Anda di halaman 1dari 18

Penculikan dan Kejahatan Seksual Anak dibawah Umur

Martha Yuanita Loru 10.2007.036 Mahasiswa semester VII Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

SKENARIO
Anda bekerja sebagai dokter di IGD sebuah Rumah Sakit. Pada suatu sore, datang seorang laki-laki berusia 45 tahun membawa anak perempuannya yang berusia 14 tahun menyatakan bahwa anaknya tersebut baru saja pulang dibawa lari oleh teman laki-laki yang berusia 18 tahun selama 3 hari ke luar kota. Sang ayah takut apabila telah terjadi sesuatu pada diri putrinya. Ia juga bimbang apa yang akan diperbuatnya bila sang anak telah disetubuhi laki-laki tersebut dan akan merasa senang apabila anda dapat menjelaskan berbagai hal tentang aspek medikolegal dan hukum kasus anaknya.

PENDAHULUAN
Anak-anak dan kaum perempuan sangatlah rawan menjadi korban dari kejahatan. Berbagai penelitian dan pembahasan sudah cukup untuk mengaktualkan, merekontruksi, menginterprestasi dan memberdayakan hak- hak anak dan perempuan pada khususnya. Hak-hak anak dan wanita menjadi obyek pembahasan seiring dengan beragam persoalan sensitif yang melanda kaum anak dan perempuan tersebut. Dalam hal anak yang menjadi korban dari adanya tindak pidana yang terjadi maka dapatlah dipastikan bahwa dalam hal ini terjadi pelanggaran atas hak-hak anak, sehingga anak-anak menjadi kehilangan hak-hak yang seharusnya dinikmatinya. Masa anak-anak adalah masa di mana seorang anak mulai mengenal kehidupan, masa di mana terjadi proses pematangan fisik, kecerdasan, emosional, dan juga sosial. Masa ini juga merupakan masa di mana seorang anak akan melewatkan waktunya untuk bermain, belajar dan tumbuh berkembang dengan sehat. Selain itu, anak merupakan cikal bakal yang sangat berpotensi untuk di didik menjadi manusia dewasa yang berintelektual, handal, kreatif dan produktif. Sebab, anak merupakan generasi yang merupakan asset bagi pembangunan suatu bangsa.1 Perkosaan menurut konstruksi yuridis peraturan perundang-undangan di Indonesia (KUHP) adalah perbuatan memaksa seorang wanita yang bukan istrinya untuk bersetubuh dengan dia dengan kekerasan atau ancaman kekerasan. Kata-kata memaksa dan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan di sini sudah menunjukkan betapa mengerikannya suatu tindakan perkosaan. menghendakinya akan menyebabkan kesakitan hebat pada korban, apalagi tindakan tesebut disertai dengan kekerasan fisik. Kesakitan hebat dapat terjadi tidak hanya sebatas fisik saja, tetapi juga dari segi psikis. Pemaksaan hubungan kelamin pada wanita yang tidak menghendakinya akan menyebabkan kesakitan hebat pada korban, apalagi tindakan tesebut disertai dengan kekerasan fisik. Kesakitan hebat dapat terjadi tidak hanya sebatas fisik saja, tetapi juga dari segi psikis.1

1

Beredarnya buku bacaan. Selain kondisi psikologi. Berbeda dengan Pasal 45 KUHP yang menyatakan.Salah satu masalah yang dihadapi remaja dan menjadi masalah bagi lingkungannya adalah aktivitas seksual yang akhir-akhir ini nampak menjurus pada hal-hal negatif. Sedang berkaitan dengan anak menjadi korban pidana. Bila dimaksudkan akan melakukan penuntutan maka sebaiknya dokter jangan memeriksa anak itu. Pelecehan seksual yang terjadi pada anak-anak bukanlah suatu kasus baru dalam masyarakat. Mungkin ada baiknya juga bila dokter menjelaskan kepada orangtua. film dan VCD porno tersebut dapat menimbulkan rangsangan dan pengaruh bagi yang membaca dan melihatnya. adalah anak yang telah mencapai umur 8 (delapan) tahun tapi belum mencapai umur 18 (delapan belas) tahun dan belum menikah.2 Aktivitas memprihatinkan karena telah mengarah pada tindakan kriminal yang secara hukum pidana telah menyalai ketentuan undang-undang.3 Jika orangtua hanya sekedar ingin mengetahui saja maka dokter dapat melakukan pemeriksaan. ada juga faktor yang mendorong terjadinya tindak pidana pelecehan seksual oleh anak yaitu adanya pengaruh lingkungan yang tidak baik.2 ASPEK DAN PROSEDUR MEDIKO-LEGAL Kadang-kadang dokter yang sedang berpraktek pribadi diminta oleh orang tua untuk memeriksakan anak perempuannya karena merasa sangsi apakah anaknya masih perawan. bahwa yang belum dewasa adalah anak yang belum berumur 16 (enam belas) tahun. Lebih baik lagi jika orangtua diajurkan untuk minta nasehat dari seorang pengacara. dan sebagainya. Tetapi jelaskan lebih dahulu bahwa hasil pemeriksaan tidak akan dibuat dalam bentuk surat keterangan 2 . 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak. bahwa jika umur anaknya sudah 15 tahun dan jika persetubuhan terjadi tanpa paksaan. Berkaitan dengan kriteria anak nakal yang melakukan tindakan pidana menurut Pasal 1 butir 2 UU No. gambar-gambar porno. Dalam masyarakat. bacaan-bacaan yang berbau porno. kebanyakan pelaku kejahatan seksual itu adalah orang dewasa meski tidak sedikit pelakunya adalah anak-anak usia remaja sampai menjelang dewasa. KUHP mengatur umur anak belum genap 15 (lima belas) tahun. gambar. dengan anak yang belum berumur. maka menurut undang-undang laki-laki tersebut tidak dapat dituntut. atau karena merasa curiga kalau-kalau atas diri anaknya baru terjadi persetubuhan. Hal tersebut ialah memperoleh pedoman yang baku dalam hokum pidana yang berkaitan dengan kriteria anak yang melakukan tindakan pidana. akibatnya banyak terjadi penyimpangan seksual terutama oleh anak usia remaja. film dan VCD prono yang banyak beredar di masyarakat. Pengaduan mungkin hanya akan merugikan anaknya. hal ini dapat dibuktikan dengan adanya berbagai macam perilaku seksual disalurkan dengan sesama jenis kelamin. Dikatakan negatif karena para remaja bersikap dan bertingkah laku yang menyimpang. apakah sekedar ingin mengetahui saja atau ada maksud untuk melakukan penuntutan.11 Perilaku seksual anak akhir-akhir ini telah mengganggu ketertiban umum dalam masyarakat.3 Dalam hal ini sebaiknya ditanyakan dahulu maksud dari pemeriksaan. perilaku anak yang melakukan pelanggaran maupun kejahatan biasa disebut seksual anak remaja yang menyimpang sangat anak nakal. dan menggelisahkan orang tua. Jelaskan kepada orangtua nahwa pemeriksaan baru dapat dilakukan berdasarkan permintaan polisi dan biasanya dilakukan di Rumah Sakit Pemerintah.

