Anda di halaman 1dari 12

HEMANGIOMA A.

PENGERTIAN Hemangioma adalah suatu tumor jaringan lunak / tumor vaskuler jinak akibat proliferasi (pertumbuhan yang berlebih) dari pembuluh darah yang tidak normal dan dapat terjadi pada setiap jaringan pembuluh darah. Hemangioma sering terjadi pada bayi baru lahir dan pada anak berusia kurang dari 1 tahun (5 -10%). Biasanya, hemangioma sudah tampak sejak bayi dilahirkan (30%) atau muncul setelah beberapa minggu setelah kelahiran (70%). Hemangioma muncul di setiap tempat pada permukaan tubuh seperti kepala, leher, muka, kaki atau dada. Hemangioma merupakan tumor vaskular jinak terlazim pada bayi dan anak. Meskipun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada orang tua, contohnya adalah cherry hemangioma atau angioma senilis yang biasanya jinak, kecil, red-purple papule pada kulit orang tua. Umumnya hemangioma tidak membahayakan karena sebagian besar kasus hemangioma dapat hilang dengan sendirinya beberapa bulan kemudian setelah kelahiran. Harus diwaspadai bila hemangioma terletak di bagian tubuh yang vital, seperti pada mata atau mulut. Hal ini dikarenakan, bila menutupi sebagian besar tempat tersebut akan mengganggu proses makan dan penglihatan, atau bila hemangioma terjadi pada organ dalam tubuh (usus, organ pernafasan, otak) dapat mengganggu proses kerja organ tersebut. Hemangioma lebih mengganggu bagi para orang tua ketika hemangioma tumbuh pada muka atau kepala bayi.

B. ETIOLOGI Hingga saat ini apa yang menjadi penyebab hemangioma masih belum diketahui, namun diperkirakan berhubungan dengan mekanisme dari kontrol pertumbuhan pembuluh darah. Angiogenesis sepertinya memiliki peranan dalam kelebihan pembuluh darah. Cytokines, seperti Basic Fibroblast Growth Factor (BFGF) dan Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF), mempunyaiperanan dalam proses angiogenesis. Peningkatan faktor-faktor pembentukan angiogenesis seperti penurunan kadar angiogenesis inhibitor misalnya gamma-interferon, tumor necrosis factorbeta, dan transforming growth factorbeta berperan dalam etiologi terjadinya hemangioma.

C. TANDA DAN GEJALA 1. Hemangioma kapiler Tanda-tanda Hemangioma kapiler, berupa: - Bercak merah tidak menonjol dari permukaan kulit. Salmon patch berwarna lebih muda sedang Port wine stain lebih gelap kebiru-biruan, kadang-kadang membentuk benjolan di atas permukaan kulit. 2. Hemangioma kavernosum Tampak sebagai suatu benjolan, kemerahan, terasa hangat dan compressible (tumor mengecil bila ditekan dan bila dilepas dalam beberapa waktu membesar kembali). 3. Hemangioma Campuran. Diantara jenis Hemangioma kavernosum dan campuran ada yang disertai fistula arterio-venous (bawaan). gejala klinis Tergantung macamnya : a) Hemangioma kapiler, Port wine stain tidak ada benjolan kulit. b) Strawberry mark, menonjol seperti buah murbai.

c) Hemangioma kavernosum, teraba hangat dan compressible. pemeriksaan dan diagnosis a) Mudah nampak secara klinis, sebagai tumor yang menonjol atau tidak menonjol dengan warna kemerah-merahan b) Tumor bersifat compressible c) Kalau perlu dengan pemeriksaan angiografi.

