Anda di halaman 1dari 9

MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : SK.103/Menhut-II/2004 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL MENTERI KEHUTANAN, Menimbang : a. bahwa pembangunan bidang kehutanan memiliki karakteristik sebagai penentu penyangga kehidupan dan sumber kemakmuran rakyat, sehingga pengurusannya harus menggunakan pendekatan ekosistem dan daerah aliran sungai yang bersifat utuh, menyeluruh, terpadu, serta berkelanjutan; b. bahwa pelaksanaan pembangunan bidang kehutanan perlu dilakukan secara menyeluruh, terkoordinasi dan sinergis baik antar Daerah maupun antara Pusat dan Daerah, sehingga pengelolaan hutan lestari dan kesejahteraan rakyat terwujud; c. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas perlu dibentuk organisasi di lingkungan Departemen Kehutanan yang memiliki tugas pokok dan fungsi untuk mengendalikan dan mengintegrasikan penyelenggaraan pembangunan bidang kehutanan pada masing-masing region, dengan Keputusan Menteri Kehutanan. Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya; 2. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang; 3. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah; 4. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1994 tentang Perburuan Satwa Buru; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1994 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Zona Pemanfaatan Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1997 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional; 10. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam;

d/datafile2002/Undang-2/MenHut/No_SK103_MenHut_II_2004.doc (Sri PC per 6/11/2004 1:19 PM

11. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonom; 12. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2002 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan Kawasan Hutan; 13. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2002 tentang Dana Reboisasi; 14. Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2003 tentang Hutan Kota; 15. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah diubah, terakhir Nomor 37 Tahun 2001; 16. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 123/kpts-II/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan. Memperhatikan: Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Surat No. B624/M.PAN/4/2004 tanggal 2 April 2004. MEMUTUSKAN : Menetapkan: KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL. BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 (1) (2) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Sekretaris Jenderal. Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 2 Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional mempunyai melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi pembangunan kehutanan regional. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 2, Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan sinkronisasi penyusunan rencana kehutanan di tingkat regional; tugas

d/datafile2002/Undang-2/MenHut/No_SK103_MenHut_II_2004.doc (Sri PC per 6/11/2004 1:19 PM

b. c. d. e.

koordinasi dan sinkronisasi rencana pengelolaan daerah aliran sungai, pengelolaan hutan, pengelolaan kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam, dan taman buru di tingkat regional; koordinasi dan sinkronisasi rehabilitasi hutan, konservasi alam, pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar, penertiban hasil hutan di tingkat regional; pemantauan dan evaluasi perencanaan kehutanan dan pengelolaan hutan di tingkat regional; pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional, terdiri dari: a. b. c. d. Bidang Perecanaan; Bidang Evaluasi; Subbagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 5 Bidang Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi, dan sinkronisasi penyusunan rencana kehutanan dan rencana pengelolaan hutan di tingkat regional. Pasal 6 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 5, Bidang Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi dan sinkronisasi penyusunan rencana kehutanan regional; b. penyiapan bahan koordinasi dan sinkronisasi penyusunan rencana pengelolaan daerah aliran sungai, pengelolaan kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam, dan taman buru di tingkat regional; c. penyiapan bahan koordinasi dan sinkronisasi rencana rehabilitasi dan konservasi alam, pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar, penertiban peredaran hasil hutan di tingkat regional; d. Penyusunan rencana kerja Pusat.

Pasal 7 Bidang Perencanaan terdiri dari: a. Subbidang Rencana Kehutanan Regional; b. Subbidang Rencana Pengelolaan Hutan Regional.

d/datafile2002/Undang-2/MenHut/No_SK103_MenHut_II_2004.doc (Sri PC per 6/11/2004 1:19 PM

Pasal 8 (1) (2) Subbidang Rencana Kehutanan Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan sinkronisasi penyusunan rencana kehutanan di tingkat regional dan penyusunan rencana kerja Pusat. Subbidang Rencana Pengelolaan Hutan Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan sinkronisasi penyusunan rencana pengelolaan daerah aliran sungai, pengelolaan kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam, dan taman buru, rencana rehabilitasi dan konservasi alam pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar, penertiban peredaran hasil hutan di tingkat regional. Pasal 9 Bidang Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi rencana kehutanan dan rencana pengelolaan hutan di tingkat regional. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 9, Bidang Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan evaluasi rencana regional; b. pemantauan dan penyiapan bahan evaluasi rencana pengelolaan daerah aliran sungai, pengelolaan kawasan suaka lam, kawasan pelestarian alam, dan taman buru di tingkat regional; c. pemanatauan danpenyiapan bahan evaluasi rencana rehabilitasi dan konservasi alam, pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar, penertiban peredaran hasil hutan di tingkat regional; d. pelaporan rencana pengelolaan hutan di tingkat regional; e. Pelaporan Pusat. Pasal 11 Bidang Evaluasi terdiri dari: a. Subbidang Evaluasi Rencana Kehutanan Regional; b. Subbidang Evaluasi Rencana Pengelolaan Hutan Regional. Pasal 12 (1) (2) Subbidang Evaluasi Rencana Kehutanan Regional mempunyai tugas melakukan pemantauan dan penyiapan bahan evaluasi rencana kehutanan di tingkat regional, dan pelaporan Pusat. Subbidang Evaluasi Rencana Pengelolaan Hutan Regional mempunyai tugas melakukan pemantauan dan penyiapan bahan evaluasi rencana pengelolaan daerah aliran sungai, pengelolaan kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam, dan taman buru, rencana rehabilitasi dan konservasi alam, pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar, penertiban peredaran hasil hutan di tingkat regional.

