Anda di halaman 1dari 14

Enterobisis

Rendy Aprianus Santoso (10.2008.020) Mahasiswa Fakultas Kedoteran UKRIDA Semester IV Jakarta 2011 Email: Rendy13_santoso@ymail.com

Skenario 3
menggaruk daerah anusnya sejak 5 hari yang lalu. Tanda-tanda vital tidak ada kelainan, Anak laki-laki, usia 3 tahun dibawa oleh ibunya ke puskesmas dengan keluhan kalau malam tidur gelisah,selalu tidak nafsu makan. Pada pemeriksaan fisik tinja terlihat telur cacing dengan dinding asimetris.

PENDAHULUAN
Enterobiasis/penyakit cacing kremi adalah infeksi usus pada manusia yang disebabkan oleh cacing E. vermicularis. Enterobiasis merupakan infeksi cacing yang terbesar dan sangat luas dibandingkan dengan infeksi cacing lainnya. Hal ini disebabkan karena adany hubungan a yang erat antara parasit ini dengan manusia dan lingkungan sekitarnya Parasit ini lebih banyak didapatkan diantara kelompok dengan tingkat sosial yang rendah, tetapi tidak jarang ditemukan pada orang-orang dengan tingkat sosial yang tinggi. Cacingan, penyakit yang cukup akrab di kalangan anak -anak Indonesia. Mulai dari yang berukuran besar seperti cacing perut, sampai yang kecil setitik seperti cacing kremi (pinworm). Cacing kremi atau Oxyuris vermicularis atau Enterobius vermicularis adalah parasit yang hanya menyerang manusia, penyakitnya kita sebut oxyuriasis atau enterobiasis Enterobiasis juga merupakan penyakit keluarga yang disebabkan oleh mudahnya penularan telur baik melalui pakaian maupun alat rumah tangga lainnya. Anak berumur 5-14 tahun lebih sering mengalami infeksi cacing E. vermicularis dibandingkan dengan orang dewasa yang lebih bisa menjaga kebersihan dibandingkan anak-anak Pertumbuhan telur cacing tergantung pada tingkat pertumbuhan, temperatur dan kelembaban udara. Telur yang belum masak lebih mudah rusak dari pada telur yang masak. Telur cacing rusak pada temperatur 45ºC dalam

1

b. Anamnesis umum Dari anamnesis umum ini didapatkan data pribadi penderita sebagai berikut : Nama. a. pekerjaan. alamat dan lainnya. umur.waktu 6 jam. tanggal lahir dan tahun. Udara yang dingin dan ventilasi yang jelek merupakan kondisi yang baik untuk pertumbuhan telur cacing. Dalam anamnesis khusus didapatkan keterangan mengenai:     Keluhan utama Riwayat penyakit sekarang Riwayat penyakit dahulu (termasuk gangguan fisik yang pernah diderita) Pemakaian obat (termasuk obat yang dibeli bebas) yang sedang atau pernah digunakan penderita karena hal ini penting. ISI Pemeriksaan Anamnesis1 Anamnesis merupakan kumpulan informasi subjektif yang diperoleh dari apa yang dipaparkan oleh pasien terkait dengan keluhan utama yang menyebabkan pasien mengadakan kunjungan ke dokter. Anamnesis khusus Dari anamnesis khusus ini kita dapat memperoleh keterangan tentang hal-hal yang berkaitan dengan keadaan / penyakit penderita. Pemeriksaan Fisik1 Pemeriksaan tekanan darah Pemeriksaan suhu tubuh Pemeriksaan pernapasan Pemeriksaan nadi inspeksi 2 . agama. jenis kelamin . Anamnesis dapat didapatkan dari allo atau auto anamnesis.