D. PATOFISIOLOGI Meskipun mekanisme yang jelas mengenai kontrol dari pertumbuhan dan involusi hemangioma tidak begitu dimengerti, pengetahuan mengenai pertumbuhan dari pembuluh darah yang normal dan proses angiogenesis dapat dijadikan petunjuk. Vaskulogenesis menunjukkan suatu proses dimana prekursor sel endotel meningkatkan pembentukan pembuluh darah, mengingat angiogenesis berhubungan dengan perkembangan dari pembuluh darah baru yang ada dalam sistem vaskular tubuh. Selama fase proliferasi, hemangioma mengubah kepadatan dari sel-sel endotel dari kapiler-kapiler kecil. Sel marker dari angiogenesis, termasuk proliferasi dari antigen inti sel, collagenase tipe IV, basic fibroblastic growth factor, vascular endothelial growth factor, urokinase, dan E-selectin, dapat dikenali oleh analisis imunokimiawi. Hemangioma superfisial dan dalam, mengalami fase pertumbuhan cepat dimana ukuran dan volume bertambah secara cepat. Fase ini diikuti dengan fase istirahat, dimana perubahan hemangioma sangat sedikit, danfase involusi dimana hemangioma mengalami regresi secara spontan. Selama fase involusi, hemangioma dapat hilang tanpa bekas. Hemangioma kavernosa yang besar mengubah kulit sekitarnya, dan meskipun fase involusi sempurna, akhirnya meninggalkan bekas pada kulit yang terlihat. Beberapa hemangioma kapiler dapat involusi lengkap, tidak meninggalkan bek as.

E. KLASIFIKASI 1. Hemangioma Kapiler (Superficial Hemangioma) Terjadi pada kulit bagian atas. Hemangioma kapiler disebut jugastrawberry hemangioma (hemangioma simplek), terjadi pada waktu lahir atau beberapa hari setelah lahir. Sering terjadi pada bayi prematur dan biasanya akan menghilang beberapa hari atau beberapa minggu kemudian. Gejalanya antara lain tampak bercak merah yang lama-kelamaan makin besar. Lama-kelamaan warnanya menjadi merah menyala, berbatas tegas, keras pada perabaan tegang dan berbentuk lobular. Involusi spontan ditandai oleh memucatnya warna didaerah sentral, lesi menjadi kurang tegang dan lebih mendatar. Selain strawberry hemangioma (hemangioma simplek), bentuk lain hemangioma kapiler (superficial hemangioma) adalah granuloma piogenik. Lesi ini terjadi akibat proliferasi kapiler yang sering terjadi sesudah trauma, jadi bukan oleh karena proses peradangan, walaupun sering disertai infeksi sekunder. Lesi biasanya soliter, dapat terjadi pada semua umur, terutama pada anak dan tersering pada bagian distal tubuh yang sering mengalami trauma. Mula-mula berbentuk papul eritematosa dengan pembesaran yang cepat. Beberapa lesi dapat mencapai ukuran 1 cm dan dapat bertangkai, mudah berdarah. 2. Hemangioma Kavernosum Terjadi pada kulit yang lebih dalam yaitu di bagian dermis dan subkutis (lapisan pada kulit). Hemangioma kavernosum biasanya tidak memiliki batas tegas berupa benjolan yaitu makula eritematosa atau nodus yang berwarna merah

keunguan. Bila ditekan mengempis dan menggembung kembali bila dilepas. Kelainan ini terdiri dari elemen vaskular (pembuluh darah) yang matang. Hemangioma kavernosum kadang-kadang terdapat pada lapisan jaringan yang dalam, pada otot atau organ dalam. Bentuk kavernosum jarang mengadakan involusi spontan. Berbentuk papul eritematosa dengan pembesaran yang cepat. Beberapa lesi dapat mencapai ukuran 1 cm dan dapat bertangkai, mudah berdarah. 3. Hemangioma Campuran Pada beberapa kasus, kedua jenis hemangioma diatas dapat terjadi bersamaan dan dinamakan hemangioma campuran. Gambaran klinisnya juga terdiri atas gambaran kedua jenis hemangioma tersebut.Banyak ditemukan pada ekstremitas inferior (alat gerak tubuh bagianbawah, misalnya; kaki, paha, dll), unilateral (satu sisi bagian tubuh, misalnya; paha kiri/kanan), soliter (tunggal) dan terjadi sejak lahir atau pada masa anak-anak. Ciri-cirinya antara lain tonjolan bersifat lunak dan berwarna merah kebiruan yang kemudian pada perkembangannya dapat memberi gambaran keratotik dan verukosa. Lokasi hemangioma campuran pada lapisan kulit superfisial (permukaan) dan dalam, atau di organ dalam.

