BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen dalam keseluruhan sistem pendidikan

khususnya di sekolah; guru sebagai salah satu pendukung unsur pelaksana pendidikan yang mempunyai tanggung jawab sebagai pendukung pelaksana layanan bimbingan pendidikan di sekolah dituntut untuk memiliki wawasan yang memadai terhadap konsep-konsep dasar bimbingan dan konseling di sekolah. Perkembangan zaman (globalisasi) menimbulkan perubahan dan kemajuan dalam masyarakat. Aspek perubahan meliputi: sosial, politik, ekonomi, industri, informasi dan sebagainya. Akibatnya ialah berbagai permasalahan yang dihadapi oleh individu, misalnya, pengangguran, syarat-syarat pekerjaan, penyesuaian diri, jenis dan kesempatan pendidikan, perencanaan dan pemilihan pendidikan, masalah hubungan sosial, masalah keluarga, keuangan, masalah pribadi, dsb. Walaupun pada umumnya masing-masing individu berhasil mengatasi dengan sempurna, sebagian lain masih perlu mendapatkan bantuan. Sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah, pendidikan diartikan sebagai suatu usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian yang berlangsung di sekolah maupun di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Sedangkan tujuan pendidikan sebagaimana dikemukakan dalam GBHN adalah: “Untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa” Dan pengertian dan tujuan di atas, jelas bahwa yang menjadi tujuan inti dari pendidikan adalah perkembangan kepribadian secara optimal dan setiap anak didik sebagai pribadi. Dengan demikian setiap kegiatan proses pendidikan diarahkan kepada tercapainya pribadi-pribadi yang berkembang optimal sesuai dengan potensi masing-masing. Untuk menuju tercapainya pribadi yang berkembang, maka kegiatan pendidikan hendaknya bersifat menyeluruh yang tidak hanya berupa kegiatan instruksional 1

(pengajaran), akan tetapi meliputi kegiatan yang menjamin bahwa setiap anak didik secara pribadi mendapat layanan sehingga akhirnya dapat berkembang secara optimal. Kegiatan pendidikan yang diinginkan seperti tersebut di atas, adalah kegiatan pendidikan yang ditandai dengan pengadministrasian yang baik, kurikulum beserta proses belajar mengajar yang memadai, dan layanan pribadi kepada anak didik melalui bimbingan. Dalam hubungan inilah bimbingan mempunyai peranan yang amat penting dalam pendidikan, yaitu membantu setiap pribadi anak didik agar berkembang secara optimal. Dengan demikian maka hasil pendidikan sesungguhnya akan tercermin pada pribadi anak didik yang berkembang baik secara akademik, psikologis, maupun sosial. Oleh karena itu kami melakukan observasi ke sekolah untuk melihat seberapa peduli pihak sekolah terhadap program kegiatan bimbingan dan konseling dan bagaimana mekanisme dari pelaksanaan program bimbingan konseling di sekolah tersebut. Pada kesempatan ini, kami melakukan observasi di UPTD Sekolah Menengah Pertama 2 Tangerang. Tujuan Tujuan dari observasi ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui tingkat kepedulian pihak sekolah mulai dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, pihak Tata Usaha, Koordinator BK, maupu guru BK terkait, dalam pelaksanaan program kegiatan dan pelayanan Bimbingan Konseling di Sekolah tersebut. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan dan pelayanan program bimbingan konseling di sekolah tersebut. Untuk mengetahui perangkat pendukung Program Bimbingan Konseling yang di miliki di Sekolah tersebut.

