Anda di halaman 1dari 25

BILA MALAM BERTAMBAH MALAM

PUTU WIJAYA BABAK I MALAM DI TEMPAT KEDIAMAN GUSTI BIANG. SEBUAH BALE YANG DISEMPURNAKAN UNTUK TEMPAT TINGGAL. Gusti Biang memanggil-manggil Wayan. Adegan I Kelihatan Nyoman sedang menyiapkan makan malam untuk Gusti Biang. Sementara Wayan mengampelas patung. ORIGINAL SOUNTRACK: Wayan .. Wayaaaaaan .... Nyoman memberi isyarat kepada Wayan. 1. NYOMAN : Benar Ida akan pulang hari ini? 2. WAYAN : Ya .... Adegan II DI RUANG DEPAN ADA KURSI GOYANG DAN KURSI TAMU. Gusti Biang ngomel terus. 3 GUSTI : Si tua itu tak pernah kelihatan kalau sedang dibutuhkan. Pasti ia sudah berbaring . BIANG di kandangnya menembang seperti orang kasmaran pura-pura tidak mendengar, padahal aku sudah berteriak, sampai leherku patah. Wayaaaaan ..... Wayaaaaan tuaaaa..... 4 . 5 . 6 . 7 . WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG : Nuna sugere Gusti Biang, kedengarannya seperti ada yang berteriak ................ : Leherku sampai putus memanggilmu, telingamu masih kamu pakai tidak? : Tentu saja Gusti Biang, itu sebabnya tiyang datang ......... : Jangan berbantah denganku. Kau sudah tua dan rabun, lubang telingamu sudah ditempati kutu busuk. Kau sudah tuli, malas dan suka berbantah, cuma bisa bergaul dengan si belang. Kau dengar itu kuping tuli?

8 WAYAN : Betul Gusti Biang. . Wayan meninggalkan ruangan dan Gusti Biang tetap duduk dan mengambil jarum. Berulang-ulang menggosok mata sambil menggerutu. Adegan III 9. GUSTI BIANG : Lubangnya terlalu kecil. Benangnya terlalu besar, sekarang ini serba terlampau. Terlampau tua, terlampau gila, terlampau kasar, terlampau begini, terlampau begitu. Sejak kemarin aku tidak berhasil memasukkan benang ini. Sekarang mataku berkunang-kunang. Oh, barangkali toko itu sudah menipu lagi. Atau aku terbalik memegang ujungnya? Wayaaaaan ... : (Muncul dengan baki di tangannya dan lampu teplok) Bagaimana Gusti Biang? Sudah sehat rasanya.

10.

NYOMAN

(Gusti Biang tidak menghiraukan dan tetap memasukkan benang ke jarumnya) 11. NYOMAN : Gusti Biang, ini air daun belimbing, bubur ayam yang sengaja tiyang buatkan untuk Gusti. (Melihat kesulitan Gusti Biang) Mari tiyang tolong. 1

Published : http://banknaskah-fs.blogspot.com/

12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30.

GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG

: Waaayaaaaan ... (Kaget karena sentuhan) Ulaaaaar...... : Ya ya kenapa Gusti terkejut ini kan Nyoman .... : Kau? Kau (Terbatuk) : Nah, itu sebabnya kalau belum santap malam. Apalagi sejak beberapa hari ini Gusti sudah tidak mau minum jamu lagi, minum sekarang ya? : Kau .. kau setan, kukira ular belang jatuh dari pohon, bikin sakit jantungku kumat lagi. : Gusti Biang takut sekali dengan ular, kenapa? : Binatang itu menggigit dan menjijikkan. : Tapi tidak semua ular berbahaya. (Tersenyum) Tiyang juga takut pada ular. : Aku tak perduli. Apa tugasmu di sini? : Sekarang sudah saatnya Gusti Biang minum obat. : Hari ini aku tak mau minum obat. : Oh ya, baik tiyang tolong dulu Gusti memasukkan benang ke jarumnya. : Juga tidak. Kau tidak diperlukan di sini : (Memungut jarum di lantai) Coba dari tadi memanggil tiyang, tidak jadi kusut begini. Gusti Biang terlalu sayang pada Bape Wayan. Lihat gampang bukan? : Kau jangan menyindir aku, tentu saja semuanya bisa begitu. Aku juga bisa mengerjakannya, tapi lobangnya yang terlampau sempit. : Terlampau sempit? Piih, semua jarum dibuat kecil Gusti, makin halus makin mahal harganya (Tersenyum) : Siapa bilang? Itu tak ada lobangnya sama sekali, toko itu menjual kawat utuh kepadaku. Setan alas. : Tak percaya? Coba sekali lagi. : Jangan berlagak di sini (Mengacungkan tongkat). Ini bukan arje roras! Aku sudah bosan dibohongi dengan sulapan palsumu. Kau pikir aku tak bisa menguasai jarum kecil itu, piih, lakiku sendiri tak pernah menghina aku demikian ... : Ambilah Gusti Biang. Gusti boleh menyulam sekarang (Melihat lampu). Tapi di sini terlalu gelap (Membesarkan). Nah, sekarang sudah cukup terang. Ambil Gusti. : Tidak! Kau mulai menyulap aku lagi, aku tak sudi menyentuh barang sihirmu. Suasana kotor sekarang. : Kalau begitu, tiyang ikatkan saja ujung benang ini ke kainnya, nanti Gusti Biang meneruskannya saja.

31.

NYOMAN

32. 33.

GUSTI BIANG NYOMAN

berak. Kau selamanya iri hati dan ingin membencanaiku .. Pilih mana yang Gusti suka. lalu good bye. Sesudah itu minum puyer ini.. Tidak seperti orang-orang lain. meneruskan sulaman sambil bernyanyi kecil) 35. 43. tidak. : Sayang sekali Gusti Biang tidak menyuruh tiyang yang mengerjakannya. Wayaaaan .. 3 37... good night my darling”. Mestinya. Gusti telah menyekolahkan tiyang sampai kelas dua SMP. : Aduh cantiknya Gusti Biang. aku akan tertidur seumur hidupku. Kalau aku menelan semua obat-obatmu itu. NYOMAN 39. Seperti lima belas tahun yang lalu ketika tiyang masih kecil dan sering duduk di pangkuan Gusti. untuk menghilangkan pusing-pusing Gusti. Dan dalam tempo seperempat jam. selamat malam pujaan. BIANG (Nyoman tidak perduli. GUSTI BIANG NYOMAN 41. kau pikir apa anakku. : Sepatahpun aku tak ingin bicara lagi denganmu. Harus dihabiskan. Mau minum obatnya sekarang Gusti? : Tidak! : Tiyang cicipi ya? Cobalah Gusti Biang . GUSTI : Pergi! Pergi! Nanti kupanggilkan Wayan supaya kau diusir . Wayan akan menguncimu di dalam gudang tiga hari tiga malam.blogspot. Masih ingatkah Gusti? : Tak kubiarkan lagi kau bermain di pangkuanku. Gusti. dan Gusti sudah banyak mengeluarkan biaya. 40. GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG 48. dan kau akan meraung seperti si belang. dan tidak akan bangun-bangun lagi. 46.. : Gusti Biang. good apa? Good bye! Menyebut kekasih. pil ini musti ditelan satu persatu. Kau telah merusak sarung bantal anakku . ngompol. : Setan! Setan! Kau tak boleh berbuat sewenang-wenang di rumah ini.. : Tidak! : Obat-obat ini dikirimkan dokter Gusti.. 47. 42.. atau air. ditengahnya bisa disulam dengan warna biru muda.. GUSTI BIANG NYOMAN : Dewa Ratu . Memang aku ini pelayanmu? : Gusti Biang memang orang yang paling baik dan berbudi tinggi. Lalu dengan menulis rapih “Selamat malam kasih. Seperti seekor burung merak. Lalu kau akan menggelapkan beras ke warung cina. seperti tiga puluh tahun saja . Waayaaannn.Dimana pula setan itu..34. Pakai pisang ambon atau pisang susu. 36. : Dan yang terakhir baru menggosok punggung dan seluruh anggota badan Gusti yang terbuka dengan minyak kayu putih.com/ .. Gusti akan merasa segar. Kalau sampai aku mati karena racunmu. Tidak pahit rasanya Gusti.. Berlagak mengatur orang lain yang masih waras... GUSTI BIANG 38. GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG NYOMAN 45. selamat malam manis. NYOMAN Published : http://banknaskah-fs. Waayaaaaaan . 44. manis. Wayan akan menyeretmu ke pengadilan... Apa good.. Aku tahu semuanya itu. mmm segar.. Coba tengok bayangan Gusti di muka cermin. : Tidak.