F. PEMERIKSAAN LABORATORIUM Secara klinis diagnosis hemangioma tidak sukar, terutama jika gambaran lesinya khas, tapi pada beberapa kasus diagnosis hemangioma dapat menjadi susah untuk ditegakkan, terutama pada hemangioma yang letaknya lebih dalam. Diagnosis hemangioma selain dengan gejala klinis, juga dapat ditegakkan dengan pemeriksaan penunjang lain. Penggunaan teknik pencitraan membantu dalam membedakan kelainan pembuluh darah dari beberapa proses neoplasma yang agresif. Ultrasonografi dengan Doppler merupakan cara yang efektif, karena tidak bersifat invasif dan dapat menunjukkan gambaran aliran darah yang tinggi antara hemangioma dengan tumor solid. Pada penggunaan X-ray, hemangioma jenis kapiler, X-ray jarang digunakan karena tidak dapat menggambarkan masa yang lunak, sedangkan pada hemangioma kavernosum biasanya dapat terlihat karena terdapat area kalsifikasi. Kalsifikasi ini terjadi karena pembekuan pada cavitas cavernosum (phleboliths). Isotop scan pada hemangioma kapiler dapat menunjukkan peningkatan konsistensi dengan peningkatan suplai darah, tapi cara ini jarang digunakan. Angiografi menunjukkan baik tidaknya pembuluh darah juga untuk mengetahui pembesaran hemangioma karena neo-vaskularisasi. Magnetic Resonance Imaging (MRI) menunjukkan karakteristik internal dari suatu hemangioma dan lebih jelas membedakan dari otot-otot yang ada di sekitarnya. Hemangioma dapat didiagnosa dengan pemeriksaan fisik. Pada kasus hemangioma dalam atau campuran, CT Scan atau MRI dapat dikerjakan untuk memastikan bahwa struktur yang dalam tidak terlibat.

G. PENCEGAHAN Tidak ada cara untuk mencegah hemangioma, baik yang dilakukan sebelum maupun selama kehamilan.

H. KOMPLIKASI 1. Perdarahan

Komplikasi ini paling sering terjadi dibandingkan dengan komplikasi lainnya. Penyebabnya ialah trauma dari luar atau ruptur spontan dinding pembuluh darah karena tipisnya kulit di atas permukaan hemangioma, sedangkan pembuluh darah di bawahnya terus tumbuh. 2. Ulkus Ulkus menimbulkan rasa nyeri dan meningkatkan resiko infeksi, perdarahan, dan sikatrik. Ulkus merupakan hasil dari nekrosis. Ulkus dapat juga terjadi akibat ruptur. Hemangioma kavernosa yang besar dapat diikuti dengan ulserasi dan infeksi sekunder. 3. Trombositopenia Jarang terjadi, biasanya pada hemangioma yang berukuran besar. Dahulu dikira bahwa trombositopenia disebabkan oleh limpa yang hiperaktif. Ternyata kemudian bahwa dalam jaringan hemangioma terdapat pengumpulan trombosit yang mengalami sekuesterisasi. 4. Gangguan Penglihatan Pada regio periorbital sangat meningkatkan risiko gangguan penglihatan dan harus lebih sering dimonitor. Amblyopia dapat merupakan hasil dari sumbatan pada sumbu penglihatan (visual axis). Kebanyakan komplikasi yang terjadi adalah astigmatisma yang disebabkan tekanan tersembunyi dalam bola mata atau desakan tumor ke ruang retrobulbar. Hemangioma pada kelopak mata bisa mengganggu perkembangan penglihatan normal dan harus diterapi pada beberapa bulan pertama kehidupan. 5. Masalah Psikososial 6. Dengan persentase yang sangat kecil hemangioma bisa menyebabkan obstruksi jalan nafas, gagal jantung.