Metode Observasi Metode yang digunakan dalam pengambilan data pada kegiatan observasi adalah menggunakan metode wawancara. Pihak yang terlibat dalam wawancara pelaksanaan program Bimbingan Konseling yakni Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah,

2

WAKIL KEPALA SEKOLAH Membantu tugas-tugas kepala sekolah. BAB II PEMBAHASAN Hasil Hasil yang diperoleh dari observasi sebagai berikut: INSTRUMEN PENYELANGGARAAN BIMBINGAN DAN KONSELING 1. Wali Kelas dan Tata Usaha. Guru Bimbingan Konseling. khususnya yang berkenaan dengan layanan BK Memahami dan peduli terhadap BK Membantu memasyarakatkan BK Berpartisipasi aktif dalam kegiatan khusus BK Jumlah 3.Koordinator Bimbingan Konseling. dan masyarakat Mengkordinasikan guru BK dalam menyusun program tahunan Mengkoordinasikan guru BK dalam menyusun program semesteran Mengkoordinasikan guru BK dalam menyusun satuan layanan BK Mengkoordinasikan guru BK dalam menyusun satuan kegiatan pendukung BK Mengkoodinasikan guru BK dalam menyusun agenda mingguan Mengkoordinasikan guru BK dalam menyusun agenda harian Mengkoordinasikan guru BK dalam membuat rekap bulanan Mengkoordinasikan guru BK dalam melaksanakan segenap program BK Mengkoordinasikan guru BK dalam menilai hasil pelaksanakan 3 7 4 . KOORDINATOR BK Memasyarakatkan BK kepada segenap warga sekolah. orang tua siswa. KEPALA SEKOLAH Memahami dan peduli terhadap BK Mengintegrasikan program BK dengan program sekolah Memfasilitasi pengembangan program BK Melaksanakan penilaian BK Melaksanakan pembinaan BK Berpartisipasi aktif dalam kegiatan khusus BK Responsif terhadap upaya inovasi BK di sekolah Jumlah 2.

seperti seminar. sarana dan prasarana. pelatihan. KONSELOR/GURU BK Memasyarakatkan BK kepada segenap warga sekolah Membimbing siswa minimal 150 orang Melayani setiap siswa minimal 8 kali dalam setiap semester Menyusun program semesteran Menyusun Program Satuan Layanan BK Menyusun Program Satuan Kegiatan Pendukung BK Membuat Agenda Harian Membuat Rekap Bulanan Melaksanakan segenap program Satuan Layanan BK Melaksanakan segenap program Satuan Kegiatan Pendukung BK Menilai proses dan hasil pelaksanaan Satuan Layanan dan Kegiatan Pendukung BK Menganalisis hasil penilaian layanan dan kegiatan pendukung BK Melaksanakan tindak lanjut hasil analisis layanan dan kegiatan pendukung BK Mengadministrasikan kegiatan satuan layanan dan kegiatan pendukung Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Bidang BK Mempertanggungajawabkan pelaksanaan layanan BK kepada 16 X Koordinator BK dan Kepala Sekolah Berlatar belakang pendidikan S1 BK atau non BK dan telah tersertifikasi Aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi. dan sebagainya. penelitian. Jumlah 17 4 .Mengkorordinasikan guru BK dalam menganalisis hasil penilaian layanan dan kegiatan pendukung BK Mengkoordinasikan guru BK dalam menindak lanjut hasil analisis layanan dan kegiatan pendukung BK Mengadministrasi kegiatan satuan layanan dan kegiatan pendukung BK Mengusulkan kepada kepala sekolah dan mengusahakan bagi terpenuhinya tenaga. alat dan perlengkapan BK Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Bidang BK Mempertanggungajawabkan pelaksanaan layanan BK kepada Kepala Sekolah Jumlah 4.