racunlah dirimu sendiri... dan akan mengganggumu sampai mati. Gusti sudah merusak badan Gusti sendiri dengan berteriak-teriak. tidak akan terjadi apa-apa. 56. lehermu akan diputar nanti. Kalau akhirnya aku mati karena racunmu. Bedebah. : Nah sekarang kita mulai dengan tablet-tablet ini Gusti. 64. : Dewa Ratu . : Ayo cepat Gusti. Pil-pil tiap hari dicekoki pil.49. 53. Tidak ada yang salah kalau lelaki itu di sini. rohku akan membalas dendam. 66. Buat apa kau meributkan benar penyakit orang lain.. tidak.. aku bukan nenekmu. atau Gusti ingin bersantap malam dulu. jangan biarkan beliau 51. dan bukan tugas penyeorangan seperti engkau . gosok punggungmu sendiri. 65. 62. : Sakit gede. pergi kau sekarang juga.pergi . 52. 55. NYOMAN 61. awasawaslah. pergi! : Baiklah Gusti. Tapi tentunya Gusti lebih senang kalau puyer ini yang diminum lebih dahulu. : Wayan tolong Wayan. : Gusti telah menyakiti tiyang lagi. Ide berpesan pada tiyang. 57. Setan... Wayaaaaa. Saya akan pergi sekarang juga. Lihat. Waaayaaaan .. : Ah . Baiklah Gusti. mana yang Gusti pilih. Itu tugas dokter di rumah sakit. Tolong Wayaaaaaan . Percayalah Gusti.... GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG NYOMAN . Jaga baikbaik ibuku Nyoman.. Tiap malam. : Waktu putra Gusti pergi lima tahun lalu. Kita mulai dengan pil merah ini Gusti... Lantas pejamkan mata. dan memanggil wayan supaya memijat keningku. GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG 58.. itu yang paling aman . 59. pergi kau. Setan ini benar-benar mau meracuniku. : Kenapa Gusti Biang jadi seperti ini. 54. bila malam bertambah malam. : Ya. Leak.. dan secepat kilat akan meluncur Gusti. aku akan berbaring di kamarku. 63. : Letakkan saja di atas pisang di ujung lidah.. Saya akan pergi. Kalau memang aku sakit. Wayaaaan . Aku akan diam di batang-batang pisang dan di batu-batu besar. : Aku tak mau dibujuk.. tak apalah.Wayaaaan. GUSTI BIANG NYOMAN : Tidak. Sebelum kulempar dengan tongkat ini. Gusti mengecewakan tiyang. Menurut resep boleh ditelan atau dihancurkan... : Sebaiknya ditelan saja Gusti. Aku bukan ibumu. : Lihat Gusti. : Wayaaaaaan .. : Pergi kau leak. NYOMAN GUSTI BIANG 60. baru kemudian menyusul pil-pil yang lain. Tidak akan kubiarkan tubuhku ditelanjangi dan disentuh orangorang yang kurang ajar. pergi. 50. Pergi pergi . peliharalah kesehatannya. Tidak akan merasa pahit dan sakit.. mana si Wayan kambing tua itu. seumur hidupmu.

. 67. : Tak tiyang sangka Gusti sudah seberat ini! Tak tiyang sangka. 68. Gusti Minumlah .... kenapa baru datang? : Tiyang ketiduran di gudang. Wayaaan .com/ 5 . 75.. Wayaaaan BIANG (Nyoman berhasil mendudukkan Gusti Biang di kursi tapi Gusti Biang memukul bertubi-tubi dan Nyoman berlari ke sudut ruang) 73. Jamu ini diramu berdasarkan petunjuk dukun kesayangan Gusti Biang. Malam akan bertambah malam jua (Sampai di pintu ia berbalik dan mendekati meja) : Apa perdulimu? : Tapi semua itu akan segera hilang . Adegan IV (Wayan masuk) 79.. Pasti Gusti Biang tidak akan batuk lagi..Kalau Gusti mau meneguk air daun belimbing ini.. WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN : Kalau tak salah seperti ada yang berteriak . apa peduli tiyang. 80.. mogamoga tulahlah perempuan itu. BIANG Published : http://banknaskah-fs. Gusti harus berobat. 77.. tak mau meladeni Gusti lagi! : Pergi leak! Aku sama sekali tidak menyesal! : (Berlari keluar) Tiyang tidak akan kembali lagi! : Pergi sekarang juga! Wayaaan Wayan tua . 84. 74.. 81. segera Gusti akan terkapar lesuh. GUSTI BIANG NYOMAN : Diam! Diam! : Baiklah kalau begitu (Hendak pergi) Gusti tidak usah berobat.. GUSTI BIANG NYOMAN 71. 76. 70. : Tua bangka.menderita. Tiyang akan pergi ke desa. Ya. (Duduk) Ratu Singgih... 78. Tiyang sudah mencampurnya dengan akar-akaran yang harum dan akan menguatkan badan. GUSTI : Kau memang setan licik! (Berteriak hendak memukul) BIANG (Nyoman menarik dari belakang) 72.. NYOMAN GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG : Cukup! Cukup! (Berlari mengelilingi meja) : (Terus memukuli Nyoman dan Nyoman merebut tongkat) Wayan tolong Wayaaaan . 82. 83.blogspot.. : Kejar setan itu. GUSTI : Lepaskan! Lepaskan leak! Wayan.. putar lehernya! ... Sekarang Gusti Biang dinyatakan sakit... 69. Kejar dia goblok! : Mana ada setan sore-sore begini Gusti? GUSTI : Kejar perempuan setan itu.. ke mana saja kau tadi.

90. : Dia mau meracunku... cacing tanah atau ulat bulu. Kalau usia sudah lanjut. ya tidak? : Ular . biar . Orang sedang bertapa dan bertobat disuruh mukul orang. 91. perempuan yang mana Gusti? : Begundal itu! Masukkan dia ke gudang! : Maksud Gusti. 97. 86. 98. (Merogoh kantongnya) Ah. piih.. Gusti duduk di sini dan titiyang di sana di bawah pohon sawo. memukul? Memutar leher? : Penakut! : Tidak. titiyang tidak takut sama leak atau memedi. ini dia. Tiba-tiba Gusti Biang berteriak “ULAR”. Gusti. 101 .85. : Tua bangka. Nyoman? : Usir dia dari rumah ini! : Tetapi . pukul dia sampai mati. baik. tidak ada kambing di sini! : Kau juga tidak waras! : Tetapi. Kalau ular belang atau ular hijau. WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN : Perempuan.. Wayan akan bunuh untuk keselamatan Gusti seperti tiga bulan lalu. 89. tambahan lagi penyakitan. GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN 102 . Diam saja seperti kambing! : (Tertawa) Gusti. lebih baik memutar leher tiyang sendiri. Gusti jangan takut . 95. tetapi . itu cuma angan-angan. Sabarlah. .. 99. 100 . 94. tapi jangan menyuruh menyakiti orang dalam usia lanjut... : Meracun? Masak. 88. tetapi memutar leher Nyoman. mahal.. 92. 96. : Kau tukang ngotot.Oh mana ya? Ular sawah tak mengandung bisa. kutuklah tioyang. Sekejab mata ular itu telah menjadi delapan potong.mati kelaparan di pinggir kali. Malam bertambah larut) .. . : Baik. Perawan yang begitu cantik. tak baik marah-marah malam begini! : Bedebah! Anjing ompong! Setelah mengusir dia aku akan mengutuk kau. Wayan menggeleng-gelengkan kepala mendengar janda bangsawan itu memaki-maki. BIANG (Gusti Biang lari. Usir sekarang. 103 GUSTI BIANG WAYAN 104 GUSTI : Ulaaaarrrrr.? : Jangan takut.. putar lehernya. : Jangan gampang marah Gusti. 93. 87. Ular kelihatannya saja berbahaya. tapi sebenarnya binatang yang paling pemalu dan lucu. Titiyang sendiri sering menyimpan ular sawah dalam saku untuk dibelai pada waktu senggang. ada yang berniat meracun Gusti.