Dalam keadaan demikian umumnya anak tidak mau diperiksa. Mungkin untuk melakukan penuntutan atau untuk menuduh seseorang yang tidak bersalah. (2) Semua ketentuan tersebut di atas untuk saksi berlaku juga bagi mereka yang memberikan keterangan ahli. yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat. (2) Dalam hal keluarga keberatan. penyidik wajib memberitahukan terlebih dahulu kepada keluarga korban. KUHAP Pasal 179 (1) Setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan. (3) Apabila dalam waktu dua hari tidak ada tanggapan apapun dari keluarga atau pihak yang perlu diberitahu tidak diketemukan.karena kita tidak mengetahui untuk apa surat keterangan itu. 3 .3 Kewajiban Dokter Membantu Peradilan4 KUHAP Pasal 133 Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka. (2) Mayat yang dikirim kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter pada rumah sakit harus diperlakukan secara baik dengan penuh penghormatan terhadap mayat tersebut dan diberi label yang memuat identitas mayat. penyidik wajib menerangkan sejelas-jelasnya tentang maksud dan tujuan perlu dilakukannya pembedahan tersebut. keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana. dilak dengan diberi cap jabatan yang dilekatkan pada ibu jari kaki atau bagian lain badan mayat. Sebaiknya dokter meminta ijin tertulis untuk memeriksanya dan memberitahukan hasil pemeriksaan kepada orangtua. ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya. sebaliknya malah orangtua yang memaksa anak melakukan pemeriksaan. dengan ketentuan bahwa mereka mengucapkan sumpah atau janji akan memberikan keterangan yang sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya menurut pengetahuan dalam bidang keahliannya. penyidik segera melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 133 ayat (3) undang-undang ini. (1) Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan secara tertulis. KUHAP Pasal 134 (1) Dalam hal sangat diperlukan dimana untuk keperluan pembuktian bedah mayat tidak mungkin lagi dihindari.

4 . dilihat atau dialaminya sendiri. b. c. Berita acara dan surat lain dalam bentuk resmi yang dibuat oleh pejabat umum yang berwenang atau yang dibuat dihadapannya. KUHAP Pasal 186 Keterangan ahli ialah apa yang seorang ahli nyatakan di sidang pengadilan. Surat yang dibuat menurut ketentuan peraturan perundang-undangan atau surat yang dibuat oleh pejabat mengenai hal yang termasuk dalam tatalaksana yang menjadi tanggungjawabnya dan yang diperuntukkan bagi pembuktian sesuatu hal atau sesuatu keadaan. Petunjuk e. yang memuat keterangan tentang kejadian atau keadaan yang didengar. KUHAP Pasal 187 Surat sebagaimana tersebut pada pasal 184 ayat (1) huruf c. Surat lain yang hanya dapat berlaku jika ada hubungannya dengan isi dari alat pembuktian yang lain. Keterangan saksi b. d. disertai dengan alasan yang jelas dan tegas tentang keterangannya itu. Surat keterangan dari seorang ahli yang memuat pendapat berdasarkan keahliannya mengenai sesuatu hal atau sesuatu keadaan yang diminta secara resmi dari padanya. dibuat atas sumpah jabatan atau dikuatkan dengan sumpah. Keterangan ahli c. adalah: a. Keterangan terdakwa (2) Hal yang secara umum sudah diketahui tidak perlu dibuktikan. Surat d. KUHAP Pasal 65 Tersangka atau terdakwa berhak untuk mengusahakan dan mengajukan saksi dan atau seseorang yang mempunyai keahlian khusus guna memberikan keterangan yang menguntungkan bagi dirinya.Bentuk Bantuan Dokter bagi Peradilan dan Manfaatnya4 KUHAP Pasal 184 (1) Alat bukti yang sah adalah: a.