Telur maupun cacingnya bisa didapat dengan cara menempelkan selotip di lipatan kulit di sekitar anus. Dikatakan seseorang bebas dari infeksi cacing jika pada pemeriksaan yang dilakukan 7 hari berturut-turur hasilnya negatif2. mereka aktif bergerak. Pemeriksaan ini di lakukan pada pagi hari sebelum mandi atau defekasi . Anal swab adalah suatu alat dari batang gelas atau spatel lidah yang pada ujungnya dilekatkan scotch adhesi. periksa di bawah dibawah mikroskop. Ve tape. terutama dalam waktu 1-2 jam setelah anak tertidur pada malam hari. pada pagi hari sebelum anak terbangun. Yang paling baik dengan alat anal swab .Pada pemeriksaan inpeksi kita hanya melihat dengan mata telanjang pada anus penderita. 3 . anal swab yang di tempelkan di 1 sekitar anus. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan tinja hasilnya positif kurang karena hasil positif kurang lebih hanya 5% dari yang seharusnya. Pemeriksaan perlu dilakukan berulang-ulang dalam beberapa hari berturut-turut kerena imigrasi cacing betina hamil tidak teratur. tempelkan pada kaca sediaan yang telah ditetesi toluol atau larutan iodium dalam xylol. Cacing kremi berwarna putih dan setipis rambut. tiga kali pemeriksaan menemukan lebih kurang 90%. Kemudian selotip tersebut ditempelkan pada kaca objek dan diperiksa dengan mikroskop. Sekali pemeriksaan hanya menemukan lebih kurang 50% dari semua infeksi. Scotch tape atau sellophan tape yang transparan ditempelkan di daerah perianal kemudian diangkat.

3.daerah gluteus dan perut bagian bawah. 4 .daerah perineum. Terutama ditandai oleh kemerahan pada daerah bokong yang mencembung. Oleh awam. Kemudian adhesive tape diratakan pada kaca benda dan dibubuhi sedikit toluol untuk pemeriksaan mikroskopik. endikarditis. atau meluas ke daerah sekitar anus. Tinea cruris: Tinea cruris adalah deformitosis pada lipat paha.Working Diagnosis: Cacing kremi atau Oxyuris vermicularis atau Enterobius vermicularis merupakan nematoda usus . Sebaiknya pemeriksaan dilakukan tiga hari berturut-turut4 Differential Diagnosis5 1. penyakitnya kita sebut oxyuriasis atau enterobiasis. Infeksi cacing sering diduga pada anak yang menunjukan rasa gatal di sekitar anus pada waktu malam hari. Penyakit ian ini dapat sembuh sendiri. penyakit yang cukup akrab di kalangan anak-anak Indonesia. Bila adhesive tape ini ditempelkan di daerah sekitar anus. Mulai dari yang berukuran besar seperti cacing perut. Nappy rash/ruam popok: Nappy rash adalah dermatitis pada daerah yang ditutupi popok.kulit. atau paru.bronki. kita sering mendengar. siklus hidupnya tidak membutuhkan tanah .biasanya oleh spesies Candida albicans dan dapat mengenai mulut. atau meningitis 2.kuku. kadang-kadang dapat menyebabkan spetikemia. Kremian. dan daerah lipatan. Diagnosis dibuat dengan menemukan telur dan cacing dewasa. Kulit yang menempel dengan popok. dan sekitar anus.yang bersifat akut atau subankut disebabkan oleh spesies candida. atau bag tubuh yang lain. telur cacing akan menempel pada perekatnya.vagina. Lesi kulit dapat terbatas pada daerah genito-kural saja. Anal swab adalah suatu alat dari batang gelas atau spatel lidah yang pada ujungnya dilekatkan scotch adhesive tape. enterobuis vermikularis adalah parasit yang hanya menyerang manusia. Kandidiasis: Kandidosis adalah penyakit jamur. Telur cacing dapat diambil dengan mudah dengan alat anal swab yang ditempelkan disekitar anus pada waktu pagi hari sebelum anak buang air besar dan mencuci pantat (cebok)3. sampai yang kecil setitik seperti cacing kremi (pinworm). Cacingan.

