Anda di halaman 1dari 9
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5. 1 Populasi Berdasarkan studi populasi lutung di Hutan Pantai Bama Taman Nasional Baluran Jawa Timur selama 4 hari, didapat hasil seperti disajikan pada tabel 5.1. Tabel 5.1 Komposisi Umur dan Jenis Kelamin Kelompok Lutung No. Kelompok Dewasa AnakRemaja anak Jantan Betina ? 1. 1 1 3 2 6 4 2. 2 3 3 3 10 4 3. 3 1 2 4 5 4 4. 4 2 1 2 6 2 Jumlah Total Individu Rata-rata Jumlah Individu per kelompok Sumber: Data primer (2011) Bayi 3 2 Jumlah Individu 19 25 16 13 73 18-19 Keterangan: (?) (-) : Dewasa; kelamin tidak teridentifikasi : Tidak ditemukan Tabel di atas merupakan gabungan dari beberapa data tabel pengamatan selama 4 hari, yakni Minggu (8/5) hingga Rabu (11/5). Data populasi yang digabungkan merupakan data-data populasi dengan jumlah terbesar untuk tiap kelompok. Pemilihan data populasi terbanyak untuk tiap kelompok dilakukan karena tidak seluruh individu lutung dapat dihitung pada hari yang sama. Berdasarkan perhitungan tersebut, jumlah total lutung di daerah Manting ± Kalitopo Taman Nasional Baluran adalah 73 individu. Pada daerah tersebut 27 ditemukan 4 kelompok lutung dengan jumlah individu per kelompok berkisar antara 13 hingga 25. Kelompok yang memiliki jumlah individu paling sedikit adalah kelompok 4 dengan 13 individu, sedangkan kelompok 2 adalah kelompok yang memiliki jumlah paling banyak, yaitu 25 individu. Rata-rata populasi tiap kelompok adalah 18 hingga 19 individu. Berdasarkan keseluruhan tabulasi pengamatan (lampiran 1), jumlah terbesar populasi kelompok 1 diperoleh pada pengamatan hari pertama (8/5) pada pagi hari pukul 05.47 WIB. Jumlah populasi tersebut sebanyak 19 individu dengan dewasa sebanyak 6 ekor ( 1 jantan, 3 betina, dan 2 dewasa yang tidak teridentifikasi jenis kelaminnya), 6 remaja, 4 anak-anak, dan 3 bayi. Pada pengulangan dan pengamatan hari berikutnya jumlah individu kelompok 1 berkurang. Pada pengulangan hari pertama jumlah individu yang teramati sebanyak 13 individu. Pada hari kedua (9/5), populasi yang teramati sebanyak 8 individu dan pengulangan sebanyak 12 individu. Hari ketiga (10/5), populasi yang teramati sebanyak 8 individu dan pengulangan sebanyak 12 individu. Hari ketiga (10/5) sebanyak 8 individu dengan 1 individu jantan dewasa pirang dan pengulangan sebanyak 11 individu. Dengan adanya penambahan 1 individu jantan pirang pada hari ketiga, jumlah populasi terbanyak kelompok 1 menjadi 20 individu dihitung dari jumlah terbanyak individu yang teramati ditambah dengan 1 individu jantan pirang. Pengurangan individu ini terjadi karena waktu pengamatan dan pengulangan lebih siang dibandingkan pengamatan hari pertama. Selain itu, banyak manusia yang melewati daerah tersebut. Karena lutung bersifat pemalu, maka lutung akan pergi menjauh dari keberadaan manusia, sehingga populasi yang teramati semakin sedikit. Adanya pengamat lain yang mengamati 28 kelompok tersebut dan adanya kelompok Macaca pada habitatnya juga menjadi salah satu faktor populasi lutung tersebut semakin menjauh dari lokasi awal ditemukan. Populasi kelompok 2 pada hari pertama (8/5) sebanyak 7 individu dan pengulangan sebanyak 3 individu. Pada hari kedua (9/5) individu yang teramati sebanyak 22 individu dan pada pengulangan sebanyak 2 individu. Sedangkan hari ketiga (10/5) individu yang teramati baik pada pagi hari maupun pengulangan sebanyak 25 individu. Individuyang teramati padahari ketiga tersebut merupakan populasi terbanyak pada kelompok 2 dengan 9 dewasa, 10 remaja, 4 anak-anak, dan 2 bayi. Pada hari pertama pengamatan, jumlah individu yang teramati sedikit karena pengamat awalnya tidak mengetahui adanya lutung di lokasi tersebut karena lokasinya yang diluar jalur dari jalan Manting-Kalitopo. Lokasi tersebut berada di jalan setapak yang terpisah. Waktu pengamatan yang sudah siang pula menjadi faktor lutung yang teramati sedikit karena pada waktu -waktu tersebut lutung sedang beristirahat. Pada hari kedua dan ketiga, individu yang teramati