Peraturan Pemerintah No 10 Tahun 1966 tentang wajib simpan rahasia kedokteran Pasal 1 PP No 10/1966 Yang dimaksud dengan rahasia kedokteran ialah segala sesuatu yang diketahui oleh orang-orang tersebut dalam pasal 3 pada waktu atau selama melakukan pekerjaannya dalam lapangan kedokteran. sesuai dengan martabat pekerjaan saya. maka dokter harus mengenal undang-undang yang bersangkutan dengan tindak pidana itu dan seharusnya dokter mengetahui unsure-unsur mana yang dibuktikan secara medic atau yang memerlukan pendapat medic. diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.Rahasia Jabatan dan Pembuatan SKA/ V et R4 Peraturan Pemerintah No 26 Tahun 1960 tentang lafal sumpah dokter Saya bersumpah/berjanji bahwa: Saya akan membuktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang terhormat dan bersusila. diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah. (2) Jika kejahatan dilakukan terhadap seorang tertentu. KUHP Pasal 322 (1) Barangsiapa dengan sengaja membuka rahasia yang wajib disimpannya karena jabatan atau pencariannya baik yang sekarang maupun yang dahulu.dst. ASPEK DAN PROSEDUR HUKUM Agar kesaksian seorang dokter pada perkara pidana mencapai sasarannya yaitu membantu pengadilan dengan sebaik-baiknya.. Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dank arena keilmuan saya sebagai dokter . maka perbuatan itu hanya dapat dituntut atas pengaduan orang itu. 5 . Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur kedokteran.3 Kejahatan Susila4 KUHP pasal 285 Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan.

diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. 6 . KUHP pasal 287 Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan. atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. apabila perbuatan mengakibatkan luka-luka diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. KUHP pasal 89 Membuat orang pingsan atau tidak berdaya disamakan dengan menggunakan kekerasan.300.000. dijatuhkan pidana penjara paling lama delapan tahun. KUHP pasal 288 (1) Barang siapa dalam perkawinan bersetubuh dengan seormig wanita yang diketahuinya atau sepatutnya harus didugunya bahwa yang bersangkutan belum waktunya untuk dikawin. padahal diketahui bahwa wanita itu dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya. bawa belum waktunya untuk dikawin.23 tahun 2003 pasal 81 (1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. atau kalau umurnya tidak jelas.00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp.00 (enam puluh juta rupiah) . dijatuhkan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Undang-undang Perlindungan Anak no. (2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat. dipidana dengan penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp. (2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat.000. Penuntutan hanya dilakukan atas pengaduan.60. diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan.000. padahal diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya bahwa umumya belum lima belas tahun. kecuali jika umur wanita belum sampai dua belas tahun atau jika ada salah satu hal berdasarkan pasal 291 dan pasal 294. diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. KUHP pasal 289 Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. (3) Jika mengakibatkan mati. dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.000.KUHP pasal 286 Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan. serangkaian kebohongan.

padahal diketahuinya bahwa orang itu pingsan atau tidak berdaya. 287. atau untuk menempatkan dia dalam keadaan sengsara.KUHP pasal 290 Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun: (1) Barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan seorang. KUHP pasal 330 (1) Barang siapa dengan sengaja menarik seorang yang belum cukup umur dari kekuasaan yang menurut undang-undang ditentukan atas dirinya. dijatuhkan hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun. dengan maksud untuk memastikan penguasaan tezhadap wanita itu. kekerasan atau ancaman kekerasan. 287. dengan maksud untuk memastikan penguasaannya terhadap wanita itu. atau bilamana anaknya belum berumur dua belas tahun. barang siapa membawa pergi seorang wanita yang belum dewasa. tanpa dikehendaki orang tuanya atau walinya tetapi dengan persetujuannya. diancam karena penculikan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. (1) paling lama tujuh tahun. KUHP pasal 291 (1) Kalau salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 286. KUHP pasal 330 Bersalah melarikan wanita diancam dengan pidana penjara. yang bersangkutan belum waktunya untuk dikawin: (3) Barang siapa membujuk seseorang yang diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya bahwa umurnya belum lima belas tahun atau kalau umumya tidak jelas yang bersangkutan atau kutan belum waktunya untuk dikawin. bahwa umumya belum lima belas tahun atau kalau umumya tidak jelas. (2) Bilamana dalam hal ini dilakukan tipu muslihat. (2) Barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan seorang padahal diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya. 286. 288 dan 290 itu berakibat luka berat. Penculikan4 KUHP pasal 328 Barang siapa membawa pergi seorang dari tempat kediamannya atau tempat tinggalnya sementara dengan maksud untuk menempatkan orang itu secara melawan hukum di bawah kekuasaannya atau kekuasaan orang lain. kekerasan atau ancaman kekerasan. dijatuhkan hukuman penjara selama-lamanya 12 tahun. atau bersetubuh di luar perkawinan dengan orang lain. atau dari pengawasan orang yang berwenang untuk itu. dijatuhkan pidana penjara paling lama sembilan tahun. 289 dan 290 itu berakibat matinya orang. barang siapa membawa pergi seorang wanita dengan tipu muslihat. baik di dalam maupun di luar perkawinan. baik di dalam maupun di luar perkawinan. (2) Kalau salah satu kejahatan yang diterangkan dalam apsal 285. untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. 7 . (2) paling lama sembilan tahun.