larva dapat bertahan hidup dalam telur sampai 20 hari3. Morfologi dan siklus hidup Habitat di caecum dan derah sekitarnya yaitu appendix. cacing kremi. Oxyuris vermicularis. colon ascendens dan ileum. menggulung. masuk kedalam esofagus dengan bulbus esofagus yang terlihat jelas3.5) mm. Mulutnya dikelilingi tigah buah bibir dorsal dan dua buah bibir lateroventral.1-0. 5 .000 butir telur. dan menginfeksi kulit lembab yang luka Etiologi Enterobius vermicularis. Dari rongga mulut. seatwon adalah cacing kecil ( 1 cm ) berwarna putih. Setelah mengalami proses pematangan. memiliki sebuah spikulum yang jarang terlihat 4. bagian ekor tumpul. Cacing dewasa merupakan cacing kecil berwarna keputih-putihan. Vulva terletak pada 1/3 bagian anterior tubuh.pada bagian posterior lebih kurang1/5 panjang tubuh. pinworm. Pada ujung anteriornya terdapat pelebaran menyerupai sayap yang disebut ala cephalic laterar. tampak ujungnya runcing seperti duri yang terdiri atas jaringan hialin.3) mm. Cacing jantan berukuran( 2-5 )mm x (0. Alat genital berpasangan(duplex) serta anus terletak pada 1/3 posterior tubuh.3 ± 0. Cacing betina berukuran (8-13) mm x 0. Pada cacing hamil uterus penuh berisi telur hampir mengisi seluruh tubuh kecuali bagian ekor.Faktor-faktor yang mempengaruhi nappy rash y Pengeluaran air berlebih: j air seni dan tinja j frekuensi menggati popok y y trauma kulit : gesekan antara popok dan kulit zat-zat iritan: j amonia (akibat pemecahan di air seni (urine) oleh bakteri yang terdapat di tinja) j tinja/feses (saat diare) j residu/sisa sabun deterjen j bahan yang terkandung dalam pembersih kulit j bedak dan krim kulit y candida albicans(terdapat dalam feses/tinja. Dalam sekali bereproduksi cacing dapat menghasilkan 11.

Telur ini merupakan telur matang(infektif). Cacing jantan mati setelah kopulasi. sedangkan cacing betina yang hamil dan mau bertelur malam harinya bermigrasi menuju anus. (b). Telur cacing 6 . telur keluar berkelompok di daerah perianal dan perinium. Cacing jantan. 1 (a). Gambar. Dinding telur bening. uterus dan vagina berkontraksi.000 telur. bentuk lonjong asimertis.Kopulasi cacing jantan dan betina mungkin terjadi di sekum. 2. agak lebih tebal dari telur cacing tambang. salah satu sisi rata sedangkan sisi lainnya cembung. Cacing betina mati setelah bertelur. Karena suhu di luar lebih rendah. di dalamnya berisi embrio yang terlipat. cacing betina Telur berukuran (50-60) x (20-30) m. Seekor cacing betina sehari dapat menghasilkan 11. Gambar.

Seorang dapat pula terinfeksi dengan menghitup udara yang tercemar( infeksi aerogen/per inhalasi). Gambar. Retrograd infeksi atau retrofeksi. 2. selanjutnya terjadi salah satu hal di bawah ini2. maksimum 2. Telur tersebar pad kain tempat tidur. beberapa jam kemudian telur telah menjadi matang dan infektif. Waktu yang dibutuhkan sejak menelan telur infektif sampai cacing betina menghasilkan telur. Infeksi cacing kremi dapat sembuh sendiri(self limited). larva masuk kembali ke usus melalui anus sehingga akan terjadi infeksi baru. kemudian telur ini termakan oleh hospes yang sama. digaruk. 1.Telur-telur bersembunyi dalam lipatan perianal sehingga jarang keluar dan didapatkan dalam tinja . 3. lebih kurang 2minggu sampai 2 bulan. telur menempel pada tangan atau bawah kuku. Autoinfeksi. tanpa pengobatanpun infeksi dapat berakir.5 bulan. Telur yang tertelan menembus di dalam duodenum. Bila tidak ada re-infeksi. pakaian bahkan pada debu dalam kamar yang mengontaminasi makanan atau minuman sehingga dapat menginfeksi orang lain. 3 daur hidup Enterobius vermiculari 7 . keluar larva untuk menjadi dewasa didalam caecum dan sekitarnya. Cacing ini berumur pendek . karena daerah perianal gatal. mungkin telah ada larva yang menetas setelah cacing betina meletakan telur perianal.