WALI KELAS Membantu konselor/guru BK melaksanakan tugas-tugasnya. 5. Membantu memberi kesempatan kepada siswa. STAF TU Membantu konselor/guru BK melaksanakan tugas-tugasnya. 4. khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya untuk mengikuti layanan BK Mengalih tangankan siswa yang memerlukan layanan BK Berpartisipasi dalam kegiatan khusus BK. khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. GURU MATA PELAJARAN/PRAKTIK Membantu memasyarakatkan BK Membantu mengidentifikasi siswa yang memerlukan layanan BK Mengalihtangankan siswa yang memerlukan layanan BK Menjadi agen referal (alih tangan kasus) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan konferensi kasus Membantu mengembangkan suasana kelas.5. 2. khususnya dalam kegiatan pengadministrasian BK Menunjuk staf TU yang khusus mengadministrasikan layanan BK Jumlah 8. Ruang kerja konselor/ guru BK dan meubelairnya Ruang pelayanan dan maebelairnya Ruang data dan administrasi BK beserta maubelairnya Ruang kegiatan kellompok dan maubelairnya Tertata rapih dengan suasana yang menyenangkan 5 diperbantukan untuk 5 1 . TEMPAT KEGIATAN 1. seperti konferensi kasus Jumlah 7. dan hubungan siswa dengan siswa yang menunjang pelaksanaan BK Jumlah - 4 6. khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya Membantu Guru Mata Pelajaran melaksanakan perannya dalam pelayanan BK. hubungan guru dengan siswa. 3.

6. 11 . INSTRUMEN BK 1. 2. 10 . 9. 13 . 4.Jumlah 9. 7. 8. 3. Tes Intelegensi Tes Bakat Tes Prestasi belajar standar Alat Ungkap Masalah/ Inventori Masalah Siswa Inventori PTSDL Inventori Tugas Perkembangan Skala Sikap Skala Minat Angket Siswa Pedoman Observasi Pedoman Wawancara Sosiometri Instrumen Penilaian Segera Instrumen Penilaian Jangka Pendek Instrumen Penilaian Jangka Panjang Jumlah 4 - 11 6 . 15 . 14 . 5. 12 .

6. KELENGKAPAN ADMINISTRASI 1. 3. 9. 10 . 5. 4. 7. Komputer Program (software) AUM atau software yang sejenis Program (software) ATP atau software yang sejenis Program (software) DataSis atau software yang sejenis Program (software) PTSDL atau software yang sejenis Jumlah 3 - 11. 5. 11 . PERANGKAT ELEKTRONIK 1. 2. 2. 8. 2. LITERASI DAN SUMBER MATERI BK 1. 3. 4.10. Dokumen Kurikilum 2006 Silabus BK Buku Panduan Pelaksanaan BK Buku Standarisasi Profesi Konseling Buku-Buku tentang Bimbingan dan Konseling Buku-Buku tentang Psikologi Buku-Buku tentang Pendidikan Buku-Buku/ Sumber Materi Bimbingan Pribadi Buku-Buku/ Sumber Materi Bimbingan Sosial Buku-Buku/ Sumber Materi Bimbingan Belajar Buku-Buku/ Sumber Materi Bimbingan Karier Jumlah 11 12. 3. Blanko Format Satuan Layanan BK Balnko Surat Satuan Kegiatan Pendukung BK Balnko Surat Pnggilan Orang Tua Blanko Surat Panggilan Siswa 7 . 4.

ORIENTASI 1. Satuan Kegiatan BK Jumlah 14. Agenda Mingguan 5. WAKTU PELAKSANAAN 1. Laporan Bulanan 4. 11 . Program Tahunan 2. Materi sesuai dengan kebutuhan dan masalah nyata siswa 3. Dilaksanakan melalui jam khusus BK di kelas selama 1-2 jam/minggu Jumlah 16. Materi mencakup seluruh bidang bimbingan 5. Dilaksanakan pada jam efektif sekolah 2. Materi mencakup seluruh bidang bimbingan 4. Membuat satuan layanan orientasi secara tertulis 2. 8. Blanko Surat Alih Tangan Kasus Blanko Laporan Bulanan Blanko Rekapitulasi Bulanan Blanko Agenda Mingguan Buku Agenda Harian Catatan Konseling Catatan Kejadian Siswa Jumlah 11 13. Materi disesuaikan dengan kebutuhan siswa 3. 10 . 6. Satuan Layanan BK 7. Dilaksanakan di luar jam efektif sekolah 3. Agenda Harian 6.5. JENIS PROGRAM 1. Program Semesteran 3. MATERI PROGRAM 1. terutama pada awal semester 7 4 2 - 8 . Materi mengacu kepada silabus 4. 9. Mengintegrasikan materi pendidikan budi pekerti Jumlah 15. 7. Dilaksanakan kepada seluruh siswa awal. Materi mengacu pada tugas perkembangan siswa/standar kompetensi 2.