Adegan I Wayan menembang pelan-pelan. Tiba-tiba melihat sosok tubuh. daripada saya sakit tinggal di sini. : Kapan kau akan balik? Kenapa tergesa-gesa? Bape tidak marah Nyoman. tapi kalau tiap hari dijadikan bal-balan.. pasti dia Published : http://banknaskah-fs. saya banyak berhutang budi. 107 WAYAN : Malam-malam begini? . kita berhutang budi pada Gusti Biang.blogspot. . dapat ijinkan? 114 . Oh ya. kalau tidak ingat pesan tu Ngurah. . : Tapi di sana orangnya baik-baik. sudah dari dulu-dulu sebetulnya. . 105 WAYAN : Mau ke mana Nyoman? . 116 . dikasih makan. saya diusir. 113 WAYAN : Besok sajalah pagi-pagi. kau tak akan betah tinggal di sana. lalu menghampiri. 108 NYOMAN : Apa salahnya? . 115 . 110 NYOMAN : Aku tidak takut. 122 . Nyoman sudah biasa tinggal di sini. Bape bersumpah lebih baik mati dimakan leak daripada memukul engkau. dihina.com/ 7 .BABAK II HALAMAN RUMAH MALAM. apa yang akan Bape jawab? NYOMAN WAYAN NYOMAN WAYAN NYOMAN WAYAN NYOMAN 123 . dipukul seperti anak kecil! : Tapi Nyoman harus mengerti. ada radio.. 119 . ”Di mana Nyoman Bape?” Nah.. 120 . Nanti kamu akan rusak di sana. bisa nonton film India. 118 . 106 NYOMAN : Pulang ke desa. dimasukkan kursus modes. : (Pelan-pelan) Memang. . WAYAN 124 NYOMAN : Ide sudah lupa sama icang Bape. bape akan mengantarmu dengan bus. di sana banyak bintang-bintang pilem. Wayan sedang mengenang masa-masa mudanya. disekolahkan. apa nanti yang mesti bape katakan kalau dia menanyakan . saya lebih senang tinggal di situ. : Tapi kalau tertekan seperti binatang? Dimarahi. 121 . : Aduh. 109 WAYAN : Kau akan kemalaman di jalan. biar cuma makan batu. disalah-salahkan terus? Sungguh mati kalau tidak dikuatkuatkan. 112 NYOMAN : Biar saja. dibelikan baju. buat apa tinggal di sini kalau tidak disukai. 117 . : Nyoman. Kenapa tibatiba saja pulang? : Saya dipukul. . 111 WAYAN : Banyak orang jahat sekarang. Saya tidak pernah dipukul. NYOMAN WAYAN : Biar. kau belum . makan minum cukup. : Daripada makan batu lebih baik tinggal di sini.

130 NYOMAN : Saya pergi Bape. . Ambil segera Wayan! Sakit gede. Makanya jangan pulang. : Apa lagi yang Gusti kehendaki? : Wayan! : Ya. titiyang akan pergi. jangan goblok kamu.. Nulis surat aja tidak.. 141 .. ha . kepunyaannya. WAYAN NYOMAN WAYAN NYOMAN WAYAN sudah lupa. . Cepat! : Ah. 136 . saya sudah bosan. 132 WAYAN : Tentu Gusti Biang. 143 . 129 . : Dulu ketika kubawa kemari. Gusti Biang muncul dan Nyoman menghampiri Wayan. : Tapi buku besar yang mana Gusti? : Tolol kamu ini! Buku besar di dalam lemari yang berwarna hijau. : Baik. lalu ambil buku besar. tidak bisa tahan lagi. . jangan biarkan dia mencuri bungkusan itu. : Nanti dulu.. 146 . catatan keluar masuk? Baru sekali ini titiyang mendengarnya . : Sudahlah. 128 . 126 .. aku yang tanggung jawab. dari dalam lemari. 138 . catatan keluar masuk. dia cuma orang tua bangka. 125 . 127 . : Ambil cepat goblok. pasti dia tidak akan begitu. : Akan saya tunggu di desa saja. 137 . Umurnya hampir tujuh puluh tahun. Kalau sampai begitu. : Tidak. ada apa Gusti? : Simpan bugkusan itu. ini kuncinya. WAYAN GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG : Tapi itu pakaiannya sendiri Gusti. 140 . . dia cuma pakai kain rombeng. 131 GUSTI BIANG : Jangan biarkan dia membawa bungkusan itu! Tahan dia Wayan. ambil saja Bape Wayan. Ha . dia tidak begitu? : Siapa bilang begitu? : Aku tidak bilang. 133 NYOMAN : Baik. 139 . . 134 GUSTI BIANG : Suruh dia pergi goblok. 145 . Itu bukan . 135 ... Kenapa Nyoman pusing benar kepadanya? Adegan II Suara Gusti Biang mencari Nyoman. 144 . 142 .. sini barangnya.

149 GUSTI BIANG : Perempuan tak tahu balas budi. 157 GUSTI BIANG : Benar. Gusti Biang bertolak pinggang. dan licik serta apa saja yang jelek-jelek. mau meracun. baik. kau . 163 GUSTI BIANG : Dia akan menguncimu dalam gudang! . : Aku mau diracunnya.blogspot. Gila! : Gusti sendiri yang menyiksa tiyang.. 169 NYOMAN : (Berhenti lalu mendekat dan memandang Gusti Biang dengan marah) Gusti Published : http://banknaskah-fs. 151 . 152 . . : Ayo cepat! Adegan III Wayan masuk membawa bungkusan. 159 GUSTI BIANG : Apa katamu? . Akan kuadukan kau kepada polisi. genit. Disekolahkan malah jadi lawan. 166 NYOMAN : Polisi itu akan membawakan Gusti ular belang.147 . 162 NYOMAN : Wayan akan memutar lehermu! .. 150 . tapi kau juga genit. Maling. 158 NYOMAN : Baik. Tidak tahu berterima kasih. ular. 160 NYOMAN : Kau juga genit. 161 GUSTI BIANG : Apa katamu leak? Wayan akan memutar lehermu! . dikasih makan .com/ 9 . 155 GUSTI BIANG : Benar! . 164 NYOMAN : Dia akan menguncimu dalam gudang! . Nyoman memperhatikan dengan sangat benci. 153 . 154 NYOMAN : Bohong! Itu hasutan anak Gusti Biang sendiri. NYOMAN GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG : Katakan sepuas-puasnya Gusti Biang. tapi Gusti Biang mencegahnya) 168 GUSTI BIANG : Jangan pergi! Jangan duduk! Jangan bergerak! . terlalu. kau memang liar. (Nyoman hendak pergi meninggalkan Gusti Biang. . : Dasar penjilat! Kuberhentikan kau sekolah karena kau main mata dengan guru dan tukang kebun sekolah itu. 165 GUSTI BIANG : Setan! Akan kucarikan kau polisi! . tiap hari malah durhaka. 148 . 167 GUSTI BIANG : Diam! Diam! . 156 NYOMAN : Bohong! . . . . WAYAN GUSTI BIANG : Oh.