banyak karena waktu pengamatan yang masih pagi, yaitu ketika pengamat baru sampai di lokasi Pantai Bama. Pada pagi hari, individu kelompok 2 ini sedang berpindah tempat dari arah barat laut (pohon Ficus sp. Dibelakang kantin Pantai Bama) menuju ke arah mangrove bagian selatan Pantai Bama. Individu kelompok 3 yang teramati pada hari pertama(8/5) hanya terlihat pada saat sore hari yang berjumlah 16 individu. Jumlah populasi tersebut merupakan jumlah individu terbanyak pada kelompok ini. Ketika pengamatan kelompok ini, mereka lebih sering sedang berpindah tempat dari arah mangrove di sebelah timur Kalitopo ke arah savana bagian barat Kalitopo. Pada hri kedua (9/5) 29 individu yang teramati sebanyak 9 individu dan pada pengulangan sebanyak 7 individu. Pengamatan hari ketiga (10/5) pada pagi hari tidak ditemukan adanya kelompok lutung, namun pada pengulangan diperoleh 12 individu pada kelompok ini. Kelompok 4 teramati pada hari kedua dan ketiga. Pada hari kedua kelompok ini teramati pada saat pengulangan yakni pada pukul 16.21 WIB. Pada waktu tersebut individu yang teramati sebanyak 13 individu. Pada hari ketiga kelompok ini hanya terlihat pada pagi hari yaitu pukul 17.18 WIB dengan jumlah individu sebanyak 1 individu jantan dewasa pirang, jumlah kelompok tersebut menjadi 14 individu. Berdasarkan pengamatan, rasio tingkatan umur kelompok lutung di Taman Nasional Baluran adalah sebagai berikut: Tabel 5.2. Rasio Tingkat Umur Kelompok Lutung Jumlah Individu Perbandingan Jumlah Dewasa : Remaja : Anak : Bayi Rasio tingkat umur (Dewasa : Remaja : Bayi) (dalam %) No. Kel D R 6 10 5 6 27 A 4 4 4 2 14 B 3 2 5 1. 1 6 2. 2 9 3. 3 7 4. 4 5 Jumlah 27 Keterangan: Kel D R A B 19 25 16 13 73 6:6:4:3 9 : 10 : 4 : 2 7 : 5 : 4: 0 5:6:2:0 27 : 27 : 14 : 5 32 : 32 : 21 : 15 36 : 40 : 16 : 8 44 : 31 : 25 : 0 39 : 46 : 15 : 0 37 : 37 : 19 : 7 : Kelompok : Dewasa : Remaja : Anak ± anak : Bayi 30 Jumlah total keseluruhan lutung yang terdapat di Manting ± Kalitopo ada 73 individu yang terbagi atas dewasa 27 individu dewasa, 27 individu remaja, 14 individu anak-anak, 5 individu bayi. Rasio tingkat umur suatu kelompok dihitung dengan: Rasio =         Rasio tingkat umur keseluruhan kelompok dihitung dengan: Rasio =      Dilihat dari persentase jumlah individu dewasa, persentase terbesar ada pada kelompok 3 dengan 44%. Persentase jumlah individu terendah ada pada kelompok 1 dengan 32%. Sedangkan kelompok 2 yang memiliki jumlah individu lebih banyak dibandingkan kelompok lain hanya memiliki persentase sebesar 36%. Persentase individu dewasa pada seluruh kelompok lutung yang terdapat di daerah Manting ± Kalitopo sebesar 37%. Persentase jumlah remaja terbesar ada pada kelompok 4 dengan 46% dan persentase jumlah remaja terkecil ada pada kelompok 3 dengan 31%. Dilihat dari jumlah individu, kelompok 2 memiliki jumlah individu remaja terbanyak, yaitu sebesar 10 individu. Persentase individu remaja keseluruhan kelompok lutung yang diamati adalah 37%. Kelompok 3 memiliki persentase jumlah individu anak-anak terbesar dengan 25% dan kelompok 4 memiliki persentase terendah dengan 15%. Kelompok 1, 2, dan 3 memiliki jumlah individu anak-anak yang sama yaitu sebanyak 4 individu. Keseluruhan persentase individu anak-anak semua kelompok sebesar 19%. 31 Persentase individu bayi terbesar ada pada kelompok 1 dengan 15% dengan 3 individu. Kelompok 3 dan 4 tidak memiliki individu bayi sehingga persentasenya 0%. Dari hasil tersebut, kelompok 2 memiliki jumlah populasi paling besar. Kelompok 4 memiliki populasi terendah. Kelompok 2 lebih sering ditemukan dengan jumlah banyak pada pagi hari. Kelompok 4 lebih sering ditemukan pada sore hari. Dibandingkan dengan data populasi Lutung di Taman Wisata Alam Pananjung Pangandaran pada tahun 2005, kelompok lutung yang ditemukan di daerah Manting ± Kalitopo lebih sedikit, seperti disajikan pada tabel 5.3. Tabel 5.3 Komposisi Umur dan Jenis Kelamin Kelompok Lutung Taman Wisata Alam Pananjung Pangandaran No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kelompok Dewasa Jumlah Remaja Bayi Individu Jantan Betina ? 