Anda di halaman 1dari 2

BAKTERI PENGHASIL PLASTIK

Siapa tidak mengenal bakteri Escherichia coli? Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Theodor Escherich pada tahun 1885. Bakteri ini sangat akrab dalam kehidupan manusia karena bakteri ini

merupakan salah satu penghuni saluran pencernaan manusia. Meskipun begitu, tetap saja ada beberapa strain E. coli yang bersifat patogen, seperti

Escherichia coli yang dapat menyebabkan diare berdarah. Tetapi, tidak semua strain E. coli

merupakan patogen, E. coli juga banyak dimanfaatkan dalam bidang bioteknologi. Dalam artian luas, bioteknologi itu merupakan suatu cabang ilmu yang menggunakan sumber hayati untuk menghasilkan sesuatu yang dapat berguna bagi kebutuhan manusia. Di era modern ini, bioteknologi banyak digunakan untuk melakukan teknik rekayasa genetika, yaitu suatu teknik yang dilakukan untuk merubah susunan gen tertentu dari suatu organisme untuk berbagai macam kepentingan. Kenapa menggunakan E. coli? E. coli digunakan karena bakteri ini mudah diisolasi dan pertumbuhannya sangat cepat, yaitu hanya diperlukan waktu kurang lebih 20 menit bagi satu sel E. coli untuk membelah diri menjadi 2. Oleh karena itu, bakteri ini menjadi bakteri yang paling sering digunakan oleh para ilmuwan dalam melakukan percobaan untuk menemukan inovasi baru. Di sini akan dijelaskan bagaimana ilmuwan menggunakan metode dalam bioteknologi untuk menyelamatkan lingkungan dengan menghasilkan plastik ramah lingkungan yang terbuat dari senyawa kimia yang dihasilkan oleh Escherichia coli. Plastik merupakan polimer sintetik yang terbuat dari minyak bumi yang sulit terurai di alam. Plastik memiliki beberapa keunggulan, seperti ringan, kuat, transparan, tahan air serta harganya yang relatif murah dan terjangkau oleh semua kalangan masyarakat. Banyaknya keunggulan yang diberikan plastik membuatnya semakin banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yang pada akhirnya akan semakin meningkatkan pencemaran lingkungan karena sifat dari plastik yang tidak dapat didegradasi.

cfm?id=turning-bacteria-into-plastic-factoriesreplacing-fossil-fuels Penyusun: Megahwaty Effendy (2009-080-029) Yurike Laurensia (2009-080-043) Delia Agustina (2009-080-053) Fakultas Teknobiologi Unika Atma Jaya . coli tetapi karena E. BDO merupakan senyawa toksik bagi E. gas alam. dalam rangka menyelamatkan lingkungan dari kekurangan sumber energi dan juga pencemaran lingkungan. coli. coli tersebut mengemukakan bahwa untuk menghasilkan BDO dari E. yaitu senyawa kimia yang digunakan untuk membuat plastik atau karet yang biasanya terbuat dari minyak bumi atau gas alam. coli ditumbuhkan pada tangki fermentasi yang diberikan gula dan air. Tetapi. Oleh karena itu. Referensi: http://www. saat ini telah dikembangkan plastik yang terbuat dari bakteri Escherichia coli yang telah direkayasa secara genetika. E.com/article. Christophe Schilling dan koleganya yang merekayasa E.scientificamerican. Ilmuwan dari San Diego telah berhasil memanipulasi bakteri untuk menghasilkan butanediol (BDO). bahan-bahan alam yang digunakan ini terancam akan habis dalam waktu kurang dari 100 tahun lagi. coli yang digunakan telah direkayasa secara genetika maka bakteri ini akan mampu mentolerir kadar BDO yang tinggi sekalipun. atau batu bara. Sayangnya. BDO yang dihasilkan dari minyak bumi atau gas alam menjadi sangat mahal. coli.Biasanya plastik konvensional terbuat dari bahan dasar petroleum. Sekali BDO dihasilkan oleh E. Dengan mengembangkan metode yang memanfaatkan E. Pada keadaan normal. dan tidak ramah lingkungan. coli hasil rekayasa genetika ini diharapkan dapat mengurangi biaya produksi dan juga lebih efisien dalam pemanfaatan energi. tidak efisien. BDO akan langsung dimurnikan dan dipisahkan dari air untuk kemudian digunakan dalam membuat plastik.