alas kasur. Hal ini karena prilaku menggaruk dan daya tahan tubuh yang masih rendah pada anak. Penularan dapat dipengaruhi oleh : 1. Telur cacing dapat diisolasi dari debu dari ruangan sekolah atau kafetaria sekolah dan mungkin ini menjadi sumber infeksi bagi anak-anak sekolah. 3. Di berbagai rumah tangga dengan beberapa anggota keluarga yang mengandung cacing kremi. Frekuensi pada orang kulit putih lebih tinggi daripada orang Negro. Penularan dapat terjadi pada suatu keluarga atau kelompok-kelompok yang hidup dalam satu lingkungan yang sama(asrama. terutama pada anak dan lebih banyak ditemukan pada golongan ekonomi lemah. 2. Penyebaran cacing kremi di dunia merupakan yang terluas di antara cacing lainnya2. bak mandi. Retrofeksi melalui anus: larva dari telur yang menetas di sekitar anus kembali masuk ke usus. kursi. telur cacing dapat ditemukan (92%) di lantai. Penelitian di daerah Jakarta timur melaporkan bahwa kelompok usia terbanyak yang menderita enterobiasis adalah kelompok usia antara 5 ± 9 tahun yaitu terdapat 46 anak (54. Hasil penelitian menunjukan angka prevalensi pada berbagai golongan manusia 3%-80%. Anjing dan kucing bukan mengandung cacing kremi tetapi dapat menjadi sumber infeksi oleh karena telur dapat menempel pada bulunya.1%) dari 85 anak yang diperiksa5. tempat duduk kakus (toilet seats).Epidemiologi Penyebaran cacing kremi lebih luas daripada cacing lain. 8 . Meskipun penyakit ini menyerang semua umur. pakaian dan tilam. buffet. namun penderita terbanyak adalah anak berusia 5-14 tahun. Frekuensi di Indonesia tinggi. Debu merupakan sumber infeksi oleh karena mudah diterbangkan oleh angin sehingga telur melalui debu dapat tertelan. meja. rumah piatu). Penularan dari tangan ke mulut sesudah menggaruk daerah perianal (auto- infeksi) atau tangan dapat menyebarkan telur kepada orang lain maupun kepada diri sendiri karena memegang benda-benda maupun pakaian yang terkontaminasi.

Beberapa gejala karena infeksi cacing Enterobius vermicularis dikemukakan oleh beberapa penyelidik yaitu kurang nafsu makan. Jika masuk ke urethra. masuk ke uterus. Pada anak perempuan. berat badan turun. esophagus dan hidung sehingga menyebabkan gangguan di daerah tersebut. cacing yang sampai ke anus dapat nyasar ke vulva. Kuku hendaknya selalu dipotong pendek. Pakaian dan alas kasur hendaknya dicuci bersih dan diganti setiap hari. insomnia dan masturbasi. maka penderita menggaruk daerah sekitar anus sehingga timbul luka garuk di sekitar anus. aktivitas meninggi. 9 . Cacing betina gravid mengembara dan dapat bersarang di vagina dan di tubafallopii sehingga menyebabkan radang di saluran telur. enuresis. Keadaan ini sering terjadi pada waktu malam hari hingga penderita terganggu tidurnya dan menjadi lemah. jarang menimbulkan lesi yang berarti. tangan dicuci bersih sebelum makan. Oleh karena cacing bermigrasi ke daerah anus dan menyebabkan pruritus ani. Kadang-kadang cacing dewasa muda dapat bergerak ke usus halus bagian proksimal sampai ke lambung. Walaupun cacing ini sering ditemukan di dalam appandix tetapi jarang menimbulkan appendisitis4. Makanan hendaknya dihindarkan dari debu dan tangan yang mengandung parasit. tuba falopii yang dapat menimbulkan salpyngitis. cepat marah. tetapi kadang-kadang sukar untuk membuktikan hubungan sebab dengan cacing kremi. Gejala klinis yang menonjol disebabkan iritasi disekitar anus. ke kandung kencing anak sering ngompol.Kebersihan perorangan penting untuk pencegahan. perineum dan vagina oleh cacing betina gravid yang bermigrasi ke daerah anus dan vagina sehingga menyebabkan pruritus local. gigi menggeretak. Patofisiologi Enterobiasis relative tidak berbahaya. Anak yang mengandung cacing kremi sebaiknya memakai celana panjang jika hendak tidur supaya alas kasur tidak terkontaminasi dan tangan tidak dapat menggaruk daerah perianal. Cacing sering ditemukan di apendiks tetapi jarang menyebabkan apendisitis2.