Orang disuruh makan tanah terus-menerus. Gusti akan ditertawakan oleh orang banyak. : Baca perlahan dengan jelas. Tapi Gusti. ha . 176 . lebih . GUSTI BIANG NYOMAN : Seperti apa? : Orang kebanyakan saja mempunyai kasih sayang dan menghargai orang lain. kabur Gusti. 172 . 182 GUSTI BIANG : Setan bawa kemari buku itu! . : Begitu mestinya. cepat Wayan! : (Tampak bingung membalik-balik buku) Nanti dulu. (Gusti Biang mengambil buku itu dan memberi isyarat kepada Wayan agar mengambil kaca mata dan lampu teplok. menjadi tauladan tapi seperti . : Hutang apa? Nyoman tidak pernah meminjam uang. 179 . tiyang bosan merendahkan diri. di mana letak keagungan Gusti? Cobalah Gusti berjalan di jalan raya seperti sekarang. mencoba saja. sekarang sebelum kau pergi. apa yang Gusti perintahkan meskipun tiyang sering tidak setuju. 180 . 171 . Badan biasa. Gusti anggap tiyang tak lebih dari cacing tanah. Kau akan kena tulah karena berani menentangku.. 178 . umur lebih kurang delapan belas tahun. mata tiyang kurang terang. Bohong! Bohong tolol! : Memang tiyang tolol. kau harus melunasi hutangmu dulu.. Nyoman Niti. Nah ini dia. sebentar. Begitu mestinya. Tiyang mengikuti semua apa yang Gusti katakan. piih kenapa belum terang juga. Kulit kuning dan rambut panjang. Baca kataku! : (Masih bingung. semua orang berhak dihormati kalau baik. Wayan tak pernah belajar membaca. Sekarang orang tidak lagi diukur dari keturunan tapi kelakuan dan kepandaianlah yang menentukan. saya akan mau di sini mengabdi untuk selamanya. Wayan. mendekatkan lampu) Piih. luhur. GUSTI BIANG : Nah. 181 WAYAN : Gusti lupa. Tapi seandainya mencoba. : Buka bagian yang bertuliskan tinta merah. Tetapi Gusti sudah keterlaluan sekarang... akan terlalu sakit untuk mengubah kebiasaan Gusti. apalagi manusia. asal dari desa Maliling. Biang. : (Meludah) Ha. kau tidak perlu pidato omong kosong. Gusti yang seharusnya agung. dulu tiyang menghormati Gusti karena usia Gusti lanjut. . Buat apa mengatakan ini semua. 177 . di sini dicatat semua perongkosan yang kau habiskan selama kau dipelihara di sini. 173 .. Sekarang tidak hanya bangsawan. Gusti sudah terlalu lanjut. Semutpun kalau diinjak menggigit.. piih. kau perempuan sudra. 174 . Wayan segera melakukannya dan mengangkat lampu teplok tinggi-tinggi) 183 . hei cepat Wayan! 170 . GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN : Nah. GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG Adegan IV (Wayan muncul dengan buku ditangannya) 175 .

aku juga lupa mencatatnya.. membeli obat waktu ia sakit. yang bulu putih. tiga butir kelapa hilang. dan usir dia! 189 . : Gusti Biang . itu belum ditambah yang lain-lain yang aku lupa catat. mencatat hutanghutang titiyang pula. sekarang! Dua baju rok.. semua Gusti catat. Tetapi di sini yang kuingat. Bukan kesalahan Nyoman. benar Gusti Biang. Banyak. Belum lagi ditambah bunganya . Sekarang kau boleh pergi. Piih. Lalu .blogspot. sekotak bedak. 185 . sebuah bola bekel. itu adalah kesalahan induknya yang tidak berhati-hati menjaga anaknya. Rentenya sepuluh persen sebulan.. banyak sekali. nanti kau akan mendapat bagianmu sendiri. Mulai dari tahun lima puluh empat. : Selama dua tahun ini sudah berjumlah dua juta rupiah . hampir dua puluh juta! Published : http://banknaskah-fs. sekilo daging dimakan si belang karena lupa mengunci dapur. menghanguskan nasi. Nah. Kau cuma punya gubuk yang buruk di desa dan tak pernah makan nasi. WAYAN NYOMAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG : (Memotong) Benar. tikar dan seekor anak kucing belang.. ia mendekat ke meja dan meletakkan lampu teplok kemudian berjongkok ) 193 . benarbenar sudah kelewat batas.. sepasang teklek. 184 .com/ . 188 .. kaca jendela dipecahkannya. : Piih. Gusti telah. 192 . hitam. titiyang masih ingat sekali ketika pertama kali Nyoman mengenakan kain kebaya.. korupsi sabun. 187 . Simpan baik-baik untuk dipergunakan kelak. 186 . lima pasang baju.. Nah. Berapa semuanya Gusti? 11 194 GUSTI BIANG : Sudah tak terhitung lagi. Beberapa kali aku memanggil mantri untuk mengobatinya. dua buah gelas tiba-tiba menghilang. sebuah boneka. sepuluh anak ayam tiba-tiba mati. bawa buku ini lagi ke dalam Wayan. korupsi uang belanja dapur dan pekerjaan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. ini perhitungan gila! : (Berkata sungguh-sungguh) Semua telah aku catat bersama tanggal dan hari kejadiannya. Lalu usir dia! Apa yang kau tunggu lagi? Ambil buku ini. piih. ia memecahkan sebuah cangkir dan kaca mataku. ongkos hidupmu hampir delapan belas tahun di sini. WAYAN GUSTI BIANG 191 . kemudian sekarang tahun lima puluh enam! Tidak ada. semuanya itu sudah lewat. Badan titiyang lemas.. coklat.tinggi sedikit dari Gusti Biang. pinsil. WAYAN : Titiyang tak kuasa. satu batang jarum. satu tusuk konde. WAYAN GUSTI BIANG (Wayan tak menerima. : Tahun lima puluh lima. : Ah. sebab aku lupa mencatatnya. Kapan-kapan aku dan Wayan akan datang ke tempatmu dengan seorang polisi dan juru sita sebab kau pasti tidak bisa membayar.. Coba lihat di sini.. kuning. Tiga buah sisir. : Tapi semua itu tak bisa dipertanggungjawabkan kepada Nyoman. batu tulis. kebaya. dan . : Diam! Diam kataku! Ini adalah urusanku. memecahkan kaca jendela. satu biji kelerang. Tahun lima puluh tujuh. Lalu tahun lima puluh delapan! Sepasang sandal. 190 . Seekor ayamku yang paling baik disembelihnya.. Gusti. tahun enam puluh misalnya . dan berumbun.

. : Oh. 200 GUSTI BIANG : Pergiiii! Pergiiii! . 198 . : Lebih dari sepuluh tahun tiyang menghamba di sini. pokoknya saja. titiyang punya nyawapun tak ada harganya dua puluh juta.. : (Beringas) Titiyang tidak memikirkan titiyang punya diri. Tapi ambillah semua itu sebagai tanda bakti tiyang yang terakhir. buta. Bekerja keras dengan tidak menerima gaji... titiyang GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN . Tetapi sebelum titiyang pergi. Tidak perlu rentenya. kau dengar? : Sabar Gusti. : Terlepas? Justru bahaya itu sekaranglah baru mulai Gusti.. 203 . kita sudah terlepas dari bahaya .. kenapa Gusti gelap mata? Gusti telah menghantam semua orang dengan hutang. 205 .. 202 . aku cuma pura-pura. dijadikan bulan-bulanan seperti keranjang sampah. jangan ngarje roras di sini. Pokoknya melebih harta benda yang masih Gusti miliki sekarang. Jangan pikirkan yang dua puluh juta itu. WAYAN GUSTI BIANG NYOMAN GUSTI BIANG NYOMAN : Piih. titiyang benar-benar ingin menangis sekarang. 207 . : Usir dia sekarang juga. Belum lagi sakit hati tiyang karena fitnahan dan hinaan Gusti. (Nyoman menghapus airmata dan berlari ke luar pintu! Janda bangsawan itu mengawasinya dengan mengangkat lampu teplok) Adegan V (Wayan yang duduk membelakangi Gusti Biang tidak tahu kalau Nyoman telah pergi) 201 .. 204 . Dia tidak akan mengganggu kita lagi . 197 . : Tidak usah disuruh Gusti. sepuluh juta kali sepuluh tahun. di mana Nyoman.. disakiti. 208 . WAYAN GUSTI BIANG WAYAN : (Bergumam) Satu milyar kali sepuluh tahun? Aneh-aneh saja pembukuan jaman sekarang! : (Mendekati Wayan) Jangan cerewet Wayan. Gusti? : Dia sudah pergi. tiyang memang mau pergi sekarang. Kalau tidak ada Bape Wayan sudah lama tiyang pergi dari sini. aku tak pernah pinjam uang sepanjang hidupku. Hutang Gusti Biang kepada tiyang. : Maksud Gusti. 199 . Satu milyar dan . 209 . dia sudah pergi dan titiyang tidak melihatnya? : Ya. Selama ini tiyang telah membiarkan diri diinjak-injak. (Melihat Wayan masih jongkok) Apa? Baik aku sendiri yang mengusirnya kalau kau tak mau. Gusti. 196 . (Menoleh ke belakang dan heran) Piih. Awasi dia supaya jangan kembali kemari. 206 . tiyang hitung berapa hutang Gusti kepada tiyang. 195 . : (Tertawa geli) Tenang Wayan.

