Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Mata pencarian penduduk Indonesia umumnya adalah bertani. Sebagian besar petani di Indonesia merupakan petani kecil dengan rata-rata kepemilikan lahan hanya antara 0,2-0,3 Ha. Penyimpanan gabah hasil panen umumnya di simpan dalam karung plastik (PP) baik untuk di konsumsi maupun untuk benih pada penanaman selanjutnya. Penyimpanan dengan karung plastik ini biasanya paling lama hanya tahan untuk menyimpan gabah selama satu musim. Kerusakan-kerusakan seperti terjadinya gabah busuk, butir kuning, butir berkecambah kerusakan-keruasakan karena adanya aktivitas mikroorganisme maupun hama penyakit (insekta) pun sering terjadi selama penyimpanan dengan karung plastik. Kerusakan gabah

dapat disebabkan oleh kemasan penyimpan serta kondisi ruang penyimpanan seperti jumlah oksigen, kadar air, suhu, kelembaban udara dan jumlah insekta. Letak Indonesia yang beriklim basah menyebabkan kelembaban selalu tinggi dengan suhu tinggi pula sehingga akan sulit untuk mempertahankan kadar air bahan di bawah 14%. Jumlah oksigen juga akan mempengaruhi umur simpan suatu bahan pangan karena oksigen merupakan sumber utama dalam pertumbuhan biji-bijian serta hama yang mungkin berkembang biak dalam gabah. Semakin banyak oksigen maka akan semakin mudah gabah untuk bertunas dan hama penyakit terus berkembang biak. Hal ini lah yang dapat menyebabkan berbagai macam kerusakan gabah. Agar umur simpan gabah lebih lama maka dilakukan penelitian untuk mengetahui jenis kemasan apa yang lebih cocok untuk mengemas gabah. Kemasan yang digunakan adalah drum plastik (plastic jar), alumunium foil (Joseph bag) dan karung plastik (PP) sebagai control. Pengamatan yang dilakukan ditujukan pada laju perubahan kadar air gabah selama penyimpanan, kandungan oksigen di dalam kemasan penyimpanan, jumlah serangga yang hidup, daya kecambah dan mutu gabah.

1

1. Manfaat Penulisan. Rumusan Masalah. Tujuan Penulisan. BAB III Pembahasan yang membahas 2 . y y BAB II Gabah.6 Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari 4 bab : y BAB I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang. 1.3 Tujuan Penulisan y Mengetahui pengaruh kemasan terhadap tingkat kandungan oksigen dalam kemasan yang berpengaruh terhadap kehidupan hama di gundang. Metode Penulisan.Alumunium Foil. Memberikan pemaparan dan penjelasan berupa kemasan penyimpanan pasca panen gabah dengan cara yang lebih efisien dan lebih baik. dan Sistematika Penulisan. 1. maka dapat dirumuskan masalah pada makalah ini yaitu: y Bagaimana cara memperpanjang umur simpan gabah dengan iklim Indonesia yang kelembabannya tinggi? y Kemasan apa yang paling cocok untuk memperpanjang daya tahan simpan gabah? y Kemasan apa yang paling berpengaruh terhadap kandungan oksigen gabah? 1.4 Manfaat Penulisan y y Mengetahui jenis kemasan yang terbaik untuk penyimpanan gabah.1. dan Drum Plastik. y y Proses perubahan kualitas gabah atau beras selama penyimpanan. Meningkatkan umur simpan gabah.5 Metode Penulisan Metode Literatur/Kepustakaan Penulis menggunakan studi kepustakaan dari berbagai sumber berupa media elektronik yang memuat informasi berkaitan dengan kandungan oksigen akibat pengemasan gabah ketika disimpan di tempat penyimpanan. Kemasan Plastik PP.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang yang telah dipaparkan diatas.

y y BAB IV Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran. DAFTAR PUSTAKA 3 .

