Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN KONSEP DIRI

KONSEP DIRI
Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mampengaruhi individu dengan berhubungan dengan orang lain (Stuart dan sundeen, 1991). Termasuk persepsi individu akan sifat dan kemampuannya, interaksi dengan orang lain dan lingkungan, nilai-nilai dan pengalaman yang berkaitan dengan pengalaman dan objek, tujuan serta keinginannya. Konsep diri dipelajari melalui kontak social dan engalaman hubungan dan orang lain. Pandangan individu tentang dirinya dipengaruhi oleh bagaimana individu mengartikan pandangan orang lain tentang dirinya. Konsep diri atas komponen: citra tubuh, ideal diri, harga diri, penampilan peran, dan identitas personal.respon individu terhadap konsep dirinya berfluktasi sepanjang tentang respon konsep diri yaitu dari adaptif sampai maladaptif.

1. CITRA TUBUH (BODY IMAGE) Citra tubuh adalah sikap, persepsi keyakinan dan pengatahuan individu secara sadar atau tidak sadar terhadap tubuhnya yaitu ukuran,bentuk, struktur, fungsi, keterbatasan, makna objek yang kontak secara terus menerus (anting, make up, kontak lensa, pakaian, kursi roda) baik masa lalu maupun sekarang. Gangguan citra tubuh adalah perubahan persepsi tentang tubuh yang diakibatkan oleh perubahan ukkuran, bentuk, struktur, fungsi, keterbatasan, makna dan objek yang sering dengan tubuh. Ada klien yang dirawat di rumah sakait umum, perubahan citra tubuh sangat mungkin terjadi. Stressor pada tiap perubahan adalah: y Perubahan ukkuran tubuh : berat badan yang turun akibat penyakit. y Perubahan bentuk tubuh : tindakan invasive, seperti operasi, suntikan daerah pemasangan infuse. y Perubahan struktur : sama dengan perubahan bentuk tubuh disertai dengan pemasangan alat di dalam tubuh. y Perubahan fungsi : berbagai penyakit yang dapat merubah system tubuh. y Keterbatasan : gerak, makan, kegiatan. y Makna da objek ang sering kontak : penampilan dan dandan berubah, pemasangan alat pada tubuh klien (infuse, fraksi, respirator, suntik, pemeriksaan tanda vital, dll)

harapan tentang diri sendiri. Masalah keperawatan yang mungkin timbul: 1. Gangguan harga diri. Ideal diri yang samar dan tidak jelas dan cenderung menuntut. 5. 3. Sering disebut bahwa ideal diri sama dengan cita-cita. Menolak melihat dan menyentuk bagian tubuh yang berubah. 3. Keputusasaan. 5. 4. Ketidakberdayaan. Mengungkapkankeinginan yang terlalu tinggi. Mengungkapkan keputusaasaan. Ideal dir tidak realistis. Preokupasi dengan bagian tubuh yang hilang. . 2. Gangguan citra tubuh. keinginan. Kerusakan penyesuaian. sukar dicapai dan tidak realistis. Ketidakberdayaan. Gangguan ideal diri adalah gangguan ideal diri yang terlalu tinggi. IDEAL DIRI Ideal diri adalah persepsi individu tentang pbagaimana dia harus berperilaku berdasarkan standar. 6. Mengungkapakan keputusasaan akibat penyakitnya. Masalah keperawatan yang mungkin timbul adalah: 1. Mengungkapkan ketakutan.Tanda dan gejala gangguan citra tubuh: 1. 2. misalnya : saya pasti bias sembuh padahal prognosa penyakitnya buruk. keinginan atau nilai pribadi tertentu. tujuan. 2. Gangguan harga diri : harga diri rendah. 4. 2. Keputusasaan. Tidak menerima perubahan tubuh yang telah terjadi/akan terjadi. saya tidak bias lagi jadi pragawati karena bekas operasi dimuka saya. 2. 7. Persepsi negative pada tubuh. 3. misalnya: saya tidak bias mengikuti ujian karena sakit. Tanda dan gejala dapat dikaji : 1. setelah sehat saya akan sekolah lagi padahal penyakitnya mengakibatkan tidak mungkin lagi sekolah. 4. Menolak penjelasan perubahan tubuh.