dengan menggunakan multi metode 7. PENEMPATAN 1. Melaksanakan analisis-analisis hasil layanan 9. Melaksanakan evaluasi proses dan hasil layanan 8. Menindaklanjuti hasil analisis 10 Bekerja sama dengan pihak yang terkait . baik melalui pendekatan klasikal. dengan menggunakan multi metode 7. Membuat satuan layanan informasi secara tertulis 2. Materi disesuaikan dengan kebutuhan siswa 3. 9. Menindaklanjuti hasil analisis 10 Bekerja sama dengan pihak yang terkait. Materi mengacu kepada silabus 5. 10 . Melaksanakan analisis-analisis hasil layanan 9. kelompok maupun perorangan. Materi disesuaikan dengan kebutuhan siswa 3. Membuat satuan layanan informasi secara tertulis 2. khususnya dengan guru mata . Mencakup seluruh bidang bimbingan 4. 6. pelajaran dalam rangka program pengajaran remedial dan pengayaan Jumlah 9 10 10 19. Diberikan kepada seluruh siswa Dilaksanakan secara teratur. Diberikan kepada seluruh siswa 5. Materi mengacu kepada silabus 4. Jumlah 17. INFORMASI 1. baik melalui pendekatan klasikal. 11 dan awal tahun Diberikan kepada setiap siswa baru/pindahan Penyajian menggunakan multi metode Melaksanakan evaluasi proses dan hasil layanan Melaksanakan analisis-analisis hasil layanan Menindaklanjuti hasil analisis - Bekerja sama dengan pihak yang terkait . 8. 7.6. Mencakup seluruh bidang bimbingan Dilaksanakan secara teratur. Jumlah 18. Melaksanakan evaluasi proses dan hasil layanan 8. Membuat satuan layanan penempatan secara tertulis 9 . 6. kelompok maupun perorangan. PEMBELAJARAN 1.

9. 4. 5. baik melalui pendekatan klasikal. kelompok maupun perorangan dengan menggunakan multi metode Melaksanakan evaluasi proses dan hasil layanan Melaksanakan analisis-analisis hasil layanan Menindaklanjuti hasil analisis Bekerjasama dengan pihak yang terkait. 6. 13 . 11 . Membuat satuan layanan konseling perorangan secara tertulis Materi disesuaikan dengan kebutuhan siswa Mencakup seluruh bidang bimbingan Materi mengacu kepada silabus Diberikan kepada seluruh siswa yang bermasalah Menerapkan teknik-teknik umum konseling Menerapkan teknik-teknik khusus konseling Eksplorasi dan pemahaman masalah klien Upaya-upaya pengentasan masalah klien Melaksanakan evaluasi proses dan hasil layanan Melaksanakan analisis-analisis hasil layanan Menindaklanjuti hasil analisis Bekerjasama dengan pihak yang terkait Jumlah 13 21. 9. 8. 4. 8. 3. 3. 10 . khususnya dengan pembina OSIS dan pembina Ekstra Kurikuler Jumlah - 9 20. 5. 7. Materi disesuaikan dengan kebutuhan siswa Materi mengacu pada silabus Diberikan kepada seluruh siswa Mencakup seluruh bidang bimbingan Dilaksanakan secara teratur. BIMBINGAN KELOMPOK 10 . 10 . 6. 7.2. 2. KONSELING PERORANGAN 1. 12 .