4 . gabah merupakan tahap yang penting dalam pengolahan padi sebelum dikonsumsi karena perdagangan padi dalam partai besar dilakukan dalam bentuk gabah. Gabah kering yang biasanya dipananen memiliki kadar air yang berbeda dengan gabah kering yang disimpan. Para petani Indonesia umumnya menyimpan hasil gabah mereka dalam plastik polipropilen. Asal kata "gabah" dari bahasa Jawa yaitu gabah. Alumunium foil digunakan sebagai bahan pelapis yang dapat ditempatkan pada bagian dalam atau l pisan tengah sebagai penguat a pada kertas atau plastik. dan karung polipropilen. mempunyai ³impact strength´ yang baik. alumunium foil. 2008). Biasanya mengacu pada bulir padi yang telah dipisahkan dari tangkainya (jerami). berupa lembaran alumunium padat dan tipis dengan ketebalan kurang dari 0.4%. Alumunium foil merupakan bahan kemasan dari logam. Untuk pengemasannya plastik ini diuntai membentuk menyerupai rajutan sehingga terbentuklah karung plastik untuk pembuatan gabah. Dalam perdagangan komoditas. (Herudiyanto. dan tahan terhadap suhu tinggi.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Gabah merupakan bulir padi. Alumunium ini adalah murni dengan derajat kemurnian kurang dari 99. (Anonim. 2009) Dalam penelitian ini digunakan tiga pengemas gabah yaitu drum plastik. Gabah kering yang dipanen memiliki kandungan air sekitar 24% sedangkan gabah kering yang akan disimpan harus memiliki kadar air sekitar 18%.15 mm. Plastik ini mempunyai permeabilitas terhadap uap air yang rendah. tahan terhadap bahan kimia.

karena selalu akan terjadi penyerapan oksigen dari luar apabila terjadi pengurangan kadar oksigen dalam ruang penyimpanan. Grafik di bawah menunjukkan perubahan oksigen dalam ruang penyimpanan selama 12 bulan penyimpanan.BAB III PEMBAHASAN 3.1. Kandungan Oksigen Kandungan oksigen dalam ruang penyimpanan akan berkurang atau bertambah sesuai dengan tingkat penyerapan kemasan yang digunakan untuk penyimpanan dan kebutuhan oksigen untuk respirasi baik gabah maupun mikroorganisme di dalamnya. Pada wadah penyimpanan yang menggunakan wadah porous tidak akan terjadi perubahan oksigen di dalamnya. Pada wadah yang kedap udara dimana suplai oksigen atau penyerapan oksigen dari luar sangat sulit. sedangkan sisa respirasi yang berupa karbon dioksida (CO2) akan semakin bertambah. 5 . sehingga untuk respirasi biji maupun mikroorganisme di dalam penyimpanan akan memanfaatkan oksigen yang terdapat dalam kemasan tersebut. Akibat dari proses respirasi akan terjadi penurunan kadar oksigen.

3. 6 . Pada kemasan kedap udara baik Joseph Bag maupun Plastik Jar terjadi penurunan kadar air yang signifikan (Tabel 1) dibandingkan penggunaan kemasan karung plastik (Polypropilene) yang tidak kedap udara sebagai kontrol. Pengaruh penggunaan beberapa jenis kemasan terhadap perubahan kadar air biji dalam kemasan ditunjukkan pada Tabel 1.2. Sedangkan penggunaan pengemas dengan bahan yang kurang kedap akan mempercepat proses kerusakan biji.97% pada penyimpanan dengan Joseph Bag dan l9. kadar air biji akan mengikuti kadar air keseimbangan di luar ruang penyimpanan. Kadar air pada penyimpanan ruang kedap udara setelah 12 bulan penyimpanan mencapai 10. Pada kemasan kedap udara. Josep Bag dan Plastic Jar. Kadar Air Bahan pengemas dalam penyimpanan selain berfungsi sebagai pelindung bahan dari serangan hama dan penyakit. Penyimpanan benih dilakukan pada kadar air awal simpan 13. sedangkan penyimpanan dengan kernasan polypropylene (kontrol) kadar air meningkat mencapai 14. kadar air biji cenderung mengalami kenaikan. kondisi air di dalam ruang penyimpanan yang konstan akan digunakan oleh serangga rnaupun mikroorganisme lain untuk aktivitas hidupnya.83% pada wadah penyimpanan dengan Plastic Jar. juga berfungsi sebagai penahan rembesan air dari luar yang dapat menyebabkan naiknya kadar air gabah di dalam kemasan.55%. Kerusakan dapat diakibatkan oleh serangan hama gudang dari luar pengemas maupun kerusakan karena naiknya kadar air. Pada kemasan yang tidak kedap udara. Penggunaan bahan pengemas yang kedap udara akan rnempertahankan kualitas gabah selama proses penyimpanan.40% untuk ketiga kemasan PoIypropilene. sehingga semua jenis mikroorganisme dapat tumbuh di dalam kemasan tersebut.