misalnya tentang memilih alternative tindakan. Kejadian sakit dan dirawat akan menambah persepsi negative terhadap dirinya. 2. Klien sukar mengambil keputusan. HARGA DIRI (SELF-ESTEEM) Harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa perilaku sesuai dengan ideal diri. pemsangan katetel. Merendahkan martabat. karena : y Privacy yang kurang diperhatikan. Misalnya : initidak akan terjadi jika saya segera ke rumah sakit. berbagai tindakan tanpa persetujuan. dicerai suami. bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena dirawat/sakit/penyakit. kecelakaan.3. misalnya harus operasi. dipenjara tiba-tiba). Misalnya: malu dan sedih karena rambut jadi botak setelah mendapat terapi sinar pada kanker. Situasional. yaitu sebelum sakit/dirawat. Tanda dan gejala yang dapat dikaji: 1. perasaan malu karena sesuatu terjadi (korban perkosaan. Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan yang negative terhadap diri sendiri. aitu terjad trauma yang tiba-tiba. Gangguan hubungan social. 3. pemasangan alat yang tidak sopan (pencukuran pubis. Misalnya : saya tidak bias. Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan akibat tindakan terhadap penyakit. saya orang bodoh dan tidak tahu apa-apa. pemeriksaan perineal). y Harapan akan struktur. merasa gagal mencapai keinginan. y Perlakuan petugas kesehatan yang tidak menghargai. Gangguan harga diri yang disebut sebagai harga diri rendah dan dapat terjadi secara: 1. Pencapaian ideal diri/cita-cita/harapan langsung menghasilkan perasaan bergarga. . hilang kepercayaan diri. lebih suka sendiri. 2. Percaya diri kurang. Kronik yaitu perasaan negative terhadap diri telah berlangsung lama. klien tidak ingin bertemu dengan orang lain. misalnya berbagai pemeriksaan dilakukan tanpa penjelasan. 4. Pada klien yang dirawat dpata terjadi harga diri rendah. seperti menarik diri. dituduh KKN. Klien ini mempunyai cara berfikir yang negative. Rasa bersalah terhadap diri sendiri. menyalahkan/mengejek dan mengkritik diri sendiri. 5. saya tidak mampu. misalnya pemeriksaan fisik yang sembarangan. putus sekolah. putus hubungan kerja.

IDENTITAS Identitas adalah kesadaran akan keunikan diri sendiri yang bersumber dari penilaian dan observasi diri sendiri. Tidak ada percaya diri. Keputusasaan. 4. Projeksi (menyalahkan orang lain) Masalah keperawatan yang mungkin timbul: . 3. Tubuh klien terkontrol oleh orang lain. dapat mengontrol diri. Sukar mengambil keputusan. 3. Masalah dalam hubungan interpersonal. Isolasi social : menarik diri. Gangguan identitas adalah kekaburan/ketidakpastian memandang diri sendiri. Misalnya : untuk self-care perlu dibantu orang lain sehingga otonomi/kemandirian terganggu. 3. mempunyai percaya diri. 5. 2. Akibat harga diri yang rendah disertai harapan yang suram mungkin klien ingin mengakhiri kehidupan. Klien menjalankan peran sakit. Pada klien yang dirawat di rumah sakit karena penyakit fisik maka identitas dapat terganggu. 6. Masalah keperawatan yang mungkin timbul : 1. Risiko perilaku kekerasan. 2. Identitas ditandai dengan kemampuan yang memandang diri sendir beda denga orang lain. 2. Ragu/tidak yakin terhadap keinginan. Gangguan harga diri : harga diri rendah situasional atau kronik. Ketergantungan pada orang lain. Misalnya : pelaksanaan pemeriksaan dan pelaksanaan tindakan tanpa penjelasan dan persetujuan klien.6. Perubahan peran dan fungsi. sukar menetapkan keinginan dan tidak mampu mengambil keputusan. Tanda dan gejala yang dapat dikaji: 1. peran sebelumnya tidak dapat dijalankan. Menciderai diri. 4. 4. Ketergantungan. mempunyai persepsi tentang peran serta citra diri. karena: 1. Penuh dengan keraguan.