215 .. : Bohong! : Baik. jangan mendekati anakku. katakan apa maksudmu. 210 . 214 . : (Menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kesal) Nyoman Niti. apa maksudmu? Perang sudah selesai. 226 . Gusti Biang. aku terima tadi. Nyoman adalah tunangan Ngurah. berani sumpah. kenapa dia Wayan? Ya katakan.blogspot. itu hanya ada dalam kidung-kidung Smarandanamu. 221 . 213 . Kalau tidak.memikirkan putra Gusti Biang. GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG Published : http://banknaskah-fs. 13 GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN 218 . 229 . 216 .com/ . semua itu hasutan. : (Panik) Katakan. Nyoman begundal itu. Gusti Biang. pendidikannya rendah tapi hatinya baik. daripada . bacalah surat itu kalau tidak percaya! : Surat? Ini surat Ngurah. : Kalau begitu alamat akan perang. : Perang. 227 . Dan. Ke mana tadi perginya Gusti? Titiyang akan mengejarnya. : Ngurah tidak akan sudi menjamah perempuan dekil itu. 225 . Demi apa saja! : Tidak. mana kaca mata itu. 224 .” biar dimakan leak. Anakku tidak akan kuperkenankan kawin dengan bekas pelayannya. : Ratu Ngurah benar-benar mencintai Nyoman. kami keturunan ksatria kenceng. : Tapi mereka saling mencintai! : Cinta? Apa itu cinta. Nyoman adalah tunangan Ngurah.. 212 . Segera kita akan baca berita yang dikirimnya.. 230 . : Apa maksudmu Wayan? : Buta! Tuli! Pikun! Piih! Dunia! Dunia . tidak ada perang lagi! : Wayan tidak mau kehilangan tongkat dua kali. 222 . calon menantu Gusti Biang sendiri. Keturunan raja-raja Bali yang tak boleh dicemarkan oleh darah sudra. GUSTI BIANG WAYAN : Bagus Wayan.. Ah. 220 . : Tapi kalau Ratu Ngurah menghendaki. kenapa dia? : Gusti. “Biar hanya orang desa. 228 . bagaimana? : Bisa saja dipelihara sebagai selir. 219 . 217 . Ratu Ngurah sendiri yang mengatakannya. 223 . : Ya. : Dia akan mengumpat titiyang dan akan mengalungkan ular karena keteledoran titiyang. Suamiku dulu memelihara lima belas orang selir. 211 . “Aku akan mengawini Nyoman Bape” katanya.

Kita harus benar-benar menjaga martabat ini. Betapa pinternya ia menghormati (Membaca lagi) dengan singkat ananda kabarkan bahwa ananda segera pulang. Oh. : Ya bermaksud apa? Baca terusnya Gusti Biang. GUSTI BIANG : Swatiastu. : Ya. 238 .. 233 WAYAN : Coba baca! . Sudah kurundingkan pula dengan keluarganya di sana. kau biang keladi semua ini.. kau memang licik! Dasar manusia sudra! Kau menghasut anakku supaya kawin dengan Nyoman karena kau sendiri gagal! : Siapa bilang tiyang gagal! 235 . sebab tak ada lagi gunanya. kaulah hantu yang memburu hidupku.. bahkan mungkin ananda akan berhenti sekolah saja. Kalau aku bilang tadi. Ngurah harus kawin dengan orang patut-patut. Sudah kujodohkan sejak kecil dia dengan Sagung Rai. Dia tidak boleh mendurhakai orang tua seperti itu. 237 . WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG 241 . 236 . Aku melarang keras. apa saja yang aku katakan kamu lawan! Dewa Ratu. Kau sakit gede! : Tidak... (Gusti Biang membaca dekat lampu teplok dan Wayan mendengarkan dengan tenang) 234 .. 239 . titiyang tidak ikut campur Gusti Biang. Apa nanti kata Sagung Rai? Apa nanti kata keluarganya kepadaku? Tidak. Aku masih ingat kejadian jaman dulu. Waktu aku masih muda dan kau memburuku dengan mata buayamu itu. Tidak sembarang orang dapat dilahirkan sebagai bangsawan. Meskipun ananda belum menyelesaikan pelajaran. 240 . : (Tiba-tiba surat itu jatuh dari pegangannya) Jadi. dia benar-benar mau kawin dengan perempuan itu? : Ya! : Tidak! Ini tidak boleh terjadi. dengarlah Wayan. Lebih baik aku mati menggantung diri daripada menahan malu seperti ini. 242 . ananda bermaksud (Mengulang sambil mendekatkan lampu teplok) : Bermaksud apa? : Bermaksud.231 WAYAN : Sudah lima hari yang lalu! . kalau dia mengotori nama baikku. Kau yang menghasut supaya mereka bertunangan. Ananda hendak menjelaskan kepada ibu bahwa ananda tidak bisa lagi berpisah lebih lama. 232 GUSTI BIANG : Tapi! Kau keterlaluan! . bermaksud .. ananda bermaksud . Supaya ibu tidak kaget nanti. Ananda telah merencanakan berunding dengan ibu. kapan hari baik untuk mengawinkannya. Rahasia ini ananda simpan sejak lama. aku akan malu sekali. kamu bilang sudah lima hari. WAYAN GUSTI BIANG 243 WAYAN . tidak! (Wanita itu menjerit dan mendekati Wayan dengan beringas) Kau. ibunda tercinta . Sudah masanya sekarang ananda menjelaskan. Apapun yang terjadi dia harus terus menghargai martabat yang diturunkan oleh leluhur-leluhur di puri ini. akan saya terangkan bahwa ananda bermaksud.

Tinggalkan rumah suamiku ini. Kau telah menghina suamiku. Pahlawan penjajah! Orang-orang seperti dia telah menikam perjuangan dari belakang. : Suami Gusti Biang seorang pembohong! : Bedebah! Berani kau menghina pahlawan di puri ini? : (Tertawa pehit. Untuk beberapa saat ia tertidur di kursi itu) BABAK III TEMPAT TIDUR GUSTI BIANG Adegan I Gusti Biang tertidur ketika Ngurah masuk. (Wayan meninggalkan ruangan.. jongkok) dia sudah menjadi setan. 254 GUSTI BIANG : Pergi leak! Jangan kau menggangguku lagi. 251 . Ini tidak bisa dimaafkan lagi. terkutuk! Dewa Ratu. (Agak rendah. tiyang akan pergi Gusti Biang. tinggalkan gudangku itu. suamiku dihinanya. Wajahnya menjadi keras) Pahlawan? Pahlawan apa? Siapa yang mengatakan dia pahlawan? : Semua mengatakan dia pahlawan! Dia telah berjuang untuk kemerdekaan dan mati ditembak Nica! : Itu bohong! Orang-orang seperti dia yang menggabungkan diri dalam pasukan Gajah Merah memang pantas disebut pahlawan. Aku tak sudi memandang mukamu! (Melempari wajah Wayan dengan botol) : Baik aku akan pergi sekarang. Tapi sebelum aku pergi akan aku jelaskan tentang pahlawan gadungan itu. 244 . 252 . Published : http://banknaskah-fs. anakku dihasutnya. 246 .blogspot. Pergi! Pergi! Sebelum aku mengutukmu. 255 WAYAN : Baik. pergi bedebah! GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG 253 WAYAN : Benar? . Enyah dari rumah suamiku. Terkutuk. semua mendustaiku. 245 . 249 . : (Memotong) Tidak! Aku tidak mau mendengar.com/ 15 . Aku juga bosan di sini meladeni tingkah lakumu. malangnya nasib orang tua ini. terkutuk bedebah itu. pergi! Rumah ini kepunyaanku. 247 . GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN : Suamiku yang telah menggagalkan kau. GUSTI BIANG : Tinggalkan gudang itu sekarang juga. 248 . 250 . Pergi! . (Memandang sekeliling lalu duduk di kursi.. : Pergi! Pergi bangsat! Angkat barang-barangmu... . Apa yang harus aku katakan kepada Sagung Rai kalau Ngurah kawin dengan perempuan sudra itu? Bedebah. semua orang menjadi binatang. Gusti Biang melontarkan kutukan) 256 . Gusti harus tahu . Aku akan menyusul Nyoman.