Jumlah 10 11 . 9.1. 2. KONSELING KELOMPOK 1. Membuat satuan layanan bimbingan kelompok secara tertulis Materi disesuaikan dengan kebutuhan siswa Mencakup seluruh bidang bimbingan Materi mengacu pada silabus Diberikan kepada seluruh siswa. Melaksanakan evaluasi proses dan hasil layanan 8. Melaksanakan analisis-analisis hasil layanan 9. Membuat satuan layanan konseling kelompok secara tertulis 2. 3. 4. tertib 7. Materi mengacu kepada silabus 5. baik melalui kelompok bebas maupun kelompok tugas Menerapkan tahapan-tahapan pelaksanaan bimbingan kelompok secara tertib Melaksanakan evaluasi proses dan hasil layanan Melaksanakan analisis-analisis hasil layanan Menindaklanjuti hasil analisis Bekerja sama dengan pihak yang terkait Jumlah 10 22. 6. 5. Mencakup seluruh bidang bimbingan 4. Materi disesuaikan dengan kebutuhan/masalah siswa 3. Diberikan secara periodik kepada kelompok siswa yang bermasalah Menerapkan tahapan-tahapan pelaksanaan konseling kelompok secara 6. 10. Menindaklanjuti hasil analisis 10 Bekerjasama dengan pihak yang terkait . 7. 8.

KONFERENSI KASUS 12 9 - - . 7. baik dalam bentuk tes.23. Melaksanakan evaluasi proses dan hasil kegiatan 7. Seluruh siswa menerima pelayanan instrumentasi data Menggunakan berbagai instrument untuk mengungkap berbagai data 3. 5. 4. 3. Bekerjasama dengan pihak lain yang terkait Jumlah - 8 24. skala dan sejenisnya Secara periodic dilaksanakan pembaharuan data tertentu. terutama untuk data yang bersifat pribadi Seluruh data dimanfaatkan untuk setiap layanan BK Jumlah 25. 8. 2. APLIKASI INSTRUMENTASI DATA 1. 6. Menindaklanjuti hasil analisis 9. inventori. masalah siswa. HIMPUNAN DATA 1. Membuat satuan kegiatan pendukung aplikasi instrumentasi data 2. Melaksanakan analisis data 6. seperti data 4. 13 . tentang siswa. 11 . 9. data tugas perkembangan siswa dan data sejenis lainnya 5. Memiliki data pribadi siswa yang lengkap Memiliki data sosial siswa yang lengkap Memiliki data belajar siswa yang lengkap Memiliki data karier siswa yang lengkap Memiliki data latar belakang keluarga siswa yang lengkap Memiliki data masalah siswa yang lengkap Memiliki data bakat siswa yang lengkap Memiliki data kecerdasan siswa yang lengkap Memiliki data tugas perkembangan siswa yang lengkap Memiliki data kelompok yang lengkap Memiliki data umum yang lengkap Data tersimpan rapih dan terjaga kerahasiaannya. 10 . Melaksanakan analisis-analisis hasil kegiatan 8. 12 .