ANAMNESIS Pada umumnya anamnesis yang diberikan oleh orang sakit dapat dipercaya. oleh dia sendiri atau oleh suaminya. jika wanita ketika dibawa pergi belum dewasa. status perkawinan. rasa dendam. katalepsi. penyakit kandungan dan penyakit lainnya seperti epilepsy. menyesal atau karena takut pada orangtua maka korban mungkin mengemukakan hal yang tidak benar. kapan persetubuhan terakhir dan apakah menggunakan kondom atau tidak. misalnya: perempuan itu merasa tertipu. (4) Jika yang membaiva pergi lalu kawin dengan wanita yang dibawa pergi dan terhadap perkawinan itu berlaku aturan aturan Burgerlijk Wetboek. Dokter diharapkan juga mencari tau apakah korban sebelumnya pernah bersetubuh atau tidak. Jika korban benar telah diperkosa biasanya akan segera melapor. dokter dapat mengerti mengapa ia tidak dapat menemukan spermatozoa atau tanda-tanda lain dari persetubuhan. 3 Anamnesis umum meliputi pengumpulan data tentang umur. Bila waktu antara kejadian dan pelaporan kepada yang berwajib berselang beberapa hari/minggu. oleh dia sendiri atau orang lain yang harus memberi izin bila dia kawin. dapat diperkirakan bahwa peristiwa itu bukan pemerkosaan. jika wanita ketika dibawa pergi sudah dewasa. Tetapi saat pelaporan yang terlambat mungkin juga disebabkan karena korban diancam untuk tidak melapor kepada polisi. penyakit kelamin. 8 . sebaliknya anamnesis yang diperoleh dari korban tidak selalu benar karena terdorong oleh berbagai maksud dan perasaan seperti maksud untuk memeras. cemas akan menjadi hamil atau selang beberapa hari diketahui oelh orangtua dank arena ketakutan maka korban mengaku telah disetubuhi dengan paksa. dokter meminta kepada korban untuk menceritakan segala sesuatu tentang kejadian yang dialaminya dan sebaiknya terarah. sincope. Anamnesis dibuat terpisah dan dilampirkan pada Visum et Repertum dengan judul Keterangan yang diperoleh dari korban . Pengaduan dilakukan: a. Dalam mengambil anamnesis. 3 Hal khusus yang perlu diketahui dalam melakukan anamnesis adalah: 3 1. Dari data ini. Waktu Kejadian Waktu kejadian yang ditanyakan adalah tanggal dan jam kejadian. Anamnesis terdiri dari bagian yang bersifat umum dan khusus. maka tak dapat dijatuhkan pidana sebelum perkawinan itu dinyatakan batal. tetapi persetubuhan yang pada dasarnya tidak disetujui oleh wanita yang bersangkutan yang karena berbagai alas an. siklus haid (untuk anak yang tidak diketahui umurnya). tanggal dan tempat lahir.(3) Penuntutan hanya dilakukan atas pengaduan. b.3 Anamnesis merupakan suatu yang tidak dapat dilihat atau ditemukan oleh dokter sehingga bukan merupakan suatu pemeriksaan yang objektif dan tidak dimasukkan ke dalam Visum et Repertum.

Tetapi dalam melaksanakan tugasnya itu. Jika korban dating sendiri dengan membawa surat permintaan dari polisi maka korban jangan diperiksa tetapi meminta korban kembali kepada polisi. Penundaan pemeriksaan dapat memberikan hasil yang kurang memuaskan. 4. Kerokan kuku mungkin menunjukkan adanya sel-sel epitel kulit dan darah yang berasal dari pemerkosa/penyerang. Tempat kejadian Tempat kejadian perlu ditanyakn sebagai petunjuk dalam mencari Trace of evidence yang berasal dari tempat kejadian. sehingga sebaiknya pemeriksaan ditangani oleh dokter di klinik. maka memang agak susah melakukan pemeriksaan yang berhubungan dengan kejahatan. tanah dan sebagainya yang mungkin melekat pada pakaian atau tubuh korban. Korban harus diantarkan oleh polisi karena tubuh korban merupakan barang bukti. Perlawanan korban Jika korban melawan maka pada pakaian korban mungkin ditemukan robekan. terutama bila korban masih anakanak maka hendaknya pemeriksaan tidak sampai menambah trauma psikis yang sudah dideritanya. Pemeriksa harus yakin dengan semua bukti-bukti yang ditemukan karena berbeda dengan di klinik. 3. dokter tidak boleh meletakkan kepentingan korban dibawah kepentingan pemeriksaan. Tanyakan juga dalam anamnesis kepada korban mengenai apakah terjadi penetrasi dan ejakulasi atau tidak. 3 Ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan sebelum melakukan pemeriksaan terhadap korban kejahatan seksual yaitu: 3 y y Setiap pemeriksaan untuk pengadilan harus berdasarkan laporan tertulis dari penyidik yang berwenang. misalnya: rumput. petugaspun dapat mencari trace evidence yang ditinggalkan oleh pelaku atau korban. pemeriksa tidak lagi mempunyai kesempatan untuk melakukan pemeriksaan ulang guna memperoleh lebih banyak bukti. Ada kemungkinan korban menjadi pingsan karena ketakutan tetapi mungkin juga korban dibuat pingsan oleh laki-laki atau pelaku dengan menggunakan oabat tidur atau obat bius. Dalam hal ini. Apakah setelah kejadian tersebut korban mandi/mencuci/mengganti pakaian atau tidak. Sebaliknya. pada tubuh korban mungkin ditemukan tanda-tanda kekerasan dan pada alat kelamin mungkin ditemukan tanda-tanda bekas perlawanan. 3 Sebagai ahli klinis yang perhatian utamanya tertuju pada kepentingan pengobatan korban. 5.2. jangan lupa mengambil sampel darah amaupun urin untuk dilakukan pemeriksaan toksikologik. Kesadaran korban Dokter diharapkan mencari tau apakah korban pingsan atau tidak. 9 . Sebaiknya korban kejahatan seksual diangggap sebagai orang yang telah mengalami cedera fisik dan/atau mental. PEMERIKSAAN Pemeriksaan kasus-kasus persetubuhan yang merupakan tindakan pidana harus dilakukan dengan teliti dan waspada.