I. PENATALAKSANAAN 1. MEDIS Penatalaksanaan hemangioma secara umum ada 2 cara, yaitu : a). Cara Konservatif Pada perjalanan alamiahnya lesi hemangioma akan mengalami pembesaran dalam bulan-bulan pertama, kemudian mencapai pembesaran maksimum dan sesudah itu terjadi regresi spontan sekitar umur 12 bulan, lesi terus mengadakan regresi sampai umur 5 tahun. Hemangioma superfisial atau hemangioma kapiler atau hemangioma strawberry sering tidak diterapi karena hemangioma jenis ini bila dibiarkan akan hilang dengan sendirinya dan kulit terlihat normal. b). Cara Aktif Hemangioma yang memerlukan terapi secara aktif, antara lain adalah hemangioma yang tumbuh pada organ vital, seperti pada mata, telinga, dan tenggorokan; hemangioma yang mengalami perdarahan; hemangioma yang mengalami ulserasi; hemangioma yang mengalami infeksi;hemangioma yang mengalami pertumbuhan cepat dan menimbulkan deformitas (kelainan) jaringan. Penatalaksanaan hemangioma secara aktif, antara lain : 1). Pembedahan Indikasi : Terdapat tanda-tanda pertumbuhan hemangioma yang terlalu cepat Minggu lesi menjadi 3-4 kali lebih besar. Hemangioma raksasa dengan trombositopenia. Tidak ada regresi spontan-spontan, misalnya tidak terjadi pengecilan hemangioma sesudah 6-7 tahun.

Lesi yang terletak pada wajah, leher, tangan atau vulva yang tumbuh cepat, mungkin memerlukan eksisi lokal untuk mengendalikannya. 2) Radiasi Pengobatan radiasi sudah tidak dilakukan lagi karena : Penyinaran berakibat kurang baik pada anak -anak yang pertumbuhan tulangnya masih sangat aktif. Komplikasi berupa keganasan yang terjadi pada jangka waktu lama. Menimbulkan fibrosis pada kulit yang masih sehat yang akan menyulitkan bila diperlukan suatu tindakan. Kebanyakan hemangioma kapiler akan beregresi. 3) Kortikosteroid Kriteria pengobatan dengan kortikosteroid ialah : Apabila melibatkan salah satu struktur yang vital. Tumbuh dengan cepat dan mengadakan destruksi kosmetik. Secara mekanik mengadakan obstruksi salah satu orifisium. Adanya banyak perdarahan dengan atau tanpa trombositopenia. Menyebabkan dekompensasio kardiovaskular. Kortikosteroid yang dipakai ialah antara lain prednison yang mengakibatkan hemangioma mengadakan regresi, yaitu untuk bentuk strawberry, kavernosum, dan campuran. Dosisnya per oral 20-30 mg perhari selama 2-3 minggu dan perlahan-lahan diturunkan, lama pengobatan sampai 3 bulan. Terapi dengan kortikosteroid dalam dosis besar kadang-kadang akan menimbulkan regresi pada lesi yang tumbuh cepat. Hemangioma kavernosa yang tumbuh pada kelopak mata dan mengganggu penglihatan umumnya diobati dengan steroid injeksi yang menurunkan ukuran lesi secara cepat, sehinggaperkembangan penglihatan bisa normal. Hemangioma kavernosa atau hemangioma campuran dapat diobati bila steroid diberikan secara oral dan injeksi langsung pada hemangioma. Penggunaan kortikosteroid peroral dalam waktu yang lama dapat meningkatkan infeksi sistemik, tekanan darah, diabetes, iritasi lambung, serta pertumbuhan terhambat. 4) Obat sklerotik Penyuntikan bahan sklerotik pada lesi hemangioma, misalnya dengan namor hocate 50%, HCl kinin 20%, Na-salisilat 30%, atau larutan NaCl hipertonik. Akan tetapi cara ini sering tidak disukai karena rasa nyeri dan menimbulkan sikatrik. 5) Elektrokoagulasi Cara ini dipakai untuk spider angioma untuk desikasi sentral arterinya, juga untuk Hemangioma senilis dan granuloma piogenik. 6) Pembekuan Aplikasi dingin dengan memakai nitrogen cair. 7) Antibiotik Antibiotik diberikan pada hemangioma yang mengalami ulserasi. Selain itu dilakukan perawatan luka secara steril.