6. Siswa memperoleh pemahaman baru tentang masalah yang dihadapinya 2. 2. Mengikuti pendidikan dan pelatihan BK tingkat propinsi 13 6 0 5 - . Membuat satuan kegiatatan pendukung kunjungan rumah Diberikan kepada seluruh kasus – kasus yang sangat berkepentingan 2. Dilaksanakan atas seizin kasus yang bersangkutan 4. mewujudkan pengentasan masalah yang dialaminya 4. oleh konselor / guru BK 3. Membuat satuan kegiatan pendukung konferensi kasus Melibatkan pihak siswa yang berkepentingan dengan masalah yang dihadapi siswa Diberikan kepada seluruh siswa yang bermasalah berat Melaksanakan evaluasi proses dan hasil kegiatan Melaksanakan analisis hasil kegiatan Menindaklanjuti hasil analisis Jumlah 0 26. Bekerjasama dengan berbagai kalangan profesional lain Jumlah 28. Membuat satuan kegiatan pendukung alih tangan kasus Dilaksanakan untuk setiap kasus – kasus yang tidak mungkin diatasi 2. KUNJUNGAN RUMAH 1. Melaksanakan analisis hasil kegiatan 6. Mengikuti pendidikan dan pelatihan BK tingakt nasional 3. 3. 4. Siswa menunjukan perubahan perasaan positif Siswa dapat menyusun. Melaksanakan abalisis hasil kegiatan 5. Melaksanakan evaluasi proses dan hasil kegiatan 4. Bekerjasama dengan pihak lain yang terkait Jumlah 27. Melanjutkan pendidikan format pada jurusan bimbingan konseling 2. Siswa dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya Jumlah 29. 5. Siswa menunjukan perkembangan aspek – aspek kepribadian 5. HASIL – HASIL LAYAN DAN BIMBINGAN KONSELING 1. Menindaklanjuti hasil analisis 6. PENDIDIKAN DAN LATIHAN 1. Melaksanakan Evaluasi proses dan hasil kegiatan 5.1.merencanakan kegiatan dalam rangka 3. dengan pihak keluarga 3. ALIH TANGAN KASUS 1. Menindaklanjuti hasil analisis 7.

Berpartisispasi dalam organisasi profesi ABKIN 5. PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI Bekerja sama dengan pengawas BK untk memperoleh penilaian dan 1. Berpartisipasi aktif dalam seminarBK 6. pembinaan 2. Berpartisipasi aktif dalam MGP tingkat sekolah 4.4. Berpartisipasi aktif dalam MGP tingkat kabupaten / gugus 3. Mengikuti pendidikan dan pelatihan BK tingkat kabupaten Jumlah 3 30. Membuat karya ilmiah tentang BK Jumlah 2 14 .

4 3.64 3 2 1.33 2.82 1 1 0.33 BOBO T 5 3 5 10 5 5 2 2 5 2 2 2 3 2 2 3 3 4 3 5 3 1 4 4 2 2 2 5 2 2 SKOR 5 3 5 9. 3 Tangerang : 9 Mei 2011 PILIHAN JAWABAN 1234567 1234 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 123456 123456 12 12345 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 12345 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1234567 12345 123 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 123456789 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 123456 123456 1234567 12345 12345 123456 N 1 1 1 0.6 SKOR TOTAL 84.67 1 0.94 0.56 2.82 1 1 0. Dalam sekolah tersebut.57 0 2 0 5 1. 15 . kami membagi BK kedalam tiga aspek yaitu aspek yang telah memenuhi komponen BK 100%.89 0. 56 dengan kategori A (sangat baik).8 0.6 1 0.6 3.7 5 3 1 3.46 3 4 2.33 5 1 1.73 0.64 0 1 0 1 0. Siswa No.5 0.5 0.LEMBAR JAWABAN PENYELENGGARAAN BIMBINGAN DAN KONSELING Nama Sekolah : UPTD SMPN 2 TANGERANG Alamat Sekolah Tanggal Penilaian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 ASPEK Kepala Sekolah Wakil Kepala Sekolah Koordinator BK Konselor/guru BK Guru Mata Pelajaran Wali Kelas Staf TU Tempat kegiatan Instrumen Perangkat Elektronik Literasi dan Sumber Materi BK Kelengkapan Administrasi Jenis Program Materi Program Waktu Pelaksanaan Orientasi Informasi Pembelajaran Penempatan Konseling Perorangan Bimbingan Kelompok Konseling Kelompok Aplikasi Instrumen Data Himpunan Data Konferensi Kasus Kunjungan Rumah Alih Tangan Kasus Hasil-Hasil Layanan BK Pendidikan dan Latihan Pengembangan Profesi : Jl. 56 Berdasarkan hasil yang di dapat penyelenggaraan BK di UPTD SMPN 2 Tangerang mendapatkan skor total 84. Analisis Berdasarkan penelitian instrumen data yang dilakukan pada komponen-komponen pelayanan BK di sekolah UPTD SMPN 2 Tangerang sudah memenuhi standar penyelenggaraan BK.75 0.67 0. 80% dan aspek yang tidak memenuhi BK.9 1 1 1 0.67 1.2 2 1.