. Kamu jadi kurus hitam. bekerja sambil belajar. : Justru karena tiyang memikirkan ibu jadi begini. : Kau memikirkan ibumu kalau kau perlu uang. : Itu koper yang ibu belikan dulu? : Ya. 272 . Semua tergantung .. 269 . Kurang ajar. Itu barang-barangmu? : Ya. 281 NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH . 278 . 276 . 265 . banyak sekali yang saya pikirkan. Tiyang datang Ibu .. direndahkan. : Karena itu kamu gagal. NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG : Ibu . 271 . apa kau akan kembali ke situ? : Saya tidak tahu. 260 . Mana barang-barangmu yang lain? : Masih ada di pondokan.. 261 .. 267 . 275 . kau sudah lupa pada ibumu. 268 . saya bekerja di situ. tak ada yang merawatku. keadaan tentunya saja. 280 .257 . 279 . 274 . Kalau kau ada di rumah. 262 . 270 .. : Siapa? : Tiyang Ngurah. seperti kuli. 277 . : Bekerja? Katanya belajar kenapa bekerja? : Ya. 259 . : Ibu kira kau sudah jadi orang. : (Mengusap matanya tak percaya lalu terbelalak sambil tersenyum) Ngurah . : Koper itu bisa kau jaga. : Mengapa kau tinggalkan di situ. tapi tujuanmu ke sana tidak. aku telah dihina. 264 . : Tergantung apa? : Entahlah. betul ibu. : Ngurah? : Yah! Ngurah.. Semua orang sudah pergi. ternyata? Mana cincinmu? : Cincin? 263 . : Ya. 273 . mereka tidak akan berani. bangun ibu. Ngurah. : Ibu.. 258 . leak. kenapa kau baru pulang. 266 . : Tapi kau tak pernah memikirkan ibumu.

287 . : Ya. perawan macam apapun di sini ada. 295 . gincu. ibu bicara apa itu? : Kau sudah besar dan pantas kau memberikan aku cucu. 284 . lebih halus. : Tapi kamu pasti tidak lupa membelikan begundal itu klompen. nanti saja kita bicarakan. : Ibu. Jangan-jangan kau akan ikut merendahkan dan menghina ibumu ini. Sekarang! Apa oleh-olehmu untuk Sagung Rai? Ha. nanti kita bicarakan. 289 ... tas. untung kau tidak membawa perempuan dari sana. baju brokkat.. GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG : Waktu berangkat dulu kau ibu kasih tiga buah cincin peninggalan ayahmu. Aku bisa mati berdiri. : Tidak. Aku sudah dapat firasat buruk. 286 . Hanya itu yang aku tunggu sekarang. 292 . 293 . : Kau sendiri yang menulis kan? : Ya. Tapi tidak ada yang lebih cantik. lebih rajin dari Sagung Rai di seluruh puri-puri di Tabanan ini. Perempuan kurang ajar! : Perempuan? Perempuan siapa ibu? : Putar-putar! Aku sudah menerima suratmu. 283 . mana sekarang? : Masih ada. 297 .ha kamu juga tidak membawa apa-apa buat ibu bukan? : Maaf ibu.. : Nanti saja kita bicarakan itu. : Kau ingat apa yang kau tulis? Benar semua itu? : Ya. ha! Aku minta balsem cap macan saja tidak digubris. 298 . tinggal pilih saja. Kalau cuma perawan. : Ngurah kau anak durhaka! 17 285 . 290 . 282 . Besok kamu harus ke sana membawa oleh-oleh. sebelum kelewatan. NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG Published : http://banknaskah-fs. nanti.blogspot. 300 . 299 . kaca mata. de colognet. 288 . tiyang akan jelaskan.com/ . Buat apa kau pergi jauh-jauh kalau untuk bertambah bodoh. Sekarang dia sudah besar dan cantik sekali.. 296 . kalau barang peninggalan leluhurmu sudah kau perlakukan seperti itu. 294 . seperti Ngurah Purname di puri Anom. : Ada di tukang gadai? Aku sudah tahu kelakuan anak-anak yang mengakungaku sekolah tapi nyatanya hanya nonton bioskop. 291 . benar Ngurah kau yang menuliskan surat itu? : Sebentar ibu. : Nanti atau sekarang sama saja.

306 . Ini adalah rumahku dan kau adalah ahli waris satu-satunya. mari kita bicarakan nanti baik-baik. Jangan membuatku malu. tenanglah ibu. 310 . sekarang juga harus selesai! : Begitukah keputusan ibu? : Ya. tiyang sudah lelah. 319 .. Ibu telah menjodohkan kau sejak kecil dengan Sagung Rai. : Tidak. : Apa kurangnya Sagung Rai. : Baiklah. 311 . menurunkan kita semua di sini. 308 . 320 . jangan coba-coba memasuki rumah ini. NGURAH GUSTI BIANG : Ibu. 316 . : Kami saling mencintai ibu. kita harus meyelesaikannya. Semuanya nanti kita bicarakan. 314 .. Apa itu cinta? Yang ada hanyalah kewajiban menghormati leluhur yang telah menurunkanmu. jangan lagi menyebut ibu kepadaku. 315 . dibanding dengan perempuan desa itu. Dia NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG 317 . kalau itu yang ibu kehendaki. : Tidak! Kalau masih berniat kawin dengan dia. (Hendak duduk) : Kau tak perlu duduk! Ibu sendiri tak akan duduk sebelum semuanya selesai dengan baik. 302 . Tak ada waktu lagi berpanjang-panjang. Jadi kau bermaksud kawin dengan penjeroan itu? : Begini ibu . Jawab! : Ya. : Ngurah! Kau sudah diguna-gunanya. : Tenang. Benar kau mau mengawininya? Jawab Ngurah. 304 . 307 . : Kau boleh berbuat sesukamu kalau semuanya sudah beres. : Jawab saja dengan singkat. 303 .301 . 312 . 305 . : Kenapa tidak? Ibu dan keluarganya telah selesai merundingkan semua. dan kalau kawin juga dengan dia. Kita akan selesaikan sekarang. : Ibu pun sangat lelah. 318 . NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG . : Tiyang ingin istirahat dulu. Sebelum ini berakar menjadi sakit hati. Aku telah menyediakan orang yang patut untukmu. tiyang tidak mau kawin dengan dia. titiyang akan mengawininya. betapapun kau menghendakinya. : Cinta? Ibu dan ayahmu kawin tanpa cinta. 313 . Kau tak boleh kawin dengan dia. 309 . : Sagung Rai? Tidak ibu.

330 . Tapi karena ibu menolaknya karena sola kasta. : Kenapa tidak? : Dia tidak pantas menjadi istrimu! Dia tidak pantas menjadi menantuku! : Kenapa tidak ibu? Kenapa? Siapa yang menjadikan Sagung Rai lebih pantas dari Nyoman untuk menjadi istri? Karena derajatnya? Tiyang tidak pernah merasa derajat tiyang lebih tinggi dari orang lain. 333 . 322 . soalnya bukan itu. Kelakuannya halus dan rajin. sekarang orang ingin memilih sendiri teman hidup. Tetapi untuk mengawininya dengan upacara itu tidak bisa. Setan tua itu juga! Biar mati dua-duanya sekarang! Kalau kau mau ikut pergi terserah. Ibu . ibu harus mengerti. sebab aku telah memeliharanya sejak kecil. GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG BABAK IV Published : http://banknaskah-fs. Kehormatan suamiku. itu justru menyebabkan tiyang harus berhati-hati. Panggillah Nyoman dan Bape Wayan. Kau boleh berbuat sesukamu. Aku akan mempertahankan kehormatanku. 332 .. kehormatan leluhur-leluhur di puri ini. Sekarang ini soal kebangsawanan jangan di besar-besarkan lagi. Tiyang akan menerima akibatnya (Gusti Biang menangis.sudah tamat SMP. alasan yang tidak sesuai lagi. : Tidak! Sudah kuusir leak-leak itu! Aku sudah dihina. kita bicarakan tenang-tenang. 331 . NGURAH : Tiyang sebenarnya pulang meminta restu dari ibu. 326 . Ngurah bergulat dengan batinnya) 329 .blogspot. terserahlah.kau akan ketulahan. yang lain omong kosong semua! 323 . NGURAH GUSTI BIANG : Ibu. : Tinggalkan aku anak durhaka! Pergilah memeluk kaki perempuan itu! Kau bukan anakku lagi! Leluhurmu akan mengutukmu. : (Memegang kepala) Ini tidak bisa diselesaikan begini saja. diinjak-injak! : Diusir? Nyoman. 324 . NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH (Gusti Biang terbelalak dan mendekat) 328 . kehormatan Sagung Rai. 327 . ibu usir? (Keluar) : Ya! Leak itu tidak boleh masuk rumahku ini.com/ 19 . 334 . : Kalau ingin kau pelihara perempuan sudra itu karena nafsumu. Boleh kau pelihara sebagai selir. : Tidak? : Tidak! Aku menentangnya. kalau tidak ibu akan ditertawakan orang.. Ibu harus menyesuaikan diri. Harus pintar berkelakuan baik agar bisa jadi teladan orang. Kalau toh tiyang dilahirkan di purian. 321 . 325 . NGURAH : Tiyang akan kawin dengan Nyoman.