2. ASUHAN KEBIDANAN

Penatalaksanaan yang dapat dilakukan oleh bidan dalam hal ini adalah dengan memberikan konseling pada orang tua bayi. Bidan menjelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan Hemangioma, menjelaskan macam -macam hemangioma, dan penangannya. Untuk hemangioma kapiler atau superfisial tidak perlu penanganan khusus, oleh karena akan menghilang dan kulit terlihat normal. Namun, untuk hemangioma yang tumbuh pada organ vital, seperti pada mata, telinga, dan tenggorokan; hemangioma yang mengalami perdarahan; hemangioma yang mengalami ulserasi; hemangioma yang mengalami infeksi;hemangioma yang mengalami pertumbuhan cepat dan menimbulkan deformitas (kelainan) jaringan, harus segera dilakukan penanganan. Bantu ibu untuk dilakukan rujukan untuk pemeriksaan lanjutan.

ASUHAN KEPERAWATAN HEMANGIOMA BATASAN/DEFINISI Hemangioma adalah tumor jinak atau hamartoma yang terjadi akibat gangguan pada perkembangan dan pembentukan pembuluh darah dan dapat terjadi disegala organ seperti hati, limpa, otak, tulang, dan kulit (Hamzah Mochtar. 1999). Hemangioma adalah suatu kelainan pembuluh darah bawaan yang tidak ikut aktif dalam peredaran darah umum. Hemangioma bukanlah tumor neoplastik sekalipun mempunyai kecenderungan untuk membesar. Ia merupakan mesodermal excess dari jaringan vaso formative. PATOFISIOLOGI Hemangioma merupakan sisa-sisa jaringan vaso formativedari jaringan mesidermal dan mempunyai kemampuan untuk berkembang. Secara histologik Hemangioma diklasifikasikan berdasarkan besarnya pembuluh darah, menjadi tiga jenis yaitu : 1. Hemangioma kapiler, yang terdiri atas : a. Hemangioma kapiler pada anak (nevus vasculosus, strawberry nevus). b. Granuloma piogenik. c. Cherry-spot (ruby-spot), angioma senillis. 2. Hemangioma kavernosum, yang terdiri atas : a. Hemangioma kavernosum (Hemangioma matang). b. Hemangioma keratonik. c. Hemangioma vaskular. 3. Telangiektasis : a. Nevus flameus. b. Angiokeratoma. c. Spider angioma. Dari segi praktisnya, umumnya para ahli memakai sistem pembagian sebagai berikut: 1. Hemangioma kapiler. Dari Hemangioma kapiler, dikenal : 1) Salmon patch. 2) Port wine stain. 3) Spider angioma. 4) Strawberry mark

Tanda-tanda Hemangioma kapiler, berupa bercak merah tidak menonjol dari permukaan kulit. Salmon patch berwarna lebih muda sedang Port wine stain lebih gelap kebirubiruan, kadang-kadang membentuk benjolan di atas permukaan kulit. 2. Hemangioma kavernosum. Tampak sebagai suatu benjolan, kemerahan, terasa hangat dan compressible (tumor mengecil bila ditekan dan bila dilepas dalam beberapa waktu membesar kembali). 3. Hemangioma campuran (kapiler dan kavernosum). Diantara jenis Hemangioma kavernosum dan campuran ada yang disertai fistula arteriovenous (bawaan).

GEJALA KLINIS Tergantung macamnya : Hemangioma kapiler, Port wine stain tidak ada benjolan kulit. Strawberry mark, menonjol seperti buah murbai. Hemangioma kavernosum, teraba hangat dan compressible. PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS Mudah nampak secara klinis, sebagai tumor yang menonjol atau tidak menonjol dengan warna kemerah-merahan. Tumor bersifat compressible. Kalau perlu dengan pemeriksaan angiografi. DIAGNOSA BANDING A v shunt KOMPLIKASI Perdarahan. Pada tempat tertentu, dapat mengganggu fungsi, seperti : ambliopia, sesak nafas, gangguan kencing. Trombositopenia, D.I.C. PENATALAKSANAAN Dari segi pengobatan, karena adanya persamaan-persamaan dalam tindakan, maka dapat digolongkan atas 3 golongan yaitu : Golongan I : a. Strawbery mark b. Hemangioma kavernosum c. Hemangioma campuran Golongan II a. Salmon patch b. Port wine stain Golongan III