Dalam keadaan seperti ini. Hindarkan korban dari menunggu dengan perasaan was-was dan cemas di kamar periksa. dokter dapat meminta kepada polisi agar korban dibawa kembali dan Visum et Repertum dibuat berdasarkan keadaan yang ditemukan saat Visum et Repertum diajukan. Hasil pemeriksan yang lalu tidak diberikan dalam bentuk Visum et Repertum tetapi dalam bentuk surat keterangan. bagian yang akan do=iperiksapu merupakan bagian yang paling privasi dari tubuh seorang wanita. Atau jika korban adalah seoran anak. bila ternyata ia tidak bersalah. Pakaian diteliti helai demi helai untuk melihat apakah terdapat: y y y y y Robekan lama atau robekan baru Kancingyang terputus akibat tarikan Bercak darah Bercak air mani Bercak lumpur dll yang mungkin berasal dari tempat kejadian Perlu juga dicatat pakaian dalam dalam keadaan rapi atau tidak. apalagi bila korban adalah anak-anak. Dengan adanya Visum et Repertum maka perkara dapat dengan cepat diselesaikan dan seorang terdakwa dapat cepat dibebaskan dari tahanan. karena belum tentu korban menyetujui permintaan tersebut dan menolaknya. maka ijin pemeriksaan dapat dimita kepada orangtua atau wali. y Seorang perawat atau bidan harus mendampingi korban saat pemeriksaan dilakukan. y Visum et Repertum dibuat secepat mungkin. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan pakaian perlu dilakukan dengan teliti. y Ijin tertulis untuk pemeriksaan ini dapat diminta pada korban sendiri.y Setiap Visum et Repertum harus dibuat berdasarkan keadaan yang didaptkan pada tubuh korban waktu permintaa Visum et Repertum diterima oleh dokter. benda-benda lain yang melekat pada tubuh pasien yang mengandung trace evidence dikirim ke laboratorium kriminologi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Semua yang ditemukan harus dicatat. Hasil pemeriksaan sebelum diterimanya surat permintaan pemeriksaan terhadap korban bukan sevagai barang bukti. maka dokter harus menolak karena segala sesuatu yang diketahui oleh dokter mengenai korban sebelum ada permintaan tertulis untuk membuat Visum et repertum adalah rahasia kedokteran yang wajib disimpan kerahasiannya (KUHP pasal 322). Hal ini perlu diketahui meskipun pemeriksaan dilakukan atas permintaan polisi. jangan tergantung pada ingatan semata. Jelaskan terlebih dahulu tindakan-tindakan apa yang akan dilakukan pada korban dan hasil pemeriksaan akan disampaikan ke pengadilan. 10 . Bia dokter telah memeriksa seorang korban yang dating ke Rumah Sakit atau ke tempat praktek atas inisiatif sendiri dan bukan atas permintaan polisi dan setelah beberapa waktu kemudian polisi mengajukan permintaan dibuatkan Visum et Repertum. y Pemeriksaan dilakukan secepat mungkin dan jangan ditunda terlampau lama. Selain itu.

Setelah itu tentukan besar orifisium. lalu beri tanda pada sarung tangan dan lingkaran pada titik itu diukur. Lingkaran yang memungkinkan persetubuhan dapat terjadi menurut Voight adalah minimal 9cm. Sebagai gantinya boleh juga ditentukan ukuran lingkaran orifisium dengan cara. jangan lupa untuk mengambil sampel urin dan darah untuk pemeriksaan lanjutan Tanda-tanda bekas kekerasan seperti memar atau luka lecet pada daerah mulut. reflex cahaya. Pada vulva. leher.5cm. pupil. Trace evidence yang melekat pada tubuh korban. Perlu juga diingat bahwa persetubuhan tidak selalu disertai dengan deflorasi. Ukuran pada seorang perawan kira-kira 2.Pemeriksaan Umum Pemeriksaan tubuh korban termasuk didalam pemeriksaan umum yang meliputi: 3 y y y Inspeksi dari penampilan korban (rambut dan wajah) apakah terlihat rapi atau kusut Segi emosional korban Tanda-tanda bekas kehilangan kesadaran atau diberikan obat tidur/bius. maka dikerok dengan sisi tumpul scalpel atau swab dengan kapas lidi yang dibasahi dengan larutan fisiologis. Bila ada. kondisi jantung. lengan. paha bagian dalam dan pinggang. jari telunjuk atau 2 jari. Jenis selaput dara Pemeriksaan selaput dara yang pertama dilihat adalah apakah selaput dara rupture atau tidak. Bila rupture maka ditentukan rupture baru atau rupture lama dan catat lokasi rupture tersebut sambil diperiksa apakah rupturnya sampai ke insersio atau tidak. edema. apakah sebesar jari kelingking.paru dan abdomen. Pada rupture lama. robekan menjalar sampai ke insertion disertai dengan adanya parut pada jaringan dibawahnya. Perkembangan alat kelamin sekunder. memar dan luka lecet (goresan kuku) Introitus vagina dilihat apakah ada hyperemia atau udema atau tidak. lakukan pemeriksaan teliti untuk melihat tanda-tanda kekerasan seperti hyperemia. tekanan darah. Bercak air mani disekitar alat kelamin. 11 . pergelangan tangan. tinggi dan berat badan.Ruptur akibat persetubuhan biasa ditemukan dibagian posterior kanan atau kiri dengan asumsi bahwa persetubuhan dilakukan dengan posisi saling berhadapan. Bila ada maka digunting dan dikirim ke laoratorium untuk pemeriksaan lanjutan. Dengan kapas lidi diambil bahan untuk pemeriksaan sperma dari vestibulum. pint point pupil. bila sudah sembuh tidak dapat dikenali lagi. Ruptur yang tidak sampai ke insertion. jari kelingking atau telunjuk dimasukkan hati-hati kedalam orifisium sampai terasa tepi selaput dara menjepit ujung jari. y y y Pemeriksaan Khusus Pemeriksaan bagian khusus (genitalia) meliputi: 3 y y y y y Ada atau tidaknya rambut kemaluan yang saling melekat menjadi satu karena air mani yang mongering. apakah ada needle mark atau tidak. Bila ada.