Tabel 1. Densitas curah Tingkat kebernasan benih dapat ditentukan melalui pengamatan berat seribu butir biji gabah ataupun dengan pengukuran densitas curah yang dapat dinyatakan dalam kg/hl atau gram/liter (Leonar and Martin.3. Benih yang masih bernas akan mempunyai berat 1000 butir dan densitas curah yang lebih tinggi dibandingkan dengan benih yang tidak bernas. Tabel 2. 1973). Pengaruh lama simpan dan jenis pengemas terhadap densitas gabah varietas Ciherang Angka pada baris dan kolom yang diikuti dengan huruf sama tidak berbeda nyata pada taraf HSD 5% 7 . Pengaruh lama simpan dan jenis pengemas terhadap kadar air gabah varietas Ciherang Angka pada baris dan kolom yang diikuti dengan huruf sama tidak berbeda nyata pada taraf HSD 5% 3.

air dan karbon dioksida.3 gram pada kemasan Plastic Jar. benih melakukan proses respirasi. Sernakin cepat proses respirasi. Karbohidrat dari benih dirombak menjadi tenaga. 8 . Penurunan atau perbedaan daya tumbuh normalnya mencapai 10. sedangkan penyimpanan menggunakan kemasan kedap udara berturut-turut 54. sehingga densitas benih setelah 12 bulan penyimpanan menjadi paling rendah. Tabel 2 menunjukkan bahwa benih yang disimpan dengan menggunakan kemasan polypropylene terjadi penurunan densitas yang cukup tajam yaitu mencapai 743 grain setelah penyimpanan selama 12 bulan. akan menunjukkan adanya perbedaan daya tumbuh normal. sehingga benih menjadi semakin tidak bernas (mengalami penurunan daya tumbuh). Penyimpanan benih dalam kemasan yang porous pada karung plastik (polypropylene) terjadi proses respirasi benih yang paling cepat diantara kemasan Joseph bag dan Plastic jar.67%. Semakin banyak kadar oksigen didalam kemasan gabah.9 gram pada kemasan Joseph bag dan 41.4. 3. Gabah yang dikemas dengan menggunakan kemasan kedap udara dan tidak kedap udara. Daya Tumbuh Normal Daya tumbuh normal merupakan kemampuan tumbuh dari gabah selama proses penyimpanan yang ditandai dengan tumbuhnya perakaran dan tunas dengan baik.Selama proses penyimpanan. Dari data tersebut di atas menunjukkan bahwa penggunaan pengemas kedap dapat mempertahankan densitas curah benih. Selain itu. penurunan karbohidrat benih sernakin cepat. Hal tersebut menandakan bahwa oksigen pun berpengaruh terhadap daya tumbuh normal dari gabah gabah. tumbuh normal juga ditandai dengan tidak bengkoknya batang serta lengkapnya sistem perakaran pada gabah tersebut. maka pertumbuhannya pun akan semakin mengarah ke abnormal (daya tumbuh yang tidak normal). Gabah dengan daya tumbuh normal awal sebesar 89%. akan mengalami penurunan daya kecambah yang sangat tajam pada gabah yang disimpan didalam kemasan tidak kedap udara selama beberapa bulan.

6.5. maka kemungkinan bagi serangga dan mikroorganisme untuk tumbuh pun semakin besar. Pada umumnya. Oleh karenanya untuk mencegah penyebab kerusakan gabah dari serangga dan mikroorganisme. Lama penyimpanan gabah juga akan mempengaruhi kualitas dari gabah tersebut. akan mempermudah gabah dalam menyesuaikan jumlah kadar air yang dikandungnya. beras pecah dan menirnya. Kemungkinan penyebab lain timbulnya serangga dalam gabah yang disimpan dalam kemasan adalah serangga tersebut masuk kedalam ruang bahan penyimpanan melalui pori.3. gabah yang disimpan dalam kemasan kedap udara akan lebih awet dan memiliki kepadatan pati yang lebih baik dibandingkan dengan gabah yang disimpan dalam kemasan tidak kedap udara. sebaiknya gabah disimpan didalam kemasan yang kedap udara. Kandungan oksigen dalam kemasan yang sedikit.pori atau lubang wadah ( wadah yang tidak kedap atau rapat). Kemasan kedap udara dapat mencegah terjadi pertukaran oksigen atau sirkulasi udara dari luar kemasan ke dalam kemasan sehingga kemampuan serangga untuk bernafas akan sangat terbatas sesuai dengan ambang batas oksigen didalam kemasan tersebut. Apabila kadar air telah sesuai dengan kadar oksigen dalam kemasan. Mutu Fisik Gabah Mutu fisik dari gabah ditentukan dari persentase beras kepala. Serangga Hidup Dalam Bahan Penyebab adanya serangga hidup dalam gabah yang disimpan adalah karena serangga atau telur serangga sudah menginfeksi gabah mulai saat pemanenan atau perawatan. gabah yang disimpan selama 12 bulan memiliki persentase beras pecah lebih sedikit dibandingkan dengan gabah yang disimpan selama 9 bulan. maka akan semakin baik kualitasnya. Semakin besar kepala beras. Dengan waktu penyimpanan yang sama. Apabila gabah yang mengandung serangga disimpan dalam kemasan tidak kedap udara. 3. Serangga adalah salah satu makhluk hidup yang membutuhkan oksigen dalam hidupnya. maka sel sel pada gabah 9 . Karena kepala beras yang besar memiliki komponen pati dan karbohidrat yang kompak sehingga beras tidak akan mudah atau pecah selama proses penggilingan atau penyosohan.