DEPAN RUMAH MALAM Adegan I Wayan muncul membawa kopor seng dan senjata. : Apa kabar Bape? : Buruk tu Ngurah.. Titiyang tidak bisa mendamaikannya. 341 . 346 . : Bape sehat-sehat saja? : Marahlah. umpatlah si tua yang pikun ini. buruk sekali. 353 GUSTI BIANG : Pergi Leak. : Kenapa? : Nyoman telah pergi. Saya juga telah bertengkar dengan ibu. 343 . Ngurah menahannya ) 354 NGURAH : Bape! Jangan pergi! Ingat saya Bape. NGURAH Adegan II (Gusti Biang muncul) 351 . : Ke mana? : Baru saja tiyang hendak menyusulnya sekarang. tak baik kalau tiba-tiba pergi. 336 . 350 . Nyoman sudah sering ingin minggat. 348 . sudah lama Gusti Biang tidak cocok dengan Nyoman. Duduklah bape. Jadi Bape akan tinggalkan? . Semuanya akan selesai nanti. 340 .. 347 . : Baru saja? : Ya. Pasti ibu yang salah. Bape sudah bertahun-tahun di sini. bape jangan ikut pergi. GUSTI BIANG WAYAN : Tinggalkan rumahku sekarang ini juga. : Kenapa dia pergi Bape? : Tu Ngurah tahu sendiri. 345 . 339 . 342 . : Bape Wayan! : Tepat sekali ratu Ngurah datang. : Tiyang sudah berusaha baik-baik tapi tidak berhasil. baru saja. tapi tadi. 338 . jangan mengotori rumah suamiku. Lalu melihat ke dalam rumah Ngurah muncul dari samping Wayan 335 . Bape pergi sekarang (Kepada Ngurah). : Sudahlah biar dulu begitu. 337 . Salah titiyang juga tu Ngurah. duduklah bape . 349 . pasti belum jauh. . tiba-tiba saja dia pergi. 344 . 352 . (Wayan hendak pergi. WAYAN NGURAH WAYAN NGURAH WAYAN NGURAH WAYAN NGURAH WAYAN NGURAH WAYAN NGURAH WAYAN NGURAH WAYAN : Tu Ngurah . Duduklah Bape..

355 . 364 . Bape pergi tu Ngurah (Mengangkat koper hendak pergi ) : Tunggu dulu! Apa yang kau bawa itu? Kau mencuri barang-barangku. 367 . 365 . 358 . Nica jahanam. di mana peluru yang menewaskan ayah? (Mengambil bedil dari tangan Wayan) : Tentu aku selalu membawanya sebagai jimat. : Ini bedil pak Rajawali. 370 . 356 . 363 . Sekarang keadaan tambah buruk. 357 . 362 . 372 WAYAN : Nica tidak mempunyai bedil macam ini. 373 GUSTI BIANG : Tidak! Usir dia Ngurah! Usir cepat! . : Rebut saja! Jangan percaya dia lagi! : Ibu. 374 WAYAN : Bedil macam ini hanya dipunyai gerilya. 368 . GUSTI BIANG WAYAN : Dia hantu! Tinggalkan rumah ini cepat! : Ya. Senjata laknat ini yang telah membunuh suamiku. tiyang hantu.. I Gusti Published : http://banknaskah-fs. : (Tertarik kepada bentuk bedil itu) Coba lihat. dokter itu juga memberikan senjata yang dipergunakan untuk menembakkan peluru ini. 366 . : Bedil itu kepunyaanku! : Kepunyaan Gusti Biang? (Kepada Ngurah) Ini bedil Bape . 375 GUSTI BIANG : Bedebah! Tidak! Jangan biarkan dia bicara. : Bedil ini kepunyaan tiyang. : Benar? Coba saya ingin lihat. 376 WAYAN : (Tertawa) Semua pahlawan mati tertembak Nica. 359 . Ibu menyimpannya sebagai kenang-kenangan. seperempat abad tiyang mengabdi di rumah ini karena cinta. Kemudian atas permintaan ibu. : Ngurah! Ambil bedil itu! Ia mencuri bedil yang kusimpan di kamar ayahmu. usir! . anakku kamu hasut. aneh sekali bentuknya. : Setan. . .blogspot. 361 . Dokter Belanda itu membedah mayat ayah dan menyerahkan peluru ini kepada ibu. Bedil? Bedil siapa itu? : Pak Rajawali punya bedil waktu revolusi. 369 . 360 .com/ 21 . tetapi dia tidak. Bedil ini sudah banyak membunuh pengkhianat.. Bedil peninggalan suamiku kau curi! Ambil bedil itu Ngurah! Bedil itu wasiat ayahmu. : Coba lihat (Menerima peluru) Peluru ini yang telah membunuh ayah.. . GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG NGURAH WAYAN NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH 371 GUSTI BIANG : Benar.

382 . dia menghina ayahmu! Usir dia! Tembak dia sampai mati! : (Memegang ibunya yang hendak memukul) Tenang ibu! : Coba katakan lagi suamiku penghianat! Coba! Kupukul kau bedebah. Dialah yang telah berkhianat. Siapa yang bertanggung jawab atas kematian sembilan puluh enam kawan-kawan yang berjuang habis-habisan itu? Dalam perang puputan itu kita kehilangan Kapten Sugianyar. Siapa yang membocorkan gerakan Ciung Wanara di Marga dulu? Nica-nica itu mengepung Ciung Wanara yang dipimpin oleh pak Rai. Tiyang bisa membaca dokumen-dokumen dan surat-surat rahasia yang ada di meja kerjanya. menghujani dengan peluru dari berbagai penjuru. nanti tetangga-tetangga bangun. Sebab tiyang yang telah mendampinginya setiap saat dulu. hanya beliau dilahirkan sebagai putra Bangsawan yang berpengaruh serta dihormati karena jasa-jasa leluhur. : Tidak! Itu tidak benar! Suamiku seorang pahlawan Ngurah usir dia. 383 . : (Menghampiri Wayan) Saya tidak percaya! : Jangan percaya! Leak! : Bape menghina keluarga saya. biar. : Leak! Terkutuk kau! : Sabar ibu! (Mendudukkan ibunya) : Kenapa kau diam saja anak durhaka! Tembak jahanam itu! Dia menghina suamiku. 377 . 380 .. GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH WAYAN . dia ditembak mati gerilya sebagai penghianat. 390 . dosa beliau kepada pak Rai terhadap semua korban puputan itu seperti dilupakan. seperti tu Ngurah dengan Nyoman. 381 . kawan-kawan tiyang yang paling baik. Tiyang tidak buta huruf seperti disangkanya. : Biar. 386 . Desa Marga menjadi saksi semua itu. 384 . bahkan kehilangan pak Rai sendiri. bahkan dibom dari udara sehingga kawan-kawan semua gugur. Begitulah keadaannya. 385 . 379 . 387 . Tetapi tiyang WAYAN 388 . : Baik ibu. 392 . tapi tenang. : Dengar. dialah yang telah melaporkan gerakan itu semua kepada Nica. GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG WAYAN GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH GUSTI BIANG NGURAH Ngurah Ketut Mantri bukan seorang pahlawan. Usir dia sekarang (Batuk keras) : Bape bilang ayah saya penghianat? Kenapa Bape Wayan membeo kata orang yang iri hati? Bape sudah bertahun-tahun di sini mengapa mau merusak nama baik keluarga kami? (Saling berpandang-pandangan) : (Dengan tegas) Tiyang tahu semuanya. 378 . : Dia memang penghianat. 391 . Sejak kecil tiyang sepermainan dengan dia. 389 . tu Ngurah. : Bukan menghina tu Ngurah.