laserasi atau memar labia. Bahan diambil dari forniks posterior dan bila mungkin dengan speculum. bila pada pria tersangka juga ditemukan kuman N. tetapi tidak cukup data yang menunjukkan bahwa abuse adalah satu-satunya penyebab. keadaan dermatologis seperti lichen sclerosus atau hemangioma) Jejak gigitan atau hisapan di genitalia atau paha bagian dalam Jaringan parut atau laserasi baru daerah posterior fourchette tanpa mengenai selaput dara( dapat akibat trauma aksidental) Jaringan parut perianal (jarang. Pada anak-anak atau bila selaput darah masih utuh. 3 Pemeriksaan terhadap kuman N. tetapi bila konsisten pada beberapa posisi. jaringan sekitar selaput dara atau perineum (mungkin akibat trauma aksidental. Riwayat sangat krusial dalam menentukan makna keseluruhannya : y Pelebaran anus (notch atau cleft) selaput dara di daerah posterior. Gonorrhea dari secret uretra dapat dipulas dengan pewaraan gram. Gonorrhea. Pemeriksaan dilakukan pada hari I. Gonorrhea berarti terbukti adanya kontak seksual dengan penderita.y y Periksa frenulum labiorum pudenda dan commisura labiorum posterior utuh atau tidak. Jika dari pemeriksaan didaoatkan kuman N. V dan VI. pengambilan bahan pemeriksaan sebaiknya dari vestibulum saja. maka secret perlu diambil untuk pemeriksaan serologic dan bakteriologik. 3 Pemeriksaan kehamilan dan juga pemeriksaan toksikologi perlu dilakukan juka ditemukan adanya indikasi. mencapai dekat dasar (sering merupakan artefak pada posisi pemeriksaan tertentu. Jika terdapat ulkus. mungkin akibat keadaan medis lain seperti chron s disease atau akibat tindakan medis sebelumnya) y y y y PEMERIKSAAN LABORATORIUM Untuk pemeriksaan laboratorium maka diambil bahan pemeriksaan yang berupa air mani dan sel sperma dalam lender vagina menggunakan pipet Pasteur atau diambil dengan oase batang gelas atau dengan swab. Dugaan kekerasan seksual (suggestive of sexual abuse) Temuan pada anak yang telah memiliki riwayat abuse. 3 12 . Periksa vagina dan serviks dengan speculum. maka mungkin akibat kekerasan tumpul atau penetrasi sebelumnya) Lecet akut. Memeriksa tanda-tanda penyakit kelamin. bila keadaan alat genital memungkinkan. III. mungkin ada abuse.

ia harus menceritakan peristiwa yang menimbulkan trauma kepada polisi. Bercak air mani disekitar alat kelamin. Korban juga merasa ketakutan dengan ancaman pelaku akibat melapor sehingga akan ada pembalasan terhadap dirinya. bibir kemaluan maupun daerah perineum. Pada vulva. dalam hal ini hakim. jika anak dari bapak tersebut dalam pemeriksaan menunjukkan hasil pemeriksaan berupa: y y y y y y Tanda-tanda bekas kekerasan seperti memar atau luka lecet pada daerah mulut. Mereka cenderung akan menderita trauma akut. derita korban tidak dijembatani oleh penegak hukum.Tindak kekerasan seksual yang terjadi dalam realita kehidupan sehari-hari mengakibatkan dalam diri perempuan timbul rasa takut. dan bagi yang tidak kuat menanggung beban. paha bagian dalam dan pinggang. Sebelum Sidang Pengadilan Korban tindak pidana perkosaan menderita mental. edema. terlihat tanda-tanda kekerasan seperti hyperemia. Dalam hal ini. Yang dapat dilaporkan oleh dokter hanyalah dari hasil pemeriksaan korban terbukti telah melakukan persetubuhan. 2. Kemudian dalam rangka pengumpulan data untuk bukti adanya tindak pidana perkosaan. yang berkewajiban menjatuhkan vonis. was-was dan tidak aman. Artinya. leher. Aib. Gangguan emosional pada korban Maka dapat ditetapkan kesimpulan bahwa korban telah melakukan persetubuhan. Pentahapan penderitaan korban tindak pidana perkosaan dapat dibagi sebagai berikut:5 1. Tetapi dapat terjadi 13 .3 ASPEK PSIKOSOSIAL Anak-anak korban perkosaan (chield rape) adalah kelompok yang paling sulit pulih. luka lecet. Jaksa dalam peradilan pidana. Selama Sidang Pengadilan Korban tindak pidana perkosaan harus hadir dalam persidangan pengadilan atas ongkos sendiri untuk menjadi saksi. memar sampai luka robek baik di daerah liang vagina. Terbukti. fisik dan sosial karena ia berusaha melapor pada polisi dalam keadaan sakit dan terganggu jiwanya. Masa depannya akan hancur. putusan-putusan yang dijatuhkan tidak sebanding dengan kejahatan yang dilakukan pada korban. lengan. Selain itu ia harus menghadapi pembela atau pengacara dari pihak pelaku yang berusaha menghilangkan kesalahan pelaku. maka pilihan satu-satunya akan bunuh diri. Apalagi ditunjang dengan posisi korban yang seringkali tidak berdaya dimata praktek peradilan pidana. pergelangan tangan. Korban dalam memberikan kesaksian harus mengulang cerita mengenai pengalaman pahitnya dan membuat rekonstruksi peristiwa perkosaan. memar dan luka lecet (goresan kuku) Introitus vagina terlihat ada hyperemia atau udema. sehingga tidak jarang mereka memilih menempuh jalan pintas untuk melupakan serta mengakhiri semua penderitaannya63. mewakili pihak korban. Ia dihadapkan pada pelaku yang pernah memperkosanya sekaligus orang yang dibencinya. sebagai dokter tidak dapat menentukan apakah ini merupakan kasus pemerkosaan atau persetubuhan yang dilakukan atas dasar suka sama suka.INTERPRETASI HASIL Dalam scenario diatas. Robekan selaput dara sampai ke dasar pada lokasi pukul 5 sampai 7. perasaan merasa tercemar dan kejadian yang biadab itu akan terus menerus mengahantui korban.