d/datafile2002/Undang-2/MenHut/No_SK103_MenHut_II_2004.doc (Sri PC per 6/11/2004 1:19 PM

Pasal 13 (1) (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan Pusat. Subbagian Tata Usaha dalam melakukan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Perencanaan. BAB III KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 14 Kelompok Jabatan Fungsional pada Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional mempunyai tugas melakukan kegiatan fungsional sesuai dengan keahlian masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 15 (1) (2) (3) (4) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14, terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Pusat. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB IV TATA KERJA Pasal 16 (1) Dalam melaksanakan tugas Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional berkoordinasi dengan seluruh unit kerja di lingkungan Departemen Kehutanan termasuk Unit Pelaksana Teknis dan Pemerintah Daerah serta instansi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional menyampaikan laporan kepada Sekretaris Jenderal secara berkala, maupun sewaktu-waktu dengan tembusan kepada unit kerja yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

(2)

d/datafile2002/Undang-2/MenHut/No_SK103_MenHut_II_2004.doc (Sri PC per 6/11/2004 1:19 PM

Pasal 17 Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional, para Kepala Bidang, para Kepala Subbidang, Kepala Subbagian dan Pimpinan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi di lingkungan masing-masing maupun dengan instansi lain di luar Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional sesuai dengan tugasnya. Pasal 18 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional wajib mengawasi pelaksanaan tugas bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan pelaksanaan tugas, wajib mengambil langkahlangkah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 19 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Pasal 20 Para Kepala Bidang dan Kepala Subbagian Tata Usaha menyampaikan laporan kepada Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional selanjutnya Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional menyusun laporan Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional. Pasal 21 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan, wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Pasal 22 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan masing-masing, tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lainnya yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Pasal 23 Dalam melakukan tugas setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh Kepala satuan organisasi di bawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan wajib mengadakan rapat berkala.

d/datafile2002/Undang-2/MenHut/No_SK103_MenHut_II_2004.doc (Sri PC per 6/11/2004 1:19 PM

BAB V ESELONISASI DAN WILAYAH KERJA (1) (2) (3) Pasal 24 Kepala Pusat adalah jabatan struktural setingkat Eselon II.a. Kepala Bidang adalah jabatan struktural setingkat Eselon III.a. Kepala Subbidang dan Kepala Subbagian Tata Usaha adalah jabatan struktural setingkat Eselon IV.a. Pasal 25 Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional terdiri dari: a. Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional I; b. Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional II; c. Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional III; d. Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional IV; dengan wilayah kerja sebagaimana dalam Lampiran Keputusan ini. BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 26 (1) (2) Perubahan atas organisasi dan tata kerja menurut keputusan ini ditetapkan oleh Menteri Kehutanan setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 12 April 2004 MENTERI KEHUTANAN, ttd. MUHAMMAD PRAKOSA Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Hukum dan Organisasi ttd. Ir. SUYONO NIP. 080035380 Salinan Keputusan ini disampaikan Kepada Yth. : 1. Menteri Keuangan di Jakarta. 2. Kepala Badan Kepegawaian Negara di Jakarta.

d/datafile2002/Undang-2/MenHut/No_SK103_MenHut_II_2004.doc (Sri PC per 6/11/2004 1:19 PM

3. 4. 5. 6. 7. 8.

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara di Jakarta. Ketua Lembaga Administrasi Negara di Jakarta. Para Pejabat Eselon I lingkup Departemen Kehutanan di Jakarta. Para Gubernur di seluruh Indonesia. Para Kepala Dinas Kehutanan Propinsi di seluruh Indonesia. Para Kepala UPT lingkup Departemen Kehutanan.

d/datafile2002/Undang-2/MenHut/No_SK103_MenHut_II_2004.doc (Sri PC per 6/11/2004 1:19 PM

LAMPIRAN I. Nomor Tentang Tanggal

KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN : SK.103/Menhut-II/2004 : Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional : 12 April 2004

UNIT ORGANISASI DAN WILAYAH KERJA PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL No. (1) 1. 2. 3. 4. Unit Organisasi (2) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional I Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional II Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional III Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional IV Wilayah Kerja (3) Pusal Sumatera dan sekitarnya Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan sekitarnya Pulau Kalimantan dan sekitarnya Pulau Sulawesi, Maluku, Papua dan sekitarnya

d/datafile2002/Undang-2/MenHut/No_SK103_MenHut_II_2004.doc (Sri PC per 6/11/2004 1:19 PM