Susah payah saya memperbaiki nama baik keluarga. banyak penghianat-penghianat di bumi ini dianggap orang sebagai pahlawan sedangkan yang benar-benar berjasa dilupakan orang. 400 . 404 NGURAH : Lalu? .sendiri tidak pernah melupakannya. jangan hanya prasangka! : (Menggeleng) Berikan bedil itu Tu Ngurah! : Ayahmu ditembak Nica! : (Membentak) Buktikan! : Buat apa? : Buktikan! : Tiyang selalu mendampinginya. Bape lupa. Sekarang bape hendak menodainya. tetapi tak tahu siapa yang menembaknya. besar jasa ayah saya kepada perjuangan. (Kepada Ngurah) Ngurah. itu bedilku. Tiyanglah yang selalu dekat dengan dia. kau telah mencurinya. Sementara Ngurah hanya tercengang) 408 . Dia seorang penjilat. buktikan kalau ayah saya seorang penghianat. diam-diam menjadi musuh dalam selimut. 399 . 403 . Wayan mengambil bedil itu dari tangan Ngurah dan Ngurah seperti tak bertenaga memberikan bedil itu) 405 . 406 NGURAH : Bape? . musuh gerilya. (Membelai bedil) Tiyanglah yang menembaknya. Mencari-cari kesalahan memang gampang bape. Kalau tidak. Tapi dia bukanlah seorang pejuang. : Tidak. WAYAN : Diam! Diam! Sudah waktunya menerangkan semua ini sekarang. 402 . Sayang beliau sudah meninggal. Bukan hanya seorang. sebab dia suami sah ibu Ngurah. 398 . WAYAN : (Pelan) Aku telah sengaja melupakannya. NGURAH WAYAN GUSTI BIANG NGURAH WAYAN GUSTI BIANG NGURAH WAYAN NGURAH WAYAN Pergi! : (Memalingkan muka hendak pergi tapi tiba-tiba tertegun dan berbalik) Berikan bedil itu Tu Ngurah. Dia bukan lelaki 23 Published : http://banknaskah-fs.blogspot. (Wayan hanya tersenyum sinis) 394 .com/ . Dia sudah cukup tua untuk tahu. 407 GUSTI BIANG : Tidak! Tidak! Tidak! (Berdiri hendak melempar dengan tongkat) . 393 . dan tiyang seorang gerilya. 396 . NGURAH : Saya tak senang dengan cara-cara bape ini. 401 . Tarik kata-kata bape. 397 . Belanda itu memungutnya. Ngurah mungkin mengira ayah Ngurah yang sejati. 395 . : Coba buktikan. Berikan bukti yang nyata. (Mereka saling berpandang-pandangan. Ia akan menjelaskannya. (Wayan segera merampas dan mendudukkannya kembali.

. Kalau dia harus melakukan tugas sebagai seorang suami. hidup. semua itu tiyang lakukan dengan sengaja untuk melupakan kesedihan. Wayan kasihan dan mendekati Gusti Biang. Sekarang lupakan semua itu. hati kami merasa lega. Dia memiliki lima belas orang istri. Hanya kesombongannya terhadap martabat kebangsawanannya menyebabkan dia menolakku. Dia seorang pahlawan dan pantas Ngurah sebut ayah. sudah tahu semuanya. Tapi tidak semua keburukan yang kita ketahui itu perlu diketahui orang lain. jangan-jangan dia mendapatkan halangan di jalan. (Ngurah tak percaya dan menghampiri ibunya yang mulai menangis) 409 . tapi itu hanya untuk menutupi kewanduannya. dan menganggap dia sebagai ayahmu yang sebenarnya. Lupakan. kejar dia sebelum terlambat. WAYAN : Ngurah. Ya . Kejarlah perempuan itu. Meninggalkan tiyang yang tetap mengharapkannya. Beberapa saat kemudian Wayan memandang Ngurah lagi) 414 . siapa sebenarnya ayah Ngurah yang sejati.. penghianat itu. Bape akan mengurus ibumu. Ngurah. lalu dia kawin dengan bangsawan. Titiyang bukan ayah Ngurah. Tiyang tidak pernah kawin seumur hidup dan orang-orang selalu menganggap tiyang gila. Tapi tiba-tiba ia teringat sesuatu dan kemudian berkata) Tidak. Cuma tiyang sendiri yang tahu. kalau bisa membuat keadaan . semata-mata hanya soal kasta. (Ngurah memalingkan muka ketika Wayan menatapnya) 415 . sedangkan cinta itu semakin mendalam. 410 NGURAH : (Berdiri dan bertanya dengan tolol) Betulkah itu? . Tiyang adalah Wayan yang pikun dan akan segera mati. Seperti cinta Ngurah kepada Nyoman.. sampai . (Memandang Ngurah dengan lembut. Sebab sesungguhnya kami saling mencintai sejak kecil. Pergilah cepat. WAYAN : Semua itu bohong. kehilangan masa muda yang tak bisa dibeli lagi. Tapi Jangan terlalu memikirkannya. Gusti Biang terpaku dan merasa malu sekali. dia seorang wandu. Lupakan saja itu semua. jangan bersakit-sakit memikirkannya. WAYAN : Tiyang menghamba di sini karena cinta tiyang kepadanya.. sampai tua bangka ini. tiyanglah yang sebagian besar melakukannya. 412 NGURAH : Betulkah semua itu Ibu? . Ngurah sudah pantas mendengar itu. Itu memang sudah terjadi tetapi sekarang setelah Ngurah tahu..jantan. . Coba tanyakan kepada ibu Ngurah. Tiyang bisa ditinggalkannya. Tapi semua itu menjadi rahasia . banyak terdapat keburukan di atas dunia ini. Ngurah tidak boleh kehilangan masa muda seperti bape hanya karena perbedaan kasta. (Kedua laki-laki itu saling memandang. WAYAN : Dia pura-pura saja tidak tahu siapa laki-laki yang selalu tidur dengan dia. 411 WAYAN : Tanyakan sendiri kepada dia. Kau lahir.. Mungkin dia bermalam di dauh pala di rumah temannya. dan beliau itu (Menunjuk potret) bukan penghianat. (Gusti Biang terus menangis sementara Ngurah terus bertanya sambil berteriak) 413 . tuli. Dia pasti tidak akan berani pulang malammalam begini. pikun.

416 WAYAN : Bagaimana Gusti Biang? . Sekarang sudah waktunya pemuda-pemuda bertindak. : (Tersenyum) Kalau begitu Wayan tidak jadi pergi. WAYAN : Kenapa Ngurah dicegah kawin? Kita sudah cukup menderita karena perbedaan kasta ini.. Gusti Biang mengangkat lampu teplok untuk Wayan. tapi laki-laki itu mendekatinya. 418 WAYAN : Waktu telah tiba. (Dengan manja) Tapi jangan ceritakan lagi tentang yang dulu-dulu. Wayan akan menjagamu Sagung Mirah. . . 425 GUSTI BIANG : Huuuuuuuuuussssssss! . TAMAT Published : http://banknaskah-fs. (Gusti Biang tertunduk dan Wayan menghapus air matanya) 420 . (Tanpa menoleh Ngurah meninggalkan tempat) Adegan III Gusti Biang sudah berhenti menangis.. dia sudah cukup dewasa untuk mengetahuinya. Pergilah Tu Ngurah dan tiyang yang akan meladeni Gusti Biang. anak-anak itu berumah tangga dengan baik.blogspot. . 424 WAYAN : Kau tetap cantik seperti Dewi Sri . 421 . .com/ 25 . 422 . Ia malu menatap Wayan. 419 GUSTI BIANG : Kau menyebabkan aku sangat malu. Dunia sekarang sudah berubah. sampai kita berdua sama-sama mati dan di atas kuburan kita. Kita akan mengawinkannya. Aku sangat malu. 417 GUSTI BIANG : (Kemalu-maluan) Kenapa kau ceritakan semua itu padanya.lebih buruk lagi. GUSTI BIANG WAYAN 423 GUSTI BIANG : Apa Wayan? . Sagung Mirah .. bagaimana Gusti Biang? : (Sambil menghapus air matanya) Aku tidak akan mencegahnya lagi. Orang harus menghargai satu sama lain tanpa membeda-bedakan lagi. Wayan tertawa lalu berjalan ke gudang.