Anda di halaman 1dari 2

4. a.

Kondisi UKM di Indonesia sebenarnya memiliki keunggulan-keunggulan kompetitif tertentu, tetapi bila diperhadapkan dengan persaingan global, sering menghadapi banyak kendala. Meskipun Usaha kecil dan menengah sempat dianaktirikan, tetapi ternyata di era krisis yang melanda Indonesia tidak dapat dipungkiri UKM mempunyai andil dalam menyelamatkan perekonomian Indonesia. Sehingga dapat dikatakan bahwa UKM memberi kontribusi penting dalam perekonomian suatu negara. Sejarah telah ditinjau kembali untuk mengkaji ulang peranan usaha skala kecil dan menengah. Hal ini dapat kita lihat antara lain. Pertama, pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat sebagaimana terjadi di Jepang, telah dikaitkan dengan besaran sektor sektor usaha kecil. Kedua, dalam penciptaan lapangan kerja di Amerika Serikat sejak perang dunia II, sumbangan UKM ternyata tak bisa diabaikan (Anderson, 1987). Negara-negara berkembang mulai mengubah orientasinya ketika melihat pengalaman di negara-negara industri maju tentang peranan dan sumbangan UKM dalam pertumbuhan Ekonomi. Profil peran UKM dan kondisi UMKM di Indonesia adalah sbb: (1) Dari sekitar 40 juta pelaku usaha di Indonesia 39 juta di antaranya merupakan usaha Mikro, 640 unit usaha kecil, 70 ribu usaha menengah dan 11 ribu usaha besar (Yustika, 2005). Ini menggambarkan bahwa UKM merupakan pelaku usaha dominan di Indonesia. (2) Dari sisi penyerapan tenaga kerja UKM dapat menyerap 97% kesempatan kerja, terkait dengan distribusi barang mencapai 70%, dan merupakan produsen dari 65% 65 persen dari produksi barang dan jasa yang di terima masyarakat.(Bobo, 2003). (3) Ada ketimpangan dari segi distribusi aset produktif (formal) yang sekitar 65%nya dikuasai oleh 1 persen pelaku usaha terbesar yang menyebabkan kontribusi nilai produk (GDP) kegiatan ekonomi rakyat hanya 32% (Hafsah, 2000). (4) Secara internal, UKM lebih banyak menghadapi berbagai keterbatasan daripada masalah. Sedangkan sebagian besar masalah justru berada di luar dirinya, misalnya persoalan perijinan, lokasi pemasaran, teknologi dan disain, kredit, pungutan, keamanan, dan bahan baku. Sejalan dengan perjalanan waktu, ternyata UKM memiliki daya “survival” yang tinggi dan mampu bertahan hidup di tengah berbagai kesulitan dan keterbatasan. Hal ini dapat dipahami karena UKM merupakan kegiatan ekonomi rakyat (banyak) dengan skala kecil, dan bukan kegiatan ekonomi yang dikuasai beberapa orang. Beberapa keunggulan UKM di banding Usaha berskala besar seperti dinyatakan Partomo dan Soejoedono (2004) adalah: (1) Inovasi dalam teknologi yang telah dengan mudah terjadi dalam pengembangan produk. (2) Kemampuan menciptakan kesempatan kerja (3) Fleksibelitas dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar yang berubah dengan cepat dibanding dengan perusahaan skala besar yang pada umumnya birokratis.

pendidikan menolong individu untuk membina moral. Bertolak dari pembatasan arti tentang pendidikan maka tugas pendidikan adalah mempersiapkan individu-individu untuk secara bertanggung jawab dapat memperoleh kesejahteraan hidup. melakukan inovasi dan pengembangan kemampuan pribadi diperoleh melalui pendidikan baik formal maupun informal. Di antaranya adalah kesungguhan pemerintah untuk: (1) (2) (3) (4) meningkatkan akses pasar dan memperbesar pangsa termasuk ekspor. dimana kualitas sumberdaya manusia merupakan kuncinya. Sumbangan pendidikan terhadap peningkatan daya saing industri dalam negeri. Dalam rangka membina kepribadian yang demikian. pendidikan memerlukan waktu panjang. dan bahkan berlangsung seumur hidup. Oleh karena itu. intelek dan ketrampilan individu tersebut sehingga akhirnya mampu berdiri sendiri. banyak hal menjadi kendala UKM.(4) Terdapat dinamisme manajerial dan peranan kewirausahaan. Manusia wiraswasta membutuhkan kepribadian yang kuat untuk memajukan hidupnya. Meningkatkan akses terhadap sumber-sumber modal dan memperkuat struktur modal. b. Meningkatkan kemampuan organisasi dan manajemen Meningkatkan akses dan penguasaan teknologi. Hal ini untuk mengantisipasi persaingan di era globalisasi. dengan memperlengkapi kepribadian individu-individu tersebut dengan pembinaan segenap aspek kepribadian. Dalam menghadapi persaingan menghadapi persaingan global. karakter. . Pendidikan mempunyai peran penting dalkam membentuk watak kewirausahaan. Untuk bisa menyerap teknologi. Kebutuhan itu diusahakan dipenuhi oleh adanya pendidikan.