calon suami (tunangan) atau pihak-pihak lain yang terkait dengannya. terutama tidak mendapat ganti kerugian dari siapapun. Tumbuh rasa kekurang-percayaan pada penanganan aparat praktisi hukum. 3. Perempuan korban tindak kekerasan seksual bisa menjadi korban ganda dalam proses persidangan dan bisa juga mendapat perlakuan yang tidak adil dalam proses untuk mencari keadilan itu sendiri.5 Berbagai pendapat pakar mengenai akibat perkosaan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. namun juga terjadi dalam proses hukum terhadap kasus yang menimpanya. tumbuh rasa benci (antipati) terhadap lawan jenis dan curiga berlebihan terhadap pihak-pihak lain yang bermaksud baik padanya. tempat pelacuran dijadikan sebagai tempat pelampiasan diri untuk membalas dendam pada laki-laki dan mencari penghargaan. 5. Artinya. Ia tetap dihinggapi rasa takut akan ancaman dari pelaku. Penderitaan fisik Akibat perkosaan itu akan menimbulkan luka pada diri korban. Hal ini dapat berakibat lebih fatal lagi bilamana janin yang ada tumbuh menjadi besar (tidak ada keinginan untuk diabortuskan). sering menutup diri atau menjauhi kehidupan ramai.perwakilannya tidak menguntungkan pihak korban. 3. Artinya. fisik. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh perempuan korban tindak kekerasan seksual sangatlah kompleks. Permasalahan yang dihadapi tidak hanya perkosaan yang terjadi pada dirinya. Korban merasa diperlakukan secara diskriminasi dan dikondisikan makin menderita kejiwaannya atau lemah mentalnya akibat ditekan secara terusmenerus oleh proses penyelesaian perkara yang tidak kunjung berakhir. 4. Disini ternyata perlu disediakan pendamping atau pembela untuk pihak korban tindak pidana perkosaan. korban tindak pidana perkosaan masih menghadapi berbagai macam kesulitan. suami dan calon suami dapat saja terjerumus dalam dunia prostitusi. Setelah Sidang Pengadilan Setelah selesai sidang pengadilan. Pemeliharaan kesehatannya tetap menjadi tanggungannya. tidak lagi ceria. Tidak jarang terjadi bahwa korban menghadapi pelaku tindak pidana perkosaan yang lebih mampu mental. Penderitaan psikologis lainnya dapat berupa kegelisahan. Penderitaan secara psikologis Seperti merasa tidak lagi berharga akibat kehilangan keperawanan (kesucian) dimata masyarakat. pengetahuan bahwa pelaku tindak pidana perkosaan telah dihukum bukanlah penanggulangan permasalahan. Luka bukan hanya terkait pada alat vital (kelamin perempuan) yang robek. Kehamilan yang dimungkinkan dapat terjadi. keluarga. kehilangan rasa percaya diri. 2. dimata suami. Ada kemungkinan ia tidak diterima dalam keluarganya serta lingkungannya seperti semula. sedangkan penanganan kepada tersangka terkesan kurang sungguh-sungguh. Korban yang dihadapkan pada situasi sulit seperti tidak lagi merasa berharga dimata masyarakat. namun tidak menutup kemungkinan ada organ tubuh lainnya yang luka bilamana korban lebih dulu melakukan perlawanan dengan keras yang sekaligus mendorong pelakunya untuk berbuat lebih kasar dan kejam guna menaklukkan perlawanan dari korban. anak yang dilahirkan akibat perkosaan tidak memiliki kejelasan statusnya secara yuridis dan norma keagamaan. oleh karena ia telah cacat. Penderitaan mentalnya bertambah. bilamana kasus yang ditanganinya lebih banyak menyita perhatiannya. 14 . sosial daripada dirinya.

sakit ketika berhubungan seksual. sering terkejut. LSM. sangat khawatir. kesulitan buang air besar. kemungkinan tidak dapat melahirkan anak. menbghindari setiap pria. Bappeda dan Masyarakat. Mereka sangat menyesali dirinya sendiri. Korban kekerasan seksual pada anak. 6 Sasaran : y y y y Korban kekerasan seksual pada perempuan dewasa. baik dibidang klinik. dingin (secara emosional). 3. dan 15 . tidak menyukai sex. merasa bahwa orang lain tidak menyukainya. Korban penganiayaan dan penelantaran anak. y Memberikan informasi mengenai hak-hak korban untuk mendapatkan perlindungan dari kepolisian dan penetapan perintah perlindungan dari pengadilan y Mengantarkan korban ke rumah aman atau tempat tinggal alternatif. nervous.Sudah diungkapkan bahwa korban perkosaan mengalami penderitaan pada saat perkosaan dan berlanjut berminggu-minggu. 2. berbulan-bulan bahkan sepanjang sisa hidupnya. infeksi pada alat kelamin. dan lain-lain66. sulit tidur. merasa dikhianati. diperlukan kerjasama antara beberapa lembaga yang memiliki kepedulian terhadap korban. sangat hati-hati dengan orang asing. dalam mencapai derajat kesehatan secara optimal. sulit mempercayai seseorang. menarik diri/mengisolasi diri. inveksi pada panggul. kerja yang dilakukan diharapkan akan lebih bersinergi. dan lain-lain. luka pada alat kelamin. Dinas Kesehatan. hubungan dengan suami memburuk. penyakit kelamin. Secara sederhana dampak perkosaan dapat dibedakan menjadi:5 1. dan lain-lain. PERAN LSM Untuk menangani kasus kekerasan seksual.6 Pusat krisis terpadu (PKT) bertujuan untuk memberikan pelayanan menyeluruh bagi parakorban kekerasan terhadap perempuan (KTP) dan anak (KTA). membenci apa saja. sulit berhadapan dengan publik dan temantemannya. Dampak dalam kehidupan pribadi dan social Antara lain: ditinggalkan teman dekat. ragu-ragu (kadang paranoia). Dengan berjaringan. dengan tujuan akhir adalah pemberdayaan perempuan. takut pada orang lain. kepolisian. sulit jatuh cinta. luka pada bibir (lesion on lip caused by scratch). Dampak secara mental Antara lain: sangat takut sendirian. pemerintah melalui dinas terkait seperti Dinas Kesejahteraan Rakyat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DKRPP-KB). tidak percaya lagi pada pria. takut dengan pria. Peran Pekerja Sosial y Melakukan konseling untuk menguatkan dan memberikan rasa aman bagi korban. menderita migrain. Dampak secara fisik Antara lain: sakit asma. takut akan sex. sulit membina hubungan dengan pria. mimpi-mimpi buruk. medikolegal dan psikososial . Jaringan yang bisa dibangun misalnya antara rumah sakit. Korban kekerasan dalam rumahtangga. luka pada dagu. takut bicara dengan pria.