10 .akan saling berikatan kuat dan kompak sehingga sangat sulit bagi gabah untuk rusak atau pecah saat penggilingan maupun penyosohan.

33% pada kemasan Joseph bag. 11 . pada Josep bag densitas gabah sebesar 485. Beras pecah yang terjadi mengalami penurunan berturut-turut sebesar 19. Kesimpulan y Taraf oksigen selama penyimpanan terjadi penurunan. kadar oksigen mencapai titik minimum setelah penyimpanan selama 5 bulan yaitu mencapai 10% untuk penyimpanan yang dilakukan dengan Joseph bag dan plastic jar. Terjadi peningkatan densitas gabah selama penyimpanan dengan y menggunakan kemasan kedap udara.BAB IV PENUTUP 4. sedangkan penyimpanan dengan polypropylene beras kepala yang dihasilkan turun sebesar 0.08 pada kernasan Joseph bag dan 24. 64% pada kemasan Plastik jar dan 10.97% dan 9.2% y Persentase beras pecah mengalami penurunan setelah 12 bulan penyimpanan.50% pada Joseph bag dan 16. sedangkan penyimpanan dengan kemasan polypropylene tidak terjadi penurunan persentase beras pecah. y Joseph bag dan plastic jar mampu mempertahankan kadar air pada taraf 10. y Penyimpanan dengan menggunakan kemasan kedap udara dapat memperbaiki kualitas fisik beras .67% pada kemasan polypropylene. y Penyimpanan dengan kemasan kedap udara dapat meningkatkan kualitas benih maupun kualitas beras yang dihasilkan. penyimpanan setelah 12 bulan menghasilkan kualitas beras kepala sebesat 13.1.1 g/l dan 498. sedangkan pada kontrol dengan polypropylene kadar oksigen tetap diatas 21%.55.83% dibandingkan dengan polypropylene yang mencapai kadar air keseimbangan pada 14.1 g/l pada kemasan polypropylene. y Daya turnbuh gabah setelah 6 bulan penyimpanan berturut-turut sebesar 64.9 % pada Plastik jar.7 g/l pada Plastik jar dan 465.6% pada kernasan Plastik jar.

2. 12 .4. Saran Dari hasil penelitian terhadap kandungan oksigen pada berbagai jenis pengemasan pada gabah disarankan bahwa memang yang paling baik kemasan untuk mengemas gabah adalah polipropilen.

Tjahjadi. (diakses pada tanggal 27 maret 2011).A. Penerjemah Hari Purnomo dan Adion. Marta.wikipedia.1985. Sigit. Teknologi Pengemasan Pangan. dkk. Jakarta. Herudianto. UIPress. Anonimb. Available at: id.K. Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian.org/wiki/Kertas (diakses tanggal 20 Februari 2011). Buckle. Plastik. Avaible at http://id.org. Prosiding Seminar Nasional Teknologi lnovatif Pascapanen untuk Pengembangan lndustri Berbasis Pertanian.DAFTAR PUSTAKA Anonima. 2010. 2008. 13 . 2008.Ilmu Pangan. dan H. Nugraha. wikipedia. M. Jatinoangor: Widya Padjajaran. 2010. Gabah . C. 2009. dkk. Jurusan Teknologi Industri Pangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran.S. Pengantar Teknologi Pangan : Volume 2.