Anda di halaman 1dari 1

Sekarang Anak Saya Jadi Pendiam Tradisi kekerasan senior terhadap junior mungkin sudah benar-benar mendarah daging

di institusi pendidikan kita. Fenomena ini saat ini sudah bagaikan fenomena gunung es, karena korbannya jarang yang berani melapor. Kebanyakan dari mereka beralasan takut karena akan dupukuli oleh seniornya ataupun seniornya akan minta kepada teman-teman 1 angkatannya untuk mengucilkan si korban dari sekolah. Hal ini sama seperti yang dialami oleh BA, seorang siswa kelas X di salah satu sekolah menengah atas di Jakarta. Hanya karena tidak menyapa anak-anak kelas XII saat berjalan di depan mereka, BA lantas dipukuli oleh mereka saat pulang sekolah (22/05/2007). Tidak hanya itu, mereka juga mengancam untuk tidak melaporkan perlakuan yang diterima BA ke guru maupun orangtuanya. Kejadian tersebut lantas membuat BA takut dan trauma. BA menjadi takut untuk berangkat sekolah.RD, orang tua BA yang curiga karena sudah beberapa hari anaknya tidak masuk sekolah memaksa BA untuk menceritakannya. Setelah mendengar cerita anaknya, RD merasa tidak terima dan mendatangi sekolah anaknya untuk melaporkan perlakuan yang diterima anaknya. Akhirnya, para pelaku diskors. Akan tetapi, setelah itu anak-anak kelas XII meminta anak-anak kelas X untuk mendiamkan BA. Karena alasan takut mereka juga asal menurut saja. Hal ini sangat mempengaruhi prestasi BA di sekolah. BA yang sejak sekolah menengah pertama selalu masuk sepuluh besar, kini prestasinya menjadi menurun. Anak saya kini menjadi pendiam. Saya sudah menyuruh anak saya untuk pindah sekolah, tetapi dia tidak mau, jelas RD.