orangtua setuju untuk mengajukan delik aduan kepada tersangka. lembaga social yang dibutuhkan korban. terapi.3 Jika dalam kasus ini. maka dokter hanya dapat melakukan pemeriksaan biasa dan laporan hasil pemeriksaan hanya berupa surat keterangan medis biasa yang tidak dapat dijadikan barang bukti di pengadilan. y y VISUM et REPERTUM Dalam kasus ini. Hasil anamnesis tidak dimasukkan ke dalam visum et repertum karena ada kemungkinan apa yang disampaikan korban dalam anamnesis tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya terjadi. dan advokasi guna penguatan dan pemulihan diri korban kekerasan.Melakukan koordinasi yang terpadu dalam memberikan layanan kepada korban dengan pihak kepolisian. Telp 56942061 Fax 5531731 Nomor Lampiran Perihal PRO JUSTITIA : : : Jakarta. 12 Januari 2011 16 . penuntutan atau tingkat pemeriksaan pengadilan dengan membimbing korban untuk secara objektif dan lengkap memaparkan kekerasan dalam rumah tangga yang dialaminya Mendengarkan secara empati segala penuturan korban sehingga korban merasa aman didampingi oleh pendamping Memberikan dengan aktif penguatan secara psikologis dan fisik kepada korban. 3 Contoh Visum et Repertum pada contoh kasus ini: Rumah Sakit Universitas Kristen Krida Wacana Jalan Arjuna Utata No 6 Jakarta Barat 11510. Hasil anamnesis dokter dan korban hanya dilampirkan bersama dengan visum et repertum dengan juduk keterangan yang didapatkan dari korban. maka visum repertum yang dibuat adalah hanya berupa identitas dan hasil pemeriksaan tubuh korban. dinas sosial. untuk dapat membuat visum et repertum yang dapat dijadikan barang bukti di pengadilan maka dokter harus menyarankan kepada orangtua korban untuk melaporkan kepada polisi yang berupa delik aduan agar polisi membuatkan surat permintaan secara tertulis kepada dokter untuk membuat visum. Bentuk pelayanannya adalah: 6 y y y Menginformasikan kepada korban akan haknya untuk mendapatkan seorang atau beberapa orang pendamping Mendampingi korban di tingkat penyidikan. pemerintah daerah. Pelayanan pekerja sosial dilakukan di rumah aman milik pemerintah. atau masyarakat Relawan Pendamping adalah orang yang mempunyai keahlian untuk melakukan konseling. Karena tanpa surat permintaan dari polisi untuk membuat visum.

Dokter yang memeriksa . pada ..---------------------------------------------------------------------------------------------------------------Pada lubang vagina tampak pembengkakan dan tampak memerah. paha bagian dalam dan pinggang. dokter .. Dari hasil pemeriksaan alat kelamin ditemukan luka lecet pada vagina dan lubang vagina serta ditemukan tanda-tanda telah terjadi persetubuhan-------------------------------------------Demikianlah telah saya uraikan dengan sejujur-jujurnya dan menggunakan keilmuan saya sebaikbaiknya..--------------------------------------Robekan selaput dara sampai ke dasar pada lokasi pukul 5 sampai 7.. 17 . memar sampai luka robek baik di daerah liang vagina.-------------------------------------------------------- II. terlihat tanda-tanda kekerasan berupa pembengkakan. luka lecet dan tampak kemerahan. menerangkan bahwa atas permintaan tertulis dari Kepolisian .. leher.VISUM ET REPERTUM Yang bertanda tangan di bawah ini.---------------------------------Pemeriksaan alat kelamin---------------------------------------------------------------------------------------------Dari hasil pemeriksaan ditemukan:---------------------------------------------------------------------------------o Bercak air mani disekitar alat kelamin. lengan. leher. tanga dan paha bagian dalam. . luka lecet.------------------------------------------------------------------Pada bibir vagina. bibir kemaluan. tertanggal . telah melakukan pemeriksaan jenazah yang menurut surat permintaan tersebut adalah: Nama Jenis Kelamin Umur Kebangsaan Agama Alamat : X : Perempuan : 14 tahun : Indonesia : : -------------------------------------------------------. mengingat sumpah sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. No .HASIL PEMERIKSAAN-----------------------------------------------------I. y y y -----------------------------------------------------------------KESIMPULAN-------------------------------------------------------Pada pemeriksaan wanita berusia 14 tahun ditemukan adanya luka lecet pada daerah mulu. bertempat di .... pergelangan tangan. pukul. Pemeriksaan Luar-------------------------------------------------------------------------------------------------------o Dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya luka lecet pada daerah mulut.

Staf Pengajar Bagian Kedokteran Forensik . 2007.minihub.kabarindonesia. Aturan Utama. Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2. 4. Studi komparasi Pemidanaan Pelaku Tindak Pidana Pemerkosaan. Sulaiman Zuhdi Manik .2007. Fajar.DAFTAR PUSTAKA 1. Perlindungan Hukum terhadap Korban tindak Pidana Perkosaan dalam Sidang Pidana. Buku I.Cetakan ke-2. 3.Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Anak dalam Rumah Tangga. Ira.jsmp. Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pelecehan Seksual Antar Anak dalam Perspektif hokum Pidana. Ilmu Kedokteran Forensik. Diunduh dari www. Triyono. 2009.pdf 5. Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP). Diunduh dari: http://www..org/English/webpage/reso/KUHP%20indo. 6. 18 . 2008. Fakultas Hukum Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. Betty Fitrianing.com. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dwiati.1997. Tyastuti.