konseling kelompok. Wali Kelas Wali kelas membantu guru Bimbingan Konseling melaksanakan program Bimbingan Konseling serta membantu guru Bimbingan Konseling melaksanakan program Bimbingan Konseling serta membantu memberi kesempatan kepada siswa dikelas yang menjadi tanggung jawabnya untuk mengikuti kegiatan Bimbingan Konseling. aspek yang paling baik pada pelaksanaa Bimbingan Konseling di sekolah tersebut adalah aspek kepala sekolah. . bimbingan kelompok. Guru BK Guru BK memiliki atau menyusun program khusus dan program pendukung dalam kegiatan pelayanan Bimbingan maupun Konseling kepada peserta didik. kelengkapan administrasi. Hasil Layanan BK tersebut memberikan kepedulian terhadap program bimbingan konseling. Konselor/Guru BK. koordinator BK. informasi. materi program. jenis program.100% Kepala Sekolah Wakil Kepala Sekolah Koordinator BK Konselor/Guru BK Wali Kelas Literasi dan sumber Kelengkapan Administrasi Jenis Program Materi Program Informasi Pembelajaran Konseling Perorangan Bimbingan Kelompok Konseling Kelompok Kunjungan Rumah Hasil Layanan BK 80% Tidak ada Guru Mata Pelajaran Konferensi Kasus Staf TU Alih Tangan Kasus Tempat Kegiatan Instrumen BK Perangkat Elektronik Waktu Pelaksanaan Orientasi Penempatan Aplikasi Instrumen Data Himpunan Data Pendidikan dan Latihan Pembinaan dan Pengembangan Profesi Dari hasil yang kami dapat. literasi dan sumber. wali kelas. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah yang memberikan perhatian lebih kepada pelayanan BK Koordinator BK Koordinator bimbingan konseling yang mengkoordinasi setiap program Bimbingan Konseling kepada guru Bimbingan Konseling. kunjungan rumah. wakil kepala sekolah. pembelajaran. konseling perorangan.

tertata dengan rapi disertai ruang pelayanan dan ruang kegiatan kelompok. Jenis Program Sekolah tersebut terdapat 7 jenis program BK yaitu : program tahunan. laporan bulanan. program semester. agenda harian. serta buku-buku penunjang kegiatan BK salah satunya adalah buku panduan pelaksanaan BK. agenda mingguan. silabus BK. Tempat Kegiatan Tempat kegiatan pelayanan Bimbingan Konseling selain dilakukan di ruang kelas. juga dilakukan pada ruang khusus Bimbingan Konseling.Sumber Materi BK Sumber materi Bimbingan Konseling sangat lengkap seperti. BAB III PENUTUP 17 . satuan layanan BK dan satuan kegiatan BK. dokumen kurikulum 2006.

guru sebagai salah satu pendukung unsur pelaksana pendidikan yang mempunyai tanggung jawab sebagai pendukung pelaksana layanan bimbingan pendidikan di sekolah. Saran Sekolah UPTD SMPN 2 Tangerang sudah cukup bagus dalam pelayanan BK. namun masih ada kelemahan dalam pelaksanaan program BK diantaranya dalam hal konferensi kasus dan alih tangan kasus. dituntut untuk memiliki wawasan yang memadai terhadap konsep-konsep dasar bimbingan dan konseling di sekolah.56 yang dalam kategori ini termasuk sangat baik (pelaksanaan layanan BK nya) karena memenuhi seluruh aspek yang diberikan dalam pelaksanaan BK disekolah. konferensi kasus dan alih tangan kasuh harus ada dalam sekolah tersebut agar sekolah tersebut menjadi contoh yang baik daalam penyelenggaraan bimbingan dan konseling. Setelah dilakukan penghitungan skor total dari setiap instrument yang diberikan.Kesimpulan Bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen dalam keseluruhan sistem pendidikan khususnya di sekolah. Bisa dimaklumi karena sekolah ini sangat serius dalam hal memajukan dan mendukung pelayanan Bimbingan dan Konseling disekolahnya hal ini bisa terlihat dari banyaknya point yang didapat dari tiap instrument. DAFTAR PUSTAKA . mulai dari aspek kepala sekolah sampai pada pengembangan Profesi. SLTP Negeri 2 Tangerang memperoleh nilai 84. Saran kami.

