akan berkembang secara maksimal karena belum adanya usaha pemerintah melakukan pembenahan dalam penegakan hukum di laut. Perlunya kesadaran semua pihak untuk membangun perekonomian kelautan. perlu adanya dukungan yang signifikan oleh kalangan perbankan dalam pembiayaan pengadaan kapal. Dan hal ini akan memperkuat penerapan kebijakan apapun bagi berkembangnya perekonomian dan investasi di Pulau Kalajengking ini. baik Free Trade Zone (FTZ) maupun Special Economic Zone (SEZ) VI. 4. Sehingga kondisi ini bisa memperburuk kondisi perekonomian dengan maraknya penyelundupan. 13 Ekonomi Lintas Batas-Kadin Batam . 6. Selama ini. 5. Indonesia sebagai salah satu Negara yang ikut meratifikasi UNCLOS sudah saatnya melakukan pembenahan dan menunjuk instansi tunggal yang berwenang di seluruh perairan Indonesia agar tumpang tindihnya penegak hukum seperti saat ini bisa diatasi. Khusus di sektor angkutan laut. masyarakat dan stakeholder terkait.

Terima Kasih 14 Ekonomi Lintas Batas-Kadin Batam .