a. Spider angioma dengan central arteriole Pengobatan untuk Golongan I 1. Radiasi : radiasi dapat membuat involusi, tapi komplikasi-komplikasi radiasi jauh lebih berbahaya dari pada hemangiomanya sendiri bila tidak diobati. 2. Pembedahan a. Eksisi hemangioma Bukan cara yang ideal karena kesukaran teknis, perdarahan banyak, tidak dapat mengambil secara tuntas tanpa merusak organ setempat, untuk hemangioma kecil kurang dari 1 cm, di daerah nasolabialis eksisi akan memberi hasil baik. b. Ligasi arteri proksimal : kurang memuaskan c. Ligasi a-v shunt d. Elektro koagulasi : untuk spider angioma e. Sclerozing agent Dipakai 5% sod. Morhuate. Dipergunakan hanya di daerah skalp, lidah, mucosa, dimana sikatriks yang timbul tidak akan menyusahkan kelak. f. Kortikosteroid : dosis pemberian per oral 20-30 mg/hari selama 2-3 minggu, dan pelanpelan diturunkan sampai 3 bulan. Kortikosteroid, menambah sensitifnya pembuluh darah terhadap vaso constricting agent. 3. Menunggu : Tindakan ini dilakukan atas dasar pertimbangan, bahwa hemangioma ini akan mengalami involusi spontan. Hemangioma ini sudah ada sejak lahir atau timbul sementara sesudah lahir. Kemudian membesar dengan cepat sampai umur 6-9 bulan. Selama 1 tahun berikutnya ia tumbuh pelan sampai maksimum besarnya pada lebih kurang umur 1 tahun. Kemudian mulai terjadi involusispontan. Perjalanan involusi ini berjalan bertahun-tahun, sampai umur 7 tahun. Pengobatan Golongan II : Salmon patch dan Port wine statis, tidak mengadakan regresi spontan. Tindakan eksisi kemudian defek ditutup dengan skin graft atau dengan flap memberikan hasil lebih jelek dari sebelum operasi. Penanganan yang memberi hasil memuaskan dengan sinar Laser Argon.

Hemangioma merupakan tumor yang terdiri dari pembuluh darah : Klasifikasi Klasifikasi Hemangioma (Benton) : 1. Hemangioma intra dermal (Portwine Hemangioma/stain/nevus, nevus vendsus). Merupakan pelebaran pembuluh darah dermis yang letaknya super fisial, dengan dinding pembuluh darah dibentuk oleh sel endotel dewasa sehingga resisten terhadap radiasi. Lesi merah kebiruan terutama dikepala dan leher, rata dengan permukaan kulit, jarang regresi spontan. 2. Hemangioma Kapiler (Strawberry Hemangioma, Involuting Hemangioma of Infacy, Nevus Hipertrofi, Infantile Mixed Cavernous Hemangioma) Merupakan pelebaran pembuluh darah dibawah epidermis (papillary layer) masih dalam dermis, dengan dinding pembuluh darah yang dibentuk oleh sel endotel embrional sehingga sensitif terhadap radiasi. Lesi merah dimanamana terutama di kepala dan leher, menimbulkan dari permukaan kulit dan bersifat progresif. Jenis Hemangioma ini terdiri : a. Nevus simpleks atau Nevus Buah Arbei Tampak seperti buah arbei menonjol, berwarna merah cerah, dengan cekungan kecil. Perkembangannya dimulai dengan titik kecil pada waktu lahir membesar cepat dan menetap usia kira-kira 8 bulan. Akan mengalami regeresi spontan dan menjadi pucat karena fibrosis