1 3 5 5 7 20 2 ... 7 2 5 14 3 2 19 1 6 5 33 4 1 7 3 3 1 15 5 2 2 7 4 15 6 1 2 2 7 2 14 Jumlah total Individu 111 Rata ± rata jumlah individu perkelompok 18 ± 19 Sumber: Laporan KKL Jaya Permana tahun 2005 Dari tabel tersebut, perbandingan jumlah kelompok lutung yang ditemukan di daerah Manting ± Kalitopo lebih sedikit karena hanya ada 4 kelompok sedangkan jumlah kelompok lutung di Taman Wisata Alam Pananjung Pangandaran ada 6 kelompok sehingga jumlah individu lutung di Taman Wiasata Alam Pananjung Pangandaran lebih banyak, yaitu 111 individu dibandingkan 32 jumlah individu lutung di Hutan Pantai Bama Taman Nasional Baluran Jawa Timur yang hanya ada 73 individu saja. 5.2 Distribusi Pemetaan distribusi lutung yang dilakukan dengan menggunakan peta Google Earth Taman Nasional Baluran berskala 1: 75100 adalah sebagai berikut: Gambar 5.1. Peta Lokasi Pengamatan di Taman Nasional Baluran Sumber: Google Earth 2011 Untuk membedakan satu kelompok dengan kelompok lainnya, dapat dilihat berdasarkan lokasi persebaran dan jumlah populasi kelompok di daerah Hutan Pantai Taman Nasional Baluran Jawa Timur. Kelompok 1 berada di dekat sumber air manting dengan jumlah populasi 19 individu. Kelompok ini membaur dengan kelompok Macaca. Tumbuhan yang berada di lokasi ini tinggi dan rapat, sehingga cocok untuk habitat lutung yang 33 arboreal. Tumbuhan yang terdapat di Manting, diantaranya manting, ketapang, gebang, popoan, serut, trenggulun, rukam, nyamplung, dan mangrove. Kelompok 2 berada di dekat mangrove bagian selatan Pantai Bama dengan jumlah populasi 25 individu. Kelompok ini pada saat tidur berada di pohon Ficus sp. di belakang kantin Pantai Bama. Pada pagi hari, lutung bergerak ke arah mangrove bagian selatan. Kelompok ini lebih senang sembunyi di sela-sela mangrove dan di atas pohon. Kelompok 3 berada di Kalitopo dengan jumlah populasi 16 individu. Kelompok ini bergerak dari mangrove sebelah timur ke arah savana yang terinvasi akasia. Lutung menyebrang jalan setapak melalui pohon gebang dan pohin asem. Kelompok 4 berada di tengah-tengah jalur antara Pantai Bama dan tempat air Manting dengan jumlah populasi 13 individu. Kelompok ini jarang terlihat menetap di daerah ini. Kelompok ini selalu ditemukan pada saat bergerak. Di daerah ini juga terdapat kelompok Macaca. Menurut informasi dari petugas Di Taman Nasional Baluran, jumlah kelompok dari ujung selatan sampai Batu Hitam ada 6 kelompok (Widyantoro, 2011, komunikasi pribadi). Karena pengamatan dilakukan dari Manting ± Kalitopo, kelompok yang ditemukan hanya 4 kelompok saja. Tiap kelompok biasanya terdapat lutung pirang 3 ± 4 ekor. Ciri lutung pirang ini dari bayi hingga dewasa tetap pirang. Kelompok lutung yang di Taman Nasional Baluran pada kesempatan kali ini, sebagian besar berada di hutan pantai dan berbatasan langsung dengan hutan mangrove. Lokasi yang termasuk dalam kategori kelompok hutan dataran rendah merupakan habitat yang paling disukai, sehingga paling banyak jenis primata, 34 terutama lutung, hidup di lokasi ini. Tipe ekosistem tersebut mempunyai sumber pakan yang sangat banyak dan bervariasi terutama buah-buahan yang hampir selalu ada sepanjang tahun. Tumbuhan Pedada dan Sonetaria yang merupakan pakan lutung mempengaruhi distribusi lutung. Daerah yang terdapat banyak tumbuhan tersebut akan lebih sering dikunjungi lutung yang memiliki daerah jelajah yang luas. Terkadang lutung akan terusir oleh kelompok lain baik sesama kelompok lutung, maupun dengan kelompok Macaca. Adanya manusia yang melewati daeranya pun terkadang menbuat lutung menjauh dari daerah tersebut karena sifat lutung yang pemalu. Berdasarkan uraian diatas, pola persebaran lutung di daerah Manting ± Kalitopo Hutan Pantai Bama Taman Nasional Baluran bersifat memanjang (linier) dengan lebar yang sempit sehingga tidak memungkinkan ada 2 kelompok berada dalam satu lokasi yang sama. Bentuk hutan pantai tersebut memanjang mengikuti garis pantai. 35