biasanya anak akan sering berkemih/kencing (enuresis) dan masturbasi4.Adanya cacing dewasa pada mukosa usus akan menimbulkan iritasi dan trauma sehingga dapat menyebabkan ulkus kecil.Gambar 4 Manifestasi Klinik Kremi-an relatif tidak berbahaya. dan gigi menggeretak. Keadaan ini sering terjadi pada waktu malam hari. Hal ini akan menyebabkan gangguan tidur pada anak?nak (insomnia) oleh karena rasa gatal. cacingan itu tidak perlu diobati. anak akan kurang tidur dan badannya pun menjadi lemah serta lebih cengeng atau sensitif. Akibat garukan akan menimbulkan iritasi di sekitar anus. Kondisi yang tidak mengenakkan ini membuat nafsu makan anak berkurang. Gejala klinis yang paling menonjol adalah rasa gatal (pruritus ani) mulai dari rasa gatal sampai timbul rasa nyeri. Pada beberapa kasus dilaporkan adanya migrasi cacing betina pada penderita wanita bisa sampai ke vagina-rahim-akhirnya ke tuba fallopi dan menimbulkan radang saluran telur atau salpingitis. esofagus dan hidung sehingga menyebabkan gangguan di daerah tersebut. infeksi cacing kremi dapat sembuh sendiri (self 10 . Untuk mengatasi kegelisahannya. cepat marah. Cacing sering ditemukan di apendiks (usus buntu) tetapi jarang menyebabkan appendisitis. Berat badannya serta merta berkurang. Jumlah cacing yang banyak dalam rectum dapat menyebabkan rectal kolil (rasa nyeri hebat pada usus besar)1. kadang sampai terjadi perdarahan dan disertai infeksi bakteri. yang penting kita putus mata rantainya dia akan sembuh sendiri? Ya. Kadang-kadang cacing dewasa muda dapat bergerak ke usus halus bagian proksimal sampai ke lambung. Dapat sembuh sendiri.

Misalnya kuku selalu dipotong pendek. Baik untuk semua stadium perkembangan cacing kremi. Pakaian. tangan dicuci bersih sebelum makan. Penatalaksanaan3 Medikamentosa : Pepirazin sangat efektif bila diberikan waktu pagi kemudian minum segelas air sehingga obat sampai ke sekum dan kolon pyrantel pamoate dan albendazole keduanya sangat efektif untuk enterobiasis.3: Infeksi cacing kremi dapat disembuhkan melalui pemberian dosis tunggal obat antiparasit mebendazole. seprei dan mainan anak sebaiknya sering dicuci untuk memusnahkan telur cacing yang tersisa. Membedazole baik sekali untuk pengobatan enterobiasis dengan dosis 100 mg dua kali per-hari selama 3 hari berturut-turut. bisa dioleskan krim atau salep anti gatal ke daerah sekitar anus sebanyak 2-3 kali/hari.Meskipun telah diobati. Bila tak ada pengobatanpun infeksi dapat berakhir asalkan kita melakukan pencegahan dan peningkatan kebersihan.Untuk mengurangi rasa gatal. Seluruh anggota keluarga dalam satu rumah harus meminum obat tersebut karena infeksi ulang bisa menyebar dari satu orang kepada yang lainnya.1 dan ke . albendazole atau pirantel pamoat. Makanan dihindarkan dari debu dan tangan yang kotor5.7 Non medikamentosa 2.limited). Anak yang cacingan sebaiknya memakai celana panjang ketika tidur. Efek sampingnya mual muntah. Thiabendazole sangat efektif dengan dosis 25 mg/kg berat badan. sering terjadi infeksi ulang karena telur yang masih hidup terus dibuang ke dalam tinja selama seminggu setelah pengobatan. dengan dosis dan cara pemberian sama dengan pengobatan Ascaris lumbricoides. Langkah-langkah umum yang dapat dilakukan untuk mengendalikan infeksi cacing kremi adalah: 11 . diberikan 2 kali sehari yang diberikan pada hari ke. pakaian dan sprei dicuci bersih dan diganti secara teratur.