setelah usia 1 tahun . Proses regresi berjalan sampai usia 6-7 tahun. b. Nevus Flameus Sudah ada sejak lahir, menetap dan rata dengan kulit, kecuali bila teriritasi dapat menonjol di tempat iritasi. 3. Hemangioma Kavernosa Merupakan pelebaran pembuluh darah subkutis yang kadang-kadang invasi kefasia dan otot, membentuk rongga dengan dinding pembuluh darah yang dibentuk oleh sel endotel dewasa kelainannya berada di jaringan yang lebih dalam dari dermis. Dari luar tampak sebagai tumor kebiruan yang dapat dikempeskan dengan penekanan tapi menonjol kembali setelah tekanan dilepaskan. Hemangioma ini tidak dapat mengalami regresi spontan, malah sering progresif. Hal ini bisa meluas dan menyusup ke jaringan sekitarnya. Jaringan diatas hemangioma dapat mengalami iskemia sehingga mudah rusak oleh iritasi misalnya di daerah perinium dan menimbulkan tukak yang sulit sembuh dan kadang berdarah. 4. Hemangioma Campuran Penatalaksanaan : Konservatif : 1. Ditunggu regresi (>5-6 tahun) untuk hemanggioma buah arbei. Tindakan pemasangan pembalut elastis dengan sedikit penekanan secara terus menerus membantu mempercepat proses regresi. 2. Kamuflase dengan krem berwarna 3. Penyuntikan scleroting agent Dilakukan aspirasi intralesi untuk memastikan suntikan masuk ke dalam rongga; tanda keluar darah. Depositkan obat sambil tangan lain (menggunakan kasa) menimbulkan tekanan diatas tumor. Scleroting agent : sodium morhvuate 50%, quinine hidrochloride 20%, sodium salycilate 30%, NaCl hipertonik atau air mendidih. Pasang sodratule atau kasa lembab. Lakukan pembalutan dengan elastik bandage. Operatif : Indikasi : Recurent Bleeding Ulserasi yang sulit sembuh dengan terapi biasa Pain yang disebabkan flebolit Lesi setelah > 1 tahun telah menunjukkan pertumbuhan dan tidak ada tanda-tanda regresi. Lesi setelah > 2 tahun menunjukkan progresivitas Lokasi khusus : mulut, jalan nafas, sekitar mata, perinium. Trombositopenia. Terapi Lain : Radiasi : ganguan pertumbuhan tulang, komplikasi dermatitis, degenerasi maligna Steroid Therapi laser. Definisi Hemangioma adalah suatu kelainan pembuluh darah bawaan yang tidak ikut aktif dalam peredaran darah umum. Hemangioma bukanlah tumor neoplastik sekalipun mempunyai

kecenderungan untuk membesar. Ia merupakan mesodermal excess dari jaringan vaso formative. patofisiologi Hemangioma merupakan sisa-sisa jaringan vaso formativedari jaringan mesidermal dan mempunyai kemampuan untuk berkembang. Macam-macam Hemangioma : Hemangioma dibedakan : 1. Hemangioma kapiler. Dari Hemangioma kapiler, dikenal : 1) Salmon patch. 2) Port wine stain. 3) Spider angioma. 4) Strawberry mark Tanda-tanda Hemangioma kapiler, berupa bercak merah tidak menonjol dari permukaan kulit. Salmon patch berwarna lebih muda sedang Port wine stain lebih gelap kebirubiruan, kadang-kadang membentuk benjolan di atas permukaan kulit. 2. Hemangioma kavernosum. Tampak sebagai suatu benjolan, kemerahan, terasa hangat dan compressible (tumor mengecil bila ditekan dan bila dilepas dalam beberapa waktu membesar kembali). 3. Hemangioma campuran (kapiler dan kavernosum).

Diantara jenis Hemangioma kavernosum dan campuran ada yang disertai fistula arteriovenous (bawaan). gejala klinis Tergantung macamnya : Hemangioma kapiler, Port wine stain tidak ada benjolan kulit. Strawberry mark, menonjol seperti buah murbai. Hemangioma kavernosum, teraba hangat dan compressible. pemeriksaan dan diagnosis Mudah nampak secara klinis, sebagai tumor yang menonjol atau tidak menonjol dengan warna kemerah-merahan. Tumor bersifat compressible. Kalau perlu dengan pemeriksaan angiografi. diagnosa banding A v shunt komplikasi Perdarahan. Pada tempat tertentu, dapat mengganggu fungsi, seperti : ambliopia, sesak nafas, gangguan kencing. Trombositopenia, D.I.C. PENATALAKSANAAN Dari segi pengobatan, karena adanya persamaan-persamaan dalam tindakan, maka dapat digolongkan atas 3 golongan yaitu :

