Anda di halaman 1dari 1

Ringkasan Pembuatan Oleoresin dari Kayu Manis dengan Pelarut methanol, hekxana dan air

RINGKASAN

Kayu manis merupakan salah satu rempah yang banyak terdapat di Indonesia. Perdagangan kayu manis selama ini hanya dalam bentuk gulungan kulit kayu manis. Sementara itu industri es krim, pennen, biskuit dan lain-lain membutuhkan kayu manis dan oleoresin merupakan langkah yang baik dalam meningkatkan nilai ekonomis kayu manis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi terbaik dalam menghasilkan minyak kayu manis dan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut dan pemanasan terhadap hasil ekstraksi oleoresin guna meningkatkan nilai ekonomis kulit kayu manis. Metode yang digunakan untuk pengambilan oleoresin dari kulit kayu manis ini adalah dengan mencuci kayu manis dan dikeringkan untuk menghilangkan kadar air yang terkandung dalam kayu manis, setelah itu menghaluskan kayu manis untuk di ayak sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Kemudian menggunakan metode ekstraksi sokletasi dengan pelarut ethanol, heksan dan air, ukuran partikel 30-40, 5060, 70-80 mesh, suhu titik didih ethanol 78,4 °C, untuk heksan pada suhu 69°C dan air pada suhu 97°C, waktu ekstraksi 6 jam dan perbandingan partikel dan pelarut 1:4, 1:5, 1:6. Lalu dilanjutkan dengan proses destilasi untuk menghilangkan kandungan pelarut yang tercampur agar mendapatkan oleoresin. Kemudian dihitung % rendemen dan komponennya menggunakan GCMS.