Ketidakpuasan peran. . Peran dalam pekerjaan/sekolah. 3. 4. Apatis/bosan/jenuh dan putus asa. 3. 4. Peran dalam berbagai kelompok. klien tidak mungkin melakukan perannya yang biasa. Perubahan penampilan peran.1. 3. 4. Klien tidak dapat melakukan peran yang biasa dilakukan selama dirawat di rumah sakit. Ketidakberdayaan. Peran klien yang berubah adalah: y y y Peran dalam keluarga. 6. Mengingkari ketidakmampuan menjalankan peran. Keagalan menjalankan peran yang baru. PERAN Peran adalah seperangkat perilaku yang diharapkan secara social yang berhubungan engan fungsi individu pada berbagai kelompok social. Keputusasaan. Tanda dan gejala yang dapat dikaji: 1. putus hubungan kerja. Atau setelah kembali dari rumah sakit. Gangguan harga diri Keputusasaan. 5. proses menua. 2. Ketegangan menjalankan peran yang baru. Kurang tanggung jawab. Masalah keperawatan yang mungkin timbul: 1. 2. Tiap individu mempunyai berbagai peran yang terintegrasi dalam pola fungsi individu. putus sekolah. 5. Gangguan identitas personal. Perubahan penampilan peran. 2. Gangguan penampilan peran adalah berubah atau berhenti fungsi peran yang disebabkan oleh penyakit. Ketidakberdayaan. Pada klien yang sedang dirawat dirumah sakit otomatis peran social klien berubah menjadi peran sakit.

Perubahan ukuran. bentuk dan penampilan tubuh (akibat pertumbuhan dan perkembangan atau penyakit) c. e. Kehilangan/kerusakan bagian tubuh (anatomi dan fungsi). Pean yang terlalu banyak. b. d. c.GANGGUAN KONSEP DIRI Factor Predisposisi Factor predisposisi ganguan citra tubuh: a. terlalu dituntut dan tidak konsisten. Prosedur pengobatan seperti radiasi. d. d. Pola asuh yang salah: terlalu dilarang. ketika individu mengahadap dua harapan yang bertentangan secara terus menerus yang tidak terpenuhi. Proses patologik penyakit dan dampaknya terhadap struktur maupun fungsi tubuh. Ketidakpercayaan orang tua pada anak. transplantasi. c. terlalu dikontrol. Factor predisposisi gangguan identitas diri: a. b. Perubahan struktur social . Ketegangan peran. ketika individu kurang pengetahuannya tentang harapan peran yang spesifik dan bingung tentang tingkah laku peran yang sesuai. c. Penolakan dari orang lain. Tekanan dari teman sebaya. Keraguan peran. Tidak mampu mencapai standar yang ditentukan. perubahan situasi dan keadaan sehat-sakit. b. b. f. Transisi peran yang sering terjadi pada proses perkembangan. Factor predisposisi gangguan peran: a. Kurang penghargaan. terlalu dituruti. kemoterapi. Factor predisposisi gangguan harga diri: a. Persaingan antar-saudara. Kesalahan dan kegagalan yang berulang.

seksual dan psikologis pada masa anak-anak atau merasa terancam kehidupannya atau menyaksikan kejadian berupa tindakan kejahatan. individu seriing mengahadapi transisi peran yang beragam. hal ini dapat merupakan stressor bagi konsep diri. Ketegangan Peran Ketegangan peran adalah perasaan frustasi ketika individu merasa tidak adekuat melakukan peran atau melakukan peran yang bertentangan dengan hatinya atau tidak merasa cocok dalam melakukan perannya. Transisi peran yang sering terjadi adalah perkembangan. perubahan bentuk. Perubahan tubuh dapat mempengaruhi semua komponen konsep diri. Ketegangan peran ini sering dijumpai saat terjadi konflik peran. Pergeseran kondisi kesehatan individu yang menyebabkan kehilangan bagian tubuh. penampilan dan fungsi tubuh. Perubahan jumlah anggota keluarga baik pertambahan atau pengurangan melalui kelahiran atau kematian. Transisi peran perkembangan. Perubahan Perilaku Perubahan perilaku pada gangguan citra tubuh: . situasi dan sehat-sakit. Pada perjalanan kehidupan. Perubahan akibat tindakan pembedahan yang dapat terlihat seperti kolostomi atau gastrostomi atau yang tidak kelihatan seperti histerektomi.Factor Presipitasi: Trauma Masalah spesifik sehubungan dengan konsep diri adalah situasi yang membuat individu sulit menyesuaikan diri atau tidak dapat menerima khususnya trauma emosi seperti penganiayan fisik. keraguan peran dan terlalu banyak peran. Transisi peran sehat-sakit. Konflik peran terjadi saat individu mengahadapi dua harapan yang bertentangan dan tidak dapat dipenuhi. Setiap perkembangan dapat menimbulkan ancaman pada identitas. Transisi peran situasi. Setiap tahap perkembangan harus dilalui individu dengan menyelesaikan tugas perkembanga yang berbeda-beda.

