Anda di halaman 1dari 4

Swastadiguna 2010-11-188 MODUL VII FOTOMETER I. TUJUAN 1. 2.

Menentukan kuat cahaya dari sebuah lampu pijar dengan cara perbandingan Menentukan efisiensi pemancaran cahaya pada berbagai keadaan

II. ALAT DAN PERLENGKAPAN 1. Lampu pijar ( standar ) 2. Lampu pijar sembarang 3. Voltmeter 4. Amperemeter 5. Sumber tegangan ( DC ) 6. Perlengkapan fotometer 7. Luxmeter 8. Kawat penghubung III. TEORI Suatu titik cahaya ( sumber cahaya ) memancarkan radiasi sinar ke segala arah dengan sama rata. Intensitas penerangan ( illuminance ) yang diterima pada suatu bidang (suatu titik) adalah : IQ

( 1)

Dimana IQ : intensitas penerangan pada titik Q ( lumen/m ) K : konstanta pembanding P : kuat sumber cahaya ( candela atau lumen/steradian ) R : jarak antara sumber S dan Q ( m) Jika konstanta pembanding ( K ) = 1, maka persamaan ( 1 ) menjadi : IQ =

.( 2 )

Dengan mengetahui intensitas cahaya pada berbagai titik maka dapat dihitung efisiensi terang f ( luminous efficiency ) f=

.( 3 )

Arus pancaran cahaya dapat diketahui dari intensitas cahaya, dan arus pancaran energi dapat dihitung dari energi listrik yang diberikan. Hilangnya energi disini akan dipancarkan sebagai energi panas, sinar infra merah dan sebagainya yang tidak memberikan penerangan.di sini untuk mengukur intensitas cahaya dipakai fotometer sederhana, secara subjektif dan perbandingan ( lihat gambar ). Laboratorium Fisika STT-PLN

Swastadiguna 2010-11-188

Letak fotometer P dapat dipindah-pindah sehingga pada cermin A dan B didapat bayangan yang sama terang / kuat (sama gelap atau sama terang). Kalau S adalah lampu standard an X adalah yang diselidiki maka untuk fotometer sama terang berlaku persamaan : IS = IX = PX = Ps ( 4 )

IV. CARA KERJA 1. Catatlah suhu ruang dan tekanan ruang (sebelum dan sesudah percobaan) 2. Susun alat-alat percobaan seperti pada gambar di atas, hati-hati terhadap pemakaian sumber tegangan. 3. Nyalakan dan ukur intensitas cahaya lampu standar S dengan luxmeter pada beberapa jarak ( ditentukan oleh asisten). 4. Nyalakan lampu X dan geser-geserlah fotometer sampai didapat intensitas sinar yang sama ( lihat bayangan cermin A dan B) 5. Catat Rs dan Rx, catat pula penunjjukkan voltmeter dan amperemeter. 6. Lakukan langkah percobaan 4 dan 5 untuk beberapa harga kuat cahaya lampu X dari gelap sampai paling terang ( ditentukan oleh asisten), dengan cara mengubah besar sumber tegangan E.

Laboratorium Fisika STT-PLN

Swastadiguna 2010-11-188 V. DATA PENGAMATAN MODUL VII (FOTOMETER) Kelompok: Jurusan: NO 1 2 3 4 5 Ix ( lux ) RS (cm) Pawal: Tawal: Vs (volt) Vx (volt) Pakhir: Takhir: Ix (ampere) Rx (cm)

Tanggal Pengambilan Data Nama Asisten Tanda Tangan Asisten

: : :

VII.

TUGAS AKHIR 1. Periksa kebenaran persamaan (2) dengan pengamatan no.3 (buatlah grafik antara I dan R) 2. Mengapa pada pengukuran nomor diatas jarak tidak boleh terlalu dekat tetapi juga tidak boleh terlalu jauh ? 3. Jelaskan usaha yang dapat mengurangi akibat, karena sumber cahaya bukan suatu titik (besar). 4. Jelaskan sebab-sebab penyimpangan pada grafik yang didapat pada pertanyaan no.1 5. Untuk masing-masing tegangan E, hitung a. Intensitas sinar lampu X b. Power (daya listrik) c. Efisiensi terang 6. Gambar grafik efisiensi terhadap daya listrik yang diberikan 7. Tentukan f maksimum yang dicapai 8. Tunjukkan semua sumber kesalahan yang mungkin

Laboratorium Fisika STT-PLN

Swastadiguna 2010-11-188

Laboratorium Fisika STT-PLN