Preventif Pencegahan dengan menjaga kebersihan. potong kuku secara rutin. Kalau perlu toilet dibersihkan dengan menggunakan desinfektan . Mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar 2. Menjauhkan tangan dan jari tangan dari hidung dan mulut. ganti sprei teratur. ganti celana dalam setiap hari. Mencuci seprei minimal 2 kali/minggu 4. Selain itu. Pengobatan periodik memberikan hasil yang baik4. cuci tangan sebelum makan. Menghindari penggarukan daerah anus karena bisa mencemari jari-jari tangan dan setiap benda yang dipegang/disentuhnya 6. Komplikasi1 Komplikasi pada enterobiasis yaitu: y Salpingitis (peradangan saluran indung telur) y Vaginitis (peradangan vagina) y Infeksi ulang Prognosis Seluruh anggota keluarga sebaiknya diberi pengobatan bila ditemukan salah seorang anggota menggandung cacing kremi.1. peningkatan kesehatan perorangan dan kelompok digabung dengan terapi kelompok dapat membantu pencegahan3. Mencuci jamban setiap hari 5. 12 . Memotong kuku dan menjaga kebersihan kuku 3. membersihkan debu-debu kotoran di rumah.

13 . vermicularis. Cacing kremi atau Oxyuris vermicularis atau Enterobius vermicularis adalah parasit yang hanya menyerang manusia. Untuk mendiagnosis penyakit cacing ini dapat dilakukan melalui pemeriksaan fisik yaitu dengan cara inspeksi. Enterobiasis juga merupakan penyakit keluarga yang disebabkan oleh mudahnya penularan telur baik melalui pakaian maupun alat rumah tangga lainnya. biasanya mereka aktif bergerak. Anak berumur 5-14 tahun lebih sering mengalami infeksi cacing E. temperatur dan kelembaban udara.PENUTUP dan KESIMPULAN Enterobiasis adalah infeksi usus pada manusia yang disebabkan oleh cacing E. dimana dengan inspeksi kita dapat melihat cacing tersebut dengan mata telanjang pada anus penderita. terutama dalam waktu 1-2 jam setelah anak tertidur pada malam hari. Cacing kremi ini berwarna putih dan setipis rambut. Pertumbuhan telur cacing ini tergantung pada tingkat pertumbuhan. vermicularis dibandingkan dengan orang dewasa yang lebih bisa menjaga kebersihan dibandingkan anak-anak.

MPH. E.com/penyakit/944/Infeksi_Cacing_Kremi. 5. Sujatha S.EGC.EGC. Fernando.Problem Gastroenterologi daerah tropis.Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI.ParK & Prof. Tropical infection diseases:epidemiology. Anthony Siew-Yin LeongSandler. Infeksi cacing kermi. 3. Fernando.jakarta. 1985 14 . Bahan Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak.diunduh dari http://medicastore. Sp. Djaenudin Natadisastra.investigation. Ridad Agoes.diagnosis and management. Ranjan L. Cook GC. Dr.london.2009 2. dr. Parasitologi kedokteran:ditinjau dari organ tubuh yang diserang..DAFTAR PUSTAKA 1.2001.jakarta.2003 4.