Keluhan fisik. Perasaan mengambanga tentang diri. . Perasaan hampa. Merusak diri. Tidak mau mendiskusikan keterbatasa atau cacat tubuh. Menarik diri dar realita. Perasaan negative terhadap tubuh. Membesar-besarkan diri sebagai orang penting. Ideal dir tidak realistis. Menyangkal cacat tubuh. Pesismis menghadapi hidup. Perubahan perilaku yang berhubungan dengan harga diri rendah: y y y y y y y y y y y y y Mengkritik diri sendiri. Merasa tidak mampu. Penyalahgunaan zat. Menunda keputusan. Ketegangan peran. Gangguan berhubungan. Hubungan interpersonal yang eksploitatif. Menolak usaha rehabilitasi. Menolak bercermin. Tidak mampu berempat terhadap orang lain. Merasa bersalah dan khawatir. Perubahan perilaku yang berhubungan dengan kerancuan identitas: y y y y y y y y y Tidak melakukan kode moral.y y y y y y Menolak menyentuh atau melihat bagian tubuh tertentu. Kecemasan yang tinggi. Usaha pengobatan mandiri yang tidak tepat. Kekacauan identitas seksual. Kepribadian yang bertentangan.

3. 1. Pohon masalah Perubahan penampilan peran Gangguan harga diri Harga diri rendah masalah utama Gangguan citra tubuh. Risiko perilaku kekerasan. 5. Isolasi social : menarik diri. 9. Gangguan idebtitas personal. 6. 7. Ideal diri tidak ralistis. Gangguan citra tubuh. Gangguan harga diri : harga diri rendah situasional atau konflik. . 8. 4.DIAGNOSA KEPERAWATAN MASALAH KEPERAWATAN Dari pengkajian seluruh komponen konsep diri dapat disimpulkan masalah keperawatan. Yaitu : 1. Perubahan penampilan peran. Keputusasaan. 2. Diagnose : 1. Perubahan penampilan peran : harga diri rendah 2. Gangguan harga diri : gangguan citra tubuh. Ketidakberdayaan.

Dianosa: 1. pohon masalah Keputusasaan Gangguan harga diri : harga diri rendah Ideal dan tidak realitas. Keputusasaan : harga diri rendah. . 2. Gangguan garga diri : ideal diri tidak realistis. Diagnose: 1. 2. 3. Pohon masalah Isolasi social : menarik diri Gangguan harga diri : harga diri rendah Gangguan citra tubuh. Gangguan harga diri : gangguan citra tubuh. Isolasi social : menarik diri harga diri rendah.2.

Dapat dimulai dari bagian tubuh yang masih berfungsi dengan baik. lingkungan) yang dimiliki klien. Diagnose 1: Perubahan penampilan peran harga diri rendah Tujuan umum : klien dapat melanjutkan peran sesuai dengan tanggung jawab Tujuan khusus: 1. Gangguan harga diri gangguan citra tubuh. Klien dapat menetapkan (merencanakan) kegiatan sesuai dengan kemampuan dimiliki. d. Klien dapat memanfaatkan sestem pendukung yang ada. 4. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat. Beri kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya tentang penyakit yang di derita. Sediakan waktu untuk mendengarkan klien. yaitu: a. Jelaskan tujuan interaksi. 5. Buat kontrak yang jelas (apa yang akan dilakukan/dibicarakan. Ciptakan lingkungan yang tenang.RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN Pada makalah ini akan diuraikan tindakan keperawatan pada 2 diagnosa.  1. b. 3. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien. Perkenalkan diri c. Klien dapat meniali kemampuan yang dapat digunakan. 6. Klien dapat melakuakn kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuan. jika klien tidak mampu mengidentifikasi . Tindakan keperawatan  1. kemampuan lain yang dimilki. 3. Katakana pada klien bahwa ia adalah seseorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong diri sendiri. aspek positif (keluarga. Salam terapeutik. 4. 2. e. Perubahan penampilan peran harga diri rendah. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. Bina hubungan saling percaya a. b. waktu) 2.

intelektual.beri contoh cara pelaksanaan kegiatan ang boleh klien lakukan (sering klien takkut melaksanakannya)  1. 2.beri pujian atas keberhasilan klien.percaya diri klien dengan menetapkan keinginan atau tujuan yang realitas. Beri kesemapatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan. 2. Klien menyebutkan aspek dan kemampuan dirinya (fisik.bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah. Klien mengungkapkan perasaannya terhadap penyakit yang diderita. Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan selama sakit. dan system pendukung). 3.bantu keluarga member dukungan selama klien di rawat. 3. . 3.  1. 2. Berikan pendidikan keseahatan pada keluarga tentang cara merawat klien harga diri rendah.  1. 2. 2. utamakan member pujian yang realistis. bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan kegiatan mandiri. kegiatan yang membutuhkan bantuan total.tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien.diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah. 3. 2. Hasil yang diharapkan: 1. hindarkan mmeberi penilaian negatif.  1. kegiatan dengan bantuan sebagian.setiap bertemu klien. Diagnose 2: Gangguan harga diri rendah : gangguan citra tubuh. Klien berperan serta dalam perawatan dirinya.maka dimulai oleh perawat member reinforcement (pujian) terhadap aspek positif klien.diskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan pengguanaannya setelah pulang sesuai dengankondisi sakit klien. Misalnya : penampilan klien dalam self-care /latihan fisik dan ambulasi serta aspek dan asuhan terkait dengan gangguan fisik yang dialami klien.

7. Klien dapat menyusun rencana cara-cara menyelesaikan masaalah yang dihadapai. Tindakan keperawatan: 1. 2. Tujuan khusus : 1. jujur dan empati. dukungan. bentuk atau fungsi tubuh. Rehabilitas bertahap bagi klien. 4. Observasi ekspresi klien pada saat diskusi. fungsi tubuh. Sediakan waktu untuk mendengarkan klien. Beri pujian atas aspek positif dan kemampuan yang masih dimiliki klien. 5. Membantu klien mengurangi perubahan cita tubuh misalnya protesa untuk bagian tubuh tertentu. 13. intelektual. b. Klien dapat mengidentifikasi perubahan citra tubuh. 4. Lakkukan kontrak untuk program asuhan keperawatan (pendidikan kesehatan. 6. Klien dapat meningkatkan keterbukaan dan hubungan saling percaya. Beri kesempatan mengungkapkan perasaan klien terhadap perubahan tubuh. Komunikasi terbuka. 11. Klien dapat menerima realita perubahan struktur. Klien dapat melakukan tindakan pengembalian integritas tubuh. 10.Tujuan umum: klien menunjukkan peningkatan harga diri. 3. Libatkan klien dalam kelompok klien dengan masalah gangguan citra tubuh. 8. bentuk. Diskuskan perubahann struktur. klien yang terapeutik a. d. Hasil yang diharapkan: . konseling dan rujukan). 2. 9. 3. Dorong klien untuk merawat diri dan berperan serta dalam asuhan klien secara bertahap. c. Diskusikan cara-cara (booklet. 6. Salam terapeutik. Bantu klien melakukan cara yang di pilih. Dorong klien memilih cara yang sesuai bagi klien. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki (tubuh. 12. Bina hubungan perawat. keluarga) oleh klien diluar perubahan yang terjadi. Tingkatkan dukungan keluarga pda klien terutama pasangan. Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. leaflet sebagi sumbe informasi) yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak perubahan struktur. 5. bentuk atau fungsi tubuh.

2. .1. Klien memilih beberapa cara mengatasi perubahan yang terjadi. Klien adaptasi dengan cara-cara yang dipilih dan digunakan. 3. Klien menerima perubahan tubuh yang terjadi.