Golongan I : a. Strawbery mark b. Hemangioma kavernosum c. Hemangioma campuran Golongan II a. Salmon patch b. Port wine stain Golongan III a. Spider angioma dengan central arteriole Pengobatan untuk Golongan I 1. Radiasi : radiasi dapat membuat involusi, tapi komplikasi-komplikasi radiasi jauh lebih berbahaya dari pada hemangiomanya sendiri bila tidak diobati. 2. Pembedahan a. Eksisi hemangioma Bukan cara yang ideal karena kesukaran teknis, perdarahan banyak, tidak dapat mengambil secara tuntas tanpa merusak organ setempat, untuk hemangioma kecil kurang dari 1 cm, di daerah nasolabialis eksisi akan memberi hasil baik. b. Ligasi arteri proksimal : kurang memuaskan c. Ligasi a-v shunt d. Elektro koagulasi : untuk spider angioma e. Sclerozing agent Dipakai 5% sod. Morhuate. Dipergunakan hanya di daerah skalp, lidah, mucosa, dimana sikatriks yang timbul tidak akan menyusahkan kelak. f. Kortikosteroid : dosis pemberian per oral 20-30 mg/hari selama 2-3 minggu, dan pelan-pelan diturunkan sampai 3 bulan. Kortikosteroid, menambah sensitifnya pembuluh darah terhadap vaso constricting agent. 3. Menunggu : Tindakan ini dilakukan atas dasar pertimbangan, bahwa hemangioma ini akan mengalami involusi spontan. Hemangioma ini sudah ada sejak lahir atau timbul sementara sesudah lahir. Kemudian membesar dengan cepat sampai umur 6-9 bulan. Selama 1 tahun berikutnya ia tumbuh pelan sampai maksimum besarnya pada lebih kurang umur 1 tahun. Kemudian mulai terjadi involusi spontan. Perjalanan involusi ini berjalan bertahun-tahun, sampai umur 7 tahun. Pengobatan Golongan II : Salmon patch dan Port wine statis, tidak mengadakan regresi spontan. Tindakan eksisi kemudian defek ditutup dengan skin graft atau dengan flap memberikan hasil lebih jelek dari sebelum operasi. Penanganan yang memberi hasil memuaskan dengan sinar Laser Argon.

DAFTAR PUSTAKA Drolet, B. A., Esterly, N. B., & Frieden, I. J. 2004 Hemangiomas in Children, dalam The New England Journal of Medicine, Available at : http://www.hopeforkids.com/ body_hemangioma.html Accessed at 1st May 2011 Hamzah, M. 1999 Hemangioma, dalam Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Balai Penerbit FK UI, Edisi Ketiga, Jakarta, 220-22. Kantor, M. D. October 29, 2004 Hemangioma, Available at: st http://www.medline.com/medline plus/ency/medline.htm Accessed at 1 May 2011 Katz, D. A., & Damron, T. August 1, 2002 Hemangioma, Available at : http://www.emedicine.com/ orthoped/topic499.htm. Accessed at 1st May 2011 Kushner, B. J., Maier, H., Neumann, R., Drolet, B. A., Esterly, N. B., & Frieden, I. J. December 23, 1999 Hemangiomas in Children, dalam New England Journal of Medicine 1999; 341:2018-2019. Lehrer, M. D. April 17, 2003 Hemangioma, dalam Available at : http://www.nlm.nih.gov/medineplus/ency/ article/001459.htm#Definition. Accessed at 1st May 2011 Marchuk, DA, 2001, Pathogenesis of Hemangioma, Journal Clinical Investigations, volume 107,USA . Olmstead, P. M., & Graham, W. P. 1994 Kelainan Bedah pada Kulit, dalam Buku Ajar Bedah Sabiston, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Cetakan I Bagian 2, Jakarta, 426-427. Pieter, J., & Halimun, E. M. 1997 Tindak Bedah: Organ dan Sistem Organ Kulit , dalam Buku Ajar Ilmu Bedah Wim de Jong, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Edisi Revisi, Jakarta, 428-30. Stringel, G, 1980, Hemangiomas and Lymphangiomas, dalam Ashcraft, KW, Pediatric Surgery, edisi 3, W.B. Saunders Company, Philadelphia, New York