BSNP dan PUSBANGKURANDIK. Zikri. Menteri Pendidikan Nasional. Balitbang Diknas. Jakarta: BSNP dan PUSBANGKURANDIK. dkk. Jakarta: Kizi Brother’s Sunaryo Kartadinata. Panduan Pengembangan Diri: Pedoman untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. (2003). Peraturan Menteri Nomor 22 tentang Standar Isi. Pengembangan Perangkat Lunak Analisis Tugas Undangundang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Undang-Undang Nomor 14 tahun 2006 tentang Guru dan Dosen LAMPIRAN Lampiran 1: contoh Mekanisme pengentasan masalah di SMPN 2 TANGERANG 19 . Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Neni Iska. Draft. 2008. 2006. Bimbingan dan Konseling. (2006). Depsiknas.

Tenaga Ahli UPTD SMPN 2 TANGERANG 0100090000031602000002009601000000009601000026060f002203574d464301000000000 0010003850000000001000000000300000000000000030000010000006c0000000000000000 000000350000006f0000000000000000000000883b0000ba22000020454d460000010000030 000100000000200000000000000000000000000000061130000681b0000d200000029010000 Guru Pembimbing dan Konselor 0000000000000000000000005034030028880400160000000c000000180000000a000000100 0000000000000000000000900000010000000100e0000340800005200000070010000010000 00a4ffffff000000000000000000000000900100000000000004400022430061006c006900620 072006900000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 0000000000000000000000000000000000000021000c4a210010000000704d2100f04a21008 Siswa b575367704d2100684a210010000000d84b2100544d2100db555367704d2100684a21002000 00009f715c69684a2100704d210020000000ffffffff0c48b2011a725c69ffff2500ffff0180ffff01 808fff0180ffffffff0000000000000000000000007cf6fd0701000000000000005802000025000 000372e90010000020f0502020204030204ff0200e1ffac004009000000000000009f01000000 000000430061006c0069006200720000000000e037be06ada15367efc77604ec47b201805881 009c4a21009c2d55691f00000001000000d84a2100d84a2100087a53691f000000004b21000c 48b2016476000800000000250000000c00000001000000250000000c0000000100000025000 0000c00000001000000120000000c00000001000000180000000c0000000000000254000000 540000000000000000000000350000006f00000001000000e17487403976874000000000570 00000010000004c000000040000000000000000000000100e00003408000050000000200000 003600000046000000280000001c0000004744494302000000ffffffffffffffff110e0000350800 00000000004600000014000000080000004744494303000000250000000c0000000e0000802 50000000c0000000e0000800e00000014000000000000001000000014000000040000000301 0800050000000b0200000000050000000c02fc00b001040000002e0118001c000000fb02f5ff0 000000000009001000000000440002243616c69627269000000000000000000000000000000 00000000000000000000040000002d010000040000002d010000040000002d0100000400000 002010100050000000902000000020d000000320a0a0000000100040000000000b001fc0020 0006001c000000fb020200010000000000bc02000000000102022253797374656d003f00003f 3f3f3f3f3f3f3f3f3f0800000001003f3f3f3f3f00040000002d010100040000002d01010003000 0000000 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful